Kesan Menginap Di Mercure Karawang, Asyik dan Ingin Kembali Lagi
Dua minggu lalu saya mendapat tugas ke luar kota dan sempat menginap di Hotel Mercure Karawang, Jawa Barat. Pertama kali, saya kagum dengan kotanya, Karawang, benar-benar menggeliat. Di Karawang sekarang banyak mall baru dan juga pabrik-pabrik baru dari perusahaan multinasional yang mulai beroperasi di Karawang. Kawasan industri baru muncul di kota ini. Suatu hal yang tak terbayangkan oleh saya sebelumnya karena biasanya hanya melintas di tol, tidak masuk ke dalam kota Karawang. Melihatnya hanya dari jalan tol dari mobil,
Karena tugas sampai malam dan dua hari, akhirnya saya menginap di Mercure Karawang. Salah satu penilaian saya, yang paling top dari hotel ini, diantaranya soal lokasi. Lokasi hotel ini sangat super, dikelilingi tiga mall. Kalau kita di lantai atas lihat suasana temaram malam di depan hotel, mirip di luar negeri. Kereeen banget. Hotel ini memang terletak di kompleks Galuh Mas, jantung Kota Karawang yang di sekitarnya (hanya jarak 50 meter) adalah pusat hiburan dan belanja di Karawang, Hotel Mercure Karawang ini bisa dicapai dengan berjalan kaki ke Karawang Central Plaza. Hotel ini juga hanya 10 menit naik mobil ke kawasan industri dan 5 menit ke balai kota Karawang yang lokasinya ada 60 km di timur Jakarta ini.

Hotel Mercure Karawang ini termasuk hotel besar di Karawang. Bahkan kabarnya hotel bintang 4 pertama di Karawang. Hotel ini menyediakan 252 kamar. Saya waktu itu memilih menginap di lantai 7. Kalau menginap, coba pilihlah yang menghadap ke arah mall depan. Cakep banget. Di dalam kamar juga tata interiornya OK. Mungkin karena hotelmasih baru, jadi tata desain sudah menyesuaikan tata interior sesuai tren terkini. Hotelnya bersih. Suasananya berkelas internasional karena banyak ekspatriat dari kalangan eksekutif pabrik sekitar Karawang yang menginap di hotel ini.
Hotel ini juga menawarkan fasilitas kolam renang. Hotel yang modis ini menyediakan fasilitas kafe, layanan kamar 24 jam dan sauna. Lalu. Mercure Karawang menawarkan resepsionis yang selalu siap serta pijat dan reflexology. Layanan transfer airport, dry clean, layanan laundry dan penitipan bayi tersedia sesuai pesanan. Juga, yang tak kalah asyik, kita, para tamu yang tinggal di hotel ini bisa menikmati pengalaman bersantap yang unik di restoran yang tersedia, bertempat strategis untuk mereka yang ini ingin tinggal dekat untuk mencicipi makanan. Pada malam hari, tamu dapat menikmati minuman di lounge bar yang menyenangkan.

Bila keluarga yang ingin bermalam dan menikmati makanan di Mercure Karawang, di hotel ini juga sudah tersedia berbagai alternatif. Diantaranya, ada Kemuning Restaurant bagi yang ingin merasakan kuliner khas lokal Karawang. Resto Kemuning Mercure Karawang sering mempersembahkan sajian lokal khas Karawang seperti “Soto Tangkar”, selain menu-menu spesial menyesuaikan moment culinary yang pas. Menunya tematik, sesuai musim yang lagi in.
Bagi yang menyukai hidangan khas Jepang yang belakangan memang lagi ngetrend, di Mercure Karawang juga memiliki Kunoichi Restaurant, restaurant Jepang yang menghidangkan menu-menu fresh Jepang mulai dari variasi lengkap sushi, fresh sashimi, bento, dan paket All-You-Can-Eat Beef BBQ & Shabu-shabu mulai dari Rp99.000++ per orang. Saya juga sempat mencicipi makanan jepang waktu sarapan pagi.
Restoran KUNOICHI menyajikan berbagai menu otentik masakan Jepang untuk mengakomodir kebutuhan masakan khas Jepang khususnya bagi orang-orang Jepang yang bekerja di kawasan industri di Karawang dan juga kuliner masakan Jepang yang saat ini makin digemari oleh masyarakat lokal. Tersedia berbagai menu pilihan ala carte, bento sampai dengan Tepanyaki. Khusus bulan Maret untuk para tamu yang berkunjung pada saat makan malam selain mendapatkan Diskon 20% juga dapat minum Bir sepuasnya (free flow beer). Diskon 20% berlaku sampai dengan tanggal 20 Maret 2016.
Restoran KUNOICHI ini sudah dibuka mulai 18.00 – 00.00 WIB. Terdiri dari 02 (dua) lantai dan memiliki 03 (tiga) ruang private yang dilengkapi dengan fasilitas ruang karaoke dengan kapasitas ruangan 06 s/d 10 orang. Kapasitas keseluruhan Restoran KUNOICHI adalah sebanyak 86 kursi. Selain untuk santap di restoran, Restoran KUNOICHI juga melayani delivery order untuk Bento dengan minimum pemesanan 10 box di area sekitar Galuh Mas dan KIIC.
Selain makanan, suasana di kamar tidur juga sangat cukup bagi saya. Saya bisa istirahat sekaligus melanjutkan beberapa pekerjaan mengetik dalam kamar hotel. Singkatnya, saya mendapatkan kesan positif di hotel ini. Soal harga jugaso so laah. Kota Karawang sendiri memang juga menggeliat. Karawang mencatat kemajuan luar biasa. Derap pembangunan bertumbuh pesat. Kehadiran Hotel Mercure Karawang, hotel berbintang empat berstandar internasional adalah bukti Karawang telah menarik minat banyak investor dan pendatang dari luar.
Mercure Hotel sendiri memang dikelola Accor Group yang mengelola hotel ini dengan sentuhan lokal. Hotel Mercure Karawang adalah hotel berbintang empat pertama di Karawang dan berstandar internasional dan kontruksinya sudah mulai dibangun pada 2013. Bagi yang ingin ke Karawang dan menginap disana, tak ada salahnya mencoba. Untuk keluarga juga OK. Kalau pas mau mudik macet di tol Cikampek, boleh juga masuk ke Karawang, nggak sampai 10 KM dari tol sudah bisa masuk ke hotel ini. Jaraknya sekitar 4-5 km dari tol.

Hotel ini dibangun oleh Group Galuh Citarum yang dimiliki Pak Amin Supriyadi. Pak Amin Supriyadi adalah pengusaha lokal sekaligus perintis bisnis hunian dan pusat belanja di Karawang sejak tahun 1970-an. Pastinya, kehadiran Hotel Mercure akan menjadi alternatif menginap bagi yang suka travelling bisnis dan keluarga. Selama ini kita hanya melihat Karawang dari jalan tol, cobalah belok sedikit untuk melihat dan menikmati Karawang yang sedang menggeliat.
Pastinya keberadaan Mercure Hotel Karawang juga melengkapi fasilitas komersial lain yang dimiliki PT Galuh Citarum di Karawang, seperti perumahan Galuh Mas, Mal Karawang Central Plaza, Wonderland Adventure Waterpark, dan Technomart (pusat otomotif,
wingdarmadi@gmail.com
Baca info terkait :
Pengalaman Saya Menginap di Hotel Mercure Ancol
Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis
Pengalaman Bermalam di Mercure Bandung
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Kinerja BTN 2016, Laba Tumbuh 25,40% Pada Semester I
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan semester I 2016 dengan peningkatan laba bersih sebesar 25,40% menjadi Rp1,042 Triliun dari Rp 850 Milyar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan operasional BTN, yang terdiri dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp3,696 Triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp584 Milyar.
Pendapatan bunga bersih ini tumbuh 15,71% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,194 Triliun. Sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 12,56% dari tahun 2015 yang sebesar Rp519 Milyar. BTN mencapai hasil kinerja semester I 2016 yang positif. Demikian Maryono Direktur Utama BTN menjelaskan usai paparan kinerja BTN semester I 2016 di Jakarta, Senin 25 Juli 2016.
Maryono menambahkan BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan pangsa pasar 31%. Kredit yang disalurkan BTN selama semester I 2016 tumbuh 18,39% dari Rp126,125 Triliun pada tahun 2015 menjadi sebesar Rp149,316 Triliun. Pertumbuhan kredit ini didorong oleh penyaluran kredit ke sektor perumahan sebesar Rp135,745 Triliun yang tumbuh 20,23% dari tahun sebelumnya sebesar Rp112,903 Triliun. Kredit non perumahan sebesar Rp13,571 Triliun atau tumbuh 2,64% dari tahun 2015 yang sebesar Rp13,223 Triliun.
Kredit ke sektor perumahan disalurkan untuk mendukung kredit perumahan subsidi dan kredit perumahan non subsidi. Kredit subsidi mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi sebesar Rp49,804 Triliun atau tumbuh 31,18% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp38,011 Triliun. Sementara kredit non subsidi tercatat tumbuh 14,88% dari sebesar Rp49,755 Triliun pada tahun 2015 menjadi Rp57,158 Triliun pada semester I tahun 2016.
Sementara itu Bank BTN mencatatkan Dana pihak ketiga meningkat 17,29% menjadi Rp134,555 Triliun pada akhir Juni 2016. Sementara posisi tahun 2015 Dana Pihak Ketiga BTN tercatat sebesar Rp114,749 Triliun. Dan Bank BTN berhasil meningkatkan Asset menjadi Rp.189,513 Triliun atau tumbuh 21,52% dari posisi Asset tahun 2015 yang sebesar Rp155,952 Triliun.
Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan sementara tren industry menunjukkan NPL yang terus naik, rasio kredit bermasalah (NPL) BTN turun dari 4,70% pada tahun 2015 menjadi 3,41% pada tahun 2016. BTN secara proaktif mempertahankan posisi likuiditas dan basis permodalan yang solid. Pada semester I 2016 rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 22,07%.
Fokus core business
Bank BTN tetap konsisten terhadap core business-nya dalam bidang pembiayaan perumahan. Kinerja Perseroan semester I 2016 masih menunjukkan konsistensi Bank BTN pada bisnis utamanya tersebut. Ini dapat dilihat dari porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 90,91% atau sebesar Rp135,745 Triliun dari total kredit yang disalurkan Perseroan selama semester I 2016 sebesar Rp149,316 Triliun. Sementara sisanya yang sebesar 9,09 atau sebesar Rp13,571 Triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.
Bank BTN masih menguasai pasar pembiayaan perumahan di Indonesia. Pangsa pasar Bank BTN tercatat 31,72% masih berada diatas BCA (17,3%), BNI (10,1%), Mandiri (8,9%), BRI (4,7%), Niaga (6,7%) sementara sisanya sekitar 20,7% dikuasai oleh bank-bank lain. Kami masih menguasai pasar perumahan di Indonesia dan posisi ini akan kami pertahankan dan terus diupayakan peningkatannya, tegas Maryono.
Hingga Semester I 2016 pencapaian program sejuta rumah telah mencapai sebesar 400.982 unit dengan rincian KPR sebanyak 100.175 unit dan dukungan konstruksi sebanyak 300.807 unit. Adapun jumlah kredit yanng telah disalurkan BTN adalah sebesar Rp42,063 Triliun.
Ingin berperan dalam Tax Amnesy
Dalam rangka mensukseskan Tax Amnesty, BTN secara aktif akan menerbitkan sejumlah instrumen untuk menampung dana repatriasi yang masuk, antara lain berupa EBA dengan target penerbitan mencapai Rp 10 Triliun. Penerbitan EBA tersebut adalah salah satu usaha perseroan untuk dapat ikut serta menyerap dana repatriasi yang akan masuk.
Selain EBA, Bank BTN juga menyiapkan instrument investasi lain untuk menampung dana tax amnesty. Dari mulai simpanan biasa seperti tabungan, deposito dan giro. Kemudian juga instrument investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti obligasi, negotiable certificate of deposit (NCD) dan medium term notes (MTN).
Maryono mengungkapkan dana repatriasi yang dibidik BTN mencapai Rp50 Triliun dari kebijakan amnesti pajak yang akan difokuskan pada penyaluran ke sektor riil atau sesuai dengan core business BTN. Dana ini akan sangat membantu dalam menyukseskan program sejuta rumah yang dilakukan pemerintah.
Untuk penyaluran dana tax amnesty tersebut sudah disiapkan BTN secara matang. Ini dimaksudkan agar dana tax amnesty yang masuk ke BTN bisa segera disalurkan seperti melakukan relaksasi pemberian kredit kepada pengembang yang akan membeli tanah untuk dibangun proyek rumah bersubsidi. Kelonggaran dari BTN tersebut bakal menjadi modal yang baik bagi pengembang dalam program pembangunan perumahan. Hal ini dikarenakan tanah adalah komponen biaya yang besar dalam proyek pembangunan rumah.
Bisnis syariah terus tumbuh
Syariah Bank BTN saat ini masih berstatus UUS (unit usaha syariah). Meskipun demikian UUS Bank BTN sangat terkelola dengan baik. Ini dapat terlihat dari kinerjanya pada semester I 2016 dengan Asset tercatat sebesar Rp15,803 Triliun atau tumbuh 33,59% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,829 Triliun. Penghimpunan dana UUS Bank BTN juga meningkat dari Rp9,232 Triliun pada tahun 2015 menjadi Rp12,991 Triliun atau meningkat 40,72%.
Sementara untuk pembiayaan UUS Bank BTN tercatat sebesar Rp12,443 Triliun atau tumbuh 22,29% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,174 Triliun. UUS Bank BTN telah mencatatkan keuntungan sebesar Rp151,30 Milyar. Keuntungan ini tumbuh 15,67% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp130,80 Milyar.
Angkasa Pura II Garap Bisnis Kargo dan Properti

Perusahaan BUMN pengelola bandara, PT Angkasa Pura II (Persero), baru-baru ini resmi meluncurkan operasional dua anak usaha baru yakni PT Angkasa Pura Kargo dan PT Angkasa Pura Propertindo. Langkah ini dilakukan sejalan dengan strategi bisnis PT Angkasa Pura II (Persero) yang akan terus ekspansi bisnis. Pengembangan anak usaha ini juga merupakan bagian dari inisiatif perusahaan untuk menerapkan program “Triple-GB”, yaitu Getting Bigger, Getting Broader, Getting Better.
Lebih rinci, PT Angkasa Pura Propertindo fokus menggarap bisnis pengembangan kawasan bisnis terintegrasi atau integrated business park, bisnis Hotel & MICE, pergudangan, dan fasilitas properti penunjang operasional maskapai. Perusahaan ini juga menyediakan jasa pengelolaan Hotel & MICE, pengelolaan gedung, pengelolaan lahan atau gedung parkir, dan memberikan konsultasi bisnis properti di bandara.
Sedangkan PT Angkasa Pura Kargo akan fokus pada jasa pelayanan di bidang kargo dan logistik sebagai operator terminal kargo. Wilayah operasional kedua anak usaha tersebut tidak sebatas hanya di bandara dibawah lingkungan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku induk usaha namun juga di bandarabandara yang dikelola oleh pihak lain.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, “Tujuan pembentukan dua anak usaha baru ini adalah memperluas portofolio bisnis AP II guna meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis non-aero dan kargo. Saat ini pendapatan perseroan sekitar 60%-70% berasal dari bisnis aero seperti passenger service charge, biaya pendaratan pesawat, dan pemakaian garbarata". Tahun 2016 ini saja, proyeksi pendapatan ketiga anak perusahaan AP II ini sebesar kurang lebih Rp 500 miliar.
“Ke depan, seperti halnya bandara-bandara berkelas dunia, kami akan memaksimalkan pendapatan dari bisnis non-aero dan kargo sehingga pada tahun 2018 dapat berkontribusi hingga mencapai 50% atau bahkan lebih terhadap totap pendapatan perusahaan,” jelas Muhammad Awaluddin bersemangat.
Sementara Direktur PT Angkasa Pura Propertindo Wisnu Raharjo menuturkan, “Dalam 4 tahun mendatang atau hingga 2020, Angkasa Pura Propertindo memiliki tiga program strategis yakni mengembangkan Soekarno-Hatta Airport City, lalu Kualanamu Airport City, dan Sultan Syarif Kasim II Airport City sehingga tiga bandara tersebut akan menjadi suatu kawasan bisnis terintegrasi.”
Ditambahkan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo Denny Fikri, “Selaku pengelola
terminal kargo, Angkasa Pura Kargo siap berkompetisi menjadi yang terbaik di tingkat regional dengan mengedepankan keamanan, keselamatan, serta pelayanan dalam proses bisnis yang kami lakukan.”
Melalui berdirinya PT Angkasa Pura Propertindo dan PT Angkasa Pura Kargo, maka AP II saat ini memiliki tiga anak usaha dengan kepemilikan penuh setelah sebelumnya sudah beroperasi terlebih dahulu PT Angkasa Pura Solusi yang mengelola lounge di bandara, bisnis Information Communication & Technology, manajemen kebersihan gedung terminal bandara, pelatihan personil aviation security, dan manajemen ritel. Adapun ketiga anak usaha AP II tersebut kini menggunakan logo yang serupa dan hanya dibedakan sesuai dengan fokus bisnis masing-masing.
PT Angkasa Pura II sendiri selama ini mengelola 13 bandara utama di kawasan Barat Indonesia. Bandara-bandara yang dikelola perseroan adalah Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Ketaping), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang). Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), dan Silangit (Tapanuli Utara).
Springwood Residence Gandeng FiberStar Bangun Jaringan Fiber Optik
PT Triniti Dinamik, pengembang Springwood Residence di Serpong kini tengah mengembangkan jaringan fiber optik untuk layanan pendukung bagi penghuninya. Untuk itu pengembang ini menggandeng FiberStar (CBN Group), sebagai provider dan pengembang infrastruktur jaringan fiber optik. Samuel Stepanus Huang, President Director PT Triniti Dinamik, telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Thomas Dragono, Commerce Director FiberStar.
Samuel Stepanus Huang mengatakan “Kami sebagai developer berkomitmen memberikan kepuasan optimal bagi para konsumen kami, salah satu opsinya dengan memberikan kemudahan konsumen dalam hal komunikasi dan informasi. Oleh sebab itu, kami lengkapkan Springwood Residence dengan Fiber Optic, dari salah satu perusahaan terpercaya dalam bidang ini, yaitu : FiberStar, dengan kapasitas koneksi Fiber optik mencapai 100 Gb yang menjadikan Springwood sebagai Smart Building,” kata Samuel.
Thomas Dragono, Commerce Director FiberStar menambahkan, “Memang lokasi prospektif dan accessible menjadi syarat utama saat membidik hunian, baik untuk tempat tinggal maupun investasi. Kami yakin, hadirnya jaringan serat optik FiberStar dengan konsep netralitas akan menambah kenyamanan para penghuni karena mereka bebas memilih content provideryang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Jaringan FiberStar ini tentunya akan terus diperluas ke wilayah Serpong dan sekitarnya, sehingga masyarakat luas tentunya akan mendapatkan manfaat dengan kehadiran jaringan serat optik FiberStar ini”.
Kawasan Serpong yang berada di sisi Jakarta Barat telah berkembang dengan pesat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Perkembangan itu ditandai pertumbuhan properti yang mencapai 50 persen sampai 60 persen per tahun . Akses langsung Tol Jakarta-Merak yang terjangkau, lokasi strategis, serta lintasan jaringan infrastruktur terintegrasi dan dekat dengan Jakarta, diyakini menjadi pemicu meroketnya harga lahan di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.
Melirik potensi investasi yang menjanjikan, PT Triniti Dinamik menghadirkan Springwood Residence sebagai pilihan hunian berkonsep mewah dengan harga terjangkau. Mengusung konsep gedung multifungsi (mixed use building) yang terdiri dari unit Small Office Home Office (SOHO), ruang perkantoran dan hunian (apartemen), Springwood Residence di desain oleh jasa biro arsitek top asal Polandia, OOZN Design yang hasil karyanya sudah diakui dunia.
Lokasi prospektif dengan kelengkapan fasilitas yang ada, seperti Sky Lounge, Infinity Swimming Pool, Exclusive Function Room, Kids Playground, Fitness Center,Area Bisnis Retail & Komersil, Area Parkir yang Luas, Private Lift dengan Access Card, Keamanan 24 Jam, Free WiFi, serta dekat dengan BINUS University dan Mall @Alam Sutera menjadikan Springwood Residence sebagai kawasan yang menjanjikan bagi para pemilik, penghuni dan investor.
PT Triniti Dinamik menandatangani perjanjian kerjasama dengan FiberStar sebagai mitra penyedia jaringan infrastruktur jaringan berbasis serat optik pada bulan April 2017 yang lalu. Kehadiran layanan konektivitas berbasis jaringan serat optik dari FiberStar dengan kapasitas sampai dengan 1 Gbps per unit, serta kemampuan jaringan serat optik yang fleksibel dan scalabledalam membentuk Smart Building dan Smart Area, tentunya akan sangat bermanfaat dalam mendukung aktivitas pemilik dan penghuni di area bisnis dan hunian Springwood Residence.
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Metland Hadirkan Online Payment
Perusahaan pengembang properti yang banyak mengembangkan proyek residensial dan komersial, PT Metropolitan Land Tbk (Metland) diam-diam sudah memperkenalkan Metland online payment (M-Pay.id) untuk memudahkan pelanggan Metland dalam melakukan transaksi pembayaran. Layanan ini juga merupakan inovasi dengan fitur lebih lengkap yang diperkenalkan oleh sebuah perusahaan pengembang properti.
Para pembeli tempat tinggal di proyek Metland bisa mengakses M-Pay.Id buat membayar uang muka, cicilan uang muka, cicilan pembayaran tempat tinggal khusus konsumen menggunakan pilihan pembayaran melalui kredit developer serta pembayaran Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL). Layanan ini juga bisa dimanfaatkan oleh penyewa toko (tenant) Mal Metropolitan & Grand Metropolitan dapat melalukan pembayaran melalui M-Pay.Id buat pembayaran sewa bulanan, service charge, pembayaran listrik, air & gas.
Dalam mengembangkan sistem ini, Metland menggandeng DOKU sebagai penyedia layanan pembayaran elektronik terkemuka di Indonesia. Metode pembayaran yang tersedia di M-Pay.id saat ini adalah pembayaran online dengan menggunakan DOKU Wallet, kartu kredit Bank Mandiri, klik pay Mandiri dan ATM Channel via ATM Bersama, Prima, Alto. “Kedepannya kami akan terus menambahkan lebih banyak lagi pilihan pembayaran ke dalam M-Pay.id. Kami berharap dengan beragam pilihan metode pembayaran online yang kami sajikan, penghuni/tenant Metland dapat lebih mudah dan nyaman melakukan pembayaran online,” komentar Thong Sennelius, CEO DOKU.
Hadir & melayani pasar eCommerce Indonesia dari tahun 2007, DOKU dianggap menjadi penyedia solusi pembayaran elektronik oleh bisnis menurut majemuk skala bisnis, mulai berdasarkan Enterprise, UKM, Startup, Penjual online individu dan konsumen Indonesia yg gemar belanja online. Saat ini DOKU telah melayani lebih menurut 4000 merchant menurut majemuk industri dan terhubung pribadi menggunakan 9 bank buat menyajikan kemudahan pada layanan pembayaran elektronik bagi merchant-merchantnya.
PT Metropolitan Land Tbk sendiri memiliki proyek residensial dan komersial. Untuk residensial, Metland memiliki proyek Metland Menteng, Metland Tambun, Metland Cibitung, Metland Cileungsi, Metland Transyogi & Metland Puri pada Cipondoh, Tangerang. Sedangkan buat properti komersialnya merupakan Hotel Horison Bekasi, Mal Metropolitan, Grand Metropolitan, @HOM Hotel Tambun, Hotel Horison Seminyak dan Metland Hotel Cirebon. Memanfaatkan kemajuan teknologi fakta Metland terus berinovasi buat membangun kemudahan-kemudahan bagi pelanggan menggunakan tujuan menaikkan loyalitas pelanggan terhadap
produk Metland.
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis
Mitsubishi Gandeng BSD Bangun Kawasan Perumahan
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Mitsubishi Corporation untuk mengembangan proyek mixed use di Tangerang, Banten.”Kerjasama ini merupakan tingginya kepercayaan pihak investor asing untuk mengembangkan lokasi BSD City yang memiliki pertumbuhan potensial,” kata Direktur Hermawan Wijaya dalam siaran pers.
Menurut dia, proyek ini akan dikembangkan di BSD City milik perseroan. Khusus untuk kerjasama dengan Mitsubishi, luas area pengembangan mencapai 19 hektar dan akan dibangun sebanyak 1.000 unit rumah tapak dan toko yang mulai dikerjakan pada tahun depan.”Kerjasama ini semakin memperkuat posisi BSD sebagai salah satu pengembang terbesar dan berpengalaman di Tanah Air. Di sisi lain, kehadiran Mitsubishi juga memberikan nilai tambah bagi produk BSD City yang selama ini dikenal memiliki kualitas tinggi, sehingga sangat cocok bagi konsumen yang mencari produk hunian atau sebagai sarana investasi,” paparnya.
Dia melanjutkan, kedua perusahaan akan membentuk perusahaan patungan di Indonesia untuk merealisasikan kerjasama tersebut. Mitsubishi memiliki perseroan dalam kerjasama ini karena perusahaan yang terafiliasi dengan Sinarmas Land ltd tersebut memiliki pengalaman panjang di bisnis real estate di Indonesia.
Dengan konsep produk dan kualitas teknologi yang dimiliki pihak Mitsubishi akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan produk BSDE khususnya dan pasar properti di Indonesia secara keseluruhan. Kedua belah pihak meyakini dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan didukung oleh jumlah masyarakat kelas menengah yang besar, maka permintaan properti akan terus meningkat ke depannya.
Tren perkembangan pasar properti berkembangan ke arah luar Jakarta dan menciptakan kawasan hunian baru, dengan permintaan tinggi.”Kerjasama dengan Mitsubishi ini sekaligus akan semakin memperkuat portofolio pendapatan BSD ke depannya. Pada 2013, BSD telah melakukan pembentukan tiga entitas anak hasil joint venture dengan beberapa mitra strategis baik itu internasional maupun nasional,” paparnya.
Entitas anak tersebut adalah PT Bumi Parama Wisesa (BSD dan Hongkong Land), PT Praba Selaras Pratama (BSD dan AEON Mall Japan), dan PT Indonesia International Expo (BSD dan Dyandra).Saat ini, BSD City merupakan salah satu proyek andalan perseroan dengan area pengembangan secara keseluruhan mencapai 5.950 hektar.
Sebagai informasi, posisi saat ini harga lahan di Serpong, khususnya di kawasan BSD City mencapai Rp12-13 juta persegi untuk kawasan perumahan, sedangkan komersial mencapai Rp18-20 juta meter persegi. Selain itu, perseroan juga memangkas target perolehan dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan II senilai Rp 3 triliun. Dimana dari rencana awal ditargetkan dana sebesar Rp 1,5 triliun menjadi Rp 650 miliar
Kurnia Land Bangun Kondotel Mewah di Bintan

Bagi investor yg biasa menanamkan modalnya pada usaha properti, kini ada peluang investasi baru pada Pulau Bintan. Group Kurnialand ketika ini sedang membentuk Kondotel Melia Bintan & memberi kesempatan kepada para investor buat membeli unit-unit kondotel yg mulai dipasarkan. Tentu saja ini sangat menarik lantaran kondotel ini nantinya akan dikelola operator hotel terkemuka global, Soll Melia sehingga memudahkan mendatangkan tamu-tamu internasional buat menginap pada kondotel tadi kelak. Apalagi lokasinya sangat premium, pada pantai pasir putih yang latif dan gampang diakses oleh tamu-tamu yang berangkat dari Singapore.
Ya, pemain properti nasional, KurniaLand Group, kini memang mulai aktif memasarkan proyek barunya pada Pulau Bintan & ketika ini telah mulai memasuki tahap kontruksi pembangunan. Proyek kondotel di Bintan ini oleh KurniaLand akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan Soll Melia sebagai akibatnya nanti dinamai Melia Bintan. Di Bintan, Kurnia Land yang memiliki tanah 6 hektar ini sedang membentuk kondominium hotel dengan tinggi 7 lantai. Rencananya kondotel ini akan terdiri dari 319 unit pada dalamnya yg terdiri menurut 3 tower & 1 ballroom.
Pengerjaan kontruksi bangunan kondotel ini diserahkan ke BUMN yang sudah berpengalaman, PT Brantas Abipraya (Persero), dan saat ini sudah memulai proses konstruksi. Menelan anggaran investasi sekitar Rp 500 miliar ini, rencananya proses konstruksi kondotel akan selesai pada tahun 2019 dengan standar fasilitas bintang lima. Bagi Group KurniaLand, proyek Melia Bintan ini diharapkan bisa mengulang suksesnya di proyek serupa di Puncak, Bogor, yakni Sahid Eminence Ciloto dimana proyek itu laris manis dan kondotelnya pun selalu penuh dikunjungi tamu.
Zaid Mahdani, Presiden Direktur Kurnia Land Group, sangat antusias berinvestasi di Bintan lantaran melihat prospek wisata pulau itu yang sangat menarik. Proyek kondotel Melia Bintan dia hadirkan buat merespon trend rakyat yg sangat tinggi dalam berwisata ke daerah Bintan. Kondotel MELIA BINTAN terletak di Pantai Sebong, Bintan yg sangat gampang diakses menurut Singapura.
Lokasinya berada di kawasan pantai yang memiliki pasir putih halus dan langsung berhadapan dengan laut China Selatan sebagaibest view.Pemandangan alam, laut, pantai, hutan bakau sangat memanjakan mata. Dari kondotel ini nantinya juga sangat mudah untuk mengakses infrastruktur seperti airport, pelabuhan international, lapangan golf, mall dan sejenisnya.

Melia Bintan akan dikembangkan menjadi hotel resort dan pusat bisnis bintang empat dengan fasilitas luxury bintang 5. Di dalamnya akan ada grand lobby; lounge, Ballroom kapasitas 1.000 orang, Meeting Room, Karaoke Room, Mezanine, Ocean Wedding Chappel, Pray Room, Sky Lounge & Resto, dan Ocean Restaurant. Konsep lainnya, ada Riverside Spa, Infinity Pool, Swimming Pool, Children Pool, Private Jacussi, Outdoor Jacussi, Children Play Ground, Therm Park, Mini Zoo, Fitness Center, Sport Centre, Jogging Track, dan Outbond.
Didukung oleh operator kelas dunia yang sudah berpengalaman global, Melia Hotels, manajemen Kurnialand sangat yakin proyek di Bintang ini akan sukses. Kepada investor, Kurnialand menawarkan investasi strata title kepemilikan (Sertifikat Hak Milik), program bagi hasil yang saling menguntungkan, dan kemudahan akses KPA. Kondotel yang ditawarkan meliputi empat tipe kamar suite, antara lain Junior Suite, Executive Suite, Presidential Suite, dan Royal Suite. Sejauh ini KurniaLand sudah memiliki mitra investor loyal yang siap berinvestasi karena melihat prospek pengembangan wilayah Bintan dan prospek bisnis kondotel itu sendiri.
Bagi Zaid Mahdani, investasinya membangun Melia Bintan merupakan bagian dari komitmennya untuk memajukan dunia pariwisata Kabupaten Bintan. Dengan bekal pengalamannya, dan melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Bintan, ia sangat optimis Bintan akan menjadi destinasi baru layaknya Bali atau The New Bali. Dalam hal ini Bintan punya keunikan budaya melayu yang bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan, selain faktor alamnya yang sangat indah.
Zaid sendiri sengaja dalam lima tahun kedepan ingin mengembangkan KurniaLand dengan fokus pada pengembangan properti yang terkait sektor wisata atau industri hospitality. Selain di Bintan dan Ciloto (Bogor), Kurnialand juga sedang ancang-ancang meluncurkan proyek barunya di Lembang (Jawa Barat) berupa kondotel yang akan dipadukan dengan resort dan lapangan golf.
Sudarmadi
Kisah bisnis menarik lainnya:
Masri Nur: Sukses Berbekal Keyakinan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia
Alim Satria Dirikan Satoria Group
Lama tak terdengar kabarnya, mantan pentolan dan pemegang Group Maspion, Alim Satria, ternyata kini mengembangkan group bisnis sendiri. Group baru tersebut dinamai Satoria Group yang bergerak di bidang hospitality, property, manufacturing, entertainment, trading dan services. Setelah pisah dan menjual sahamnya di Group Maspion yang didirikan ayahya, ia langsung fokus menggenjot bsinis sendiri. Kini bisnisnya yang sudah berjalan antara lain pengembang perumahan, mal, industrial estates dan mixed development building. Bahkan juga sudah mengembangkan beberapa industri manufaktur baru.
Tampaknya tak sulit dengan pengalaman dan reputasinya bagi Alim Satria untuk membesut bisnis sendiri, di luar dari Group Maspion yang kini dipimpin kakaknya, Alim Markus. Alim Satria sudah banyak makan garam dalam pengelolaan bisnis. Mantan co-owner dan Managing Director Maspion Group (1976 – 2013) ini ikut membantu Maspion Group dalam membesarkan PT. Siam Maspion Terminal, Maspion LPG storage tank, Maspion Square Mall, Singapore National Academy International School dan PT Alumindo Tbk. Setelah reda keributan pemberitaan soal penjualan tanah, Alim Satria tampaknya memilih mundur dari Maspion Group dan menjual sahamnya Maspion Group yang didirikan Alim Husin sejak 1971 tersebut.
"Setelah perseteruan berlalu, maka saya dan keluarga saya menetapkan mengakhiri karir aku pada Maspion Grup dan menjual seluruh saham saya yang ada pada Maspion Grup, dan mulai merintis bisnis saya sendiri beserta Istri dan anak-anak saya tercinta menggunakan mendirikan SATORIA GROUP, perusahaan yg berkecimpung dalam bidang sektor Properti, Industri, Perhotelan, Trading dan Jasa," tutur Alim Satria pada sebuah release-nya.
Alim Satria yg sekarang adalah shareholder & President Director Trillium Office and Residence ini terus perluasan di usaha-bisnis yang mulai dikembangkannya. Di bisnis properti, antara lain Satoria Group menyebarkan mall CITY MARK SATORIA di Makassar, kemudian SATORIA HOTEL, sebuah hotel bintang 4 pada Jl. Adisucipto KM 8, Sleman, Yogyakarta. Juga membangun gedung tower perkantoran Satoria Tower di Surabaya.
Bahkan Satoria Group juga sudah mengembangkan sayap bisnisnya di bidang manufaktur dengan mendirikan dua pabrik baru, Satoria Pharma dan Satoria Agro dan di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Group ini masuk di bisnis farmasi karena melihat kebutuhan cairan infus di dalam negeri yang mencapai lebih dari 150 juta botol per tahun. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkatkan seiring dengan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan BPJS. Satoria Group melihat adanya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan cairan infus sebagai peluang bisnis dengan mendirikan pabrik Satoria Pharma. Untuk tahap awal, pabrik Satoria Pharma akan memproduksi cairan infus 50 juta botol per tahun, namun kedepan akan dikembangkan menjadid total kapasitas pabrik 110 juta botol per tahun.
Di bisnis agro, Satoria Agro memproduksi sweetener, creamer dan faarmer bersama turunannya. Saat ini, pabrik mempunyai kapasitas produksi buat sweetener sebesar 50.000 ton per tahun, sedangkan buat creamer & farmer sebanyak 15.000 ton per tahun. Produk ini menyasar pasar pada negeri. Kedepan, perushaan ini pula akan melakukan pengembangan produk spesifik yang menaruh nilai tambah dan diminati pasar.
Yang pasti, menarik menyimak prinsip Alim Satria, "meskipun saya telah meninggalkan Maspion Grup, namun Family is Family, keluarga tetaplah keluarga. Saya dan keluarga tetap menjalin hubungan baik dengan dengan Maspion Grup, karena dari sanalah saya ditempa belajar kehidupan dan berusaha keras menjadi pelaku usaha yang sukses hingga saat ini". Tentu saja menarik kiprah bisnis Satoria Group ini kedepan dan menarik disimak akan seberapa cepat Alim Satria dan anak-anaknya memacu laju bisnis Satoria Group.
Sudarmadi
(HP 081 384 160 988)
Jurus Gamaland Kembangkan Bisnis Properti

Salah satu konglomerasi lokal, Group GamaCorp, sekarang semakin aktif membidik peluang di usaha properti. Group bisnis yg awalnya hanya mengelola usaha misalnya agrobisnis dan trading komoditi sawit ini sekarang makin sibuk menggeluti bisnis properti melalui anak usahanya Gamaland. Sebelumnya Gamaland sukses menuntaskan proyek mercusuar berupa Gama Tower, sebuah gedung tertinggi di Indonesia, berlokasi di sapta Jl Rasuna Said, yang menggabungkan konsep perkantoran & perkantoran (Hotel Westin). Gamaland dikabarkan menghabiskan fulus Rp 2 triliun buat mendirikan Gama Tower tadi.
Gamaland sendiri merupakan bagian berdasarkan Group GamaCorp yang dibangun abang-beradik taipan dari Medan, Ganda Sitorus dan Martua Sitorus yg jua dikenal menjadi pengusaha papan atas pada bidang perkebunan dan perdagangan minyak sawit. Didirikan sejak 2011, Gamaland merupakan bintang usaha baru pada bisni properti Indonesia, mempunyai sejumlah properti, terutama di Indoonsia. Proyek yang dikembangkan meliputi tempat industri skala akbar, gedung perkantoran kelas atas, hotel-hotel populer dan kompleks perumahan mewah. Belakangan juga melakukan ekspansi ke pengembangan segmen real estat. Lalu, Gamaland sebelumnya jua telah sudah sukses menggarap sejumlah proyek besar di pada & luar negeri. Untuk pada negeri, antara lain Menara Multivision di Jakarta & Hotel JW Marriott di Medan.
Ya, belakangan ini Gamaland makin aktif menggarak proyek properti, baik pada bidang office tower juga residendial. Misalnya membentuk ARANDRA Residence, proyek yg mengusung konsep apartemen residensial menggunakan konsep tropical beach resort, terdiri berdasarkan lima tower, dengan total sekitar 1500 unit. ARANDRA Residence dibangun pada atas lahan seluas dua,4 hektar yang berlokasi pada Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Manajemen proyek Gamaland disini dikelola sang Jocelin Sitorus, President Director Gamaland. Untuk memasarkan unit-unit yang dijual, Gamaland menunjuk enam agen properti, yakni Era Peak, Harcourt Central, KR Property, LJ Hooker Indonesia, Ray White & Urban Ace.
Gamaland telah berani mengakuisisi proyek mangkrak & membangunnya pulang menjadi properti hunian menggunakan nilai Rp 3,5 triliun. Proyek mangkrak tersebut merupakan Sentosa Residences bekas garapan Bahama Group. Gamaland mengambilalih proyek pada sapta Cempaka Putih, Jakarta Pusat, tersebut menggunakan mahar Rp 600 miliar. Di luar itu, Gamaland juga berafiliasi menggunakan Group Ciputra buat buat merevitalisasi aset PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Tanjung Morawa. Selain itu, ke 2 group ini akan membesut megaproyek seluas 14 hektar di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur yang akan dibangun 17 menara apartemen untuk kelas menengah ke bawah.
Yang terkini, Gamaland pula dikabarkan membangun The Aviva Tower di London, Inggris. The Aviva Tower yang jua dikenal menjadi Helen's akan diruntuhkan buat memberi ruang bagi pencakar langit yg dirancang sebagai menara perkantoran tersebut. Pengembang akan membangun gedung dengan tinggi 304 meter, sedikit lebih rendah dari bangunan The Shard di selatan Sungai Thames yang menjulang 309 meter. Group Gamaland memang mengembangkan properti di sejumlah negara, tak hanya di Indonesia.
Tampaknya, Gamacorp semakin meyakini bahwa mereka butuh usaha properti sebagai penyeimbang usaha mereka di bidang kelapa sawit buat mengurangi aneka macam resiko lantaran fluktuasi harga komoditi. Jangan taruh semua telur pada satu keranjang!
( Dea Amalyta )
Mengenal Cara Kerja Investor Private Equity
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe