Strategi Akuisisi Membuahkan Hasil, Kinerja Laba dan Penjualan Tiga Pilar (AISA) Melonjak
Sesuai laporan keuangan semester I/2016 yang dipublikasikan (23/8/2016), PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF) berhasil mengumpulkan laba senilai Rp 255,96 miliar. Perolehan tersebut naik 30,62% dibandingkan dengan laba di periode yang sama 2015 yang sebesar Rp 195,96 miliar.
Kenaikan laba bersih seiring pertumbuhan pendapatan perseroan. Sepanjang semester I/2016, Tiga Pilar meraih pendapatan Rp3,57 triliun atau naik 12,97% dibandingkan dengan penjualan dan pendapatan usaha di periode sama 2015, yakni senilai Rp3,16 triliun.
Adapun, beban pokok penjualan dan pendapatan naik tipis menjadi Rp2,69 triliun dari Rp2,54 triliun di semester I/2015. Beban penjualan dan beban umum serta beban administrasi juga terlihat naik dengan kenaikan masing-masing 19,78% dan 44,06%.
PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF) merupakan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2003 yang pada awalnya hanya bergerak di bisnis makanan (TPS Food). Sejalan dengan proses transformasi bisnis yang dimulai pada 2009, TPSF terus melakukan ekspansi bisnis.
Selama tiga tahun terakhir, sejalan dengan proses transformasi bisnis yang dicanangkan pada akhir tahun 2009, TPSF telah berkembang pesat dengan kombinasi akuisisi dan pola pertumbuhan internal. Dengan komitmen untuk meningkatkan nilai perusahaan dari waktu ke waktu, kedua teknik tersebut sejauh ini mampu meningkatkan masa hidup perusahaan.
Bisnis makanan dari TPS Food adalah bisnis pendahulu dan tetap menjadi salah satu kontributor utama TPSF yang terus mengembangkan usahanya. Produk TPS Food antara lain mie kering, mie instan (snack), bihun kering, bihun instan, snack, biskuit dan permen. Sepanjang 2015, TPS Food secara intensif melanjutkan strategi pemasaran dari tahun sebelumnya meliputi branding activity, promosi, kemasan baru maupun inovasi produk.
Salah satu keputusan penting Tiga Pilar Group ialah ketika akhir 2010 memulai bisnis beras dengan mengkuisisi PT Dunia Pangan. TPS Rice yang bergerak dalam pengolahan dan distribusi beras mempunyai beberapa pabrik pengolahan beras di lokasi strategis dimana tempat lumbung padi di Indonesia berada. Dengan bisnis model “Paddy to Rice”, TPS Rice secara jelas membedakan dirinya dengan kompetitor lain yang kebanyakan rice milling tradisional kecil dan tersebar di banyak tempat. Pada 2015, TPS Rice memiliki kapasitas produksi sebesar 480.000 ton per tahun dengan lokasi pabrik beras berada di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Kinerja Penjualan Terseok, Laba Lippo Cikarang Terpangkas 34,7%
Emiten properti PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) juga tak bisa menghindar dari pukulan pelambatan bisnis di sektor properti yang menerjang pasar properti di Indonesia belakangan ini. Tak bisa dipungkiri, hal ini tercermin dari penurunan laba yang cukup besar dari perusahaan itu, yakni sebesar 34,7 persen, pada semester I-2016. Pada periode enam bulan pertama 2016, anak usaha Lippo Group ini hanya mampu mengais laba Rp 354,6 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 477,86 miliar.
Penurunan laba ini disebabkan melorotnya penjualan perseroan. Penjualan dan pendapatan usaha LPCK terseok, turun 12 persen menjadi hanya Rp 850,14 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp 952,36 miliar. Pada semester I-2016, segmen hunian atau residensial masih menjadi penopang terbesar dari nilai tersebut sebesar 44 persen.
Diinformasikan, segmen residensial mengontribusi pendapatan Lippo Cikarang senilai Rp 381 miliar. Meski begitu pendapatan dari sektor residensial melempem, menurun 6 persen dari periode yang sama tahun ini. Pendapatan dari industri dan komersil Rp 360 miliar senilai 41 persen dari total pendapatan. Sedangkan pendapatan reccuring income tercatat 10 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 128 miliar atau 15 persen dari total pendapatan.
Jual 4 Perusahaan Kebun Sawit, Provident Agro Kantongi Rp 2,7 Triliun
Perusahaan emiten di bidang perkebunan sawit, PT Provident Agro Tbk (PALM) dikabarkan sudah melakukan divestasi terhadap empat anak usahanya kepada PT Gelanggang Maju Bersama & PT Mandhala Cipta Purnomo. Total nilai pelepasan anak usaha itu mencapai Rp dua,7 triliun.
Dalam prospektus singkat misalnya ditulis Rabu (13/7/2016), perseroan menjual saham empat anak usahanya diantaranya PT Global Kalimantan Timur (GKM), PT Semai Lestari (SML), PT Nusaraya Permai (NP), & PT Saban Sawit Subur (SSS). Penandatanganan jual beli dilakukan dalam 24 Juni 2016. Provident Agro merupakan perusahaan perkebunan sawit output kongsi dua perusahaan private equity papan atas di Indonesia, yakni Provident Capital dan Saratoga Capital. Selain berkongsi pada bisnis perkebunan sawit, ke 2 class ini juga berkongsi pada usaha tower telekomunikasi melalui PT Tower Bersama Tbk.
Yang kentara, dalam divestasi ini, PT Provident Agro Tbk menjual saham PT Global Kalimantan Timur (GKM) & PT Semai Lestari kepada PT Gelanggang Maju Bersama. Sedangkan saham PT Nusaraya Permai dan PT Saban Sawit Subur dijual pada PT Mandhala Cipta Purnomo. Masing-masing nilai transaksi penjualan tersebut antara lain penjualan saham GKM senilai Rp 1,52 triliun. Kemudian PT Semai Lestari dijual Rp 600 miliar. Sedangkan SSS dijual senilai Rp 500 miliar. Lalu saham NRP dijual sebanyak Rp 75 miliar.
Manajemen PT Provident Agro Tbk menyatakan jika transaksi yg akan dilakukan oleh perseroan bukan adalah transaksi afiliasi & bukan adalah transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Namun perseroan belum menyebutkan dana output penjualan saham anak usaha tadi.
Berdasakan evaluasi laporan keuangan sang KAP Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan per 30 April 2016, imbas transaksi tersebut membuat total aset perseroan turun menjadi Rp 4,6 triliun sampai April 2016. Total liabilitas turun menjadi Rp 2,13 triliun. Dari output penjualan saham itu pula membuat perseroan cetak laba. Dari sebelumnya rugi Rp 21,45 miliar menjadi laba Rp 811 miliar sampai April 2016.
Kinerja Penjualan 2016 Tumbuh, Anabatic Perkuat Layanan Core Banking dan Beberapa Lini Layanan Baru

Meski secara generik perekonomian dan bisnis sedang melambat, perusahaan emiten TI terintegrasi PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) berhasil menaikkan kinerja penjualannya pada Semester I 2016 ini, yakni tercatat telah sebesar Rp 1,81 triliun. Dus, naik relatif akbar dibanding penjualan periode sama tahun sebelumnya yg Rp 1,48 triliun.
Laporan keuangan perseroan mengungkapkan beban utama naik sebagai Rp 1,55 triliun dari beban utama tahun sebelumnya yg Rp 1,25 triliun & laba kotor naik sebagai Rp 252,93 miliar berdasarkan laba kotor periode sama tahun sebelumnya yg Rp 233,26 miliar. Adapun beban usaha naik menjadi Rp 189,69 miliar. Laba usaha turun sedikit menjadi Rp 63,24 miliar dibandingkan keuntungan usaha periode sama tahun sebelumnya yang Rp 64,33 miliar. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 29,68 miliar naik menurut laba bersih tahun berjalan periode sebelumnya yang Rp 21,81 miliar.
Dalam lima tahun terakhir kinerja PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) memang mengalami pertumbuhan usaha yg cukup pesat. Anabatic kini sudah masuk pada Big Five class perusahan TI pada Indonesia. Secara total, jumlah karyawan Anabatic Group mendekati 1.500 orang.
Anabatic mempunyai empat unit usaha utama, yakni sistem integration, value added distribution, IT outsourcing, & business process outsourcing. Di usaha sistemintegrasi, Anabatic dikenal sebagai keliru satu pemain besar dalam penyediaan & implementasi aplikasi inti di dunia perbankan (core banking system). Sudah poly bank besar di Indonesia yang menggunakan solusi pelaksanaan Anabatic, baik buat core banking system juga modul-modul aplikasi pendukung. Selama ini Anabatic dikenal sebagai pemain akbar di bidang layanan pengembangan aplikasi & implementasi sistem core banking.
Untuk memperkuat pelayanan terhadap sektor perbankan dimana keamanan sistem merupakan hal kritikal, Anabatic Group juga sudah menyediakan jasa cyber security yang dikelola di bawah PT Q2 Technologies. Sedangkan divisi business process oursourcing, dijalankan anak usaha Anabatic, PT Karyaputra Suryagemilang (KPSG). Beberapa jasa yang disediakan KPSG antara lain outsourcing untuk contact center, call center, human resources services, IT managed services, digital marketing, payroll processing, dan telemarketing.
Saat ini Anabatic juga melakukan pengembangan ke cloud, datacenter dan ecommerce. Kemudian, di bisnis distributor hardware TI, Anabatic Group memiliki anak usaha PT Computrade Technologies International (CTI) yang saat ini dipercaya mendistribusikan sederet merek global, seperti IBM, Microsoft, Oracle, Sun Microsystem, HP, EMC, dan Huawei.
Dikepung Puluhan Ecommerce Asing, Saqina.com Sukses Jaga Pertumbuhan Bisnis Busana Muslim
Persaingan usaha ecommerce di Indonesia memang supergila. Terutama jika melihat potret persaingannya pada tiga tahun terakhir. Kalangan investor besar baik asing & lokal ikut penetrasi pasar. Lihatlah Lazada, Zalora, Alibaba, JD.ID, blibli, hingga Mataharimall. Mereka bukan pemain kacangan. Apalagi homogen-homogen ditopang pemodal bertenaga berdasarkan luar negeri. Mataharimall.Com, milik Lippo, misalnya, meski ia pemain lokal namun esensinya jua menggunakan dana asing karena Lippo dikenal aktif berpartner dengan kalangan private equity dunia.
Potret persaingan yang semakin riuh tidak menyulutkan nyali para pemain lokal yg sejak awal memang sudah aktif pada usaha layanan ecommerce. Salah satunya Saqina.Com, pemain ecommerce lokal yg juga galat satu pionir ritel online pakaian muslim. Perusahaan yg dibangun pasangan Mohamad Rosihan-Ines Handayani ini terus eksis meski kini dalam kepungan pemain asing.
Sejak awal penetrasinya 2008, Saqina.Com memang eksklusif memperlihatkan keberadaan hingga sekarang menjadi salah satu pemain utama pada bisnsi ecommerce busana muslim. Rosihan-Ines sukses memadukan pengalaman jualan offline dengan pengetahuan dunia online-nya. Maklum, sebelum pindah ke kuadran entrepreneur, Rosihan sendiri pernah berkarir di Detik.Com Group.
Saqina.Com mulai diujicoba pada bulan Ramadan tahun 2008. Sebelumnya perusahaan ini sudah punya delapan toko fisik kostum muslim. Pasangan ini lalu menginvestasikan ruang, barang, sumber daya manusia, sistem, dan teknologi buat memulai berjualan online.
Gayung bersambut. Respon pasar terhadap layanan online ini relatif bagus & pada luar dugaaan. Sejak itulah Saqina.Com terus melaju menggunakan aneka macam acara promosi yg dilakukan, dan tawaran produk-produk pakaian muslim menggunakan model-contoh yang kekinian alias ngetop.
Pasangan ini pula makin aktif pada berpromosi. Misalnya dengan mengiklankan Saqina.Com di majalah, Facebook, portal kabar online, dan mesin pencari Google. Diakui Rosihan, beriklan pada media online sangat akbar pengaruhnya buat membentuk trafik kunjungan ke situs web Saqina.Com.
Ia membantah ketika disebut punya modal besar. "Modal yang saya pinjam dari bank Rp 100 juta. Rp 45 jutanya saya pakai untuk beriklan," kata Rosihan pada sebuah event. Biaya beriklan memang tak bisa disebut murah. Karena itu, Rosihan memilih momentum dan media yang pas untuk mengiklankan Saqina.com. Prediksi momentum dan media yang dipilih Rosihan, ternyata sangat tepat. Trafik dan transaksi di Saqina.com meningkat pesat.
Ia selalu mengukur efektivitas setiap iklan yang dipasang, bagaimana efeknya terhadap trafik & tentu saja, transaksi. Trafik memang penting dalam usaha e-commerce, tetapi sine qua non transaksi supaya kapital yg telah dimuntahkan sanggup diputar. Hasil transaksi itu digunakan buat operasional dan diputar lagi untuk beriklan. Untungnya, porto operasional toko online tidak sebesar toko fisik.
Rosihan berpendapat, pada usaha e-commerce, harus ada hal sederhana yang bisa dipahami secara luas menjadi sesuatu yang mampu dipercaya. Setelah tergiur menggunakan harga murah yg ditawarkan, calon pembeli akan mengecek dapat dipercaya, dan mencari sesuatu yg bisa dianggap.
Keberadaan jaringan toko fisik Saqina dimanfaatkan Rosihan buat menciptakan kepercayaan . "Saat Saqina.Com pertama kali dirilis, page di situs web yang paling banyak dikunjungi adalah Jaringan Toko," tutur Rosihan. Halaman ini memberi liputan mengenai eksistensi toko fisik, foto toko dan koleksi, alamat, angka telepon, dan peta digital.
Hingga kini , terdapat saja orang yang tiba ke tempat kerja sentra Saqina.Com pada Jakarta Selatan, hanya sekedar memastikan apakah pada sana sahih tempat kerja Saqina.Com. Kebanyakan mereka yg tiba mengecek merupakan saudara atau kerabat dari calon pembeli pada wilayah, yg hendak memesan barang pada jumlah besar .
Pelayanan yang cepat & customer service jua sebagai hal penting pada usaha e-commerce. Calon pembeli seringkali mengajukan pertanyaan mengenai barang yang ingin dibeli. Saqina.Com sendiri sudah diperkuat tim yang lengkap, mulai menurut yg menangani customer service, pengadaan barang, kontrol kualitas, foto produk, pengodean, pmberian harga & label, update situs web, inventoring, hingga administrasi. Untuk urusan pengiriman barang, Saqina.Com mempercayakannya pada pihak ketiga.
Menurut Rosihan, kebanyakan pelaku bisnis e-commerce merupakan mereka yang memiliki latar belakang teknologi keterangan. Nah, terkadang mereka masih terpaku dalam kerangka berpikir TI, yang terobsesi membuat situs webnya jadi sekeren mungkin, lengkap menggunakan sistem pembayaran yang canggih. Padahal, kata Rosihan, pelaku seharusnya fokus dalam bisnis, mulai dari taktik pemasaran dan mengatur pasokan dan permintaan. "Saya menerapkan sistem tradisional buat situs web. Sederhana dan mudah," kata Rosihan yg jua mempunyai latar belakang TI.
Sampai 2010, Saqina.Com masih menggunakan domain open source yang bayarannya hanya Rp 20.000 per bulan. Barulah dalam 2011, Saqina.Com sudah menggunakan server sendiri. Tahun depan, dia baru mau menerapkan metode pembayaran menggunakan kartu kredi.
Selama ini Rosihan realistis melihat berita bahwa orang Indonesia belum sepenuhnya percaya pada metode pembayaran menggunakan kartu kredit. Sejak 2008, kebanyakan pembeli pada Saqina.Com melakukan pembayaran dengan transfer berdasarkan ATM dan internet banking. "Cara melacak transaksinya sangat mudah, kita kasih harga yang nominal akhirnya ganjil . Pembeli wajib bayar dengan nominal yg akhirannya gasal itu, kita suruh agar jangan digenapi," terperinci Rosihan.
Rosihan memandang bisnis di internet punya pasar yg tidak terbatas. Pembeli tiba berdasarkan mana saja, dengan kesukaan yg majemuk. Lantaran itulah, wajib pintar-pintar menjaga pasokan barang. Rosihan mengaku, Saqina.Com tidak hanya berlaku menjadi produsen & pemasok pakaian muslim, namun jua masih mencari produk dari sentra-sentra grosir dan menjalin kerjasama menggunakan perusahaan konveksi lainnya.
Yang niscaya, manajemen Saqina.Com yakin kedepan usaha ecommerce pakaian muslim yg dikelolanya akan terus berkembang. Bahkan waktu ini Saqina.Com pula mulai memperlihatkan banyak sekali item produk lain pada luar busana muslim. Meski pada kepungan pemain asing, Saqina.Com & juga ecommerce milik pemain lokal lainnya akan tetap eksis menggunakan strategi dan kreatifitasnya masing-masing. Tentunya kita akan lebih senang kalau pemain-pemain lokal seperti Saqina.Com akan terus berkembang dan berhasil menjadi tuan rumah atau ikon pada negerinya sendiri. Salam (darmadi)
Fondasi Kinerja dan Pertumbuhan Solid, Pelindo I Sabet Rating AA

Perusahaan pemeringkatan Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan peringkat nasional jangka panjang PT Pelindo I (Persero) " AA " dengan outlook stabil. Pada saat yang bersamaan, Fitch Ratings juga menetapkan peringkat senior tanpa jaminan Pelindo I di AA.
Peringkat Pelindo I mencerminkan kinerja dan prospek perusahaan pengelola pelabunan di Sumatera itu sangat baik. Pelindo I memiliki lokasi perusahaan yang strategis di kawasan Sumatera Utara, posisi perusahaan yang kuat di daerah operasionalnya dan profil keuangannya yang cukup kuat.
Dalam melakukan pemeringkatan Fitch juga telah memasukan kenaikan satu notch atas dukungan dari pemerintah (BBB-/Stabil). Peringkat Nasional AA mencerminkan ekspektasi akan risiko gagal bayar yang relatif rendah terhadap perusahaan atau obligasi yang diterbitkan di negara yang sama. Risiko gagal bayar pada dasarnya hanya sedikit berbeda dari peringkat perusahaan atau obligasi tertinggi di negara yang bersangkutan.
BUMN di bidang pelabuhan ini terus melanjutkan kinerjanya positif di bawah tim manajemen baru. Serangkain langkah peningkatan kinerja dilakukan. Termasuk transformasi di bidang SDM. Dari sisi keuangan, tahun ini PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menerbitkan obligasi dengan nilai pokok obligasi mencapai Rp 1 triliun. Obligasi yang diterbitkan akan ditawarkan dalam 4 seri dengan jangka waktu jatuh tempo berbeda.
Seri A ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 3 tahun, Seri B ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 5 tahun, Seri C ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 7 tahun, Seri D ditawarkan dengan jangka waktu jatuh tempo 10 tahun. Obligasi ini targetnya Rp 1 trilun, dengan tenor 3, 5, 7 dan 10 tahun.
Adapun masing-masing seri akan ditawarkan dengan kupon atau bunga berbeda. Kupon untuk yang tenor 3 tahun adalah sebesar 8,25-9%, kemudian yang tenor 5 tahun sebesar 9-9,5%, tenor 7 tahun sebesar 9,25-10% dan tenor 10 tahun sebesar 9,5-10,25%. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sekali sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi yang bersangkutan. Pembayaran obligasi pertama dilakukan pada tanggal 21 September 2016.
Sebagian besar dana hasil penerbitan obligasi dipergunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas pelabuhan yang dikelola perusahaan. Pelindo I memiliki wilayah kerja di utara Sumatera. Menjadi gerbang utama pelayaran internasional di sisi barat dan utara Indonesia. Sehingga, ke depan butuh banyak pengembangan yang dilakukan. Sekitar 54% (Rp 540 miliar) akan dipergunakan untuk membangun infrastruktur fasilitas pelabuhan di beberapa cabang Perseroan.
Sejumlah pekerjaan yang dilakukan di antaranya pembangunan dermaga. Lalu ada pembangunan terminal mobil di Pelambuhan Belawan. Ada juga perpanjangan demaga di Gunung Sitori, Nias. Kawasan ini sebenarnya cukup bagus untuk industri agro dan perikanan. Tapi fasilitas pelabuhannya kurang mendukung. Perseroan juga akan melakukan penambahan dermaga di Pelabuhan Tanjung Pinang serta perluasan lapangan penumpukan di Perawang dan Dumai. Sedangkan sekitar 42% atau Rp 420 miliar, akan digunakan perusahaan untuk membiayai pengadaan peralatan di sejumlah pelabuhan yang dikelola perusahaan.
Secret Garden Village, Destinasi Wisata Baru di Bali Nan Eksotis dan Edukatif
Pulau Bali memang selalu mempesona. Membahasnya seakan tak akan cerita akhirnya. Pulau yang elok, karunia Sang Pencpta, selalu menarik untuk dibahas. Keindahan alam dan juga pusat wisata kreasi tangan manusia. Kemolekan itu tak hanya bisa ditemui di Bali Selatan, namun juga bagian utara. Salah satunya, Secret Garden Village.
Secret Garden Village merupakan destinasi baru di Bali yang unik dan layak anda coba kunjungi. Destinasi baru ini mengambil konsep Wisata Edukasi. Pemilik ingin mengedukasi generasi muda agar aktif menjaga warisan nilai budaya Indonesia.
Secret Garden bermula dari dari perjalanan sanag pemilik, Billy Hartono Salim yang 10 tahun silam ketika ke Afrika Selatan. Billy pernah berkunjung ke suatu destinasi wisata di sana, dimana terdapat wisata edukasi tentang aloevera atau lidah buaya. Lidah buaya tidak hanya berguna bagi kosmetik seperti shampoo atau untuk perawatan kulit, akan tetapi aloevera banyak digunakan untuk makanan, minuman bahkan parfume.

Di Secret Garden Village pengunjung memang tidak hanya disuguhkan wisata kuliner yang lezat. Namun juga bisa melihat langsung proses produksi produk kosmetik, Herborist. Terdapat pula sebuah museum yang menyimpan sejarah kosmetik kecantikan Indonesia sejak zaman dulu hingga berkembang menjadi lebih modern.
Bukan edukasi yang berat dan membosankan, apa yang disajikan justru jauh dari kesan tersebut. Pengunjung benar-benar dimanjakan dengan penyampaian informasi yang terkesan menyenangkan. Belum lagi Secret Garden Village juga menyediakan ruang theater yang memutar film pendek tentang sejarah kosmetik.
Selain Herborist, juga ada tour edukasi untuk Coffee yang diwakili oleh Black Eye Coffee. Di Black Eye Coffee, kita diedukasi untuk mengetahui proses sangrai (Roastery) kopi yang baik. Ada theater film kopi, cupping coffee testing, galery coffee, store dan cafe. Selain itu, juga mempunyai restaurant yaitu The Luwus dan Rice View.
Black Eye Coffee memiliki koleksi jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Jawa, Bali, Aceh Gayo, Toraja, Lampung hingga Papua. Kopi-kopi kebanggaan Nusantara ini dikolaborasikan dengan mesin-mesin canggih buatan Jerman. Paduan ini benar-benar menjanjikan kenikmatan tertinggi bagi pecinta kopi.
Tiket masuk bisa dibilang cukup terjangkau, Rp 50.000 untuk wisatawan dalam negeri, dan Rp 100.000 untuk wisatawan manca negara. Dengan tiket tersebut, pengunjung sudah dapat mengikuti rangkaian tur pembuatan produk kosmetik dan kopi selama satu jam.
Karakter bangunan Secret Garden sangat eksotis dan indah. Perpaduan unsur kayu, kaca dan beton mendominasi. Sentuhan lighting yang manis membuatnya makin terlihat eksotis. Arsitek kenamaan Indonesia, Andra Martin berada di balik keindahan Secret Garden Village. Saat Tim Kapanlagi.com berkunjung ke sana, terdapat satu spot yang memikat hati. Sebuah meja dinner romantis di tengah kolam. Dijamin, wanita mana pun bakal meleleh hatinya saat berada di sana.
Seluruh keindahan Secret Garden Village bisa dinikmati setiap hari, mulai pukul 09.00 - 20.00 di Jalan raya Denpasar KM 36, Desa Luwus Kecamatan Baturiti Bedugul. Letak Secret Garden Village mudah dijangkau dan menjadi destinasi yang tepat sebelum atau sesudah mengunjungi obyek wisata legendaris, Bedugul.
Dari sisi arisitek, Secret Garden menawarkan hal berbeda dari yang ditawarkan Bali pada umumnya. Arsitektur bergaya minimalis karya arsitek Andra Matin di Secret Garden Village salah satu destinasi wisata baru di Bedugul, Tabanan, Bali. Keunikan bangunan karya Andra adalah bentuknya yang tidak biasa. Seperti beberapa bentuk geometris yang digabung-gabung membentuk puzzle tiga dimensi. Atap berbentuk segitiga dengan ukuran tidak seragam, jadi focal point pertama kali yang langsung memikat mata.
Ada satu sudut menarik di Oemah Herborist, bernama Beauty Gourmet. Di sudut berbentuk dapur dan bar ini, pengunjung bisa menemukan berbagai jenis makanan dengan bentuk dan warna menarik. Mulai dari cupcake, es krim hingga cocktail. Namun, jangan salah, seluruh produk tersebut tidak bisa dimakan atau diminum. Pasalnya, kendati berbentuk seperti makanan, semua yang dipajang di etalase adalah produk perawatan tubuh, seperti sabun, masker dan parfum.
Di lokasi yang sama, pengunjung juga bisa mempelajari cara membuat sabun hias berbentuk apik. Bahkan mencoba masker yang disajikan dalam wadah es krim, dengan aroma yang menggiurkan. Ada juga Fragrance Bar yang menyediakan berbagai jenis parfum dengan sajian bagai cocktail. Ada 13 aroma yang bisa dipilih, dari yang beraroma lembut dan feminin, hingga maskulin.
Bukan hanya kosmetik, mereka yang tertarik pada kopi pun bisa mendapatkan pengetahuan tambahan melalui kunjungan ke Black Eye Coffee dan Roastery. Kedai sekaligus ‘pabrik’ kopi tersebut menawarkan tur lengkap dari mulai pengetahuan tentang jenis-jenis kopi di Indonesia, proses pemilihan biji kopi, pematangan kopi dengan cara disangrai (roast) hingga cupping atau membedakan citarasa kopi.
Kinerja Pelindo I Meningkat, Pendapatan dan Laba Tumbuh Meski Ekonomi Global Masih Seret
Tak ada yg sulit bagi yg mau bekerja keras & menjalankan smart strategy. Seluruh tim manajemen & karyawan PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) berhasil menandakan, meski ekonomi dunia belum aman, tetapi dengan kerja keras, kekompakan tim dan taktik yg smart maka bisnis akan berjalan menggunakan baik. Setidaknya hal itu sudah dibuktikan Pelindo I yang berpusat pada Medan ini berdasarkan kinerja usaha dan keuangannya pada tiga tahun terakhir ini. Sebagaimana diketahui, Pelindo I mengelola belasan pelabuhan di Sumatera yang sebagai pintu ekspor bagi komoditas minyak CPO dan pula beberapa hasil asal daya alam misalnya karet. Problemnya, pada komoditas tersebut sedang terjadi tren menurun pada global dampak terpaan penurunan harga.
Kendati demikian, kinerja keuangan Pelindo I tetap biru. Bila dipandang laporan keuangannya, pendapatan bisnis Pelindo I tahun 2013 masih di nomor Rp 1,8 triliun, maka tahun 2015 kemudian sukses menyentuh Rp dua,tiga triliun. Lalu, dalam Laba Setelah Pajak, jua terus semakin tinggi meyakinkan. Tahun 2013 laba selesainya pajak sebanyak Rp 489 miliar, tahun 2014 meningkat sebagai Rp 586 miliar, dan akhir tahun 2015 lalu, keuntungan setelah pajak telah tembus Rp 715 miliar. Pertumbuhan bottom line usaha yang tentu saja sangat menggembirakan.
Pada tahun 2016 ini, PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) juga masih bisa mempertahakan level pendapatan usaha dan laba bisnisnya. Per Juni 2016, pendapatan usaha Pelindo I sudah di angka Rp 1,16 triliun. Yang juga sangat menarik, bila dianalisa dari laba tahun berjalan, juga naik menjadi Rp 346,22 miliar dibandingkan laba tahun berjalan sebelumnya Rp 272,09 miliar (periode Juni). Per Juni 2016, aset Pelindo I sudah mencapai Rp 6,40 triliun, naik dari jumlah aset per Desember 2015 yang Rp 5,49 triliun.
Pelindo 1 dikenal sebagai salah satu BUMN yg sehat. Tahun 2015 kemudian, Pelindo I kembali meraih penghargaan berdasarkan ?Infobank BUMN Award 2015? Kinerja keuangannya berpredikat ?Sangat Bagus?. Dari 102 BUMN yang ada (yang dirating oleh Infobank), Pelindo I sukses bertengger di TOP TEN, yakni berhasil meraih peringkat ke-8 dari 102 perusahaan BUMN yang dirating oleh Biro Riset Infobank.
Kriteria penilaian riset Infobank terhadap 102 BUMN tersebut, secara garis besar terdiri atas dua hal, yaitu Pertumbuhan dan Rasio Penting. Untuk Pertumbuhan, yang dinilai adalah aset, pendapatan usaha dan laba tahun berjalan, sedangkan untuk Rasio Penting yang dinilai adalah rasio aktiva lancar terhadap kewajiban jangka pendek, rasio kewajiban terhadap total aset, rasio kewajiban terhadap ekuitas, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional, dan rasio rentabilitas.
Ada beberapa tahapan dalam penilaian rating BUMN ini, yaitu pertama mengumpulkan laporan keuangan tiap BUMN, kedua menetapkan kriteria serta bobot yang disesuaikan dengan standar yang berlaku dan standar rata-rata industri, ketiga mengolah data dan memberi predikat.
Bagi seluruh awak Pelindo I, penghargaan itu kentara sebagai bentuk apresiasi pihak luar terhadap kinerja Pelindo 1 yg semakin meningkat & berharap penghargaan ini bisa mendorong performa kinerja korporasi buat sebagai semakin baik lagi. Selain dari sisi birunya catatan keuangan, Pelindo I juga dikenal sebagai sedikit BUMN yg sukses melakukan otomasi proses bisnisnya, khususnya dalam pengelolaan sumber daya insan. Saat ini Pelindo I jua tengah melakukan tranformasi menuju visinya menjadi perusahaan pengelola pelabuhan yg berdaya saing nasional dan internasional. (Sudarmadi)
Banyak Investor Asing Cari Partner Lokal, Siap Tanam Uang Modal, Termasuk Kalangan Private Equity Ini
Diupdate tgl 21 April 2020
Banyak pelaku bisnis yang tidak menyadari bahwa sebenarnya banyak investor asing ingin masuk ke Indonesia dan menanamkan modal investasinya. Mereka ingin berkongsi dengan perusahaan-perusahaan terpercaya di Indonesia. Mereka melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek pertumbuhan yang sangat bagus kedepan. Jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang, income perkapita makin naik, sumber daya alam melimpah, dan banyak alasan lain.
Para investor perlu memutar uang di negara yang potensinya besar seperti di Indonesia. Di negara asalnya, seperti Jepang misalnya, untuk mengejar pertumbuhan bisnis sudah sulit. sudah flat. Market sudah saturated. Disana bunga deposito bahkan dibawah 3% setahun. Karena itu mereka mencari negara lain yang potensinya besar dan untuk itu cari mitra2 lokal yang credible, bisa dipercaya, dan bisa diajak mengembangkan bisnis.
Umumnya investor assing lebih suka menggandeng pemain lokal yg telah berpengalaman pada bisnisnya, lalu bikin kongsi. Kongsi itu bisa dengan akuisisi perusahaan besar yang telah terdapat, bisa jua mendirikan sebuah usaha baru secara beserta. Jadi jarang sekali yang mau gandengan menggunakan pemain lokal yg nggak terdapat pengalaman bisnis sama sekali di bidangnya.
Beberapa jenis perusahaan yg dicari investor relasi saya ialah menjadi berikut, namun bukan perusahaan baru, atau masih planning usaha atau masih skala UKM:
- Perusahaan logistik dan forwarding skala besar
- Perusahaan jasa outsourcing atau pengelola karyawan kontrak, terutama yg kelas karayawan pendidikan, bukan level tak terdidik
- Perusahaan TI dan datacenter
- Perusahaan pembiayaan
- Perusahaan suku cadang otomotif
- Perusahaan bidang jasa
- Perusahaan distribusi bahan bakar
- Perusahaan pengolah limbah
- Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut (fishery processing, shrimp, crab processing, cold storage/seafood manufacturing
- Perusahaan tambang nickel dan pengolahannya
- Semua perusahaan bidang manufacturing
- Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan perawan kesehatan dan kecantikan, apotik
- Perusahaan yang bisnisnya B2B
- Perusahaan bidang kimia, pengolah limbah, dan sejenisnya
- Pperusahaan distribusi, baik barang2 consumer maupun barang industrial
- Perusahaan agribisnis dan teknologi yang terkait pertanian
- Perusahaan Manufacturing ( memproduksi makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, kemasan, industrial good, B2B product, produsen cat, bahan bangunan, dll, yang ada proses makanan)
- Perusahaan jaringan ritel dan resto yang sudah memiliki banyak cabang
- Perusahaan logistik (integrated logistic, forwarding, warehousing, trucking, kurir express
- Perusahaan logistik berpendingin (cold chain): perusahaan logistik yang punya cold storage, perusahaan trucking yg berpendingin, warehouse cold storage, refrigrated trucking, dll)
- Perusahaan asuransi jiwa syariah
- Bank syariah
- Mall dan ritel di kota-kota utama dan kota kedua
- Perusahaan industri berat (baja, alumunium, pipa, dll)
- Perusahaan properti yang punya land bank untuk apartemen dan mall
- perusahaan IT services/IT system integration outsourcing company
- perusahaan farmasi OTC
- Perusahaan yang punya land bank untuk kawasan industri diatas 400 ha
- Perusahaan Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Perusahaan shipping yang asetnya sudah diatas Rp 400 miliar
- Perusahaan kemasan
- Perusahaan agribisnis yang omsetnya sudah diatas Rp 300 M
- Perusahaan pupuk organik yang sudah punya pasar ritel
- Perkebunan sawit, karet dan kopi,
Please note, investor relasi saya tidak mau invest di perusahaan yang baru mulai atau baru rencana, dan pemiliknya belum pengalaman menggarap bisnis yang sedang butuh investasi. Juga tidak tertarik bermitra dengan perusahaan yang skala bisnisnya masih UKM dengan omset masih dbawah Rp 200 miliar setahun. Track record sangat penting karena investor relasi saya serius sehingga tidak mau hanya dengan yg baru mau coba-coba.
Perlu diketahui, di dunia investasi, dikenal ada dua jenis investor asing yg bisa diajak kerjasama, yaitu Investor strategis dan investor finansial. Lihat perbedaan diantara keduanya pada tulisan saya yg lain yang bisa menjelaskan hal itu. Lihat link dbawah ini untuk memudahkan.
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi usaha
Ada juga tipe investor yg disebut investor private equity. Perusahaaan private equity memang nir populer seperti bank atau bursa. Padahal private equity jua galat satu sumber modal & menjadi solusi permodalan bagi para pemilik perusahaan yg bisnisnya ingin tumbuh.

Investor Private Equity, Apa itu & Bagaimana Cara kerjanya?
Investor jenis private equity juga salah satu sumber modal dan menjadi solusi permodalan bagi para pemilik perusahaan yang bisnisnya ingin tumbuh. Private equity (PE) merupakan salah sumber modal untuk investasi yang berasal dari para investor seperti dana pensiun, orang-orang kaya, atau dana abadi perguruan tinggi. PE menjadi semacam lembaga yang ditugaskan dan dipercaya untuk memutar duit dari investor itu. Kalau bank biasanya memberikan duit pinjaman dan kemudian minta jaminan (kolateral) berupa aset, maka kalau private equity tidak. Dia invest di perusahaan semisalnya Rp 300 miliar atau Rp 100 miliar, tapi ia minta ditukar dengan saham. Nah, ada perusahaan private equity yang hanya mau invest sebagai pemegang saham minoritas dan nggak mau lebih dari 50%, namun juga ada yang maunya justru harus pegang kendali. Masing-masing perusahaan private equity punya gaya dan kebijakan masing-masing.
Asal dana atau sumber dana perusahaan private equity itu biasanya terkumpul karena keaktifan para pendiri dalam mencari dana untuk dikelola. Keluasan network para pendiri PE sangat penting untuk mendapatkan investor. Jangan heran kalau di Indonesia, para pemilik private equity pasti orang yang punya network kuat dengan pemilik dana di luar negeri. Misalnya Patrick Waluyo (Northstar), Gita Wiryawan (Ancora) dan Edwin Soeryajaya (Saratoga). Mereka semua merupakan lulusan Amerika yang channel dengan lembaga keuangan Barat sudah sangat kuat.
Kenapa mereka mau menaruh dananya buat dikelola PE? Ya karena ingin dananya berputar dan bertambah. Ingat bahwa pada negeri Barat dan Jepang, jikalau menaruh deposito di Bank, bunganya sangat minim, pertahun hanya dua% atau bahkan kurang. Kalau diputar di negara berkembang misalnya pada Indonesia, mereka mampu menerima keuntungan minimal belasan persen per tahun. Logikanya simple, ideologi uang merupakan keuntungan. Dia tidak punya loyalitas ke negara atau lokasi. Tapi dia akan tiba ke loka manapun yang mampu berkembang biak. Ini rumus uang yang jangan dibantah.
Cara investasi perusahaan private equity (PE) ke perusahaan-perusahaan target biasanya menggunakan pola bisa dua macam.PERTAMA, membeli sebagian saham yang dimiliki pemegang lama (artinya ia membeli existing saham). Dus ada pergantian kepemilikan saham.KEDUA, perusahaan yang akan diinject modal itu menerbitkan saham baru yang kemudian dibeli oleh perusahaan PE itu. Umumnya cara kedua ini lebih banyak dipilih karena berarti dana yang masuk tidak masuk ke kantong pribadi pemegang saham lama, namun menambah modal perusahaan sehingga perusahaan bisa berputar lebih baik. Tapi pola ini sangat case by case, bisa perpaduan. Bisa jadi ketika investor masuk ke sebuah perusahaan, ada sebagian yang masuk ke kantong pemegang saham lama untuk pembelian saham, namun ada juga sebagian yang ditaruh sebagai modal usaha.
KETIGA, Selain cara investasi melalui saham, perusahaan PE juga bisa dengan cara membeli convertible bond yang diterbitkan perusahaan yang butuh duit itu. Convertible bond itu adalah surat utang yang suatu saat bisa diubah (diconvert) menjadi saham ketika pas jatuh tempo dan bila perusahaan yang berhutang itu tidak bisa melunasi secara sempurna atas hutang-hutangnya.
Yang perlu diketahui, perusahaan PE umumnya hanya mau invest pada perusahaan yg tumbuh cepat & margin untungnya baik. Kenapa? Lantaran dia harus memberi keuntungan pula ke pemodal yg menitipkan uangnya. Makanya umumnya IRR private equity selalu minta diatas 18%. Kalau bank Anda kasih bunga 12-13%, maka PE minimal diangka 18%. Bedanya jika bank wajib mencicil bulanan, bila PE nggak. PE hanya mengharap laba ketika sahamnya dijual ke pihak lain.
Makanya, kebanyakan orang berhubungan dengan PE bila sudah tidak bisa pinjam ke bank lagi. Ekuitas yang dimiliki perusahaan sudah mentok. Sudah tidak punya kolateral untuk pinjam ke bank. Kalau bahasa orang keuangan,debt to equity ratiosudah nggak memungkinkan untuk pinjam ke bank. Ingat, tidak ada bank yang mau kasih pinjaman bila tidak ada kolateral. Ini normalnya. Ada beberapa bank yang bisa kasih pinjaman tanpa kolateral, namun sudah pasti hanya ke nasabah korporat yang sudah lama dikenal, dan biasanya bunganya juga jauh lebih tinggi.
Siapakah yg paling cocok buat menggandeng PE:
- Perusahaan yang akan ekspansi dan yakin punya bisnis bagus kedepan tapi nggak punya modal pertumbuhan dan sudah sulit pinjam ke bank karena debt to equity ratio sudah terlalu tinggi. Aset yang ada sudah dileverage (SUDAH DISEKOLAKAN) terlalu tinggi sehingga butuh investor (capital partner) yang bisa menambahkan modal untuk pertumbuhan usaha karena memang ada peluang menarik yang akan digarap. Dalam situasi ini cocok dan penting untuk mengajak PE agar mau investasi dan kongsi di bisnis Bapak/ibu.
- Perusahaan yang akan go public pada 2-4 tahun kedepan. agar nilai buku menjadi lebih baik dan kondisi permodalan tampak lebih kuat, anda gandeng PE untuk invest di perusahaan anda. nanti ia akan exit keluar dari perusahaan anda saat IPO dengan menjual saham dia ke investor publik di bursa
- Untuk membeli perusahaan millik pihak lain. Misalnya ada eksekutif yang tahu bahwa ada perusahaan bagus milik pihak lain yang sahamnya akan dijual tapi dia nggak punya uang untuk membeli atau mengakuisisinya. Dalam kondisi itu, ajaklah PE untuk invest bersama dan Anda yang menjadi operatornya karena Anda yang tahu cara kerja dan operasional bisnisnya sehari-hari. PE bisa menjadi pemegang saham sementara, setelah itu saham dia bisa bapak akuisisi
- Untuk membeli saham perusahaan dimana tempat anda bekerja yang mungkin pemilik(bos) sudah tua/capek/bosan bisnis/mau pensiun . Kalau Anda sebagai CEO atau eksekutif tahu bahwa perusahaan dimana ia bekerja akan dijual, maka anda punya cara untuk membelinya,.Terutama kalau anda yakin bahwa bisnisnya bagus dan ia bisa menyelamatkannya. Caranya, silahkan ajak PE untuk invest dan membelinya, dan anda akan menjadi salah satu pmegang saham penting. Saya punya beberapa kawan yang menjalankan pola ini dan sukses besar. Dulu CEO di perusahaan itu tapi tiba2 owner mau jual;al perusahaannya, akhirnya si CEO tadi cari pemodal untuk beli perusahaan itu.
Nah perusahaan PE itu biasanya invest untuk waktu yang tidak lama.Durasi hanya 3-7 tahun. Setelah itu ia keluar atau exit. Cara exit bermacam-macam. Bisa menjual sahamnya melalui bursa atau go public, bisa menjual saham ke pemegang saham lain yang mayoritas. Tapi bisa juga melalui trade sale, yakni ia menjual ke berbagai investor besar yaitu group besar yang minat di bisnis itu. Misalnya PE invest di bisnis TI lalu exit, maka ia akan tawarkan ke ACER, IBM, Microsoft, dll, untuk membeli sahamnya. Istilahnya, menjual ke investor strategis, bukan ke investor keuangan. Tapi menjual ke sesama investor keuangan juga mungkin.
Nah bagaimana di Indonesia? Di Indonesia semakin banyak perusahaan private equity yang aktif walaupun mereka tidak punya kantor khusus di Indonesia namun mereka menunjuk orang tertentu menjadi wakilnya di Indonesia. Mereka ada yang dari Jepang, Hongkong, Singapore, Timur Tengah, Eropa dan Malaysia. Tak kurang dari 30-an investor PE di Indonesia. Hanya saja mereka memang bekerja dengan silent dan bekerja berdasarkan trust. 30 perusahaan PE itu punua fokus investasi dan sstrategi investasi yang berbeda-beda dari sisi besaran per investasi hingga sektor yang ia pilih.
Ingat cara kerja private equity itu sangat silent, diam-diam, nggak mau banyak ngomong. Namanya juga private. Mereka memang selektif dalam memilih perusahaan yang akan diinvestasi, namun mereka juga harus investasi karena kalau nggak menyalurkan duitnya untuk diinvestasikan, mereka juga akan ditanya dan ditabok oleh lembaga yang memercayakan uang untuk diputar. Kalau Anda sudah dipercaya untuk memutar uang tapi kok anda nggak dapat tempat yang ditaruh uang berarti anda bodoh. Anda nggak punya teman atau anda nggak bisa cari teman. Padahal sebegitu banyaknya perusahaan di Indonesia yang butuh funding, dengan manajemen yang terpercaya dan prospeknya bagus.
Perusahaan private equity itu SANGAT JARANG yg mau buat investasi pada perusahaan baru. Mereka mau berkongsi menggunakan pengusaha yg sudah terbukti sanggup mengelola & membesarkan bisnis, bukan baru planning-planning usaha. Mereka umumnya hanya mau invest pada perusahaan yg sudah eksis menggunakan omset mencukupi namun butuh tambahan modal agar bisa tumbuh cepat. Atau mau jua invest di perusahaan bagus namun sedang sakit akan tetapi terdapat peluang buat diperbaiki. Banyak banget investor yang meminati Indonesia. Tapi memang butuh cara spesifik mendekati mereka lantaran mereka memang sangat private & hanya mau herbi orang yang mampu mereka percaya.
Dana yg ditempat pada satu perusahaan sang private equity sangat berbeda-beda. Ada yg maunya diatas USD 100 juta dollar, terdapat yang hanya mau range USD 50-100 juta dollar, ada yg mau berdasarkan size USD lima juta. Bahkan ada yg mainnya pada nomor USD 1-lima juta per investment. Masing-masing punya mandat & strategi sendiri.
By the way, kalau Bapak/Ibu adalah pemilik korporasi yang butuh modal dari investor private equity yang mau invest dari Rp 200 miliar sampai Rp 1,5 triliun, saya bisa ajak salah satu investor private equity dari luar negeri yang cocok atau paling cocok untuk perusahaan bapak/ibu dan memang sedang cari-cari peluang investasi di indonesia. Sewaktu-waktu saya bisa ajak meeting direkturnya untuk meeting dengan bapak/ibu bila memang ada peluang kongsi yang menarik dari skala bisnis dan prospeknya. Perlu dicatat bahwa pemodal ini belum minat kerjasama dengan kalangan UKM, namun hanya dengan korporasi besar. Jadi mohon maaf, tidak bisa dibantu untuk yg masih UKM.
Semoga bisnis bapak/Ibu sukses, semakin maju dan berkembang. Selalu terdapat jalan bila kita terus mau berusaha.
Terima kasih
Sudarmadi
HP : 081 384 160 988
wingdarmadi@gmail.Com
Info krusial lainnya :
Cari Perusahaan Besar Untuk Diakuisisi
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi usaha
Saatnya Me-Refinancing Hutang Korporasi Yang Bunganya Terlalu Tinggi
Anda Sedang Cari Investor? Kenali Cara Kerja Investor Private Equity !!
Di-update dalam 8 Juni 2020

Perusahaaan private equity memang nir populer seperti bank atau bursa. Padahal private equity pula keliru satu sumber modal dan sebagai solusi permodalan bagi para pemilik perusahaan yg bisnisnya ingin tumbuh.
Private equity merupakan salah asal modal buat investasi yang berasal berdasarkan para investor seperti dana purna tugas, orang-orang kaya, atau dana kekal perguruan tinggi. Ini semacam forum yg ditugaskan dan dianggap buat memutar duit menurut investor itu. Kalau bank umumnya memberi duit pinjaman dan minta agunan (kolateral), jika private equity nir. Dia invest pada perusahaan semisalnya Rp 300 miliar atau Rp 100 miliar, tapi beliau minta ditukar menggunakan saham. Nah, terdapat perusahaan private equity yang maunya invest sebagai pemegang saham minoritas & nggak mau lebih dari 50%, namun jua ada yg maunya justru wajib pegang kendali. Masing-masing perusahaan private equity punya gaya dan kebijakan masing-masing.
Asal dana atau sumber dana perusahaan private equity itu biasanya terkumpul karena keaktifan para pendiri dalam mencari dana untuk dikelola. Jangan heran kalau di Indonesia, para pemilik private equity pasti orang yang punya network kuat dengan pemilik dana di luar negeri. Misalnya Patrick Waluyo (Northstar), Gita Wiryawan (Ancora) dan Edwin Soeryajaya (Saratoga). Mereka semua lulusan Amerika yang channel dengan lembaga keuangan Barat sudah sangat kuat.
Kenapa mereka mau memberikan dananya buat dikelola? Ya lantaran ingin dananya berputar & bertambah. Ingat bahwa di negeri Barat dan Jepang, jika memberikan deposito di Bank bunganya pertahun hanya 2% atau bahkan kurang. Kalau diputar di negara perkembang mereka mampu mendapatkan laba minimal belasan % per tahun. Logikanya simple, idiologi uang adalah keuntungan. Dia nir punya loyalitas ke negara atau lokasi. Tapi beliau akan datang ke loka yg bisa berkembang biak. Ini rumus uang yg jangan dibantah.
Cara investasi perusahaan private equity (PE) ke perusahaan-perusahaan sasaran umumnya memakai pola sanggup 2 macam. Pertama, membeli sebagian saham yang dimiliki pemegang usang (artinya beliau membeli existing saham). Dus terdapat pergantian kepemilikan saham. Kedua, perusahaan yg akan diinject modal itu menerbitkan saham baru yg kemudian dibeli sang perusahaan PE itu. Umumnya cara ke 2 ini lebih poly dipilih karena berarti dana yang masuk nir masuk ke kantong pribadi pemegang saham usang, namun menambah modal perusahaan sehingga perusahaan bisa berputar lebih baik. Tapi pola ini sangat case by case, bisa deretan. Bisa jadi waktu investor masuk ke sebuah perusahaan, terdapat sebagian yg masuk ke kantong pemegang saham usang buat pembelian saham, tetapi terdapat jua sebagian yg ditaruh menjadi kapital bisnis.
Selain cara investasi melalui saham, perusahaan PE juga bisa dengan cara membeli convertible bond yang diterbitkan perusahaan yang butuh duit. Convertible bond itu adalah surat utang yang suatu saat bisa diubah (diconvert) menjadi saham ketika pas jatuh tempo perusahaan yang berhutang itu tidak bisa melunasi secara sempurna atas hutang-hutangnya.
Yang perlu diketahui, perusahaan PE biasanya hanya mau invest pada perusahaan yg tumbuh cepat dan margin untungnya baik. Kenapa? Lantaran ia wajib memberi laba jua ke pemodal yg menitipkan uangnya. Makanya biasanya IRR private equity selalu minta diatas 18%. Kalau bank Anda kasih bunga 12-13%, maka PE minimal diangka 18%. Bedanya jikalau bank harus mencicil bulanan, kalau PE nggak. PE hanya mengharap untung waktu sahamnya dijual ke pihak lain.
Makanya, kebanyakan orang berhubungan dengan PE bila sudah tidak bisa pinjam ke bank lagi. Ekuitas yang dimiliki perusahaan sudah mentok. Sudah tidak punya kolateral untuk pinjam ke bank. Kalau bahasa orang keuangan, debt to equity ratio sudah nggak memungkinkan untuk pinjam ke bank. Ingat, tidak ada bank yang mau kasih pinjaman bila tidak ada kolateral. Ini normalnya. Ada beberapa bank yang bisa kasih pinjaman tanpa kolateral, namun sudah pasti hanya ke nasabah korporat yang sudah lama dikenal, dan biasanya bunganya juga jauh lebih tinggi.
Siapakah yg paling cocok buat menggandeng PE:
- Perusahaan yang akan ekspansi dan yakin punya bisnis bagus kedepan tapi nggak punya modal dan sudah sulit pinjam ke bank karena debt to equity ratio sudah tinggi. Aset yang ada sudah dileverage terlalu tinggi sehingga butuh investor (capital partner) yang bisa menambahkan modal untuk pertumbuhan usaha karena memang ada peluang menarik yang akan digarap. Dalam situasi ini cocok dan penting untuk mengajak PE agar mau investasi dan kongsi di bisnis Bapak/ibu.
- Perusahaan yang akan go public 2-4 tahun kedepan. agar nilai buku menjadi lebih baik dan kondisi permodalan tampak lebih kuat, anda gandeng PE untuk invest di perusahaan anda. nanti ia akan exit keluar dari perusahaan anda saat IPO dengan menjual saham dia ke investor publik di bursa
- Perusahaan yang tahu bahwa ada perusahaan lain yang sahamnya akan dijual, perusahaan itu bagus, tapi dia nggak punya uang untuk membeli atau mengakuisisi. Dalam kondisi itu, ajaklah PE untuk invest bersama dan Anda yang menjadi operatornya karena Anda yang tahu cara kerja dan operasional bisnisnya sehari-hari. PE bisa menjadi pemegang saham sementara, setelah itu saham dia bisa bapak akuisisi
- CEO atau eksekutif senior perusahaan yang tahu bahwa perusahaan dimana ia bekerja mau dijual,. Ia merasa sayang dan tahu bahwa bisnisnya bagus dan ia bisa menyelamatkannya, makanya ajak PE untuk invest dan anda akan menjadi salah satu pmegang saham penting. Saya punya beberapa kawan yang menjalankan pola ini dan sukses besar. Dulu CEO di perusahaan itu tapi tiba2 owner mau jual;al perusahaannya, akhirnya si CEO tadi cari pemodal untuk beli perusahaan itu.
Nah perusahaan PE itu biasanya invest untuk waktu yang tidak lama. Durasi hanya 3-7 tahun. Setelah itu ia keluar atau exit. Cara exit bermacam-macam. Bisa menjual sahamnya melalui bursa atau go public, bisa menjual saham ke pemegang saham lain yang mayoritas. Tapi bisa juga melalui trade sale, yakni ia menjual ke berbagai investor besar yaitu group besar yang minat di bisnis itu. Misalnya PE invest di bisnis TI lalu exit, maka ia akan tawarkan ke ACER, IBM, Microsoft, dll, untuk membeli sahamnya. Istilahnya, menjual ke investor strategis, bukan ke investor keuangan. Tapi menjual ke sesama investor keuangan juga mungkin.
Nah bagaimana di Indonesia? Di Indonesia semakin banyak perusahaan private equity yang aktif walaupun mereka tidak punya kantor khusus di Indonesia namun mereka menunjuk orang tertentu menjadi wakilnya di Indonesia. Mereka ada yang dari Jepang, Hongkong, Singapore, Timur Tengah, Eropa dan Malaysia. Tak kurang dari 30-an investor PE di Indonesia. Hanya saja mereka memang bekerja dengan silent dan bekerja berdasarkan trust. 30 perusahaan PE itu punua fokus investasi dan sstrategi investasi yang berbeda-beda dari sisi besaran per investasi hingga sektor yang ia pilih.
Ingat cara kerja private equity itu sangat silent, diam-diam, nggak mau banyak ngomong. Namanya juga private. Mereka memang selektif dalam memilih perusahaan yang akan diinvestasi, namun mereka juga harus investasi karena kalau nggak menyalurkan duitnya untuk diinvestasikan, mereka juga akan ditanya dan ditabok oleh lembaga yang memercayakan uang untuk diputar. Kalau Anda sudah dipercaya untuk memutar uang tapi kok anda nggak dapat tempat yang ditaruh uang berarti anda bodoh. Anda nggak punya teman atau anda nggak bisa cari teman. Padahal sebegitu banyaknya perusahaan di Indonesia yang butuh funding, dengan manajemen yang terpercaya dan prospeknya bagus.
Perusahaan private equity itu SANGAT JARANG mau atau umumnya nir mau diajak investasi pada perusahaan baru. Intinya mereka itu berkongsi dengan pengusaha yg terbukti mampu mengelola usaha, bukan baru rencana2 doang. Mereka umumnya hanya mau invest di perusahaan yg telah eksis menggunakan omset mencukupi tetapi butuh tambahan modal agar sanggup tumbuh cepat. Atau mau juga invest pada perusahaan mengagumkan tetapi sedang sakit tapi terdapat peluang untuk diperbaiki. Banyak banget investor yang meminati Indonesia. Tapi memang butuh cara spesifik mendekati mereka karena mereka memang sangat private & hanya mau herbi orang yg mampu mereka percaya.
Dana yang ditempat di satu perusahaan oleh private equity sangat bhineka. Ada yg maunya diatas USD 100 juta dollar, terdapat yg hanya mau range USD 50-100 juta dollar, terdapat yang mau berdasarkan size USD lima juta. Bahkan ada yang mainnya pada angka USD 1-5 juta per investment. Masing-masing punya mandat & taktik sendiri.
By the way, bila Bapak/Ibu adalah pemilik korporasi yg butuh modal dari investor private equity yang mau invest dari Rp 200 miliar sampai Rp 1,5 triliun, saya bisa ajak salah satu investor private equity dari luar negeri yang cocok atau paling cocok untuk perusahaan bapak/ibu dan memang sedang cari-cari peluang investasi di indonesia. Sewaktu-waktu saya bisa ajak meeting direkturnya untuk meeting dengan bapak/ibu bila memang ada peluang kongsi yang menarik dari skala bisnis dan prospeknya. Namun perlu diingkat bahwa investor hanya mau berkongsi dengan perusahaan yang skalanya sudah korporasi, bukan pemain UKM atau perusahaan baru. Mohon dimengerti.
Semoga usaha bapak/Ibu sukses, semakin maju & berkembang. Selalu ada jalan bila kita terus mau berusaha.
Terima kasih
Sudarmadi
HP : 081 384 160 988
wingdarmadi@gmail.Com
Info penting lainnya :
Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi usaha
Eksotis dan Edukatif, Secret Garden Village Hadir Sebagai Destinasi Wisata Baru di Bali
Kapan anda terakhir ke Bali?
Pulau Bali memang selalu mempesona. Membahasnya seakan tak akan cerita akhirnya. Pulau yang elok, karunia Sang Pencpta, selalu menarik untuk dibahas. Keindahan alam dan juga pusat wisata kreasi tangan manusia. Kemolekan itu tak hanya bisa ditemui di Bali Selatan, namun juga bagian utara. Salah satunya, Secret Garden Village.
Secret Garden Village merupakan destinasi baru di Bali yang unik dan layak anda coba kunjungi. Destinasi baru ini merogoh konsep Wisata Edukasi. Pemilik ingin mengedukasi generasi belia agar aktif menjaga warisan nilai budaya Indonesia.
Secret Garden bermula berdasarkan dari bepergian sanag pemilik, Billy Hartono Salim yg 10 tahun silam waktu ke Afrika Selatan. Billy pernah berkunjung ke suatu destinasi wisata di sana, dimana masih ada wisata edukasi mengenai aloevera atau lidah buaya. Lidah buaya nir hanya berguna bagi kosmetik seperti shampoo atau buat perawatan kulit, akan tetapi aloevera banyak dipakai buat kuliner, minuman bahkan parfume.

Di Secret Garden Village pengunjung memang tidak hanya disuguhkan wisata masakan yg lezat . Namun pula bisa melihat pribadi proses produksi produk kosmetik, Herborist. Terdapat pula sebuah museum yang menyimpan sejarah kosmetik kecantikan Indonesia semenjak zaman dulu sampai berkembang menjadi lebih modern.
Bukan edukasi yang berat dan membosankan, apa yang disajikan justru jauh menurut kesan tadi. Pengunjung sahih-sahih dimanjakan menggunakan penyampaian liputan yang terkesan menyenangkan. Belum lagi Secret Garden Village pula menyediakan ruang theater yang memutar film pendek mengenai sejarah kosmetik.
Selain Herborist, juga ada tour edukasi untuk Coffee yang diwakili oleh Black Eye Coffee. Di Black Eye Coffee, kita diedukasi untuk mengetahui proses sangrai (Roastery) kopi yang baik. Ada theater film kopi, cupping coffee testing, galery coffee, store dan cafe. Selain itu, juga mempunyai restaurant yaitu The Luwus dan Rice View.
Black Eye Coffee mempunyai koleksi jenis kopi berdasarkan banyak sekali daerah pada Indonesia, yakni Jawa, Bali, Aceh Gayo, Toraja, Lampung sampai Papua. Kopi-kopi pujian Nusantara ini dikolaborasikan menggunakan mesin-mesin sophisticated protesis Jerman. Paduan ini benar-benar menjanjikan kenikmatan tertinggi bagi pecinta kopi.
Tiket masuk mampu dibilang relatif terjangkau, Rp 50.000 buat wisatawan pada negeri, & Rp 100.000 buat wisatawan manca negara. Dengan tiket tadi, pengunjung telah bisa mengikuti rangkaian tur pembuatan produk kosmetik & kopi selama satu jam.
Karakter bangunan Secret Garden sangat eksotis dan latif. Perpaduan unsur kayu, kaca & beton mendominasi. Sentuhan lighting yg cantik membuatnya makin terlihat eksotis. Arsitek kenamaan Indonesia, Andra Martin berada pada kembali keindahan Secret Garden Village. Saat Tim Kapanlagi.Com berkunjung ke sana, masih ada satu spot yg memikat hati. Sebuah meja dinner romantis di tengah kolam. Dijamin, perempuan mana pun bakal meleleh hatinya saat berada pada sana.
Seluruh keindahan Secret Garden Village sanggup dinikmati setiap hari, mulai pukul 09.00 - 20.00 pada Jalan raya Denpasar KM 36, Desa Luwus Kecamatan Baturiti Bedugul. Letak Secret Garden Village gampang dijangkau dan sebagai destinasi yg tepat sebelum atau selesainya mengunjungi obyek wisata legendaris, Bedugul.
Dari sisi arisitek, Secret Garden memperlihatkan hal tidak sama berdasarkan yg ditawarkan Bali pada umumnya. Arsitektur bergaya minimalis karya arsitek Andra Matin pada Secret Garden Village galat satu destinasi wisata baru pada Bedugul, Tabanan, Bali. Keunikan bangunan karya Andra adalah bentuknya yg nir biasa. Seperti beberapa bentuk geometris yang digabung-gabung menciptakan puzzle 3 dimensi. Atap berbentuk segitiga dengan berukuran tidak seragam, jadi focal point pertama kali yg langsung memikat mata.
Ada satu sudut menarik di Oemah Herborist, bernama Beauty Gourmet. Di sudut berbentuk dapur dan bar ini, pengunjung sanggup menemukan aneka macam jenis kuliner menggunakan bentuk dan warna menarik. Mulai dari cupcake, es krim sampai cocktail. Namun, jangan salah , semua produk tadi tidak bisa dimakan atau diminum. Pasalnya, kendati berbentuk misalnya makanan, semua yg dipajang di etalase adalah produk perawatan tubuh, misalnya sabun, masker & parfum.
Di lokasi yg sama, pengunjung jua mampu mempelajari cara menciptakan sabun hias berbentuk apik. Bahkan mencoba masker yg tersaji dalam wadah es krim, menggunakan aroma yg menggiurkan. Ada jua Fragrance Bar yg menyediakan berbagai jenis parfum menggunakan sajian bagai cocktail. Ada 13 aroma yg mampu dipilih, menurut yang beraroma lembut & feminin, sampai maskulin.
Bukan hanya kosmetik, mereka yg tertarik dalam kopi pun mampu mendapatkan pengetahuan tambahan melalui kunjungan ke Black Eye Coffee dan Roastery. Kedai sekaligus ?Pabrik? Kopi tadi memperlihatkan tur lengkap dari mulai pengetahuan mengenai jenis-jenis kopi pada Indonesia, proses pemilihan biji kopi, pematangan kopi dengan cara disangrai (roast) hingga cupping atau membedakan citarasa kopi.
Reliable Coal Supplier coal from Indonesia
I just want to offer to you the opportunity to work together in coal business, especially if you own friends that looking for coal sourcing from Indonesia. I have good contacts some coal mining owners in Indonesia that produces many specs of coal from low rank calories of coal, medium calories, to high calorie. Even I also do good networking with some local big trading house that gathers coal from small coal producers in South Kalimantan and East Kalimantan.
The coal producers ask to me to assist in selling their coal, and they will pay comision (fee) to person which him help in selling. My relationship with the coal mining companies (owners or directors) is good as I often meet them for special mision or just do relax time.
Among the coal specs whihcs my miners can supply are: Coal GAR 4200 Kcal/Kg, GAR 3900, GAR 4500, NAR 5500-5300 Kcal/Kg), NAR 3800, NAR 5000-4800, NAR 4700-4500, NAR 5700-5500 Kcal/Kg. Also coking coal can be supplied. My miners can do it from single miner.
The minimum order: 40,000 MT, and supply ability 400,000 MT / month. So, by this mail, I meant I want to propose you to synergy in the coal business, especially if you has trusted coal buyer. Don't hesitate to contact me via email or whatsapps if you have buyer. thanks/\regard. wingdarmadi@gmail.com
Kiprah Robin Wibowo Kibarkan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Sabtu kemudian Arini Arianti (45 tahun) begitu riang. Setelah setahun dikerjakan, tempat tinggal mewahnya senilai Rp dua,4 miliar pada BSD City, Serpong, akhirnya berdiri tegak. Namun, aha..., masih ada yang kurang. Untuk menyempurnakannya, beliau pun bergegas ke Jl. Fatmawati. Di ruang pajang Veranda, dipesannya tiga bedroom set & furnitur ruang tamu.
Sebenarnya, kepergiannya ke daerah Jakarta Selatan itu terbilang mendadak lantaran ia baru membaca iklan furnitur Veranda pagi itu di sebuah harian Ibu Kota. Gerai ini dipilihnya karena pertimbangan yang simpel: mudah diakses menurut BSD, hanya 30 menit via tol Simatupang. Dan ternyata, selesainya tiba dan melihat-lihat, dia menemukan sejumlah barang interior yang dicarinya.
Arini hanyalah satu pada antara sejumlah famili menengah-atas Jabodetabek yang sudah mencoba produk Veranda. Sebetulnya, bagi sebagian kalangan menengah-atas Jabodetabek -- khususnya yg menyukai furnitur gaya klasik -- nama ini tidak terlalu asing lantaran memang termasuk pemain besar pada bisnisnya. Apalagi, Robin Wibowo, pengelolanya, terbilang rajin mempromosikan produk-produknya pada banyak sekali media massa, baik cetak maupun elektro. Tak mengherankan, ketika ini beliau telah punya basis pelanggan loyal yang relatif kuat, khususnya pada kalangan menengah-atas pengguna barang interior, seperti furnitur ruang tamu dan ruang tidur, dan pernak-pernik aksesori interior & flooring.
Perjalanan Veranda yg kini berkibar pada bisnis barang interior, termasuk furnitur, tidak sanggup lepas dari sentuhan Robin, pendiri yang pula Chairman-nya. Ia mulai merintis usaha ini selulus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, 1985. Begitu titel sarjana disandangnya, dia langsung belajar menjual barang interior, seperti furnitur dan gorden. ?Saya memang senang sekali global interior. Makanya, berdasarkan awal usaha saya, ya di bidang ini,? Tutur pria bershio kelinci itu. Memulai usaha berdasarkan skala mini , dia mendesain sendiri interior rumah-rumah pelanggannya, sembari menyediakan produk-produk yg diperlukan. Yang unik, kemampuan mendesain itu bukan lantaran ia bersekolah formal di bidang desain. Kesukaannya dalam bidang interior itulah yg membuatnya percaya diri mendesain rumah orang.
Tak kurang menurut 5 tahun bisnis skala kecil dijalankan laki-laki bermarga Phua ini. Namun, dari situlah basis pelanggannya pelan-pelan tumbuh & memercayainya. Terbukti, tak sedikit di antara pelanggan yang telah melihat rekam jejaknya lalu memesan dan menanyakan aneka macam barang interior kepadanya. Padahal, yang ditanya nir punya produk-produk tersebut. Akan tetapi, menurut situlah Robin konfiden bahwa dirinya dianggap pasar sehingga bertekad suatu hari kelak akan memenuhi permintaan para klien tadi.
Rupanya, Robin tidak perlu lama menunggu. Tahun 1989, momentum bagus menghampirinya. Ketika melihat-lihat pameran barang interior di Italia, Spanyol & Amerika Serikat, ia mendapati banyak sekali produk interior berkualitas mengagumkan, khususnya furnitur. Ia pun melihat apa yg dijumpainya adalah peluang bisnis yg wajib segera disergap. Muncullah wangsit di benaknya: mengimpor ke Indonesia.
Maka semenjak 1989, Robin memboyong produk interior premium menurut luar negeri. Untuk mendukung usaha impornya ini, dia mendirikan ruang pajang pada Jl. Fatmawati. Hanya, ruang pajang yg pertama didirikan itu baru sekadarnya, standar ruko. ?Saya pilih Jakarta Selatan karena di sekitarnya banyak ditinggali rakyat middle-up,? Pungkasnya. Veranda, kosakata Italia yang ialah serambi, dipilihnya sebagai nama ruang pajang ini. Untuk menggelindingkan bisnis ini, beliau menggandeng beberapa teman menjadi investor. Hanya saja, dia yang lebih aktif dan menjadi pemegang saham dominan.
Perjalanan awal Veranda bak siput. Awalnya, setiap mengimpor, Robin hanya memboyong satu kontainer yg kemudian dipajang di tokonya. Dalam tahun-tahun perintisan ini, beliau bekerja sangat keras, baik pada pada maupun luar negeri. Di domestik, ia membuka pasar, mengenalkan Veranda dan produk-produknya ke konsumen menengah-atas. Pekerjaan yg nir gampang, apalagi saat itu sudah terdapat beberapa pemain bertenaga yang eksis. Sementara itu, beliau pula harus ke luar negeri, mencari mitra orisinil pabrik furnitur yg dapat dipercaya yang bakal digandengnya sebagai pemasok. ?Dua tahun pertama, saya capek sekali. Saya keliling sendiri ke berbagai negara produsen furnitur yang mengagumkan misalnya Italia, Spanyol & Alaihi Salam. Saya tiba sendiri buat membuka jalan, agar sanggup saling kenal & menciptakan trust,? Ungkapnya mengenang.
Beruntung, upaya perintisan bisnis yang dilakukannya tidak menjaring angin. Pelan-pelan, kalangan penyuka furnitur dan barang interior premium lainnya mendengar & mencoba produk-produk Veranda. Dan boleh dibilang, produk-produk tersebut memenuhi harapan mereka sehingga terjadilah proses getok tular dari pelanggan ke kolega pada komunitas masing-masing. Ujungnya, gampang ditebak: pelanggan terus bertambah sebagai akibatnya mendongkrak skala bisnis Robin. ?Mungkin lantaran kami terlibat eksklusif dan semenjak awal terus mengamati perkembangan minat terhadap interior di Indonesia sehingga seluruh barang yg kami impor selalu disukai konsumen,? Katanya merendah.
Seiring menggunakan kinerja Veranda yang makin moncer & pelanggan yg makin banyak, Robin pun berpikiran memperluas ruang pajangnya supaya lebih memadai dan representatif. Tahun 2002 ia mulai membentuk ruang peraga yg lebih megah, terdiri menurut 6 lantai. Bangunan ini menyediakan ruang pamer seluas 5 ribu m2, bergaya klasik. Ruang pamer sekaligus kantor ini terselesaikan dibangun & mulai dipakai tahun 2004. Biaya buat perluasan ini dibantu bank. ?Karena perputaran usaha kami indah, proposal yg kami ajukan ke bank dipelajari dan diterima dengan positif.?
Praktis, menggunakan ruang pajang yg lebih berkelas, produk yang dijual Veranda pun semakin lengkap. Kini hampir semua item barang interior tersedia. ?Pendeknya, kalau terdapat orang yg membentuk sebuah rumah pada keadaan kosong, seluruh kebutuhan interiornya sanggup diisi Veranda,? Ujar Robin bersemangat. Mulai berdasarkan sofa, bufet, perlengkapan kamar tidur, gorden, wallpaper hingga flooring, seluruh tersedia. Bahkan, termasuk layanan desainnya. Dari 6 lantai gedung itu, lantai 1-tiga buat memajang produk-produk furnitur bergaya klasik, lantai 4-lima buat produk bergaya Amerika, & lantai 6 buat produk-produk bergaya minimalis. Soal produk yg dijualnya, Robin menegaskan bahwa semenjak awal yg dijualnya 100% impor. ?Ada menurut Spanyol (80%), AS (10%), Italia (5%), sisanya berdasarkan Thailand buat produk-produk minimalis.?
Bersamaan dengan bertambahnya pelanggan, skala bisnis Veranda pun membesar. Awalnya, hanya jualan satu kontainer dan baru memesan lagi waktu telah terjual habis. Tetapi menurut tahun ke tahun, perputaran produk makin cepat. ?Kini rata-rata sebulan 10 kontainer,? Istilah Robin bangga.
Jika diamati, terdapat beberapa faktor penentu sukses Veranda yg mengusung jargon ?The Prestigius Way to Life". Salah satunya, kejelian melihat pasar ceruk yang dilayani. Robin tidak semata-mata melayani segmen masyarakat kelas tinggi, tapi juga menengah-atas. Ini titik diferensiasinya dibandingkan DaVinci, contohnya, yang merogoh segmen premium. ?Tidak semua barang kami mahal. Kami jual mulai Rp lima juta sampai yang di atas Rp 100 juta per item. Karena itu, customer yang segmen middle jua masuk ke sini,? Katanya. Strategi melayani segmen menengah ini digelar berdasarkan pengamatan Robin bahwa jumlah pengguna berdasarkan segmen elite tidak terlalu poly. ?Struktur masyarakat kan misalnya piramida, segmen yg pada tengah jumlahnya cukup poly. Ini yg kami tak ingin sia-siakan,? Ucapnya lagi. ?Namun, kami tidak mau masuk pada segmen low karena itu bukan kelas kami.?
Bapak 2 putri ini tidak menampik adanya asumsi pada rakyat yang memandang furnitur klasik merupakan produk berharga mahal sebagai akibatnya butuh miliaran rupiah buat memboyongnya. Padahal, nir demikian. ?Di sini orang mau mengisi interior satu rumah dengan aturan Rp 2 miliar bisa, akan tetapi hanya menggunakan Rp 200 juta, namun barang mengagumkan, jua bisa kami lakukan,? Kata Robin setengah berpromosi. Ia menyampaikan, selama ini produk yang paling cepat perputarannya pada Veranda berharga Rp 20-40 juta/item.
Tentu saja, Veranda sanggup menjual produk yg high maupun middle sekaligus karena kemampuan sourcing produk yang lengkap, menurut mitra-mitra prinsipalnya pada luar negeri. ?Salah satu keunggulan kami, varian desain kami lengkap, sehingga pelanggan mampu memilih desain sesuai menggunakan selera mereka,? Robin pulang meyakinkan. Bedroom set, contohnya, dia bisa menyediakan 30 desain, sedangkan sofa lebih dari 20 desain. Khusus buat desain, beliau punya tim yang tiap tahun berangkat ke pameran furnitur di Valencia (Spanyol) guna berkonsultasi menggunakan pabrik-pabrik pada sana. Tim ini berdikusi soal desain produk yg cocok buat Indonesia, baik dari sisi warna juga aksesori. ?Kami tidak semata-mata membeli produk jadi dari pabrik, tetapi terdapat diskusi & masukan dari tim Veranda. Sebagian besar produk yg dijual adalah masukan menurut tim desain kami,? Ujarnya.
Kiat lain, model bisnisnya bukan hanya jualan produk, tetapi berusaha menaruh konsultasi ke konsumen. Tak ubahnya memberi solusi total untuk pelanggan. Ini dilakukan lantaran informasi berbicara: tak sedikit orang berduit yg resah membeli barang interior, kemudian tambah dibingungkan seputar cara penataannya. Untuk itulah, Robin menyediakan konsultan arsitek desain interior. Konsumen yg resah menata interiornya tinggal meminta pertimbangan. ?Apa wajib ditaruh pada mana belum tahu, maka mampu kami kirim desainer buat membantu pelanggan.?
Betapapun, bisnis ini memang tidak mudah. Apalagi, melayani kelas menengah-atas yang punya kemauan tinggi dalam urusan kepuasan. ?Ada yg kini belanja, besoknya minta wajib telah harus dikirim. Padahal, barang yg dipesan desainnya langka,? Celoteh Robin. Dalam hal ini, dia berusaha memuaskan mereka semaksimal mungkin. Antara lain, menjaga layanan pascajual, sesuai dengan komitmen yang dijanjikan. Untuk urusan yg satu ini, dia mengangkat staf spesifik yg menangani keluhan & masukan pelanggan. ?Ada pelanggan yg membeli menurut kami telah 7 tahun, kemudian minta barangnya dipindahkan atau ditata ulang, ini permanen dilayani. Kami bukan perusahaan yg kalau telah jual, hubungannya sebagai putus,? Ujarnya membeberkan kiatnya. Lalu, jika terdapat konsumen yang inden produk tertentu, waktu telah jatuh kirim, produk sine qua non hari itu jua. ?Tidak boleh membohongi pelanggan. Stok barang yang disediakan juga mesti dalam jumlah mencukupi.?
Untung saja, 80 karyawan Veranda telah dibiasakan melayani segmen ini. Dalam pandangan Robin, agama warga tidak lepas menurut sistem manajemen yang dikembangkannya selama ini. ?Kami punya teamwork yg baik, menurut divisi marketing, konsultan marketing, desainer & delivery,? Pungkasnya. Budaya melayani ini tentu dicontohkan sendiri ke anak buahnya. Pria yang menghabiskan 5 bulan pada setahun di luar negeri ini berusaha menyempatkan tiba ke ruang pajang setiap hari kalau nir sedang pada mancanegara. ?Bapak umumnya tiba pukul 3 sore,? Ujar Sari, staf Asisten Personal Veranda. Biasanya Robin mengecek progress pelayanan ke konsumen yg terjadi dalam hari itu, sekaligus memberikan delegasi & penugasan ke tim yang berbeda-beda.
Tak sanggup dimungkiri, sukses Veranda tak lepas berdasarkan upaya Robin yg semenjak awal aktif berpromosi. Veranda termasuk sedikit pemain furnitur yang militan beriklan, khususnya di media cetak buat segmen menengah-atas, baik media properti maupun gaya hidup. Ada iklan yang bersifat hardsell, tapi ada jua iklan buat membentuk citra. Robin rajin jua beriklan di acara Seputar Indonesia (RCTI), khususnya dalam Jumat & Sabtu. Kelihatan sekali ia termasuk pebisnis furnitur yang amat menyadari pentingnya membentuk merek menggunakan berpromosi above the line (ATL), meski buat itu biayanya relatif mahal. Sebagai model, sekali iklan di sebuah harian Ibu Kota anggarannya Rp 40 juta. Padahal, sebulan dia tak hanya iklan 1-2 kali.
Selain melalui media ATL, promosi juga dilakukan dengan aktif menggelar program diskon . Lalu, memberi gimmick berupa undian berhadiah kendaraan beroda empat bagi pembeli. Bahkan, mendekati para desainer interior jua. Maklum, selama ini nir seluruh pemilik tempat tinggal punya waktu luang mengurus kebutuhan interiornya. Banyak orang kaya yg sibuk sebagai akibatnya menyerahkan urusan ini ke kontraktor desain. Dan, pihak kontraktorlah yang herbi perusahaan furnitur misalnya Veranda. Lantaran rantai misalnya itulah, Robin pun menjalin hubungan baik menggunakan kalangan desainer.
Untuk mempermudah konsumen membeli, ia jua menggandeng perbankan, yang sejauh ini dilakukan dengan pengelola kartu kredit Bank Mandiri. Pelanggan yg membeli produk-produk Veranda menggunakan kartu kredit Mandiri mampu mencicil 12 bulan tanpa bunga. Ada juga program cicilan 6 bulan tanpa bunga. ?Kami pilih kartu kredit Mandiri karena jika perusahaan finance yg lain, cenderung lama , wajib melakukan survei ke pelanggan dulu. Saya nir mau karena itu mengganggu pelanggan aku ,? Ujarnya. Tentu saja, program ini jua menjadi bagian promosi.
Sri Sundari Rama Chandra termasuk pelanggan loyal Veranda. Istri seseorang dokter kebidanan terkemuka di Jakarta Utara ini mengisi interior rumahnya di Jl. Gatot Subroto, Jakarta, dengan furnitur Veranda. ?Produknya rupawan-indah & lebih murah menurut show room lainnya. Saya jua ambil bedroom set buat seluruh kamar dari sana. Dia jua terdapat garansi. Waktu kemarin kami ada pembenahan, jua dibantu,? Ungkap Sri.
Loyalitas pelanggan seperti itu mungkin adalah satu sisi sukses Veranda. Hanya saja, sebenarnya sukses Robin bukan tanpa kendala & pengalaman jelek. Sewaktu krismon mendera, misalnya, beliau pun tak luput dari derita. ?Waktu itu Veranda nyaris guncang,? Katanya mengenang. Ini bisa dimengerti karena produk yang dijual 100% impor, ad interim nilai tukar dolar terhadap rupiah terus galak waktu itu. ?Kami sempat rugi banyak. Untungnya, pelanggan mau mengerti (sewaktu) harga kami naikkan. Pihak pabrik jua mau memberi keringanan & rabat ke Veranda karena selama bekerjasama memang menampakan kesungguhan,? Ujarnya.
Cobaan lain terjadi sewaktu mulai merintis usaha. Saat itu kompetitor menjelek-jelekkan nama Veranda pada pasar. Untuk yang satu ini, yang dilakukan Robin cukup dengan pertanda ke pelanggan. Lama-lama pelanggan makin percaya, khususnya melalui kenaikan pangkat dari mulut ke lisan. ?Promosi jenis ini sangat penting. Promosi menurut berbagai iklan itu hanya 50% kontribusinya, 50% sisanya adalah dari verbal ke verbal,? Dia membeberkan rahasianya. Yang digarisbawahinya, usaha yang menyasar segmen menengah-atas ini benar-benar adalah usaha agama. ?Ini agama soal harga, produk juga layanan.?
Tentu, masa sulit Robin itu telah berlalu. Apalagi, sejak 2004 pertumbuhan Veranda makin brilian, terutama selesainya nilai tukar rupiah nisbi stabil. Ke depan, ia tak akan henti berbagi Veranda. Setelah tahun kemudian membuka cabang pada Surabaya, dia berencana membuka gerai di Medan dalam 2010. Selama ini gerai Surabaya melayani pasar Indonesia Timur, sedangkan gerai Medan dibutuhkan menjangkau pasar Sumatera. Tak berhenti di situ, Robin bahkan menancapkan ambisi lebih tinggi: dalam 2012 Veranda go public.
Yang membuat Robin bangga, berdasarkan sisi produksi, produk flooring bermerek Mercury yang diimpornya berdasarkan Jerman semenjak 2003 akan dibuatnya sendiri pada Indonesia pada 2010. ?Ini bisa menekan harga 40% dari harga kini (yg) Rp 150.000/m2,? Ujarnya seraya mengklaim selama ini Mercury menguasai 50% pasar flooring di Tanah Air. Akhirnya, pria subur ini menegaskan, masing-masing pebisnis punya jalan sukses sendiri. ?Setiap kita ada jalannya. Tinggal kemauan pelakunya & kesungguhan buat mencintai bisnisnya itu,? Demikian pesan pengusaha yg pula berbisnis properti ini menggunakan mimik serius. Dan baginya, jalan sukses itu ada pada Veranda.
Kisah usaha menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama pada Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo & Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Investor luar negeri cari kawan lokal untuk kongsi bisnis
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI Group
Berawal berdasarkan usaha kursus kecil-kecilan, sekarang Bina Sarana Informatika berkembang pesat sebagai akademi pendidikan ternama & punya lebih berdasarkan 40 kampus. Bagaimana kewirausahaan pada baliknya?
?Mulailah berwirausaha dari skala mini , & rintislah usaha sedari usia Anda masih belia.? Nasihat ini tampaknya dihayati dan dijalankan benar sang 5 sekawan -- Naba Aji Notoseputro, Herman P., Efriadi, Surachman dan Sigit ? Dalam merintis usaha pendidikan sampai mencapai sukses seperti sekarang. Bina Sarana Informatika (BSI) menjadi bukti ketekunan Naba dkk. Membentuk bisnis sendiri menurut skala mini .
Semua itu berawal pada 1988, waktu lima sekawan tersebut tengah duduk di semester akhir Institut Pertanian Bogor. Di ketika mereka belum menyelesaikan kuliah, mereka coba-coba mendirikan forum kursus personal komputer mini -kecilan di Depok, Jawa Barat. Modal buat menggulirkan bisnis hanya 5 unit personal komputer PC IBM XT 8088 dan kenekatan. Mereka setiap hari bolak-kembali Depok-Bogor. ?Pagi kuliah dulu di Bogor, kemudian siang & sore meluncur ke Depok buat ngajar,? Celoteh Naba, yang bersama sahabat-temannya memanfaatkan jasa transportasi kereta api Bogor-Depok, yg setiap jam melintas.
Tidak tanggung-tanggung, pada waktu perintisan bisnis, kelima personel ini terjun melakukan semua hal beserta. Mulai berdasarkan menjadi tenaga administrasi, tenaga guru, sampai berpromosi menggunakan menciptakan dan memasang spanduk pada tiang listrik di seputar Kota Depok, seluruh mereka lakukan sendiri.
Menurut Naba, proses pengenalan lembaga kursusnya tidak mudah. Saat itu Depok belum seramai sekarang. Depok masih senyap, lantaran belum banyak mal dan kampus misalnya kini . Sehingga, sulit mencari anak didik. ?Dalam sebulan kami hanya menerima lima orang,? Kata Naba, Direktur BSI yg sekarang menginjak usia 39 tahun. Toh, syarat tadi tak memudarkan semangat mereka. Bisnis terus dilanjutkan. Dan terbukti, pelan-pelan, dari bulan ke bulan terdapat penambahan jumlah siswa.
Bahkan, saking optimistisnya, lebih kurang 6 bulan kemudian Naba & keempat kawannya menyiapkan tambahan tempat kursus baru pada pinggiran Jakarta, persisnya pada Pondok Labu, Jakarta Selatan. ?Kami memberanikan diri mengontrak ruko pada dekat pasar,? Ujar Naba. Setelah itu, berturut-turut mereka membuka cabang baru pada Ciputat dan Bekasi di tahun berikutnya menggunakan sistem kontrak. Tetapi apa daya, gayung rupanya tak bersambut. Respons pasar tidak misalnya yang mereka harapkan: jumlah peserta sedikit. Tak mengherankan, mereka terpaksa menutup cabang di Ciputat dan Bekasi itu. Mereka memang masih menyebarkan usaha menggunakan pola trial and error sebagai akibatnya wajib terbentur di sana-sini. Tanpa pengalaman.
Belajar menurut banyak sekali kegagalan, lima sekawan ini kemudian mencoba membarui strategi. Setelah sebelumnya mengandalkan pendekatan ritel/individual, mereka lalu mencoba pendekatan institusional. ?Kami bekerja sama dengan SMA-SMA,? Kata Naba. Hal ini digabung dengan strategi harga murah. Biaya pendidikan dipatok serendah mungkin supaya sanggup dijangkau kebanyakan anak didik didik. Ketika itu biayanya hanya Rp 10 ribu/bulan tiap anak didik. Dari uang murid sebesar itu pun, separuhnya dikembalikan ke sekolah yg muridnya dikursuskan pada LPK BSI. Hampir seluruh Sekolah Menengah Atas negeri di Depok diajak bergabung oleh Naba dkk. Ternyata, pola ini efektif lantaran jumlah siswa BSI terus bertambah secara signifikan dari tahun ke tahun.
Perkembangan positif inilah yg menambah optimisme lima sekawan ini buat makin berfokus menggulirkan bisnis pendidikan. Maka, dalam 1990, selesainya melihat pesatnya pertumbuhan, mereka berani membeli huma seluas 1.000 m2 dan bangunan lima lantai pada Pondok Labu, yang mereka jadikan sebagai sentra pendidikan (kampus). Namun, mereka tak merogoh kocek sendiri buat membeli properti sebanyak itu lantaran memang tidak punya cukup uang cash. Mereka meminjam ke Bank Danamon, sebanyak Rp 400 juta. Lahan & bangunan itulah yg dijadikan agunan ke bank. ?Kami nekat saja. Kalau nir begitu, bagaimana bisa maju?? Kata Naba seraya menyebutkan, hari jadi BSI lepas 3 Maret 1988.
Naba berkeyakinan, dengan kenekatan & utang yang akbar, mereka niscaya terpacu bekerja keras agar mampu mengembalikan utang itu. Terbukti 5 tahun kemudian, utang sanggup dilunasi. Tentu, ini pun tak lepas menurut strategi & keputusan menaikkan status lembaga, dari sentra kursus biasa menjadi Akademi Manajemen Informatika & Komputer (AMIK) -- ditandai menggunakan pembukaan acara pendidikan personal komputer setahun dalam 1994. Praktis, sehabis bisa melunasi utang Rp 400 juta itu, pihak bank makin percaya. Bank kemudian berani menunjukkan pinjaman baru dengan nilai yg lebih tinggi, mencapai Rp 1 miliar.
Hanya saja, Naba dkk. Tidak terburu-buru mendapat tawaran kredit baru. Betapapun, pihaknya permanen mesti hati-hati pada berekspansi. Wajar, tawaran kredit baru senilai Rp 1 miliar itu tidak diambil semuanya. Mereka hanya mengambil kredit untuk menyewa gedung & membeli wahana belajar. Tepatnya buat pembukaan cabang BSI di sentra kota, di Kramat Raya. Jadi, tidak membeli, hanya menyewa. Ternyata, keputusan itu sempurna karena waktu terjadi kerusuhan 27 Juli 1996 gedung kuliah pada Kramat Raya ikut terbakar hingga menghanguskan 50 unit personal komputer , bahan belajar & data mahasiswa. Berarti kerugiannya hanya ratusan juta. Bayangkan jika gedung itu milik sendiri, tentu kerugiannnya akan berlipat-lipat.
Sewaktu krisis moneer, usaha 5 sekawan ini sahih-sahih dalam terpaan badai. ?Ketika itu, tiap bulan kami sempat harus bayar utang sampai Rp 60 juta. Kelimpungan jua,? Tutur Naba yg orisinil Purworejo. Untung, berkat upaya buat terus bertahan yang tak pernah pupus, BSI berhasil survive. Waktu itu manajemen BSI merasa wajib bertanggung jawab melangsungkan pendidikan bagi 500 mahasiswa BSI. Tak mengherankan, pascakrisis, kampus BSI pada Kramat Raya difungsikan kembali, bahkan ditambah jumlahnya. ?Kini kami sudah punya empat gedung di kurang lebih Kramat,? Pungkasnya bangga. Keempat gedung itu masing-masing berlokasi pada Kramat Raya 16 & 168, serta Salemba 22 & 45. Gedung-gedung baru itu mereka dapatkan menurut output lelang properti Badan Penyehatan Perbankan Nasional yg mereka beli total kurang lebih Rp lima miliar -- lagi-lagi, buat membeli properti lelang itu, Naba dkk. Pula meminjam dana ke bank. Kini, menurut 20 ribu mahasiswa BSI, separuhnya kuliah pada BSI di Jalan Salemba-Keramat Raya itu.
Selepas krismon, boleh dibilang perkembangan BSI semakin moncer. Berturut-turut dibuka program baru: sekretaris, bahasa (Cina dan Inggris), serta komunikasi (PR, periklanan & penyiaran). Tahun 2004, menjadi upaya diversifikasi, mereka membuka Akademi Pariwisata, bekerja sama menggunakan Inna Garuda. Kampus BSI pun berkembang, selain di Depok & Jakarta, juga pada Tangerang, Bogor, Cikarang, Karawang, Cikampek, Bandung, Tasikmalaya, Purworejo, Solo & Magelang. Total ada 36 kampus, baik pendidikan informal berupa kursus hingga pendidikan formal akademi dan sekolah tinggi (STMIK Nusa Mandiri).
Tentu saja, ini menjadi catatan menarik lantaran perluasan lembaga pendidikan tidaklah semudah ekspansi usaha ritel. Maklum, ini melibatkan juga aneka macam regulasi dan perizinan yg acapkali berbelit-belit. Untuk perluasan, di beberapa kota BSI mencoba melebarkan sayap membangun unit lembaga kursus baru yang lalu ditingkatkan statusnya menjadi akademi setelah menerima biar Direktorat Perguruan Tinggi. Namun di beberapa kota, seperti Serpong, Bogor & Bandung, BSI mengambil alih biar akademi yang telah berdiri. Seperti pada Serpong, BSI mengambil alih PTMI yg nir mampu lagi berkembang, tahun 2004. Di Bogor, giliran AMIK Widya Sarana diakuisisi pada tahun yg sama. Di Bandung, dalam 2005 BSI merogoh alih AMIK Mulya Mitra dan Akademi Sekretaris & Manajemen Bandung. Adapun pada Tasikmalaya, BSI mengakuisisi AMIK Sukapura.
Cara akuisisi BSI mampu disebut unik. Maklum, yang diambil alih hanya biar pengelolaan dan mahasiswanya. Sementara aset gedung dan karyawan, nir. BSI merekrut tenaga guru baru dan mencari lokasi kampus baru setelah mengambil alih pengelolaan. ?Mereka tidak concern mengelola dan kalah persaingan,? Istilah Naba tentang akademi yang diakuisisi. Ia kerap menerima keterangan menurut pemerintah & kolega di asosiasi perkumpulan perguruan tinggi ketika ada akademi yg kesulitan & mau dijual. Hebatnya, begitu diambil alih BSI, jumlah mahasiswa eksklusif tumbuh secara signifikan. Menurut Naba, itu berkat merk BSI yang sudah indah dan wahana pendukung pendidikan yg lengkap meski biaya kuliah terjangkau (lebih kurang Rp 900 ribu/semester). Apalagi, sekarang BSI menerapkan porto kuliah dan fasilitas yang seragam di setiap kampus.
Jahja B. Sunarjo, pengamat bisnis, melihat BSI menembak segmen yang tepat, lantaran sekarang persaingan bagi lulusan sekolah lanjutan buat masuk ke perguruan tinggi terkenal, sangat ketat. Sehingga, akademi misalnya BSI menaruh alternatif. Apalagi, model edukasinya terapan dan mampu cepat diserap lapangan kerja. ?Ini memang yg dituntut kebanyakan masyarakat,? Kata Jahja. Ia menyebutkan, BSI sanggup merogoh ceruk segmen mahasiswa yg ingin cepat kerja dan biaya kuliah tak mahal. Selain itu, BSI merupakan kampus pertama yg berhasil menembus kerangka berpikir: akademi pantang berpromosi. ?Bukan cuma kenaikan pangkat , tetapi juga membentuk komunikasi dengan masyarakat. Di luar negeri, ini masuk akal saja dilakukan & menjadi tren,? Jahja memberitahuakn
Banyak mahasiswa yang memilih kuliah pada BSI karena lokasi kampusnya juga mampu diatur. ?Kualitasnya bagus, biaya kuliah pula nggak mahal,? Tutur Fauzia, galat seseorang mahasiswi. Materi kuliah pun mudah dipelajari karena mahasiswa diberi catatan mini yg mampu diunduh (download) menurut Internet melalui warnet. ?Di sini kami pula tak jarang (mengikuti) program seminar & workshop yg sanggup menaruh gambaran dunia kerja itu misalnya apa,? Pungkasnya. Yang menurutnya menarik, acara job expo yang digelar dua kali setahun melalui BSI Career. ?Cari kerja jadi nir pusing, saya jua bisa magang.?
Lima sekawan ini terlihat sangat solid pada mengelola BSI. Mereka saling mengisi. Pola bagi tugasnya berjalan menggunakan baik. Hingga kini , Naba mengendalikan operasional BSI, berdasarkan akademis hingga perkembangan cabang. Sementara Herman, sebagai Ketua Yayasan. Efriadi mengurusi personalia, kualitas sumber daya manusia & energi pengajar. Surachman menangani penerimaan mahasiswa baru. Adapun Sigit bertanggung jawab atas pemasaran & kenaikan pangkat . Kelimanya bekerja terus tanpa terdapat saling iri. Usia kelima sekawan ini masing-masing baru berkepala 3, tetapi mereka tampak dewasa & arif sebagai akibatnya sanggup menjadi tim yg solid buat membangun usaha beserta.
Penulis: Sudarmadi
Kisah usaha menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama pada Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Kenapa lebih baik merintis usaha sejak masih muda?
Merintis bisnis atau memasuki global entrepreneur memang bisa dimulai disaat usia berapapun, termasuk ketika sudah usia diatas 45 tahun. Ada pula yang sukses bisnis justru saat dia telah diatas 45 tahun. Toh demikian, jikalau kita berpikir resiko & energi, bagaimanapun juga tetap lebih baik memulai usaha waktu usia muda (dibawah 40 tahun). Jika berpikir resiko, memulai bisnis saat masih muda punya beberapa kelebihan. Ketika masih belia, umumnya energi & sumberdaya yg dimiliki yg masih bisa lebih total dicurahkan buat perintisan usaha.
Contohnya soal kapital uang, permodalan kita sanggup penekanan buat bisnis. Namun jikalau mulai usaha waktu anak-anak mulai membutuhkan porto pendidikan dll, umumnya lebih ribet. Pokoknya ketika anak-anak mulai besar poly kebutuhan deh. Usia muda umumnya jua lebih mobil buat melakukan terobosan kesana-kemari. Katakanlah harus merintis pengembangan jaringan (network) bisnis sampai wajib keluar ke aneka macam kota & harus nginap kesana kemari, jua masih lebih fleksibel. Apalagi bila yang masih bujang. Bahkan nginep di pom bensin atau pada fasilitas umum pantas-pantas saja. Maklum, umumnya dalam siklus entrepreneurship, termin tersulit itu saat perintisan dan disitu umumnya butuh effort yg lebih.
Lebih menurut itu, bila toh apes-apesnya upaya perintisan usaha itu akhirnya gagal, maka lantaran masih belia, orang itu masih mampu banting stir kembali ke global profesional (karyawan). Perusahaan-perusahaan dalam umumnya lebih suka mencari SDM yg masih belia & energik. Kita masih mampu berkata teman2 atau relasi kita buat balik mengajar jadi dosen ataupun staff karyawan dimana kawan2 bekerja, contohnya. Pokoknya masih fleksible & banyak peluang yang sanggup dilakukan. Kalau toh gagal pada suatu bisnis, masih sanggup coba-coba bisnis yang lain jikalau usianya masih muda.
Kiat memulai bisnis persis seperti ini jua diterapkan Mohamad Nadjikh, pengusaha sukses eskportir produk perikanan bahari berdasarkan Gresik. Dulu beliau juga merintis bisnis waktu usia 31 tahun karena menggunakan pertimbangan seperti itu. Pendeknya, kalau toh gagal, masih mampu melakukan cara lain lain. Disamping itu di usia tadi putra-putri dia belum butuh biaya macam-macam. Yang jelas sekarang Pak Nadjikh telah menjadi pengusaha sukses menggunakan karyawan lebih dari 5.000 orang. Padahal ia memulainya hanya menggunakan beberapa juta karena beliau bukan menurut keluarga empunya. .
Semoga sukses untuk kita seluruh, pada usaha dan di famili. Salam
Sepenggal Pengalaman dan Kesan Menginap di Hotel Mercure Ancol
Belum usang ini, lantaran tugas menulis naskah yang tidak terselesaikan di Kawasan Ancol, saya kemudian menginap Hotel Mercure Ancol. Ini hotel bintang empat yg lokasi persis pada tepi laut. Menghadap laut. Lokasi ada di seberang Ecopark yang dulu lapangan golf Ancol.
Kesan saya, hotelnya OK. Untuk urusan kantor OK, keluarga juga OK. Di hari-hari kerja, hotel ini banyak dipakai rapat kalangan instansi pemerintah dan swasta. Untuk wisata dan menginap keluarga di weekend, jelas, hotel ini sangat OK. Tahu sendiri, Ancol selalu ramai saat weekend.
Mercure Ancol Hotel pilihan yang cantik karena dekat dengan DUFAN, Gelanggang Renang Ancol, SeaWorld & yg pasti: dekat dengan pantai. Kalau bosan pada kamar, kita bisa jalan-jalan di pantai Ancol yg kini telah terkelola menggunakan baik.

Kalau mau memilih kamar, saran saya ambil yang lantai relatif tinggi & pastikan menghadap ke laut. Jangan menentukan kamar yg menghadap ke lapangan Golf Ancol. Percuma. Lantaran keliru satu keunikan hotel ini khususnya diantara hotel yg lain pada Jakarta merupakan terletak dipinggir pantainya. Berbeda dengan putri duyung Cottege, walaupun menghadap kepantai juga, akan tetapi kita tidak mampu memandang secara luas karena tidak sanggup melihat dari tempat yg cukup tinggi.
Penting, jangan lupa, bawa kaos dan sepatu olahraga. Anak istri juga bawa alat olahraga. Bisa jalan di sepanjang pantai sembari olahraga. Asyik deeh. Kamarnya juga ok. Ada beberapa pilihan. Restoran di lantai bawah juga menghadap laut. Bisa yang di indoor, bisa pilih outdoor.
Pengalaman aku menginap pada hotel Mercure Ancol cukup memuaskan. Hotel berbintang empat ini cocok sebagai pilihan Anda saat berlibur beserta keluarga di Ancol. Lokasi Mercure Ancol sangat strategis karena berada di dalam tempat Taman Impian Jaya Ancol, persis berada pada sebelah Pantai Festival, sehingga Anda bisa berjalan kaki ke Pantai Festival buat menghabiskan sore beserta bersama famili.
Hotel Mercure pula dilengkapi dengan kolam renang. Cocok buat anak Anda yg suka berenang. Kolam renangnya walau nir begitu akbar, namun terdiri berdasarkan 3 macam kolam, bisa diakses secara perdeo dan dimanfaatkan buat balita dan dewasa. Hal yg pula menarik di Mercure merupakan sarapannya. Prasmanan & banyak sekali pilihan hidangan yg variatif. Anda mampu menikmati sarapan Anda pada restoran yg menghadap ke bahari, sehingga sarapan Anda pun sanggup lebih santai. Anda nir dibatasi ingin mencoba menu berapa saja, lumayan sebelum menjelajahi berbagai wisata di Ancol.
Hotel Mercure Convention Centre ini lokasinya sangat strategis bagi wisatawan yg sedang berlibur di Ancol pasalnya berada di tepi pantai sehingga Anda bisa melihat pantai secara langsung berdasarkan area hotel bahkan menurut dalam kamar sekalipun. Disediakan jua persewaan sepeda buat tamu yang ingin berkeliling pada area pantai, ada bar pada tepi kolam, kolam renang dewasa dan spesifik anak disediakan untuk mengklaim keselamatan pengunjung yang membawa anak-anak. Internet tersedia dengan gratis di semu kamar & loka umum.
Kesan saya, sebagai hotel berbintang lima, Mercure Convention Centre, kelengkapan dan pelayanannya baik dan cukup memuaskan. Harga cukup terjangkau, mulai dari kamar Superior 441 Ribu, Twin superior Rp 567.000 sampai dengan kamar Deluxe dengan pemandangan laut Rp 855 Ribu.
Kesan Menginap Di Mercure Karawang, Asyik dan Ingin Kembali Lagi
Dua minggu lalu saya mendapat tugas ke luar kota dan sempat menginap di Hotel Mercure Karawang, Jawa Barat. Pertama kali, saya kagum dengan kotanya, Karawang, benar-benar menggeliat. Di Karawang sekarang banyak mall baru dan juga pabrik-pabrik baru dari perusahaan multinasional yang mulai beroperasi di Karawang. Kawasan industri baru muncul di kota ini. Suatu hal yang tak terbayangkan oleh saya sebelumnya karena biasanya hanya melintas di tol, tidak masuk ke dalam kota Karawang. Melihatnya hanya dari jalan tol dari mobil,
Karena tugas sampai malam dan dua hari, akhirnya saya menginap di Mercure Karawang. Salah satu penilaian saya, yang paling top dari hotel ini, diantaranya soal lokasi. Lokasi hotel ini sangat super, dikelilingi tiga mall. Kalau kita di lantai atas lihat suasana temaram malam di depan hotel, mirip di luar negeri. Kereeen banget. Hotel ini memang terletak di kompleks Galuh Mas, jantung Kota Karawang yang di sekitarnya (hanya jarak 50 meter) adalah pusat hiburan dan belanja di Karawang, Hotel Mercure Karawang ini bisa dicapai dengan berjalan kaki ke Karawang Central Plaza. Hotel ini juga hanya 10 menit naik mobil ke kawasan industri dan 5 menit ke balai kota Karawang yang lokasinya ada 60 km di timur Jakarta ini.

Hotel Mercure Karawang ini termasuk hotel besar di Karawang. Bahkan kabarnya hotel bintang 4 pertama di Karawang. Hotel ini menyediakan 252 kamar. Saya waktu itu memilih menginap di lantai 7. Kalau menginap, coba pilihlah yang menghadap ke arah mall depan. Cakep banget. Di dalam kamar juga tata interiornya OK. Mungkin karena hotelmasih baru, jadi tata desain sudah menyesuaikan tata interior sesuai tren terkini. Hotelnya bersih. Suasananya berkelas internasional karena banyak ekspatriat dari kalangan eksekutif pabrik sekitar Karawang yang menginap di hotel ini.
Hotel ini juga menawarkan fasilitas kolam renang. Hotel yang modis ini menyediakan fasilitas kafe, layanan kamar 24 jam dan sauna. Lalu. Mercure Karawang menawarkan resepsionis yang selalu siap serta pijat dan reflexology. Layanan transfer airport, dry clean, layanan laundry dan penitipan bayi tersedia sesuai pesanan. Juga, yang tak kalah asyik, kita, para tamu yang tinggal di hotel ini bisa menikmati pengalaman bersantap yang unik di restoran yang tersedia, bertempat strategis untuk mereka yang ini ingin tinggal dekat untuk mencicipi makanan. Pada malam hari, tamu dapat menikmati minuman di lounge bar yang menyenangkan.

Bila keluarga yang ingin bermalam dan menikmati makanan di Mercure Karawang, di hotel ini juga sudah tersedia berbagai alternatif. Diantaranya, ada Kemuning Restaurant bagi yang ingin merasakan kuliner khas lokal Karawang. Resto Kemuning Mercure Karawang sering mempersembahkan sajian lokal khas Karawang seperti “Soto Tangkar”, selain menu-menu spesial menyesuaikan moment culinary yang pas. Menunya tematik, sesuai musim yang lagi in.
Bagi yang menyukai hidangan khas Jepang yang belakangan memang lagi ngetrend, di Mercure Karawang juga memiliki Kunoichi Restaurant, restaurant Jepang yang menghidangkan menu-menu fresh Jepang mulai dari variasi lengkap sushi, fresh sashimi, bento, dan paket All-You-Can-Eat Beef BBQ & Shabu-shabu mulai dari Rp99.000++ per orang. Saya juga sempat mencicipi makanan jepang waktu sarapan pagi.
Restoran KUNOICHI menyajikan berbagai menu otentik masakan Jepang untuk mengakomodir kebutuhan masakan khas Jepang khususnya bagi orang-orang Jepang yang bekerja di kawasan industri di Karawang dan juga kuliner masakan Jepang yang saat ini makin digemari oleh masyarakat lokal. Tersedia berbagai menu pilihan ala carte, bento sampai dengan Tepanyaki. Khusus bulan Maret untuk para tamu yang berkunjung pada saat makan malam selain mendapatkan Diskon 20% juga dapat minum Bir sepuasnya (free flow beer). Diskon 20% berlaku sampai dengan tanggal 20 Maret 2016.
Restoran KUNOICHI ini sudah dibuka mulai 18.00 – 00.00 WIB. Terdiri dari 02 (dua) lantai dan memiliki 03 (tiga) ruang private yang dilengkapi dengan fasilitas ruang karaoke dengan kapasitas ruangan 06 s/d 10 orang. Kapasitas keseluruhan Restoran KUNOICHI adalah sebanyak 86 kursi. Selain untuk santap di restoran, Restoran KUNOICHI juga melayani delivery order untuk Bento dengan minimum pemesanan 10 box di area sekitar Galuh Mas dan KIIC.
Selain makanan, suasana di kamar tidur juga sangat cukup bagi saya. Saya bisa istirahat sekaligus melanjutkan beberapa pekerjaan mengetik dalam kamar hotel. Singkatnya, saya mendapatkan kesan positif di hotel ini. Soal harga jugaso so laah. Kota Karawang sendiri memang juga menggeliat. Karawang mencatat kemajuan luar biasa. Derap pembangunan bertumbuh pesat. Kehadiran Hotel Mercure Karawang, hotel berbintang empat berstandar internasional adalah bukti Karawang telah menarik minat banyak investor dan pendatang dari luar.
Mercure Hotel sendiri memang dikelola Accor Group yang mengelola hotel ini dengan sentuhan lokal. Hotel Mercure Karawang adalah hotel berbintang empat pertama di Karawang dan berstandar internasional dan kontruksinya sudah mulai dibangun pada 2013. Bagi yang ingin ke Karawang dan menginap disana, tak ada salahnya mencoba. Untuk keluarga juga OK. Kalau pas mau mudik macet di tol Cikampek, boleh juga masuk ke Karawang, nggak sampai 10 KM dari tol sudah bisa masuk ke hotel ini. Jaraknya sekitar 4-5 km dari tol.

Hotel ini dibangun oleh Group Galuh Citarum yang dimiliki Pak Amin Supriyadi. Pak Amin Supriyadi adalah pengusaha lokal sekaligus perintis bisnis hunian dan pusat belanja di Karawang sejak tahun 1970-an. Pastinya, kehadiran Hotel Mercure akan menjadi alternatif menginap bagi yang suka travelling bisnis dan keluarga. Selama ini kita hanya melihat Karawang dari jalan tol, cobalah belok sedikit untuk melihat dan menikmati Karawang yang sedang menggeliat.
Pastinya keberadaan Mercure Hotel Karawang juga melengkapi fasilitas komersial lain yang dimiliki PT Galuh Citarum di Karawang, seperti perumahan Galuh Mas, Mal Karawang Central Plaza, Wonderland Adventure Waterpark, dan Technomart (pusat otomotif,
wingdarmadi@gmail.com
Baca info terkait :
Pengalaman Saya Menginap di Hotel Mercure Ancol
Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis
Pengalaman Bermalam di Mercure Bandung
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR