Ulasan Kesan Menginap di Hotel Marbella Bandung

Kota Bandung tak salah disebut sebagai kota nan molek. Senyum bumi Parahyangan nan indah sudah diwakili oleh Bandung yang udaranya segar, sejuk, tapi ramai dan penuh sejarah. Wisata kulinernya pun berkembang teramat pesat. Apalagi wisata belanja seperti oleh-oleh pakaian dengan desain-desain kreatif yang kekinian, sangat banyak terdapat di kota ini. Maklum, disana memang banyak butik-butik underground produsen dan penjual pakaian. Mau cari FO, juga berderet. Ibukota bumi Parahyangan ini memang selalu bikin kangen. Tak ada salahnya bersama keluarga sering-sering berkunjung ke Bandung untuk melepas penat kerja dan berlibur bersama keluarga.
Jika ke Bandung, loka menginap yang layak dicoba & akan menciptakan Anda sekeluarga balik ke sana artinya Marbella Suites, Bandung. Marbella Suites Bandung ini adalah hotel bintang 4 yg berdiri kokoh di kawasan Sentra Dago Pakar. Hotel ini dibangun dengan konsep layaknya sebuah apartment, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang akan menciptakan kita betah menghabiskan ketika berlama-usang disini. Menyediakan 180 kamar buat tamu, Marbella Suite Bandung ini dibangun menggunakan dekorasi bergaya terbaru dengan gedung menjulang tinggi sebagai akibatnya gampang ditemukan bagi yg ingin tiba.
Salah satu keunggulan Marbella Suites Bandung ini, karena letaknya di Dago Pakar dan gedungnya tinggi, maka tamu bisa melihat kemolekan pemandangan cakrawala Bandung nan indah. Dibalut udara sejuk Bandung di pagi hari, mata kita bisa menyapu bersihnya udara pagi Bandung, ditemani secangkir kopi/teh dan semilir angin. Sangat indah.
Saya akan sarankan jika Anda menginap di Marbella Suites Bandung, buat meminta kamar dengan posisi di lantai yang lebih atas. Tujuannya, agar sanggup menikmati pemandangan nan indah dari balkon kamar secara lebih aporisma. Apalagi bila famili Bapak/Ibu sanggup menginap bersama keluarga di Deluxe Suite, akan merasakan betapa eloknya pemandangan di malam hari kota Bandung.
Fasilitas lain jua sangat lengkap karena hotel ini dikelola sang pemilik dan pengelola yang telah sangat berpengalaman di usaha hotel & kondotel. Pengelolanya juga merupakan pengelola dan pemilik Marbella Anyer yg sudah amat beken di Anyer. Di Marbella Suites Bandung ini kita jua mudah menemukan kolam renang, spa, pusat kebugaran, restoran, dan fasilitas lain yg sudah didesain menggunakan lengkap & berkelas.
Untuk pilihan kamarnya sendiri, kita bisa pilih tipe Deluxe Suite, Executive Suite, Grand Executive Suite atau Master Suite. Menariknya, setiap tipe kamar yang tersedia dilengkapi dengan ruang tamu dan meja makan serta balkon yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan pepohonan hijau yang asri sambil menghirup segarnya udara bersih. Hal inilah yang tidak kita dapatkan bila menginap di hotel pada umumnya. Disini kita seperti punya private apartment unit nan mewah di tengah kota Bandung. Artinya, kalau kita mau mengundang teman atau relasi bertamu di kamar kita juga akan sangat OK. Tidakmalu-malu-in.


Lantaran itu, berdasarkan saya, Marbella Suites ini pula sangat cocok banget buat wisatawan yang tiba bersama famili. Kenapa? Marbella Bandung memperlihatkan kolam renang yg luas dengan pool snack bar, gym, children playground, children bike dan mountain bike outdoor sport. Marbella Suites Bandung merupakan loka buat perjamuan dan rendezvous. Tetapi hotel ini juga punya Dago Grand Ballroom yang sanggup digunakan buat acara gathering bisnis, & menampung hingga 400 orang buat sit-down dinner. Tersedia pula ruang pertemuan yang berukuran lebih mini untuk gathering atau break-outs.
Untuk kondisi dalam kamar, modelnya didekorasi dengan gaya minimalis dan aksen Indonesia klasik. Dilengkapi fasilitas yang mewah termasuk king-size bed atau twin beds, glass writing desk dan akses internet berkecepatan tinggi. Setiap kamar memiliki en suite bathroom dengan bathtub, wak-in shower dan wardrobe. Fasilitas lainnya yang terdapat di kamar yaitu IDD telephone, TV cable, minibar dan fasilitas tea dan coffee making. AC yang disediakan disemua jenis tipe kamar sebagai fasilitas standar. Setiap kamar juga memiliki balkon atau teras pribadi.

Kamar-kamar pada Marbella Suites mempunyai ruang tamu dan ruang makan, juga dilengkapi menggunakan TV kabel & film-film internal hotel. Semua menyediakan kamar mandi langsung dengan bathtub, jubah mandi, dan sandal kamar.
Untuk makan sulit nggak? Sangat mudah. Restoran utama terletak di Lobby, buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga tengah malam. Menyajikan menu grill sebagai andalannya, hidangan Asia dan internasional. Resto bisa menampung sekitar 90 orang dalam ruangan dan 140 orang di teras restoran. Hotel ini juga memiliki lobby lounge & bar dengan desain yang indah, berada di area lobby yang buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 11 malam dengan kapasitas tamu 25 orang. Kita bisa bersantap di Ren De Vu Restaurant yang menyajikan hidangan lokal dan internasional. Setelah itu bisa juga menikmati minuman di Diva Lounge, yang terletak di lobi.
Kalau toh ingin nongkrong di luar hotel, disekitar hotel banyak kafe-kafe terkenal seperti Sierra, Valley, dan sederet kafe lain. Ada juga wisata kuliner yang lagi happening banget di Bandung dan terletak tidak jauh dari Marbella Suites Bandung, yaitu Lawangwangi Creative Space. Restoran ini sangat unik, karena didalamnya juga terdapat galeri seni yang bisa Anda nikmati sambil menunggu giliran untuk duduk menikmati masakan lezat di restoran yang letaknya tepat dipinggir tebing. Jangan ditanya soal pemandangan yang bisa dinikmati dari restoran ini
Bila ingin olahraga pun para tamu Marbella Suites bisa menikmati kolam renang outdoor dan gym yang disediakan hotel. Spa dan pijat juga tersedia di resort ini. kita bisa bersantai di kolam renang outdoor atau bathtub spa.
Resort Marbella Suites ini berlokasi di perbukitan Dago Pakar yang menghadap ke skyline kota Bandung. Hanya sekitar 2 jam berkendara dari kota Jakarta dan sekitar 10 km ke pusat kota. Dari resort ini, jarak ke Jalan Juanda (Dago) sekitar 5 km. Bandara Internasional (Husein Sastranegara) dapat dicapai dalam waktu 45 menit berkendara. Tentu bagi wisatawan sangat diperlukan karena lokasinya nyaman, tidak berisik. Yang pasti, untuk parkir mobil juga luas dan aman, hal yang kita perlukan bagi kita yang datang dari luar kota Bandung.
Sudarmadi
Kurnia Land Bangun Kondotel Mewah di Bintan

Bagi investor yg biasa menanamkan modalnya pada usaha properti, kini ada peluang investasi baru pada Pulau Bintan. Group Kurnialand ketika ini sedang membentuk Kondotel Melia Bintan & memberi kesempatan kepada para investor buat membeli unit-unit kondotel yg mulai dipasarkan. Tentu saja ini sangat menarik lantaran kondotel ini nantinya akan dikelola operator hotel terkemuka global, Soll Melia sehingga memudahkan mendatangkan tamu-tamu internasional buat menginap pada kondotel tadi kelak. Apalagi lokasinya sangat premium, pada pantai pasir putih yang latif dan gampang diakses oleh tamu-tamu yang berangkat dari Singapore.
Ya, pemain properti nasional, KurniaLand Group, kini memang mulai aktif memasarkan proyek barunya pada Pulau Bintan & ketika ini telah mulai memasuki tahap kontruksi pembangunan. Proyek kondotel di Bintan ini oleh KurniaLand akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan Soll Melia sebagai akibatnya nanti dinamai Melia Bintan. Di Bintan, Kurnia Land yang memiliki tanah 6 hektar ini sedang membentuk kondominium hotel dengan tinggi 7 lantai. Rencananya kondotel ini akan terdiri dari 319 unit pada dalamnya yg terdiri menurut 3 tower & 1 ballroom.
Pengerjaan kontruksi bangunan kondotel ini diserahkan ke BUMN yang sudah berpengalaman, PT Brantas Abipraya (Persero), dan saat ini sudah memulai proses konstruksi. Menelan anggaran investasi sekitar Rp 500 miliar ini, rencananya proses konstruksi kondotel akan selesai pada tahun 2019 dengan standar fasilitas bintang lima. Bagi Group KurniaLand, proyek Melia Bintan ini diharapkan bisa mengulang suksesnya di proyek serupa di Puncak, Bogor, yakni Sahid Eminence Ciloto dimana proyek itu laris manis dan kondotelnya pun selalu penuh dikunjungi tamu.
Zaid Mahdani, Presiden Direktur Kurnia Land Group, sangat antusias berinvestasi di Bintan lantaran melihat prospek wisata pulau itu yang sangat menarik. Proyek kondotel Melia Bintan dia hadirkan buat merespon trend rakyat yg sangat tinggi dalam berwisata ke daerah Bintan. Kondotel MELIA BINTAN terletak di Pantai Sebong, Bintan yg sangat gampang diakses menurut Singapura.
Lokasinya berada di kawasan pantai yang memiliki pasir putih halus dan langsung berhadapan dengan laut China Selatan sebagaibest view.Pemandangan alam, laut, pantai, hutan bakau sangat memanjakan mata. Dari kondotel ini nantinya juga sangat mudah untuk mengakses infrastruktur seperti airport, pelabuhan international, lapangan golf, mall dan sejenisnya.

Melia Bintan akan dikembangkan menjadi hotel resort dan pusat bisnis bintang empat dengan fasilitas luxury bintang 5. Di dalamnya akan ada grand lobby; lounge, Ballroom kapasitas 1.000 orang, Meeting Room, Karaoke Room, Mezanine, Ocean Wedding Chappel, Pray Room, Sky Lounge & Resto, dan Ocean Restaurant. Konsep lainnya, ada Riverside Spa, Infinity Pool, Swimming Pool, Children Pool, Private Jacussi, Outdoor Jacussi, Children Play Ground, Therm Park, Mini Zoo, Fitness Center, Sport Centre, Jogging Track, dan Outbond.
Didukung oleh operator kelas dunia yang sudah berpengalaman global, Melia Hotels, manajemen Kurnialand sangat yakin proyek di Bintang ini akan sukses. Kepada investor, Kurnialand menawarkan investasi strata title kepemilikan (Sertifikat Hak Milik), program bagi hasil yang saling menguntungkan, dan kemudahan akses KPA. Kondotel yang ditawarkan meliputi empat tipe kamar suite, antara lain Junior Suite, Executive Suite, Presidential Suite, dan Royal Suite. Sejauh ini KurniaLand sudah memiliki mitra investor loyal yang siap berinvestasi karena melihat prospek pengembangan wilayah Bintan dan prospek bisnis kondotel itu sendiri.
Bagi Zaid Mahdani, investasinya membangun Melia Bintan merupakan bagian dari komitmennya untuk memajukan dunia pariwisata Kabupaten Bintan. Dengan bekal pengalamannya, dan melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Bintan, ia sangat optimis Bintan akan menjadi destinasi baru layaknya Bali atau The New Bali. Dalam hal ini Bintan punya keunikan budaya melayu yang bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan, selain faktor alamnya yang sangat indah.
Zaid sendiri sengaja dalam lima tahun kedepan ingin mengembangkan KurniaLand dengan fokus pada pengembangan properti yang terkait sektor wisata atau industri hospitality. Selain di Bintan dan Ciloto (Bogor), Kurnialand juga sedang ancang-ancang meluncurkan proyek barunya di Lembang (Jawa Barat) berupa kondotel yang akan dipadukan dengan resort dan lapangan golf.
Sudarmadi
Kisah bisnis menarik lainnya:
Masri Nur: Sukses Berbekal Keyakinan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia
SAP Express, Rising Star Di Bisnis Kurir

Perusahaan kurir ini tumbuh super cepat. Hanya dalam tiga tahun sudah mampu memperkerjakan 2.100 orang karyawan.
Pertumbuhan bisnis ecommerce di Indonesia dan geliat perekonomian daerah tampaknya melecut pengelola PT Satria Antaran Prima (SAP Express) yang bergerak di bidang pengantaran paket dan dokumen untuk menggenjot pertumbuhan. Perusahaan nasional ini terus memperluas jaringan, memperkuat tim dan mengembangkan infrastruktur untuk melayani kebutuhan sektor ecommerce di Indonesia yang bertumbuh. Selama ini SAP Express memang menjadikan sektor ecommerce sebagai salah satu sektor utama yang ditarget selain industri perbankan, asuransi, farmasi, otomotif dan telekomunikasi.
"Kami percaya, walaupun jumlah pelanggan SAP Express dari kalangan perusahaan ecommerce sudah sangat banyak, namun pertumbuhan bisnis ecommerce dalam lima tahun masih akan pesat, diatas 30% per tahun. Konsumen Indonesia cenderung lebih suka simplisitas dan kemudahahan dalam berbelanja sehingga belanja online akan menjadi tren gaya hidup baru yang semakin berkembang," ungkap Budiyanto Darmastono, Presiden Direktur SAP Express.
Sinyalemen Budiyanto cukup beralasan. Gairah konsumen di Indonesia terhadap tren belanja online juga tercermin dari maraknya perusahaan-perusahaan ecommerce baik yang berbasiso nline shop maupunm arket place dalam berbagai skala usaha, termasuk kemunculan pemain-pemain besar seperti Blibli, Blanja, Shopee, Lazada, Zalora, Bukalapak, Alfacart, MatahariMall, Alibaba, Tokopedia, hingga JD.ID, yang pada umumnya disambut baik oleh konsumen. Data riset dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan, transaksi ecommerce di Indonesia tahun 2016 lalu sudah mencapai US4 651,7 juta (sekitar Rp 8,7 triliun) dan diperkirakan terus akan naik seiring perkembangan ekonomi nasional dan tren perubahan gaya hidup online. Dalam kalkulasi IDC, pasar ecommerce di Indonesia pada 2020 akan bisa mencapai US$ 1,8 miliar atau lebih dari Rp 20 triliun.
"Kami ingin bersinergi menggunakan para pengelola ecommerce & menyebarkan pasar ecommerce pada Indonesia bersama-sama. Lantaran itu kami serius berinvestasi menyebarkan cabang sampai ke seluruh pelosok kecamatan pada Indonesia, investasi ratusan armada mobil dan teknologi, sebagai akibatnya pelanggan kami dari kalangan perusahaan ecommerce sanggup lebih fokus pada pekerjaan branding dan marketing produk yang mereka jual," lanjut Budiyanto seraya mengungkapkan jangkauan layanan SAP Express telah ke seluruh pelosok kecamatan di Indonesia.
Salah satu dukungan solusi yang diberikan SAP Express kepada kalangan dunia ecommerce ialah pada aspek pembayaran yang selama ini menjadi tantangan terbesar. Bukan rahasia lagi, masih banyak segmen masyarakat Indonesia yang belum percaya dengan cara beli online karena takut barang pesanan tak dikirim sementara mereka sudah mentransfer uang. SAP Express menjembatani problem ini dengan memberikan service pengiriman yang bisa sekaligus melakukan pembayaran di tempat (cash on delivery atau COD) sehingga konsumen makin percaya dengan perusahaan ecommerce. "Dunia ecommerce butuh dukungan layanan COD dari perusahaan pengantaran seperti kami. Investasinya cukup mahal, hanya satu atau dua perusahaan pengiriman independen yang mampu memberikan layanan COD ini," kata Budiyanto.
Budiyanto melanjutkan, salah satu lini di internal SAP Express yang dikembangkan ialah moda dan teknologi. Untuk aspek teknologi, pihaknya memperkuat baik teknologi di pelayanan maupunback end. Termasuk teknologi untuktrace,tracking danhandling paket yang diantar. SAP Express merupakan perusahaan pengantaran paket memelopori pemakaian handset dan aplikasi android bagi lebih dari 2.100 armada kurir dan pelanggannya sehingga memudahkan mobilitas kerja dan tracking paket. Sejak awal, seluruh cabang dan titik layanan SAP Express juga sudah terkoneksi dan diintegrasikan dalam satu sistem online untuk memudahkan proses kerja. Dari sisi pengelolaan dokumen maupun paket, SAP Express menerapkan kontrol kualitas layanan yang ketat, sebab itu operasional seluruh cabang kini sengaja dikelola sendiri oleh SAP Express -- bukan oleh agen -- untuk memudahkan penerapan standar dan kontrol.
Budiyanto sangat bersemangat mengembangkan SAP Express ini, terutama dalam melayani sektor ecommerce, karena perusahaannya cukup padat tenaga kerja. Terbukti, meski baru berusia tiga tahun, SAP Express sudah bisa menyerap 2.100 orang kurir yang tersebar di seluruh kantor operasionalnya di Indonesia. Budiyanto termotivasi oleh Jack Ma, pendiri Group Alibaba, yang usahanya bisa melibatkan lebih dari 500.000 orang kurir di negeri China. "Sebuah ungkapan terima kasih bahwa SAP Express bisa berkembang dengan sangat baik selama tiga tahun terakhir, pasti ini karena kepercayaan para pelanggan kami, baik dari pelanggan korporat atau ritel. Di lain sisi kita juga gembira perusahaan ini bisa menjadi ladang pekerjaan bagi ribuan kurir kami," Budiyanto sembari menunjukkan optimismenya bahwa bisnisnya bisa tumbuh lebih dari 30% tahun ini.
SAP Express didirikan Budiyanto pada tahun 2013. Sebelumnya pria lulusan Fakultas Ekonomi UGM ini sudah malang-melintang di dunia bisnis kurir dan logistik dan pernah membesarkan NCS Express. Kombinasi strategi penetrasi yang cepat, perluasan coverage hingga ke level kecamatan, dan keseriusan dalam investasi teknologi membuat SAP Express tumbuh cepat jauh diatas rata-rata industri. Ia mengembangkan SAP Express dengan positioning sebagai perusahaan kurir independen sehingga bisa masuk di semua industri dan tak takut bersaing dengan perusahaan kurir inhouse yang kini banyak didiirikan oleh perusahaan-perusahaan ecommerce. “Keberadaan kami justru sinergi dan melengkapi kekurangan mereka,” pungkas Budianto. (Sudarmadi)
Butuh Investor ? Inilah Dua Tipe Investor Yang Bisa Anda Gandeng
Kisah Sukses Pendiri BSI Mengembangkan Bisnis Pendidikan
Berawal dari bisnis kursus kecil-kecilan, kini Bina Sarana Informatika berkembang pesat sebagai akademi pendidikan ternama & punya lebih menurut 40 kampus. Inilah kisahnya.
?Mulailah berwirausaha berdasarkan skala mini , dan rintislah bisnis sedari usia Anda masih muda.? Nasihat ini sepertinya dihayati & dijalankan benar sang 5 sekawan -- Naba Aji Notoseputro, Herman P., Efriadi, Surachman & Sigit ? Pada merintis usaha pendidikan hingga mencapai sukses seperti kini . Bina Sarana Informatika (BSI) sebagai bukti ketekunan Naba dkk. Menciptakan bisnis sendiri dari skala mini .
Semua itu berawal dalam 1988, waktu lima sekawan tersebut tengah duduk pada semester akhir Institut Pertanian Bogor. Di waktu mereka belum menuntaskan kuliah, mereka coba-coba mendirikan lembaga kursus personal komputer mini -kecilan pada Depok, Jawa Barat. Modal buat menggulirkan usaha hanya 5 unit komputer PC IBM XT 8088 & kenekatan. Mereka setiap hari bolak-pulang Depok-Bogor. ?Pagi kuliah dulu pada Bogor, kemudian siang dan sore meluncur ke Depok buat ngajar,? Ungkap Naba, yg bersama teman-temannya memanfaatkan jasa transportasi kereta barah Bogor-Depok, yg setiap jam melintas.
Tidak tanggung-tanggung, di waktu perintisan usaha, kelima personel ini terjun melakukan semua hal beserta. Mulai dari menjadi tenaga administrasi, energi guru, sampai berpromosi dengan membuat & memasang spanduk di tiang listrik di seputar Kota Depok, seluruh mereka lakukan sendiri.
Menurut Naba, proses sosialisasi lembaga kursusnya nir gampang. Saat itu Depok belum seramai kini . Depok masih senyap, lantaran belum banyak mal dan kampus misalnya kini . Sehingga, sulit mencari anak didik. ?Dalam sebulan kami hanya mendapatkan 5 orang,? Istilah Naba, Direktur BSI yang sekarang menginjak usia 39 tahun. Toh, syarat tadi tidak memudarkan semangat mereka. Bisnis terus dilanjutkan. Dan terbukti, pelan-pelan, dari bulan ke bulan ada penambahan jumlah anak didik.
Bahkan, saking optimistisnya, sekitar 6 bulan kemudian Naba dan keempat kawannya menyiapkan tambahan loka kursus baru di pinggiran Jakarta, persisnya di Pondok Labu, Jakarta Selatan. ?Kami memberanikan diri mengontrak ruko di dekat pasar,? Ujar Naba. Setelah itu, berturut-turut mereka membuka cabang baru di Ciputat dan Bekasi di tahun berikutnya menggunakan sistem kontrak. Tetapi apa daya, gayung rupanya tidak bersambut. Respons pasar tidak seperti yang mereka harapkan: jumlah peserta sedikit. Tak mengherankan, mereka terpaksa menutup cabang di Ciputat dan Bekasi itu. Mereka memang masih menyebarkan usaha dengan pola trial and error sebagai akibatnya harus terbentur di sana-sini. Tanpa pengalaman.
Belajar dari aneka macam kegagalan, lima sekawan ini lalu mencoba membarui strategi. Setelah sebelumnya mengandalkan pendekatan ritel/individual, mereka kemudian mencoba pendekatan institusional. ?Kami bekerja sama menggunakan SMA-Sekolah Menengah Atas,? Celoteh Naba. Hal ini digabung menggunakan strategi harga murah. Biaya pendidikan dipatok serendah mungkin supaya bisa dijangkau kebanyakan siswa didik. Ketika itu biayanya hanya Rp 10 ribu/bulan tiap murid. Dari uang anak didik sebesar itu pun, separuhnya dikembalikan ke sekolah yang muridnya dikursuskan di LPK BSI. Hampir seluruh SMA negeri di Depok diajak bergabung oleh Naba dkk. Ternyata, pola ini efektif lantaran jumlah anak didik BSI terus bertambah secara signifikan menurut tahun ke tahun.
Perkembangan positif inilah yg menambah optimisme 5 sekawan ini buat makin serius menggulirkan usaha pendidikan. Maka, dalam 1990, selesainya melihat pesatnya pertumbuhan, mereka berani membeli huma seluas 1.000 m2 dan bangunan 5 lantai pada Pondok Labu, yg mereka jadikan sebagai pusat pendidikan (kampus). Tetapi, mereka tak merogoh kocek sendiri untuk membeli properti sebesar itu karena memang tidak punya relatif uang cash. Mereka meminjam ke Bank Danamon, sebanyak Rp 400 juta. Lahan dan bangunan itulah yang dijadikan agunan ke bank. ?Kami nekat saja. Kalau tidak begitu, bagaimana mampu maju?? Kata Naba seraya menjelaskan, hari jadi BSI tanggal tiga Maret 1988.
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Naba berkeyakinan, menggunakan kenekatan dan utang yg akbar, mereka pasti terpacu bekerja keras supaya bisa mengembalikan utang itu. Terbukti 5 tahun lalu, utang sanggup dilunasi. Tentu, ini pun tidak tanggal berdasarkan strategi dan keputusan menaikkan status lembaga, berdasarkan pusat kursus biasa menjadi Akademi Manajemen Informatika & Komputer (AMIK) -- ditandai dengan pembukaan program pendidikan personal komputer setahun dalam 1994. Praktis, sehabis sanggup melunasi utang Rp 400 juta itu, pihak bank makin percaya. Bank kemudian berani memperlihatkan pinjaman baru dengan nilai yg lebih tinggi, mencapai Rp 1 miliar.
Hanya saja, Naba dkk. Tak terburu-buru menerima tawaran kredit baru. Betapapun, pihaknya tetap mesti hati-hati pada berekspansi. Wajar, tawaran kredit baru senilai Rp 1 miliar itu tak diambil semuanya. Mereka hanya merogoh kredit buat menyewa gedung dan membeli sarana belajar. Tepatnya buat pembukaan cabang BSI pada sentra kota, pada Kramat Raya. Jadi, nir membeli, hanya menyewa. Ternyata, keputusan itu tepat karena ketika terjadi kerusuhan 27 Juli 1996 gedung kuliah di Kramat Raya ikut terbakar hingga menghanguskan 50 unit komputer, bahan belajar & data mahasiswa. Berarti kerugiannya hanya ratusan juta. Bayangkan bila gedung itu milik sendiri, tentu kerugiannnya akan berlipat-lipat.
Sewaktu krisis moneer, usaha 5 sekawan ini benar-benar pada terpaan badai. ?Ketika itu, tiap bulan kami sempat wajib bayar utang hingga Rp 60 juta. Kelimpungan juga,? Celoteh Naba yg orisinil Purworejo. Untung, berkat upaya buat terus bertahan yg tak pernah pupus, BSI berhasil survive. Waktu itu manajemen BSI merasa harus bertanggung jawab melangsungkan pendidikan bagi 500 mahasiswa BSI. Tak mengherankan, pascakrisis, kampus BSI di Kramat Raya difungsikan balik , bahkan ditambah jumlahnya. ?Kini kami telah punya empat gedung pada kurang lebih Kramat,? Pungkasnya bangga. Keempat gedung itu masing-masing berlokasi di Kramat Raya 16 & 168, serta Salemba 22 & 45. Gedung-gedung baru itu mereka dapatkan menurut output lelang properti Badan Penyehatan Perbankan Nasional yang mereka beli total lebih kurang Rp lima miliar -- lagi-lagi, buat membeli properti lelang itu, Naba dkk. Jua meminjam dana ke bank. Kini, menurut 20 ribu mahasiswa BSI, separuhnya kuliah di BSI di Jalan Salemba-Keramat Raya itu.
Selepas krismon, boleh dibilang perkembangan BSI semakin moncer. Berturut-turut dibuka program baru: sekretaris, bahasa (Cina & Inggris), dan komunikasi (PR, periklanan dan penyiaran). Tahun 2004, menjadi upaya diversifikasi, mereka membuka Akademi Pariwisata, bekerja sama dengan Inna Garuda. Kampus BSI pun berkembang, selain di Depok dan Jakarta, juga pada Tangerang, Bogor, Cikarang, Karawang, Cikampek, Bandung, Tasikmalaya, Purworejo, Solo & Magelang. Total terdapat 36 kampus, baik pendidikan informal berupa kursus sampai pendidikan formal akademi dan sekolah tinggi (STMIK Nusa Mandiri).
Tentu saja, ini menjadi catatan menarik lantaran perluasan forum pendidikan tidaklah semudah perluasan usaha ritel. Maklum, ini melibatkan jua banyak sekali regulasi & perizinan yg acapkali berbelit-belit. Untuk ekspansi, di beberapa kota BSI mencoba melebarkan sayap membentuk unit lembaga kursus baru yg lalu ditingkatkan statusnya menjadi akademi sesudah mendapat izin Direktorat Perguruan Tinggi. Namun pada beberapa kota, seperti Serpong, Bogor & Bandung, BSI mengambil alih izin akademi yang telah berdiri. Seperti pada Serpong, BSI merogoh alih PTMI yg tidak sanggup lagi berkembang, tahun 2004. Di Bogor, giliran AMIK Widya Sarana diakuisisi pada tahun yg sama. Di Bandung, pada 2005 BSI mengambil alih AMIK Mulya Mitra dan Akademi Sekretaris dan Manajemen Bandung. Adapun pada Tasikmalaya, BSI mengakuisisi AMIK Sukapura.
Cara akuisisi BSI bisa diklaim unik. Maklum, yang diambil alih hanya izin pengelolaan & mahasiswanya. Sementara aset gedung dan karyawan, tidak. BSI merekrut energi pengajar baru & mencari lokasi kampus baru sesudah mengambil alih pengelolaan. ?Mereka nir concern mengelola & kalah persaingan,? Istilah Naba mengenai akademi yang diakuisisi. Ia kerap mendapat kabar berdasarkan pemerintah dan kolega di asosiasi serikat perguruan tinggi saat terdapat akademi yang kesulitan & mau dijual. Hebatnya, begitu diambil alih BSI, jumlah mahasiswa langsung tumbuh secara signifikan. Menurut Naba, itu berkat merk BSI yang sudah indah dan sarana pendukung pendidikan yang lengkap meski biaya kuliah terjangkau (kurang lebih Rp 900 ribu/semester). Apalagi, sekarang BSI menerapkan biaya kuliah & fasilitas yg seragam pada setiap kampus.
BSI menembak segmen yg tepat, lantaran kini persaingan bagi lulusan sekolah lanjutan buat masuk ke perguruan tinggi terkenal, sangat ketat. Sehingga, akademi misalnya BSI menaruh cara lain . Apalagi, model edukasinya terapan & sanggup cepat diserap lapangan kerja. ?Ini memang yang dituntut kebanyakan rakyat. BSI sanggup mengambil ceruk segmen mahasiswa yang ingin cepat kerja & porto kuliah tidak mahal. Selain itu, BSI adalah kampus pertama yg berhasil menembus paradigma: akademi pantang berpromosi. ?Bukan cuma kenaikan pangkat , namun juga membangun komunikasi dengan masyarakat. Di luar negeri, ini lumrah saja dilakukan & sebagai tren,? Jahja memberitahuakn
Banyak mahasiswa yang menentukan kuliah pada BSI karena lokasi kampusnya jua sanggup diatur. ?Kualitasnya mengagumkan, biaya kuliah juga nggak mahal,? Celoteh Fauzia, galat seseorang mahasiswi. Materi kuliah pun mudah dipelajari karena mahasiswa diberi catatan mini yg mampu diunduh (download) berdasarkan Internet melalui warnet. ?Di sini kami pula seringkali (mengikuti) acara seminar & workshop yang bisa memberikan gambaran dunia kerja itu misalnya apa,? Pungkasnya. Yang menurutnya menarik, acara job expo yg digelar 2 kali setahun melalui BSI Career. ?Cari kerja jadi tidak pusing, saya pula bisa magang.?
Lima sekawan ini terlihat sangat solid pada mengelola BSI. Mereka saling mengisi. Pola bagi tugasnya berjalan dengan baik. Hingga sekarang, Naba mengendalikan operasional BSI, dari akademis sampai perkembangan cabang. Sementara Herman, sebagai Ketua Yayasan. Efriadi mengurusi personalia, kualitas sumber daya manusia & tenaga pengajar. Surachman menangani penerimaan mahasiswa baru. Adapun Sigit bertanggung jawab atas pemasaran dan kenaikan pangkat . Kelimanya bekerja terus tanpa ada saling iri. Usia kelima sekawan ini masing-masing baru berkepala tiga, tetapi mereka tampak dewasa dan arif sehingga bisa menjadi tim yang solid buat membangun bisnis beserta.
Sudarmadi
Kisah usaha menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama pada Medan
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Inilah Kisah Sukses Pendiri Hotel Syariah Pertama Di Medan
Nasib orang memang tidak ada yg bisa menduga. Jangan bersedih apabila Anda sedang susah atau dibawah. Dengan kerja keras, doa, dan taktik yg tepat, nasib mampu berbalik. Itulah yg dialami H. Masri Nur, pengusaha sukes dari Padang yg sekarang bermukim pada Medan.
Kisah hayati Masri Nur terbilang dramatik. Masri Nur dulunya merantau seseorang diri ke Medan, bekerja sebagai kuli penjual tiket bus & lalu sebagai tukang jahit. Pria berdarah Padang ini berhasil bertransformasi sebagai entrepreneur sukses. Kini bisnisnya berkembang pesat melitpui usaha properti (plaza & hotel), ritel, konveksi & pendidikan sekarang sebagai garapannya. Sekitar 1.500 karyawan bersandar padanya. Salah satu simbol sukses bisnisnya artinya Hotel Madani, hotel syariah berbintang pertama yang ada di Medan.
Masri kini pula pemilik sekaligus pengelola Plaza Gelora, kompleks bisnis di Medan yang terdiri atas supermarket, dept. Store, hall, sentra konveksi dan industri garmen, dan restoran. Adapun Hotel Madani yang dibangunnya, terletak pada Jl. Sisingamangaraja, tak jauh berdasarkan Masjid Raya Medan & Istana Maimun, hotel bintang 4 yg tengah naik daun ini dikelola dengan sistem syariah. "Persis di jalan samping hotel inilah saya dulu pertama datang ke Medan berdasarkan Padang naik bus. Saya datang menjadi kuli," ujar pria yg rendah hati meski sudah sukses ini. Masri jua pemilik Darul Ilmi Murni, lembaga pendidikan terpadu di atas lahan 15 hektare, mulai dari Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Perjalanan sukses kelahiran 1953 ini sangat menarik. Keberhasilannya adalah kombinasi kegigihan, kerja keras dan keyakinan. Datang dari famili terpandang pada Padang, Masri tak mengikuti jejak saudaranya yang kebanyakan menjadi pegawai negeri sipil. Dia justru merantau ke Medan seorang diri tahun 1969. Di Ibukota Sumatera Utara itu, dia memulai bekerja menjadi buruh, yaitu membantu menjual tiket bus. Setelah itu, membuka bisnis jahitan pakaian menggunakan papan nama Toko Gelora. ?Saya ini aslinya tukang jahit. Sampai sekarang pun masih tukang jahit,? Ujarnya waktu ditemui penulis pada lounge Hotel Madani miliknya.
Boleh dibilang, usaha jahitlah yg mengantarnya ke jenjang sukses. Bisnis ini berkembang pesat hingga sebagai industri konveksi (garmen). Bahkan pada Medan, bukan rahasia lagi, pusat seragam sekolah, seragam olah raga, sandang adat dan busana muslim terbesar berada di Plaza Gelora. Di kompleks itu, terdapat gerai-gerai layaknya supermarket & industri konveksi menggunakan tukang jahit tak kurang menurut 200 orang. Singkatnya, karena usaha jahitan itu membesar, awal 1990-an Masri mampu membentuk kompleks plaza pada lokasi itu. ?Saya bersyukur, sebagai satu-satunya pengusaha pribumi yg punya plaza di Medan ini,? Ujar ayah tujuh anak yg masih berbadan tegap ini.
Yang paling menarik dari sekian kisah usaha Masri merupakan Hotel Madani. Ketika akan mendirikan hotel menggunakan 173 kamar yang berkonsep syariah 2 tahun kemudian, poly yang skeptis hotel itu akan laku . Termasuk, beberapa ulama Jakarta loka Masri berkonsultasi. Maklum, tidak sama dari kebanyakan hotel syariah yg awalnya hotel konvensional, Hotel Madani sejak awal menerapkan sistem syariah secara ketat. Tamu bukan suami-istri nir boleh menginap sekamar. Screening dan pengawasan dilakukan berfokus baik melalui pegawai hotel maupun alat keamanan. Aturan bagi tamu hotel bahkan ditulis besar pada lobi. Tidak terdapat alkohol. Penyanyi wanita pada lounge hotel pun wajib gunakan jilbab. ?Enam bulan pertama ujian kami berat. Kami poly mengeluarkan tamu menurut hotel,? Kata Masri seraya menjelaskan, hotelnya diresmikan wapres RI Jusuf Kalla.

Rupanya, di 6 bulan pertama poly tamu yg coba-coba melanggar atau nir memahami sama sekali anggaran tersebut sebagai akibatnya walau awalnya datang sendirian, namun tengah malam mengajak sahabat lawan jenis bukan suami-istri buat menginap sekamar. Untuk itu, Masri bahkan sempat memberi ganti rugi dan pernah juga terdapat tamunya yg marah. Tetapi, dia memang punya prinsip ingin membentuk hotel yang berbeda. "Saya yakin Tuhan akan memberi jalan. Kalaupun Tuhan murka pada saya, masak iya Tuhan pula murka pada karyawan aku dengan tidak memberi mereka makan," katanya konfiden.
Rupanya keyakinan itu tak bertepuk sebelah tangan karena occupancy rate Madani terbilang paling tinggi di Medan. Dari 173 kamar, setiap hari setidaknya 150 kamar terisi. Awalnya, manajemen Madani memprediksikan cash flow dan laba baru akan positif sehabis 2 tahun. Ternyata, pada 2 bulan pertama pribadi positif & Masri sama sekali tak pernah menyubsidi hotel ini. Yang juga menarik, tamunya bukan hanya muslim, namun pula nonmuslim, baik kalangan Tionghoa juga ekspat. ?Rupanya para istri & keluarga merasa lebih aman kalau keluarganya menginap pada hotel ini waktu di Medan,? Ujarnya seraya mengungkapkan, buat membentuk hotel ini dibutuhkan kapital Rp 200 miliar di luar tanah.
Yang juga melegakan, lanjut Masri, selain tak jarang full booked, kini brand hotel-nya menjadi hotel berkonsep syariah telah dikenal seluruh pelaku bisnis wisata Medan & beberapa kota lain sebagai akibatnya pihaknya tak perlu mengeluarkan tamu lagi karena tak terdapat lagi tamu yang melanggar aturan hotel. Bagi Masri, eksistensi Hotel Madani adalah catatan sejarah yang menarik. Di depan Hotel Madani itulah (dulu belum dibangun hotel) dirinya pertama menginjakkan kaki pada Medan menjadi perantau ? Ketika itu, di sebelahnya memang lokasi stasiun bus antarkota? & kini properti itu sebagai miliknya.
Ya, perjalanan hidup memang seringkali tak terduga.
Kisah bisnis menarik lainnya:
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Inilah Sejarah Linkedin, Platform Media Sosial Yang Mungkin Telah Berperan Besar Dalam Sukses Anda
Tak terasa banyak diantara kita para profesional atau pengusaha yang dalam berbisnis tak bisa lepas dari bantuan platform Linkedin. LinkedIn memang secara defacto telah menjadi platform yang membantu para profesional bisnis di planet ini, tetapi tidak banyak yang menghargai akarnya, perjalanan yang telah ditempuh, dan dari mana asalnya. Padahal mungkin diantara Anda sudah ada menghasilkan proyek miliaran atau pekerjaan bagus berkat bantuan Linkedin. Ada baiknya kit merunut kembali sejarah Linkedin ini
2002
LinkedIn mulai dirintis, dari ruang tamu si pendirinya (co-founder) Reid Hoffman dan situs ini secara resmi diluncurkan pada 5 Mei 2003. Reid sendiri sebelumnya memang pengalaman bekerja dan berada di dewan direksi Google, Ebay dan PayPal, sehingga memiliki rekam jejak yang terbukti sebelum ikut invest di putaran pertama Linkedin dan akhirnya listed di bursa efek New York. Ini juga menjelaskan beberapa integrasi hebat antara Google dan LinkedIn.
2003
LinkedIn mulai online tanggal 5 Mei 2003. Jadi LinkedIn memang termasuk salah satu platform sosial arus utama tertua, lebih tua dari YouTube, Facebook, dan Twitter. Sejak awal mereka punya misi, menghubungkan para profesional dunia untuk menjadikan mereka lebih produktif dan sukses. Pada akhir bulan pertama operasi penuh, LinkedIn memiliki total 4.500 memberdalam jaringannya tetapi pada hari yang buruk hanya akan mendapatkan 20 pendaftar. Jadi awalnya juga mengalami masa sulit.
Pendiri LinkedIn merupakan Reid Hoffman, Allen Blue, Konstantin Guericke, Eric Ly & Jean-Luc Vaillant. Tim manajemen terdiri menurut eksekutif berpengalaman berdasarkan perusahaan seperti Electronic Arts, Google, Microsoft, PayPal, TiVo, dan Yahoo.
2004
LinkedIn merogoh langkah besar ketika menambahkan kemampuan untuk mengunggah buku alamat Anda buat mengundang kolega Anda, memperkenalkan kelompok-kelompok buat mulai membentuk komunitas & bahkan merangkul kemitraan menggunakan Amerika. Mereja mengekspresikan untuk mempromosikan penawaran mereka kepada kliennya. Ini benar-sahih mulai memperluas daya tariknya dan berakibat member bertamba sebagai 1.217.647 pada awal tahun 2004.
2005
Pada tahun ini LinkedIn mulai masuk ke mode usaha menggunakan meluncurkan pekerjaan dan opsi langganan berbayar, & pindah ke kantor yg lebih akbar (keempat pada tiga tahun). Membernya telah meningkat menjadi 4.192.941 dalam awal tahun ini.
2006
Pada awal tahun ini LinkedIn mempunyai lebih menurut lima juta anggota (5.098.823) dan meluncurkan profil publik sebagai catatan karir Anda ketika ini dan masa kemudian. Itu jua tahun pertama LinkedIn mencatat keuntungan. Untuk membuka kunci bukti sosial, LinkedIn jua meluncurkan rekomendasi & membuatnya lebih gampang buat menghubungkannya dengan fungsionalitas "Orang yang Anda kenal", yang keduanya masih dipakai sampai hari ini.
2007
Pada 2007 pengembangan Linkedin mulai sangat serius. Berbagai hal mulai harus ditangani. Reid Hoffman memutuskan untuk fokus menjalankan pengembangan produk dan Dan Nye bertugas memimpin perusahaan. Sudah ada 17.131.764 member pada awal 2007.
2008
LinkedIn mulai memperluas basis operasinya dari AS dan membuka kantor internasional pertama di Inggris dan membuka versi platform Perancis dan Spanyol. Jumlah membernya 33.077.647 pada awal 2008.
2009
Saat member lebih dari 55 juta dalam awal 2009, terdapat perubahan di zenit di Linkedin menggunakan masuknya Jeff Weiner yg pertama kali bergabung menjadi Presiden & kemudian menjadi CEO. Prioritasnya adalah buat mengklarifikasi misi dan nilai-nilai LinkedIn untuk menetapkan beberapa prioritas strategis.
2010
Ketika bisnis memasuki tahun ini, bisnis itu mulai tumbuh dengan sangat cepat dengan 85.411.764 member. Linkedin mulai membuka lebih banyak kantor di seluruh dunia untuk membawanya ke sepuluh situs internasional dan lebih dari 1.000 karyawan dalam tim.
2011
Ini adalah tahun yang menjadi sangat berfokus menggunakan listing di Bursa Efek New York ($ 45 per saham) & bahkan sebagai tuan rumah rendezvous balai kota dengan Barrack Obama. Pada awal tahun 2011 LinkedIn sudah memiliki lebih dari 135 juta pengguna.
2012
Pada tahun semua antarmuka berubah, Weiner serius buat menciptakan LinkedIn lebih sederhana, memungkinkan pertumbuhan & menjadikannya lebih setiap hari buat seluruh orang & sampai ketika ini merilis rapikan letak & fungsi profil baru sepanjang tahun. Lebih dari 50 juta anggota tambahan bergabung tahun kemudian menggunakan sebagai 186.930.823 pada awal 2012.
2013
Saat LinkedIn berusia sepuluh tahun, beliau merayakan ulang tahunnya menggunakan penuh gaya, nir hanya menggunakan banyak media & pesta akbar, namun dengan lebih dari 225 juta pengguna di seluruh dunia kini . LinkedIn menurunkan usia masuk & lulusan yang ditargetkan & stager awal.
2014
LinkedIn telah tumbuh secara substansial dengan lebih berdasarkan 5.400 karyawan penuh ketika menggunakan kantor di 27 kota pada seluruh dunia buat mencerminkan jejaknya pada lebih dari 200 negara. Area yg tumbuh paling cepat merupakan lulusan & mahasiswa waktu mereka mulai menyadari & memanfaatkan platform Linkedin.
LinkedIn Hari Ini
LinkedIn telah mencapai 315 juta pengguna secara global yg secara statistik merupakan lebih banyak didominasi profesional.
Penelitian ini nir konklusif, tetapi aku sudah melihat perkiraan antara 350 hingga 600 juta profesional usaha pada planet ini, jadi lebih dari 50% profesional usaha pada planet ini ada pada LinkedIn!
Platform ini telah berkembang menggunakan stabil semenjak hari pertama dengan kurs saat ini pada 2 akun pengguna baru yg dibentuk per dtk dan lebih menurut satu juta pengguna baru bergabung setiap minggu.
Masa depan
LinkedIn terus tumbuh, mereka menambahkan (dan menghapus) fitur buat menjaga pengalaman pengiriman bagi pengguna (berbayar dan gratis) dan sudah menjadi pencarian standar buat seluruh profesional bisnis yang berfokus. Mereka terus akuisisi startup lain seperti CardMuch, Connected, Rapportive, Pulse, SlideShare dan yang terbaru newsle & bizo.
Kemana perginya menurut sini selain lebih besar dan lebih akbar? Siapa memahami! Tapi itu akan menarik buat dilihat. Kemana engkau pulang berdasarkan sini? Di mana Anda ingin LinkedIn Anda membawa Anda?
Yang niscaya, tak poly diantara kita yang tersadar bahwa kita terbantu keberadaan Linkedin dan bahkan mungkin Anda sudah menerima bisnis/proyek ratusan juta atau miliaran lantaran kiprah Linkedin.
Salam sukses
Sudarmadi
081 384 160988
Keluar Dari Maspion Group, Alim Satria Bangun Bisnis Sendiri, Satoria Group

Lama tak terdengar kabarnya, mantan pentolan dan pemegang Group Maspion, Alim Satria, ternyata kini mengembangkan group bisnis sendiri. Group baru tersebut dinamai Satoria Group yang bergerak di bidang hospitality, property, manufacturing, entertainment, trading dan services. Setelah pisah dan menjual sahamnya di Group Maspion yang didirikan ayahya, Alim Satria langsung fokus menggenjot bsinis sendiri. Kini bisnisnya yang sudah berjalan antara lain pengembang perumahan, mal, industrial estates dan mixed development building. Bahkan juga sudah mengembangkan beberapa industri manufaktur baru.
Tampaknya tidak sulit menggunakan pengalaman dan reputasinya bagi Alim Satria buat membesut usaha sendiri, pada luar berdasarkan Group Maspion yg kini dipimpin kakaknya, Alim Markus. Alim Satria telah banyak makan garam dalam pengelolaan usaha. Mantan co-owner & Managing Director Maspion Group (1976 ? 2013) ini ikut membantu Maspion Group pada membesarkan PT. Siam Maspion Terminal, Maspion LPG storage tank, Maspion Square Mall, Singapore National Academy International School & PT Alumindo Tbk. Setelah reda keributan pemberitaan soal penjualan tanah, Alim Satria sepertinya menentukan mundur menurut Maspion Group dan menjual sahamnya Maspion Group yg didirikan Alim Husin sejak 1971 tersebut.
"Setelah perseteruan berlalu, maka saya & famili aku menetapkan mengakhiri karir saya di Maspion Grup dan menjual seluruh saham aku yang ada dalam Maspion Grup, dan mulai merintis bisnis saya sendiri bersama Istri & anak-anak saya tercinta menggunakan mendirikan SATORIA GROUP, perusahaan yang bergerak pada bidang sektor Properti, Industri, Perhotelan, Trading dan Jasa," ungkap Alim Satria dalam sebuah release-nya.
Alim Satria yg sekarang merupakan shareholder dan President Director Trillium Office and Residence ini terus ekspansi di usaha-usaha yg mulai dikembangkannya. Di bisnis properti, diantaranya Satoria Group berbagi mall CITY MARK SATORIA pada Makassar, kemudian SATORIA HOTEL, sebuah hotel bintang 4 di Jl. Adisucipto KM 8, Sleman, Yogyakarta. Juga menciptakan gedung tower perkantoran Satoria Tower pada Surabaya. Hotelnya pada Yogyakarta yang memiliki 144 kamar tadi sekarang pula sudah eksis di Kota Gudeg tersebut.
Bahkan Satoria Group juga sudah mengembangkan sayap bisnisnya di bidang manufaktur dengan mendirikan dua pabrik baru, Satoria Pharma dan Satoria Agro dan di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Group ini masuk di bisnis farmasi karena melihat kebutuhan cairan infus di dalam negeri yang mencapai lebih dari 150 juta botol per tahun. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkatkan seiring dengan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan BPJS. Satoria Group melihat adanya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan cairan infus sebagai peluang bisnis dengan mendirikan pabrik Satoria Pharma. Untuk tahap awal, pabrik Satoria Pharma akan memproduksi cairan infus 50 juta botol per tahun, namun kedepan akan dikembangkan menjadid total kapasitas pabrik 110 juta botol per tahun.
Di bisnis agro, Satoria Agro menghasilkan sweetener, creamer & faarmer bersama turunannya. Saat ini, pabrik mempunyai kapasitas produksi buat sweetener sebesar 50.000 ton per tahun, sedangkan buat creamer & farmer sebanyak 15.000 ton per tahun. Produk ini menyasar pasar dalam negeri. Kedepan, perushaan ini pula akan melakukan pengembangan produk spesifik yang memberikan nilai tambah dan diminati pasar.
Yang pasti, menarik menyimak prinsip Alim Satria, "meskipun saya telah meninggalkan Maspion Grup, namun Family is Family, keluarga tetaplah keluarga. Saya dan keluarga tetap menjalin hubungan baik dengan dengan Maspion Grup, karena dari sanalah saya ditempa belajar kehidupan dan berusaha keras menjadi pelaku usaha yang sukses hingga saat ini". Tentu saja menarik menyimak kiprah bisnis Satoria Group ini kedepan dan menarik disimak akan seberapa cepat Alim Satria dan anak-anaknya memacu laju bisnis Satoria Group.
Sudarmadi
(HP 081 384 160 988)
Masri Nur: Sukses Berbekal Keyakinan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia
Software Codemi, Debutan LMS SaaS Besutan Zaki Falimbany

Ketatnya persaingan tidak menyiutkan nyali Zaki Falimbany buat menyebarkan usaha penyedia jasa learning management system (LMS). Sejak 2014 kemudian, Zaki mulai merintis bisnis software pembelajaran yang diberi nama Codemi, dijalankan menggunakan sistim cloud. Ternyata optimismenya tak bertepuk sebelah tangan. Pengguna sofware berbasis SaaS ini terus bertumbuh cepat & kini telah mencapai lebih dari 2 juta user. Sederet perusahaan besar berhasil digaet sebagai pelanggan PT Codemi Global yg dibangun Zaki yg sekarang memperkerjakan 30-an karyawan ini.
Zaki yg kelahiran Palembang, 22 Januari 1986 ini memang punya latarbelakang pendidikan bidang TI. Ia sempat mencicipi kuliah di Jurusan Teknik Informatika AMIKOM Yogyakarta, namun tidak sampai lulus. Pada semester-semester akhir, tugas skripsinya terbengkalai karena ia sudah coba-coba berbisnis. Ia sempat kerja part time, jua pernah jua mencoba membuka usaha clothing. Lalu dia jua membuka usaha software house (SH). Software house ini rupanya jalan dan dalam 2010, karena poly permintaan pada Jakarta, akhirnya dia memindahkan bisnis ke Jakarta.
Di Jakarta, tahun 2013 ia sempat bertemu & dimentori tim Founder Institute guna menyebarkan startup Codemi ini. Tapi apa daya, Zaki lalu tidak sinkron pandangan dengan para mentornya di Founder Institute. Waktu itu semua mentor tidak setuju dengan contoh usaha "menjual konten softwaredanquot; alias aksesnya mesti free. Tak heran bisnis Codemi saat itu seperti open online course, semua orang sanggup mengajar dan belajar disitu. "Tapi saya pikir, jikalau semua perdeo, kami tidak sanggup make money dong?". Walhasil bisnis itu tahun 2014 ditutup Zaki & pada 2014 akhir ia membarui konsep bisnisnya. "Kita ubah berdasarkan open online course menjadi LMS. Kami menyewakan aplikasi Codemi ini ke perusahaan-perusahaan supaya perusahaan bisa mengelola training buat karyawannya," ujar Zaki dengan penuh keyakinan.
Banyak mitra Zaki yg ketika itu skeptis menggunakan model usaha dan masa depan Codemi. Tapi Zaki punya keyakinan, lalu beliau mengontak 30 orang HR di Jakarta & menginterview satu per satu. Ternyata berdasarkan semua yg ia temui, baru satu perusahaan yang telah punya LMS, itupun LMS menurut perusahaan induknya lantaran ia perusahaan Inggris. "Tiga bulan sehabis itu saya berani mulai menyewakan Codemi. Marketnya masih sangat luas pada Indonesia dan kompetitor-kompetitor yang lain harganya luar biasa mahal. Kami tawarkan produk sama menggunakan harga yg kompetitif & dibentuk pada Indonesia, jadi supportnya tidak mengecewakan cepat," tutur Zaki.
Model bisnis Codemi ialah SaaS (Software as a Service), pihak perusahaan penyewa membayar sesuai penggunaan. Pihaknnya telah membuat aplikasinya, ditempatkan pada cloud, begitu terdapat karyawan A yang login maka logonya akan berubah jadi logo perusahaan A. Nah, buat mendapatkan pelanggan, Zaki menelpon & mendatangi satu per satu calon pelanggannya seraya memperlihatkan pilot project. Dalam mencari pelanggan, Zaki penekanan menggarap perusahaan besar yang punya karyawan diatas 1.000 orang, khususnya pada industri financial services seperti banking, insurance, sekuritas, multifinance dan industri otomotif & e-commerce. "Karena di perusahaan superbesar itu taraf kebutuhannya memang tinggi, urgent. Dari sisi budget mereka pula telah punya," istilah pria yang kini sedang menempuh kuliah S1 online pada LSPR Jurusan Marketing ini.
Dari sisi konten, Codemi fokus di tiga pengalaman belajar. Pertama, e-learning dan online, belajar sendiri dari video dan pdf. Kedua, belajar formal di dalam kelas. Di sini Codemi bisa mengelola pendaftarannya melalui aplikasi. Sistemnya in-house training, jadi perusahaan mengelola classroom trainingnya sendiri. Pihaknya juga mulai kembangkan public training, bekerjasama dengan provider training di Jakarta untuk memasukkan konten training kelasnya di Codemi. Kalau ada karyawan yang mau ikut training tidak perlu request ke HR, tapi tinggal pilih dari Mobile Apps. Ketiga, collaborative learning atau learning from other. "Di perusahaan besar, banyak yang karyawan itu ahli di bidang tertentu, nah Codemi bisa mempertemukan orang yang mau belajar sesuatu di perusahaan ke ekspertnya masing-masing di internal perusahaan melalui sistem," katanya.
Zaki bersyukur karena pertumbuhan bisnisnya dalam empat tahun ini cukup ajaib. "Tahun 2017-2018 lonjakan user hampir 10 kali lipat, yakni sudah mencapai 2 juta user," katanya. Menurutnya, cepatnya pertumbuhan ini, selain karena kerja keras tim, juga faktor dukungan ekosistem yang sudah siap. "Ekosistemnya terbantu oleh perusahaan-perusahaan provider cloud seperti Google, Amazon, dan Alibab) yang aktif mengedukasi market tentang cloud. Saat kami dekati tahun 2015, market masih banyak yang belum siap," lanjutnya. Tahun depan pihaknya mulai akan menggarap segmen perusahaan skala medium dan mengembangkan produknya dengan menggandeng para trainer di seputar Jakarta untuk membuat video-video training pembelajaran. Kini pihaknya sudah punya 60 video dan menargetkan punya 150 video.
Djoko Kurniawan, pemerhati bisnis startup melihat Codemi punya potensi bagus untuk berkembang. "Hal yang perlu dilakukan agar bisnis Codemi bisa sustain, meningkatkan brand awareness, terus-menerus melakukan edukasi market, memperbanyak customer segment, memperluas key partners, dan terus meningkatkan hubungan baik dengan customer dengan memberikan sistem support yang mudah," saran Djoko. Codemi juga mesti terus menambah konten online training bekerja sama dengan lebih banyak konsultan/mentor bisnis, selain harus terus mengembangkan internal programmernya guna mendukung pertumbuhan.
Alim Satria Dirikan Satoria Group
Lama tak terdengar kabarnya, mantan pentolan dan pemegang Group Maspion, Alim Satria, ternyata kini mengembangkan group bisnis sendiri. Group baru tersebut dinamai Satoria Group yang bergerak di bidang hospitality, property, manufacturing, entertainment, trading dan services. Setelah pisah dan menjual sahamnya di Group Maspion yang didirikan ayahya, ia langsung fokus menggenjot bsinis sendiri. Kini bisnisnya yang sudah berjalan antara lain pengembang perumahan, mal, industrial estates dan mixed development building. Bahkan juga sudah mengembangkan beberapa industri manufaktur baru.
Tampaknya tak sulit dengan pengalaman dan reputasinya bagi Alim Satria untuk membesut bisnis sendiri, di luar dari Group Maspion yang kini dipimpin kakaknya, Alim Markus. Alim Satria sudah banyak makan garam dalam pengelolaan bisnis. Mantan co-owner dan Managing Director Maspion Group (1976 – 2013) ini ikut membantu Maspion Group dalam membesarkan PT. Siam Maspion Terminal, Maspion LPG storage tank, Maspion Square Mall, Singapore National Academy International School dan PT Alumindo Tbk. Setelah reda keributan pemberitaan soal penjualan tanah, Alim Satria tampaknya memilih mundur dari Maspion Group dan menjual sahamnya Maspion Group yang didirikan Alim Husin sejak 1971 tersebut.
"Setelah perseteruan berlalu, maka saya dan keluarga saya menetapkan mengakhiri karir aku pada Maspion Grup dan menjual seluruh saham saya yang ada pada Maspion Grup, dan mulai merintis bisnis saya sendiri beserta Istri dan anak-anak saya tercinta menggunakan mendirikan SATORIA GROUP, perusahaan yg berkecimpung dalam bidang sektor Properti, Industri, Perhotelan, Trading dan Jasa," tutur Alim Satria pada sebuah release-nya.
Alim Satria yg sekarang adalah shareholder & President Director Trillium Office and Residence ini terus perluasan di usaha-bisnis yang mulai dikembangkannya. Di bisnis properti, antara lain Satoria Group menyebarkan mall CITY MARK SATORIA di Makassar, kemudian SATORIA HOTEL, sebuah hotel bintang 4 pada Jl. Adisucipto KM 8, Sleman, Yogyakarta. Juga membangun gedung tower perkantoran Satoria Tower di Surabaya.
Bahkan Satoria Group juga sudah mengembangkan sayap bisnisnya di bidang manufaktur dengan mendirikan dua pabrik baru, Satoria Pharma dan Satoria Agro dan di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Group ini masuk di bisnis farmasi karena melihat kebutuhan cairan infus di dalam negeri yang mencapai lebih dari 150 juta botol per tahun. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkatkan seiring dengan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan BPJS. Satoria Group melihat adanya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan cairan infus sebagai peluang bisnis dengan mendirikan pabrik Satoria Pharma. Untuk tahap awal, pabrik Satoria Pharma akan memproduksi cairan infus 50 juta botol per tahun, namun kedepan akan dikembangkan menjadid total kapasitas pabrik 110 juta botol per tahun.
Di bisnis agro, Satoria Agro memproduksi sweetener, creamer dan faarmer bersama turunannya. Saat ini, pabrik mempunyai kapasitas produksi buat sweetener sebesar 50.000 ton per tahun, sedangkan buat creamer & farmer sebanyak 15.000 ton per tahun. Produk ini menyasar pasar pada negeri. Kedepan, perushaan ini pula akan melakukan pengembangan produk spesifik yang menaruh nilai tambah dan diminati pasar.
Yang pasti, menarik menyimak prinsip Alim Satria, "meskipun saya telah meninggalkan Maspion Grup, namun Family is Family, keluarga tetaplah keluarga. Saya dan keluarga tetap menjalin hubungan baik dengan dengan Maspion Grup, karena dari sanalah saya ditempa belajar kehidupan dan berusaha keras menjadi pelaku usaha yang sukses hingga saat ini". Tentu saja menarik kiprah bisnis Satoria Group ini kedepan dan menarik disimak akan seberapa cepat Alim Satria dan anak-anaknya memacu laju bisnis Satoria Group.
Sudarmadi
(HP 081 384 160 988)
Jurus Keluarga Suparsono Besarkan Bisnis Kemasan Melalui Surabaya Mekabox Group
Salah satu group perusahaan yang cukup eksis di Jawa Timur ialah Group Surabaya Meka Box (SMB Grup) atau ada juga yang menyebutnya Group Sopanusa. Group yang dibesarkan Keluarga Suparsono ini antara laib mengelola PT Star Paper, PT PT Sopanusa Tissue & Packaging Saranasukses, PT Sun Paper Source, PT Mekabox International, PT Superior Prima Sukses, dan PT Sinergy Power Source. Keluarga ini juga punya beberapa hotel berbintang di Bali.
Berawal dari bisnis keluarga yang bergerak dalam industri pembuatan kaleng, bisnis SMB tumbuh cepat di Surabaya. Mereka memulai masuk bisnis dari bisnis kemasan kaleng dan setelah itu masuk dalam kemasan kotak karton bergelombang. SMB Group memulai pabrik kotak karton bergelombang pertamanya pada tahun 1973. Sejak saat itu, SMB terus melakukan diversifikasi lini bisnisnya dari sektor manufaktur, pabrik pabrik kertas, perdagangan hingga industri perhotelan. Pada saat ini, pabrik PT. Surabaya Meka Box memproduksi Corrugated Carton Box, Medium dan Kraft liner Paper, Strapping Band, Can dan Nail Wire.
Group ini juga mengembangkan bisnis tisu. Star Paper Supply adalah produsen kertas coklat dan menjadi bagian dari Grup Sopanusa yang memproduksi tissue dari pabriknya di Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur. Pabrik milik Star Paper Supply berada di Dusun Manduro Manggung Gajah, Ngoro. Selain Star Paper, Grup Sopanusa terdiri dari PT Sopanusa Tissue & Packaging Saranasukses, PT Sun Paper Source, PT Mekabox International, PT Superior Prima Sukses, dan PT Sinergy Power Source. Hampir seluruh perusahaan Grup Sopanusa berada di Jalan Gempol-Mojokerto. Perusahaan yang didirikan sejak 1995 itu memproduksi beragam kertas tissue, seperti tissue pop up, kitchen roll & toilet roll, pocket tissue, jumbo roll toilet, MG paper, dan tissue wajah.
Di bisnis properti, PT. Pantai Samudra Mahkota sebagai anak perusahaan Surabaya Meka Box didirikan pada tahun 1988 dengan membangun 100 kamar hotel pertama di Tanjung Benoa Bali yang sekarang dikenal sebagai Klub Bali Mirage Hotel. Ketika bisnis tumbuh lebih besar pada tahun 1993 perusahaan mulai membangun fasilitas hotel lain di mana lokasinya bersebelahan dengan 312 kamar hotel indah yang dikenal sebagai Grand Mirage Hotel. Pada saat yang sama sebuah Pusat Thalasso juga didirikan.
Setiap lini bisnis Grup SMB memiliki catatan pencapaian yang baik di bidangnya masing-masing. Mungkin unit-unit bisnisnya bukan pemain terbesar di industrinya masing-masing, namun mereka mampu survive dan berkembang di ceruk pasar yang mereka bidik. Selain itu mampu melewati masa-masa sulit karena faktor ekonomi makro dengan caranya masing-masing. Sekarang di group ini generasi kedua sudah aktif memimpin perusahaan, sedangkan Suparsono sebagai founder tinggal melakukan pengawasan.
Sudarmadi
Bacaan menarik lainnya:
Masri Nur: Sukses Berbekal Keyakinan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Butuh Investor ? Inilah Dua Tipe Investor Yang Bisa Anda Gandeng
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia
Cari Perusahaan Besar Untuk Diakuisisi

Semoga kesejahteraan dan hening buat Bapak/Ibu sekalian & bisnis berjalan lancar.
Mohon maaf mengganggu waktunya. Ada peluang usaha yg ingin aku sampaikan, bagi bapak/Ibu yang relevan dengan kepentingan aku disini.
Singkatnya. Saya punya relasi, investor dari lur negeri dengan kemampuan keuangan yang solid yang berminat untuk ekspansi bisnis di Indonesia dan ingin akuisisi perusahaan di Indonesia yang skala bisnisnya sudah besar. Kalau ada perusahaan Bapak/Ibu yang ingin dijual sebagian sahamnya, silahkan hubungi saya.
Beberapa jenis perusahaan yg dicari investor relasi saya:
- Perusahaan bidang industrial
- Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan perawan kesehatan dan kecantikan, apotik
- Perusahaan yang bisnisnya B2B
- Perusahaan bidang kimia, pengolah limbah, dan sejenisnya
- Perusahaan distribusi, baik barang2 consumer maupun barang industrial
- Perusahaan agribisnis dan teknologi yang terkait pertanian
- Perusahaan Manufacturing ( memproduksi makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, kemasan, industrial good, B2B product, produsen cat, bahan bangunan, dll, yang ada proses makanan)
- Perusahaan logistik berpendingin (cold chain): perusahaan logistik yang punya cold storage, perusahaan trucking yg berpendingin, warehouse cold storage, refrigrated trucking, dll)
- Perusahaan jaringan ritel dan resto yang sudah memiliki banyak cabang
- Perusahaan logistik (integrated logistic, forwarding, warehousing, trucking, kurir express
- Bank syariah
- Perusahaan asuransi jiwa syariah
- Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut (fishery processing, shrimp, crab processing, cold storage/seafood manufacturing
- Mall dan ritel di kota-kota utama dan kota kedua
- Perusahaan industri berat (baja, alumunium, pipa, dll)
- Perusahaan properti yang punya land bank untuk apartemen dan mall
- perusahaan IT services/IT system integration outsourcing company
- perusahaan farmasi OTC
- Perusahaan yang punya land bank untuk kawasan industri diatas 400 ha
- Perusahaan Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Perusahaan shipping yang asetnya sudah diatas Rp 400 miliar
- Perusahaan kemasan
- Perusahaan agribisnis yang omsetnya sudah diatas Rp 300 M
- Perusahaan pupuk organik yang sudah punya pasar ritel
Perlu kami tegaskan bahwa investor hanya mau akusisi perusahaan yg skalanya telah korporasi, bukan pemain UKM atau perusahaan baru. TIDAK BERMINAT AKUISISI PERUSAHAAN UKM. Investornya sudah investasi di sejumlah perusahaan, bukan baru akan mulai. Mereka telah poly pengalaman.
Terima kasih
Darmadi
HP : 081 384 160 988
wingdarmadi@gmail.Com
Sukanda Djaya Selenggarakan Customer Week Bagi Pelanggan F&B Equipment

Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk terus menjaga kedekatan dengan pelanggannya. Diantaranya, perusahaan menyediakan waktu satu minggu penuh khusus untuk 'open house" bagi pelanggan yang ingin berdiskusi atau menanyakan berbagai hal tentang produk dan pelayanan. Hal itu juga dilakukan PT Sukanda Djaya, salah satu anak usaha Diamond Group yang bergerak di bidang distribusi berbagai jenis makanan, minuman dan perlengkapan food and beverage.
Guna terus menjaga kedekatan dengan pelanggan, PT Sukanda Djaya melalui salah satu unit bisnisnya, Divisi F&B Equipment, mengadakan event “Customer Week 2018” yang dilaksanakan tanggal 6–12 Desember 2018 di Workshop ISC di Jl Iskandarsyah, Melawai, Jakarta. Selama ini Divisi F&B Equipment Sukanda Djaya ini menjadi distributor penyedia kebutuhan alat atau mesin (mesin kopi, grinder, combi oven, juicer, etc) untuk segmen HORECA di Indonesia.
"Diadakannya Customer Week 2018 ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan, terutama pelanggan industri HORECA, sehingga dapat terjalin hubungan baik secara berkelanjutan," jelas Novy Handoyo dari Diamond Group. Event ini juga bagian dari bentuk apresiasi PT Sukanda Djaya bagi para pelanggan setia dan pebisnis yang baru akan memulai usaha di bidang HORECA.
PT Sukanda Djaya sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan terbesar di bidang refrigerated and dry F&B serta dan importir untuk produk makanan beku, dingin, dan makanan dan minuman kering. Seiring waktu, prinsipal asing Sukanda Djaya kemudian juga menunjuk Sukanda Djaya untuk mendistribusikan berbagai produk bidang F&B equipment terutama alat/permesinan (mesin kopi, grinder, combi oven, juicer, etc) untuk industri HORECA. Perusahaan yang menjadi bagian dari PT Diamond Cold Storage Group ini didirikan tahun 1974 oleh Keluarga W.T. Chen.
Sukanda Djaya mengimpor produk makanan dan minuman kategori beku, dingin, dan kering dari Jepang, Italia, Amerika Serikat, Perancis, Australia, Selandia Baru dan Norwegia, lalu memproses dan mendistribusikannya ke seluruh Indonesia. Beberapa produk yang didistribusikan antara lain susu, olahan susu, kopi, teh, jus, bumbu, kentang, sayuran beku, daging, olahan daging, kecap, cokelat, minyak goreng, pasta, permen, selai, mi, mesin kopi dan roti.
Tentu saja Sukanda Djaya juga mendistribusikan produk dari perusahaan induknya. Sukanda Djaya mulai mendistribusikan produk es krim milik induk-nya sejak 1978. Sejak tahun 1986, perusahaan ini juga mulai memutuskan untuk mendirikan Divisi Frozen Food, dan tahun 1995 mulai mendistribusikan produk makanan dan minuman kering. Kini, Sukanda Djaya memiliki 17 kantor distribusi yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
Cari Perusahaan Besar Untuk Di-Take Over
Selamat pagi. Salam sukses
Relasi aku , investor dengan kemampuan keuangan yg solid, berminat perluasan bisnis pada Indonesia & ingin akuisisi perusahaan pada Indonesia yg skala bisnisnya telah besar . Kalau ada perusahaan Bapak/Ibu yang ingin dijual sebagian sahamnya, silahkan hubungi aku .
Beberapa jenis perusahaan yang dicari investor relasi saya:
- Perusahaan Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Perusahaan logistik (integrated logistic, forwarding, warehousing, trucking, kurir express
- Perusahaan logistik berpendingin (cold chain): perusahaan logistik yang punya cold storage, perusahaan trucking yg berpendingin, warehouse cold storage, refrigrated trucking, dll)
- Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan perawan kesehatan dan kecantikan, apotik
- Perusahaan bidang kimia, pengolah limbah, dan sejenisnya
- Perusahaan distribusi, baik barang2 consumer maupun barang industrial
- Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut (fishery processing, shrimp, crab processing, cold storage/seafood manufacturing
- Perusahaan bidang industrial
- Perusahaan yang bisnisnya B2B
- Perusahaan agribisnis dan teknologi yang terkait pertanian
- Perusahaan Manufacturing ( memproduksi makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, kemasan, industrial good, B2B product, produsen cat, bahan bangunan, dll, yang ada proses makanan)
- Perusahaan jaringan ritel dan resto yang sudah memiliki banyak cabang
- Perusahaan asuransi jiwa syariah
- Bank syariah
- Mall dan ritel di kota-kota utama dan kota kedua
- Perusahaan industri berat (baja, alumunium, pipa, dll)
- Perusahaan properti yang punya land bank untuk apartemen dan mall
- perusahaan IT services/IT system integration outsourcing company
- perusahaan farmasi OTC
- Perusahaan yang punya land bank untuk kawasan industri diatas 400 ha
- Perusahaan shipping yang asetnya sudah diatas Rp 400 miliar
- Perusahaan kemasan
- Perusahaan agribisnis yang omsetnya sudah diatas Rp 300 M
- Perusahaan pupuk organik yang sudah punya pasar ritel
- Perkebunan sawit, karet dan kopi,
Perlu kami tegaskan bahwa investor hanya mau akusisi perusahaan yg skalanya sudah korporasi, bukan pemain UKM atau perusahaan baru. TIDAK BERMINAT AKUISISI PERUSAHAAN UKM. Investornya sudah investasi pada sejumlah perusahaan, bukan baru akan mulai. Mereka sudah banyak pengalaman.
Terima kasih
Darmadi
HP : 081 384 160 988
wingdarmadi@gmail.Com
Apakah investor tipe Hedge Fund itu?
Di dunia bisnis, salah satu jenis investor yang bisa digandeng ialah perusahaan hedge fund. Perusahaaan hedge fund pada dasarnya juga merupakan perusahaan pengelola dana investasi dari pihak lain yang ia selalu mencari target untuk investasi. Mereka juga ingin memutar dananya. Hanya saja mereka punya hal berbeda dalam pengelolaan dana. Namanya juga hedge fund, salah satu ciri investasinya, mereka melakukan strategi hedging untuk mengamankan investasinya. Mereka juga berusaha menghasilkan return investasi yang tinggi dari dana yang mereka putar.
Dari mana dana yg dikelola para hedge fund itu? Dana yang dikelola perusahaan hedge fund itu milik para investor yg terakreditasi. Mereka umumnya adalah investor yg bertenaga lantaran investor nir sembarang mengambil uangnya di perusahaan hedge fund ini. Ada batasan ketika dimana dana investor akan dikunci. Penarikan juga hanya dapat terjadi dalam interval tertentu misalnya triwulanan atau 2 tahunan.
Kemana perusahaan headfund berinvestasi?
Masing-masing perusahaan hedge fund punya sasaran investasi yg berbeda, sesuai gaya investasinya masing-masing. Investor Hedge fund umumnya lebih fleksible dalam memilih bidang investasi. Mereka hanya dibatasi oleh mandat dari investornya. Hedge fund mampu berinvestasi pada apa saja ? Tanah, real estat, saham, derifatif, & mata uang atau perusahaan. Sebaliknya, reksadana wajib permanen berpegang pada saham atau obligasi dan biasanya hanya panjang.
Penting untuk dicatat bahwa hedging sebenarnya dulu adalah sebuah praktik upaya untuk mengurangi risiko, tetapi tujuan dari sebagian besar perusahaan hedge fund saat ini bukan hanya untuk itu, namun untuk mencari return yang maksimal. Dulu hedge fund memang untuk mencoba melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan pasar. Namun saat ini, banyak perusahaan hedge fund menggunakan strategi yang berbeda
Nah di Asia Tenggara ini juga ada sejumlah perusahaan hedge fund yang cari target investasi di Indonesia. Mereka punya dana banyakn untuk ditanamkan di perusahaan-perusahaan di Indonesia yang butuh investor. Hedge fund biasa menanamkan modal ke perusahaan yang diinvestasi dalam bentuk pinjaman atau hutang namun mereka menetapkan return yang sudah mereka buat sedemikian rupa sehingga terlindungi dengan cara melakukan hedging. Cara hedging ini beragam dan case by case, tidak bisa dijelaskan di tulisan ini.
Hubungi: wingdarmadi@gmail.Com
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi usaha pada Indonesia
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor
Cara Kerja Perusahaan Hedge Fund Dalam Berinvestasi
Di dunia bisnis, salah satu jenis investor yang bisa digandeng ialah perusahaan hedge fund. Perusahaaan hedge fund pada dasarnya juga merupakan perusahaan pengelola dana investasi dari pihak lain yang ia selalu mencari target untuk investasi. Mereka juga ingin memutar dananya. Hanya saja mereka punya hal berbeda dalam pengelolaan dana. Namanya juga hedge fund, salah satu ciri investasinya, mereka melakukan strategi hedging untuk mengamankan investasinya. Mereka juga berusaha menghasilkan return investasi yang tinggi dari dana yang mereka putar.

Dari mana dana yg dikelola para hedge fund itu? Dana yang dikelola perusahaan hedge fund itu milik para investor yang terakreditasi. Mereka umumnya merupakan investor yg bertenaga lantaran investor nir sembarang mengambil uangnya di perusahaan hedge fund ini. Ada batasan saat dimana dana investor akan dikunci. Penarikan pula hanya dapat terjadi dalam interval tertentu seperti triwulanan atau dua tahunan.
Kemana perusahaan hedge fund berinvestasi?
Masing-masing perusahaan hedge fund punya target investasi yg tidak sama, sesuai gaya investasinya masing-masing. Investor Hedge fund umumnya lebih fleksible dalam memilih bidang investasi. Mereka hanya dibatasi oleh mandat dari investornya. Hedge fund sanggup berinvestasi dalam apa saja ? Tanah, real estat, saham, derifatif, dan mata uang atau perusahaan. Sebaliknya, reksadana wajib tetap berpegang dalam saham atau obligasi dan umumnya hanya panjang.
Penting untuk dicatat bahwa hedging sebenarnya dulu adalah sebuah praktik upaya untuk mengurangi risiko, tetapi tujuan dari sebagian besar perusahaan hedge fund saat ini bukan hanya untuk itu, namun untuk mencari return yang maksimal. Dulu hedge fund memang untuk mencoba melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan pasar. Namun saat ini, banyak perusahaan hedge fund menggunakan strategi yang berbeda
Nah di Asia Tenggara ini juga ada sejumlah perusahaan hedge fund yang cari target investasi di Indonesia. Mereka punya dana banyak untuk ditanamkan di perusahaan-perusahaan di Indonesia yang butuh investor. Hedge fund biasa menanamkan modal ke perusahaan yang diinvestasi dalam bentuk pinjaman atau hutang namun mereka menetapkan return yang sudah mereka buat sedemikian rupa sehingga terlindungi dengan cara melakukan hedging. Cara hedging ini beragam dan case by case, tidak bisa dijelaskan di tulisan ini. Tapi mereka selalu hanya minat investasi di perusahaan besar, bukan perusahaan UKM atau perusahaan baru mulai.
Hubungi: wingdarmadi@gmail.Com
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi usaha pada Indonesia
Sebelum Go Public, Percantik Dulu Perusahaan Anda
Semua pendiri perusahaan normalnya niscaya ingin perusahaannya makin berkembang dan makin tumbuh skala bisnisnya serta sanggup dikelola menjadi perusahaan yg terkini dan profesional. Wajar bila pemilik perusahaan ingin perusahaannya sanggup bertahan & permanen hayati mesti generasi pemilik sudah berganti ke anak atau cucu. Wajar jua bila perusahaan ingin punya reputasi yg makin dikenal & lebih mudah pada mencari dana buat pengembangan bisnis. Untuk itu, memang telah sepantasnya pemilik perusahaan ingin perusahaannya Go Public atau melakukan IPO (Initial Public Offering).
Salah satu advantage perusahaan yg telah Go Public, mereka lebih mudah dalam mencari dana buat pengembangan usaha karena mereka mampu menerbitkan banyak sekali instrumen buat menarik dana publik. Dalam kenyataannya, bukan perusahaan tidak mungkin hanya menganddalkan pinjaman bank atau dana sendiri untuk berbagi bisnis? Pada kondisi eksklusif, contohnya bila jumlah pinjaman perusahaan sudah cukup tinggi, pendanaan dari perbankan mungkin akan sulit diperoleh. Sudah nir punya agunan lagi, tidak punya asset lagi buat jadi collateral. Dalam kata investasi, terkadang assetnya telah over leveraged. Dalam hal ini krusial untuk melibatkan investor lain buat membantu pendanaan. Kalau perusahaan Anda sudah go public, maka upaya itu akan lebih gampang.
Tapi apakah semua perusahaan yang sudah Go Public direspond bagus untuk investor/pasar? Memang tidak selalu. Tergantung seberapa 'seksi' perusahaan itu. Kalau profil bisnis perusahaan dan keuangannya itu tidak menarik, belum tentu direspon pasar dan belum tentu Go Public akan berbuah manis. Karena itu cara yang cukup masuk akal dan banyak dilakukan perusahaan yang mau go public, mereka biasanya memperkuat dulu internalnya sebelum Go Public. Mereka memperkuat keuangan dan skala bisnisnya agar lebih menarik bagi investor. Salah satu yang biasa dilakukan ialah, 2-4 tahun sebelum Go Public mereka mengundang investor Pre-IPO untuk masuk dan menyuntikkan modalnya. Dana yang disuntikkan itu yang kemudian dipakai ekspansi, misalnya untuk buka banyak cabang dan buka pabrik baru. Dengan demikian, ketika akan Go Public, skala bisnisnya sudah ideal, tidak terlalu kecil. Makin seksi dan direspons bagus oleh investor.
Cara itu sangat generik dilakukan. Menggandeng Pre-IPO investor. Biasanya investor itu pula membawa sejumlah kompetensi & mereka terkadang juga sudah pengalaman poly sukses membantu IPO. Ini yg penting yang sporadis orang tahu. Go Public bukan persoalan menunjuk perusaahaan penjamin emisi karena jikalau sekedar mencari perusahaan penjamin emisi, maka itu mudah & banyak, mudah diketahui. Yang sulit justru mengemas & mempersiaapkan internalnya agar skala & kinerja bisnisnya rupawan & seksi pada mata investor.
Saya punya sejumlah relasi investor yg seorang ahli menanamkan modalnya dalam situasi pre-IPO misalnya itu. Ada investor luar negeri tetapi terdapat juga yang pada negeri. Tetapi demikian, mereka tetap melakukan seleksi, nir sembarang melakukan investasi. Mereka akan melihat peluang pertumbuhan perusahaan itu, bagaimana kondisi kinerja sekarang, bagaimana reputasi pengelolanya, & sejenisnya.
Jika ada yang butuh investor pre-IPO, sanggup hubungi aku
wingdarmadi@gmail.Com
HP: 081 384 160 988
Butuh Investor ? Inilah Dua Tipe Investor Yang Bisa Anda Gandeng
Cara kerja & seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Perusahaan Go Public
Semua pendiri dan pemilik perusahaan normalnya niscaya ingin perusahaannya makin berkembang dan makin tumbuh skala bisnisnya dan sanggup dikelola menjadi perusahaan yang modern dan profesional. Sangat wajar apabila pemilik perusahaan ingin perusahaannya mampu bertahan dan tetap hayati mesti generasi pemilik telah berganti ke anak atau cucu. Wajar pula bila perusahaan ingin punya reputasi yg makin dikenal & lebih gampang dalam mencari dana buat pengembangan usaha. Untuk itu, memang telah sepantasnya pemilik perusahaan ingin perusahaannya Go Public atau melakukan IPO (Initial Public Offering).
Sebelum go public, sebaiknya ada sejumlah persiapan yg dilakukan. Pertama, menurut sisi keluarga pemilik dulu harus kompak & putusan bulat akan go public lantaran perusahaan yg telah IPO punya sejumlah konsekuensi, perusahaan mesti dikelola lebih terbuka, tiap kuartal melaporkan kinerja keuangan, harus siap menggunakan naik-turunnya harga saham pada bursa, taat sejumlah regulasi buat perusahaan emiten, dsb.
Lalu, jua persiapan secara keorganisasasin. Misalnya harus punya tim investor relation, corporate secretary, dan bagian legal yang selalu siap mengupdate kondisi perusahaan ke pemegang saham publik.
Salah satu advantage perusahaan yg telah Go Public, mereka lebih mudah pada mencari dana buat pengembangan bisnis karena mereka sanggup menerbitkan aneka macam instrumen buat menarik dana publik. Dalam kenyataannya, bukan perusahaan nir mungkin hanya menganddalkan pinjaman bank atau dana sendiri buat berbagi bisnis? Pada kondisi eksklusif, contohnya apabila jumlah pinjaman perusahaan sudah relatif tinggi, pendanaan menurut perbankan mungkin akan sulit diperoleh. Sudah tidak punya jaminan lagi, tidak punya asset lagi buat jadi collateral. Dalam kata investasi, terkadang assetnya telah over leveraged. Dalam hal ini penting buat melibatkan investor lain untuk membantu pendanaan. Kalau perusahaan Anda telah go public, maka upaya itu akan lebih mudah.
Tapi apakah semua perusahaan yang sudah Go Public direspond bagus untuk investor/pasar? Memang tidak selalu. Tergantung seberapa 'seksi' perusahaan itu. Kalau profil bisnis perusahaan dan keuangannya itu tidak menarik, belum tentu direspon pasar dan belum tentu Go Public akan berbuah manis. Karena itu cara yang cukup masuk akal dan banyak dilakukan perusahaan yang mau go public, mereka biasanya memperkuat dulu internalnya sebelum Go Public. Mereka memperkuat keuangan dan skala bisnisnya agar lebih menarik bagi investor. Salah satu yang biasa dilakukan ialah, 2-4 tahun sebelum Go Public mereka mengundang investor Pre-IPO untuk masuk dan menyuntikkan modalnya. Dana yang disuntikkan itu yang kemudian dipakai ekspansi, misalnya untuk buka banyak cabang dan buka pabrik baru. Dengan demikian, ketika akan Go Public, skala bisnisnya sudah ideal, tidak terlalu kecil. Makin seksi dan direspons bagus oleh investor.
Cara itu sangat generik dilakukan. Menggandeng Pre-IPO investor. Biasanya investor itu juga membawa sejumlah kompetensi dan mereka terkadang pula sudah pengalaman banyak sukses membantu IPO. Ini yang penting yg sporadis orang memahami. Go Public bukan problem menunjuk perusaahaan penjamin emisi karena jikalau sekedar mencari perusahaan penjamin emisi, maka itu mudah & banyak, gampang diketahui. Yang sulit justru mengemas dan mempersiaapkan internalnya agar skala & kinerja bisnisnya rupawan dan seksi di mata investor.
Saya punya sejumlah rekanan investor yg spesialis menanamkan modalnya dalam situasi pre-IPO seperti itu. Ada investor luar negeri tetapi terdapat jua yg pada negeri. Tetapi demikian, mereka permanen melakukan seleksi, tidak sembarang melakukan investasi. Mereka akan melihat peluang pertumbuhan perusahaan itu, bagaimana syarat kinerja kini , bagaimana reputasi pengelolanya, dan sejenisnya.
Bila terdapat yang butuh investor pre-IPO, mampu hubungi saya
wingdarmadi@gmail.Com
HP: 081 384 160 988
Investor Yang Bisa Digandeng Sebelum Perusahaan Go Public
Sejumlah investor asing cari kongsi usaha pada Indonesia
Go Public Bukan Sekedar Pekerjaan Mencari Perusahaaan Penjamin Emisi
Semua pendiri perusahaan normalnya pasti ingin perusahaannya makin berkembang dan makin tumbuh skala bisnisnya serta bisa dikelola sebagai perusahaan yang terkini dan profesional. Wajar bila pemilik perusahaan ingin perusahaannya mampu bertahan & permanen hidup mesti generasi pemilik telah berganti ke anak atau cucu. Wajar jua apabila perusahaan ingin punya reputasi yang makin dikenal dan lebih gampang dalam mencari dana untuk pengembangan bisnis. Untuk itu, memang telah sepantasnya pemilik perusahaan ingin perusahaannya Go Public atau melakukan IPO (Initial Public Offering).
Yang perlu dicatat bahwa go public bukan sekedar mencari perusahaan penjamin emisi yg bisa membantu proses go public. Kalau itu saya gampang sekali. Dalam seminggu anda bisa menemui 5 perusahaan homogen buat anda pilih. Pilihannya poly. Yang butuh persiapan justru kesiapan internal baik secara kultur maupun struktur. Budaya internal perusahaan juga mesti dikondisikan agar lebih kondusif sebagai perusahaan go public.
Dalam mencari perusahaan penjamin emisi dan perusahaan sekuritas pun harus pilih mana yg paling tepat menggunakan tipologi perusahaan kita. Lantaran masing-masing perusahaan sekuritas itu punya kapasitas, jaringan investor dan pengalaman yg tidak selaras. Ada yang kuat jika menggo-public-kan BUMN, namun terdapat yang indah bila menggopublic-kan perusahaan swasta. Bahkan sama-sama pengalaman membawa listing perusahaan swasta pun sanggup tidak sinkron kompetensi & output jika perusahaan yang digo-public-kan punya size tidak selaras. Ini penting memilih yang sempurna & sebaiknya tanya ke pihak ketiga yg pengalaman dan obyketif. Semua sekuritas jika ditanya niscaya mampu melakukan semua tipe perusahaan, namanya jua orang marketing, apa saya mau ditangkap peluangnya. Padahal kapasitas itu penting sekali. Contohnya terdapat rekanan sy pemilik perusahaan yg value perusahhaan baru Rp 500 miliar, setelah go public dalam setahun valuenya mampu naik 3 kali lipat. Perusahaan sekuriitasnya memang ekspert buat menangani perusahaan sekelas itu.
Sebelum go public, sebaiknya terdapat sejumlah persiapan yg dilakukan. Pertama, dari sisi keluarga pemilik dulu harus kompak dan putusan bulat akan go public karena perusahaan yg sudah IPO punya sejumlah konsekuensi, perusahaan mesti dikelola lebih terbuka, tiap kuartal melaporkan kinerja keuangan, harus siap dengan naik-turunnya harga saham di bursa, taat sejumlah regulasi buat perusahaan emiten, dsb.
Lalu, juga persiapan secara keorganisasasin. Misalnya wajib punya tim investor relation, corporate secretary, & bagian sah yg selalu siap mengupdate kondisi perusahaan ke pemegang saham publik.
Salah satu advantage perusahaan yang sudah Go Public, mereka lebih mudah pada mencari dana untuk pengembangan bisnis lantaran mereka sanggup menerbitkan banyak sekali instrumen buat menarik dana publik. Dalam kenyataannya, bukan perusahaan nir mungkin hanya menganddalkan pinjaman bank atau dana sendiri buat membuatkan bisnis? Pada kondisi tertentu, contohnya apabila jumlah pinjaman perusahaan telah cukup tinggi, pendanaan menurut perbankan mungkin akan sulit diperoleh. Sudah nir punya agunan lagi, tidak punya asset lagi buat jadi collateral. Dalam istilah investasi, terkadang assetnya sudah over leveraged. Dalam hal ini penting buat melibatkan investor lain buat membantu pendanaan. Kalau perusahaan Anda sudah go public, maka upaya itu akan lebih mudah.
Tapi apakah semua perusahaan yang sudah Go Public direspond bagus untuk investor/pasar? Memang tidak selalu. Tergantung seberapa 'seksi' perusahaan itu. Kalau profil bisnis perusahaan dan keuangannya itu tidak menarik, belum tentu direspon pasar dan belum tentu Go Public akan berbuah manis. Karena itu cara yang cukup masuk akal dan banyak dilakukan perusahaan yang mau go public, mereka biasanya memperkuat dulu internalnya sebelum Go Public. Mereka memperkuat keuangan dan skala bisnisnya agar lebih menarik bagi investor. Salah satu yang biasa dilakukan ialah, 2-4 tahun sebelum Go Public mereka mengundang investor Pre-IPO untuk masuk dan menyuntikkan modalnya. Dana yang disuntikkan itu yang kemudian dipakai ekspansi, misalnya untuk buka banyak cabang dan buka pabrik baru. Dengan demikian, ketika akan Go Public, skala bisnisnya sudah ideal, tidak terlalu kecil. Makin seksi dan direspons bagus oleh investor.
Cara itu sangat umum dilakukan. Menggandeng Pre-IPO investor. Biasanya investor itu pula membawa sejumlah kompetensi dan mereka terkadang pula sudah pengalaman poly sukses membantu IPO. Ini yg penting yang sporadis orang tahu. Go Public bukan masalah memilih perusaahaan penjamin emisi karena jika sekedar mencari perusahaan penjamin emisi, maka itu gampang dan poly, gampang diketahui. Yang sulit justru mengemas & mempersiaapkan internalnya agar skala dan kinerja bisnisnya indah dan seksi di mata investor.
Saya punya sejumlah relasi investor yg seorang ahli menanamkan modalnya pada situasi pre-IPO misalnya itu. Ada investor luar negeri namun terdapat jua yg pada negeri. Namun demikian, mereka permanen melakukan seleksi, tidak sembarang melakukan investasi. Mereka akan melihat peluang pertumbuhan perusahaan itu, bagaimana kondisi kinerja kini , bagaimana reputasi pengelolanya, dan sejenisnya.
Bila terdapat yg butuh investor pre-IPO, mampu hubungi aku
wingdarmadi@gmail.Com
HP: 081 384 160 988
Cara kerja & seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis pada Indonesia
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor