Angkasa Pura II Garap Bisnis Kargo dan Properti

Perusahaan BUMN pengelola bandara, PT Angkasa Pura II (Persero), baru-baru ini resmi meluncurkan operasional dua anak usaha baru yakni PT Angkasa Pura Kargo dan PT Angkasa Pura Propertindo. Langkah ini dilakukan sejalan dengan strategi bisnis PT Angkasa Pura II (Persero) yang akan terus ekspansi bisnis. Pengembangan anak usaha ini juga merupakan bagian dari inisiatif perusahaan untuk menerapkan program “Triple-GB”, yaitu Getting Bigger, Getting Broader, Getting Better.
Lebih rinci, PT Angkasa Pura Propertindo fokus menggarap bisnis pengembangan kawasan bisnis terintegrasi atau integrated business park, bisnis Hotel & MICE, pergudangan, dan fasilitas properti penunjang operasional maskapai. Perusahaan ini juga menyediakan jasa pengelolaan Hotel & MICE, pengelolaan gedung, pengelolaan lahan atau gedung parkir, dan memberikan konsultasi bisnis properti di bandara.
Sedangkan PT Angkasa Pura Kargo akan fokus pada jasa pelayanan di bidang kargo dan logistik sebagai operator terminal kargo. Wilayah operasional kedua anak usaha tersebut tidak sebatas hanya di bandara dibawah lingkungan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku induk usaha namun juga di bandarabandara yang dikelola oleh pihak lain.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, “Tujuan pembentukan dua anak usaha baru ini adalah memperluas portofolio bisnis AP II guna meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis non-aero dan kargo. Saat ini pendapatan perseroan sekitar 60%-70% berasal dari bisnis aero seperti passenger service charge, biaya pendaratan pesawat, dan pemakaian garbarata". Tahun 2016 ini saja, proyeksi pendapatan ketiga anak perusahaan AP II ini sebesar kurang lebih Rp 500 miliar.
“Ke depan, seperti halnya bandara-bandara berkelas dunia, kami akan memaksimalkan pendapatan dari bisnis non-aero dan kargo sehingga pada tahun 2018 dapat berkontribusi hingga mencapai 50% atau bahkan lebih terhadap totap pendapatan perusahaan,” jelas Muhammad Awaluddin bersemangat.
Sementara Direktur PT Angkasa Pura Propertindo Wisnu Raharjo menuturkan, “Dalam 4 tahun mendatang atau hingga 2020, Angkasa Pura Propertindo memiliki tiga program strategis yakni mengembangkan Soekarno-Hatta Airport City, lalu Kualanamu Airport City, dan Sultan Syarif Kasim II Airport City sehingga tiga bandara tersebut akan menjadi suatu kawasan bisnis terintegrasi.”
Ditambahkan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo Denny Fikri, “Selaku pengelola
terminal kargo, Angkasa Pura Kargo siap berkompetisi menjadi yang terbaik di tingkat regional dengan mengedepankan keamanan, keselamatan, serta pelayanan dalam proses bisnis yang kami lakukan.”
Melalui berdirinya PT Angkasa Pura Propertindo dan PT Angkasa Pura Kargo, maka AP II saat ini memiliki tiga anak usaha dengan kepemilikan penuh setelah sebelumnya sudah beroperasi terlebih dahulu PT Angkasa Pura Solusi yang mengelola lounge di bandara, bisnis Information Communication & Technology, manajemen kebersihan gedung terminal bandara, pelatihan personil aviation security, dan manajemen ritel. Adapun ketiga anak usaha AP II tersebut kini menggunakan logo yang serupa dan hanya dibedakan sesuai dengan fokus bisnis masing-masing.
PT Angkasa Pura II sendiri selama ini mengelola 13 bandara utama di kawasan Barat Indonesia. Bandara-bandara yang dikelola perseroan adalah Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Ketaping), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang). Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), dan Silangit (Tapanuli Utara).
Kinerja Lippo Karawaci Menurun, Laba Anjlok 36%
Perusahaan properti milik Group Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pada semester I 2016 mendapati kinerja bisnis yang tidak terlalu bersinar. Setidaknya itu tampak dari bottom line bisnisnya, laba bersih anjlok cukup signifikan, yakni sebesar 36% yoy, menjadi hanya Rp 498 miliar.
LPKR mencatatkan pendapatan dalam semester I 2016 masih mampu tumbuh 8% yoy menjadi Rp5,1 triliun. Laba kotor sebesar Rp2,tiga triliun, alias masih mampu naik dua% yoy. Tetapi EBITDA menurun sebesar 15% yoy, menjadi Rp 1,2 triliun.
Bila dirinci lebih lanjut, pendapatan divisi Residential & Urban Development menurun sebesar 16% yoy menjadi Rp 1,8 triliun. Di lain sisi, pendapatan dari Townships naik sebesar 8% yoy menjadi Rp 1,2 triliun. Problemnya, pendapatan dari segmen bisnis Large Scale Integrated Developments turun sebesar 41% yoy menjadi Rp 610 miliar. Diantaranya disebabkan, pendapatan dari proyek Kemang Village dan St Moritz, Jakarta, menurun drastis dibandingkan dengan periode semester pertama tahun 2015.
Pendapatan recurring LPKR cukup baik, bertumbuh sebesar 26% yoy menjadi Rp 3,3 triliun, memberikan kontribusi sebesar 65% terhadap total pendapatan LPKR yang didukung oleh pertumbuhan divisi Healthcare dan Mal. Menurut Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya, pendapatan divisi Healthcare meningkat 29% yoy menjadi Rp 2,6 triliun. Tujuh rumah sakitnya mampu memberikan kontribusi sebesar Rp 1,4 triliun atau 56% dari total.
“Kami akan mengelola biaya secara hati-hati sambil terus berinvestasi untuk melakukan ekspansi rumah sakit dan jaringan mal ritel secara nasional. Sementara itu, langkah pemerintah untuk implementasi tax amnesty serta kelonggaran dari regulasi LTV yang telah diantisipasi akan turut meningkatkan permintaan properti pada semester kedua tahun ini,” kata Ketut.
Sementara itu, pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, naik sebesar 22% yoy menjadi Rp346 miliar. Pendapatan Mal naik sebesar 48% yoy menjadi Rp164 miliar, disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri.
Layanan Solusi Baru Indosat Untuk Pebisnis SME

Sebagai bagian dari visinya untuk mendukung para pelaku bisnis usaha kecil dan menengah (small medium enterprise / SME), Indosat menghadirkan solusi telekomunikasi lengkap Instant Office. Solusi ini menawarkan kemudahan dan kenyamanan bagi pebisnis dalam berkomunikasi untuk mendukung bisnisnya.
“Dengan layanan Instant Office, kami berharap dapat memberikan solusi telekomunikasi sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan untuk meningkatkan bisnis bagi pelaku usaha kecil dan perusahaan menengah,” ujar Director & Chief Sales & Distribution Officer Indosat, Joy Wahjudi, dalam keterangannya Rabu, 12 Agustus 2015.
Layanan Instant Office merupakan perangkat wireless router dengan konektivitas 3G dengan kemampuan berbagi internet mencapai 20 pengguna baik melalui Wi-Fi maupun kabel LAN, dan juga memiliki fungsi sebagai fasilitas telepon yang dapat digunakan sebagai telepon tetap (fixed telephone).
Instant Office juga memiliki fitur Hunting dan Menu Suara Interaktif (IVR) dengan menggunakan virtual PABX sehingga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan saat melakukan panggilan ke nomor kantor.
Dengan Instant Office, seluruh kebutuhan telekomunikasi pelanggan dapat disatukan sehingga menghemat biaya koneksi. Pelanggan tidak perlu lagi membeli paket data terpisah-pisah untuk masing-masing perangkat.
“Dengan kemudahan instalasi perangkat, koneksi internet dan telepon secara bersamaan, kami berharap dapat membantu efisiensi operasional pelanggan dan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan,” tambah Joy Wahjudi.
Setiap perangkat yang memiliki koneksi Wi-Fi bisa terkoneksi ke 3G router dan menikmati koneksi internet bersama-sama. Pelanggan dapat memilih berbagai paket Instant Office yang sudah termasuk Wireless Router Huawei B970b, kabel data, adapter dan starterpack Indosat.
Dua Tim Inovasi Semen Padang Sabet Penghargaan Internasional di Singapura
Dua tim Semen Padang yang mengikuti ajang International Exposition on Team Excellent (IETEX) 2016, berhasil meraih penghargaan. Kompetisi bagi para inovator & praktisi mutu perusahaan pada seluruh global itu, digelar Grand Copthorne Waterfront Hotel 392 Vavelock Road, Singapore berdasarkan 26 hingga 28 September 2016.
Kepala Bidang Kualitas Bahan Biro Quality Assurance dan Pelayanan Teknis PT Semen Padang Sisri Handa Yani mengatakan, 2 tim yang meraih penghargaan yaitu Tim X Pouza menggunakan 2 bintang & Tim Respect 23 menggunakan predikat 3 bintang serta penghargaan Platinum.
"Tim Respect 23 yang berasal menurut Departemen Produksi II/III yang diisi oleh Iriandi, Janedi, Irwan, Kusnaedi Raka Pratama dan Masrul Idris tadi, berhasil meraih predikat bintang 3 termasuk pada the Best Team. Mereka mengsung judul penemuan Installation Of The Bearing Housing Vibration Sensor In Gear Symetro Raw Mill R1M01 for Optimize Measurement And Analysis Vibration," ujarnya.
Sedangkan tim X Pouza yg memperoleh predikat dua bintang, diisi oleh Sarman Durmalay, Henzo Bernando, Sisri Handa Yani, Riska Aproditya & Delfi Nofriyenti. Mereka membawa judul inovasi, ?Pozzolan Effectiveness Testing With Difraction Method?.
Kepala Departemen QA & SHE, Hari Utama mengucapkan syukur dengan raihan ini, karena hasil tersebut diluar target yang ditetapkan sebelum tim berangkat ke Singapura. “Ini adalah keikutsertaan pertama kali dan IETEX memiliki standar yang lebih tinggi dari kompetisi sejenis. Alhamdulillah kita bisa melampaui target”, ujarnya
Manajemen PT Semen Padang menyambut gembira atas prestasi yang diraih 2 tim inovasi Semen Padang. Menurut Dirut PT Semen Padang, berhasilnya dua tim inovasi meraih bintang ini, patut disyukuri karena bersaing dengan negara lain seperti Singapura, Jepang, Malaysia, India dan Fiji."Alhamdulillah, selamat atas prestasi tim inovasi PT Semen Padang di Singapura dalam ajang IETEX 2016," kata Direktur Utama PT Semen Padang, Benny Wendry.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Produksi PT Semen Padang, Indrieffouni Indra. Ia berharap, hasil tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh Karyawan di PT Semen Padang untuk terus berinovasi. "Semoga apa yang didapatkan oleh tim Respect 23 dan tim Xpouza dalam ajang IETEX 2016, dapat menjadi motivasi bagi seluruh karyawan untuk terus berinovasi," sebutnya.(*)
Dahana Gandeng Sucofindo Urusan Peledak

Sinergi antar BUMN kini memang tengah aktif digalakkan. Tak heran, dua perusahaan plat merah, PT Dahana (Persero) dan PT Sucofindo (Persero) baru-baru ini juga sepakat bersinergi dalam penyediaan barang dan jasa di sektor bahan peledak. Hal ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama Dahana, Budi Antono, dan Direktur Komersial 1 Sucofindo, M. Heru Riza Chakim di Kampus Dahana, Subang, Jawa Barat.
Nota kesepahaman tersebut meliputi kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan barang dan jasa seperti pengurusan perizinan, pengiriman, layanan pembangunan gudang bahan peledak dan pelaksanaan survei seismic. Hal lainnya berupa kegiatan pemastian yang meliputi inspeksi dan audit, pengujian dan analisa, sertifikasi, konsultasi, dan pelatihan, pada kegiatan operasional, penelitian bersama, optimalisasi aset serta kegiatan lain yang dianggap perlu dan relevan.
"Pada dasarnya MoU ini untuk segala hal, terkait dengan kemampuan yang ada pada kami (Sucofindo) dan semua potensi yang dimiliki oleh Dahana. Dahana semisal terkait dengan bahan peledak, drilling ternyata juga punya, dan yang lainnya yang bisa di-support pada kami," terang M. Heru Riza Chakim dalam siaran pers, Jumat (18/3/2016).
Di hari yang sama, kedua BUMN tersebut langsung menindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama untuk pekerjaan Site Acceptance Test (SAT), yaitu kerja sama untuk pengujian alat ukur seismic yang dimiliki oleh Sucofindo yang dilaksanakan di area bunker kawasan Energetic Material Center (EMC) milik Dahana, Subang. "Khusus yang hari ini, kita di sini langsung melaksanakan Site Acceptance Test, untuk menguji alat ukur seismic yang kami miliki. Di sini pun kita sekaligus menguji bahan peledaknya Dahana," ujarnya.
Berkaitan dengan SAT, Sucofindo kali ini tengah menguji barang barunya untuk diuji coba konektivitasnya dalam mengukur hasil perforasi seismic yang dilakukan di lahan milik Dahana, sekaligus uji mutu bahan peledak milik Dahana.
Produk bahan peledak yang diuji adalah Dayagel Seismic yang biasa dipergunakan dalam bidang perforasi migas untuk mencari sumber minyak dan gas. Getarannya menggunakan alat ukur yang terangkai dalam sebuah mobil truk, atau disebut juga 'recorder truck' yang mampu menghasilkan seismic data.
Direktur Utama Dahana, Budi Antono menyambut gembira kerja sama kedua belah pihak ini. Menurutnya, kerja sama ini akan memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan. "Tentu saja kami sangat bangga bisa bersinergi sebagai sesama perusahaan negara. Dan yang penting lagi, kami bisa saling membantu satu sama lain dalam tataran operasional bisnis perusahaan," terang Budi Antono.
Most Wanted Stock, Telkom Raih Predikat IDX Top Ten Blue
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendapatkan predikat The IDX Best Blue 2016 oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam ajang penghargaan The IDX Best Blue 2016. Predikat ini diberikan kepada Telkom sebagai Perusahaan tercatat di BEI yang sahamnya paling diminati oleh investor, menunjukkan transaksi yang aktif, harga saham yang signifikan dan memiliki fundamental yang sehat. Direktur BEI Tito Sulistio menyerahkan penghargaan tersebut kepada Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen yang didampingi Komisaris Telkom Margiyono Darsa Sumarja di Jakarta belum lama ini.
Direktur Keuangan Telkom Harry M Zein berharap, predikat yang diberikan BEI tersebut dapat melengkapi berbagai pencapaian yang telah diterima Telkom dan memacu kinerja Perseroan menjadi lebih baik lagi. Harry juga berharap pencapaian ini dapat lebih menyemarakkan aktivitas perdagangan saham di BEI pada masa mendatang.
Penghargaan IDX Best Blue diselenggarakan oleh BEI untuk memacu Perusahaan Tercatat untuk menghasilkan kinerja yang baik dan terus bertumbuh yang dapat memberikan manfaat yang tinggi kepada para investor dan pemegang sahamnya. Dengan kinerja yang baik dan prospektif maka diharapkan dapat terefleksi pada peningkatan harga sahamnya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal.
Dalam menentukan The IDX Best Blue 2016, BEI mencoba melihat saham-saham yang paling diminati untuk ditransaksikan oleh investor dengan turut memerhatikan data yang dimiliki oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Saat ini ada 535 saham dari Perusahaan Tercatat di BEI dan masing-masing Perusahaan Tercatat tersebut memiliki perbedaaan dalam hal karakteristik, struktur bisnis, kekuatan keuangan, sampai kepada ukuran bisnis.
Dalam tahun 2016 ini, Telkom telah meraih berbagai penghargaan untuk kinerjanya di pasar saham, baik domestik maupun internasional. Salah satunya penghargaan Bisnis Indonesia Award yang khusus diberikan kepada perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di BEI. Telkom mendapat penghargaan ini karena dinilai konsisten dan mampu menunjukkan kinerja yang baik.
Selain itu, di tingkat internasional Telkom juga berhasil menyabet penghargaan pada ajang 6th Asian Excellence Award 2016 sebagai Asia’s Best Investor Relations Company. Penghargaan ini diperoleh karena Telkom dipandang memiliki komunikasi terbuka dan transparan sehingga investor memahami kegiatan bisnis perusahaan serta meiliki program dan perkembangan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini untuk menjami suistainability sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Grand Strategy Telkom Group: Semakin Fokus Bisnis Digital
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kian fokus menggarap usaha digital. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Telkom Group menggunakan mitra lokal dan internasional yg dilakukan pada sela-sela acara Telkom Group Digi Summit 2016 di Jakarta yang terbaru. CEO Telkom Group Alex J. Sinaga beserta jajaran Direksi Telkom hadir menyaksikan penandatanganan kerjasama ini.
?Melalui kerjasama ini, Telkom Group mendukung visi Presiden RI Joko Widodo yg mencanangkan digital ekonomi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar pada Asia Tenggara. Karenanya, Telkom Group tengah bertransformasi sebagai digital company & mewujudkan visi sebagai The King of Digital in The Region,? Ujar Alex J. Sinaga.
Diakui Alex J Sinaga bahwa buat mewujudkan hal ini Telkom Group nir dapat melakukan sendiri tetapi memerlukan kawan kerjasama. Untuk itu pada kesempatan ini Alex J Sinaga menyampaikan ucapan terimakasih atas agama para kawan untuk berafiliasi dengan Telkom.
?Telkom memiliki big asset sedangkan mitra memiliki inovasi buat beserta meraih tujuan yg diinginkan. Dengan kerjasama ini, para mitra telah menjadi bagian dari digital company in Indonesia. Mari kita melakukan kerja sama. Together we are faster, stronger and bigger,? Kata Alex J Sinaga.
Telkom Group Digi Summit dihadiri oleh pimpinan Telkom dan anak perusahaan Telkom yang terkait dengan bisnis digital, yakni Telkomsel, Finnet, Metranet, Metra Digital Investama (MDI), Melon, Metra plasa serta sejumlah mitra pendukung bisnis digital Telkom. Mitra yang digandeng pada Telkom Group Digi Summit kali ini antara lain, Labolla, i811, Solusi 247, Infosys, Data Science Indonesia, Kofera, Wipro, ArcGIS, Acxim, Walden lobal Service, Shazam, Radiumone, Geniee, Adskom dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).
Para mitra tersebut akan mendukung bisnis digital Telkom yang difokuskan dalam tujuh pilar industri, yakni musik, video, gaming, travel and tourism, e-commerce, digital advertising dan financial technology. Bisnis tadi akan didukung oleh kapabilitas ?Meditation? Yang dimiliki Telkom Group, misalnya Big Data Analytic & payment. Layanan tersebut beberapa pada antaranya sudah berjalan di Telkom melalui anak-anak usahanya, misalnya Melon dan Telkomsel Langit musik, Metranet buat usaha digital advertising (U-Ad) dan Direct Carrier Billing (U-Point) dan Metra Plasa dengan e-commercom melalui Blanja.Com.
Untuk memastikan inovasi dan bisnis digital berhasil, Telkom telah membentuk unit Media and Digital Business yang fokus membangun layanan dan kapabilitas bisnis digital. Unit telah dapat menggandeng 15 mitra yang akan mendukung Telkom menjalankan bisnis di industri digital, setelah sebelumnya Telkom juga telah bekerjasama dengan Iflix, Catchplay dan Viu sebagai mitra untuk konten video.
Barata dan General Electric Kerjasama Bidang Pembangkit Listrik

Baru-baru ini, PT. Barata Indonesia (Persero) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) menggunakan General Electric (GE), perusahaan multinasional yang induknya berasal menurut Amerika Serikat. Kedua perusahaan tadi putusan bulat buat melakukan kerjasama pada bidang pembangkit listrik, dimana Barata akan sebagai pemasok komponen & adalah bagian dari dunia supply chain bagi General Electric pada produk pembangkit listrik.
MOU ditandan-tangani di Jakarta oleh Direktur Utama PT Barata Indonesia Silmy Karim serta , Presiden Director PT. GE Operations Indonesia, David Hutagalung yang disaksikan langsung oleh CEO GE Indonesia, Handry Satriago. Kesepakatan Barata-General Electric ini tidak hanya sebatas sebagai pemasok komponen pembangkit listrik saja tetapi juga disepakati juga dalam hal maintenance (perawatan), dan after sales service (layanan purna jual) atas produk dari General Electric.
Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Silmy Karim menyatakan,?Kerjasama dengan multinasional akbar misalnya General Electric ini merupakan strategi menurut PT Barata Indonesia (Persero) dalam mewujudkan asa menjadi pemain dunia dan menjalankan jujur pemerintah buat menaikkan local content pada pembangunan pembangkit listrik di Indonesia. Kementerian BUMN telah menunjuk PT. Barata menjadi koordinator dalam peningkatan dan pemenuhan local content dalam proyek pembangkit listrik PLN pada Indonesia. Kita wajib apresiasi dan mendukung kebijakan local content ini. Ini suatu kebijakan yg luarbiasa.?
Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian BUMN, ingin agar patisipasi lokal perusahaan dalam negeri dalam proyek pembangkit listrik 35ribu MW, ditingkatkan bahkanhingga mencapai 75 persen. Upaya-upaya yang dilakukan oleh PT Barata belakangan ini juga sebagai langkah persiapan dan antisipasi dalam melaksanakan tugas dari Pemerintah pada Mega proyek pembangkit listrik 35 ribu Megawatt (MW).
?Adanya MoU tadi akan berdampak positif bagi Barata. Kerjasama ini semakin menguatkan posisi Barata menjadi galat satu perusahaan manufaktur & Heavy Construction yang mumpuni di Indonesia, & kerjasama tadi pula akan menajamkan keliru satu lini usaha Barata yaitu di bidang pembangkit listrik,? Tambah Silmy. Selain kerjasama pada bidang pembangkit listrik, General Electric selama ini telah poly berkerja sama dengan Barata pada memproduksi komponen kereta api menurut produk lokomotif General Electric.
Hariff Group Siap Pasok Sistem dan Jaringan Telekomunikasi Handal Untuk Militer

Diam-diam perusahaan nasional yang berpusat di Bandung ini berhasil melakukan riset pengembangan untuk menghasilkan produk dan sistem telekomunikasi yang bisa membantu pekerjaan militer, khususnya untuk sistem pengelolaan tim tempur maupun sistem pengelolaan jaringan militer itu sendiri. Perusahaan ICT, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff Group), beberapa tahun terakhir ini terus melakukan inovasi teknologi di bidang ICT dan kini berhasil mengembangkan software untuk pengontrolan dan pengelolaan alat tempur di medan perang dan juga sistim jaringan mandiri yang aman bagi kebutuhkan milter dan organisasi yang butuh tingkat sekuriti jaringan tinggi.
Semangat tim Hariff dimulai dari kepedulian bahwa produk dan sistem militer harusnya dibangun oleh orang-orang (tim sumberdaya manusia) dan perusahaan asli Indonesia. Tujuannya jelas, untuk melindungi kerahasian militer dan kerahasian negara. Dus, tidak diserahkan ke asing atau menggunakan sistem komunikasi buatan asing yang sangat rawan terhadap pencurian data dan kerahasian negara oleh anasir asing.
Hariff Group selama ini dikenal sebagai produsen berbagai produk jaringan telekomunikasi baik hardware maupun software. Perusahaan ini juga termasuk pelopor di bisnis BTS dan salah satu karyanya yang saat ini banyak dipakai kalangan perusahaan seluler ialah teknologi mobile BTS.
Di bidang militer, perusahaan pengembang teknologi telekomunikasi itu sebelumnya telah mengembangkan Jaringan Aman Mandiri (JAM). Kemampuan jaringan tersebut pernah didemontrasikan di hadapan Menhan Ryamizard Ryacudu di Bandung. JAM merupakan jaringan berbasis protocol dan enkripsi khusus sehingga mempunyai kemampuan antisadap yang memang diperlukan dalam telekomunikasi militer.
“Ini penting, kerahasian itu harus terjamin. Karena ini termasuk rawan (disadap), harus dicek terus, (selama ini) alat kita yang buat luar negeri. Kalau dibuat oleh kita sendiri, jadi tidak tahu (oleh musuh),” jelas Menhan saat berkunjung. Kemenhan berencana mengaplikasikan JAM pada tahun depan. Langkah ini sekaligus sebagai upaya memberdayakan produksi dalam negeri.
Menurut Dirut Hariff Budi Permana, Kemenhan menginginkan JAM untuk tahap pertama digunakan di lingkungan internal terutama untuk pusat data informasi (Pusdatin). “Kita menawarkan jaringannya. Begitu aplikasi lainnya kita hubungkan, termasuk dengan Alkom di pasaran, data yang dimasukkan tak akan bisa disadap,” jelasnya.
Dijelaskan, proyek jaringan mandiri seperti itu relatif jarang di Indonesia. Di negara-negara lain, kondisi tersebut bisa dikatakan sudah lumrah. Padahal dengan jaringan mandiri, Indonesia bisa terhindar sebagai “rumah kaca”. Lalu lintas informasi pun bakal terproteksi dari upaya deteksi. JAM yang menawarkan keamanan informasi bisa menjalankan aplikasi pengambilan data dan video melalui drone dan battlefield management system. Selain itu, jaringan bisa digunakan untuk pengawasan dan patroli pulau terluar.
Hariff Group juga sukses mengembangkan sistem ICT untuk manajemen pasukan tempur yang dinamai Battlefield Management System (BMS). BMS diciptakan karena terinspirasi dari sebuah kejadian nyata. Dimana dahulu ada pasukan militer yang menembak kendaraan perang temannya sendiri di medan perang. Hal tersebut terjadi karena sistem yang dimiliki oleh tentara perang tersebut tidak dapat membedakan mana teman mana lawan.
"BMS yang kami kembangkan ini dapat mencegah terjadinya hal demikian,” ujar Presiden Direktur PT Hariff, Budi Permana. Yang juga sangat penting, semua sistem BMS itu dikembangkan dengan protokol dan enkripsi data buatan sendiri. Sehingga kerahasiaan manuver pasukan dan komunikasi data hanya dapat diketahui dan diterima oleh pasukan sendiri. BMS sendiri telah diuji coba dalam Panser Anoa, Tank Marder dan Main Battle Tank (MBT) pada 2014 lalu. Tidak hanya itu, BMS juga telah menjadi bagian dari kurikulum di Pusat Pendidikan Kavaleri TNI Angkatan Darat.
Ya, ide dan inovasi teknologi ini tentu saja brilian dan sangat perlu bagi Indonesia. Sudah saatnya teknologi militer dikuasai oleh anak negeri sendiri,perusahaan domestik, bukan dipercayakan ke produsen asing yang tentu saja amat sangat mudah menjadi agen kepentingan militer asing. Kalau bukan sekarang, kapan lagi kemandirian militer Indonesia akan dimulai ! (Sudarmadi)
Baca artikel terkait :
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
PT Propadu Konair, Jagoan Pupuk Organik Dari Medan, Sukses Berbasis Riset

Perusahaan bioteknologi dari Medan, PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT Group), terus aktif mengembangkan produk baru pada bidang pupuk dan obat tumbuhan non kimia. Dengan dukungan riset yang intensif dilakukan, PT Propadu Konair Tarabuhun terus mencoba memberikan produk-produk dan solusi yang diperlukan perusahaan perkebunan di Indonesia, khususnya perusahaan perkebunan sawit.
Bagaimanapun, seiring tuntutan pertanian dunia yang mesti memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan (susnaibility), produk pupuk juga mesti bisa mendukung visi kelestarian lingkungan tersebut. Di Indonesia dalam lima tahun terakhir penetrasi pupuk non kimia sudah semakin positif, masyarakat pertanian di Indonesia mulai menerima. Hal itu misalnya terlihat dari aplikasi produk-produk pupuk organik di kalangan industri perkebunan sawit yang merupakan salah satu sektor pertanian penting di Indonesia. Bila dulu kalangan perusahaan pengelola perkebunan sawit hanya mau mengaplikasikan jenis-jenis pupuk kimia di lahan perkebunan sawitnya, kini secara bertahap pupuk non kimia atau pupuk organik mulai banyak digunakan.
Selain didorong oleh tuntutan pasar dunia yang mensyaratkan produk-produk ramah lingkungan, gerakan itu tampaknya tak lepas dari kesadaran terhadap efek merusak dari pemakaian pupuk kimia. Mulai dari efek merusak kesuburan tanah, mengancam kelangsungan hidup mikro organisme yang berada dalam tanah, hingga menjadikan tanaman lebih mudah terserang hama penyakit tanaman.
Sebagai perusahaan bioteknologi yang memproduksi pupuk non kimia, manajemen PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT Group) juga merasakan sentimen positif itu. "Memang betul, sejak lima tahun terakhir makin banyak perusahaan besar perkebunan sawit di Indonesia yang mulai menggunakan pupuk non kimia, termasuk produk dari PKT. Tentunya itu tren positif, seiring dengan gerakan dan kesadaran pro green di dunia," tutur Supeno Surija, pendiri dan CEO PKT Group. Pemicu lain, sambung Supeno, saat ini para pengelola kebun di Indonesia juga sudah merasakan efektifitas produk-produk non kimia yang faktanya juga sangat baik dalam meningkatkan produktifitas tanaman.
Pada masa lalu, memang ada beberapa alasan yang mendorong para pengelola kebun untuk memakai pupuk kimia. Pertama, para pengebun memandang bahwa pupuk kimia memiliki efektifitas yang lebih instan atau bisa langsung dirasakan. Dampaknya terhadap perkembangan tananaman langsung terlihat -- meski tanpa disadari juga menimbulkan berbagai dampak perusakan tanah. Di lain sisi, kala itu berbagai produk pupuk organik atau non kimia yang ada memang belum menunjukkan tingkat efektifitas tinggi dalam memperbaiki kualitas tanaman ataupun pembasmian penyakit tanaman.
Supeno menyadari persepsi negatif masyakarat terhadap pupuk organik itu sehingga ia dan timnya kemudian terdorong melakukan riset di bidang pupuk dan obat non kimia guna yang punya efektifitas tinggi namun tidak merusak alam. Tentu Supeno yang punya latarbelakang pendidikan doktoral di bidang riset sehingga tak canggung untuk memimpin proyek riset itu. Supeno yang mantan CEO salah satu industri besar di Medan ini sangat terinspirasi untuk membangun industri biotech berbasis riset.
Tak heran bila kemudian dari perusahaan yang dirintisnya, PT Propadu Konair Tarabuhun, lahir produk-produk terobosan di bidang pupuk non arganik dan obat non kimia untuk sektor perkebunan. Contohnya adalah pupuk organik Dewik Ijo yang merupakan jenis pupuk multi organic alkali fertilizer (MOAF) satu-satunya di Indonesia. Cara pembuatan Dewik Ijo terbilang sangat unik. Kalangan pabrikan pupuk biasanya membuat satu pupuk standar untuk semua kebun. Model itu tak dterapkan PKT Group.
"Pupuk Dewik Ijo ini diformulasi secara khusus dan berbeda untuk kebun yang satu dengan yang lain. Formulasi pupuknya itu sendiri diperoleh setelah tim kami melakukan survey mendalam terhadap kebun milik pelanggan kami, khususnya kita analisa dulu kondisi tanaman, tanah, kelembaban, iklim, serangan penyakit, dan faktor lain yang relevan," ungkap Supeno. Tak heran, bila setiap produk pupuk yang diproduksi PKT memiliki nomor batch yang berbeda untuk setiap kebun yang berbeda.
Lebih lanjut Supeno menjelaskan, pupuk Dewik Ijo diformulasikan agar dapat bekerja lebih cepat dari pupuk kimia, namun tidak bersifat booster atau hanya efektif sementara. Selain itu juga tidak menimbulkan residu. Supeno sendiri sangat concern dengan aspek kelestarian lingkungan sehingga dalam membuat produk selalu menjaga agar selalu selaras dengan prinsip pro green tersebut. "Kami bersyukur bahwa pupuk kami merupakan satu-satunya produk pupuk yang sudah mendapatkan standar sertifikasi DIOXIN-FREE," terang Supeno. Yang juga menarik, bila sudah menggunakan produk Dewik Ijo sudah tak diperlukan lagi pupuk tambahan baik bupuk kimia, kompos, pupuk kandang, dan mikrorganisme lain.
Produk terobosan PKT Group tak hanya pupuk, namun juga di bidang obat non kimia untuk tanaman. Salah satunya CHIPS, yakni sebuah produk teknologi organik untuk mengendalikan serangan jamur ganoderma. Bukan rahasia lagi, bagi pengusaha perkebunan sawit di Indonesia, jamur ganoderma boninense menjadi momok yang sangat dibenci. Pasalnya jamur ganoderma ini menyebabkan busuk pangkal batang atau Basal Stem Rot (BSR) yang bisa memangkas hasil produksi hingga 50%. Bagi perusahaan-perusahaan perkebunan besar, dalam beberapa tahun terakhir ini ganoderma ditengarai menjadi pemicu kerugian miliaran rupiah pertahun karena daya rusak yang diciptakannya terhadap tanaman sawit.
Supeno menjelaskan, setelah melalui serangkaian test lab dan test di kebun, tim di PT Propadu Konair Tarahubun (PKT) berhasil menemukan teknologi organik yang cukup canggih di bidang biotech ini. "CHIPS ini formulasi organik dan gabungan dari beberapa jenis dan strain mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x10 pangkat 7 sampai dengan 2x10 pangkat 8 CFU," kata Supeno.
CHIPS, papar Supeno, telah diaplikasikan dan diujicobakan pada beberapa demoplot di perkebunan swasta dengan disaksikan Asosiasi Bio-agroinput Indonesia (ABI). "Hasilnya, aplikasi CHIPS berhasil melumpuhkan jamur ganoderma," kata Supeno. Produk tersebut terbukti bisa menghentikan serangan ganoderma dan oryctes. Pertumbuhan akar pohon dan daun menjadi lebih baik.
Di luar dua produk itu, PKT yang dipimpin Supeno juga masih punya beberapa produk terobosan lain untuk memberikan solusi bagi perusahaan perkebunan, khususnya perkebunan sawit. Selain itu timnya juga akan berpacu untuk terus menghasilkan produk-produk pupuk organik dan non kimia yang harus selalu ramah lingkungan. Sebagai pribadi Supeno merasa prihatin dengan praktek perkebunan di Indonesia yang diserang bertubi-tubi oleh kalangan LSM dunia karena kurang ramah lingkungan. Ia berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi sebuah langkah positif untuk membangun perkebunan Indonesia yang lebih produktif, ramah lingkungan dan lestari.
PKT Group Medan Sukses Kembangkan Pupuk Non Kimia

Tuntutan pertanian dunia yang mesti memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan (susnaibility) dalam lima tahun terakhir tampaknya semakin disambut positif oleh masyarakat pertanian di Indonesia. Hal itu misalnya terlihat dari aplikasi produk-produk pupuk organik di kalangan industri perkebunan sawit yang merupakan salah satu sektor pertanian penting di Indonesia. Bila dulu kalangan perusahaan pengelola perkebunan sawit hanya mau mengaplikasikan jenis-jenis pupuk kimia di lahan perkebunan sawitnya, kini secara bertahap pupuk non kimia atau pupuk organik mulai banyak digunakan.
Selain didorong oleh tuntutan pasar dunia yang mensyaratkan produk-produk ramah lingkungan, gerakan itu tampaknya tak lepas dari kesadaran terhadap efek merusak dari pemakaian pupuk kimia. Mulai dari efek merusak kesuburan tanah, mengancam kelangsungan hidup mikro organisme yang berada dalam tanah, hingga menjadikan tanaman lebih mudah terserang hama penyakit tanaman.
Tren positif penggunanaan pupuk non kimia itu juga dirasakan pengelola perusahaan bioteknologi asal Sumatera Utara yang juga produsen pupuk non kimia, PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT Group). "Memang betul, sejak lima tahun terakhir makin banyak perusahaan besar perkebunan sawit di Indonesia yang mulai menggunakan pupuk non kimia, termasuk produk dari PKT. Tentunya itu tren positif, seiring dengan gerakan dan kesadaran pro green di dunia," tutur Supeno Surija, pendiri dan CEO PKT Group. Pemicu lain, sambung Supeno, saat ini para pengelola kebun di Indonesia juga sudah merasakan efektifitas produk-produk non kimia yang faktanya juga sangat baik dalam meningkatkan produktifitas tanaman.
Pada masa lalu, memang ada beberapa alasan yang mendorong para pengelola kebun untuk memakai pupuk kimia. Pertama, para pengebun memandang bahwa pupuk kimia memiliki efektifitas yang lebih instan atau bisa langsung dirasakan. Dampaknya terhadap perkembangan tananaman langsung terlihat -- meski tanpa disadari juga menimbulkan berbagai dampak perusakan tanah. Di lain sisi, kala itu berbagai produk pupuk organik atau non kimia yang ada memang belum menunjukkan tingkat efektifitas tinggi dalam memperbaiki kualitas tanaman ataupun pembasmian penyakit tanaman.
Supeno menyadari persepsi negatif masyakarat terhadap pupuk organik itu sehingga ia dan timnya kemudian terdorong melakukan riset di bidang pupuk dan obat non kimia guna yang punya efektifitas tinggi namun tidak merusak alam. Tentu Supeno yang punya latarbelakang pendidikan doktoral di bidang riset sehingga tak canggung untuk memimpin proyek riset itu. Supeno yang mantan CEO salah satu industri besar di Medan ini sangat terinspirasi untuk membangun industri biotech berbasis riset.
Tak heran bila kemudian dari perusahaan yang dirintisnya, PT Propadu Konair Tarabuhun, lahir produk-produk terobosan di bidang pupuk non arganik dan obat non kimia untuk sektor perkebunan. Contohnya adalah pupuk organik Dewik Ijo yang merupakan jenis pupuk multi organic alkali fertilizer (MOAF) satu-satunya di Indonesia. Cara pembuatan Dewik Ijo terbilang sangat unik. Kalangan pabrikan pupuk biasanya membuat satu pupuk standar untuk semua kebun. Model itu tak dterapkan PKT Group.
"Pupuk Dewik Ijo ini diformulasi secara khusus dan berbeda untuk kebun yang satu dengan yang lain. Formulasi pupuknya itu sendiri diperoleh setelah tim kami melakukan survey mendalam terhadap kebun milik pelanggan kami, khususnya kita analisa dulu kondisi tanaman, tanah, kelembaban, iklim, serangan penyakit, dan faktor lain yang relevan," ungkap Supeno. Tak heran, bila setiap produk pupuk yang diproduksi PKT memiliki nomor batch yang berbeda untuk setiap kebun yang berbeda.
Lebih lanjut Supeno menjelaskan, pupuk Dewik Ijo diformulasikan agar dapat bekerja lebih cepat dari pupuk kimia, namun tidak bersifat booster atau hanya efektif sementara. Selain itu juga tidak menimbulkan residu. Supeno sendiri sangat concern dengan aspek kelestarian lingkungan sehingga dalam membuat produk selalu menjaga agar selalu selaras dengan prinsip pro green tersebut. "Kami bersyukur bahwa pupuk kami merupakan satu-satunya produk pupuk yang sudah mendapatkan standar sertifikasi DIOXIN-FREE," terang Supeno. Yang juga menarik, bila sudah menggunakan produk Dewik Ijo sudah tak diperlukan lagi pupuk tambahan baik bupuk kimia, kompos, pupuk kandang, dan mikrorganisme lain.

Produk terobosan PKT Group tak hanya pupuk, namun juga di bidang obat non kimia untuk tanaman. Salah satunya CHIPS, yakni sebuah produk teknologi organik untuk mengendalikan serangan jamur ganoderma. Bukan rahasia lagi, bagi pengusaha perkebunan sawit di Indonesia, jamur ganoderma boninense menjadi momok yang sangat dibenci. Pasalnya jamur ganoderma ini menyebabkan busuk pangkal batang atau Basal Stem Rot (BSR) yang bisa memangkas hasil produksi hingga 50%. Bagi perusahaan-perusahaan perkebunan besar, dalam beberapa tahun terakhir ini ganoderma ditengarai menjadi pemicu kerugian miliaran rupiah pertahun karena daya rusak yang diciptakannya terhadap tanaman sawit.
Supeno menjelaskan, setelah melalui serangkaian test lab dan test di kebun, tim di PT Propadu Konair Tarahubun (PKT) berhasil menemukan teknologi organik yang cukup canggih di bidang biotech ini. "CHIPS ini formulasi organik dan gabungan dari beberapa jenis dan strain mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x10 pangkat 7 sampai dengan 2x10 pangkat 8 CFU," kata Supeno.
CHIPS, papar Supeno, telah diaplikasikan dan diujicobakan pada beberapa demoplot di perkebunan swasta dengan disaksikan Asosiasi Bio-agroinput Indonesia (ABI). "Hasilnya, aplikasi CHIPS berhasil melumpuhkan jamur ganoderma," kata Supeno. Produk tersebut terbukti bisa menghentikan serangan ganoderma dan oryctes. Pertumbuhan akar pohon dan daun menjadi lebih baik.
Di luar dua produk itu, PKT yang dipimpin Supeno juga masih punya beberapa produk terobosan lain untuk memberikan solusi bagi perusahaan perkebunan, khususnya perkebunan sawit. Selain itu timnya juga akan berpacu untuk terus menghasilkan produk-produk pupuk organik dan non kimia yang harus selalu ramah lingkungan. Sebagai pribadi Supeno merasa prihatin dengan praktek perkebunan di Indonesia yang diserang bertubi-tubi oleh kalangan LSM dunia karena kurang ramah lingkungan. Ia berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi sebuah langkah positif untuk membangun perkebunan Indonesia yang lebih produktif, ramah lingkungan dan lestari.
POP Hotel Malioboro Rayakan Ulang Tahun Kedua Dengan Kegiatan Berbagi
Malioboro, 1 November 2016 ? Ulang tahun ke 2 POP! Hotel Malioboro Yogyakarta yg jatuh pada 28 Oktober 2016 menjadi wangsit bagi Melyssa Cataleya Evand ? Oleh hotel manager buat mengadakan berbagai aksi CSR selama satu minggu penuh.
Sesuai dengan konsep merek hotel yang mendukung gerakan ramah lingkungan, POP! Hotel Malioboro mulai membagikan ‘tas kain hijau’ di area sekitar Candi Borobudur, Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo & Pasar Pathuk mulai tanggal 22 Oktober.
“Idenya adalah untuk sosialisi bahwa penggunaan tas kain lebih baik daripada kantong plastik. Ini merupakan gerakan simpel yang dapat menginspirasi publik untuk menekan sampah sehari-hari agar lebih ramah lingkungan,” kutip Evand.
Kemudian pada 28 Oktober – sesuai dengan Hari Sumpah Pemuda, POP! Malioboro mengadakan upacara bendera yang dipimpin oleh SDN Netral D Sosromenduren, yang diikuti dengan POP! Steps – penampilan dance khas oleh staf hotel dan juga pemotongan tumpeng. Beberapa media lokal yang hadir di hari itu.
Di tanggal 30 Oktober sebagai penutupan kegiatan, POP! Hotel Malioboro kembali membagikan tas kain sekaligus baju bekas di sepanjang Pantai Indrayanti & desa Budegan – Wonosari. “Kami juga menyerahkan 45kg bibit jagung kepada para petani setempat dengan harapan dapat membantu warga lokal.”
POP! Hotels is a network of eco-friendly budget hotels for smart travelers. There are 19 POP! Hotels in operation with another 19 more scheduled to open by early 2020 across Indonesia. It won in the Best Economy Hotel category at Budgie$ & Travel Awards 2013 in Singapore. POP! Kuta Beach & Kemang won Best Budget Hotel - Asia Pacific for TTG Travel Awards 2015 & 2016. Find out more about POP! at @pophotels and www.pophotels.com
Established in 2001, TAUZIA Hotel Management is a network of 111 hotels in operation & development under the brands of WorldHotels – a master franchise in luxury segment, Preference Hotels – a label for a collection of charm hotels, HARRIS Hotels – midscale hotels featuring healthy lifestyle concept, YELLO Hotels – the netizen’s new economic hotels & POP! Hotels – eco-friendly hotel for smart travelers in budget segment. Along with hotel management services, TAUZIA provides Estate Management & consulting services with a vision to build a blend of culture in management style and product management as well as services while promoting cultural diversity in the hospitality business. Find out more at @tauziahotels and www.tauzia.com
TAUZIA Lakukan Groundbreaking YELLO Hotel Kupang
Tauzia Group hadirkan Maison Aurelia Sanur
Allianz Life Luncurkan SEKOCI, Serius Garap Emerging Consumers,
Salah satu pemain primer iuran pertanggungan mikro pada Indonesia, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (?Allianz Life?) aktif melakukan berbagai penelitian mengenai perkembangan pasar premi mikro pada Indonesia. Penelitian terakhir dilakukan dalam September 2016 dengan mewawancarai 150 responden yang merupakan nasabah iuran pertanggungan jiwa kredit Allianz maupun non-Allianz. Hasilnya, 51% responden dilaporkan mengenal kata premi. Dari nomor tadi, 25% responden dapat mengungkapkan mengenai konsep asuransi dengan benar, 70% responden yg mengungkapkan menggunakan cara yang belum tepat.
Lebih lanjut, penelitian tadi melaporkan bahwa terlepas dari taraf pemahaman mereka terhadap konsep iuran pertanggungan, namun saat dijelaskan mengenai prinsip & manfaat iuran pertanggungan, mereka telah mengetahui betapa pentingnya premi dan ingin mempunyai produk iuran pertanggungan. Atas dasar inilah lalu Allianz Life melengkapi banyak sekali inisiatif yang telah dilakukan selama ini pada rangka memberikan pemahaman premi, dengan menyediakan produk yang sinkron dengan kebutuhan dan dapat menggunakan gampang dipahami dan diakses sang mereka.
”Asuransi jiwa kredit mikro yang kami kembangkan sejak beberapa tahun adalah semacam pintu masuk pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Melalui produk ini, Allianz pada bisnis emerging consumer telah memiliki 5 juta tertanggung yang juga merupakan nasabah pinjaman dari mitra lembaga keuangan mikro kami. Ini adalah saatnya bagi kami memperkenalkan asuransi jiwa yang dibeli secara sukarela dan memberikan kesadaran penuh mengenai manfaat asuransi. Langkah ini kami lakukan setelah melihat bahwa kini masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah sudah jauh berkembang dan hal ini pula yang mendasari kami melakukan repositioning bisnis dari asuransi mikro menjadi emerging consumers,” ujar Joachim Wessling, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.
Sebagai salah satu perwujudan dari perjalanan panjang di sektor asuransi mikro, kini Allianz Life hadir dengan produk baru “Sekoci”. Asuransi Sekoci memberikan santunan tunai kepada keluarga yang ditinggalkan apabila tertanggung asuransi meninggal dunia karena sakit. Santunan tersebut akan menjadi lima kali lipat apabila penyebab meninggal dunia adalah kecelakaan. Nama Sekoci diambil dari istilah perahu penyelamat yang harus selalu ada dalam kapal besar, maka Asuransi Sekoci adalah perahu penyelamat itu.
Untuk memasarkan asuransi Sekoci, Allianz melengkapi strategi pemasarannya dengan berbagai media komunikasi yang bersifat mendidik. Sedangkan dari sisi kemudahan akses, Allianz bekerjasama dengan penyedia uang elektronik Dompetku Indosat untuk dapat menyelenggarakan pembayaran premi secara digital. Dengan sistem pembayaran ini, nasabah hanya perlu menambahkan dana pada uang elektronik pada telepon selular mereka dan pembayaran premi akan terpotong dari dana yang tersedia. Layanan ini merupakan hasil kerja sama Allianz Life dengan Indosat Ooredoo. Lebih dari itu, dengan adanya platform digital pada produk ini maka Allianz juga dapat secara terus-menerus memberikan materi literasi keuangan melalui teknologi interactive voice response (IVR).
“Dengan Menambahkan layanan Asuransi Jiwa Allianz di dalam aplikasi Dompetku Indosat Ooredoo, akan semakin memperluas ekosistem dari eMoney terkemuka ini. Kerjasama ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung program Pemerintah dalam inklusi keuangan, untuk memperluas akses keuangan sampai ke lapisan masyarakat berkembang, yang mempunyai keterbatasan baik akses maupun kepedulian terhadap pentingnya asuransi dan rencana jaminan keuangan masa depan,” demikian disampaikan Randy Pangalila, Group Head Mobile Financial Services, PT. Indosat, Tbk.
“Sekoci adalah jawaban untuk sebuah produk asuransi yang terjangkau, sederhana, tangible dan berkelanjutan bagi masyarakat luas yang selama ini tidak memiliki polis asuransi individu. Penggunaan teknologi IVR akan meningkatkan dampak sosial pada produk ini karena kesadaran nasabah terhadap asuransi bisa terus ditingkatkan dengan menggunakan cara-cara yang interaktif dan sesuai dengan segmen masyarakat emerging consumer,” ujar Yoga Prasetyo, Head of Credit Life & Emerging Consumer Allianz Life Indonesia.
Randy Pangalila menambahkan, “Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, kami mentargetkan komunitas-komunitas masyarakat berkembang dengan menggandeng organisasi masyarakat yang mempunyai basis anggota yang besar. Layanan asuransi Allianz ini menjadi tangible, khususnya untuk masyarakat berkembang. Pelanggan sekarang bisa mendapatkan asuransi dengan mudah dan aman dengan biaya premi yang sangat terjangkau yang bisa langsung di beli secara digital melalui ponsel mereka. Dengan Kerjasama strategis ini, Indosat Ooredoo adalah satu-satunya operator telekomunikasi penyelenggara eMoney yang memberikan manfaat asuransi jiwa sebesar IDR 25juta. Ini adalah salah satu winning strategy kami untuk selalu menjadi sebagai penyelenggara layanan uang elektronik terdepan di Indonesia.”
*Emerging consumers adalah masyarakat yang sedang mengalami pertumbuhan sosial dan ekonomi, namun belum memiliki akses terhadap produk dan layanan asuransi karena keterbatasan informasi mengenai produk asuransi yang tepat.
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996.
Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1,300 karyawan dan lebih dari 16,000 tenaga penjualan bersertifikasi di 100 kantor pemasaran di 53 kota. Kekuatan tersebut ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 6 juta tertanggung di Indonesia.
IKEA Selenggarakan Drawing Competition 2016, Angkat Bakat Anak Indonesia ke Tingkat Dunia
Jakarta, 1 November 2016 - IKEA Indonesia menyelenggarakan Drawing Competition 2016 dari tanggal 23 Oktober hingga tanggal 6 November 2016 di toko IKEA Alam Sutera. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kampanye Untuk Kebaikan IKEA dari anak-anak, oleh anak-anak dan untuk anak-anak. Sepuluh hasil karya terbaik yang dipilih dari seluruh dunia akan diwujudkan menjadi boneka IKEA tahun depan.
Marketing Manager IKEA Indonesia, Eliza Fazia mengatakan, “Anak-anak Indonesia memiliki bakat menggambar yang mengagumkan, terbukti dari hasil tahun lalu dimana anak Indonesia menjadi salah satu pemenangnya. Untuk itu IKEA kembali mengajak anak-anak Indonesia berusia 4 sampai dengan 12 tahun untuk mengikuti Lomba Menggambar IKEA 2016 ini. Siapa tahu gambarnya terpilih dan menjadi salah satu koleksi Soft Toy IKEA tahun depan.”
Untuk mengikuti lomba menggambar, peserta cukup membawa fotokopi akta kelahiran sebagai syarat pendaftaran. Peralatan menggambar telah disediakan oleh IKEA. Anak-anak dapat menggambar boneka impian sesuai imajinasi mereka, dan hasil karya diserahkan pada hari yang sama. Lomba menggambar diadakan setiap Senin – Jumat pukul 14:00 hingga 17:00 dan setiap Sabtu – Minggu jam 11:00 hingga 13:00, dan dilanjutkan kembali jam 14:00 hingga 17:00.
Pada tahap pertama, panelis juri menurut toko IKEA akan memilih sebesar 40 gambar yang memenuhi kriteria & akan ditayangkan pada halaman Facebook IKEA Indonesia, dan IKEA mengajak partisipasi rakyat buat menentukan gambar favorit mereka selama periode 1 minggu dari tanggal 11-18 November 2016.
Selanjutnya, pada bulan Desember 2016, sebanyak 20 karya terbaik akan dipilih untuk mewakili Indonesia dan dilombakan pada tingkat dunia. Tim Juri terdiri dari Pakar Desain Produk Industri, Psikolog Anak, dan Tim Panel dari IKEA.
?Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengekspresikan imajinasi mereka, dan mendapat kesempatan buat diwujudkan, dan berbuat kebaikan buat anak-anak pada semua dunia?, tutup Eliza Fazia.
Yayasan Kanker Indonesia Bersikap Netral, Tidak Pernah Mengarahkan pada Metode atau Obat Tertentu.
JAKARTA, 31 Oktober 2016 –Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyatakan bahwa YKI tidak pernah memasarkan maupun mengarahkan pada metode atau obat tertentu. Hal ini berkaitan dengan adanya sejumlah artikel di media massa tentang obat kanker maupun metoda pengobatan tertentu di mana seseorang berinisial RG menyatakan dapat mengobati kanker dengan caranya sendiri di mana terpampang juga logo Yayasan Kanker Indonesia.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, mengatakan, “Kami perlu menegaskan bahwa Yayasan Kanker Indonesia tidak pernah bekerjasama dengan siapapun dalam memasarkan maupun mempromosi obat dan terapi kanker. Hal ini perlu kami luruskan guna mencegah persepsi yang salah mengingat kegiatan pemasaran obat dan metoda penyembuhan telah diatur dalam kode etik farmasi dan kedokteran.”
Yayasan Kanker Indonesia mendukung pengobatan atau terapi kanker yang sudah terbukti dan diterima di dunia kedokteran internasional, bukan terapi kanker dengan bahan herbal yang belum terbukti.
“Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam memilih obat dan metoda penyembuhan kanker. Yayasan Kanker Indonesia menyarankan kepada masyarakat untuk senantiasa berkonsultasi dengan dokter ahli untuk pencegahan maupun pengobatan penyakit kanker,” Prof. Dr. Aru menyimpulkan.
Yayasan Danamon Peduli Wakili Indonesia di Konferensi PBB - Habitat III di Quito, Ekuador
Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menjadi satu-satunya lembaga Corporate Social Responsibility (CSR) yang mewakili Indonesia pada Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perumahan & Pembangunan Kota Berkelanjutan atau Habitat III pada Quito, Ekuador lepas 17-20 Oktober 2016.
Program unggulan revitalisasi pasar masyarakat, yaitu Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) menjadi keliru satu penekanan kerja Danamon Peduli dievaluasi sangat relevan pada mewujudkan tujuan pembangunan perkotaan yg berkelanjutan, sejalan menggunakan New Urban Agenda dan Sustainable Development Goals.
?Program Pasar Sejahtera adalah komitmen kami buat merevitalisasi pasar rakyat menggunakan memberdayakan pelaku pasar dan bekerja sama dengan Pemerintah serta otoritas setempat. Skema public-private partnership ini menjamin transedental program. Mewujudkan pasar warga yang bersih dan nyaman selaras dengan perkembangan tata kota dan kebutuhan masyarakat pada era terbaru misalnya ketika ini merupakan semangat dan kepedulian utama kami. Danamon Peduli sangat bangga & bersyukur bahwa program Pasar Sejahtera menerima pengakuan dari global internasional khususnya PBB,? Kentara Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi.
Upaya Danamon Peduli selaku mitra kerja pemerintah untuk mewujudkan pasar warga berstandar nasional melalui pengembangan pasar dengan skema-skema berbasis komunitas sudah membawa Danamon Peduli sebagai salah satu pembicara di forum internasional yg hanya diselenggarakan setiap 20 tahun sekali tersebut. Pada kesempatan ini, Danamon Peduli mengungkapkan pemaparan yg berjudul ?Public Market and New Urban Agenda?. Sebelumnya, Habitat pertama kali diselenggarakan pada Vancouver, Kanada tahun 1976; Habitat II di Istanbul, Turki tahun 1996 dan Habitat III di Quito, Ekuador tahun 2016.
Sejak tahun 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar Sejahtera bermitra dengan Pemerintah Pusat & Pemerintah Daerah dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, misalnya peningkatan kapasitas kelembagaan; edukasi buat peningkatan kesadaran perubahan konduite hayati higienis dan sehat; literasi keuangan & kegiatan kenaikan pangkat pasar masyarakat. Saat ini, masih ada delapan pasar percontohan atau pasar dampingan Pasar Ibuh-Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Tejoagung Metro, Lampung, Pasar Bunder-Sragen Jawa Tengah, Pasar Grogolan-Pekalongan Jawa Tengah, Pasar Karangwaru Yogyakarta, Pasar Baru-Kota Probolinggo, Jawa Timur, Pasar Lambocca Bantaeng; Sulawesi Selatan & Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Selama tahun 2015, tercatat keterlibatan 4.291 relawan dari komunitas pasar; 5.097 relawan karyawan Danamon, Adira Finance & Adira Insurance; serta lebih berdasarkan 210.000 penerima manfaat melalui acara Pasar Sejahtera pada seluruh Indonesia. Hal ini adalah bagian menurut program Danamon Peduli yang pada tahun 2016 mempunyai aturan lebih kurang Rp 17 miliar buat kegiatan tanggung jawab sosial.
POP Hotel Malioboro Ulang Tahun, Bikin Kegiatan Sosial

Malioboro, 1 November 2016 – Ulang tahun kedua POP! Hotel Malioboro Yogyakarta yang jatuh pada 28 Oktober 2016 menjadi inspirasi bagi Melyssa Cataleya Evand – sang hotel manager untuk mengadakan berbagai aksi CSR selama satu minggu penuh.
Sesuai dengan konsep merek hotel yang mendukung gerakan ramah lingkungan, POP! Hotel Malioboro mulai membagikan ‘tas kain hijau’ di area sekitar Candi Borobudur, Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo & Pasar Pathuk mulai tanggal 22 Oktober.
“Idenya adalah untuk sosialisi bahwa penggunaan tas kain lebih baik daripada kantong plastik. Ini merupakan gerakan simpel yang dapat menginspirasi publik untuk menekan sampah sehari-hari agar lebih ramah lingkungan,” kutip Evand.
Kemudian pada 28 Oktober – sesuai dengan Hari Sumpah Pemuda, POP! Malioboro mengadakan upacara bendera yang dipimpin oleh SDN Netral D Sosromenduren, yang diikuti dengan POP! Steps – penampilan dance khas oleh staf hotel dan juga pemotongan tumpeng. Beberapa media lokal yang hadir di hari itu.
Di tanggal 30 Oktober sebagai penutupan kegiatan, POP! Hotel Malioboro kembali membagikan tas kain sekaligus baju bekas di sepanjang Pantai Indrayanti & desa Budegan – Wonosari. “Kami juga menyerahkan 45kg bibit jagung kepada para petani setempat dengan harapan dapat membantu warga lokal.”

POP! Hotels is a network of eco-friendly budget hotels for smart travelers. There are 19 POP! Hotels in operation with another 19 more scheduled to open by early 2020 across Indonesia. It won in the Best Economy Hotel category at Budgie$ & Travel Awards 2013 in Singapore. POP! Kuta Beach & Kemang won Best Budget Hotel - Asia Pacific for TTG Travel Awards 2015 & 2016. Find out more about POP! at @pophotels and www.pophotels.com
Established in 2001, TAUZIA Hotel Management is a network of 111 hotels in operation & development under the brands of WorldHotels – a master franchise in luxury segment, Preference Hotels – a label for a collection of charm hotels, HARRIS Hotels – midscale hotels featuring healthy lifestyle concept, YELLO Hotels – the netizen’s new economic hotels & POP! Hotels – eco-friendly hotel for smart travelers in budget segment. Along with hotel management services, TAUZIA provides Estate Management & consulting services with a vision to build a blend of culture in management style and product management as well as services while promoting cultural diversity in the hospitality business. Find out more at @tauziahotels and www.tauzia.com
Pengendalian Ganoderma, PT Propadu Konair Punya Solusi Efektif
Diantara dilema primer yg dihadapi para pengelola perkebunan kelapa sawit pada Indonesia adalah penyakit busuk pangkal btg yg disebabkan cendawan ganoderma boninense. Penyakit ini sahih-sahih sebagai musuh yang sadis lantaran dapat mengakibatkan kematian kelapa sawit dan akibatnya bisa sangat merugikan. Hal ini terkait dengan sifat penularannya melalui tanah, angin dan serangga vektor.
Ganoderma sendiri merupakan jenis cendawan patogenik tular tanah (soil borne) yang banyak ditemukan pada hutan-hutan utama & menyerang aneka macam jenis flora hutan. Cendawan ini bisa bertahan di pada tanah pada jangka waktu yang usang. Serangan dalam kelapa sawit sebagai dominan lantaran terjadi ketidakseimbangan agroekosistem di perkebunan kelapa sawit & tidak adanya cendawan kompetitor dalam tanah, dampak menurunnya unsur hara organik pada tanah & pelaksanaan herbisida yang tidak bijaksana.
Pada tanaman kelapa sawit muda (TBM), tanda-tanda penyakit busuk pangkal batang (BPB) dampak ganoderma bisa diamati berdasarkan luar adalah adanya daun yg menguning pada satu sisi, atau adanya bintik-bintik kuning dari daun yang lebih pendek, yang kemudian diikuti dengan nekrosis. Gejala serupa juga dapat dilihat pada flora membuat (TM), masih ada beberapa daun tombak tidak terbuka dan kanopi daun umumnya pucat. Daun yg terserang kemudian tewas dimana nekrosis dimulai pada daun yang paling tua dan merambat meluas ke atas ke arah mahkota daun. Tanaman lalu mangkat dimana daun kering terkulai pada ujung pelepah pada btg.
Perusahaan bioteknologi asal Medan, PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT), termasuk perusahaan yg sangat concern dalam mencari solusi pengendalian ganoderma buat membantu para petani kebun pada Indonesia, khususnya bagi kalangan perusahaan perkebunan sawit.
Supeno Surija, pendiri & CEO PKT, memberitahuakn, problem ganoderma memang masih menghantui perkebunan sawit di Indonesia karena dalam umumnya mereka belum punya solusi yg efektif. Menurut hasil penelitian timnya, pemakaian pupuk pada masa sebelumnya yg banyak menggunakan pupuk kimia dan herbisida telah menyebabkan tanaman lebih rentan terserang ganoderma & penyakit lain. Di lain sisi, replanting terhadap flora yg terserang Ganoderma sebagai flora sawit baru dengan menggunakan bahan kimia tidak akan bermanfaat. Demikian jua penggunaan mikroorganisme yg tidak tepat, hanya akan memperburuk keadaan perkebunan sawit.
"Kami menganjurkan setiap perkebunan sawit buat mencurigai serangan epidemi Ganoderma serta virus TX pembunuh sawit yang akan berkembang pesat dalam kurun ketika 4 tahun ini," kata Supeno Surija yg memang punya latarbelakang peneliti ini.
PKT Group sendiri sudah berhasil menemukan produk yag berguna untuk mencegah serangan epidemik ganoderma tersebut. Yakni produk Dewik Ijo ™ yang sangat penting untuk diberikan pada tanaman baru. Dalam program pencegahan Ganoderma untuk melindungi sawit milik pelanggannya, PKT sudah memiliki kolaborasi beberapa jenis dan strai mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x10 7 s/d 2x10 8 CFU dengan jumlah dan jenis yang lebih efektif dari produk lainya.
"Strain mikroorganisme Kami telah dipersiapkan menggunakan teknologi Colony Complex, dimana mikroorganisme menciptakan koloni & dilengkapi dean logistic agar bisa bekerja sama pada mencegah & menyerang pathogen sebagai akibatnya mikroorganisme Kami tidak sinkron dengan produk lain, dimana dapat berfungsi efektif di lapangan, tidak hanya pada laboratorium," papar Supeno.
Selama ini, Supeno menganalisa, beberapa produk yg dimiliki pihak lain seringkali mengalami kegagalan pada
penggunaan mikroorganisme karena beberapa alasan: Pertama, mikroorganisme yang digunakan tidak dilengkapi dengan teknologi Colony Complex sebagaimana formulanya dikembangkan PKT. Kedua, penggunaan Pupuk Anorganik (kimia) dan lainnya hanya akan merusak fungsi dari mikroorganisme, bahkan mengubahnya menjadi pathogen (penyebab penyakit).
Pupuk Dewik Ijo sendiri diformulasikan agar dapat bekerja lebih cepat dari pupuk kimia, namun tidak bersifat booster atau hanya efektif sementara. Selain itu juga tidak menimbulkan residu. Supeno sendiri sangat concern dengan aspek kelestarian lingkungan sehingga dalam membuat produk selalu menjaga agar selalu selaras dengan prinsip pro green tersebut.
"Kami bersyukur bahwa pupuk kami merupakan satu-satunya produk pupuk yang sudah mendapatkan standar sertifikasi DIOXIN-FREE," terang Supeno. Yang juga menarik, bila sudah menggunakan produk Dewik Ijo sudah tak diperlukan lagi pupuk tambahan baik bupuk kimia, kompos, pupuk kandang, dan mikrorganisme lain. Selain itu, PKT juga mengembangkan produk Super MOAF ® untuk menjaga keadaan tanah dan lingkungan tanaman agar lebih kondusif bagi tumbuhnya tanaman secara fit dan produktif di kemudian hari.