Orang Miskin Ditendang Dari Universitas
Itu adalah bahasa rielnya. Kini biaya pendidikan di universitas negeri makin mahal. Bahkan di universitas negeri pada daerah sekalipun. Orang tua yg menyekolahkan anak ke perguruan tinggi niscaya merasakan benar mahalnya pendidikan kita. Bahkan buat anak-anak cerdas yg berhasil lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri, biaya itu terasa mencengangkan. Untuk masuk Fakultas Ekonomi UGM, contohnya, selesainya lulus tes, seorang calon mahasiwa ditarik uang pangkal 40 juta rupiah. Untuk Fakultas kedokteran di beberapa PTN sanggup mencapai 200 juta rupiah.Bahkan di perguruan tinggi negeri yag belum terkenal pun masuk FK juga ratusan juta. Kasian banget orang miskin, secara riel mereka sudah ditendang dari universitas.
Ucapnya sih terdapat subsidi, tetapi nyatanya itu jumlahnya tak siginifikan. Bahkan pada beberapa PT anugerah subsidi buat masyarakat miskin hanya dijadikan lip servise atau taktik bunga buat menutup buruknya image lantaran pungutan yg menggila. Celakanya, kalangan PT partikelir juga ikut2an naikin biaya .
Semoga segera terdapat perubahan kebijakan & kembali ke sistem lama yg membuat masyarakat miskisn bisa kuliah lagi, Pemerintah wajib subsidi PTN full.
Alangkah mahal biaya kuliah di universitas kita. Berkuliah di luar negeri, seperti Jerman, Australia, bisa jadi lebih murah ketimbang pada universitas negeri terkemuka itu. Meskipun sudah sekalian dihitung porto hayati pada luar negeri. Itu sebabnya, sebagian orang mulai melirik kuliah di luar negri daripada membayar uang pangkal yg tidak masuk akal itu.
Kita mesti mengevaluasi balik cara pendidikan ini diatur. Sistem ini, lama -usang hanya melayani golongan superkaya pada warga kita. Sebab hanya merekalah yang sanggup membayar kursi perguruan tinggi negeri kita. Cara ini menyingkirkan anak anak muda yg miskin, meskipun mereka cerdas. Itu merupakan, kita menghilangkan potensi anak bangsa buat berkembang. Juga merusak kemajuan bangsa kita.
Wahai Bapak-Bapak penghasil keputusan, ingatlah saudara2 kita yang miskin, jangan bisu atau pretensi tuli melihat nasib mereka. Tuhan Maha Melihat Anda.
Pengusaha Ini Sukses Kembangkan Obonk Steak Group

Daripada menjadi ekor naga, lebih baik menjadi kepala ular. Filosofi ini yang mendasari keputusan Sugondo menggelindingkan usaha sendiri. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara, Jakarta, ini sebelumnya sempat berkarier di beberapa perusahaan, termasuk sebagai bankir di Bank Majapahit. Namun ia memilih mendirikan usaha sendiri di bisnis resto. Setelah beberapa kali gagal, Sugondo dan keluarganya sukses mengembangkan jaringan bisnis resto khusus steak. Gerainya tersebar di berbagai kota besar. Keputusan Sugondo berwirausaha terbukti tak salah. Dibantu anak-anaknya, ia sukses mengembangkan bisnis restotan steak. Malah, tak berlebihan bila kini ia dijuluki si Raja Resto Steak. Pasalnya, jumlah gerai resto steak yang ia kelola bersama anak-anaknya mencapai lebih dari 60, yang tersebar di berbagai kota besar. Usaha resto steak keluarganya kini dikonsolidasi dalam bendera Obonk Steak Group. Maklum, selain mengembangkan gerai resto Obonk Steak, Sugondo juga punya Waroeng Steak, Kampoeng Steak dan Spiring Resto.
Bagi Sugondo, usaha resto steak merupakan titik puncak dari pengembaraannya mencari peluang bisnis yg paling pas buat dirinya. Ya, bepergian karier & kewirausahaannya cukup berliku. Ia pernah lama tinggal di Jakarta, lantaran memang bercita-cita mampu meraih sukses pada kota metropolitan ini. Tak mengherankan, begitu lulus dari Untar dalam 1970-an, ia eksklusif bekerja di Bank Majapahit. Ia sempat berkarier tujuh tahun pada bank partikelir ini. Lepas dari bank itu, dia gonta-ganti pekerjaan, hingga akhirnya menetapkan mendirikan perusahaan jasa konstruksi, PT Trindo Bahana Sarana. Tetapi, bisnis ini hanya dilakoninya selama 5 tahun.
Karena merasa bisnisnya tidak sanggup berkembang di Jakarta, dalam 1986 beliau menutup perusahaannya itu dan memilih hijrah ke kota istrinya, Solo. Di kota ini, suami Ninik Mulyani ini mencoba membuatkan usaha garmen dengan memproduksi sandang wanita. Untuk mendukungnya, ia pun membuka butik yang diberi nama Jasmine Fashion. Selain itu, lantaran melihat terdapat peluang empuk, Sugondo juga menggarap bisnis hiburan malam dengan membuka diskotek. Hanya dalam setahun, 3 diskotek didirikannya pada kota keraton itu: Freedom, Nirwana & Solo Diskotik. Cerdiknya, buat mendirikan ketiga distotek tadi, ia tak mengeluarkan kapital sedikit pun lantaran menggandeng orang lain yang punya uang. ?Saya merasa beruntung pernah tinggal usang di Jakarta sehingga hanya menjual inspirasi & mendapatkan 10% saham,? Ucapnya.
Tetapi, dalam tahun 2000 ia menetapkan menjual seluruh usaha hiburan tersebut. Alasannya, tidak sesuai menggunakan hati nuraninya. Ia mengaku, awalnya ingin berbagi konsep rumah musik yg sehat, bebas menurut arak. Tetapi dalam perjalanannya, ia tidak bisa mengontrol. ?Rasanya sekarang telah plong, karena tidak punya beban lagi,? Ucapnya lepas.
Selain diskotek, kala itu ia juga mendirikan resto & pub untuk kalangan menengah kota Solo, bernama Aquarius. Di sinilah ia seperti mulai menemukan arah untuk pengembangan bisnisnya, yang ternyata kelak mengubah kehidupan keluarganya. Di resto Aquarius, steak menjadi menu andalan karena banyak penggemarnya walau harganya terbilang mahal. Naluri bisnis Sugondo muncul. Ia menemukan ide berekspansi dengan mengembangkan resto khusus steak. Hanya saja, ia ingin membuat steak dengan harga lebih terjangkau agar penjualannya makin bagus. Pendeknya, ia ingin menjadikan steak makanan yang digemari masyarakat dan terjangkau kantong mereka. “Kalau bisa murah, kenapa harus mahal!” serunya.
Pada pertengahan 1990-an itulah, Sugondo mendirikan resto khusus steak. Bapak empat anak ini terus mencari ramuan yang pas, agar makanan Barat ini bisa diterima lidah orang Indonesia dan dijual dengan harga yang terjangkau masyarakat luas. Karena itu, juga ia memperkenalkan slogan citra “Menu bintang lima, harga kaki lima”. Kalau di kebanyakan resto seporsi steak dijual sampai Rp 75 ribu, Sugondo bisa menjual jauh lebih murah. “Di restoran atau hotel memang mahal, karena banyak komponen biaya yang harus kita tanggung,” ungkapnya. “Tapi, meskipun kami jual murah, keuntungan sudah lumayan.”
Resto steak yang didirikannya pertama kali bernama Casper Steak. Namun, antara harapan dan kenyataan masih belum ketemu. Casper Steak bisa disebut gagal menarik konsumen seperti yang diharapkan. Ia pun terpaksa menutup restonya yang baru seumur jagung. “Di kalangan masyarakat awam, kayaknya masih melekat image yang kuat bahwa steak adalah makanan mahal dan khusus buat orang berduit,” tutur lelaki yang sekarang selalu berkopiah ini.
Meski Casper Steak yang dibukanya di Solo gagal, Sugondo tak putus asa. Pada tahun yang sama, ia mencoba menggapai keberuntungan di Yogyakarta. Kali ini, konsep yang ia jual agak berbeda. Ia menawarkan konsep kafe, dengan menu utama steak. Meski berlokasi di Yogya -- tepatnya di kawasan Pasar Kembang, dekat Malioboro -- ia memberi nama resto/kafe steak-nya Kafe Solo. Sasaran yang ingin digaet memang wisatawan asing yang sering kongko di tempat itu.
Namun, lagi-lagi Sugondo harus menelan pil pahit. Nasib Kafe Solo tak lebih bagus daripada Casper Steak, sehingga juga terpaksa ditutup karena kurang direspons konsumen. Wisatawan asing yang diharapkan datang, ternyata tak melirik sama sekali. Wisatawan atau konsumen lokal pun enggan masuk. “Kami gagal karena salah konsep dan salah membidik konsumen,” kata Sugondo menyimpulkan. Menurutnya, ia menghabiskan dana lumayan besar ketika mendirikan Kafe Solo. Namun lagi-lagi, hal ini tak membuatnya patah arang. Semangat membuka resto steak terus membara. Hanya saja, karena keterbatasan dana, ia merasa harus mengubah strategi bisnisnya.
Setelah gagal dengan dua resto steak-nya tadi, Sugondo lalu mendirikan Obonk Steak. Namun, jangan dibayangkan sama dengan dua resto sebelumnya. Pasalnya, Obonk Steak tak menempati bangunan yang representatif, hanya menumpang di emperan butik Jasmine Fashion di depan Samsat Yogya. Ini dilakukan karena ia sama sekali tidak memiliki dana untuk sewa toko/rumah. Namun tanpa diduga sebelumnya, Obonk Steak justru dibanjiri konsumen.
Ia pun mulai menangani upaya pemasaran secara serius. Otak bisnisnya kembali menggagas inovasi. Untuk mengedukasi pasar, ia menyebar leaflet. Ternyata, cara ini cukup efektif. Pelan tapi pasti, konsumen terus berdatangan. “Dalam waktu tiga bulan, kami sudah bisa menutup biaya operasional, sesuai dengan target kami,” katanya bangga.
Karena perkembangan Obonk Steak yang begitu menggembirakan, tak sampai setahun kemudian, tepatnya pada 1995, ia membuka cabang di Solo, bekerja sama dengan adik iparnya. Dengan strategi pemasaran yang sama seperti yang dikembangkan di Yogya, cabang di Solo juga mengalami pertumbuhan bagus.
Sejak awal, Obonk Steak dirancang untuk membidik pasar menengah-atas. Hanya saja, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan steak yang dijual di resto atau hotel umumnya. Kendati begitu, menunya yang disediakan cukup beraneka: ribs, tenderloin, black pepper, tender pepper, T-bone, gindara, cumi, hot tuna, dan lain-lain. Selain itu, juga dilengkapi dengan aneka pasta, sup, salad sayuran, aneka minuman jus, es krim, soft drink dan hot drink. Bahan utama steak, yakni daging, disediakan dua jenis: lokal dan impor. Konsumen tinggal pilih sesuai dengan selera dan kemampuan kantongnya. Untuk lokal, steak dijual Rp 18-24 ribu/porsi, sedangkan steak daging impor Rp 23-46 ribu/porsi.
Dengan konsep seperti itu, Sugondo berhasil mengembangkan bisnis resto steak-nya. Ia pun sukses membimbing keempat anaknya mengembangkan bisnis yang sama. Waroeng Steak, Kampoeng Steak dan Spiring Resto, adalah nama-nama resto steak yang dikembangkan anak-anak Sugondo. “Mereka tampaknya sudah enjoy jadi pengusaha,” katanya.
Terhitung sejak tiga tahun lalu, Sugondo tak lagi terlibat langsung dalam bisnis resto tersebut. Namun, bukan berarti ia lepas tanggung jawab sama sekali. “Tugas saya hanya sebagai konsultan dan motivator, selain itu juga menandatangani kontrak kerja sama dengan pihak lain. Anak-anak yang mengelola, saya bosnya,” ujar lelaki kelahiran Surabaya ini sambil tertawa lepas. Obonk Steak memang jadi training ground anak-anak Sugondo dalam menjalankan bisnis ini. Sekarang, pengelolaan resto ini telah diserahkannya kepada mereka.
Dari hasil pernikahannya dengan Nanik Mulyati, Sugondo dikaruniai empat anak: Jody Brotoseno, Jonet Herjuno, Joyce Silawati dan Jarot Jatmiko. Dari keempat anak itu, yang ke-2, 3 dan 4, diserahi tugas memegang kendali Obonk Steak. Sementara Jody, alumni Arsitektur Atma Jaya, Yogya, sejak 2002 punya bisnis steak sendiri dengan bendera Waroeng Steak. Jumlah gerainya cukup banyak, kejar-kejaran dengan Obonk Steak. “Sebelum buka Waroeng Steak, saya banyak belajar dari Bapak dalam mengelola Obonk Steak,” kata Jody.
Dalam pengelolaan Obonk Steak, dilakukan pembagian tanggung jawab di antara anak-anak Sugondo. Permbagiannya per wilayah. Jonet mengelola gerai Obonk Steak di Jawa Timur (Surabaya, Malang) dan Bali (Denpasar). Alumni Akademi Uang dan Bank ini sekarang tinggal di kota kelahiran bapaknya, Surabaya. Joyce, putri satu-satunya, tinggal di Solo, kebagian tugas mengelola Obonk Steak wilayah Jawa Tengah dan DI Yogya. Mahasiswi Publisistik Universitas Negeri Sebelas Maret Solo ini juga bertanggung jawab atas kelangsungan bisnis garmen Jasmine Fashion yang didirikan orang tuanya di kotanya pencipta lagu Bengawan Solo, Gesang, itu. Adapun si bungsu, Jarot, semenjak duduk di bangku SMA di Jakarta sudah dipercaya mengelola Obonk Steak di sekitar Jabotabek dan Jawa Barat. Yang menarik, jumlah gerai di wilayah pengawasan Jarot cukup banyak karena ada di beberapa kawasan, seperti di Cinere, Bogor, Depok, Buaran dan Jatiwaringin.
Selain menginspirasi anak-anaknya berbisnis, selama ini Sugondo juga telah banyak memberikan lapangan pekerjaan bagi keluarga besarnya dengan melibatkan mereka sebagai manajer gerai. Contohnya, Abiyan T.H. yang menjadi manajer Obonk Steak di Jogya, adalah adik kandung istri Sugondo. Jika tidak ada keluarga, mereka menyerahkan pekerjaan kepada orang luar yang dipercaya. “Kebanyakan yang menjabat sebagai manajer memang masih keluarga sendiri,” ujar Abiyan. Namun, untuk tertib administrasi dan manajemen, setiap manajer di gerai dibantu tiga kepala bagian: keuangan, belanja dan stok barang. Masing-masing memiliki tanggung jawab sendiri yang tidak boleh dirangkap. ”Tujuannya untuk mengantisipasi kebocoran karena yang pegang uang tidak boleh belanja sendiri, sedangkan yang bertugas mengontrol persediaan stok barang juga ada bagian sendiri,” tutur Sugondo.
“Virus” wirausaha tampaknya makin kuat di tubuh keluarga Sugondo. Setelah Jody sukses dengan Waroeng Steak, sang adik juga berusaha mengikuti jejaknya. Belakangan Joyce membuka Spiring Cafe. Sementara Jonet yang ada di Surabaya, mengibarkan bendera Kampoeng Steak tiga tahun lalu. Jumlah gerai Kampoeng Steak baru 9, tersebar di Ja-Teng dan Ja-Tim.
Tidakkah mereka khawatir akan saling berebut konsumen? Rupanya, untuk mencegah munculnya persaingan yang tidak sehat, sudah ada kesepakatan antara Jody dan adik-adiknya untuk tidak saling mengganggu pasar masing-masing. Jody dengan Waroeng Steaknya yang sudah mapan agaknya cukup rela memberi ruang gerak kepada adik-adiknya untuk berkembang. Misalnya, ia tidak akan membuka cabang di kota yang lebih dulu dimasuki Kampoeng Steak. “Mereka bikin kesepakatan sendiri, saya tidak campur tangan,” ucap Sugondo soal pembagian wilayah bisnis anak-anaknya.
Menurut Sugondo, di antara gerai resto steak yang dikelola keluarganya, yang berpotensi bersaing adalah Waroeng Steak dan Kampoeng Steak. Sebab, kedua resto ini memilik konsep yang sama: membidik pasar menengah dengan harga relatif terjangkau. Adapun Obonk Steak diposisikan untuk pasar menengah-atas. “Kalau Obonk ketemu Waroeng atau Kampoeng, tidak masalah,“ Sugondo menandaskan.
Soal pengembangan usaha, awalnya Sugondo lebih banyak mengembangkan cabang dengan mengajak berkongsi keluarga dekat, termasuk anak-anaknya. Sejak 2004, ia mengajak pemilik modal lain untuk bergabung menjadi mitra. Ia juga telah mengembangkan model waralaba (franchise). Saat ini ada tiga cabang yang dikembangkan dengan cara waralaba, salah satunya di Batam. Kini untuk mendapatkan hak waralaba Obonk Steak, cukup disediakan modal Rp 75 juta. Dana ini untuk franchise fee Rp 50 juta, dan untuk penyediaan peralatan Rp 25 juta.
Selain warabala, tidak sedikit juga yang hanya sekadar urun modal lalu menerima keuntungan bersih setiap bulan. Ada pula yang menyediakan tempat dan peralatan lengkap. “Kami cukup buat perjanjian di notaris saja, berapa modal yang ditanam dan berapa keuntungan yang dibagikan. Yang jelas, keuntungan yang didapat di atas bunga bank,” kata Sugondo menjamin. Dengan model pengembangan seperti itu, kini Obonk Steak telah merambah berbagai provinsi, antara lain Ja-Teng, DI Yogya, DKI Jakarta, Ja-Bar, Ja-Tim, Bali, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Hingga September lalu, total cabang Obonk ada 28. “Tahun ini, kami berencana membuka empat cabang lagi di Jakarta, Yogya, Bogor dan Makassar.”
Diakui Sugondo, untuk membuka setiap cabang, ia membutuhkan modal yang lumayan besar. Apalagi, jika harus mengontrak rumah. Namun, bisnis ini ternyata cukup menarik investor karena sejauh ini cepat baik modal. Ia mengklaim rata-rata dalam tempo 7 bulan modal yang ditanam sudah balik. Namun ia mengakui, ada beberapa cabang yang harus ditutup dan pindah tempat karena tidak bisa berkembang dengan baik. ”Biasanya karena kesalahan memilih tempat,” katanya menganalisis. Masih menurut Sugondo, gerai dikatakan baik bila setiap bulan bisa mendatangkan omset Rp 100-200 juta. Biasanya kalau ada gerai yang tiap bulan hanya menghasilkan omset tertinggi Rp 50 juta, pihaknya akan memberikan perhatian khusus ke gerai tersebut. Kini sebagian besar gerainya menghasilkan omset di atas Rp 100 juta.
Sugondo punya patokan sendiri untuk melihat prospek sebuah gerai. Ia selalu melihat dalam jangka tiga bulan. Kalau tiga bulan pertama bagus, bisa dilanjutkan untuk dikembangkan. Namun kalau kurang menggembirakan, lebih baik ditutup saja. Ini kepercayaan yang didasarkan pada pengalamannya. Maka, bila pada bulan awal sepi, ia tidak mau melanjutkan pengembangan gerai. Itulah pula alasannya menutup dua bisnis resto pertamanya di Yogya sebelum menggarap Obonk Steak. “Daripada menanggung beban operasional, kita banting setir lagi saja dari awal,” Sugondo menekankan keyakinannya.
Sekarang, Sugondo mengaku puas melihat perkembangan Obonk Steak. Apalagi, anak-anaknya pun sukses mengibarkan resto sendiri. Namun, yang lebih membuatnya terharu adalah kala ia mampu memberikan lapangan kerja bagi orang lain. Saat ini gerai Obonk Steak saja menyerap sedikitnya 750 tenaga kerja. Waroeng Steak mempekerjakan ratusan karyawan. Mungkin saja, Kampoeng Steak dan Spiring Cafe akan menyusul keberhasilan kedua resto steak tersebut. *
Penulis: Sudarmadi
Kisah bisnis menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Sukses Andrew Santoso Mengembangkan Bisnis Resto

Hobi makan tak selalu jelek. Buktinya, dari hobi makan ini, Andrew Santoso menjadi wirausaha wan sukses di bisnis restoran. Kini, Andrew memiliki dan mengelola resto Mangkok Putih yang sudah punya banyak cabang, serta punya boutique food court di Senayan City bernama Urban Kitchen. Juga mendirikan resto yang happening seperti LOEWY Gastropub, Meja Kitchen, Pepin &;Malloy Hot Dogs, Miura Pintxos Bar & Grill, Miura Pintxos Bar, Embassy, Score, Portico, dan Domain.
Kiprah Andrew di bisnis resto tak lepas dari masa lalunya ketika kuliah di Jurusan Pemasaran Bentley College, Boston, Massachussets, Amerika Serikat. Di sana ia yang gemar makan kerap mengunjungi China town untuk menikmati berbagai menu, khususnya mi. Segala macam bakmi dari Asia, termasuk bakmi Vietnam dan Thailand, disantapnya. Setelah kembali ke Indonesia, ia melihat bakmi hampir seragam. Maka, ia memulai bisnis resto dengan mengembangkan resto Mangkok Putih yang konsepnya menyediakan bakmi dari berbagai negara, terutama Asia. “Yang kami tonjolkan dalam branding bukan bakminya, tapi Mangkok Putih, agar tidak head-to-head dengan merek-merek bakmi lain,” Andrew menjelaskan kiatnya.
Resto Mangkok Putih pertama dibuka di daerah Mendawai, Kebayoran, dengan luas 70 m2. Desain interior Mangkok Putih menganut jenis noddle bar. Ada beberapa bar dalam satu resto yang masing-masing pemasaknya berbeda. Ada bar untuk bakmi goreng, rebus, kukus, dan lain-lain. “Resep pengolahan kebanyakan dari ibu saya. Idenya kami ambil dari buku-buku resep, lalu kami olah agar pas dengan lidah orang Indonesia” kata Andrew seraya menjelaskan, ibunya jago masak. Jenis bakmi yang terkenal di Mangkok Putih antara lain bakmi bebek panggang, bakmi telur, bakmi Thailand, kwetiau, bakmi ijo, dan udon. Selain itu, juga ada menu yang lebih umum, seperti nasi goreng.
Diakui Andrew yang pernah menjadi pramusaji di Boston, Mangkok Putih tak direncanakan berekspansi terlalu kencang dengan pola waralaba karena awalnya memang merupakan bisnis keluarga. Manajemen ditangani Andrew dan adiknya, Anita Santoso. Modal awal Mangkok Putih sepenuhnya dari orang tuanya, sebesar Rp 50 juta untuk gerai pertama pada 2001. Kemudian tiap tahun rata-rata menambah satu gerai baru – lebih luas dan investasinya lebih banyak, Rp 200 juta/gerai. Kini Andrew mengelola 6 cabang Mangkok Putih yang semuanya berlokasi di Jakarta.
Setelah merasa mantap berbisnis resto, Andrew tertarik mengembangkan konsep resto baru hingga kemudian lahirlah Urban Kitchen (UK) di Senayan City lantai 5. Sebelumnya ia melihat, pilihan resto di Jakarta banyak, tapi kadang membingungkan para penikmat untuk memilihnya. “Dengan Urban Kitchen, semua pilihan menjadi jelas karena tiap pengunjung bisa memilih langsung hidangan yang hendak mereka santap,” ujarnya bernada promosi.
Berbeda dari Mangkok Putih yang dimiliki penuh keluarganya, UK didirikan 8 investor, termasuk Andrew. Tujuh investor lainnya merupakan kolega Andrew. UK berkonsep boutique food court. Pihaknya menyewa area seluas 1.500 m2, lalu ditawarkan ke kalangan pemilik resto untuk buka gerai bersama-sama di dalamnya. Andrew mengklaim UK merupakan satu-satunya di Indonesia. UK menawarkan berbagai makanan dengan harga bervariasi, Rp 20-90 ribu.
Desain interior UK terbagi dalam empat konsep, yaitu ethnic Asian, modern European, indoor terrace dengan lokasi outdoor, dan library cafĂ© dengan sofa dan kursi yang cozy serta atmosfer yang nyaman. Sebenarnya, ide membangun UK sudah ada tiga tahun silam, tapi kesiapan konsep, lokasi dan mental memang baru datang belakangan. “Kami harus cari tempat yang tidak hanya luas, tapi pengelola malnya harus satu visi,” ujar Andrew yang melihat Senayan City cocok dengan target pasar UK. “Kami menyewa dalam durasi lima tahun, dengan harga sewa Rp 600 ribu/m2/bulan.”
Untuk pengisi tempat (tenant), pihaknya mencari yang punya ciri khas sehingga bisa mewakili masakan asal negara tertentu. “Saya cobain resto satu per satu, mana yang kira-kira bisa cocok dengan daerah Senayan City, lalu kami datangi satu per satu dan kami tawarkan konsepnya,” kata Andrew. Menurutnya, para tenant tak perlu modal besar. Istilahnya, tinggal bawa alat dapur saja. Bentuk kerja sama dengan tenant adalah kontrak sewa tempat selama lima tahun plus bagi hasil. Masing-masing tenant diberi tempat dengan luas sama, 30 m2.
Kini, berkapasitas 450 tempat duduk, UK menampung 12 gerai resto terkemuka yang menawarkan beragam masakan. Mulai dari masakan Indonesia (Nasi Liwet Keprabon, Mangkok Putih, Woku-Woku dan Savoy), masakan Cina (My Kitchen), masakan Barat (Hot Pepper), masakan Italia (La Scala), masakan Malaysia (Little Penang), masakan Thailand (Sup-Sip), masakan Korea (Kung), sampai masakan Jepang (Sushi Groove). Selain itu, ada tiga bar di dalam UK, yaitu beverage bar, chocolate bar (Chocolate) dan coffe bar (Brew&Co). Masing-masing gerai di UK berkonsep open kitchen yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses pengerjaan makanan yang dipesan.
Linda Krisno, pemilik resto Hot Pepper -- salah satu tenant UK -- mengaku dari awal langsung tertarik melihat rencana Andrew dkk. membuat UK. “Saya yakin akan berhasil,” kata Linda yang juga pemegang waralaba resto Chillie's dari AS. Dalam tiga bulan ini, ia cukup puas dengan kinerja gerai Hot Peppernya. Jangan heran, ia berencana menambah gerai lagi kalau UK buka cabang baru.
Hal senada dikemukakan Theo Widjaja, salah satu pemilik Sushi Groove yang membuka gerai ke-6 di UK. Berhubung sudah mengenal Andrew dkk., Theo pun bersedia ketika ditawari bergabung di UK. “Secara konsep dan prospek kami melihatnya cukup bagus. Konsepnya baru di Indonesia,” ungkap wirausaha resto yang sukses itu.
Andrew yakin, UK akan terus berkembang. Kini pengunjung UK saat hari kerja rata-rata 700 orang/hari dan 1.000-1.200 orang saat akhir pekan. Kebanyakan pengunjungnya kalangan profesional muda saat hari kerja, dan pada waktu akhir pekan kebanyakan keluarga. Ia menargetkan per hari UK dikunjungi 1.500 orang dan mencapai breakeven point dalam tiga tahun. Untuk itu, pihaknya terus menggenjot langkah pemasaran, di antaranya melakukan cobranding dengan penerbit kartu kredit (Citibank dan Bank Mandiri), membuat program acara untuk komunitas ibu-ibu arisan, dan mengadakan gathering. Tentunya, juga terus mengandalkan promosi word of mouth dari jaringan kawan dan mitra bisnisnya. Ke depan, UK mencoba merambah mal-mal lain di Jakarta, dengan harapan tiap tahun tambah satu lokasi.
Urban Kitchen selalu mengambil lokasi yang premium. Misalnya anda bisa berkunjung ke Urban Kitchen Pacific Place. Saat memasuki boutique food court ini, pengunjung disambut lampu neon besar bertuliskan inisial Urban Kitchen yang terlekat di dinding. Urban Kitchen Pacific Place tampil baru. Urban Kitchen Pacific Place saat ini memiliki kapasitas 550 tempat duduk. Untuk kartu transaksi, Urban Kitchen menggunakan sistem kartu dianggap lebih mudah dan higienis dibandingkan harus membayar langsung dengan uang di tiap counter.
Untuk menu makanan, kini Urban Kitchen memiliki dua dapur utama yaitu Waroeng 100 Hari dan Internasional. Kehadiran Waroeng 100 Hari menjadi bentuk perayaan kekayaan dan kelezatan kuliner Indonesia. Berbagai makanan Indonesia populer dijual di Waroeng 100 Hari yang mengusung konsep kuliner temporer. Tak hanya makanan berat, disini juga ada Kios Tjemtjeman yang menyediakan bermacam camilan dan seruputan tradisional. Roti bakar selai lobi-lobi, pisang penyet, ketan susu duren, teh poci pantura, dan wedang uwuh menjadi bagian dari menu Kios Tjemtjeman.
Andrew pun belakangan terus tak berhenti berkreasi dengan mendirikan brand-brand resto baru yang happening. Bersama mitra-mitra bisnisnya, ia juga mendirikan LOEWY Gastropub, Embassy, Score, Portico, dan Domain, Meja Kitchen & Bar, Pepin & Malloy Hot Dogs, Miura Pintxos Grill, dll. Masing-masing mengusung konsep resto yang berbeda. Berbisnis resto tak lepas dari kemampuan membaca tren dan melakukan inovasi, hal itu yang akan terus dipegang oleh Amdrew. "Industri F&B bergerak dengan cepat. Kami berinovasi agar sesuai dengan perkembangan tren di Jakarta," tutur Andrew Santoso berprinsip.
Penulis: Sudarmadi, email: wingdarmadi@gmail.com
Kisah bisnis menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Keteladanan Leadership di Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Kolaborasi Toyota-Daihatsu Episode 2
Setelah sukses menetaskan & memasarkan Avanza-Xenia, kini Toyota-Daihatsu balik berkolaborasi meluncurkan Rush & Terios. Duit sebanyak US$ 70 juta diguyurkan buat peningkatan kapasitas pabrik. Sanggupkah mereka melebarkan pasar SUV di Tanah Air?
Beberapa minggu terakhir dunia otomotif negeri ini kembali dihangatkan ulah bareng 2 pemain krusial, PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Setelah sebelumnya ? Tepatnya dalam 2003 ? Mereka berkolaborasi berakibat Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, sekarang mereka kembali meluncurkan kendaraan beroda empat kembar, yg diberi nama Toyota Rush & Daihatsu Terios.
Boleh jadi, mereka berdua ingin mengulang sukses manis yang dicapai Avanza-Xenia. Lihat saja, di tengah kondisi usaha otomotif nasional yang terpukul kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, Avanza-Xenia masih sanggup berkibar dengan penjualan per bulan pada atas dua ribu unit. Baik Avanza maupun Xenia adalah kendaraan beroda empat penumpang dengan penjualan mengesankan ? Selain Kijang Innova tentunya ? Yang hingga sekarang sudah terjual tidak kurang menurut 200 ribu unit. Keruan saja peluncuran Rush dan Terios kali ini pun disambut respons para kompetitor. Beberapa kompetitor bahkan pribadi gencar beriklan supaya mindshare mereka tidak tergilas oleh kehadiran 2 kendaraan beroda empat kembar anyar ini.
Di Indonesia, Rush dan Terios diproduksi di pabrik yang sama, yakni di pabrik milik ADM. Kerja sama ini bisa terjadi karena secara global Toyota memang telah mempunyai 51% saham Daihatsu, sehingga kebijakan produksi di antara kedua merek internasional berasal Jepang itu sangat mudah dikoordinasi buat mencapai taraf skala ekonomi. Daihatsu Terios sendiri sebenarnya sudah diperkenalkan sebelumnya dalam ajang Tokyo Motor Show 2005.
Berbeda berdasarkan Avanza-Xenia yang dikategorikan sebagai kendaraan beroda empat low multipurpose vehicle (MPV), Terios dan Rush diposisikan menjadi tunggangan medium sport utility vehicle (SUV). ?Kami melihat di segmen SUV medium pasarnya relatif terbuka lantaran belum ada pemain lain yang bertenaga di sana,? Kata Johanes Loman, Direktur Pemasaran ADM, sewaktu bersama rombongan wartawan menurut Indonesia melakukan kunjungan ke pabrik Daihatsu di Oita, Jepang, beberapa minggu kemudian. ?Di Indonesia kebanyakan bermain di SUV premium seperti Honda CRV, Nissan Terrano, Opel Blazer,? Lanjutnya.
Bila dilihat berdasarkan kualifikasi produknya, Rush dan Terios memakai teknologi yang ?Telah jadi?, bukan dalam tahap uji coba lagi. Maklum, sebenarnya produk ini telah dipasarkan pada Jepang sejak awal 2006, dan sejauh ini sama sekali tidak terdapat komplain soal teknologi. ?Di Jepang, untuk produk sejenis dinamai Daihatsu Be-Go, sedangkan Toyota tetap memakai nama yang sama, Rush,? Istilah Sachio Yamazaki, Eksekutif Daihatsu Motor Co. Ltd. Ia menyampaikan, di tingkat global sebenarnya Toyota-Daihatsu juga pernah berkolaborasi beberapa kali, misalnya pada proyek bareng peluncuran Toyota Passo-Daihatsu Boon (2004); serta Toyota bB dan Daihatsu Coo (2005/2006).
Yang menarik, ketika Daihatsu Be-Go dibawa ke Indonesia menggunakan dilakukan beberapa penyesuaian, khususnya soal kapasitas penumpang yang sanggup diangkut. Di Jepang, Be-Go hanya memuat empat penumpang, ad interim di Indonesia Terios diposisikan memuat 7 penumpang. Tak heran, buat produk yg dipasarkan pada Indonesia ukurannya 14 cm lebih panjang dari yg beredar di Jepang.
Strategi menambah kapasitas loka duduk nampaknya belajar dari kebiasaan konsumen Indonesia yang biasanya menyukai menggunakan mobil beramai-ramai. Tak heran, mobil-mobil yg sukses pada Indonesia memang yg merogoh positioning sebagai tunggangan keluarga seperti Toyota Kijang, Suzuki Carry, Daihatsu Zebra, Avanza, & Xenia. Nampaknya pasar gemuk ini tak hendak dilewatkan begitu saja.
Tak heran, meski Rush & Terios bermain pada segmen SUV yg umumnya pasarnya nisbi mini dibanding MPV, baik ADM juga TAM relatif percaya diri memasang target. ?Kami harapkan per bulan setidaknya sanggup terjual 1.000 unit,? Ujar Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM. Target yang sama juga dicanangkan pihak Daihatsu. Bukan kebetulan harga Rush dan Terios dipatok lebih murah ketimbang kendaraan beroda empat-kendaraan beroda empat SUV yang telah tersebar di Indonesia.
Jelasnya, Terios ditawarkan (harga on the road) dengan beberapa kelas, yakni: Rp 122,lima juta (versi standar atau berkode TS); Rp 151 juta (versi TX transmisi manual); dan Rp 161 juta (versi TX yang bertransmisi otomatis). Adapun harga Rush (on the road), buat yg berjenis transmisi otomatis (1.5S A/T) dipatok Rp 179 juta (Jakarta); tipe 1.5 S M/T (transmisi manual) Rp 165 juta; & 1.5 G M/T seharga Rp155 juta. Mobil berpenggerak 2 roda (4x2) ini tersedia pada aneka macam pilihan rona plus aksesori menarik.
Rush & Terios bisa ditawarkan dengan harga lebih murah, antara lain disebabkan kandungan lokalnya telah mencapai 72%. Kendati begitu, spesifikasinya tak kalah ciamik dibandingkan menggunakan mobil-mobil SUV yg lebih premium. Untuk Rush, mesin yg digunakan 3SZ-VE berkapasitas 1,lima liter (1.495 cc), empat silinder segaris, 16 katup (empat katup per silinder), double overhead camshaft (DOHC), variable valve timing with intelligent (VVT-i), yang membentuk tenaga maksimum 107 PK pada 6.000 rpm (putaran mesin per mnt), & torsi maksimum 142 Nm dalam 4.400 rpm. Mobil ini pula dilengkapi fitur-fitur keselamatan berkendara. Struktur rangka Rush, sebut saja, dibuat menggunakan teknologi GOA body yg meminimalkan risiko cedera penumpang dan pengguna jalan. Fitur keselamatan standar seperti ABS, EBD, Dual SRS Airbags dan side door impact beams pula telah digunakan.
Sementara itu, Terios memakai mesin 3SZ-VE 1.5 DOHC VVT-i, yg dilengkapi catalitic converter. Jelas, keberadaan fitur ini menegaskan bahwa Terios memenuhi baku emisi gas buang Euro dua. Mobil ini pula punya bumper depan yang kokoh, fender-nya pun tampak gembung sehingga mengesankan jantan. Ruang interiornya dilengkapi AC double blower, double DIN CD radiotape baik dalam tipe TX manual juga matik. Untuk tipe TX, dilengkapi dengan lampu depan tipe proyektor. Ruang interiornya ini mempunyai dua tone colour, kombinasi rona gading dan cokelat, sebagai akibatnya kesannya glamor. Pada tempat duduk baris kedua dilengkapi fitur separate sliding seat dan split double folding guna kemudahan keluar-masuk tempat duduk pada baris ketiga.
Dari sisi kualifikasi produk, Rush dan Terios sudah melewati proses riset dan quality control yang panjang. Toyota ataupun Daihatsu sendiri telah menerapkan teknologi robotik dalam proses manufakturnya untuk meminimalisasi terjadinya kesalahan jika dikerjakan tangan-tangan manusia. Wartawan SWA sendiri bersempatan melihat bagaimana proses manufakturing mobil-kendaraan beroda empat Toyota dan Daihatsu pada Jepang yg telah sedemikian canggih.
Baik pabrik Toyota pada Toyota City (Nagoya City) juga pabrik Daihatsu pada Oita City, keduanya dilengkapi ratusan robot ? Selain energi insan tentunya. President Daihatsu Motor Kyushu, Akihiro Higashisako, membanggakan pabriknya sebagai pabrik yg sangat terkini menurut segi teknologi. ?Selain itu sangat ramah lingkungan. Pabrik ini telah sesuai menggunakan konsep Gelombang CCC: Clean, Compact, Compartable,? Ujar Akihiro, yang sayangnya tidak memperkenankan pabriknya difoto para pengunjung.
Bagaimana produksinya di Indonesia? Proses manufakturing Rush dan Terios pada Indonesia dilakukan ADM pada dua pabrik, yakni pada Sunter & Cikarang. Pabrik Sunter buat termin finishing. Tak main-main memang, guna meluncurkan Terios dan Rush ini ADM menginvestasikan tambahan dana yg cukup akbar. ?Kami tingkatkan kapasitas produksi menjadi 150 ribu unit per tahun berdasarkan sebelumnya 114 ribu unit per tahun. Dan kami melakukan investasi baru sebanyak US$ 70 juta,? Papar Sudirman M.R., Wapresdir ADM. Sebagai implikasi mulai dipasarkannya Terios, produksi Daihatsu Taruna yg daur hidupnya mulai menurun dilarang lantaran perannya digantikan Terios.
Terkait menggunakan masa depan Terios-Rush, pertanyaan utama yg sering mengemuka merupakan bisakah hasil kerja sama kedua ini sesukses Avanza-Xenia? Johanes mencoba bersikap realistis bahwa kemungkinan penjualannya tidak akan semassal Xenia-Avanza. Alasannya, Terios & Rush bermain pada kategori SUV & harganya sedikit lebih tinggi.
Boleh jadi, jawabannya memang tergantung bagaimana Toyota dan Daihatsu membentuk demand pada kalangan yg dituju. Sukses pemasaran Honda Jazz mungkin sanggup jadi pelajaran. Ketika Honda Jazz akan dimuntahkan hampir tak ada pemain otomotif yg memprediksi penjualannya bakal semasif kini , karena pasar sedan mini hatchback ini diperkirakan hanya terbatas anak muda. Tetapi wajib diakui, pemasarnya relatif cerdik pada mengemas komunikasi pemasarannya. Konsisten dengan positioning mobil anak muda atau orang yg ingin bergaya belia, ditambah endorser yg pas (duo Ratu), sekarang Honda Jazz tampil melesat pada luar perkiraan.
Bisa saja Rush dan Terios lebih sukses mengingat mereka menyasar pasar ceruk (niche market) yang lebih gemuk (apalagi dengan 7 penumpang). Yang kemudian menentukan adalah kreativitas komunikasi Daihatsu-Toyota, serta kejeliannya menembak segmen gaya hidup. Sejauh ini Rush dipasarkan dengan slogan citra (tag line): Unleash Yourself (bebaskan dirimu); sedangkan Terios mengambil tema Stylish & Adventure. Kalau pemilihan tema ini bisa dipadukan dengan program-program komunikasi yang intensif dan tepat, tentu berpotensi mengantarkan perkawinan kedua Toyota-Daihatsu di Indonesia kali ini pun happy ending.
Lika-Liku Tris Tanoto Besarkan Bisnis Ikan Arwana


Kesuksesan merupakan buah dari kerja keras. Tapi sukses pun tak terlepas dari faktor keberuntungan – atau hoki dalam bahasa kalangan Tionghoa. Itulah yang diyakini Tris Tanoto, wirausaha sukses di bidang penangkaran dan ekspor arwana merah. Tris Tanoto, pemilik PT Munjul Prima Utama (MPU), dikenal sebagai pengusaha sukses di bisnis ikan arwana dan salah satu pemain besar di bisnisnya. Semua produknya untuk ekspor (100%). Kebanyakan pembelinya datang dari Jepang, Taiwan, Cina, Thailand, Singapura dan Korea. Dengan kerja keras, terus mendalami bisnisnya dan tekun, ia bisa bertahan di bisnis ikan yang dibatasi banyak aturan itu,
Perjalanan bisnis Tris membuatkan usaha arwana melalui PT Munjul Prima Utama (MPU), bermula dari sebuah kebetulan. Kisahnya berawal dalam 1985, waktu Tris berusia 36 tahun. ?Sampai dengan usia 35 tahun aku masih miskin,? Ungkapnya pada penulis yg bertandang ke kolam penangkaran arwananya di tempat Munjul, Jakarta Timur.
Kala itu, seorang sahabat Tris yang sehari-hari berdagang ikan arwana tiba kepadanya, & setengah memaksa menawarkan ikan-ikan arwananya karena butuh uang. Jumlah ikan arwana yang ditawarkan 400 ekor. Tak lezat menolak permintaan sang sahabat, Tris pun membelinya. ?Saya sendiri nggak tahu mau aku apakan arwana-arwana itu. Sebab, niatnya cuma mau bantu teman,? Ucap Kris mengenang seraya mengakui bahwa ketika itu ia sama sekali tidak punya pengalaman memelihara arwana. Waktu itu ikan arwana yg masih mini (panjang 12 cm) di Jakarta dihargai kurang lebih Rp 250 ribu per ekor. Biasanya pedagang membeli menurut Kalimantan seharga Rp 150-175 ribu. Selain berniat membantu, yang membuat Tris berani merogoh risiko adalah lantaran ia sudah mendengar menurut kawan-kawannya bahwa bisnis ikan arwana sanggup menghasilkan laba cepat.
Ketika itu Tris baru menikah sebagai akibatnya punya lebih banyak ketika pada rumah. ?Maklum, sebelumnya aku senang keluyuran ke mana-mana,? Pungkasnya sembari terkekeh. Untungnya lagi, dalam pemeliharaannya, menurut 400 ekor ikan tadi tidak terdapat satu pun yang meninggal.
Dalam sebuah program reuni menggunakan teman-teman SMP-nya, ada seseorang temannya yg dikenal jago fengshui menyebutkan bahwa peruntungan Tris di bisnis yg terkait menggunakan air. ?Coba deh engkau cari usaha air minum kaya Aqua atau pabrik es. Jangan buka bisnis yang lain misalnya restoran!? Ucap Tris menirukan nasihat temannya. Tris tak menceritakan bahwa ia punya kesibukan dengan arwana. Penasaran dengan ramalan itu, dia bertekad menyeriusinya. ?Siapa memahami cocok dengan ramalan sahabat itu,? Ujar laki-laki berbadan tegap yg tak sempat mengenyam pendidikan pada bangku kuliah ini.
Dua bulan berselang, masih di tahun 1986, bisnis ikan arwana meledak. Tiba-datang teman yg dulu memberikan ikan arwana datang lagi dan berniat membeli balik . Bahkan, sang teman bersedia membeli ikan-ikan itu dengan harga US$ 1.500 per ekor (kurs ketika itu setara menggunakan sekitar Rp 2,6 juta per ekor). ?Saya sempat kaget dengan tawaran itu, karena baru memelihara 3 bulan kok naiknya telah berlipat-lipat,? Katanya. Namun, Tris tidak serta-merta menerimanya, karena dia jua telah merasakannya sebagai hobi. ?Saya bertahan meski berkali-kali ditawar,? Ceritanya mengenang. Dan, hingga kemudian hatinya terbujuk pula manakala oleh mitra menawar dengan harga US$ 4 ribu per ekor atau total kurang lebih US$ 1,6 juta. ?Saya kaget. Lantaran ia memang betul-betul punya uang, maka pribadi saya jual,? Celoteh Tris yang kala itu pribadi kaya mendadak. ?Hari itu jua saya membeli tanah ini untuk dijadikan kolam penangkaran,? Tambahnya.
Keberuntungan yang dramatis itu menciptakan Tris makin serius menggeluti bisnis arwana. Ia kemudian mengembangkan tanahnya yg seluas tiga ribu m2 pada Munjul Cipayung, Jakarta Timur itu sebagai kolam pemeliharaan & penangkaran. Hasil penjualan 400 ikannya juga dipakai untuk membeli lagi ikan-ikan arwana dari para pemilik perorangan di seputar Jakarta. Rata-rata harganya Rp 750 ribu per ekor. ?Ikan-ikan itu saya ceburkan saja di sini & aku suruh orang buat mengurus. Alamnya sebisanya dibentuk seperti di Kalimantan. Tiap akhir bulan, aku tiba buat memberi gaji karyawan & beras,? Tris menuturkan.
Di tahun 1988 Tris terkejut, berdasarkan kolamnya terlihat ikan-ikan kecil yg setelah diamati ternyata anak-anak arwana yang telah menetas dari telur para induk yg diceburkan dua tahun sebelumnya. ?Wah, itu hari yang bersejarah, Pak. Hati aku seumur-umur paling senang ya hari itu,? Ungkap Tris. Keterkejutan Tris beralasan, mengingat menangkar ikan langka ini pada Jakarta sangat susah lantaran ketidaksesuaian dengan iklim dan syarat airnya. ?Saking senangnya, siapa saja yg mau lihat aku perbolehkan,? Imbuhnya.
Setelah memahami di kolamnya arwana mampu membiak, Tris makin terpacu memperluas kolam arwananya. Lahan-lahan di sekitarnya pun ia beli, hingga seluas 1 hektare. Masalah baru menghadangnya waktu beliau mulai mengurus perizinan (legalitas), khususnya izin penangkaran & ekspor arwana. Ia mulai mengurus izin penangkaran tahun 1988, tetapi tak kunjung dikabulkan pemerintah. Alasannya, arwana tidak sanggup ditangkarkan di luar habitatnya. Ini mengherankan, karena kenyataannya ikan-ikannya sanggup berbiak. Bahkan, kalangan media cetak dan televisi telah memberitakan. Beberapa pejabat juga sudah tiba mengambarkan. Setelah melalui usaha tidak kenal putus harapan, biar penangkaran baru diperolehnya tahun 1991. Permintaan biar ekspor yang sudah disodorkannya berdasarkan tahun 1987 malah lebih alot, karena baru keluar tahun 1996.
Tak bisa dipungkiri, waktu itu global bisnis di Tanah Air memang masih dimonopoli oleh kalangan yang dekat menggunakan penguasa (kroni). Tris tahu saat itu satu-satunya perusahaan yg mampu mengekspor merupakan perusahaan yg sahamnya dimiliki seseorang pejabat penting ? Ia sendiri nir menyebutkan jati diri perusahaan dan pejabat itu.
Ketika izin ekspornya belum keluar, Tris mengakui beratnya bisnis yg harus dia jalankan. Pasalnya, saat ikan-ikannya telah mampu berkembang biak dengan baik, ia tak sanggup memasarkannya ke luar negeri.
Hingga biar ekspor belum keluar ? Berarti hanya boleh menjual pada pada negeri ? Sanggup dibayangkan betapa Tris megap-megap pada menjalankan usaha. ?Waktu itu per tahun mampu berbiak 1.500 ekor padahal indukannya cuma 94 ekor,? Paparnya. Otomatis, Tris menanggung porto pemeliharaan makin akbar ? Untuk biaya listrik, pakan, energi kerja, & lain-lain. Lantaran jumlah ikan makin poly, otomatis dia jua wajib menambah luas lahan. ?Beban usaha saya makin akbar. Padahal, usaha yg lain telah saya jual,? Tris mengenang pengalaman pahitnya.
Perjuangan buat memperoleh izin ekspor dilakukannya dengan banyak sekali cara, termasuk aktif melakukan kegiatan public relations. Beberapa kali beliau mengundang pehobi arwana, pejabat dan kalangan media massa, buat menunjukan bahwa penangkarannya memang berhasil dengan baik. Tak heran, relatif poly orang krusial & orang asing yg datang mengunjungi kolam arwana Tris pada Munjul. Bahkan, di tahun 1994 PT Munjul dijadikan pilot project penangkaran arwana yang dikunjungi Pangeran Akisino berdasarkan Jepang. Nama Munjul Prima Utama pun makin berkibar. Bahkan, lembaga global pada bawah PBB yg bertugas mengurus satwa langka, CITES, pernah tiba jua ke lahan penangkarannya. Di waktu itulah Tris mengajukan protes ke CITES kenapa dirinya nir diperbolehkan melakukan ekspor sementara terdapat perusahaan lain yg diperbolehkan.
Petugas CITES itu tersentak mendengar protes Tris karena sebelumnya CITES menduga yang selama ini melakukan ekspor arwana menurut Indonesia adalah organisasi pemerintah. Berkat pelaporan ini, akhirnya biar ekspor untuk MPU keluar juga pada 1996. Sejak itu, Tris pun leluasa mengekspor arwana. Apalagi, MPU pun telah diakui CITES menggunakan nomor registrasi A-ID-505. Saat itu jumlah ikan indukannya telah mencapai kurang lebih dua ribu ekor.
Begitu menerima izin ekspor, Tris pribadi melakukan pembenahan internal. Ia menyortir pulang semua ikan tangkarannya. Yang terbagus dipilih buat dijadikan induk. Ia meyakini berdasarkan stok induk (parent stock) arwana hanya terdapat 10%-15% yg indah. ?Yang terbaik saya ambil buat induk. Lainnya saya jual murah, Rp 1 juta per ekor,? Ungkapnya. Mudah sejak itu taktik yg dilakukan Tris artinya pemuliaan jenis, yakni menggunakan mengawinkan induk-induk terbaik. Strategi inilah yang membedakan menurut para penangkar lain di Indonesia ? Yg sekarang jumlahnya sekitar 200 pemain.
Dari gerombolan indukan kelas satu itu (dianggap generasi F1), sehabis dikawinkan membentuk generasi F2 yang diperkirakan 75% turunannya berkualitas cantik. Dari 75% itu kemudian dikawinkan lagi buat membuat generasi F3 yg diperkirakan 90% anaknya cantik. ?Begitu seterusnya hingga F4, hampir 100% cantik. Sekarang ini saya telah sampai F5,? Ujar Tris seraya memilih pada kumpulan akuarium yang berisi anak-anak ikan arwana generasi F5. ?Bisnis & kerja aku ini pemuliaan jenis. Seperti emas, yg dilakukan artinya memurnikan emas-emas itu menurut unsur-unsur lain sebagai akibatnya sahih-benar merupakan emas murni,? Tris menganalogikan.
Strategi pemuliaan jenis yang dilakukan Tris secara ketat ini tidak lepas dari taktik bisnisnya yang memang hanya menyediakan arwana kualitas premium. Ia hanya menjual ikan-ikan arwana merah super (super-red) yang sahih-sahih unggulan dan langka, tidak seperti biasanya para penangkar dari Kalimantan atau Sumatera. Ini juga terlihat menurut harga per ekor arwana yg dijualnya. Sekarang, harga homogen-rata arwana merah menggunakan panjang lebih kurang 30 cm pada Jakarta Rp 3 juta per ekor (pada Kalimantan harganya cuma Rp 1-1,5 juta); sedangkan ikan-ikan hasil budi daya MPU dijual per ekor US$ 2 ribu (sekitar Rp 18 juta). ?Ikan aku harganya lima kali lipat harga ikan mereka, Pak,? Kata Tris mengakui. Lantaran yakin atas kualitas arwana hasil penangkarannya, Tris terlihat tidak risi pelanggannya bakal lari walaupun menerapkan pricing secara premium.
Strategi menggarap segmen premium menggunakan pemuliaan jenis ini, berdasarkan Tris, adalah satu-satunya jalan baginya buat mampu bersaing menggunakan para pemasok ikan arwana menurut Kalimantan. ?Kalau aku jualan dengan kualitas biasa, dengan harga murah seperti mereka, saya telah kalah & bangkrut dari kemarin,? Ungkapnya. Tentu saja Tris punya dasar bertenaga, terutama karena beliau berupaya membentuk ikan unggulan. ?Segala jenis binatang, apa pun jenisnya, semakin mulia atau murni dan harganya tinggi, maka keturunannya akan semakin sedikit,? Kata Tris yg mempekerjakan 50 karyawan buat mengurus kolam arwananya.
Air yang berlimpah di Kalimantan & harga lahannya yang cuma Rp 5 ribu per m2, lanjut Tris, merupakan keuntungan bagi penangkar arwana di Kalimantan. Adapun di Munjul, harga tanahnya per m2 telah Rp 700 ribu, dan porto pengadaan air (lewat proses siklus ulang) pula tak murah. Karena itulah, Tris memilih menangkap segmen paling atas agar porto produksinya sanggup terkejar menggunakan model penangkaran di Jakarta yg serba mahal.
Sekarang, laki-laki yg tinggal di kawasan Pluit ini mempunyai 600 ekor indukan arwana. Biasanya, arwana yg masih remaja (umur 9 tahun) per tahun bisa menghasilkan anak (lewat cara bertelur) 3-empat kali. Sementara yang usianya sudah 30 tahun, membentuk anakan selesainya 2-3 tahun sekali. Ikan arwana ini, dijelaskan Tris, sebenarnya sanggup berproduksi sampai usia 35 tahun, asalkan kita mengetahui cara perawatannya.
Tris membeberkan sebagian kiat budi dayanya. Selama ini, setiap 10% berdasarkan output anakan selalu disisihkannya untuk dijadikan calon indukan pada kemudian hari. Menurutnya, arwana merah (arowana super-red) dibagi 2, yakni jenis sintetik dan otentik. Yang dimaksud jenis sintetik, dalam pengembangannya menggunakan obat-obatan buat memperindah kondisi ikan; sedangkan jenis otentik, kualitas aslinya memang sudah bagus secara alami. Tris sendiri cenderung berbagi pola kedua. ?Emas walaupun dibuang ke lumpur tetap saja emas, tidak berubah. Demikian pula arwana super-red yg memiliki genetik murni, bila memang dasarnya merah ditaruh di akuarium mana pun niscaya tetap kelihatan merah,? Dia menegaskan. Walaupun masih berumur muda dan cuma ukuran 20-25 centimeter, menurut Tris, kalau memang ikan itu berkualitas indah, sudah kelihatan kualitasnya.
Tris umumnya menjual ikan menggunakan berukuran panjang 15-35 centimeter. Ia memberi merek ikan-ikan hasil budi dayanya menggunakan nama ultrared. Awalnya semua penangkar mengirim arwana merah menggunakan sebutan super-red. Beberapa lama kemudian orang Jepang melihat arwana super-red keluaran MPU kelihatan lebih merah dibanding yang lain, sehingga orang Jepang menyarankan memberinya nama ultrared. Ciri khas arwana ultrared, yakni memiliki rona merah darah & rona ring tebal (thick scales hampir 90% tertutup rona merah). Warna merahnya mampu menutupi semua bagian muka arwana dan ekor yg mekar misalnya bunga hong hua (bunga merah).
Mengenai pemasaran ikan output penangkarannya, selama ini Tris sengaja menyasarkan seluruh produknya buat ekspor (100%). Jadi beliau memang tidak melayani pembeli domestik. Biasanya beliau melayani order minimum 50 ekor, & pembayarannya dilakukan penuh sebelum pengiriman. Kebanyakan pembeli tiba dari Jepang, Taiwan, Cina, Thailand, Singapura & Korea. Hanya saja, pada setahun terakhir ia lebih banyak melayani pembeli dari Cina, karena di Negeri Tirai Bambu ini kini banyak orang kaya baru. ?Kalau pemasaran, aku nir pernah cari. Mereka yg cari saya dan tiba ke sini. Jadi, untuk urusan buyer saya nir pernah kesulitan,? Ujar pengendara Mitsubishi Pajero ini.
Tampaknya ucapan Tris bukan omong besar belaka. Dari penelusuran penulis secara online ke beberapa situs penggemar arwana dunia termasuk di Jepang, tampak sekali nama PT Munjul Prima Utama telah sangat dikenal. Alvin Koh, direktur pengelola situs para pehobi arwana yg ternama pada global, www.Arofanatics.Com, menyebut PT Munjul Prima Utama menjadi ?One of the most well-known farms among the Japanese arowana hobbyists and famous for the outstanding coloration of their red arowanas.? Nama Munjul pun telah relatif tersohor pada kalangan penggemar arwana pada Cina dan Korea.
Saat ini, sebenarnya yg dirasakan Tris menjadi hambatan adalah kasus keterbatasan produksi. Tris mengaku tak sulit memasarkan berapa ekor pun arwana. Jumlah penjualannya sejauh ini tergantung pada berapa banyak produksinya, bisa ribuan, mampu hanya ratusan per tahun. Tahun lalu misalnya, angka produksinya turun, yakni hanya beberapa ratus ekor ikan setahun karena cuaca nir mendukung.
Mengenai budi daya arwana ini memang tak lepas menurut kasus kualitas air. ?Dalam menangkarkan arwana yg terpenting adalah menjaga syarat air, sedangkan hal lain relatif tidak sulit,? Papar Tris seraya menyebutkan air kolam wajib terus diganti tiap hari. Tris mengaku sempat masygul karena kolam pertamanya yang berlokasi pada Jl. Raya Hankam Munjul telah tidak mampu dipakai lagi lantaran airnya mulai dengan air lingkungan sekitarnya. Ini cukup memusingkannya, sebab sejak dari awal ia menerapkan kebijakan tidak akan membeli ikan berdasarkan penangkaran lain buat diekspor. Tetapi, terdapat hal yang menciptakan Tris sekarang bisa bernapas lega lagi. Kolam ikannya yang baru, yg 6 kali lebih luas (6 ha) di Pondok Rangon ? Tak jauh berdasarkan Munjul ? Telah sanggup dipakai.
Penulis: Sudarmadi (wingdarmadi@gmail.Com)
Klik link dibawah ini buat baca kisah usaha menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama pada Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia
Johnny Sardjanto, Corporate Trainer yang Sukses Tanpa Gembar-gembor
Sudarmadi
Sebagai trainer, nama Mohamad Johnny Sardjanto memang tak setenar Ary Ginandjar, Mario Teguh, Andrie Wongso, James Gwee, Tung Desem Waringin, ataupun Reza Syarif. Namun, soal kelarisan & ?Jam manggung?, beliau tak kalah menurut nama-nama yg lebih populer itu.
Di mata poly direktur SDM pada perusahaan BUMN dan perusahaan multinasional, sosok Johnny memang tidak asing lagi. Lewat PT Pinastika Sasura, jasa Johnny dicari perusahaan-perusahaan akbar yang ingin memompa motivasi & kinerja karyawannya. Lembaga training yg didirikan Johnny dalam 1991 itu terkenal dengan paket pelatihan yang dianggap Peningkatan Karya Prestatif (PKP).
Secara total sudah lebih dari 24 ribu orang pernah ikut pelatihannya. Sederet kliennya dari kalangan swasta, misalnya Riau Pulp & Paper, Asian Agri, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (pertambangan batu bara), PT Aplikanusa Lintasarta (TI dan telko), Banpu Group (pertambangan), Freeport Indonesia (pertambangan), Koba Tin, Multi Bintang Indonesia, Pama Persada Nusantara (Grup Astra), Grup Bakrie, dan sederet nama lain. Sementara klien dari BUMN, sebut contoh Aneka Tambang, Indosat, Jasa Marga, Telkom, Kimia Farma, Jasa Marga, Semen Gresik, Pupuk Kaltim, PTPN, dan Perusahaan Gas Negara.
Masing-masing perusahaan ini bisa mengirimkan ratusan sampai ribuan karyawan (dalam beberapa angkatan) untuk mengikuti pelatihan yang disuguhkan Johnny. Sebagai contoh, Banpu Group. Raksasa pertambangan asal Thailand yang di Indonesia punya lima perusahaan tambang besar ini mengirimkan lebih dari 2.000 karyawannya.
Keberhasilan Johnny ini dibangun lewat perjalanan hidup yang cukup berliku. Kakek Johnny salah satu orang terkaya di Yogyakarta-Jawa Tengah dan dikenal sebagai Raja Berlian. Namun, ekonomi keluarganya kemudian jatuh ke titik terendah. Bahkan, Johnny sempat menjadi sopir angkot. Ia beruntung, mendapatkan beasiswa belajar hingga kemudian bisa berkarier di beberapa BUMN (PT Rekayasa Industri, Pupuk Kujang, Pusri, dan Pupuk Iskandar Muda), Departemen Perindustrian, dan Sekretariat Negara. Ia pun pernah mendapatkan berbagai penghargaan atas pretasinya. Ia mengaku membantu berdirinya PT Pupuk Iskandar Muda. Johnny memang punya keahlian di bidang produktivitas kerja, sehingga jasanya amat dibutuhkan pemerintah yang waktu itu tengah gencar membangun banyak industri.
Tahun 1988, lulusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro ini melepaskan statusnya sebagai pegawai negeri sipil karena merasa gajinya tidak cukup untuk membiayai pengobatan anaknya yang sakit. Johnny memilih bergabung dengan dunia swasta, dengan menjadi pengajar di Prasetiya Mulya (tiga tahun). Ia juga sempat bekerja sama dengan Tanri Abeng, yang memberinya modal untuk mendirikan lembaga pelatihan. Ia menemukan momentumnya pada 1991: mengembangkan lembaga pelatihan sendiri (Pinastika) yang berkembang hingga sekarang.
Johnny memosisikan pelatihannya, PKP, sebagai pengembangan soft skill. “Kami fokus di attitude training. Yang kami sentuh adalah jiwa manusia, bukan otaknya,” tuturnya bersemangat. Metodenya adalah berusaha merontokkan keyakinan-keyakinan lama peserta, dinolkan dan kemudian diganti dengan keyakinan baru yang kondusif bagi peningkatan kinerja karyawan.
Bila kita perhatikan, kunci sukses Johnny tampaknya terletak pada strateginya yang fokus. Dari sisi kepesertaan, misalnya, Johnny bukan tipikal pengelola lembaga pelatihan yang mengejar jumlah peserta besar (massal). “Kelas saya maksimal 75 orang dan minimal 35 orang karena saya harus mengenal dengan baik tiap peserta,” ungkapnya. Ia juga memfokuskan lembaganya itu sebagai penyedia jasa in-house training. Jadi, setiap event pelatihan yang digelar kepesertaannya pasti berasal dari satu lembaga/perusahaan. “Kalau ada peserta dari perusahaan lain biasanya cenderung akan ada defence mechanism, perasaan canggung, dan sebagainya.”
Menurut pria kelahiran Solo 1952 ini, cara tersebut juga dilakukan karena pelatihannya bersifat tailor-made, sesuai dengan kebutuhan perusahaan klien. “Model dan materi training seperti apa tergantung pada hasil wawancara saya dengan manajemen perusahaan itu, mereka hendak membentuk karyawannya ke arah mana,” katanya menjelaskan. Contohnya, meski sama-sama perusahaan pertambangan, jika kultur dan problemnya berbeda, materi dan metode pelatihannya akan berbeda. Selepas pelatihan, Johnny akan membuat laporan peta SDM dari peserta dan hal-hal yang harus dilakukan perusahaan klien bila ingin meningkatkan kinerja mereka.
Budikwanto Kuesar, Direktur Pengelola Grup Bukit Makmur yang bergerak di bisnis kontraktor pertambangan dan punya 7 ribu karyawan, mengakui perusahaannya biasa menggunakan jasa Johnny untuk mendongkrak kinerja karyawannya. Langkah ini memang inisiatif Budi yang pernah duduk sebagai Direktur Operasional Pama Persada dan pernah bekerja sama dengan Johnny. “Dari pengalaman kami, training-nya efektif dan menancapnya ke hati karyawan lebih lama. Apalagi, setelah training selalu diadakan follow-up dengan alumni agar hasilnya benar-benar efektif,” ucap Budi mengungkap pengalamannya.
Johnny hampir tak pernah berpromosi, kecuali mengandalkan getok tular (word of mouth) dari peserta lama. “Saya belum pernah pasang iklan, Mas. Dengan begini saja kami kewalahan memenuhi undangan training, karena harus kami sendiri yang melakukannya,” ujar bapak tiga anak yang sekarang lebih suka berinvestasi di bidang properti ini.
Indonesia Dairy and Consumer Milk Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Indonesia Dairy and Consumer Milk Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Market Research Report : Indonesia Snack Foods Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Indonesia Snack Foods Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Top 100 Furniture Companies / Exporter For Global Sourcing : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Indonesia Top 100 Furniture Companies / Exporter For Global Sourcing : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.com or +6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Paper Exporters For Global Sourcing : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Indonesia Paper Exporters For Global Sourcing : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.com or +6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Ready To Drink Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Indonesia Ready To Drink Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Pilihan Hotel Bintang 4 Paling Smart Bila Menginap di Dago Pakar, Bandung

Kota Bandung tak salah disebut sebagai kota nan molek. Senyum bumi Parahyangan nan indah sudah diwakili oleh Bandung yang udaranya segar, sejuk, tapi ramai dan penuh sejarah. Wisata kulinernya pun berkembang teramat pesat. Apalagi wisata belanja seperti oleh-oleh pakaian dengan desain-desain kreatif yang kekinian, sangat banyak terdapat di kota ini. Maklum, disana memang banyak butik-butik underground produsen dan penjual pakaian. Mau cari FO, juga berderet. Ibukota bumi Parahyangan ini memang selalu bikin kangen. Tak ada salahnya bersama keluarga sering-sering berkunjung ke Bandung untuk melepas penat kerja dan berlibur bersama keluarga.
Jika ke Bandung, tempat menginap yang layak dicoba dan akan membuat Anda sekeluarga kembali ke sana ialah Marbella Suites, Bandung. Marbella Suites Bandung ini adalah hotel bintang 4 yang berdiri kokoh pada kawasan Sentra Dago Pakar. Hotel ini dibangun dengan konsep layaknya sebuah apartment, dilengkapi banyak sekali fasilitas pendukung yg akan membuat kita betah menghabiskan saat berlama-usang disini. Menyediakan 180 kamar buat tamu, Marbella Suite Bandung ini dibangun menggunakan dekorasi bergaya terbaru menggunakan gedung menjulang tinggi sehingga gampang ditemukan bagi yg ingin tiba.
Salah satu keunggulan Marbella Suites Bandung ini, karena letaknya di Dago Pakar dan gedungnya tinggi, maka tamu bisa melihat kemolekan pemandangan cakrawala Bandung nan indah. Dibalut udara sejuk Bandung di pagi hari, mata kita bisa menyapu bersihnya udara pagi Bandung, ditemani secangkir kopi/teh dan semilir angin. Sangat indah.
Saya akan sarankan apabila Anda menginap di Marbella Suites Bandung, buat meminta kamar dengan posisi pada lantai yg lebih atas. Tujuannya, agar sanggup menikmati pemandangan nan indah dari balkon kamar secara lebih aporisma. Apalagi apabila keluarga Bapak/Ibu mampu menginap beserta keluarga pada Deluxe Suite, akan merasakan betapa eloknya pemandangan pada malam hari kota Bandung.
Fasilitas lain pula sangat lengkap karena hotel ini dikelola sang pemilik & pengelola yang telah sangat berpengalaman pada bisnis hotel & kondotel. Pengelolanya jua adalah pengelola & pemilik Marbella Anyer yg telah amat beken di Anyer. Di Marbella Suites Bandung ini kita juga mudah menemukan kolam renang, spa, sentra kebugaran, restoran, dan fasilitas lain yg telah dibuat dengan lengkap dan berkelas.
Untuk pilihan kamarnya sendiri, kita bisa pilih tipe Deluxe Suite, Executive Suite, Grand Executive Suite atau Master Suite. Menariknya, setiap tipe kamar yang tersedia dilengkapi dengan ruang tamu dan meja makan serta balkon yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan pepohonan hijau yang asri sambil menghirup segarnya udara bersih. Hal inilah yang tidak kita dapatkan bila menginap di hotel pada umumnya. Disini kita seperti punya private apartment unit nan mewah di tengah kota Bandung. Artinya, kalau kita mau mengundang teman atau relasi bertamu di kamar kita juga akan sangat OK. Tidakmalu-malu-in.


Lantaran itu, menurut aku , Marbella Suites ini jua sangat cocok banget buat wisatawan yg datang beserta keluarga. Kenapa? Marbella Bandung memperlihatkan kolam renang yg luas dengan pool snack bar, gym, children playground, children bike & mountain bike outdoor sport. Marbella Suites Bandung merupakan tempat buat perjamuan & pertemuan. Tetapi hotel ini pula punya Dago Grand Ballroom yg bisa dipakai untuk acara gathering bisnis, dan menampung hingga 400 orang buat sit-down dinner. Tersedia pula ruang pertemuan yg berukuran lebih mini untuk gathering atau break-outs.
Untuk kondisi dalam kamar, modelnya didekorasi dengan gaya minimalis dan aksen Indonesia klasik. Dilengkapi fasilitas yang mewah termasuk king-size bed atau twin beds, glass writing desk dan akses internet berkecepatan tinggi. Setiap kamar memiliki en suite bathroom dengan bathtub, wak-in shower dan wardrobe. Fasilitas lainnya yang terdapat di kamar yaitu IDD telephone, TV cable, minibar dan fasilitas tea dan coffee making. AC yang disediakan disemua jenis tipe kamar sebagai fasilitas standar. Setiap kamar juga memiliki balkon atau teras pribadi.

Kamar-kamar di Marbella Suites memiliki ruang tamu & ruang makan, juga dilengkapi menggunakan TV kabel & film-film internal hotel. Semua menyediakan kamar mandi eksklusif dengan bathtub, jubah mandi, & sandal kamar.
Untuk makan sulit nggak? Sangat mudah. Restoran utama terletak di Lobby, buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga tengah malam. Menyajikan menu grill sebagai andalannya, hidangan Asia dan internasional. Resto bisa menampung sekitar 90 orang dalam ruangan dan 140 orang di teras restoran. Hotel ini juga memiliki lobby lounge & bar dengan desain yang indah, berada di area lobby yang buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 11 malam dengan kapasitas tamu 25 orang. Kita bisa bersantap di Ren De Vu Restaurant yang menyajikan hidangan lokal dan internasional. Setelah itu bisa juga menikmati minuman di Diva Lounge, yang terletak di lobi.
Kalau toh ingin nongkrong di luar hotel, disekitar hotel banyak kafe-kafe terkenal seperti Sierra, Valley, dan sederet kafe lain. Ada juga wisata kuliner yang lagi happening banget di Bandung dan terletak tidak jauh dari Marbella Suites Bandung, yaitu Lawangwangi Creative Space. Restoran ini sangat unik, karena didalamnya juga terdapat galeri seni yang bisa Anda nikmati sambil menunggu giliran untuk duduk menikmati masakan lezat di restoran yang letaknya tepat dipinggir tebing. Jangan ditanya soal pemandangan yang bisa dinikmati dari restoran ini
Bila ingin olahraga pun para tamu Marbella Suites bisa menikmati kolam renang outdoor dan gym yang disediakan hotel. Spa dan pijat juga tersedia di resort ini. kita bisa bersantai di kolam renang outdoor atau bathtub spa.
Resort Marbella Suites ini berlokasi di perbukitan Dago Pakar yang menghadap ke skyline kota Bandung. Hanya sekitar 2 jam berkendara dari kota Jakarta dan sekitar 10 km ke pusat kota. Dari resort ini, jarak ke Jalan Juanda (Dago) sekitar 5 km. Bandara Internasional (Husein Sastranegara) dapat dicapai dalam waktu 45 menit berkendara. Tentu bagi wisatawan sangat diperlukan karena lokasinya nyaman, tidak berisik. Yang pasti, untuk parkir mobil juga luas dan aman, hal yang kita perlukan bagi kita yang datang dari luar kota Bandung.
Sudarmadi
Indonesia Biscuits Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Indonesia Biscuits Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.com or +6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Beef Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Indonesia Beef Market : Market Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Penginapan Paling Nyaman Untuk Keluarga di Ciater



Salah satu lokasi wisata menarik bagi warga Jabodetabek dan Jawa Barat adalah kawasan Ciater di Jawa Barat yg dikenal menjadi lokasi dataran tinggi menggunakan pemandangan nan elok & udara sejuk, sebagaimana tempat Lembang. Bagi masyarakat Bandung & Jabodetabek yg ingin mencari rileks, tentu sangat pas pulang ke Ciater yg jaraknya hanya satu jam dari Bandung.
Bila berwisata ke Ciater dan punya rencana menginap, ada baiknya mencoba kawasan resort Marbella Twin Waterfall Resort Ciater. Ini penyedia tempat menginap yang setahu saya paling bonafid di wilayah Anyer.Marbella Ciater ini satu group denganMarbella Suites di Kota Bandung dan jugaMarbella Anyer. Lokasi Marbella Ciater sendiri hanya satu jam dari Lembang dan sangat dekat dengan Gunung Tangkuban Perahu serta air terjun Maribaya yang terkenal itu.
Kompleks resort ini dikelilingi hamparan kebun tropis yg indah, dikelilingi kolam ikan, hamparan sawah padi, tidak jauh berdasarkan hamparan perkebunan teh, dan pada dalamnya ada 2 air terjun kembar, yang dikenal Curug Rendeng yg lalu dipakai sebagai nama resort ini. Marbella Twin Waterfall Resort Ciater mempunyai 8 pesanggrahan menggunakan gaya western kolonial yang oke banget. Jadi jikalau kita ke sana kita seolah-olah sedang di pada sebuah tempat tinggal di Eropa. Masing-masing bungalow punya beberapa bedrooms, private bathroom, perlengkapan dapur, living room, TV dan sebagainya.


Marbella Ciater ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga maupun acara kegiatan bisnis (perusahaan). Untuk acara gathering kantor seperti untuk meeting bisnis sangat dimungkinkan karena didalamnya memang ada ruang pertemuan yang bisa menampung 100-an orang. Selain itu juga ada kolam ikan, tempat playground anak-anak, restauran, gazebo, drugs store, souvenir shop, business center, internet facilities. Jadi sangat mendukung untuk lokasi corporate meetings, trainings, gatherings dan sejenisnya. Tentu akan menjadi memorable untuk perusahaan bila bisa membuat rencana-misi-vis-targeting disana, lebih hening sekaligus lebih fokus. Tapi di lain sisi bisa dilanjutkan dengan rileks.
Untuk keluarga dan anak-anak? Marbella Ciater ini juga sangat menarik untuk kegiatan anak-anak sekolah karena kondisinya sekitarnya sangat alami. Misalnya bisa untuk acara anak-anak seperti tea-walk, menunggang kuda, memasak, Sundanese dance, belajar musik, dan program edutainment lain seperti membatik, painting, berkebun, bersawah. maupun aktifitas outbound seerti ATV, flying fox, tug of war, bakiak race, shooting target dan paint ball untuk family atau corporate. Menarik untuk mengajak anak berlibur sekaligus mengenalkan ke lingkungan alam asli, jangan sampai anak kita tahunya hal-hal yang mekanistik serba kekotaan.


Lokasi ini jua bisa buat aktivitas hiking karena lingkungan sekitar sangat mendukung. Disana kita dan keluar bisa explore kecantikan alam dari resort. Fasilitas lain yang ditawarkan merupakan taman bermain anak-anak, fasilitas barbekyu, & ada juga toko suvenir. Berbagai kegiatan bisa dilakukan pada vila atau di area sekitarnya, termasuk bersepeda, mendaki, & menunggang kuda. Staf vila dapat membantu dengan permintaan binatu, penyewaan kendaraan, dan layanan antar-jemput menggunakan porto tambahan.
Disini juga terdapat kolam renang luar ruang. Akses Wi-Fi tersedia perdeo di semua area. Lalu masing-masing villa punya balkon eksklusif yg menghadap ke taman, setiap vila menyediakan ruang makan dan dapur kecil dengan kulkas. Area loka duduk yg dilengkapi menggunakan sofa dan TV layar datar, sedangkan kamar mandi pribadinya memperlihatkan fasilitas shower & perlengkapan mandi perdeo. Handuk & sandal jua disediakan. Untuk famili yg ingin liburan berdasarkan Jakarta dan mencari suasana sunyi, sangat pas.
Sudarmadi
Cari Hotel Paling Representatif di Anyer Untuk Keluarga ?


Bagi kita-kita yg menghabiskan hari-hari dengan kesibukan kerja, tentu sangat perlu merogoh saat relax pada akhir pekan. Saat weekend seperti itu perlu juga kita ajak famili ke luar kota 1-tiga hari untuk berlibur. Penting untuk menginap pada luar rumah buat refreshing. Anak-anak pun perlu disegarkan supaya nir jenuh setelah menghabiskan hari-harinya dengan belajar.
Bagi kita yang ingin berlibur di seputar Anyer dan ingin menginap, saya selalu memilih menginap di Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer. Hotel ini dapat dicapai hanya dengan 90 menit berkendara dari ibukota Indonesia, Jakarta. Lokasinya berdekatan dengan kota Anyer di ujung barat PulauJawa, Provinsi Banten, menghadap Selat Sunda yang indah di mana tarian laut tropis mengikuti ketukan flamenco.
Saya sendiri sudah beberapa kali menginap di hotel Marbella Anyer ini. Memang hotel ini termasuk
bangunan lama, namun menurut saya masih dikelola dengan sangat baik. Sangat dijaga, baik itu hotel maupun apartemennya. Dalam pandangan saya, kalau bicara hotel yang representatif untuk menginap di Anyer, ya Marbella Hotel -- walaupun kini banyak muncul hotel-hotel baru. Anyer bagi saya identik dengan Marbella. Hotel itu ikon-nya Anyer. Sebuah hotel yang membawa nama Anyer. Coba deh cek kalau you habis berlibur di Anyer, akan ditanya, "you nginep di Marbella atau dimana?". Ya, karena Marbella membawa gengsi dan citra tersendiri bagi Anyer.


Yang pasti, dari Marbella Anyer Resort Hotel kita menikmati indahnya tarian ombak Pantai Anyer dan menerawang jauh eloknya panorama anak Gunung Krakatau yang menjadi ciri khas keindahan alam Pantai Anyer. Anyer menawarkan pemandangan dan kenangan yang selalu tak terlupakan. Bagi kita yang tinggal di urban Jakarta ini, penting deh refreshing kesana agar tidak jenuh.
Dalam pandangan saya, hotel ini merupakan salah satu hotel resor terbaik dan pelopor di Indonesia. Ketenangan, keanggunan dan keramahan Marbella Hotel, Convention & Spa membuat kita yang pernah kesana ingin kembali. Apalagi kalau melihat bangunannya, ada aksen pesona gaya Kastil Spanyol di tengah-tengah taman tropis. Disana kita bisa menikmati pemandangan Selat Sunda sambil menyaksikan matahari terbenam.
Kebutuhan kita disana juga difasilitasi karena memang ada fasilitas hiburan, tamasya, Spa & Fitness, ada tiga pilihan bersantap, kolam renang outdoor, dan kolam renang anak-anak dengan seluncuran air. Tersedia parkir gratis. Kamar-kamar ber-AC di Marbella Hotel dilengkapi dengan TV kabel, kulkas, dan brankas. Bagi yang menikmati kongkow malam dengan teman-teman bisa di Sahara Discotheque, atau mengunjungi Marbella Spa untuk pijat. Untuk olahraga, komplek inibahkan punya pusat kebugaran dan 4 lapangan tenis.


Berdasarkan laporan kawan-kawan yg menginap disana, mereka juga puas. Ketika memasuki gerbang hotel, disambut dengan ramah oleh security dan proses check in yang mudah, tidak banyak tanya-tanya karena booking bisa online. Langsung dikasih kunci/kartu kamar. Dibantu sama petugas house keeping/ bellboy untuk mengangkut perlengkapan kita. Fasilitas untuk keluarga cukup lengkap, dari mulai swimming pool, water park, play ground, meja billiar, lapangan bulutangkis, lapangan tennis, hingga pijat & spa, tempat main anak-anak.Menu breakfast yang lumayan lengkap & variatif. Over all sangat berkesan ketika menikmati keindahan dan main ombak di pantai Anyer,bisa beristirahat dengan nyaman di hotel ini. Recommended
Saya percaya Marbella Anyer dikelola baik karena bagian dari Marbella Group, pemain nasional yang sudah pengalaman mengelola hotel, resor, dan residensial, dan sudah lama berbisnis di bidang hospiatlity. Apalagi juga pernah kerjasama dengan Soll Elite Group. Jadi sudah ada transfer knowledge yang terus bisa dijalankan sehingga pelayanan tetap terjaga.
Sudarmadi
Saatnya Punya Unit Kondotel Mewah di Bintan, Bisa Untuk Disewakan Maupun Untuk Rekreasi Keluarga

Bagi investor yg biasa menanamkan modalnya pada bisnis properti, sekarang terdapat peluang investasi baru pada Pulau Bintan. Group Kurnialand saat ini sedang membangun Kondotel Melia Bintan dan memberi kesempatan kepada para investor buat membeli unit-unit kondotel yang mulai dipasarkan. Tentu saja ini sangat menarik karena kondotel ini nantinya akan dikelola operator hotel terkemuka dunia, Soll Melia sehingga memudahkan mendatangkan tamu-tamu internasional untuk menginap pada kondotel tadi kelak. Apalagi lokasinya sangat premium, pada pantai pasir putih yg indah & mudah diakses sang tamu-tamu yang berangkat menurut Singapore.
Ya, pemain properti nasional, KurniaLand Group, sekarang memang mulai aktif memasarkan proyek barunya di Pulau Bintan dan waktu ini sudah mulai memasuki tahap kontruksi pembangunan. Proyek kondotel di Bintan ini sang KurniaLand akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan Soll Melia sebagai akibatnya nanti dinamai Melia Bintan. Di Bintan, Kurnia Land yang mempunyai tanah 6 hektar ini sedang membangun kondominium hotel dengan tinggi 7 lantai. Rencananya kondotel ini akan terdiri berdasarkan 319 unit pada dalamnya yg terdiri menurut 3 tower & 1 ballroom.
Pengerjaan kontruksi bangunan kondotel ini diserahkan ke BUMN yang sudah berpengalaman, PT Brantas Abipraya (Persero), dan saat ini sudah memulai proses konstruksi. Menelan anggaran investasi sekitar Rp 500 miliar ini, rencananya proses konstruksi kondotel akan selesai pada tahun 2019 dengan standar fasilitas bintang lima. Bagi Group KurniaLand, proyek Melia Bintan ini diharapkan bisa mengulang suksesnya di proyek serupa di Puncak, Bogor, yakni Sahid Eminence Ciloto dimana proyek itu laris manis dan kondotelnya pun selalu penuh dikunjungi tamu.
Zaid Mahdani, Presiden Direktur Kurnia Land Group, sangat antusias berinvestasi pada Bintan karena melihat prospek wisata pulau itu yg sangat menarik. Proyek kondotel Melia Bintan dia hadirkan buat merespon animo rakyat yg sangat tinggi dalam berwisata ke tempat Bintan. Kondotel MELIA BINTAN terletak di Pantai Sebong, Bintan yang sangat mudah diakses berdasarkan Singapura.
Lokasinya berada di kawasan pantai yang memiliki pasir putih halus dan langsung berhadapan dengan laut China Selatan sebagaibest view.Pemandangan alam, laut, pantai, hutan bakau sangat memanjakan mata. Dari kondotel ini nantinya juga sangat mudah untuk mengakses infrastruktur seperti airport, pelabuhan international, lapangan golf, mall dan sejenisnya.

Melia Bintan akan dikembangkan menjadi hotel resort dan pusat bisnis bintang empat dengan fasilitas luxury bintang 5. Di dalamnya akan ada grand lobby; lounge, Ballroom kapasitas 1.000 orang, Meeting Room, Karaoke Room, Mezanine, Ocean Wedding Chappel, Pray Room, Sky Lounge & Resto, dan Ocean Restaurant. Konsep lainnya, ada Riverside Spa, Infinity Pool, Swimming Pool, Children Pool, Private Jacussi, Outdoor Jacussi, Children Play Ground, Therm Park, Mini Zoo, Fitness Center, Sport Centre, Jogging Track, dan Outbond.
Didukung oleh operator kelas dunia yang sudah berpengalaman global, Melia Hotels, manajemen Kurnialand sangat yakin proyek di Bintang ini akan sukses. Kepada investor, Kurnialand menawarkan investasi strata title kepemilikan (Sertifikat Hak Milik), program bagi hasil yang saling menguntungkan, dan kemudahan akses KPA. Kondotel yang ditawarkan meliputi empat tipe kamar suite, antara lain Junior Suite, Executive Suite, Presidential Suite, dan Royal Suite. Sejauh ini KurniaLand sudah memiliki mitra investor loyal yang siap berinvestasi karena melihat prospek pengembangan wilayah Bintan dan prospek bisnis kondotel itu sendiri.
Bagi Zaid Mahdani, investasinya membangun Melia Bintan merupakan bagian dari komitmennya untuk memajukan dunia pariwisata Kabupaten Bintan. Dengan bekal pengalamannya, dan melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Bintan, ia sangat optimis Bintan akan menjadi destinasi baru layaknya Bali atau The New Bali. Dalam hal ini Bintan punya keunikan budaya melayu yang bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan, selain faktor alamnya yang sangat indah.
Zaid sendiri sengaja dalam lima tahun kedepan ingin mengembangkan KurniaLand dengan fokus pada pengembangan properti yang terkait sektor wisata atau industri hospitality. Selain di Bintan dan Ciloto (Bogor), Kurnialand juga sedang ancang-ancang meluncurkan proyek barunya di Lembang (Jawa Barat) berupa kondotel yang akan dipadukan dengan resort dan lapangan golf.
Sudarmadi
Salah satu Persiapan / Langkah Yang Perlu Dilakukan Bila Perusahaan Akan Go Public, Untuk Mengingkatkan Kinerja dan Valuasi
Bila perusahaan Bapak/Ibu merencakan akan go public pada 2 hingga lima tahun kedepan, krusial untuk mengajak investor jenis ini buat membantu perusahaan Bapak/Ibu agar kinerja bisa terpoles dengan baik & waktu go public valuasinya sebagai jauh lebih bernilai tinggi sahamnya. Investor itu ialah jenis private equity. Ini penerangan aku .
Private equity (PE) merupakan salah asal kapital buat investasi yg berasal dari para investor seperti dana pensiun, orang-orang kaya, atau dana kekal perguruan tinggi. PE sebagai semacam lembaga yg ditugaskan dan dianggap buat memutar duit berdasarkan investor itu. Kalau bank biasanya menaruh duit pinjaman & kemudian minta agunan (kolateral) berupa aset, maka kalau private equity tidak. Dia invest pada perusahaan semisalnya Rp 300 miliar atau Rp 100 miliar, akan tetapi ia minta ditukar dengan saham. Nah, terdapat perusahaan private equity yg hanya mau invest sebagai pemegang saham minoritas & nggak mau lebih menurut 50%, namun jua ada yang maunya justru harus pegang kendali. Masing-masing perusahaan private equity punya gaya dan kebijakan masing-masing.
Asal dana atau sumber dana perusahaan private equity itu biasanya terkumpul karena keaktifan para pendiri dalam mencari dana untuk dikelola. Keluasan network para pendiri PE sangat penting untuk mendapatkan investor. Jangan heran kalau di Indonesia, para pemilik private equity pasti orang yang punya network kuat dengan pemilik dana di luar negeri. Misalnya Patrick Waluyo (Northstar), Gita Wiryawan (Ancora) dan Edwin Soeryajaya (Saratoga). Mereka semua merupakan lulusan Amerika yang channel dengan lembaga keuangan Barat sudah sangat kuat.
Kenapa mereka mau menaruh dananya buat dikelola PE? Ya karena ingin dananya berputar & bertambah. Ingat bahwa di negeri Barat & Jepang, kalau memberikan deposito pada Bank, bunganya sangat minim, pertahun hanya dua% atau bahkan kurang. Kalau diputar di negara berkembang misalnya pada Indonesia, mereka sanggup mendapatkan laba minimal belasan persen per tahun. Logikanya simple, ideologi uang adalah laba. Dia nir punya loyalitas ke negara atau lokasi. Tapi dia akan datang ke loka manapun yg mampu berkembang biak. Ini rumus uang yg jangan dibantah.
Cara investasi perusahaan private equity (PE) ke perusahaan-perusahaan target biasanya menggunakan pola bisa dua macam.PERTAMA, membeli sebagian saham yang dimiliki pemegang lama (artinya ia membeli existing saham). Dus ada pergantian kepemilikan saham.KEDUA, perusahaan yang akan diinject modal itu menerbitkan saham baru yang kemudian dibeli oleh perusahaan PE itu. Umumnya cara kedua ini lebih banyak dipilih karena berarti dana yang masuk tidak masuk ke kantong pribadi pemegang saham lama, namun menambah modal perusahaan sehingga perusahaan bisa berputar lebih baik. Tapi pola ini sangat case by case, bisa perpaduan. Bisa jadi ketika investor masuk ke sebuah perusahaan, ada sebagian yang masuk ke kantong pemegang saham lama untuk pembelian saham, namun ada juga sebagian yang ditaruh sebagai modal usaha.
KETIGA, Selain cara investasi melalui saham, perusahaan PE juga bisa dengan cara membeli convertible bond yang diterbitkan perusahaan yang butuh duit itu. Convertible bond itu adalah surat utang yang suatu saat bisa diubah (diconvert) menjadi saham ketika pas jatuh tempo dan bila perusahaan yang berhutang itu tidak bisa melunasi secara sempurna atas hutang-hutangnya.
Yang perlu diketahui, perusahaan PE umumnya hanya mau invest pada perusahaan yang tumbuh cepat dan margin untungnya baik. Kenapa? Lantaran dia wajib memberi laba jua ke pemodal yg menitipkan uangnya. Makanya umumnya IRR private equity selalu minta diatas 18%. Kalau bank Anda kasih bunga 12-13%, maka PE minimal diangka 18%. Bedanya jika bank harus mencicil bulanan, bila PE nggak. PE hanya mengharap untung ketika sahamnya dijual ke pihak lain.
Makanya, kebanyakan orang berhubungan dengan PE bila sudah tidak bisa pinjam ke bank lagi. Ekuitas yang dimiliki perusahaan sudah mentok. Sudah tidak punya kolateral untuk pinjam ke bank. Kalau bahasa orang keuangan,debt to equity ratiosudah nggak memungkinkan untuk pinjam ke bank. Ingat, tidak ada bank yang mau kasih pinjaman bila tidak ada kolateral. Ini normalnya. Ada beberapa bank yang bisa kasih pinjaman tanpa kolateral, namun sudah pasti hanya ke nasabah korporat yang sudah lama dikenal, dan biasanya bunganya juga jauh lebih tinggi.
Siapakah yg paling cocok buat menggandeng PE:
- Perusahaan yang akan ekspansi dan yakin punya bisnis bagus kedepan tapi nggak punya modal pertumbuhan dan sudah sulit pinjam ke bank karena debt to equity ratio sudah terlalu tinggi. Aset yang ada sudah dileverage (SUDAH DISEKOLAKAN) terlalu tinggi sehingga butuh investor (capital partner) yang bisa menambahkan modal untuk pertumbuhan usaha karena memang ada peluang menarik yang akan digarap. Dalam situasi ini cocok dan penting untuk mengajak PE agar mau investasi dan kongsi di bisnis Bapak/ibu.
- Perusahaan yang akan go public pada 2-4 tahun kedepan. agar nilai buku menjadi lebih baik dan kondisi permodalan tampak lebih kuat, anda gandeng PE untuk invest di perusahaan anda. nanti ia akan exit keluar dari perusahaan anda saat IPO dengan menjual saham dia ke investor publik di bursa
- Untuk membeli perusahaan millik pihak lain. Misalnya ada eksekutif yang tahu bahwa ada perusahaan bagus milik pihak lain yang sahamnya akan dijual tapi dia nggak punya uang untuk membeli atau mengakuisisinya. Dalam kondisi itu, ajaklah PE untuk invest bersama dan Anda yang menjadi operatornya karena Anda yang tahu cara kerja dan operasional bisnisnya sehari-hari. PE bisa menjadi pemegang saham sementara, setelah itu saham dia bisa bapak akuisisi
- Untuk membeli saham perusahaan dimana tempat anda bekerja yang mungkin pemilik(bos) sudah tua/capek/bosan bisnis/mau pensiun . Kalau Anda sebagai CEO atau eksekutif tahu bahwa perusahaan dimana ia bekerja akan dijual, maka anda punya cara untuk membelinya,.Terutama kalau anda yakin bahwa bisnisnya bagus dan ia bisa menyelamatkannya. Caranya, silahkan ajak PE untuk invest dan membelinya, dan anda akan menjadi salah satu pmegang saham penting. Saya punya beberapa kawan yang menjalankan pola ini dan sukses besar. Dulu CEO di perusahaan itu tapi tiba2 owner mau jual;al perusahaannya, akhirnya si CEO tadi cari pemodal untuk beli perusahaan itu.
Nah perusahaan PE itu biasanya invest untuk waktu yang tidak lama.Durasi hanya 3-7 tahun. Setelah itu ia keluar atau exit. Cara exit bermacam-macam. Bisa menjual sahamnya melalui bursa atau go public, bisa menjual saham ke pemegang saham lain yang mayoritas. Tapi bisa juga melalui trade sale, yakni ia menjual ke berbagai investor besar yaitu group besar yang minat di bisnis itu. Misalnya PE invest di bisnis TI lalu exit, maka ia akan tawarkan ke ACER, IBM, Microsoft, dll, untuk membeli sahamnya. Istilahnya, menjual ke investor strategis, bukan ke investor keuangan. Tapi menjual ke sesama investor keuangan juga mungkin.
Nah bagaimana di Indonesia? Di Indonesia semakin banyak perusahaan private equity yang aktif walaupun mereka tidak punya kantor khusus di Indonesia namun mereka menunjuk orang tertentu menjadi wakilnya di Indonesia. Mereka ada yang dari Jepang, Hongkong, Singapore, Timur Tengah, Eropa dan Malaysia. Tak kurang dari 30-an investor PE di Indonesia. Hanya saja mereka memang bekerja dengan silent dan bekerja berdasarkan trust. 30 perusahaan PE itu punua fokus investasi dan sstrategi investasi yang berbeda-beda dari sisi besaran per investasi hingga sektor yang ia pilih.
Ingat cara kerja private equity itu sangat silent, diam-diam, nggak mau banyak ngomong. Namanya juga private. Mereka memang selektif dalam memilih perusahaan yang akan diinvestasi, namun mereka juga harus investasi karena kalau nggak menyalurkan duitnya untuk diinvestasikan, mereka juga akan ditanya dan ditabok oleh lembaga yang memercayakan uang untuk diputar. Kalau Anda sudah dipercaya untuk memutar uang tapi kok anda nggak dapat tempat yang ditaruh uang berarti anda bodoh. Anda nggak punya teman atau anda nggak bisa cari teman. Padahal sebegitu banyaknya perusahaan di Indonesia yang butuh funding, dengan manajemen yang terpercaya dan prospeknya bagus.
Perusahaan private equity itu SANGAT JARANG mau atau umumnya nir mau diajak investasi di perusahaan baru. Intinya mereka itu berkongsi menggunakan pengusaha yg terbukti mampu mengelola bisnis, bukan baru rencana2 doang. Mereka umumnya hanya mau invest di perusahaan yang sudah eksis menggunakan omset mencukupi tetapi butuh tambahan kapital agar mampu tumbuh cepat. Atau mau pula invest di perusahaan rupawan namun sedang sakit tapi ada peluang buat diperbaiki. Banyak banget investor yang meminati Indonesia. Tapi memang butuh cara khusus mendekati mereka lantaran mereka memang sangat private & hanya mau herbi orang yg sanggup mereka percaya.
Dana yg ditempat di satu perusahaan sang private equity sangat berbeda-beda. Ada yang maunya diatas USD 100 juta dollar, ada yang hanya mau range USD 50-100 juta dollar, terdapat yg mau berdasarkan size USD lima juta. Bahkan ada yang mainnya pada angka USD 1-lima juta per investment. Masing-masing punya mandat dan strategi sendiri.
By the way, kalau Bapak/Ibu adalah pemilik korporasi yg butuh modal dari investor private equity yang mau invest dari Rp 200 miliar sampai Rp 1,5 triliun, saya bisa ajak salah satu investor private equity dari luar negeri yang cocok atau paling cocok untuk perusahaan bapak/ibu dan memang sedang cari-cari peluang investasi di indonesia. Sewaktu-waktu saya bisa ajak meeting direkturnya untuk meeting dengan bapak/ibu bila memang ada peluang kongsi yang menarik dari skala bisnis dan prospeknya.
Tetapi perlu dicatat bahwa investor hanya mau berkongsi menggunakan perusahaan yang skalanya telah korporasi, bukan pemain UKM atau perusahaan baru. Mohon dimengerti.
Semoga bisnis bapak/Ibu sukses, semakin maju dan berkembang. Selalu ada jalan jika kita terus mau berusaha.
Terima kasih
Sudarmadi
HP : 081 384 160 988
wingdarmadi@gmail.Com
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis
Ingin Menjadi Wirausahawan Sukses Tapi Sekarang Masih Terikat Sebagai Karyawan?. Ini Cara Transformasi Diri Yang Lebih Aman
Bahwa profesi pengusaha (entrepreneur) menjanjikan peluang peningkatan penghasilan yang berlipat, yes, karena itulah banyak yang ingin menjadi entrepreneur sukses. Profesi pengusaha memungkinkan kita bebas finansial di hari tua karena tabungan cukup sehingga kita sanggup pensiun lebih damai dan penekanan untuk misi hayati yg lain. Betul demikian dan sudah banyak yang mengambarkan. Hanya saja memang tidak mudah sebagai entrepreneur sukses, terbukti poly jua yang gagal.
Selain itu, tak sedikit orang yg masuk ke global wirausaha menggunakan terburu-buru dan emosi. Tanpa pikir panjang dan pertimbangan matang dia langsung tinggalkan pekerjaan sebelumnya yang notabene adalah andalan mata pencaharian keluarga. Angan-angannya pribadi melambung, membumbung, dan membayangkan hayati serba-lezat apabila menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan berlipat.
Ia lupa bahwa berwirausaha juga punya resiko, resiko gagal dan bangkrut. Ia lupa merencanakan bagaimana seandainya ia gagal di tengah perjalanan. Harus diakui, banyak sekali orang bertindak semacam ini, yang akhirnya bukan semakin bersemangat berwirausaha namun justru menjadi antipati alias benci, dan menyesal kenapa melangkah jadi entrepreneur. Bahkan kadang jadi menyalahkan orang lain. Apalagi kalau yang hingga cerai dengan istri atau dibenci sanak keluarga. Cara pandang dan cara memulai 'yang asal berani' seperti ini tentu saja kurang elegan.
Berdasarkan amatan aku terhadap para pengusaha sukses, ada beberapa cara lain cara kondusif masuk menjadi entrepreneur sinkron yg aku memahami menurut relasi-relasi aku pengusaha yang sudah terbukti sukses. Intinya, apabila ingin mandiri berwirausaha alias menjadi entrepreneur, tidak wajib langsung cabut menurut profesi lama dulu. Tidak perlu grusa-grusu. Kita wajib menggunakan dingin membedakan antara berani & nekad. Apalagi jika yg sudah punya tanggungan famili, kita jua wajib menimbang ada sekian jiwa yang ikut pada gerbong sehingga jika keliru kemudi mereka pula mampu kejeblos.
Berikut ini beberapa informasi cara yg lebih aman buat pindah ke kuadran entrepreneur.
Pertama; kita bisa memulai berwirausaha menggunakan melakukan penyertaan saham (setor modal) pada bisnis sahabat kita sambil kita tetap kerja dulu di perusahaan usang kita. Jadi kita setor modal ke kawan yg punya usaha cantik, dan nantinya kita mendapat bagi hasil dari laba. Dari sini kita juga sekalian mulai belajar bagaimana mengelola usaha. Pelan-pelan kita mulai aktif terjun di dalamnya & membantu dan kerja bersama dengan si sahabat itu. Kalau skala usaha joinan menggunakan sahabat itu bagus dan penghasilan berdasarkan bagi hasil telah sanggup menutup kebutuhan hidup kita & famili, barulah kita putuskan keluar. Jadi saat kita keluar menurut perusahaan usang nir kaget lantaran tetap terdapat penghasilan.
Kedua, jurus menginjak 2 kapal. Artinya, kita masih menjadi karyawan pada sebuah perushaaan mapan, tetapi di waktu yg sama juga merintis usaha alias menjalankan usaha milik sendiri. Cara ini dimungkinkan bagi mereka-mereka yg punya relatif ketika luang sebagai akibatnya bisa nyambi. Sebenarnya cara ini sekarang lebih dimungkinkan karena adanya HP & telpon yg memudahkan koordinasi. Jadi, sementara kita pada tempat kerja, kita sanggup sambil mengendalikan usaha sendiri dari jeda jauh. Hingga skala tertentu nyambi ini sangat dimungkinkan, namun kalau bisnisnya mulai mengembang kita pasti wajib cabut. Strategi menginjak 2 kapal ini merupakan pilihan kondusif dan realistik. Jadi sementara satu kaki kita masih ada di kapal milik perusahaan lain, satu kaki kita melakukan test market buat membangun bisnis (kapal) sendiri. Cara ini juga paling umum dijalankan oleh para pioner bisnis.
Ketiga, jika anda tidak mau joinan dengan orang lain dan nir bisa berdiri pada dua kapal, kita bisa berdayakan pasangan kita (istri/suami). Jadi, sementara kita masih kerja pada perusahaan lama , pasangan kita (istri atau suami) yg mengurusi usaha sendiri untuk masa-masa perintisan. Artinya sekoci pendapatan famili terdapat yg bisa diandalkan, baik untuk beli beras atau susu anak-anak. Kalau bisnis sendiri ini sudah jalan, silahkan saja keluar menurut kerja pada perusahaan orang lain itu.
Soal tip ketiga ini aku juga punya banyak model masalah riel menurut pengusaha sukses rekanan aku . Yang pasti, tip ketiga ini tentu saja berlaku buat yg waktu akan mulai berdikari berwirausaha sudah berkeluarga, jika yg masih single, tentu saja pasangan Anda sanggup kakak atau Adik anda. Ini pula cara sukses dan aman buat masuk ke kuadran entrepreneur namun tidak mengganggu keamanan sumber penghasilan keluarga.
Keempat, kalau Anda telah ngebet sekali buat menjadi entrepreneur dan konfiden bakal sukses dan merasa tak perlu pakai ban serep seperti itu, setidaknya Anda tetap mampu melakukan pengamanan lain, yakni mengamankan dana pendidikan anak. Tabungan anak harus permanen ada dan disendirikan. Jadi katakanlah proses sebagai entrepreneur itu gagal, dana pendidikan anak2 tetap aman. Setuju kan?
Jadi itu beberapa kiat aman pindah ke kuadran entrepreneur. Semoga menggunakan cara itu proses transisi sebagai pengusaha sukses menjadi melegakan semua pihak, tidak terdapat penyesalan-penyesalan. Silahkan kawan2 yg ingin memulai bisnis memilih jalan yg terbaik.
Semoga informasi ini bermanfaat dan aku ikut berdoa semoga sukses buat kawan2 semua.
Penulis: Sudarmadi
Klik link dibawah ini buat kisah bisnis menarik lainnya :
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo & Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR