Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis

Tanpa gembar-gembor, jaringan hotel Ibis (Ibis Family) sudah mereposisi konsep hotelnya dan melakukan sejumlah langkah revitalisasi. Mau tahu?
Bila 3-4 tahun lalu Anda pernah datang ke Hotel Ibis Slipi (Jakarta Barat) dan sekarang kembali ke hotel itu, pasti Anda akan mendapati pemandangan yang berbeda. Khususnya pada penampakan public area seperti front office dan ruang tunggu. Khususnya gaya desainnya yang lebih muda, dinamik, dan penuh warna-warni seperti tempelan halaman koran di ruang depan. Tak ubahnya ruang kerja tokoh spiderman dalam film superhero itu. Desain-desain kamar hotel juga berubah, dengan look and feel yang terasa lebih dinamis.
Pemadangan seperti sejatinya tak hanya terjadi di Ibis Slipi, namun juga di sejumlah hotel lain dalam keluarga Ibis (Ibis Family) yang dikelola Accor Group. Kalau Anda pergi ke Hotel Ibis Kemayoran atau Hotel Ibis Tamarin, misalnya, kondisinya setali tiga uang. Sudah berubah. Tak salah, diam-diam Group Accor memang telah melakukan benah-benah terhadap jaringan hotel Ibis di Indonesia. Jaringan operator hotel internasional itu, secara khusus membenahi dan meremajakan konsep bisnisnya untuk kelompok hotel yang menjadi andalannya di pasar hotel ekonomi itu.
"Program ini kami lakukan bukan karena ada masalah. Namun menindaklanjuti hasil riset internal kita," ungkap Adi Satria, Vice President -- Sales Marketing and Distribution Accor untuk Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Ya, tiga tahun lalu tim internal Accor memang melakukan riset pasar guna mendalami apa kemauan konsumen hotel ekonomi. Temuan-temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan sejumlah langkah penting dan massif pada semua jaringan hotel Ibis Family.
Diantara langkah utamanya, merapikan dan mengonsolidasikan seluruh hotel dalam keluarga Ibis dan mempertegas positioning masing-masing. Sebelumnya, dalam portolio Ibis Family terdapat nana brand hotel seperti Ibis, All Seasons, Ibis Budget, Ibis Style dan Formule 1. Masing-masing brand itu dipakai untuk beberapa lokasi hotel, kecuali Formule 1 yang hanya ada satu lokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Total hotel Ibis Family saat dimulai program pembenahan mencapai 19 hotel, tersebar di 9 kota.
Nah, hotel-hotel itu kemudian dikelompokkan kembali (regroupping) menjadi tiga positioning hotel, yakni premium economy hotel, economy hotel dan premium budget hotel. "Untuk yang premium economy kita gunakan brand Ibis Style. Lalu, segmen ekonomi kita pakai brand Ibis, dan premium budget kita pakai brand Ibis Budget," sebut Adi Satria yang juga bertugas sebagai regional director membawahi pasar Singapura, Malaysia dan Indonesia itu.
Karena hanya menggunakan tiga brand, maka brand hotel ekonomi diluar tiga brand itu kemudian diintegrasikan dan diganti namanya memakai salah satu dari tiga brand tersebut. Tak heran, untuk brand All Seasons yang bermain di segmen premium economy kemudian langsung diubah menjadi Ibis Style dan Formule 1 diganti menjadi Ibis Budget. "Di Bali misalnya, saat itu kita kelola tiga hotel All Seasons, sejak itu juga kita ubah nenjadi Ibis Style," sebut Adi Satria yang meraih gelar Bachelor of Commerce, Accounting and Finance dari Macquarie University, Australia ini.
Masing-masing brand itu punya kriteria dan logo tersendiri. Untuk hotel premium economy yang mengusung brand Ibis Style contohnya, biasanya luas per kamar berkisar 21-23 meter persegi. “ Ambiance berbeda, dengan tampilan menonjolkan aspek desain,” katanya. Hal ini bisa dilihat di Ibis Style Malang yang mengggunakan tema desain buah apel Malang. Hal yang sama juga dijalankan di hotel-hotel Ibis Style di Bali yang selalu menekankan desain nuansa Bali. Di segmen hotel Ibis Style, tarif hotel yang dibayar konsumen sudah mencakup semua layanan. "Untuk premium economny, all included, tamu nggak perlu nambah biaya lagi. Termasuk breakfast," ungkap Adi Satria yang mengawali karir sebagai night auditor di Stamford Hotels & Resorts , Sydney (Australia) ini.
Sementara itu, untuk hotel Ibis (segmen economy hotel), biasanya punya kamar ukuran 17 -18 meter persegi. Sedangkan pada budget hotel (Ibis Budget) luas kamar 12,5 m2. Accor cenderung memilih memasukkan Hotel Ibis Budget sebagai premium budget hotel ketimbang budget hotel. "Karena di hotel kita ini semua yang layanan basic sudah disediakan, tidak perlu tambah uang lagi. Beda dengan hotel budget lain yang kalau mau pakai selimut atau pakai AC harus bayar lagi," Adi Satria menyebut.
Dari sisi price positioning, sambung Adi, kisaran tarif kamar Ibis Style sekitar Rp 550-600 ribu. Lalu, untuk Ibis Hotel sekitar Rp 500 ribu dan harga Ibis Budget sekitar Rp 400 ribu. "Tarif tergantung banyak hal dan berubah-ubah mengikuti pasar di masing- masing daerah. Kita menggunakan pola dynamic pricing. Yang jelas harga ekonomi dari Accor, pasti diatas tarif hotel ekonomi lokal," sambung Adi Satria. "Saya biasa menginap di hotel dan pindah dari kota ke kota untuk perjalanan dinas. Saya suka Ibis karena suasananya berbeda. Lebih dinamis, dan selalu ramai. Harga sih sedikit lebih mahal dibanding hotel dengan fasilitas serupa," ujar Henri Setiawan, National Sales Manager sebuah perusahaan FMCG yang juga pelanggan Ibis Hotel.
Pembenahan di jajaran hotel Ibis Family bukan sebatas repositioning atau regrouping karena juga melibatkan pekerjaan revitalisasi masing-masing hotel, agar lebih sesuai tuntutan zaman dan konsep yang dibangun Accor. Tak heran bila di jaringan Ibis banyak dijumpai desain interior yang baru pada ruang publik seperti ruang lobby dan reception area. Sesuai temuan riset internal yang dilakukan, pembenahan di masing-masing hotel melibatkan 5 hal utama yang diinginkan konsumen. Yakni, menuju kearah fast chek-in fast check-out, penyediaan tempat tidur yang nyaman, keberadaan water shower yang baik (balancing hot-cold yang tepat dan mudah dipantau tamu), kecepatan dan ketersediaan akses internet Wi-Fi, dan ketersediaan breakfast yang baik.
Contohnya untuk kenyamanan tempat tidur, "kita luncurkan produk baru yang namanya Sweet Bed. Ini punya specific bedding requirement, disesuaikan kebutuhan pelanggan kami. Bahkan soal bed ini kita jadikan salah satu maskot untuk kelas ekonomi," lanjut Satria. Kemudian untuk akses internet, Accor menggandeng beberapa key player penyedia akses internet seperti PT Telkom, agar menyediaan akses sesuai standar yang sudah ditargetkan manajemen Ibis. Tak hanya itu, untuk meraih "good breakfast' sebagaimana temuan survei, manajemen Accor mengupgrade restoran-restoran di jaringan hotel Ibis Family dan mengenalkan konsep- konsep baru. "Misalnya konsep live cooking di resto-resto Ibis seperti bisa dilihat Ibis Kemayoran. Tamu bisa langsung melihat bagaimana chef memasak," tambah Adi.
Dalam menangani program benah-benah ini, Accor menempuhnya dengan hati-hati dan penuh perencanaan. Pasalnya saat renovasi untuk mengupgrade berbagai fasilitas hotel seperti ruang public, interior ruang depan, meeting room, resto dan kamar-kamar, tetap dijaga agar operasional hotel terus berjalan sebagaimana biasa. Dus, tidak tutup atau berhenti sementara.
Dalam hal ini, Accor sudah memililiki tim desain dan technical service yang ditugaskan membantu proses renovasi hotel-hotel kearah konsep yang akan dibangun. Tim itu bekerjasama dengan tim yang dimiliki masing-masing hotel. "Tim desain Accor yang memberikan masukan begini-begitu karena standar dan spec sudah dirumuskan sebelumnya. Tinggal bagaimana melakukan deployment konsep itu dengan kontraktor dan tim hotel itu sendiri," ungkap Adi Satria. Tim di masing-masing hotel tentu menjadi pemeran utama karena mereka tahu persis kondisi hotel agar renovasi berjalan tanpa mengganggu. Karena itu pula prosesnya butuh waktu lebih lama, dan dijalankan bertahap.
Bukan hanya itu tantangannya, upaya revitalisasi ini juga harus melewati proses diskusi dengan masing-masing pemilik hotel (property owner). Maklum, untuk menyukseskan program ini, butuh ketersediaan capital expenditure dari para pemilik hotel untuk berbagai biaya renovasi fisik bangunan. Dengan kata lain, melibatkan pekerjaan investasi. "Tidak sulit meyakinkan para owner hotel karena mereka tahu perkembangan pasar dan demi masa depan mereka. Hotel-hotel ini kan asset mereka yang harus di-maintain, supaya lebih modern dan representatif. Jadi mereka nggak keberatan," ungkap Adi Satria. Pos biaya terbesar biasanya dialokasikan untuk merenovasi fisik seperti kamar-kamar dan public area seperti reception area, resto, dan ruang tunggu.
Program renovasi seperti itu berlaku bagi hotel-hotel yang sudah lama dalam portolio pengelolaan Accor. Untuk jaringan hotel Ibis Family yang baru dibuka dalam tiga tahun terakhir, sudah pasti langsung mengikuti konsep baru dan positioning baru sesuai temuan survei. Contohnya Hotel Ibis Budget di Surabaya, Makassar, dan Semarang, atau juga Ibis Style di Kuta, Bali. Di hotel-hotel baru tersebut konsep produknya, mulai dari aspek kamar tidur (bedding), fasiltas shower air, hingga konsep public area sudah langsung di-set dengan konsep baru yang diinginkan.
Maklum, dalam dua tahun terakhir jaringan Ibis Family memang gencar membuka hotel baru. Bila akhir akhir 2012 jumlah hotel yang dikelola baru 20 hotel, maka per saat ini sudah 36 hotel. Rinciannya terdiri dari 12 hotel Ibis Style, 18 Hotel Ibis dan 6 hotel Ibis Budget. "Dua tahun ini kita agresif. Beberapa hotel baru dalam Ibis Family yang dibuka tahun in misalnya Ibis di Padang, Cawang (Jakarta), Jakarta Senen, dan Gading Serpong, lalu Ibis Style Daan Mogot dan Ibis Style Jakarta Airport. Kita juga akan buka beberapa hotel baru di Bandung," jelas Adi Satria yang juga pernah berkarir sebagai Director of Revenue Management di InterContinental Hotels Group itu.
Yang menarik, meski hotel Ibis Family bermain di seputar segmen ekonomi, namun dari jumlah kamar per hotel umumnya yang cukup banyak, melebihi para pesaing. Contohnya di dua Hotel Ibis Style yang dibuka tahun 2014 ini, yakni Ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square (210 kamar) dan Ibis Styles Bandung Braga (193 kamar). Pun untuk segmen Hotel Ibis Budget yang terdiri dari 6 hotel, masing-masing punya jumlah kamar diatas 120 kamar. Paling sedikit terdapat di Ibis Budget Makassar Airport (121 kamar), sementara Ibis Budget Semarang Tendean (160 kamar) dan Ibis Budget Daan Mogot (220 kamar).
Adith RAHARJO, pakar manajemen hotel melihat apa yang dilakukan Accor terhadap jaringan hotel dalam Keluarga Ibis merupakan langkah brilian. "Ini strategi brillian dari kelompok Accor untuk mengurangi brand dengan nama berbeda yang menyasar segmentasi yang relatif sama. Dengan cara itu akan lebih fokus pada nama "ibis", sekalipun sebenarnya mereka membanguni standarisasi baru yang lebih marketable dan spesifikasi yang berbeda," kata Adith yang berpengalaman lama sebagai eksekutif di beberapa hotel itu. Perbedaan logo yang digunakan, kata Adith, juga cukup cerdas, yakni hanya mengunakan warna dasar berbeda sebagai background dari logo ibis, namun tidak mengurangi sentuhan dan gaya ibis secara keseluruhan.
Adith melihat langkah Ibis sebagai brand simplification" dari Accor untuk memperkuat brand "ibis" secara total. Hanya saja ia melihat, dalam proses revitalisasi brand yang dilakukan masih tetap memiliki kesan "westernize touch" sangat dominan dan kental. "Saya tidak melihat sentuhan local yang cukup kuat dimasukkan kedalam revitalisasi. Baik musik maupun interior, dan seragam karyawannya. Saya menegerti betul bahwa brand international memiliki standarisasi kuat, namun demikian khusus di Indonesia akan lebih bijak jika brand international mencoba menggabungkan local content," pesan Adith.
Perkembangan pasar hotel ekonomi kedepan akan semakin seru, menurut Adith, karena semakin banyak pemain yang masuk. Termasuk banyak brand international yang juga masuk ke segmen itu, misalnya jaringan Hilton mengusung brand Double Tree, lalu muncul Holiday Inn Express (IHG), Zest ( Swiss-Belhotel), juga Best Western Plus (Best Western ). Belum lagi pemain lokal seperti Santika Group, Kagum group, Dafam group, dan Grand Zuri yang juga mulai berhasil berdiri dan mengambil kesempatan. "Para pemain juga harus hati-hati ekspansi, jangan sampai oversupply," pesan Adith yang juga pendiri a-plus Hospitality Indonesia.
Adi Satria sendiri opptimis Ibis Family tetap akan memimpin pasar hotel ekonomi di Indonesia. Terlebih dari proses revitalisasi yang dilakukan juga cukup berhasil dan tidak mengganggu operasional bisnis. "Rata-rata tingkat okupansi di jaringan Ibis Family diatas 80%. Secara brand equity dan awareness, di kelas ekonomi ini kita juga market leader atau nomor satu," Adi Satria menjelaskan. Kini pihaknya sedang merampungkan proses renovasi di beberapa hotel yang belum selesai. "Kita jalankan dengan pelan-pelan, floor by floor, supaya tidak menganggu. Hasilnya proses ini tidak membuat shock dan bisnis masing-masing hotel berjalan dengan baik," kata Adi.
Dengan jaringan internasional yang dimiliki, ia yakin Ibis Family tetap akan menjadi pemimpin. "Kita punya kekuatan dalam hal sales and marketing. Kita punya jaringan pemasaran online global yang sudah dikunjungi 250 juta visitior dengan semua bahasa. Program loyalty kita juga berjalan baik dan Indonesia sudah ada hampir 700 ribu member," ungkap Adi.
Pun dari sisi SDM, Adi yakin SDM Ibis Family sanggup berkompetisi dan pihaknya tidak akan kekurangan pasokan SDM terbaik meski muncul jaringan hotel baru yang mungkin saja akan membajak karyawannya. "Kita punya Accor Academy yang selalu melatih dan mem-produce SDM-SDM berkuliatas. Prospek jenjang karir di Accor Group juga sangat luas karena banyaknya hotel yang dikelola, tidak hanya Ibis. Ada Novotel, Mercure, dan sebagainya. Karyawan terbaik akan cerah masa depannya di Accor," sebut Adi. Ia membeberkan, selama ini 60% GM di hotel-hotel Accor Group (tak hanya Ibis Family), diisi oleh SDM-SDM lokal. Ia menunjuk contoh beberapa GM lokal yang mengepalai hotel seperti Ibis Style Jakarta Airport, Ibis Padang, dan Ibis Style Kuta Cyrcle. "Disini career growth banyak. Banyak GM kita yang memulai karir dari bellboy," ungkap Adi optimis.
Betul pesan dari Adith Rahardjo, bahwa hotel hanyalah tumpukan batu bata, ditambah furniture dan technologi. Betapapun sukses tidaknya sebuah hotel akan sangat tergantung pada orang-orang yang bekerja di dalamnya. Dus, proses pembenahan jaringan Ibis Family dan segala renovasi fisik yang dilakukannya masih akan menghadapi tantangan persaingan sengit. Termasuk di dalamnya persaingan memperebutkan para SDM terbaik di bidang perhotelan yang menjadi kunci sukses bisnis hotel. Kita tunggu potret berikutnya!
wingdarmadi@gmail.com
Baca juga info terkait :
Kesan Menginap Di Mercure Karawang, Asyik dan Ingin Kembali Lagi
Pengalaman Saya Menginap di Hotel Mercure Ancol
Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis
Secret Garden Village, Destinasi Wisata Baru di Bali Nan Eksotis dan Edukatif
Pulau Bali memang selalu mempesona. Membahasnya seakan tak akan cerita akhirnya. Pulau yang elok, karunia Sang Pencpta, selalu menarik untuk dibahas. Keindahan alam dan juga pusat wisata kreasi tangan manusia. Kemolekan itu tak hanya bisa ditemui di Bali Selatan, namun juga bagian utara. Salah satunya, Secret Garden Village.
Secret Garden Village merupakan destinasi baru di Bali yang unik dan layak anda coba kunjungi. Destinasi baru ini mengambil konsep Wisata Edukasi. Pemilik ingin mengedukasi generasi muda agar aktif menjaga warisan nilai budaya Indonesia.
Secret Garden bermula dari dari perjalanan sanag pemilik, Billy Hartono Salim yang 10 tahun silam ketika ke Afrika Selatan. Billy pernah berkunjung ke suatu destinasi wisata di sana, dimana terdapat wisata edukasi tentang aloevera atau lidah buaya. Lidah buaya tidak hanya berguna bagi kosmetik seperti shampoo atau untuk perawatan kulit, akan tetapi aloevera banyak digunakan untuk makanan, minuman bahkan parfume.

Di Secret Garden Village pengunjung memang tidak hanya disuguhkan wisata kuliner yang lezat. Namun juga bisa melihat langsung proses produksi produk kosmetik, Herborist. Terdapat pula sebuah museum yang menyimpan sejarah kosmetik kecantikan Indonesia sejak zaman dulu hingga berkembang menjadi lebih modern.
Bukan edukasi yang berat dan membosankan, apa yang disajikan justru jauh dari kesan tersebut. Pengunjung benar-benar dimanjakan dengan penyampaian informasi yang terkesan menyenangkan. Belum lagi Secret Garden Village juga menyediakan ruang theater yang memutar film pendek tentang sejarah kosmetik.
Selain Herborist, juga ada tour edukasi untuk Coffee yang diwakili oleh Black Eye Coffee. Di Black Eye Coffee, kita diedukasi untuk mengetahui proses sangrai (Roastery) kopi yang baik. Ada theater film kopi, cupping coffee testing, galery coffee, store dan cafe. Selain itu, juga mempunyai restaurant yaitu The Luwus dan Rice View.
Black Eye Coffee memiliki koleksi jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Jawa, Bali, Aceh Gayo, Toraja, Lampung hingga Papua. Kopi-kopi kebanggaan Nusantara ini dikolaborasikan dengan mesin-mesin canggih buatan Jerman. Paduan ini benar-benar menjanjikan kenikmatan tertinggi bagi pecinta kopi.
Tiket masuk bisa dibilang cukup terjangkau, Rp 50.000 untuk wisatawan dalam negeri, dan Rp 100.000 untuk wisatawan manca negara. Dengan tiket tersebut, pengunjung sudah dapat mengikuti rangkaian tur pembuatan produk kosmetik dan kopi selama satu jam.
Karakter bangunan Secret Garden sangat eksotis dan indah. Perpaduan unsur kayu, kaca dan beton mendominasi. Sentuhan lighting yang manis membuatnya makin terlihat eksotis. Arsitek kenamaan Indonesia, Andra Martin berada di balik keindahan Secret Garden Village. Saat Tim Kapanlagi.com berkunjung ke sana, terdapat satu spot yang memikat hati. Sebuah meja dinner romantis di tengah kolam. Dijamin, wanita mana pun bakal meleleh hatinya saat berada di sana.
Seluruh keindahan Secret Garden Village bisa dinikmati setiap hari, mulai pukul 09.00 - 20.00 di Jalan raya Denpasar KM 36, Desa Luwus Kecamatan Baturiti Bedugul. Letak Secret Garden Village mudah dijangkau dan menjadi destinasi yang tepat sebelum atau sesudah mengunjungi obyek wisata legendaris, Bedugul.
Dari sisi arisitek, Secret Garden menawarkan hal berbeda dari yang ditawarkan Bali pada umumnya. Arsitektur bergaya minimalis karya arsitek Andra Matin di Secret Garden Village salah satu destinasi wisata baru di Bedugul, Tabanan, Bali. Keunikan bangunan karya Andra adalah bentuknya yang tidak biasa. Seperti beberapa bentuk geometris yang digabung-gabung membentuk puzzle tiga dimensi. Atap berbentuk segitiga dengan ukuran tidak seragam, jadi focal point pertama kali yang langsung memikat mata.
Ada satu sudut menarik di Oemah Herborist, bernama Beauty Gourmet. Di sudut berbentuk dapur dan bar ini, pengunjung bisa menemukan berbagai jenis makanan dengan bentuk dan warna menarik. Mulai dari cupcake, es krim hingga cocktail. Namun, jangan salah, seluruh produk tersebut tidak bisa dimakan atau diminum. Pasalnya, kendati berbentuk seperti makanan, semua yang dipajang di etalase adalah produk perawatan tubuh, seperti sabun, masker dan parfum.
Di lokasi yang sama, pengunjung juga bisa mempelajari cara membuat sabun hias berbentuk apik. Bahkan mencoba masker yang disajikan dalam wadah es krim, dengan aroma yang menggiurkan. Ada juga Fragrance Bar yang menyediakan berbagai jenis parfum dengan sajian bagai cocktail. Ada 13 aroma yang bisa dipilih, dari yang beraroma lembut dan feminin, hingga maskulin.
Bukan hanya kosmetik, mereka yang tertarik pada kopi pun bisa mendapatkan pengetahuan tambahan melalui kunjungan ke Black Eye Coffee dan Roastery. Kedai sekaligus ‘pabrik’ kopi tersebut menawarkan tur lengkap dari mulai pengetahuan tentang jenis-jenis kopi di Indonesia, proses pemilihan biji kopi, pematangan kopi dengan cara disangrai (roast) hingga cupping atau membedakan citarasa kopi.
Kesan Menginap Di Mercure Karawang, Asyik dan Ingin Kembali Lagi
Dua minggu lalu saya mendapat tugas ke luar kota dan sempat menginap di Hotel Mercure Karawang, Jawa Barat. Pertama kali, saya kagum dengan kotanya, Karawang, benar-benar menggeliat. Di Karawang sekarang banyak mall baru dan juga pabrik-pabrik baru dari perusahaan multinasional yang mulai beroperasi di Karawang. Kawasan industri baru muncul di kota ini. Suatu hal yang tak terbayangkan oleh saya sebelumnya karena biasanya hanya melintas di tol, tidak masuk ke dalam kota Karawang. Melihatnya hanya dari jalan tol dari mobil,
Karena tugas sampai malam dan dua hari, akhirnya saya menginap di Mercure Karawang. Salah satu penilaian saya, yang paling top dari hotel ini, diantaranya soal lokasi. Lokasi hotel ini sangat super, dikelilingi tiga mall. Kalau kita di lantai atas lihat suasana temaram malam di depan hotel, mirip di luar negeri. Kereeen banget. Hotel ini memang terletak di kompleks Galuh Mas, jantung Kota Karawang yang di sekitarnya (hanya jarak 50 meter) adalah pusat hiburan dan belanja di Karawang, Hotel Mercure Karawang ini bisa dicapai dengan berjalan kaki ke Karawang Central Plaza. Hotel ini juga hanya 10 menit naik mobil ke kawasan industri dan 5 menit ke balai kota Karawang yang lokasinya ada 60 km di timur Jakarta ini.

Hotel Mercure Karawang ini termasuk hotel besar di Karawang. Bahkan kabarnya hotel bintang 4 pertama di Karawang. Hotel ini menyediakan 252 kamar. Saya waktu itu memilih menginap di lantai 7. Kalau menginap, coba pilihlah yang menghadap ke arah mall depan. Cakep banget. Di dalam kamar juga tata interiornya OK. Mungkin karena hotelmasih baru, jadi tata desain sudah menyesuaikan tata interior sesuai tren terkini. Hotelnya bersih. Suasananya berkelas internasional karena banyak ekspatriat dari kalangan eksekutif pabrik sekitar Karawang yang menginap di hotel ini.
Hotel ini juga menawarkan fasilitas kolam renang. Hotel yang modis ini menyediakan fasilitas kafe, layanan kamar 24 jam dan sauna. Lalu. Mercure Karawang menawarkan resepsionis yang selalu siap serta pijat dan reflexology. Layanan transfer airport, dry clean, layanan laundry dan penitipan bayi tersedia sesuai pesanan. Juga, yang tak kalah asyik, kita, para tamu yang tinggal di hotel ini bisa menikmati pengalaman bersantap yang unik di restoran yang tersedia, bertempat strategis untuk mereka yang ini ingin tinggal dekat untuk mencicipi makanan. Pada malam hari, tamu dapat menikmati minuman di lounge bar yang menyenangkan.

Bila keluarga yang ingin bermalam dan menikmati makanan di Mercure Karawang, di hotel ini juga sudah tersedia berbagai alternatif. Diantaranya, ada Kemuning Restaurant bagi yang ingin merasakan kuliner khas lokal Karawang. Resto Kemuning Mercure Karawang sering mempersembahkan sajian lokal khas Karawang seperti “Soto Tangkar”, selain menu-menu spesial menyesuaikan moment culinary yang pas. Menunya tematik, sesuai musim yang lagi in.
Bagi yang menyukai hidangan khas Jepang yang belakangan memang lagi ngetrend, di Mercure Karawang juga memiliki Kunoichi Restaurant, restaurant Jepang yang menghidangkan menu-menu fresh Jepang mulai dari variasi lengkap sushi, fresh sashimi, bento, dan paket All-You-Can-Eat Beef BBQ & Shabu-shabu mulai dari Rp99.000++ per orang. Saya juga sempat mencicipi makanan jepang waktu sarapan pagi.
Restoran KUNOICHI menyajikan berbagai menu otentik masakan Jepang untuk mengakomodir kebutuhan masakan khas Jepang khususnya bagi orang-orang Jepang yang bekerja di kawasan industri di Karawang dan juga kuliner masakan Jepang yang saat ini makin digemari oleh masyarakat lokal. Tersedia berbagai menu pilihan ala carte, bento sampai dengan Tepanyaki. Khusus bulan Maret untuk para tamu yang berkunjung pada saat makan malam selain mendapatkan Diskon 20% juga dapat minum Bir sepuasnya (free flow beer). Diskon 20% berlaku sampai dengan tanggal 20 Maret 2016.
Restoran KUNOICHI ini sudah dibuka mulai 18.00 – 00.00 WIB. Terdiri dari 02 (dua) lantai dan memiliki 03 (tiga) ruang private yang dilengkapi dengan fasilitas ruang karaoke dengan kapasitas ruangan 06 s/d 10 orang. Kapasitas keseluruhan Restoran KUNOICHI adalah sebanyak 86 kursi. Selain untuk santap di restoran, Restoran KUNOICHI juga melayani delivery order untuk Bento dengan minimum pemesanan 10 box di area sekitar Galuh Mas dan KIIC.
Selain makanan, suasana di kamar tidur juga sangat cukup bagi saya. Saya bisa istirahat sekaligus melanjutkan beberapa pekerjaan mengetik dalam kamar hotel. Singkatnya, saya mendapatkan kesan positif di hotel ini. Soal harga jugaso so laah. Kota Karawang sendiri memang juga menggeliat. Karawang mencatat kemajuan luar biasa. Derap pembangunan bertumbuh pesat. Kehadiran Hotel Mercure Karawang, hotel berbintang empat berstandar internasional adalah bukti Karawang telah menarik minat banyak investor dan pendatang dari luar.
Mercure Hotel sendiri memang dikelola Accor Group yang mengelola hotel ini dengan sentuhan lokal. Hotel Mercure Karawang adalah hotel berbintang empat pertama di Karawang dan berstandar internasional dan kontruksinya sudah mulai dibangun pada 2013. Bagi yang ingin ke Karawang dan menginap disana, tak ada salahnya mencoba. Untuk keluarga juga OK. Kalau pas mau mudik macet di tol Cikampek, boleh juga masuk ke Karawang, nggak sampai 10 KM dari tol sudah bisa masuk ke hotel ini. Jaraknya sekitar 4-5 km dari tol.

Hotel ini dibangun oleh Group Galuh Citarum yang dimiliki Pak Amin Supriyadi. Pak Amin Supriyadi adalah pengusaha lokal sekaligus perintis bisnis hunian dan pusat belanja di Karawang sejak tahun 1970-an. Pastinya, kehadiran Hotel Mercure akan menjadi alternatif menginap bagi yang suka travelling bisnis dan keluarga. Selama ini kita hanya melihat Karawang dari jalan tol, cobalah belok sedikit untuk melihat dan menikmati Karawang yang sedang menggeliat.
Pastinya keberadaan Mercure Hotel Karawang juga melengkapi fasilitas komersial lain yang dimiliki PT Galuh Citarum di Karawang, seperti perumahan Galuh Mas, Mal Karawang Central Plaza, Wonderland Adventure Waterpark, dan Technomart (pusat otomotif,
wingdarmadi@gmail.com
Baca info terkait :
Pengalaman Saya Menginap di Hotel Mercure Ancol
Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis
Pengalaman Bermalam di Mercure Bandung
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Pengalaman Saya Menginap di Hotel Mercure Ancol
Belum usang ini, karena tugas menulis naskah yang tak selesai & meeting pada Kawasan Ancol, aku kemudian menginap Hotel Mercure Ancol. Ini hotel bintang empat yang lokasi persis di tepi laut, pada pantai utara. Lokasinya sahih-sahih berbatas menggunakan bahari. Lokasi terdapat di seberang Ecopark yang dulu lapangan golf Ancol.
Saya punya pengalaman yg positif waktu menginap di hotel ini. Hotel ini sanggup untuk urusan usaha maupun famili. Bahkan bisa adonan diantara keduanya. Pada hari-hari kerja, hotel ini poly digunakan rapat kalangan instansi pemerintah & swasta. Waktu saya sedang menginap disana, jua terdapat sebuah instansi pemerintah yg sedang mengadakan lokakarya nasional. Kami ketika itu hanya menempati ruang meeting buat 20-an orang karena memang meeting internal saja.
Untuk keperluan wisata dan menginap keluarga di weekend, jelas, hotel ini sangat cocok. Tahu sendiri, kawasan Ancol selalu ramai saat weekend. Sudah menjadi pengetahuan semua orang jakarta. Tak heran stasiun TV di jakarta kadang juga bikin acara live di Ancol.
Mercure Ancol Hotel ini salah satu pilihan yg rupawan lantaran lokasinya dekat dengan DUFAN, Gelanggang Renang Ancol, SeaWorld dan yg pasti: dekat menggunakan pantai. Kalau bosan pada kamar, kita mampu jalan-jalan di pantai Ancol yang sekarang telah terkelola menggunakan baik.

Kalau mau menentukan kamar, saran saya, cobalah buat mengambil kamar yg terdapat pada lantai agak tinggi & pastikan menghadap ke bahari. Secara langsung saya tidak suka menentukan kamar yg menghadap ke lapangan Golf Ancol. Menurut aku , satu keunikan hotel ini khususnya diantara hotel yang lain di Jakarta merupakan terletak dipinggir pantainya. Berbeda menggunakan putri duyung Cottege, walaupun menghadap kepantai pula, akan tetapi kita nir mampu memandang secara luas lantaran tidak mampu melihat menurut loka yg relatif tinggi. Lantaran itu aku akan lebih suka jika bisa menerima kamar yg menghadap laut. Tapi kalau tidak bisa, sebenarnya kita juga sanggup melihat bahari menurut balkon hotel.
Penting, jangan lupa, untuk membawa kaos olahraga dan sepatu olahraga. Anak istri juga minta bawa alat olahraga. Soalnya disana kita bisa jalan keluarga di sepanjang pantai sembari olahraga. Asyik deeh. Antara sport yang mendapat keringat plus semburan angin pantai.
Kamarnya juga ok. Ada beberapa pilihan. Restoran di lantai bawah juga menghadap laut. Bisa yang di indoor, bisa pilih outdoor. Saya pribadi lebih suka makan di ruang luar agar bisa mendapatkan angin laut dan bisa mendapat silir alami, bukan silir AC, AC mah di rumah juga bisa. Restoran juga sediakan menu yang cocok buat lidah kita. Hal yang juga menarik di Mercure adalah sarapannya. Prasmanan dan berbagai pilihan menu yang variatif. Anda bisa menikmati sarapan Anda di restoran yang menghadap ke laut, sehingga sarapan Anda pun bisa lebih santai. Anda tidak dibatasi ingin mencoba menu berapa saja, lumayan sebelum menjelajahi berbagai wisata di Ancol. Di sana juga tersedia mushola yang sangat layak/bersih bagi kita untuk sholat pas jamnya.
Pengalaman saya menginap pada hotel Mercure Ancol cukup memuaskan. Hotel berbintang empat ini cocok menjadi pilihan yang layak buat berlibur beserta famili pada Ancol. Lokasi Mercure Ancol sangat strategis lantaran berada pada pada kawasan Taman Impian Jaya Ancol, persis berada di sebelah Pantai Festival, sebagai akibatnya Anda sanggup berjalan kaki ke Pantai Festival buat menghabiskan sore beserta bersama keluarga.
Mau renang? Hotel Mercure Ancol pula dilengkapi menggunakan kolam renang. Cocok buat anak Anda yang senang berenang. Kolam renangnya terdiri menurut 3 macam kolam, sanggup diakses secara gratis dan dimanfaatkan buat balita serta dewasa.
Disana juga disediakan persewaan sepeda untuk tamu yang ingin berkeliling di area pantai, ada bar di tepi kolam, kolam renang dewasa dan khusus anak disediakan untuk menjamin keselamatan pengunjung yang membawa anak-anak. Internet tersedia dengan gratis di semu kamar dan tempat umum. Kesan saya, sebagai hotel berbintang lima, Mercure Convention Centre, kelengkapan dan pelayanannya baik dan cukup memuaskan. Harga cukup terjangkau, mulai dari kamar Superior 441 Ribu, Twin superior Rp 567.000 sampai dengan kamar Deluxe dengan pemandangan laut Rp 855 Ribu.
Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis
Kesan Menginap Di Mercure Karawang, Asyik & Ingin Kembali Lagi
Pengalaman Saya Menginap pada Hotel Mercure Ancol
Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat pada Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Pengalaman dan Kesan Saya Bermalam di Grand Mercure Bandung Setiabudi

Grand Mercure Bandung Setiabudi dikelola sang Accor Hotel Group, jaringan hotel internasional yang pada Bandung pula mengelola Novotel Bandung, ibis Styles Braga dan ibis Trans Studio Bandung. Sama halnya dengan hotel Grand Mercure lainnya yang selalu memiliki keunikan, di Grand Mercure Bandung Setiabudi ini, pengunjung diajak dekat menggunakan alam maupun budaya tatar Parahyangan. Grand Mercure Setiabudi Bandung mempunyai ciri yg sinkron dengan budaya sekitarnya, kental menggunakan sentuhan tradisional Jawa Barat yang diantaranya ditonjolkan pada kamar-kamar.
Ornamen khas Bandung yang dipasang di setiap kamar. Pada bagian headboardnya dipasang gambar khas Bandung, seperti Gedung Sate, Stasiun Bandung, Gedung Merdeka, Gunung Tangkuban Parahu dan Teropong Bosscha. Headboardnya berbeda di setiap lantai. Sebuah diorama cerita Sangkuriang pun terpasang di bagian depan hotel sebelum memasuki lobi. Tak hanya itu, yang unik di Grand Mercure Bandung Setiabudi ini, mini bar di setiap kamar tak hanya menyajikan teh dan kopi semata, namun disediakan pula sejumlah minuman dan makanan khas. Juga disediakan bandrek, bajigur, keripik pedas, dan basreng.

Beberapa waktu lalu saya ada acara yang memaksa saya harus menginap di Bandung. Akhirnya saya memutuskan bermalam di Grand Mercure Bandung Setiabudi. Saya sangat nyaman menginap di hotel yang terletak di tengah kota Bandung ini, Jl Setiabudi. Hotelnnya sangat bersih dan sepadan dengan kelasnya. Bahkan mirip bintang 5. Ini memang hotel bintang 4 dan masih baru. Kata teman-teman, hotel ini hampir selalu full booked. Waktu kawan saya yang bertugas booking juga kasih tahu, ia bisa pesan kamar karena ada kawan yang bisa membantu. Ini memang cukup primadona.
Ada beberapa hal yg mengesankan aku ketika menginap di hotel ini. Pertama, pemandangan dari dalam kamar. Ketika pagi, menurut jendela aku mampu melihat Bandung Selatan (orang Bandung menyebutnya Bandung Bawah) yg posisinya dibawah, dengan pemandangan yang luar biasa. Panomara pagi benar-benar aduhai lantaran kita mampu melihat pada spektrum yang jauuh.
Masih dari ventilasi sebelah, saya juga mampu melihat arah kebalikannya, arah Lembang. Pemandangannya jua ok. Lalu, karena aku menginap di lantai 8, saya sanggup lihat pemandangan bawah, melihat kolam renang & juga pemandangan kurang lebih hotel, sambil ditemani angin pagi yang sepoi-sepoi.
Salah satu pengalaman menarik, kami tidur tidak gunakan AC pun sudah sangat dingin dengan pintu cendela sedikit dibuka. Udaranya memang kondusif, dekat menggunakan Lembang yang sejuk & dingin.
Hotel yg relatif baru ini memang banyak diminati sang pengunjung yg melancong ke Bandung.
Bagi yg suka berenang atau berendam, hotel ini dilengkapi juga menggunakan fasilitas kolam renang olympic size yg eksklusif. Lokasi kolam renang persis pada samping resto buat breakfast. Jadi kita mampu makan pagi sambil melihat anak-anak berenang bila sedang berlibur bawa anak-anak. Kolam renang cukup besar , olimpic size. Dan kolam renang ini memang keliru satu keunggulan hotel ini. Selain posisinya yang strategis, udara sejuk dan hotelnya masih baru.
Selain kolam renang, jua terdapat fitnes center, spa, kids club dan 6 ruang pertemuan banyak sekali berukuran buat keperluan bisnis. Serta Grand Ballroom yg bisa menampung hingga 1.700 orang buat berbagai program. Hotel ini memiliki 205 kamar dirancang dengan konsep terkini minimalis. Rincinya, terdapat 63 kamar superior, 73 kamar deluxe, 8 kamar pool access, 6 privilage rooms & 5 junior suite. Kalau kita menginap disana, setiap kamar dilengkapi dengan amenities kamar terbaik, saluran 24 jam tv satelit, Wi-Fi perdeo, brankas dan kecil bar. Bahkan buat previlage disediakan mesin produsen esspreso sendiri. Kesan aku , hotel ini cocok buat acara usaha juga acara keluarga yang santai.
Penulis: Sudarmadi ( darmadi2000@yahoo.com )
Baca juga isu terkait :
Kesan Menginap Di Mercure Karawang, Asyik dan Ingin Kembali Lagi
Pengalaman Saya Menginap di Hotel Mercure Ancol
Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis
POP Hotel Malioboro Ulang Tahun, Bikin Kegiatan Sosial

Malioboro, 1 November 2016 – Ulang tahun kedua POP! Hotel Malioboro Yogyakarta yang jatuh pada 28 Oktober 2016 menjadi inspirasi bagi Melyssa Cataleya Evand – sang hotel manager untuk mengadakan berbagai aksi CSR selama satu minggu penuh.
Sesuai dengan konsep merek hotel yang mendukung gerakan ramah lingkungan, POP! Hotel Malioboro mulai membagikan ‘tas kain hijau’ di area sekitar Candi Borobudur, Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo & Pasar Pathuk mulai tanggal 22 Oktober.
“Idenya adalah untuk sosialisi bahwa penggunaan tas kain lebih baik daripada kantong plastik. Ini merupakan gerakan simpel yang dapat menginspirasi publik untuk menekan sampah sehari-hari agar lebih ramah lingkungan,” kutip Evand.
Kemudian pada 28 Oktober – sesuai dengan Hari Sumpah Pemuda, POP! Malioboro mengadakan upacara bendera yang dipimpin oleh SDN Netral D Sosromenduren, yang diikuti dengan POP! Steps – penampilan dance khas oleh staf hotel dan juga pemotongan tumpeng. Beberapa media lokal yang hadir di hari itu.
Di tanggal 30 Oktober sebagai penutupan kegiatan, POP! Hotel Malioboro kembali membagikan tas kain sekaligus baju bekas di sepanjang Pantai Indrayanti & desa Budegan – Wonosari. “Kami juga menyerahkan 45kg bibit jagung kepada para petani setempat dengan harapan dapat membantu warga lokal.”

POP! Hotels is a network of eco-friendly budget hotels for smart travelers. There are 19 POP! Hotels in operation with another 19 more scheduled to open by early 2020 across Indonesia. It won in the Best Economy Hotel category at Budgie$ & Travel Awards 2013 in Singapore. POP! Kuta Beach & Kemang won Best Budget Hotel - Asia Pacific for TTG Travel Awards 2015 & 2016. Find out more about POP! at @pophotels and www.pophotels.com
Established in 2001, TAUZIA Hotel Management is a network of 111 hotels in operation & development under the brands of WorldHotels – a master franchise in luxury segment, Preference Hotels – a label for a collection of charm hotels, HARRIS Hotels – midscale hotels featuring healthy lifestyle concept, YELLO Hotels – the netizen’s new economic hotels & POP! Hotels – eco-friendly hotel for smart travelers in budget segment. Along with hotel management services, TAUZIA provides Estate Management & consulting services with a vision to build a blend of culture in management style and product management as well as services while promoting cultural diversity in the hospitality business. Find out more at @tauziahotels and www.tauzia.com
TAUZIA Lakukan Groundbreaking YELLO Hotel Kupang

TAUZIA Hotel Management, operator hotel Indonesia peraih penghargaan berhasil menyebarkan sayap ke Indonesia bagian timur menggunakan prosesi groundbreaking YELLO Hotel Kupang - Nusa Tenggara Timur berkolaborasi menggunakan PT. Haumani Makmur Sejati.
Hotel ini akan menjadi YELLO keenam di Indonesia yang berlokasi strategis pada Jalan Timor Raya, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima - Kupang.
“YELLO Hotels menawarkan daya tarik kreatif tersendiri di segmen hotel ekonomis yang berkonsep seni urban & teknologi. Kami hendak menjadi ruang kreatif bagi para tamu netizen,” kutip Christophe Glass, Chief Projects Officer - TAUZIA Hotel Management.
YELLO Hotel Kupang menawarkan 147 kamar berdesain trendi sekaligus juga berbagai fasilitas menyenangkan lainnya seperti ballroom dengan kapasitas hingga empat ratus orang, beberapa ruang pertemuan untuk dua ratus orang, kolam renang, WOK’n’TOK - restoran a la makanan cepat saji yang buka 24 jam, NetZone dan Gaming Station.
“Dari dahulu kala Kupang sudah terkenal sebagai pusat perdagangan & pelabuhan sibuk di masa kolonial Portugis & Belanda - hingga sekarang begitu banyak peninggalan menarik yang menawarkan daya tarik luar biasa bagi para pelancong,” kutip Irene Janti, Chief Brands & Marketing Officer - TAUZIA Hotel Management.
Tamu yang menginap dapat menjelajah berbagai destinasi turis termasuk Pantai Tablolong, Goa Kristal, Taman Nostalgia, Air Terjun Oenesu & Taman Camplong. YELLO Hotel Kupang diperkirakan akan mulai beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2018.
Kesan Menginap di Marbella Suites Bandung
Kota Bandung tak salah disebut sebagai kota nan molek. Senyum bumi Parahyangan nan indah sudah diwakili oleh Bandung yang udaranya segar, sejuk, tapi ramai dan penuh sejarah. Wisata kulinernya pun berkembang teramat pesat. Apalagi wisata belanja seperti oleh-oleh pakaian dengan desain-desain kreatif yang kekinian, sangat banyak terdapat di kota ini. Maklum, disana memang banyak butik-butik underground produsen dan penjual pakaian. Mau cari FO, juga berderet. Ibukota bumi Parahyangan ini memang selalu bikin kangen. Tak ada salahnya bersama keluarga sering-sering berkunjung ke Bandung untuk melepas penat kerja dan berlibur bersama keluarga.
Bila ke Bandung, tempat menginap yang layak dicoba dan akan membuat Anda sekeluarga balik ke sana ialah Marbella Suites, Bandung. Marbella Suites Bandung ini merupakan hotel bintang 4 yang berdiri kokoh di kawasan Sentra Dago Pakar. Hotel ini dibangun dengan konsep layaknya sebuah apartment, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang akan membuat kita betah menghabiskan waktu berlama-lama disini. Menyediakan 180 kamar untuk tamu, Marbella Suite Bandung ini dibangun dengan dekorasi bergaya modern dengan gedung menjulang tinggi sehingga mudah ditemukan bagi yang ingin datang.
Salah satu keunggulan Marbella Suites Bandung ini, karena letaknya di Dago Pakar dan gedungnya tinggi, maka tamu bisa melihat kemolekan pemandangan cakrawala Bandung nan indah. Dibalut udara sejuk Bandung di pagi hari, mata kita bisa menyapu bersihnya udara pagi Bandung, ditemani secangkir kopi/teh dan semilir angin. Sangat indah.
Saya akan sarankan bila Anda menginap di Marbella Suites Bandung, untuk meminta kamar dengan posisi di lantai yang lebih atas. Tujuannya, agar bisa menikmati pemandangan nan indah dari balkon kamar secara lebih maksimal. Apalagi bila keluarga Bapak/Ibu bisa menginap bersama keluarga di Deluxe Suite, akan merasakan betapa eloknya pemandangan di malam hari kota Bandung.
Fasilitas lain juga sangat lengkap karena hotel ini dikelola oleh pemilik dan pengelola yang sudah sangat berpengalaman di bisnis hotel dan kondotel. Pengelolanya juga merupakan pengelola dan pemilik Marbella Anyer yang sudah amat beken di Anyer. Di Marbella Suites Bandung ini kita juga mudah menemukan kolam renang, spa, pusat kebugaran, restoran, dan fasilitas lain yang sudah didesain dengan lengkap dan berkelas.
Untuk pilihan kamarnya sendiri, kita bisa pilih tipe Deluxe Suite, Executive Suite, Grand Executive Suite atau Master Suite. Menariknya, setiap tipe kamar yang tersedia dilengkapi dengan ruang tamu dan meja makan serta balkon yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan pepohonan hijau yang asri sambil menghirup segarnya udara bersih. Hal inilah yang tidak kita dapatkan bila menginap di hotel pada umumnya. Disini kita seperti punya private apartment unit nan mewah di tengah kota Bandung. Artinya, kalau kita mau mengundang teman atau relasi bertamu di kamar kita juga akan sangat OK. Tidak malu-malu-in.

Karena itu, menurut saya, Marbella Suites ini juga sangat cocok banget untuk wisatawan yang datang bersama keluarga. Kenapa? Marbella Bandung menawarkan kolam renang yang luas dengan pool snack bar, gym, children playground, children bike dan mountain bike outdoor sport. Marbella Suites Bandung merupakan tempat untuk perjamuan dan pertemuan. Namun hotel ini juga punya Dago Grand Ballroom yang bisa dipakai untuk acara gathering bisnis, dan menampung hingga 400 orang untuk sit-down dinner. Tersedia juga ruang pertemuan yang berukuran lebih kecil untuk gathering atau break-outs.
Untuk kondisi dalam kamar, modelnya didekorasi dengan gaya minimalis dan aksen Indonesia klasik. Dilengkapi fasilitas yang mewah termasuk king-size bed atau twin beds, glass writing desk dan akses internet berkecepatan tinggi. Setiap kamar memiliki en suite bathroom dengan bathtub, wak-in shower dan wardrobe. Fasilitas lainnya yang terdapat di kamar yaitu IDD telephone, TV cable, minibar dan fasilitas tea dan coffee making. AC yang disediakan disemua jenis tipe kamar sebagai fasilitas standar. Setiap kamar juga memiliki balkon atau teras pribadi.

Kamar-kamar di Marbella Suites memiliki ruang tamu dan ruang makan, juga dilengkapi dengan TV kabel dan film-film internal hotel. Semua menyediakan kamar mandi pribadi dengan bathtub, jubah mandi, dan sandal kamar.
Untuk makan sulit nggak? Sangat mudah. Restoran utama terletak di Lobby, buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga tengah malam. Menyajikan menu grill sebagai andalannya, hidangan Asia dan internasional. Resto bisa menampung sekitar 90 orang dalam ruangan dan 140 orang di teras restoran. Hotel ini juga memiliki lobby lounge & bar dengan desain yang indah, berada di area lobby yang buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 11 malam dengan kapasitas tamu 25 orang. Kita bisa bersantap di Ren De Vu Restaurant yang menyajikan hidangan lokal dan internasional. Setelah itu bisa juga menikmati minuman di Diva Lounge, yang terletak di lobi.
Kalau toh ingin nongkrong di luar hotel, disekitar hotel banyak kafe-kafe terkenal seperti Sierra, Valley, dan sederet kafe lain. Ada juga wisata kuliner yang lagi happening banget di Bandung dan terletak tidak jauh dari Marbella Suites Bandung, yaitu Lawangwangi Creative Space. Restoran ini sangat unik, karena didalamnya juga terdapat galeri seni yang bisa Anda nikmati sambil menunggu giliran untuk duduk menikmati masakan lezat di restoran yang letaknya tepat dipinggir tebing. Jangan ditanya soal pemandangan yang bisa dinikmati dari restoran ini
Bila ingin olahraga pun para tamu Marbella Suites bisa menikmati kolam renang outdoor dan gym yang disediakan hotel. Spa dan pijat juga tersedia di resort ini. kita bisa bersantai di kolam renang outdoor atau bathtub spa.
Resort Marbella Suites ini berlokasi di perbukitan Dago Pakar yang menghadap ke skyline kota Bandung. Hanya sekitar 2 jam berkendara dari kota Jakarta dan sekitar 10 km ke pusat kota. Dari resort ini, jarak ke Jalan Juanda (Dago) sekitar 5 km. Bandara Internasional (Husein Sastranegara) dapat dicapai dalam waktu 45 menit berkendara. Tentu bagi wisatawan sangat diperlukan karena lokasinya nyaman, tidak berisik. Yang pasti, untuk parkir mobil juga luas dan aman, hal yang kita perlukan bagi kita yang datang dari luar kota Bandung.
Sudarmadi
Kesan di Marbella Ciater, Cocok Untuk Yang Ingin Mencari Udara Sejuk, Pemandangan Dan Rileks



Salah satu lokasi wisata menarik bagi rakyat Jabodetabek & Jawa Barat ialah kawasan Ciater pada Jawa Barat yang dikenal menjadi lokasi dataran tinggi dengan pemandangan nan elok dan udara sejuk, sebagaimana kawasan Lembang. Bagi masyarakat Bandung dan Jabodetabek yg ingin mencari rileks, tentu sangat pas pulang ke Ciater yang jaraknya hanya satu jam berdasarkan Bandung.
Bila berwisata ke Ciater dan punya rencana menginap, ada baiknya mencoba kawasan resort Marbella Twin Waterfall Resort Ciater. Ini penyedia tempat menginap yang setahu saya paling bonafid di wilayah Anyer.Marbella Ciater ini satu group denganMarbella Suites di Kota Bandung dan jugaMarbella Anyer. Lokasi Marbella Ciater sendiri hanya satu jam dari Lembang dan sangat dekat dengan Gunung Tangkuban Perahu serta air terjun Maribaya yang terkenal itu.
Kompleks resort ini dikelilingi hamparan kebun tropis yg indah, dilingkupi kolam ikan, hamparan sawah padi, tidak jauh dari hamparan perkebunan teh, dan pada dalamnya terdapat 2 air terjun kembar, yang dikenal Curug Rendeng yg kemudian dipakai menjadi nama resort ini. Marbella Twin Waterfall Resort Ciater mempunyai 8 bungalow menggunakan gaya western kolonial yang oke banget. Jadi bila kita ke sana kita seolah-olah sedang pada pada sebuah tempat tinggal pada Eropa. Masing-masing pesanggrahan punya beberapa bedrooms, private bathroom, perlengkapan dapur, living room, TV & sebagainya.


Marbella Ciater ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga maupun acara kegiatan bisnis (perusahaan). Untuk acara gathering kantor seperti untuk meeting bisnis sangat dimungkinkan karena didalamnya memang ada ruang pertemuan yang bisa menampung 100-an orang. Selain itu juga ada kolam ikan, tempat playground anak-anak, restauran, gazebo, drugs store, souvenir shop, business center, internet facilities. Jadi sangat mendukung untuk lokasi corporate meetings, trainings, gatherings dan sejenisnya. Tentu akan menjadi memorable untuk perusahaan bila bisa membuat rencana-misi-vis-targeting disana, lebih hening sekaligus lebih fokus. Tapi di lain sisi bisa dilanjutkan dengan rileks.
Untuk keluarga dan anak-anak? Marbella Ciater ini juga sangat menarik untuk kegiatan anak-anak sekolah karena kondisinya sekitarnya sangat alami. Misalnya bisa untuk acara anak-anak seperti tea-walk, menunggang kuda, memasak, Sundanese dance, belajar musik, dan program edutainment lain seperti membatik, painting, berkebun, bersawah. maupun aktifitas outbound seerti ATV, flying fox, tug of war, bakiak race, shooting target dan paint ball untuk family atau corporate. Menarik untuk mengajak anak berlibur sekaligus mengenalkan ke lingkungan alam asli, jangan sampai anak kita tahunya hal-hal yang mekanistik serba kekotaan.


Lokasi ini juga bisa untuk aktivitas hiking karena lingkungan lebih kurang sangat mendukung. Disana kita dan keluar bisa explore kecantikan alam dari resort. Fasilitas lain yang ditawarkan merupakan taman bermain anak-anak, fasilitas barbekyu, dan ada juga toko suvenir. Berbagai aktivitas dapat dilakukan pada vila atau di area sekitarnya, termasuk bersepeda, mendaki, & menunggang kuda. Staf vila dapat membantu menggunakan permintaan binatu, penyewaan kendaraan, dan layanan antar-jemput dengan porto tambahan.
Disini juga terdapat kolam renang luar ruang. Akses Wi-Fi tersedia gratis pada semua area. Lalu masing-masing villa punya balkon langsung yg menghadap ke taman, setiap vila menyediakan ruang makan & dapur kecil dengan kulkas. Area tempat duduk yg dilengkapi menggunakan sofa dan TV layar datar, sedangkan kamar mandi pribadinya menunjukkan fasilitas shower & perlengkapan mandi gratis. Handuk & sandal juga disediakan. Untuk keluarga yg ingin liburan menurut Jakarta dan mencari suasana sunyi, sangat pas.
Sudarmadi
Cari Hotel Bintang 4 di Bandung ? Marbella Suites Bandung Layak Dicoba !

Kota Bandung tak salah disebut sebagai kota nan molek. Senyum bumi Parahyangan nan indah sudah diwakili oleh Bandung yang udaranya segar, sejuk, tapi ramai dan penuh sejarah. Wisata kulinernya pun berkembang teramat pesat. Apalagi wisata belanja seperti oleh-oleh pakaian dengan desain-desain kreatif yang kekinian, sangat banyak terdapat di kota ini. Maklum, disana memang banyak butik-butik underground produsen dan penjual pakaian. Mau cari FO, juga berderet. Ibukota bumi Parahyangan ini memang selalu bikin kangen. Tak ada salahnya bersama keluarga sering-sering berkunjung ke Bandung untuk melepas penat kerja dan berlibur bersama keluarga.
Jika ke Bandung, loka menginap yg layak dicoba dan akan membuat Anda sekeluarga balik ke sana merupakan Marbella Suites, Bandung. Marbella Suites Bandung ini merupakan hotel bintang 4 yang berdiri kokoh pada kawasan Sentra Dago Pakar. Hotel ini dibangun dengan konsep layaknya sebuah apartment, dilengkapi aneka macam fasilitas pendukung yg akan menciptakan kita betah menghabiskan saat berlama-lama disini. Menyediakan 180 kamar untuk tamu, Marbella Suite Bandung ini dibangun menggunakan dekorasi bergaya terbaru menggunakan gedung menjulang tinggi sehingga mudah ditemukan bagi yang ingin datang.
Salah satu keunggulan Marbella Suites Bandung ini, karena letaknya di Dago Pakar dan gedungnya tinggi, maka tamu bisa melihat kemolekan pemandangan cakrawala Bandung nan indah. Dibalut udara sejuk Bandung di pagi hari, mata kita bisa menyapu bersihnya udara pagi Bandung, ditemani secangkir kopi/teh dan semilir angin. Sangat indah.
Saya akan sarankan jika Anda menginap pada Marbella Suites Bandung, buat meminta kamar menggunakan posisi di lantai yg lebih atas. Tujuannya, supaya bisa menikmati pemandangan nan indah dari balkon kamar secara lebih aporisma. Apalagi apabila famili Bapak/Ibu bisa menginap beserta keluarga pada Deluxe Suite, akan merasakan betapa eloknya pemandangan pada malam hari kota Bandung.
Fasilitas lain pula sangat lengkap lantaran hotel ini dikelola oleh pemilik dan pengelola yg sudah sangat berpengalaman pada usaha hotel & kondotel. Pengelolanya jua adalah pengelola & pemilik Marbella Anyer yg sudah amat beken di Anyer. Di Marbella Suites Bandung ini kita juga mudah menemukan kolam renang, spa, pusat kebugaran, restoran, & fasilitas lain yg telah dibuat menggunakan lengkap dan berkelas.
Untuk pilihan kamarnya sendiri, kita bisa pilih tipe Deluxe Suite, Executive Suite, Grand Executive Suite atau Master Suite. Menariknya, setiap tipe kamar yang tersedia dilengkapi dengan ruang tamu dan meja makan serta balkon yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan pepohonan hijau yang asri sambil menghirup segarnya udara bersih. Hal inilah yang tidak kita dapatkan bila menginap di hotel pada umumnya. Disini kita seperti punya private apartment unit nan mewah di tengah kota Bandung. Artinya, kalau kita mau mengundang teman atau relasi bertamu di kamar kita juga akan sangat OK. Tidakmalu-malu-in.
Lantaran itu, dari aku , Marbella Suites ini juga sangat cocok banget buat wisatawan yg tiba bersama famili. Kenapa? Marbella Bandung memberikan kolam renang yang luas dengan pool snack bar, gym, children playground, children bike & mountain bike outdoor sport. Marbella Suites Bandung merupakan loka buat perjamuan & pertemuan. Tetapi hotel ini pula punya Dago Grand Ballroom yg mampu dipakai buat acara gathering bisnis, dan menampung hingga 400 orang buat sit-down dinner. Tersedia juga ruang rendezvous yg ukuran lebih mini buat gathering atau break-outs.
Untuk kondisi dalam kamar, modelnya didekorasi dengan gaya minimalis dan aksen Indonesia klasik. Dilengkapi fasilitas yang mewah termasuk king-size bed atau twin beds, glass writing desk dan akses internet berkecepatan tinggi. Setiap kamar memiliki en suite bathroom dengan bathtub, wak-in shower dan wardrobe. Fasilitas lainnya yang terdapat di kamar yaitu IDD telephone, TV cable, minibar dan fasilitas tea dan coffee making. AC yang disediakan disemua jenis tipe kamar sebagai fasilitas standar. Setiap kamar juga memiliki balkon atau teras pribadi.

Kamar-kamar di Marbella Suites mempunyai ruang tamu dan ruang makan, juga dilengkapi menggunakan TV kabel & film-film internal hotel. Semua menyediakan kamar mandi eksklusif dengan bathtub, jubah mandi, & sandal kamar.
Untuk makan sulit nggak? Sangat mudah. Restoran utama terletak di Lobby, buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga tengah malam. Menyajikan menu grill sebagai andalannya, hidangan Asia dan internasional. Resto bisa menampung sekitar 90 orang dalam ruangan dan 140 orang di teras restoran. Hotel ini juga memiliki lobby lounge & bar dengan desain yang indah, berada di area lobby yang buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 11 malam dengan kapasitas tamu 25 orang. Kita bisa bersantap di Ren De Vu Restaurant yang menyajikan hidangan lokal dan internasional. Setelah itu bisa juga menikmati minuman di Diva Lounge, yang terletak di lobi.
Kalau toh ingin nongkrong di luar hotel, disekitar hotel banyak kafe-kafe terkenal seperti Sierra, Valley, dan sederet kafe lain. Ada juga wisata kuliner yang lagi happening banget di Bandung dan terletak tidak jauh dari Marbella Suites Bandung, yaitu Lawangwangi Creative Space. Restoran ini sangat unik, karena didalamnya juga terdapat galeri seni yang bisa Anda nikmati sambil menunggu giliran untuk duduk menikmati masakan lezat di restoran yang letaknya tepat dipinggir tebing. Jangan ditanya soal pemandangan yang bisa dinikmati dari restoran ini
Bila ingin olahraga pun para tamu Marbella Suites bisa menikmati kolam renang outdoor dan gym yang disediakan hotel. Spa dan pijat juga tersedia di resort ini. kita bisa bersantai di kolam renang outdoor atau bathtub spa.
Resort Marbella Suites ini berlokasi di perbukitan Dago Pakar yang menghadap ke skyline kota Bandung. Hanya sekitar 2 jam berkendara dari kota Jakarta dan sekitar 10 km ke pusat kota. Dari resort ini, jarak ke Jalan Juanda (Dago) sekitar 5 km. Bandara Internasional (Husein Sastranegara) dapat dicapai dalam waktu 45 menit berkendara. Tentu bagi wisatawan sangat diperlukan karena lokasinya nyaman, tidak berisik. Yang pasti, untuk parkir mobil juga luas dan aman, hal yang kita perlukan bagi kita yang datang dari luar kota Bandung.
Sudarmadi
H. Masri Nur: Sukses Berbekal Keyakinan

Nasib orang memang tak terdapat yang mampu menganggap. Jangan bersedih jika Anda sedang susah atau dibawah. Dengan kerja keras, doa, dan strategi yang tepat, nasib bisa berbalik. Itulah yang dialami H. Masri Nur, pengusaha sukes berasal Padang yang sekarang bermukim di Medan. Kini bisnisnya berkembang pesat melitpui bisnis properti (plaza & hotel), ritel, konveksi dan pendidikan kini sebagai garapannya. Sekitar 1.500 karyawan bersandar padanya. Salah satu simbol sukses bisnisnya adalah Hotel Madani, hotel syariah berbintang pertama yg terdapat di Medan.
Kisah hayati Masri Nur terbilang dramatik. Masri Nur dulunya merantau seseorang diri ke Medan, bekerja menjadi kuli penjual tiket bus & kemudian menjadi tukang jahit. Pria berdarah Padang ini berhasil bertransformasi menjadi entrepreneur sukses. Kini bisnisnya berkembang pesat melitpui usaha properti (plaza & hotel), ritel, konveksi dan pendidikan kini menjadi garapannya. Sekitar 1.500 karyawan bersandar padanya. Salah satu simbol sukses bisnisnya ialah Hotel Madani, hotel syariah berbintang pertama yang ada pada Medan.
Masri sekarang pula pemilik sekaligus pengelola Plaza Gelora, kompleks bisnis pada Medan yang terdiri atas supermarket, dept. Store, hall, sentra konveksi & industri garmen, dan restoran. Adapun Hotel Madani yang dibangunnya, terletak pada Jl. Sisingamangaraja, tak jauh menurut Masjid Raya Medan dan Istana Maimun, hotel bintang 4 yg tengah naik daun ini dikelola menggunakan sistem syariah. "Persis di jalan samping hotel inilah saya dulu pertama tiba ke Medan berdasarkan Padang naik bus. Saya tiba menjadi kuli," ujar laki-laki yang rendah hati meski sudah sukses ini. Masri juga pemilik Darul Ilmi Murni, forum pendidikan terpadu di atas huma 15 hektare, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Perjalanan sukses kelahiran 1953 ini sangat menarik. Keberhasilannya merupakan kombinasi kegigihan, kerja keras & keyakinan. Datang menurut famili terpandang pada Padang, Masri tidak mengikuti jejak saudaranya yang kebanyakan sebagai pegawai negeri sipil. Dia justru merantau ke Medan seseorang diri tahun 1969. Di Ibukota Sumatera Utara itu, dia memulai bekerja menjadi buruh, yaitu membantu menjual tiket bus. Setelah itu, membuka usaha jahitan pakaian dengan papan nama Toko Gelora. ?Saya ini aslinya tukang jahit. Sampai kini pun masih tukang jahit,? Ujarnya saat ditemui penulis pada lounge Hotel Madani miliknya.
Boleh dibilang, bisnis jahitlah yg mengantarnya ke jenjang sukses. Bisnis ini berkembang pesat sampai sebagai industri konveksi (garmen). Bahkan pada Medan, bukan misteri lagi, pusat seragam sekolah, seragam olah raga, pakaian tata cara dan pakaian muslim terbesar berada di Plaza Gelora. Di kompleks itu, terdapat gerai-gerai layaknya supermarket dan industri konveksi menggunakan tukang jahit tak kurang dari 200 orang. Singkatnya, lantaran usaha jahitan itu membesar, awal 1990-an Masri sanggup membangun kompleks plaza di lokasi itu. ?Saya bersyukur, sebagai satu-satunya pengusaha pribumi yg punya plaza pada Medan ini,? Ujar ayah tujuh anak yang masih berbadan tegap ini.
Yang paling menarik menurut sekian kisah bisnis Masri merupakan Hotel Madani. Ketika akan mendirikan hotel dengan 173 kamar yg berkonsep syariah dua tahun kemudian, banyak yg skeptis hotel itu akan laku . Termasuk, beberapa ulama Jakarta tempat Masri berkonsultasi. Maklum, berbeda dari kebanyakan hotel syariah yg awalnya hotel konvensional, Hotel Madani semenjak awal menerapkan sistem syariah secara ketat. Tamu bukan suami-istri nir boleh menginap sekamar. Screening & pengawasan dilakukan berfokus baik melalui pegawai hotel juga alat keamanan. Aturan bagi tamu hotel bahkan ditulis akbar pada lobi. Tidak ada alkohol. Penyanyi perempuan di lounge hotel pun wajib gunakan jilbab. ?Enam bulan pertama ujian kami berat. Kami poly mengeluarkan tamu berdasarkan hotel,? Kata Masri seraya mengungkapkan, hotelnya diresmikan wapres RI Jusuf Kalla.

Rupanya, pada 6 bulan pertama banyak tamu yg coba-coba melanggar atau nir memahami sama sekali anggaran tersebut sebagai akibatnya walau awalnya tiba sendirian, tetapi tengah malam mengajak teman lawan jenis bukan suami-istri untuk menginap sekamar. Untuk itu, Masri bahkan sempat memberi ganti rugi dan pernah pula ada tamunya yg murka . Namun, dia memang punya prinsip ingin membangun hotel yang tidak selaras. "Saya konfiden Tuhan akan memberi jalan. Kalaupun Tuhan marah kepada saya, masak iya Tuhan juga marah kepada karyawan aku dengan nir memberi mereka makan," ucapnya konfiden.
Rupanya keyakinan itu tak bertepuk sebelah tangan karena occupancy rate Madani terbilang paling tinggi di Medan. Dari 173 kamar, setiap hari setidaknya 150 kamar terisi. Awalnya, manajemen Madani memprediksikan cash flow dan laba baru akan positif sesudah 2 tahun. Ternyata, dalam dua bulan pertama pribadi positif & Masri sama sekali tak pernah menyubsidi hotel ini. Yang pula menarik, tamunya bukan hanya muslim, tetapi juga nonmuslim, baik kalangan Tionghoa maupun ekspat. ?Rupanya para istri & famili merasa lebih kondusif jikalau keluarganya menginap pada hotel ini ketika pada Medan,? Ujarnya seraya membicarakan, buat menciptakan hotel ini dibutuhkan kapital Rp 200 miliar di luar tanah.
Yang juga melegakan, lanjut Masri, selain sering full booked, kini brand hotel-nya sebagai hotel berkonsep syariah sudah dikenal semua pelaku bisnis wisata Medan dan beberapa kota lain sehingga pihaknya tak perlu mengeluarkan tamu lagi karena tak ada lagi tamu yang melanggar aturan hotel. Bagi Masri, keberadaan Hotel Madani merupakan catatan sejarah yang menarik. Di depan Hotel Madani itulah (dulu belum dibangun hotel) dirinya pertama menginjakkan kaki di Medan sebagai perantau “ ketika itu, di sebelahnya memang lokasi stasiun bus antarkota“ dan kini properti itu menjadi miliknya. Ya, perjalanan hidup memang sering tak terduga.
Penulis: sudarmadi (wingdarmadi@gmail.Com )
Klik link dibawah ini buat kisah usaha menarik lainnya :
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo & Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR