Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Syariah. Tampilkan semua postingan

Muhammad Fendy Leong, Bintang Muda Di Bisnis Ritel Medan

Muhammad Fendy Leong adalah sosok pengusaha muda sukses yang berasal dari Medan. Ia tumbuh dan berkembang di bisnis ritel,  mall / department store.  Di Medan, nama Fendy Leong dikenal karena gebrakannya membangun ritel syariah, yakni mendirikan supermarket syariah pertama di Indonesia yang sempat mendapatkan penghargaan MURI dan juga membangun minimarket syariah. Madinah Syariah, nama supermarket itu, merupakan anchor tenant di Plaza Millenium Medan. Fendy sejatinya merupakam anak seorang pengusaha sukses di Medan, namun ia memilih berbisnis sendiri. Mengibarkan bisnis sendiri. Orang tuanya adalah pemilik Macan Yaohan Group.Tak salah menyebut Fendy sebagai pengusaha idealis karena dalam berbisnis ia tak semata memburu profit.

Ia mengembangkan bisnis ritel syariah,  memulai dengan  mendirikan supermarket seluas 2500 m2, menempati dua lantai di Plaza Millenium. Ia berani mengambil resko dengan mendirikan supermarket syariah pertama dengan skala besar di Medan. "Awalnya banyak yang pesimis, di Medan kok mendirikan ritel syariah. Tapi saya yakin peluangnya ada, tinggal masalah edukasi. Dulu bank syariah juga susah, tapi sekarang lihat, bank-bank konvensional ramai-ramai buka unit syariah," ujar Fendy seraya menjelaskan tagline supermarketnya dengan "Halal itu Berkah".

Rupanya keyakinan Fendy tak bertepuk sebelah tangan. Ketika penulis berkunjung di outletnya di Plaza Millenium, supermarket Madinah Syariah ini cukup ramai dikunjungi pembeli. "Jangan salah, yang berkunjung disini tak hanya Muslim, tapi juga non Muslim dan kalangan masyarakat Tonghoa Medan," ujar Fendy.

Menurut pengamatan Fendy, supermarketnya banyak dikunjungi karena memang menerapakn seleksi ketat secara syariah baik dari sisi produk, pelayanan maupun proses, sehingga lebih aman bagi konsumen. Selain tidak menjual produk haram seperti minuman keras, pihaknya juga tak mau memasarkan produk yang proses dan bahannya tidak halal dan diimpor secara ilegal. Tak heran, ketika banyak superarket beberapa waktu lalu anjlok penjualannya gara-gara produk impor makanan mengandung melamin, pihaknya tidak kena dampak. "Dari awal kita sudah screening, yang bahan dan prosesnya seperti itu nggak halal. Nggak higines. Semua orang apapun agamnya pasti suka dengan produk yang sudah diverfisikasi seperti itu," katanya.

Setelah sukses membangun supermarket Madinah Syariah, Fendi sendiri segera mengembangkan minimarket syariah, tak ubahnya Alamart dan Indomart namun produk dan sistem kerjasamanya juga dnegan pola syariah.  Nama minimarketnya MadinahMart, sekarang ini sudah ada dua outlet minimarketnya. Selain itu juga punya outlet-outlet minimarket yang dinamai MESMart, kerjasama investasi dengan organisasi Masyarajkat Ekonomi Syariah. "Kita memang sedang mengembangkan usaha ini dengan menggandeng mitra-mitra investasi yang satu misi," ujar ria kelahiran 10 November 1972 ini. Fendy Leong juga aktif berkegiatan sosial selain menekuni bisnisnya.

Sudarmadi

Baca kisah bisnis menarik lainnya :

Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia

Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe

Inilah Kisah Sukses Pendiri Hotel Syariah Pertama Di Medan

Nasib orang memang tidak ada yg bisa menduga. Jangan bersedih apabila Anda sedang susah atau dibawah. Dengan kerja keras, doa, dan taktik yg tepat, nasib mampu berbalik. Itulah yg dialami H. Masri Nur, pengusaha sukes dari Padang yg sekarang bermukim pada Medan.

Kisah hayati Masri Nur terbilang dramatik. Masri Nur dulunya merantau seseorang diri ke Medan, bekerja sebagai kuli penjual tiket bus & lalu sebagai tukang jahit. Pria berdarah Padang ini berhasil bertransformasi sebagai entrepreneur sukses. Kini bisnisnya berkembang pesat melitpui usaha properti (plaza & hotel), ritel, konveksi & pendidikan sekarang sebagai garapannya. Sekitar 1.500 karyawan bersandar padanya. Salah satu simbol sukses bisnisnya artinya Hotel Madani, hotel syariah berbintang pertama yang ada di Medan.

Masri kini pula pemilik sekaligus pengelola Plaza Gelora, kompleks bisnis di Medan yang terdiri atas supermarket, dept. Store, hall, sentra konveksi dan industri garmen, dan restoran. Adapun Hotel Madani yang dibangunnya, terletak pada Jl. Sisingamangaraja, tak jauh berdasarkan Masjid Raya Medan & Istana Maimun, hotel bintang 4 yg tengah naik daun ini dikelola dengan sistem syariah. "Persis di jalan samping hotel inilah saya dulu pertama datang ke Medan berdasarkan Padang naik bus. Saya datang menjadi kuli," ujar pria yg rendah hati meski sudah sukses ini. Masri jua pemilik Darul Ilmi Murni, lembaga pendidikan terpadu di atas lahan 15 hektare, mulai dari Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Perjalanan sukses kelahiran 1953 ini sangat menarik. Keberhasilannya adalah kombinasi kegigihan, kerja keras dan keyakinan. Datang dari famili terpandang pada Padang, Masri tak mengikuti jejak saudaranya yang kebanyakan menjadi pegawai negeri sipil. Dia justru merantau ke Medan seorang diri tahun 1969. Di Ibukota Sumatera Utara itu, dia memulai bekerja menjadi buruh, yaitu membantu menjual tiket bus. Setelah itu, membuka bisnis jahitan pakaian menggunakan papan nama Toko Gelora. ?Saya ini aslinya tukang jahit. Sampai sekarang pun masih tukang jahit,? Ujarnya waktu ditemui penulis pada lounge Hotel Madani miliknya.

Boleh dibilang, usaha jahitlah yg mengantarnya ke jenjang sukses. Bisnis ini berkembang pesat hingga sebagai industri konveksi (garmen). Bahkan pada Medan, bukan rahasia lagi, pusat seragam sekolah, seragam olah raga, sandang adat dan busana muslim terbesar berada di Plaza Gelora. Di kompleks itu, terdapat gerai-gerai layaknya supermarket & industri konveksi menggunakan tukang jahit tak kurang menurut 200 orang. Singkatnya, karena usaha jahitan itu membesar, awal 1990-an Masri mampu membentuk kompleks plaza pada lokasi itu. ?Saya bersyukur, sebagai satu-satunya pengusaha pribumi yg punya plaza di Medan ini,? Ujar ayah tujuh anak yg masih berbadan tegap ini.

Yang paling menarik dari sekian kisah usaha Masri merupakan Hotel Madani. Ketika akan mendirikan hotel menggunakan 173 kamar yang berkonsep syariah 2 tahun kemudian, poly yang skeptis hotel itu akan laku . Termasuk, beberapa ulama Jakarta loka Masri berkonsultasi. Maklum, tidak sama dari kebanyakan hotel syariah yg awalnya hotel konvensional, Hotel Madani sejak awal menerapkan sistem syariah secara ketat. Tamu bukan suami-istri nir boleh menginap sekamar. Screening dan pengawasan dilakukan berfokus baik melalui pegawai hotel maupun alat keamanan. Aturan bagi tamu hotel bahkan ditulis besar pada lobi. Tidak terdapat alkohol. Penyanyi wanita pada lounge hotel pun wajib gunakan jilbab. ?Enam bulan pertama ujian kami berat. Kami poly mengeluarkan tamu menurut hotel,? Kata Masri seraya menjelaskan, hotelnya diresmikan wapres RI Jusuf Kalla.

Rupanya, di 6 bulan pertama poly tamu yg coba-coba melanggar atau nir memahami sama sekali anggaran tersebut sebagai akibatnya walau awalnya datang sendirian, namun tengah malam mengajak sahabat lawan jenis bukan suami-istri buat menginap sekamar. Untuk itu, Masri bahkan sempat memberi ganti rugi dan pernah juga terdapat tamunya yg marah. Tetapi, dia memang punya prinsip ingin membentuk hotel yang berbeda. "Saya yakin Tuhan akan memberi jalan. Kalaupun Tuhan murka pada saya, masak iya Tuhan pula murka pada karyawan aku dengan tidak memberi mereka makan," katanya konfiden.

Rupanya keyakinan itu tak bertepuk sebelah tangan karena occupancy rate Madani terbilang paling tinggi di Medan. Dari 173 kamar, setiap hari setidaknya 150 kamar terisi. Awalnya, manajemen Madani memprediksikan cash flow dan laba baru akan positif sehabis 2 tahun. Ternyata, pada 2 bulan pertama pribadi positif & Masri sama sekali tak pernah menyubsidi hotel ini. Yang juga menarik, tamunya bukan hanya muslim, namun pula nonmuslim, baik kalangan Tionghoa juga ekspat. ?Rupanya para istri & keluarga merasa lebih aman kalau keluarganya menginap pada hotel ini waktu di Medan,? Ujarnya seraya mengungkapkan, buat membentuk hotel ini dibutuhkan kapital Rp 200 miliar di luar tanah.

Yang juga melegakan, lanjut Masri, selain tak jarang full booked, kini brand hotel-nya menjadi hotel berkonsep syariah telah dikenal seluruh pelaku bisnis wisata Medan & beberapa kota lain sebagai akibatnya pihaknya tak perlu mengeluarkan tamu lagi karena tak terdapat lagi tamu yang melanggar aturan hotel. Bagi Masri, eksistensi Hotel Madani adalah catatan sejarah yang menarik. Di depan Hotel Madani itulah (dulu belum dibangun hotel) dirinya pertama menginjakkan kaki pada Medan menjadi perantau ? Ketika itu, di sebelahnya memang lokasi stasiun bus antarkota? & kini properti itu sebagai miliknya.

Ya, perjalanan hidup memang seringkali tak terduga.

Kisah bisnis menarik lainnya:

Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji

Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia

Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe

BNI Syariah Optimistis Tumbuh Andalkan Strategi Digitalisasi

Manajemen PT BNI Syariah permanen optimis perusahaan akan sanggup tumbuh pada tengah pandemi. Perusahaan itu akan fokus membangun ekosistem digital banking, baik menurut sisi teknologi & sumber daya insan. BNI Syariah yakin sanggup menggarap digital banking & transaksional banking, sampai sektor mikro.

Selain itu, berdasarkan Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, BNI Syariah akan meningkatkan pangsa pasar dalam perbankan syariah, termasuk peningkayan dari sisi permodalan, produktivitas, dan efisiensi menggunakan menggarap sektor halal. "Sektor halal itu luas, terdapat halal farmasi, food, dan yg lainnya. Di sektor halal ini kita masuk ke yang lebih menengah kecil," pungkasnya

Abdullah Firman Wibowo berkata sampai kuartal I-2020 belum terlihat efek COVID-19 pada kinerja perusahaan. Hingga Maret 2020 mencatat peningkatan aset 16,19% sebagai Rp 51,13 triliun dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 44 triliun. Sementara laba higienis pada Maret 2020 mencapai Rp 214 miliar, naik 58% dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 135,35 miliar.

"Kami membuat proyeksi menggunakan adanya COVID-19 ini, & menciptakan simulasi menurut yang paling ringan, sedang, dan berat dengan stress analysis. Kami melihat dalam tantangan yg paling berat stress analysis, kami masih sanggup tumbuh," istilah Abdullah Firman.

Menurutnya bila tahun kemudian rata-homogen pertumbuhan sanggup double digit, maka tahun ini masih bisa tetap tumbuh meski nir dengan tinggi sebelumnya. "Kalau tahun lalu sanggup double digit tahun ini sanggup tumbuh setengahnya lah paling nir kurang lebih lima-6%," istilah Abdullah.

BNI Syariah pula berkomitmen menjaga kualitas pembiayaan, & mengoptimalkan relaksasi yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Abdullah menyampaikan pihaknya akan melakukan maping dan monitoring terhadap debitur yang terkena pengaruh COVID-19, agar relaksasi yang diberikan tepat target.

"Kami akan lebih memperbaiki kualitas pembiayaan. Di tengah pandemi ini menurut sisi kinerja masih sanggup tumbuh & kita optimis masih bisa mengatasi. Apalagi syariah harus berguna buat kemashalatan umat, & kami konfiden bisa mengatasi masalah ini," ujar Abdullah.

Di masa pandemi ini BNI Syariah mencatatkan transaksi perbankan melalui digital banking naik 30-40%. Menurutnya hal ini adalah keberhasilan BNI Syariah pada mengedukasi nasabahnya menggunakan layanan digital dibandingkan offline.

"Di sektor syariah indeks literasi rendah lebih kurang 8% menurut sekian orang paham produk dan syariah, secara inklusi pula hanya 11% keterwakilan BNI Syariah buat melayan remote area. COVID-19 ini menaruh pembelajaran, walaupun nir bisa hadir di kantor cabang peningkatkan transaksi naik 30%, tadinya yang masih tradisional mulai menggunakan e-banking, efisiensi meningkat," katanya.

Setelah menjadi bank BUKU 3, dia menambahkan BNI Syariah membuka opsi membuka layanan pada luar negeri, bersama dengan jaringan induknya. Dengan begitu BNI Syariah bisa melebarkan sayapnya menggarap trade finance dan remittance.

"Orang Indonesia pada luar negeri kan mampu 6-7 juta orang, & mereka mengirim uang melalui agen remittance mampu jadi bukan berdasarkan Indonesia, maka kehadiran BNI Syariah sanggup menjadi solusi," katanya.

Dengan peningkatan layanan, Abdullah menilai posisi bank syariah mampu lebih baik. Pasalnya saat ini sektor syariah masih kurang menurut sisi permodalan, & masih jauh pada bawah kapasitas bank konvensional.

"Salah satunya menggunakan menaikkan permodalan, kami mau leading menurut profitability dan efisiensi. Kami juga semakin konfiden sanggup menjamin wilayah yang remote area, jadi mereka mempunyai pilihan mampu memakai konvensional & syariah," ujar Abdullah.

Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity

Sejumlah investor asing cari kongsi usaha di Indonesia

Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor

Kuartal I, BRI Syariah Salurkan Pembiayaan Rp 30,45 Triliun

PT Bank BRI Syariah Tbk (BRI Syariah) mencatatkan laba bersih sebesar Rp75,15 milyar pada  triwulan I 2020, meningkat sebesar 150% dibandingkan triwulan I 2019. Sementara asset BRI Syariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp42,2 triliun, meningkat 9,51% dibandingkan triwulan I 2019.

Tidak hanya mencatat pertumbuhan keuntungan, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah Perseoran pula mengalami pengingkatan yang signifikan.

Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah –  Kokok Alun Akbar menyatakan, pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah di triwulan I 2020 mencapai 34,28% year-on-year  (yoy), sementara pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 77,51% (yoy).

“Di triwulan I 2020, total pembiayaan yang disalurkan BRI Syariah menjadi sebesar Rp 30,45 T dan total dana murah yang berhasil  dihimpun menjadi sebesar Rp16,86 T. Prestasi ini didukung oleh leadership dari manajemen yang secara  konsisten meningkatkan kompetensi SDM, digitalisasi proses pembiayaan, penajaman pasar sasaran,  monitoring, penentuan KPI yang jelas dan penerapan budaya sadar risiko dalam menyalurkan  pembiayaan,” papar  Alun, panggilan akrab Kokok Alun Akbar.

Lebih lanjut dijelaskan Alun, salah satu faktor pertumbuhan CASA BRI Syariah adalah tabungan payroll yang tumbuh 46% yoy dari  Rp429,6 milyar pada triwulan I 2019 menjadi Rp627,2 milyar. Tabungan payroll memang menjadi salah  satu fokus BRI Syariah dalam mengembangkan bisnisnya, karena dari sini didapat ekspansi pasar dengan  pemilihan pasar secara selektif. Melalui peningkatan tabungan payroll membuka potensi peningkatan  penyaluran pembiayaan salary based financing.

Pembiayaan BRI Syariah Meningkat Di Atas Rata-Rata Industri

BRI Syariah Menjadi Lender Investree, Salurkan Rp 50 Miliar

?Ini pula merupakan taktik pemilihan usaha yang memiliki daya tahan lebih tinggi dalam waktu pandemi. Lantaran cash flow nasabah tabungan payroll terpantau oleh kami, sehingga pembiayaan nasabah payroll ini beresiko lebih rendah,? Jelas Alun.

Di sisi pembiayaan, lanjut Alun, pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah pada triwulan I 2020 disokong oleh  pembiayaan segmen ritel. Pembiayaan ritel BRI Syariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp20,5  triliun, tumbuh 49,74% yoy. Pembiayaan ritel ini termasuk segmen kecil menengah dan kemitraan,  konsumer serta mikro.

Secara rinci, dijelaskan Alun, pembiayaan segmen kecil menengah dan kemitraan BRI Syariah tercatat sebesar Rp6,07 triliun pada  Maret 2020 tumbuh 71% yoy. Pembiayaan segmen konsumer pada Maret 2020 tercatat sebesar 8,94  triliun, tumbuh 31,6% yoy. Sementara pembiayaan segmen mikro tumbuh 63,55% Yoy, tercatat sebesar Rp5,6 triliun pada Maret 2020. Pertumbuhan pembiayaan ritel ini selaras dengan visi misi BRI Syariah,  yaitu menjadi bank ritel terkemuka dengan beragam layanan.

Selain fokus pada pertumbuhan pembiayaan dan DPK, lanjut Alun, BRI Syariah juga terus memperhatikan kesehatan  bank. NPF BRI Syariah pada triwulan I 2020 tercatat 2,95%, turun dibandingkan periode yang sama pada  tahun 2019, yang mencapai 4,34%. Financing to Deposit Ratio juga ada pada batas aman, yakni 92,11%.  Hal ini menunjukkan fungsi intermediari perbankan yang optimal.

Terkait pandemi virus Corona yg terjadi di Indonesia, BRI Syariah mengakui hal itu akan berdampak dalam bank. Tetapi hal tadi belum nampak dalam triwulan I 2020. Untuk itu BRI Syariah akan semakin selektif pada melakukan perluasan usaha.

“Kami tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Selain  itu kami juga akan mengidentifikasi nasabah-nasabah yang usahanya berpotensi terdampak pandemi  virus Corona.”

Bagi nasabah pembiayaan yang usahanya terdampak pandemic virus corona, BRI Syariah memperlihatkan keringanan dalam bentuk restrukturisasi pembiayaan.

“Sesuai dengan arahan OJK, kami memberikan kesempatan keringanan/restrukturisasi pembiayaan kepada nasabah pembiayaan yang usahanya  terdampak Covid-19 serta mengalami kesulitan pembayaran angsuran. Restrukturisasi pembiayaan ini  diperuntukkan nasabah mikro, kecil, menengah yang memenuhi persyaratan. Syaratnya antara lain  kolektabilitas nasabah sebelum wabah Covid-19 termasuk lancar. Selain itu nasabah beritikad baik,  bersikap kooperatif dengan mengisi form assessment, dan usahanya memiliki prospek baik,” jelas Alun.

?Kami mohon nasabah dapat kooperatif menggunakan memenuhi persyaratan yang diharapkan. Tetapi bagi nasabah yang tidak terdampak serta mempunyai kemampuan buat membayar supaya tetap melakukan pembayaran angsuran sesuai menggunakan waktunya,? Demikian tutup Alun.

Kinerja Bank Mandiri Syariah Tetap Bersinar Meski Situasi Makro Sedang Tidak Kondusif

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) sampai dengan kuartal pertama tahun ini membukukan laba bersih mencapai Rp 368 miliar, tumbuh signifikan 51,53% secara tahunan (year on year/yoy). Laba tersebut didukung dari pembiayaan yang memberikan kontribusi positif pada pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 6,33% (yoy).

"Hingga akhir Maret 2020, kami membukukan laba bersih sebesar Rp 368 miliar naik 51,53% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang pendapatan margin dan fee based income yang antara lain disumbang dari transformasi bisnis digital," ungkap Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari, Selasa (12/5). Perseroan terus mengembangkan fitur digital berdampak pada peningkatan jumlah pendapatan fee based income. FBI digital channel naik 36,97% dari Rp 52,06 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 71,31 miliar per Maret 2020.

Fee based income dari mobile banking berkontribusi tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 55,76% dari Rp 8,04 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 12,52 miliar per Maret 2020. Hingga Maret 2020, user Mandiri Syariah Mobile (MSM) mencapai 1,15 juta user dengan jumlah transaksi sebanyak 8,5 juta transaksi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho mengungkapkan, menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 75,70 triliun, tumbuh 9,14% (yoy).  Pembiayaan segmen konsumer seperti pembiayaan Kendaraan Berkah, Griya Berkah, Pensiun Berkah dan Mitraguna Berkah menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan tersebut. "Pertumbuhan pembiayaan tersebut disertai perbaikan kualitas yang terjaga baik dengan indikator penurunan NPF net sebesar 34 bps dari 1,29% per Maret 2019 menjadi 0,95%. Sementara, NPF gross turun 57 bps dari 3,06% menjadi 2,49 % per Maret 2020," terang dia. Pertumbuhan pembiayaan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 6,33% (yoy) senilai menjadi Rp 2,23 triliun per Maret 2020. Sementara fee based income meningkat 18,91% dari Rp 429 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 510 miliar per Maret 2020.

Direktur IT, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii menambahkan, perseroan selalu berinovasi memberikan layanan terbaik kepada nasabah melalui digitalisasi. Bahkan, kata dia, masyarakat bisa membuka rekening online #dirumahsaja. Layanan tersebut adalah fitur pertama yang dimiliki bank syariah di Indonesia. Dengan #dirumahsaja tentunya sejalan dengan pesan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

"Insya Allah kami akan selalu mengembangkan dan meningkatkan layanan digital demi kemudahan dan kenyamanan nasabah," kata Syafii. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Mandiri Syariah tumbuh 16,94% (yoy) menjadi Rp 101,92 triliun pada Maret 2020.  Dari total dana tersebut, porsi CASA mencapai 56,37% yang ditopang dari tabungan yang naik 14,82% menjadi Rp 40,47 triliun.

Perolehan DPK menjadikan aset Mandiri Syariah per akhir Maret 2020 mencapai Rp 114,75 triliun atau naik 16,43% (yoy). Atas pencapaian seluruh indikator bisnis diatas, Mandiri Syariah mencatatkan return on equity (ROE) di level 16,39% per Maret 2020 dan menjadikan Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar dengan rasio profitabilitas bank yang baik.

Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity

Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia

Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor

Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji

Bagi mereka yg berkecimpung pada global teknologi liputan (TI), dalam biasanya tahu perusahaan TI dunia yang bernama Wipro Limited. Ini ini galat satu perusahaan TI yang sudah terkenal diseluruh dunia, berkiprah pada bidang aplikasi TI, services & hardware. Di Indonesia pun cabang perusahaann Wipro jua ada. Namun tidak poly yg memahami, bahwa Wipro Group dimiliki sang pengusaha muslim. Nama pemiliknya, Azim Premji, pengusaha Muslim dari India.

Azim Premji, nama lengkapnya Azim Hasham Premji, lahir di Mumbai 24 Juli 1945, adalah wirausahawan tersukses India yang membuat Group Wipro menjadi pemain dunia di bidang industri perangkat lunak (software). Kini Premji, bintang bisnis di India ini,  termasuk salah satu orang terkaya dunia --menurut sejumlah majalah bisnis internasional. Tahun lalu, Forbes melaporkan Premji memiliki kekayaan bersih $ 7,2 miliar (sekitar Rp 100 triliun). Dia memperoleh kekayaannya dari kepemilikannya atas saham Wipro Limited (WIT), sebuah perusahaan teknologi informasi (TI) sebagai agen outsourcing layanan TI besar di India. Tapi Premji bukan hanya dikenal karena kaya namun juga karena kedermawanannya.

Bagaimana bisnisnya sebagai akibatnya dia bisa sukses sebagai pengusaha akbar?

Premji bukanlah pengusaha yang sukses & mampu sebagai pengusaha besar lantaran warisan. Ayahnya memang adalah seorang pelaku bisnis, tetapi bukan pengusaha akbar. Ayahnya mengelola perusahaan kecil di bidang minyak goreng milik famili besarnya. Ketika Premji lahir ayahnya masih mengelola bisnis keluarga tersebut. Ketika pemerintah kolonial India membagi India sebagai Hindu India dan Pakistan Muslim, tetapi ayah Premji yang adalah famili Muslim memilih untuk permanen tinggal di India.

Pada 1966, musibah terjadi. Ketika itu ia Premji belum selesai kuliah sarjana teknik pada Universitas Stanford tetapi datang-tiba ayahnya meninggal global secara mendadak. Premji menetapkan menahan kelulusannya, dan kemudian pulang ke India buat berbisnis, melanjutkan usaha keluarga yg ditinggal ayahnya. Ia mengorbankan kepentingan dirinya, menentukan pulang ke India & melanjutkan bisnis mini di bidang minyak goreng tadi.

Setelah mengambilalih bisnis famili, Premji berusahaan melakukan sejumlah penemuan buat perusahaan keluarganya, termasuk menggunakan melakukan diversifikasi produk. Tak hanya memproduksi minyak goreng, namun mulai melakukan diversifikasi dengan memproduksi produk consumer good seperti sabun, sepatu, & bola lampu, dan silinder hidrolik.

Insting bisnis Premji memang  tajam. Momentum yang  menjadi pengubah nasibnya terjadi pada menjelang tahun 1980. Premji waktu itu sudah mengganti nama perusahaannya dari Western Indian Vegetable Products Ltd menjadi WIPRO Ltd dan saat itu ia mulai melirik bisnis teknologi informasi.

Pasalnya pada tahun 1979 pemerintah India meminta perusahaan TI besar Amerika pada India, IBM, buat meninggalkan negara itu. Premji melihat hal itu sebagai peluang bisnis bagi pemain lokal buat berbisnis personal komputer . Karena itu dia kemudian mengarahkan pengembangan usaha Wipro ke arah usaha komputer. Tentu saja itu bukan pekerjaan mudah karena sebelumnya nir punya kompetensi & pengalaman usaha bidang TI, sebelumnya usaha minyak goreng & consumer.

Tapi ada pepatah  "kalau mau maju gandenglah orang yang lebih pintar", Premji juga melakukan itu. Untuk menguasai dunia TI, ia dan Wipro Ltd rajin menjalin kerjasama dan mendirikan sejumlah kemitraan internasional. Darisana Wipro mendapatkan ilmu technical know how. Dan benar, tahun 1980-an Wipro dibantu mitra-mitranya sukses mengembangkan produk hardware komputer untuk dijual di India. Produknya di luar dugaan, sangat sukses. Hingga akhirnya kemudian juga mengembangkan kompetensi baru di bidang pembuatan software komputer. Pengembangan bisnis software ini yang membuat Wipro sukses besar dan mendunia.

Premji membangun reputasi buat merekrut orang-orang terbaik & menaruh mereka training yang terbaik ke timnya. Ia merogoh laba & momentum dari banyaknya pakar developer aplikasi berpendidikan tinggi pada India yang bersedia bekerja bayaran lebih murah dibanding rekan-rekan mereka pada Amerika. Wipro pun berkonsentrasi pada pengembangan aplikasi khusus buat ekspor, terutama ke Amerika Serikat. Luar biasa. Inilah yg kemudian menjadi tonggak sampai lalu Wipro mendunia & sanggup perluasan menjadi perusahaan besar dunia. Premji membarui sebuah perusahaan mini minyak goreng milik famili sebagai Wipro Limited, sebuah konglomerat multinasional yg berfokus dalam penyediaan layanan teknologi.

Pada Juli 2019, Azim Premji mengundurkan diri menjadi Ketua Dewan Pengawas Wipro dan meminta anaknya, Rishad, buat menggantikannya. Dalam laporan tahunan 2018-2019, disebutkan bahwa pendapatan tahunan Wipro telah mencapai $ 8,4 miliar (sekitar Rp 120 triliun). Di luar Wipro, Azim Premji juga mempunyai perusahaan manajemen investasi keluarganya sendiri, Premji Invest, yang mengelola lebih kurang $ 1 miliar dari kekayaan pribadinya dan berinvestasi di poly perusahaan publik maupun swasta, pada luar Wipro.

Meski bergelimang uang, Premji tak rakus hanya mengejar uang. Ia telah membuat komitmen diri buat menyumbangkan sebagian besar kekayaan pribadinya buat aneka macam aktivitas amal dan sosial. Ia telah memberikan tidak kurang $ 21 miliar buat menaikkan kehidupan warga India, terutama buat pengembangan pendidikan dasar di India. Di tahun 2019 saja, dari catatan majalah Forbes, Azim Premji telah menghibahkan uangnya buat filantropi yang terbesar pada India, dengan menyumbangkan $ 7,6 miliar sahamnya pada Wipro Limited buat amal.

Itulah Azim Premji, seoarang anak India muslim yg mewarisi usaha sederhana Bapaknya & lalu menggantinya sebagai perusahaan TI besar dunia, Wipro Group dengan omset per tahun miliaran dollar & sukses hadir di banyak negara, tak hanya di India. Jelas, Premji layak menjadi cermin dan penyemangat kalangan pengusaha muda Indonesia.

Selamat berbisnis !

( Dea Amalyta )

Kisah usaha menarik lainnya:

  • Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
  • Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
  • Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
  • Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
  • Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
  • Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
  • Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
  • Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity

Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia