Kinerja Laba Elnusa Tetap Positif Meski Sektor Migas Masih Mendung

PT Elnusa Tbk. (?ELNUSA?), salah satu emiten di bidang penyedia jasa energi, melaporkan kinerja Perseroan sepanjang semester pertama tahun 2016 menggunakan pertumbuhan laba yang positif. Melanjutkan pencapaian pada kuartal sebelumnya, Elnusa berhasil membukukan kinerja tengah tahun 2016 menggunakan peningkatan laba bersih sebesar 9,2% mencapai Rp 145 miliar dibandingkan Rp 133 miliar dalam periode yg sama tahun sebelumnya meskipun pendapatan usaha Perseroan terkontraksi lima,1% sebagai Rp 1,7 triliun.
?Kondisi perekonomian dunia & harga minyak memang belum cukup stabil sebagai akibatnya berdampak dalam penurunan pendapatan usaha kami, tetapi menggunakan manajemen usaha yg baik menciptakan kami mampu bertahan bahkan relatif lebih baik dibanding perusahaan lain di industri migas nasional?, papar Budi Rahardjo, Direktur Keuangan Elnusa.
Efisiensi struktur porto menjadi strategi yg tidak bisa dihindari dalam menyikapi situasi industri misalnya ini. Elnusa mampu menekan beban utama pendapatan sebanyak 8,0% sebagai akibatnya menghasilkan peningkatan keuntungan kotor Elnusa sebesar 9,7% sebagai Rp324 miliar. Laba bisnis melonjak 35,8% sebagai Rp232 miliar karena penurunan beban usaha sebesar 35,0% yang juga menghasilkan peningkatan EBITDA sebesar 23,6% sebagai Rp 377 miliar. Marjin keuntungan kotor, keuntungan bisnis & EBITDA pula membaik menjadi masing-masing 18,9%, 13,6% & 22,0% pada semester I 2016 ini.
Budi menambahkan, “Nature of business Elnusa yang terdiferensiasi juga memberi keuntungan tersendiri bagi kami, dimana sepanjang tengah tahun 2016 ini menurunnya aktivitas bisnis jasa drilling & oilfield dapat diimbangi dengan tumbuhnya aktivitas jasa seismik, jasa distribusi dan logistic serta bisnis penunjang lain yang dikelola oleh beberapa anak usaha Elnusa yang berkontribusi signifikan bagi bisnis Perseroan secara keseluruhan”.
Penguatan sisi balance sheet juga menjadi fokus kami saat ini, karena tentu kuatnya neraca akan turut berimbas kepada ketahanan dan profitabilitas Perseroan. Hal ini tercermin dari hutang berbunga yang turun di akhir Juni 2016 sebesar 34,4% menjadi Rp485 miliar dimana turut mengurangi beban keuangan Elnusa sepanjang periode 6 bulan di 2016 ini.
Fundamental Elnusa yang masih kokoh dan tercermin dari kinerja pada kuartal I 2016 ini juga turut diapresiasi pasar dengan naiknya saham ELSA secara tajam dari pertengahan Januari 2016 yaitu Rp174 menjadi Rp446 per penutupan perdagangan Jumat 23 September 2016 kemarin. Pada semester ini pula ELSA bahkan sempat menyentuh kembali level harga Rp620 di bulan Juni 2016 yang lalu.
PPI Siap Jualan Online dan Kejar Target Pendapatan Rp 3,5 Triliun Pada 2016. Apakah Bakal Sukses?
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), BUMN distributor gula nasional, berencana untuk meningkatkan penjualan gula secara online mulai tahun 2016 setelah resmi menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk menyediakan platform online trading bagi perseroan.
PPI telah melakukan perjanjian kerjasama penyediaan layanan Enteprise Resouce Planing (ERP) denga Telkom grup sebagai bagian dari visi PPI sebagai Indonesia Trading House berbasis ICT (information comunication anda technology) di Indonesia.
Dayu Padmara, Presiden Direktur PPI, mengatakan, dengan adanya penyediaan infrastruktur ICT berupa implemantasi ERP dari Telkom diharapkan mampu meningkatkan produktivitas penjualan PPI menjadi 2 hingga 3 kali lipat. "Sistem IT yang terintegrasi diharapkan bisa menunjang pembuatan keputusan manajemen terhadap proses bisnis secara cepat. Kami mengharapkan produktivitas PPI akan meningkat dua hingga tiga kali terutama kontribusi penjualan online dengan memanfaatkan solusi ERP yang akan disediakan Telkom,"kata Dayu.
Menurut Dayu, pada 2016 ini, pihaknya menargetkan pendapatan (revenue ) sebesar Rp 3,5 triliun atau naik 100 % dari tahun 2015 yang sebesar Rp 1,8 triliun, dengan kontribusi penjualan online sebesar lebih dari 50%. Dengan adanya solusi IT yang disediakan Telkom yang di dalamnya termasuk platform penjualan online, pihaknya optimis pendapatan bisa tembus Rp 3,5 triliun hingga akhir 2016.
Sementara itu, untuk proses pengiriman (delivery), kata Dayu, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Posindo) untuk pendistribusian gula maupun produk kimia yang selama ini di jual perseroan. "Untuk jaringan distribusi online kami akan memanfaatkan jaringan PT Pos yang sudah ada di seluruh Indonesia," kata Dayu.
Guna beralih ke platforn penjualan online, lanjut Dayu, perseroan berencana akan mengalokasikan belanja modal (Capital expenditure/Capex ) sebesar Rp 25 - 30 Miliar. Dimana sekitar Rp 20 miliar untuk penyediaan solusi IT dan sisanya akan digunakan untuk pembenahan inftastruktur pergudangan. "Kenapa capex kita sedikit, karena perusahaan trading kan tidak terlalu memerlukan pembangunan infrastruktur. Angka itu paling banyak digunakan untuk IT solution, perbaikan gudang, dan perpanjangan sertifikat," jelas Dayu.
Untuk diketahui, Senin 921/12), PT PPI menggandeng PT Telkom untuk menggarap solusi Enteprise Resouce Planing (ERP) di perusahaan BUMN distributor gula dan pupuk tersebut. Solusi Enteprise Resouce Planing (ERP) yang disiapkan Telkom berupa pengadaan lisensi dan software, jasa konsultasi implementasi ERP, pengadaan hardware serta network dan data center serta Collocation.
Astragraphia Xprint: Pasar E-commerce B2B Tengah Aktif Digarap

Astragraphia Xprint saat ini telah turut meramaikan pasar e-commerce B2B pada Indonesia yg adalah urutan ke-dua pasar terbesar dalam perkembangan e-commerce pada 4 tahun terakhir ini. Astragraphia Xprint langsung memperkenalkan dua layanan terbarunya yang diberi nama AXIQoe.Com & Xprins Web Service (XWS) dan ternyata telah dapat di akses mulai menurut Februari 2016 kemudian.
Dengan mencermati perkembangan pasar e-commerce yg pesat tadi Sahat Sihombing, selaku Presiden Direktur, PT Astragraphia Xprins Indonesia menyatakan, ?Pertumbuhan e-commerce yang signifikan di Indonesia telah mendorong PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) terus berinovasi dan menaruh layanan berbelanja online buat Office Supplies & Office Equipments melalui AXIQoe.Com dan pencetakan dokumen melalui XWS," kata Sahat Sihombing.
Langkah ini menjadi bukti dari komitmen dan eksistensi AXI dalam berinovasi dan memenuhi kebutuhan setiap perusahaan yang semakin meningkat dengan layanan yang cepat, lengkap, dan aman. Walaupun saat ini pertumbuhan pemain e-commerce B2B di Indonesia belum setinggi pemain e-commerce B2C, dengan jaringan layanan dan infrastruktur yang dimiliki AXI, kami yakin bahwa AXIQoe.com & XWS akan berkembang pesat bahkan dapat menyaingi pemain e-commerce yang sudah ada di Indonesia.”
AXIQoe.com merupakan website penyedia layanan jasa berbelanja online untuk B2B, yang mana Anda akan dapat menemukan berbagai produk one stop office service untuk kalangan perkantoran. Perusahaan Anda dapat membeli berbagai keperluan kantor Anda tanpa perlu beranjak dari tempat Anda dan barang akan dikirim ke tempat yang Anda inginkan dan tentunya dengan harga yang bersaing dan terpercaya dengan garansi resmi.
Selain itu, AXIQoe.com juga memberikan kelebihan lainnya, seperti Terms of Payment dalam jangka waktu tertentu, Approval dimana perusahaan Anda hanya memperbolehkan belanja dengan peraturan yang ada, History dimana perusahaan dapat menganalisa berbagai transaksi yang telah terjadi sebelumnya, dan Service Level yang di berikan akan mengirim barang melalui Layanan Gerak Xpress LGX) yang cepat dan tepat waktu.
Pada website e-commerce AXIQoe.com ini juga memberikan layanan Xprints Web Service (XWS) yang mana perusahaan yang telah mendaftar ke layanan ini dapat melakukan Print on Demand berbasis web service. Anda dapat menggunakan layanan ini untuk melakukan berbagai keperluan cetak, seperti Books, Flyers, Letterhead, Brochure, Business Card, Envelope, Manuals, Certificates dan masih banyak lagi sesuai kebutuhan tanpa perlu menghampiri layanan cetak. Setelah pesanan cetak disetujui oleh pihak perusahaan dan mendapatkan appoval, maka akan dilakukan cetak sebanyak yang di minta dan langsung di kirim ke perusahaan Anda dengan cepat.
Peluncuran Xprins Web Services (XWS) ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mensosialisasikan “Customized Printing Go Public” yang mengajak publik untuk lebih mengenal teknologi digital printing sebagai solusi percetakan yang terintegrasi, modern, cepat, tepat, dan efisien.
Holcim Raih Omset Rp 9,2 triliun Pada 2015, Lebih Optimis Setelah Selesai Merger

PT Holcim Indonesia Tbk (Holcim Indonesia), perusahaan publik Indonesia yang lebih banyak didominasi sahamnya (80,65%) dimiliki LafargeHolcim Group, jua menghadapi tantangan usaha konstruksi dan infrastruktur yg belum sepenuhnya berjalan sinkron harapan. Tahun 2015, pada situasi ekonomi yg masih wait and see, Holcim mampu mencatatkan pendapatan (omset) sebesar Rp 9,dua triliun. Memang sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya (terkoreksi 2.6%).
Dengan situasi pasar yang dilanda perlambatan ekonomi, Holcim mencatat laba sebesar Rp 175 milyar, turun dari Rp 660 milyar (tahun 2014). Kinerja ini merupakan cerminan lesunya penjualan ditambah lonjakan biaya-biaya dari penyelesaian proyek pabrik baru di Tuban, peningkatan tarif dasar listrik, dan biaya restrukturisasi sebelum dilakukannya integrasi dengan PT Lafarge Cement Indonesia.
Gary Schutz, Country CEO Holcim Indonesia, menjelaskan, “Walaupun tahun 2015 diwarnai dengan tekanan harga dan penurunan pendapatan, kami tetap mampu mempertahankan pangsa pasar, melakukan restrukturisasi untuk operasional yang lebih efisien dan produktif, serta sukses menyelesaikan proses integrasi dengan Lafarge Indonesia ” kata Gary.
Pihaknya melihat tahun 2015 sebagai tahun refleksi sebelum menyongsong pertumbuhan yg lebih bertenaga seiring dengan perkembangan Indonesia kedepan. Kini Holcim Indonesia mempunyai kapasitas pada Sumatera, pabrik moderen pada Tuban, Jawa Timur dan siap memperluas jangkauan pasar.
PT Holcim Indonesia Tbk sudah menyelesaikan restrukturisasi dan integrasi menggunakan PT Lafarge Cement Indonesia, ditengah situasi pertumbuhan ekonomi yg melambat dan tertundanya realisasi belanja negara. Himbauan Pemerintah buat menurunkan harga jual semen produksi BUMN dalam awal tahun 2015 kemudian, sudah berdampak dalam pendapatan usaha di sektor tadi. Sementara permintaan semen cenderung menurun.
Konsumsi semen nasional lima% lebih rendah pada akhir semester pertama tahun 2014 kemudian yaitu 28 juta ton. Setelah aturan belanja Pemerintah akhirnya disetujui, proyek-proyek infrastruktur mulai berjalan & permintaan mencapai peningkatan pada periode semester kedua, walaupun permanen belum cukup menutupi hingga akhir tahun, konsumsi semen nasional pun turun menjadi 60.9 juta ton atau 1.7% lebih rendah berdasarkan tahun 2014.
Perusahaan fokus buat bekerja menggunakan efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan, menggunakan tim yang handal di bidang beton jadi, agregat, logistik, penjualan dan pemasaran. Tambahan kapasitas 1.6 juta ton berdasarkan pabrik pada Lhoknga, menjadi tambahan amunisi bagi perusahaan buat memperluas bisnis di pasar terbesar ke 2 yaitu Sumatera ? Selain eksistensi fasilitas pada Lampung dan Sumatera bagian Tengah.
Perusahaan juga menekankan komitmen terhadap kesehatan & keselamatan karyawan, kontraktor, masyarakat, dan seluruh kawan bisnis strategis lainnya. Kesehatan dan keselamatan merupakan nilai utama yang dianut perusahaan dalam segala hal yg dilakukan, & terutama bagi para kontraktor yang menjadi penekanan perusahaan tahun ini. Perusahaan mendapatkan pengakuan menggunakan mendapat penghargaan Bendera Emas pada bidang kesehatan dan keselamatan kerja (K3) untuk yang keempat kali, penghargaan Industri Hijau yg kelima kali, dan Proper Emas buat Pabrik Cilacap atas kinerja manajemen lingkungan dan sosial yang keenam kali, semua berturut-turut.
Indonesia memiliki potensi dalam pasar ritel lantaran potongan suku bunga lokal, kemudahan KPR, rendahnya pinjaman terhadap GDP, & kebutuhan perumahan yg masih tinggi. Perusahaan kini memiliki kemampuan lebih buat memenuhi kebutuhan domestik, mulai dari jalan lintas Trans Sumatera sepanjang dua,600 km yang baru saja dimulai, hingga proyek pembangkit listrik berdaya 35,000 MW milik Pemerintah, dan infrastruktur lain seperti pelabuhan, bandara, dan jembatan.
Di Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk menjalankan usaha yang terintegrasi terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan ini mengoperasikan empat pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat, Cilacap, Jawa Tengah, Tuban di Jawa Timur dan Lhoknga, Aceh dengan total kapasitas gabungan per tahun 15 juta ton semen, dan mempekerjakan lebih dari 2,500 orang.
Indosat Bangun DRC Ketiga
Bisnis data center dan pengamanannya memang terus semakin menggiurkan di tengah makin pentingnya perusahaan dan lembaga publik untuk menyimpan dan mengamankan datanya. Tak heran bila vendor layanan seperti Indosat Ooredoo juga makin antusias untuk menggarapnya. Tengok saja, penyedia jasa telekomunikasi ini baru saja meluncurkan Disaster Recovery Center (DRC) yang ketiga dengan standar tier 3.
Seperti DRC pertama dan keduanya, DRC yang ketiga juga berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta. Sertifikasi tier 3 berarti layanan data center ini telah menenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan Uptime Institute. Salah satu yang paling ditonjolkan adalah penggunaan dua sumber daya yang diusungnya.
Demi memastikan tak ada downtime sedikit pun, DRC 3 kepunyaan Indosat menggunakan pasokan listrik dari PLN dan juga Jasa Titra II. Itu belum termasuk mesin genset yang juga disiapkan Indosat kalau-kalau kedua sumber listrik mengalami kendala.
"Persyaratan tier 3 salah satunya adalah pasokan daya n+1. Kami sudah memenuhi itu dengan menggunakan dua sumber daya, bahkan kami menambahnya lagi dengan genset. Jadi bisa dibilang malah 2n+1," ujar Gidion S. Barus, Division Head IT Solution Indosat Ooredoo.
Bicara kapasitas, DRC 3 Indosat memiliki luas total yang mencapai 6.000 m2. Herfini Haryono, Director & Chief Wholesale Enterprise Indosat Ooredoo, mengatakan DRC 3 ini diharapkan bisa menjawab keberadaan PP Nomor 82 Tahun 2012 yang mewajibkan perusahaan yang beroperasional di Indonesia untuk menyimpan data-data penggunanya di dalam negeri.
Di sisi lain, kelebihan yang ditawarkan DRC 3 Indosat adalah tersedianya berbagai fasilitas tambahan yang bisa dimanfaatkan perusahaan, salah satunya adalah working area. Sehingga perusahaan bisa leluasa mengirimkan timnya untuk langsung melakukan maintain data center di lokasi.
Sementara itu soal komunikasi data Indosat memastikannya dengan dukungan kabel serat optik yang terhubung langsung ke Jakarta dan Bandung. Sambungan lain yang bisa dimanfaatkan adalah melalui hubungan satelit.
"Di dorong keberadaan PP Nomor 82 tahun 2012, DRC 3 di Jatiluhur ini menjadi alternatif pilihan terbaik bagi pelaku industri. Jatiluhur juga merupakan hub utama untuk jaringan komunikasi Indosat Ooredoo dan Lintasarta," kata Herfini.
Indosat Instant Office, Solusi Hemat Untuk UKM
Sebagai bagian dari visinya untuk mendukung para pelaku bisnis usaha kecil dan menengah, Indosat menghadirkan solusi telekomunikasi lengkap Instant Office. Solusi ini menawarkan kemudahan dan kenyamanan bagi pebisnis dalam berkomunikasi untuk mendukung bisnisnya.
“Dengan layanan Instant Office, kami berharap dapat memberikan solusi telekomunikasi sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan untuk meningkatkan bisnis bagi pelaku usaha kecil dan perusahaan menengah,” ujar Director & Chief Sales & Distribution Officer Indosat, Joy Wahjudi, dalam keterangannya Rabu, 12 Agustus 2015.
Layanan Instant Office merupakan perangkat wireless router dengan konektivitas 3G dengan kemampuan berbagi internet mencapai 20 pengguna baik melalui Wi-Fi maupun kabel LAN, dan juga memiliki fungsi sebagai fasilitas telepon yang dapat digunakan sebagai telepon tetap (fixed telephone).
Instant Office juga memiliki fitur Hunting dan Menu Suara Interaktif (IVR) dengan menggunakan virtual PABX sehingga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan saat melakukan panggilan ke nomor kantor.
Dengan Instant Office, seluruh kebutuhan telekomunikasi pelanggan dapat disatukan sehingga menghemat biaya koneksi. Pelanggan tidak perlu lagi membeli paket data terpisah-pisah untuk masing-masing perangkat.
“Dengan kemudahan instalasi perangkat, koneksi internet dan telepon secara bersamaan, kami berharap dapat membantu efisiensi operasional pelanggan dan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan,” tambah Joy Wahjudi.
Setiap perangkat yang memiliki koneksi Wi-Fi bisa terkoneksi ke 3G router dan menikmati koneksi internet bersama-sama. Pelanggan dapat memilih berbagai paket Instant Office yang sudah termasuk Wireless Router Huawei B970b, kabel data, adapter dan starterpack Indosat.
Angkasa Pura II Garap Bisnis Kargo dan Properti

Perusahaan BUMN pengelola bandara, PT Angkasa Pura II (Persero), baru-baru ini resmi meluncurkan operasional dua anak usaha baru yakni PT Angkasa Pura Kargo dan PT Angkasa Pura Propertindo. Langkah ini dilakukan sejalan dengan strategi bisnis PT Angkasa Pura II (Persero) yang akan terus ekspansi bisnis. Pengembangan anak usaha ini juga merupakan bagian dari inisiatif perusahaan untuk menerapkan program “Triple-GB”, yaitu Getting Bigger, Getting Broader, Getting Better.
Lebih rinci, PT Angkasa Pura Propertindo fokus menggarap bisnis pengembangan kawasan bisnis terintegrasi atau integrated business park, bisnis Hotel & MICE, pergudangan, dan fasilitas properti penunjang operasional maskapai. Perusahaan ini juga menyediakan jasa pengelolaan Hotel & MICE, pengelolaan gedung, pengelolaan lahan atau gedung parkir, dan memberikan konsultasi bisnis properti di bandara.
Sedangkan PT Angkasa Pura Kargo akan fokus pada jasa pelayanan di bidang kargo dan logistik sebagai operator terminal kargo. Wilayah operasional kedua anak usaha tersebut tidak sebatas hanya di bandara dibawah lingkungan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku induk usaha namun juga di bandarabandara yang dikelola oleh pihak lain.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, “Tujuan pembentukan dua anak usaha baru ini adalah memperluas portofolio bisnis AP II guna meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis non-aero dan kargo. Saat ini pendapatan perseroan sekitar 60%-70% berasal dari bisnis aero seperti passenger service charge, biaya pendaratan pesawat, dan pemakaian garbarata". Tahun 2016 ini saja, proyeksi pendapatan ketiga anak perusahaan AP II ini sebesar kurang lebih Rp 500 miliar.
“Ke depan, seperti halnya bandara-bandara berkelas dunia, kami akan memaksimalkan pendapatan dari bisnis non-aero dan kargo sehingga pada tahun 2018 dapat berkontribusi hingga mencapai 50% atau bahkan lebih terhadap totap pendapatan perusahaan,” jelas Muhammad Awaluddin bersemangat.
Sementara Direktur PT Angkasa Pura Propertindo Wisnu Raharjo menuturkan, “Dalam 4 tahun mendatang atau hingga 2020, Angkasa Pura Propertindo memiliki tiga program strategis yakni mengembangkan Soekarno-Hatta Airport City, lalu Kualanamu Airport City, dan Sultan Syarif Kasim II Airport City sehingga tiga bandara tersebut akan menjadi suatu kawasan bisnis terintegrasi.”
Ditambahkan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo Denny Fikri, “Selaku pengelola
terminal kargo, Angkasa Pura Kargo siap berkompetisi menjadi yang terbaik di tingkat regional dengan mengedepankan keamanan, keselamatan, serta pelayanan dalam proses bisnis yang kami lakukan.”
Melalui berdirinya PT Angkasa Pura Propertindo dan PT Angkasa Pura Kargo, maka AP II saat ini memiliki tiga anak usaha dengan kepemilikan penuh setelah sebelumnya sudah beroperasi terlebih dahulu PT Angkasa Pura Solusi yang mengelola lounge di bandara, bisnis Information Communication & Technology, manajemen kebersihan gedung terminal bandara, pelatihan personil aviation security, dan manajemen ritel. Adapun ketiga anak usaha AP II tersebut kini menggunakan logo yang serupa dan hanya dibedakan sesuai dengan fokus bisnis masing-masing.
PT Angkasa Pura II sendiri selama ini mengelola 13 bandara utama di kawasan Barat Indonesia. Bandara-bandara yang dikelola perseroan adalah Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Ketaping), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang). Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), dan Silangit (Tapanuli Utara).
Kinerja Lippo Karawaci Menurun, Laba Anjlok 36%
Perusahaan properti milik Group Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pada semester I 2016 mendapati kinerja bisnis yang tidak terlalu bersinar. Setidaknya itu tampak dari bottom line bisnisnya, laba bersih anjlok cukup signifikan, yakni sebesar 36% yoy, menjadi hanya Rp 498 miliar.
LPKR mencatatkan pendapatan dalam semester I 2016 masih mampu tumbuh 8% yoy menjadi Rp5,1 triliun. Laba kotor sebesar Rp2,tiga triliun, alias masih mampu naik dua% yoy. Tetapi EBITDA menurun sebesar 15% yoy, menjadi Rp 1,2 triliun.
Bila dirinci lebih lanjut, pendapatan divisi Residential & Urban Development menurun sebesar 16% yoy menjadi Rp 1,8 triliun. Di lain sisi, pendapatan dari Townships naik sebesar 8% yoy menjadi Rp 1,2 triliun. Problemnya, pendapatan dari segmen bisnis Large Scale Integrated Developments turun sebesar 41% yoy menjadi Rp 610 miliar. Diantaranya disebabkan, pendapatan dari proyek Kemang Village dan St Moritz, Jakarta, menurun drastis dibandingkan dengan periode semester pertama tahun 2015.
Pendapatan recurring LPKR cukup baik, bertumbuh sebesar 26% yoy menjadi Rp 3,3 triliun, memberikan kontribusi sebesar 65% terhadap total pendapatan LPKR yang didukung oleh pertumbuhan divisi Healthcare dan Mal. Menurut Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya, pendapatan divisi Healthcare meningkat 29% yoy menjadi Rp 2,6 triliun. Tujuh rumah sakitnya mampu memberikan kontribusi sebesar Rp 1,4 triliun atau 56% dari total.
“Kami akan mengelola biaya secara hati-hati sambil terus berinvestasi untuk melakukan ekspansi rumah sakit dan jaringan mal ritel secara nasional. Sementara itu, langkah pemerintah untuk implementasi tax amnesty serta kelonggaran dari regulasi LTV yang telah diantisipasi akan turut meningkatkan permintaan properti pada semester kedua tahun ini,” kata Ketut.
Sementara itu, pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, naik sebesar 22% yoy menjadi Rp346 miliar. Pendapatan Mal naik sebesar 48% yoy menjadi Rp164 miliar, disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri.
Layanan Solusi Baru Indosat Untuk Pebisnis SME

Sebagai bagian dari visinya untuk mendukung para pelaku bisnis usaha kecil dan menengah (small medium enterprise / SME), Indosat menghadirkan solusi telekomunikasi lengkap Instant Office. Solusi ini menawarkan kemudahan dan kenyamanan bagi pebisnis dalam berkomunikasi untuk mendukung bisnisnya.
“Dengan layanan Instant Office, kami berharap dapat memberikan solusi telekomunikasi sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan untuk meningkatkan bisnis bagi pelaku usaha kecil dan perusahaan menengah,” ujar Director & Chief Sales & Distribution Officer Indosat, Joy Wahjudi, dalam keterangannya Rabu, 12 Agustus 2015.
Layanan Instant Office merupakan perangkat wireless router dengan konektivitas 3G dengan kemampuan berbagi internet mencapai 20 pengguna baik melalui Wi-Fi maupun kabel LAN, dan juga memiliki fungsi sebagai fasilitas telepon yang dapat digunakan sebagai telepon tetap (fixed telephone).
Instant Office juga memiliki fitur Hunting dan Menu Suara Interaktif (IVR) dengan menggunakan virtual PABX sehingga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan saat melakukan panggilan ke nomor kantor.
Dengan Instant Office, seluruh kebutuhan telekomunikasi pelanggan dapat disatukan sehingga menghemat biaya koneksi. Pelanggan tidak perlu lagi membeli paket data terpisah-pisah untuk masing-masing perangkat.
“Dengan kemudahan instalasi perangkat, koneksi internet dan telepon secara bersamaan, kami berharap dapat membantu efisiensi operasional pelanggan dan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan,” tambah Joy Wahjudi.
Setiap perangkat yang memiliki koneksi Wi-Fi bisa terkoneksi ke 3G router dan menikmati koneksi internet bersama-sama. Pelanggan dapat memilih berbagai paket Instant Office yang sudah termasuk Wireless Router Huawei B970b, kabel data, adapter dan starterpack Indosat.
Dua Tim Inovasi Semen Padang Sabet Penghargaan Internasional di Singapura
Dua tim Semen Padang yang mengikuti ajang International Exposition on Team Excellent (IETEX) 2016, berhasil meraih penghargaan. Kompetisi bagi para inovator & praktisi mutu perusahaan pada seluruh global itu, digelar Grand Copthorne Waterfront Hotel 392 Vavelock Road, Singapore berdasarkan 26 hingga 28 September 2016.
Kepala Bidang Kualitas Bahan Biro Quality Assurance dan Pelayanan Teknis PT Semen Padang Sisri Handa Yani mengatakan, 2 tim yang meraih penghargaan yaitu Tim X Pouza menggunakan 2 bintang & Tim Respect 23 menggunakan predikat 3 bintang serta penghargaan Platinum.
"Tim Respect 23 yang berasal menurut Departemen Produksi II/III yang diisi oleh Iriandi, Janedi, Irwan, Kusnaedi Raka Pratama dan Masrul Idris tadi, berhasil meraih predikat bintang 3 termasuk pada the Best Team. Mereka mengsung judul penemuan Installation Of The Bearing Housing Vibration Sensor In Gear Symetro Raw Mill R1M01 for Optimize Measurement And Analysis Vibration," ujarnya.
Sedangkan tim X Pouza yg memperoleh predikat dua bintang, diisi oleh Sarman Durmalay, Henzo Bernando, Sisri Handa Yani, Riska Aproditya & Delfi Nofriyenti. Mereka membawa judul inovasi, ?Pozzolan Effectiveness Testing With Difraction Method?.
Kepala Departemen QA & SHE, Hari Utama mengucapkan syukur dengan raihan ini, karena hasil tersebut diluar target yang ditetapkan sebelum tim berangkat ke Singapura. “Ini adalah keikutsertaan pertama kali dan IETEX memiliki standar yang lebih tinggi dari kompetisi sejenis. Alhamdulillah kita bisa melampaui target”, ujarnya
Manajemen PT Semen Padang menyambut gembira atas prestasi yang diraih 2 tim inovasi Semen Padang. Menurut Dirut PT Semen Padang, berhasilnya dua tim inovasi meraih bintang ini, patut disyukuri karena bersaing dengan negara lain seperti Singapura, Jepang, Malaysia, India dan Fiji."Alhamdulillah, selamat atas prestasi tim inovasi PT Semen Padang di Singapura dalam ajang IETEX 2016," kata Direktur Utama PT Semen Padang, Benny Wendry.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Produksi PT Semen Padang, Indrieffouni Indra. Ia berharap, hasil tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh Karyawan di PT Semen Padang untuk terus berinovasi. "Semoga apa yang didapatkan oleh tim Respect 23 dan tim Xpouza dalam ajang IETEX 2016, dapat menjadi motivasi bagi seluruh karyawan untuk terus berinovasi," sebutnya.(*)
Dahana Gandeng Sucofindo Urusan Peledak

Sinergi antar BUMN kini memang tengah aktif digalakkan. Tak heran, dua perusahaan plat merah, PT Dahana (Persero) dan PT Sucofindo (Persero) baru-baru ini juga sepakat bersinergi dalam penyediaan barang dan jasa di sektor bahan peledak. Hal ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama Dahana, Budi Antono, dan Direktur Komersial 1 Sucofindo, M. Heru Riza Chakim di Kampus Dahana, Subang, Jawa Barat.
Nota kesepahaman tersebut meliputi kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan barang dan jasa seperti pengurusan perizinan, pengiriman, layanan pembangunan gudang bahan peledak dan pelaksanaan survei seismic. Hal lainnya berupa kegiatan pemastian yang meliputi inspeksi dan audit, pengujian dan analisa, sertifikasi, konsultasi, dan pelatihan, pada kegiatan operasional, penelitian bersama, optimalisasi aset serta kegiatan lain yang dianggap perlu dan relevan.
"Pada dasarnya MoU ini untuk segala hal, terkait dengan kemampuan yang ada pada kami (Sucofindo) dan semua potensi yang dimiliki oleh Dahana. Dahana semisal terkait dengan bahan peledak, drilling ternyata juga punya, dan yang lainnya yang bisa di-support pada kami," terang M. Heru Riza Chakim dalam siaran pers, Jumat (18/3/2016).
Di hari yang sama, kedua BUMN tersebut langsung menindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama untuk pekerjaan Site Acceptance Test (SAT), yaitu kerja sama untuk pengujian alat ukur seismic yang dimiliki oleh Sucofindo yang dilaksanakan di area bunker kawasan Energetic Material Center (EMC) milik Dahana, Subang. "Khusus yang hari ini, kita di sini langsung melaksanakan Site Acceptance Test, untuk menguji alat ukur seismic yang kami miliki. Di sini pun kita sekaligus menguji bahan peledaknya Dahana," ujarnya.
Berkaitan dengan SAT, Sucofindo kali ini tengah menguji barang barunya untuk diuji coba konektivitasnya dalam mengukur hasil perforasi seismic yang dilakukan di lahan milik Dahana, sekaligus uji mutu bahan peledak milik Dahana.
Produk bahan peledak yang diuji adalah Dayagel Seismic yang biasa dipergunakan dalam bidang perforasi migas untuk mencari sumber minyak dan gas. Getarannya menggunakan alat ukur yang terangkai dalam sebuah mobil truk, atau disebut juga 'recorder truck' yang mampu menghasilkan seismic data.
Direktur Utama Dahana, Budi Antono menyambut gembira kerja sama kedua belah pihak ini. Menurutnya, kerja sama ini akan memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan. "Tentu saja kami sangat bangga bisa bersinergi sebagai sesama perusahaan negara. Dan yang penting lagi, kami bisa saling membantu satu sama lain dalam tataran operasional bisnis perusahaan," terang Budi Antono.
Most Wanted Stock, Telkom Raih Predikat IDX Top Ten Blue
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendapatkan predikat The IDX Best Blue 2016 oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam ajang penghargaan The IDX Best Blue 2016. Predikat ini diberikan kepada Telkom sebagai Perusahaan tercatat di BEI yang sahamnya paling diminati oleh investor, menunjukkan transaksi yang aktif, harga saham yang signifikan dan memiliki fundamental yang sehat. Direktur BEI Tito Sulistio menyerahkan penghargaan tersebut kepada Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen yang didampingi Komisaris Telkom Margiyono Darsa Sumarja di Jakarta belum lama ini.
Direktur Keuangan Telkom Harry M Zein berharap, predikat yang diberikan BEI tersebut dapat melengkapi berbagai pencapaian yang telah diterima Telkom dan memacu kinerja Perseroan menjadi lebih baik lagi. Harry juga berharap pencapaian ini dapat lebih menyemarakkan aktivitas perdagangan saham di BEI pada masa mendatang.
Penghargaan IDX Best Blue diselenggarakan oleh BEI untuk memacu Perusahaan Tercatat untuk menghasilkan kinerja yang baik dan terus bertumbuh yang dapat memberikan manfaat yang tinggi kepada para investor dan pemegang sahamnya. Dengan kinerja yang baik dan prospektif maka diharapkan dapat terefleksi pada peningkatan harga sahamnya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal.
Dalam menentukan The IDX Best Blue 2016, BEI mencoba melihat saham-saham yang paling diminati untuk ditransaksikan oleh investor dengan turut memerhatikan data yang dimiliki oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Saat ini ada 535 saham dari Perusahaan Tercatat di BEI dan masing-masing Perusahaan Tercatat tersebut memiliki perbedaaan dalam hal karakteristik, struktur bisnis, kekuatan keuangan, sampai kepada ukuran bisnis.
Dalam tahun 2016 ini, Telkom telah meraih berbagai penghargaan untuk kinerjanya di pasar saham, baik domestik maupun internasional. Salah satunya penghargaan Bisnis Indonesia Award yang khusus diberikan kepada perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di BEI. Telkom mendapat penghargaan ini karena dinilai konsisten dan mampu menunjukkan kinerja yang baik.
Selain itu, di tingkat internasional Telkom juga berhasil menyabet penghargaan pada ajang 6th Asian Excellence Award 2016 sebagai Asia’s Best Investor Relations Company. Penghargaan ini diperoleh karena Telkom dipandang memiliki komunikasi terbuka dan transparan sehingga investor memahami kegiatan bisnis perusahaan serta meiliki program dan perkembangan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini untuk menjami suistainability sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Grand Strategy Telkom Group: Semakin Fokus Bisnis Digital
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kian fokus menggarap usaha digital. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Telkom Group menggunakan mitra lokal dan internasional yg dilakukan pada sela-sela acara Telkom Group Digi Summit 2016 di Jakarta yang terbaru. CEO Telkom Group Alex J. Sinaga beserta jajaran Direksi Telkom hadir menyaksikan penandatanganan kerjasama ini.
?Melalui kerjasama ini, Telkom Group mendukung visi Presiden RI Joko Widodo yg mencanangkan digital ekonomi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar pada Asia Tenggara. Karenanya, Telkom Group tengah bertransformasi sebagai digital company & mewujudkan visi sebagai The King of Digital in The Region,? Ujar Alex J. Sinaga.
Diakui Alex J Sinaga bahwa buat mewujudkan hal ini Telkom Group nir dapat melakukan sendiri tetapi memerlukan kawan kerjasama. Untuk itu pada kesempatan ini Alex J Sinaga menyampaikan ucapan terimakasih atas agama para kawan untuk berafiliasi dengan Telkom.
?Telkom memiliki big asset sedangkan mitra memiliki inovasi buat beserta meraih tujuan yg diinginkan. Dengan kerjasama ini, para mitra telah menjadi bagian dari digital company in Indonesia. Mari kita melakukan kerja sama. Together we are faster, stronger and bigger,? Kata Alex J Sinaga.
Telkom Group Digi Summit dihadiri oleh pimpinan Telkom dan anak perusahaan Telkom yang terkait dengan bisnis digital, yakni Telkomsel, Finnet, Metranet, Metra Digital Investama (MDI), Melon, Metra plasa serta sejumlah mitra pendukung bisnis digital Telkom. Mitra yang digandeng pada Telkom Group Digi Summit kali ini antara lain, Labolla, i811, Solusi 247, Infosys, Data Science Indonesia, Kofera, Wipro, ArcGIS, Acxim, Walden lobal Service, Shazam, Radiumone, Geniee, Adskom dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).
Para mitra tersebut akan mendukung bisnis digital Telkom yang difokuskan dalam tujuh pilar industri, yakni musik, video, gaming, travel and tourism, e-commerce, digital advertising dan financial technology. Bisnis tadi akan didukung oleh kapabilitas ?Meditation? Yang dimiliki Telkom Group, misalnya Big Data Analytic & payment. Layanan tersebut beberapa pada antaranya sudah berjalan di Telkom melalui anak-anak usahanya, misalnya Melon dan Telkomsel Langit musik, Metranet buat usaha digital advertising (U-Ad) dan Direct Carrier Billing (U-Point) dan Metra Plasa dengan e-commercom melalui Blanja.Com.
Untuk memastikan inovasi dan bisnis digital berhasil, Telkom telah membentuk unit Media and Digital Business yang fokus membangun layanan dan kapabilitas bisnis digital. Unit telah dapat menggandeng 15 mitra yang akan mendukung Telkom menjalankan bisnis di industri digital, setelah sebelumnya Telkom juga telah bekerjasama dengan Iflix, Catchplay dan Viu sebagai mitra untuk konten video.
Barata dan General Electric Kerjasama Bidang Pembangkit Listrik

Baru-baru ini, PT. Barata Indonesia (Persero) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) menggunakan General Electric (GE), perusahaan multinasional yang induknya berasal menurut Amerika Serikat. Kedua perusahaan tadi putusan bulat buat melakukan kerjasama pada bidang pembangkit listrik, dimana Barata akan sebagai pemasok komponen & adalah bagian dari dunia supply chain bagi General Electric pada produk pembangkit listrik.
MOU ditandan-tangani di Jakarta oleh Direktur Utama PT Barata Indonesia Silmy Karim serta , Presiden Director PT. GE Operations Indonesia, David Hutagalung yang disaksikan langsung oleh CEO GE Indonesia, Handry Satriago. Kesepakatan Barata-General Electric ini tidak hanya sebatas sebagai pemasok komponen pembangkit listrik saja tetapi juga disepakati juga dalam hal maintenance (perawatan), dan after sales service (layanan purna jual) atas produk dari General Electric.
Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Silmy Karim menyatakan,?Kerjasama dengan multinasional akbar misalnya General Electric ini merupakan strategi menurut PT Barata Indonesia (Persero) dalam mewujudkan asa menjadi pemain dunia dan menjalankan jujur pemerintah buat menaikkan local content pada pembangunan pembangkit listrik di Indonesia. Kementerian BUMN telah menunjuk PT. Barata menjadi koordinator dalam peningkatan dan pemenuhan local content dalam proyek pembangkit listrik PLN pada Indonesia. Kita wajib apresiasi dan mendukung kebijakan local content ini. Ini suatu kebijakan yg luarbiasa.?
Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian BUMN, ingin agar patisipasi lokal perusahaan dalam negeri dalam proyek pembangkit listrik 35ribu MW, ditingkatkan bahkanhingga mencapai 75 persen. Upaya-upaya yang dilakukan oleh PT Barata belakangan ini juga sebagai langkah persiapan dan antisipasi dalam melaksanakan tugas dari Pemerintah pada Mega proyek pembangkit listrik 35 ribu Megawatt (MW).
?Adanya MoU tadi akan berdampak positif bagi Barata. Kerjasama ini semakin menguatkan posisi Barata menjadi galat satu perusahaan manufaktur & Heavy Construction yang mumpuni di Indonesia, & kerjasama tadi pula akan menajamkan keliru satu lini usaha Barata yaitu di bidang pembangkit listrik,? Tambah Silmy. Selain kerjasama pada bidang pembangkit listrik, General Electric selama ini telah poly berkerja sama dengan Barata pada memproduksi komponen kereta api menurut produk lokomotif General Electric.
Hariff Group Siap Pasok Sistem dan Jaringan Telekomunikasi Handal Untuk Militer

Diam-diam perusahaan nasional yang berpusat di Bandung ini berhasil melakukan riset pengembangan untuk menghasilkan produk dan sistem telekomunikasi yang bisa membantu pekerjaan militer, khususnya untuk sistem pengelolaan tim tempur maupun sistem pengelolaan jaringan militer itu sendiri. Perusahaan ICT, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff Group), beberapa tahun terakhir ini terus melakukan inovasi teknologi di bidang ICT dan kini berhasil mengembangkan software untuk pengontrolan dan pengelolaan alat tempur di medan perang dan juga sistim jaringan mandiri yang aman bagi kebutuhkan milter dan organisasi yang butuh tingkat sekuriti jaringan tinggi.
Semangat tim Hariff dimulai dari kepedulian bahwa produk dan sistem militer harusnya dibangun oleh orang-orang (tim sumberdaya manusia) dan perusahaan asli Indonesia. Tujuannya jelas, untuk melindungi kerahasian militer dan kerahasian negara. Dus, tidak diserahkan ke asing atau menggunakan sistem komunikasi buatan asing yang sangat rawan terhadap pencurian data dan kerahasian negara oleh anasir asing.
Hariff Group selama ini dikenal sebagai produsen berbagai produk jaringan telekomunikasi baik hardware maupun software. Perusahaan ini juga termasuk pelopor di bisnis BTS dan salah satu karyanya yang saat ini banyak dipakai kalangan perusahaan seluler ialah teknologi mobile BTS.
Di bidang militer, perusahaan pengembang teknologi telekomunikasi itu sebelumnya telah mengembangkan Jaringan Aman Mandiri (JAM). Kemampuan jaringan tersebut pernah didemontrasikan di hadapan Menhan Ryamizard Ryacudu di Bandung. JAM merupakan jaringan berbasis protocol dan enkripsi khusus sehingga mempunyai kemampuan antisadap yang memang diperlukan dalam telekomunikasi militer.
“Ini penting, kerahasian itu harus terjamin. Karena ini termasuk rawan (disadap), harus dicek terus, (selama ini) alat kita yang buat luar negeri. Kalau dibuat oleh kita sendiri, jadi tidak tahu (oleh musuh),” jelas Menhan saat berkunjung. Kemenhan berencana mengaplikasikan JAM pada tahun depan. Langkah ini sekaligus sebagai upaya memberdayakan produksi dalam negeri.
Menurut Dirut Hariff Budi Permana, Kemenhan menginginkan JAM untuk tahap pertama digunakan di lingkungan internal terutama untuk pusat data informasi (Pusdatin). “Kita menawarkan jaringannya. Begitu aplikasi lainnya kita hubungkan, termasuk dengan Alkom di pasaran, data yang dimasukkan tak akan bisa disadap,” jelasnya.
Dijelaskan, proyek jaringan mandiri seperti itu relatif jarang di Indonesia. Di negara-negara lain, kondisi tersebut bisa dikatakan sudah lumrah. Padahal dengan jaringan mandiri, Indonesia bisa terhindar sebagai “rumah kaca”. Lalu lintas informasi pun bakal terproteksi dari upaya deteksi. JAM yang menawarkan keamanan informasi bisa menjalankan aplikasi pengambilan data dan video melalui drone dan battlefield management system. Selain itu, jaringan bisa digunakan untuk pengawasan dan patroli pulau terluar.
Hariff Group juga sukses mengembangkan sistem ICT untuk manajemen pasukan tempur yang dinamai Battlefield Management System (BMS). BMS diciptakan karena terinspirasi dari sebuah kejadian nyata. Dimana dahulu ada pasukan militer yang menembak kendaraan perang temannya sendiri di medan perang. Hal tersebut terjadi karena sistem yang dimiliki oleh tentara perang tersebut tidak dapat membedakan mana teman mana lawan.
"BMS yang kami kembangkan ini dapat mencegah terjadinya hal demikian,” ujar Presiden Direktur PT Hariff, Budi Permana. Yang juga sangat penting, semua sistem BMS itu dikembangkan dengan protokol dan enkripsi data buatan sendiri. Sehingga kerahasiaan manuver pasukan dan komunikasi data hanya dapat diketahui dan diterima oleh pasukan sendiri. BMS sendiri telah diuji coba dalam Panser Anoa, Tank Marder dan Main Battle Tank (MBT) pada 2014 lalu. Tidak hanya itu, BMS juga telah menjadi bagian dari kurikulum di Pusat Pendidikan Kavaleri TNI Angkatan Darat.
Ya, ide dan inovasi teknologi ini tentu saja brilian dan sangat perlu bagi Indonesia. Sudah saatnya teknologi militer dikuasai oleh anak negeri sendiri,perusahaan domestik, bukan dipercayakan ke produsen asing yang tentu saja amat sangat mudah menjadi agen kepentingan militer asing. Kalau bukan sekarang, kapan lagi kemandirian militer Indonesia akan dimulai ! (Sudarmadi)
Baca artikel terkait :
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
PT Propadu Konair, Jagoan Pupuk Organik Dari Medan, Sukses Berbasis Riset

Perusahaan bioteknologi dari Medan, PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT Group), terus aktif mengembangkan produk baru pada bidang pupuk dan obat tumbuhan non kimia. Dengan dukungan riset yang intensif dilakukan, PT Propadu Konair Tarabuhun terus mencoba memberikan produk-produk dan solusi yang diperlukan perusahaan perkebunan di Indonesia, khususnya perusahaan perkebunan sawit.
Bagaimanapun, seiring tuntutan pertanian dunia yang mesti memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan (susnaibility), produk pupuk juga mesti bisa mendukung visi kelestarian lingkungan tersebut. Di Indonesia dalam lima tahun terakhir penetrasi pupuk non kimia sudah semakin positif, masyarakat pertanian di Indonesia mulai menerima. Hal itu misalnya terlihat dari aplikasi produk-produk pupuk organik di kalangan industri perkebunan sawit yang merupakan salah satu sektor pertanian penting di Indonesia. Bila dulu kalangan perusahaan pengelola perkebunan sawit hanya mau mengaplikasikan jenis-jenis pupuk kimia di lahan perkebunan sawitnya, kini secara bertahap pupuk non kimia atau pupuk organik mulai banyak digunakan.
Selain didorong oleh tuntutan pasar dunia yang mensyaratkan produk-produk ramah lingkungan, gerakan itu tampaknya tak lepas dari kesadaran terhadap efek merusak dari pemakaian pupuk kimia. Mulai dari efek merusak kesuburan tanah, mengancam kelangsungan hidup mikro organisme yang berada dalam tanah, hingga menjadikan tanaman lebih mudah terserang hama penyakit tanaman.
Sebagai perusahaan bioteknologi yang memproduksi pupuk non kimia, manajemen PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT Group) juga merasakan sentimen positif itu. "Memang betul, sejak lima tahun terakhir makin banyak perusahaan besar perkebunan sawit di Indonesia yang mulai menggunakan pupuk non kimia, termasuk produk dari PKT. Tentunya itu tren positif, seiring dengan gerakan dan kesadaran pro green di dunia," tutur Supeno Surija, pendiri dan CEO PKT Group. Pemicu lain, sambung Supeno, saat ini para pengelola kebun di Indonesia juga sudah merasakan efektifitas produk-produk non kimia yang faktanya juga sangat baik dalam meningkatkan produktifitas tanaman.
Pada masa lalu, memang ada beberapa alasan yang mendorong para pengelola kebun untuk memakai pupuk kimia. Pertama, para pengebun memandang bahwa pupuk kimia memiliki efektifitas yang lebih instan atau bisa langsung dirasakan. Dampaknya terhadap perkembangan tananaman langsung terlihat -- meski tanpa disadari juga menimbulkan berbagai dampak perusakan tanah. Di lain sisi, kala itu berbagai produk pupuk organik atau non kimia yang ada memang belum menunjukkan tingkat efektifitas tinggi dalam memperbaiki kualitas tanaman ataupun pembasmian penyakit tanaman.
Supeno menyadari persepsi negatif masyakarat terhadap pupuk organik itu sehingga ia dan timnya kemudian terdorong melakukan riset di bidang pupuk dan obat non kimia guna yang punya efektifitas tinggi namun tidak merusak alam. Tentu Supeno yang punya latarbelakang pendidikan doktoral di bidang riset sehingga tak canggung untuk memimpin proyek riset itu. Supeno yang mantan CEO salah satu industri besar di Medan ini sangat terinspirasi untuk membangun industri biotech berbasis riset.
Tak heran bila kemudian dari perusahaan yang dirintisnya, PT Propadu Konair Tarabuhun, lahir produk-produk terobosan di bidang pupuk non arganik dan obat non kimia untuk sektor perkebunan. Contohnya adalah pupuk organik Dewik Ijo yang merupakan jenis pupuk multi organic alkali fertilizer (MOAF) satu-satunya di Indonesia. Cara pembuatan Dewik Ijo terbilang sangat unik. Kalangan pabrikan pupuk biasanya membuat satu pupuk standar untuk semua kebun. Model itu tak dterapkan PKT Group.
"Pupuk Dewik Ijo ini diformulasi secara khusus dan berbeda untuk kebun yang satu dengan yang lain. Formulasi pupuknya itu sendiri diperoleh setelah tim kami melakukan survey mendalam terhadap kebun milik pelanggan kami, khususnya kita analisa dulu kondisi tanaman, tanah, kelembaban, iklim, serangan penyakit, dan faktor lain yang relevan," ungkap Supeno. Tak heran, bila setiap produk pupuk yang diproduksi PKT memiliki nomor batch yang berbeda untuk setiap kebun yang berbeda.
Lebih lanjut Supeno menjelaskan, pupuk Dewik Ijo diformulasikan agar dapat bekerja lebih cepat dari pupuk kimia, namun tidak bersifat booster atau hanya efektif sementara. Selain itu juga tidak menimbulkan residu. Supeno sendiri sangat concern dengan aspek kelestarian lingkungan sehingga dalam membuat produk selalu menjaga agar selalu selaras dengan prinsip pro green tersebut. "Kami bersyukur bahwa pupuk kami merupakan satu-satunya produk pupuk yang sudah mendapatkan standar sertifikasi DIOXIN-FREE," terang Supeno. Yang juga menarik, bila sudah menggunakan produk Dewik Ijo sudah tak diperlukan lagi pupuk tambahan baik bupuk kimia, kompos, pupuk kandang, dan mikrorganisme lain.
Produk terobosan PKT Group tak hanya pupuk, namun juga di bidang obat non kimia untuk tanaman. Salah satunya CHIPS, yakni sebuah produk teknologi organik untuk mengendalikan serangan jamur ganoderma. Bukan rahasia lagi, bagi pengusaha perkebunan sawit di Indonesia, jamur ganoderma boninense menjadi momok yang sangat dibenci. Pasalnya jamur ganoderma ini menyebabkan busuk pangkal batang atau Basal Stem Rot (BSR) yang bisa memangkas hasil produksi hingga 50%. Bagi perusahaan-perusahaan perkebunan besar, dalam beberapa tahun terakhir ini ganoderma ditengarai menjadi pemicu kerugian miliaran rupiah pertahun karena daya rusak yang diciptakannya terhadap tanaman sawit.
Supeno menjelaskan, setelah melalui serangkaian test lab dan test di kebun, tim di PT Propadu Konair Tarahubun (PKT) berhasil menemukan teknologi organik yang cukup canggih di bidang biotech ini. "CHIPS ini formulasi organik dan gabungan dari beberapa jenis dan strain mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x10 pangkat 7 sampai dengan 2x10 pangkat 8 CFU," kata Supeno.
CHIPS, papar Supeno, telah diaplikasikan dan diujicobakan pada beberapa demoplot di perkebunan swasta dengan disaksikan Asosiasi Bio-agroinput Indonesia (ABI). "Hasilnya, aplikasi CHIPS berhasil melumpuhkan jamur ganoderma," kata Supeno. Produk tersebut terbukti bisa menghentikan serangan ganoderma dan oryctes. Pertumbuhan akar pohon dan daun menjadi lebih baik.
Di luar dua produk itu, PKT yang dipimpin Supeno juga masih punya beberapa produk terobosan lain untuk memberikan solusi bagi perusahaan perkebunan, khususnya perkebunan sawit. Selain itu timnya juga akan berpacu untuk terus menghasilkan produk-produk pupuk organik dan non kimia yang harus selalu ramah lingkungan. Sebagai pribadi Supeno merasa prihatin dengan praktek perkebunan di Indonesia yang diserang bertubi-tubi oleh kalangan LSM dunia karena kurang ramah lingkungan. Ia berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi sebuah langkah positif untuk membangun perkebunan Indonesia yang lebih produktif, ramah lingkungan dan lestari.
PKT Group Medan Sukses Kembangkan Pupuk Non Kimia

Tuntutan pertanian dunia yang mesti memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan (susnaibility) dalam lima tahun terakhir tampaknya semakin disambut positif oleh masyarakat pertanian di Indonesia. Hal itu misalnya terlihat dari aplikasi produk-produk pupuk organik di kalangan industri perkebunan sawit yang merupakan salah satu sektor pertanian penting di Indonesia. Bila dulu kalangan perusahaan pengelola perkebunan sawit hanya mau mengaplikasikan jenis-jenis pupuk kimia di lahan perkebunan sawitnya, kini secara bertahap pupuk non kimia atau pupuk organik mulai banyak digunakan.
Selain didorong oleh tuntutan pasar dunia yang mensyaratkan produk-produk ramah lingkungan, gerakan itu tampaknya tak lepas dari kesadaran terhadap efek merusak dari pemakaian pupuk kimia. Mulai dari efek merusak kesuburan tanah, mengancam kelangsungan hidup mikro organisme yang berada dalam tanah, hingga menjadikan tanaman lebih mudah terserang hama penyakit tanaman.
Tren positif penggunanaan pupuk non kimia itu juga dirasakan pengelola perusahaan bioteknologi asal Sumatera Utara yang juga produsen pupuk non kimia, PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT Group). "Memang betul, sejak lima tahun terakhir makin banyak perusahaan besar perkebunan sawit di Indonesia yang mulai menggunakan pupuk non kimia, termasuk produk dari PKT. Tentunya itu tren positif, seiring dengan gerakan dan kesadaran pro green di dunia," tutur Supeno Surija, pendiri dan CEO PKT Group. Pemicu lain, sambung Supeno, saat ini para pengelola kebun di Indonesia juga sudah merasakan efektifitas produk-produk non kimia yang faktanya juga sangat baik dalam meningkatkan produktifitas tanaman.
Pada masa lalu, memang ada beberapa alasan yang mendorong para pengelola kebun untuk memakai pupuk kimia. Pertama, para pengebun memandang bahwa pupuk kimia memiliki efektifitas yang lebih instan atau bisa langsung dirasakan. Dampaknya terhadap perkembangan tananaman langsung terlihat -- meski tanpa disadari juga menimbulkan berbagai dampak perusakan tanah. Di lain sisi, kala itu berbagai produk pupuk organik atau non kimia yang ada memang belum menunjukkan tingkat efektifitas tinggi dalam memperbaiki kualitas tanaman ataupun pembasmian penyakit tanaman.
Supeno menyadari persepsi negatif masyakarat terhadap pupuk organik itu sehingga ia dan timnya kemudian terdorong melakukan riset di bidang pupuk dan obat non kimia guna yang punya efektifitas tinggi namun tidak merusak alam. Tentu Supeno yang punya latarbelakang pendidikan doktoral di bidang riset sehingga tak canggung untuk memimpin proyek riset itu. Supeno yang mantan CEO salah satu industri besar di Medan ini sangat terinspirasi untuk membangun industri biotech berbasis riset.
Tak heran bila kemudian dari perusahaan yang dirintisnya, PT Propadu Konair Tarabuhun, lahir produk-produk terobosan di bidang pupuk non arganik dan obat non kimia untuk sektor perkebunan. Contohnya adalah pupuk organik Dewik Ijo yang merupakan jenis pupuk multi organic alkali fertilizer (MOAF) satu-satunya di Indonesia. Cara pembuatan Dewik Ijo terbilang sangat unik. Kalangan pabrikan pupuk biasanya membuat satu pupuk standar untuk semua kebun. Model itu tak dterapkan PKT Group.
"Pupuk Dewik Ijo ini diformulasi secara khusus dan berbeda untuk kebun yang satu dengan yang lain. Formulasi pupuknya itu sendiri diperoleh setelah tim kami melakukan survey mendalam terhadap kebun milik pelanggan kami, khususnya kita analisa dulu kondisi tanaman, tanah, kelembaban, iklim, serangan penyakit, dan faktor lain yang relevan," ungkap Supeno. Tak heran, bila setiap produk pupuk yang diproduksi PKT memiliki nomor batch yang berbeda untuk setiap kebun yang berbeda.
Lebih lanjut Supeno menjelaskan, pupuk Dewik Ijo diformulasikan agar dapat bekerja lebih cepat dari pupuk kimia, namun tidak bersifat booster atau hanya efektif sementara. Selain itu juga tidak menimbulkan residu. Supeno sendiri sangat concern dengan aspek kelestarian lingkungan sehingga dalam membuat produk selalu menjaga agar selalu selaras dengan prinsip pro green tersebut. "Kami bersyukur bahwa pupuk kami merupakan satu-satunya produk pupuk yang sudah mendapatkan standar sertifikasi DIOXIN-FREE," terang Supeno. Yang juga menarik, bila sudah menggunakan produk Dewik Ijo sudah tak diperlukan lagi pupuk tambahan baik bupuk kimia, kompos, pupuk kandang, dan mikrorganisme lain.

Produk terobosan PKT Group tak hanya pupuk, namun juga di bidang obat non kimia untuk tanaman. Salah satunya CHIPS, yakni sebuah produk teknologi organik untuk mengendalikan serangan jamur ganoderma. Bukan rahasia lagi, bagi pengusaha perkebunan sawit di Indonesia, jamur ganoderma boninense menjadi momok yang sangat dibenci. Pasalnya jamur ganoderma ini menyebabkan busuk pangkal batang atau Basal Stem Rot (BSR) yang bisa memangkas hasil produksi hingga 50%. Bagi perusahaan-perusahaan perkebunan besar, dalam beberapa tahun terakhir ini ganoderma ditengarai menjadi pemicu kerugian miliaran rupiah pertahun karena daya rusak yang diciptakannya terhadap tanaman sawit.
Supeno menjelaskan, setelah melalui serangkaian test lab dan test di kebun, tim di PT Propadu Konair Tarahubun (PKT) berhasil menemukan teknologi organik yang cukup canggih di bidang biotech ini. "CHIPS ini formulasi organik dan gabungan dari beberapa jenis dan strain mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x10 pangkat 7 sampai dengan 2x10 pangkat 8 CFU," kata Supeno.
CHIPS, papar Supeno, telah diaplikasikan dan diujicobakan pada beberapa demoplot di perkebunan swasta dengan disaksikan Asosiasi Bio-agroinput Indonesia (ABI). "Hasilnya, aplikasi CHIPS berhasil melumpuhkan jamur ganoderma," kata Supeno. Produk tersebut terbukti bisa menghentikan serangan ganoderma dan oryctes. Pertumbuhan akar pohon dan daun menjadi lebih baik.
Di luar dua produk itu, PKT yang dipimpin Supeno juga masih punya beberapa produk terobosan lain untuk memberikan solusi bagi perusahaan perkebunan, khususnya perkebunan sawit. Selain itu timnya juga akan berpacu untuk terus menghasilkan produk-produk pupuk organik dan non kimia yang harus selalu ramah lingkungan. Sebagai pribadi Supeno merasa prihatin dengan praktek perkebunan di Indonesia yang diserang bertubi-tubi oleh kalangan LSM dunia karena kurang ramah lingkungan. Ia berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi sebuah langkah positif untuk membangun perkebunan Indonesia yang lebih produktif, ramah lingkungan dan lestari.
POP Hotel Malioboro Rayakan Ulang Tahun Kedua Dengan Kegiatan Berbagi
Malioboro, 1 November 2016 ? Ulang tahun ke 2 POP! Hotel Malioboro Yogyakarta yg jatuh pada 28 Oktober 2016 menjadi wangsit bagi Melyssa Cataleya Evand ? Oleh hotel manager buat mengadakan berbagai aksi CSR selama satu minggu penuh.
Sesuai dengan konsep merek hotel yang mendukung gerakan ramah lingkungan, POP! Hotel Malioboro mulai membagikan ‘tas kain hijau’ di area sekitar Candi Borobudur, Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo & Pasar Pathuk mulai tanggal 22 Oktober.
“Idenya adalah untuk sosialisi bahwa penggunaan tas kain lebih baik daripada kantong plastik. Ini merupakan gerakan simpel yang dapat menginspirasi publik untuk menekan sampah sehari-hari agar lebih ramah lingkungan,” kutip Evand.
Kemudian pada 28 Oktober – sesuai dengan Hari Sumpah Pemuda, POP! Malioboro mengadakan upacara bendera yang dipimpin oleh SDN Netral D Sosromenduren, yang diikuti dengan POP! Steps – penampilan dance khas oleh staf hotel dan juga pemotongan tumpeng. Beberapa media lokal yang hadir di hari itu.
Di tanggal 30 Oktober sebagai penutupan kegiatan, POP! Hotel Malioboro kembali membagikan tas kain sekaligus baju bekas di sepanjang Pantai Indrayanti & desa Budegan – Wonosari. “Kami juga menyerahkan 45kg bibit jagung kepada para petani setempat dengan harapan dapat membantu warga lokal.”
POP! Hotels is a network of eco-friendly budget hotels for smart travelers. There are 19 POP! Hotels in operation with another 19 more scheduled to open by early 2020 across Indonesia. It won in the Best Economy Hotel category at Budgie$ & Travel Awards 2013 in Singapore. POP! Kuta Beach & Kemang won Best Budget Hotel - Asia Pacific for TTG Travel Awards 2015 & 2016. Find out more about POP! at @pophotels and www.pophotels.com
Established in 2001, TAUZIA Hotel Management is a network of 111 hotels in operation & development under the brands of WorldHotels – a master franchise in luxury segment, Preference Hotels – a label for a collection of charm hotels, HARRIS Hotels – midscale hotels featuring healthy lifestyle concept, YELLO Hotels – the netizen’s new economic hotels & POP! Hotels – eco-friendly hotel for smart travelers in budget segment. Along with hotel management services, TAUZIA provides Estate Management & consulting services with a vision to build a blend of culture in management style and product management as well as services while promoting cultural diversity in the hospitality business. Find out more at @tauziahotels and www.tauzia.com
TAUZIA Lakukan Groundbreaking YELLO Hotel Kupang
Tauzia Group hadirkan Maison Aurelia Sanur