Kiat Ramdani Basri Besarkan Perusahaan Infrastruktur

Dimulai dari sebuah kantor kecil dan seorang sekertaris, kini pria ini mengelola bisnis infrastruktur beraset diatas Rp 3,5 triliun dengan 20-an anak usaha. Visi, strategi dan gaya kepemimpinan menjadi kunci suksesnya.
Sudah menjadi rahasia umum, bila berbicara soal pelaku pasar modal biasanya orang akan langsung terasosiasi dengan sosok pebisnis yang spekulatif. Mereka biasanya tak akan lama menggengam sebuah aset karena begitu melihat ada peluang meraih untung (capital gain) segera akan dijual. Sosok demikian itu berbeda dengan pebisnis bermental industriawan yang biasanya ketika memilih sebuah bidang bisnis, maka ia akan menggeluti, merawat dan membesarkannya dengan sabar, tak mudah tergoda untuk menjual asetnya meski peluang untung besar di depan mata.
Muhammad Ramdani Basri, tampaknya merupakan sosok anomali. Meski berlatarbelakang dunia pasar modal, ia justru membuktikan diri sebagai seorang industriawan tulen, khususnya di bisnis infrastruktur yang digeluti. Setidaknya itu tampaknya dari apa yang dilakukannya dalam membesarkan perusahaan publik, PT Nusantara Infrastructire Tbk (NI), yang kini menjadi pemain swasta besar di bidangnya, dengan total aset tak kurang dari Rp 3,5 triliun. "Cita-cita saya ingin membangun infratruktur untuk masyarakat tanpa satu rupiah pun menggunakan dana APBN, baik itu jalan tol, air bersih, pelabuhan, pembangkit listrik dan sebagainya," jelas Ramdani seraya menunjuk struktur organisasi NI yang sekarang sudah punya 17 anak perusahaan bidang infrasrtktur.
Kisah bisnis Ramdani di bisnis infra dimulai tahun 2005 saat ia bertemu Group Bosowa yang punya dua aset jalan tol dan meminta supaya aset tersebut diolah (direvitalisasi). Dua aset jalan tol itu, yang satu berada di Makasar, dan satunya lagi di wilayah BSD, Tangerang. "Dua aset itu dua-duanya dalam kondisi batuk-batuk. Kesulitan keuangan karena punya hutang besar dan suli bayar bunga. Pokoknya batuk-batuk, nyaris menjadi aset yang mati," katanya mengenang. Saat pertemuan itu ia sanggupi untuk mencoba memaksimalkan aset tersebut, namun ia meyakinkan bahwa hal itu hanya bisa dilakukan melalui pasar modal karena bisnis infra butuh modal yang sangat besar.
Ramdani sendiri tak asing dengan pasar modal. Sebelumnya ia sudah berkecimpung di pasar modal dan biasa menangani kasus-kasus merger dan akusisi perusahaan perminyakan, tambang dan manufaktur. Ia juga pernah mnenjadi CEO perusahaan sekuritas, PT Asiana Securities. Pun pernah menjadi CEO PT Asiana Multi Kreasi Tbk dan melakukan turn around perusahaan produsen boneka itu dari yang awalnya punya ekuitas negatif menjadi positif sebelum akhirnya dijual ke pihak lain.
Pada intinya, ajakan memanfaatkan dua aset itu disetujui. Ramdani lalu mulai bekerja, hanya ditemani seorang akuntan dan office boy. "Kantor saya saat itu kotakan kecil, kursinya pun saya bawa dari rumah," ungkap Ramdani yang kelahiran Jakarta, 9 Maret 1961 ini. Ia segera bekerja melakulan restruktrisasi. Dua aset jalan tol itu kemudian dia rangkum menjadi satu (merger), dibuatkan holding baru bernama PT Nusantara Konstruksi Indonesia (NKI). Dia lalu mencari perusahaan publik beraset kecil sebagai kendaraan masuk ke bursa yang kemudian didapat PT Metamultimedia Tbk, perusahaan publik bidang TI.
"NKI itu kemudian saya gabung (merger) dengan cara backdoor listing dengan PT Metamultimedia Tbk sebagai performing asset. Setelah digabung, nama PT Metamultimedia saya ganti menjadi PT Nusantara Infrastructure Tbk hingga sekarang. Jadi Nusantara Infrastructure saat itu langsung punya dua aset tol tadi," kenang Ramdani. Pada tahun itu pula Ramdani segera melakukan restrukturisasi hutang dua jalan tol itu, ke Bank Mandiri dan Bank Artha Graha. Pinjaman akhirnya berhasil direstrukturisasi sehingga menjadi hutang lancar dan bisnis berjalan normal kembali.
Sejak itu NI terus tancap gas menggelar bisnisnya dan menggenjot pertumbuhan bisnisnya. Tahun 2008, dalam kondisi keuangan yang masih tertatih-tatih, NI mengakuisisi sebuah jalan tol di Makassar, ruas Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) , sehingga mejadi punya aset tiga jalan tol ( dua di Makasar dan satu di Tangerang). Tol JTSE merupakan satu-satu tol bisa diresmikan Presiden RI (2009) selama era infrstruktur summit. Pada tahun-tahun berikutnya gebrakan NI makin menjadi-jadi.
Pada 2011, misalnya, NI mulai masuk bisnis infra di luar jalan tol, yakni dengan mengakuisisi perusahaan pelabuhan di Lampung. Pelabuhan yang diakusisi bukan pelabuhan umum (general port) namun pelabuhan yang khusus (dedicated) untuk bongkar-muat komoditas CPO. Dalam proyek investasi pelabuhan CPO, NI menggandeng investor global Louis Dreyfus Group, raksasa bisnis komoditi di dunia.
Ekspansi terus belanjut. Antara lain dengan masuk di bisnis penyediaan air besih untuk publik. Saat ini NI sudah punya dua lokasi pengolahan, yakni di Cikokol Tangerang dan Sumatera Utara. Juga masuk di bisnis energi dngan memiliki pembangkit listrik mini hidro (dibawah 10 MW). Dan pada Desember 2013 Desember lalu NI juga mengakuisisi perusahaan tower BTS yang punya sekitar 400 tower. "Sekarang ini group kita sudah punya 17 anak perusahaan infrastrktur," tunjuk Ramdani.
Masing-masing bisnis dikelola subholding yang mengelola semua anak usaha dalam bidang yang sama. Misalnya di bisnis jalan tol, dikelola subholding anak usaha NI bernama PT Margautama Nusantara (MUN). Saat ini MUN mengelola empat ruas jalan tol, yakni ruas tol Bintaro Serpong Damai (BSD) Jakarta, Bosowa Marga Nusantara (BMN), ruas Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) Makassar, serta ruas tol Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) Jakarta.
Tak salah, berdasarkan praktek yang sudah dilakukan sejauh ini, tampak sekali NI menggunakan pola pertumbuhan unorganik, mengandalkan strategi akuisisi. Pertanyaannya, darimana dana untuk akuisisi itu? "Sumber dana akusisi beragam. Bisa dari pinjaman bank, bisa dari mitra investor, dari pasar modal, ada juga yang dari sumber internal kita," sebut Ramdani. Pada tahap pertama, sampai dengan tahun 2010, NI menggunakan pola melakukan leverage hutang. Contohnya, hutang di dua jalan tol di awal, direnegoasiasi menjadi hutang lancar dan dari situ bisa menjadi aset untuk meminjam lagi.
Namun yang juga sangat penting, NI mengandalkan sumberdana dari investor yang digandeng. "Kita nggak mungkin bangun infrastruktur sendirian, harus ramai-ramai. Kebutuhan investasi dan modal pasti sangat besar," ungkap Ramdani. Ia menyontohkan investasi sebuah ruas jalan tol bisa mencapai Rp 10 triliun karena saat ini investasi jalan tol per kilometer membutuhkan modal sekitar Rp 80 miliar. Sedangkan kalau jenis tol yang diatas (elevated) malahan butuh investasi per kilometer Rp 200 miliar. Pun bisnis pelabuhan, nilainya juga pasti triliunan.
Tak heran, kalau Ramdani banyak melibatkan investor dalam menggarap bisnis ini. Mereka ada yang investasi di perusahaan holding NI, subholding, maupun di level proyek (anak usaha). Beberapa investor yang bisa disebut antara lain Providence Capital, CapAsia, Louis Dreyfuss, dan Rajawali Group. Kecenderungannya kedepan tidak akan ada pemegang saham mayoritas tunggal (single majority) karena investasi terus akan dilakukan.
Ramdani mengilasbalik, NI mulai menggandeng investor strategis sejak 2010. Saat itu jumlah hutang perusahaan sudah sedemikian besar sehingga terpaksa melakukan corporate action dengan cara right issue (menerbitkan saham baru). Total dana yang diperoleh saat itu (termasuk warrant) ialah Rp 1 triliun. "Saat itulah kita undang financial investor untuk beli saham tersebut sehingga pemegang sahamnya tambah dan si financial investor menjadi pemegang saham mayoritas," sebut Ramdani. Tiga bulan kemudian financial investor tersebut menjual sebagain sahamnya, salah satunya ke Rajawali Group yang kini menguasai 21% saham NI.
Kini, setelah skala bisnis dan organisasi NI makin membesar, Ramdani lebih fokus pada pekerjaan strategi dan kebijakan. Kegiatan komersial harian sudah dijalankan COO, Danny Hasan. Danny Hasan sendiri bergabung ke NI setahun setelah Ramdani. "Waktu itu Pak Danny agak takut bergabung karena perusahaan masih berdarah-darah, keuangannya belum solid. Tapi saya yakinkan bahwa restrukturisasi bukan untuk jangka pendek, jadi masa depan akan aman," kenang co-founder NI ini. Kini, dalam setiap membuat keputusan investasi, Ramdani selalu mengajak timnya untuk bersama memutuskan. Tim tersebut tergabung dalam komite investasi yang anggotanya Ramdani sendiri, Danny Hasan, Ridwan Irawan dan Scout Younger.
Harus diakui, membesarnya NI jelas tak lepas dari sentuhan kepemimpin Ramdani selalu sosok yang sejak awal terlibat aktif mengomandani perusahaan publik ini. “Pak Ramdani itu sosok yang kreatif dan banyak akal dalam mengelola bisnis,” kesan Darjoto Setiawan, eksekutif senior Group Rajawali yang ditempatkan di NI sebagai Presiden Komisaris. Pernyataan Darjoto tentu saja akurat karena dalam beberapa tahun terakhir Darjoto biasa berhubungan dengan Ramdani.
Dalam hal ini Ramdani menggunakan gaya kepemimpinan tersendiri ketika mengelola tim NI. Ia sedemikian meyakini pentingnya pendelegasian otoritas dan mempercayai anak buah. "Kalau kita ingin bisnis dan organisasi menjadi besar, pimpinan tak mungkin mengurusi pernik kecil. Harus didelegasikan ke orang lain yang kompeten dan kita percaya. Dan kalau kita sudah delegasi, kita harus kasih dia mandat penuh dan percaya bahwa dia akan bisa. Jangan sampai sebagai pimpinan kita sok pinter dan banyak intervensi," Ramdani menjelaskan gaya kepemimpinannya.
Tampak sekali NI bisa besar karena proses delegasi otoritas yang berjalan baik dan pimpinan mempercayai anak buah. Tim-tim dibawah direksi diberi kewenengan untuk mengusulkan berbagai ide pengembangan bisnis baru dan mengeksekusinya tanpa intervensi. Bila ada ide pembentukan usaha baru, ditampung dan diputuskan dalam Komite Investasi. Pengelolaannya secara teknis diserahkan ke tim (anak buah) yang sudah dipercaya. "Anak buah kita yang ada di lapangan. Mereka lebih tahu sehingga usulan pengembangan dari mereka kita jalankan. Itulah pentingnya merekrut anak buah yang baik agar masukannya juga baik," ungkapnya. Hanya Ramdani juga tetap mewanti-wanti agar anak buahnya berhati-hati dan cermat dalam melakukan perhitungan. Pasalnya, di bisnis infra, bila salah perhitungan, langsung akan merusak neraca bisnis karena investasinya besar.
Ramdani lebih suka memperlakukan anak buah sebagai intrapreneur (usahawan), bukan semata- mata karyawan. Para manajer dia tantang untuk berpikir dan mengelola unit usaha yang menjadi tanggung jawabnya bagaikan bayi yang harus dirawat dan dibesarkan. "Saya bilang ke mereka, ‘saya percayakan proyek ini ke you 100%. Silahkan you kembangkan! Kalau you bisa, akan mendapat uang yang berbeda dengan skema karyawan biasa’. Saya ajak mereka berpikir sebagai usahawan," tutur Ramdani yang terus mengajak karyawannya berpikir 20 tahun kedepan.
Mengelola bisnis infra seperti dijalankan NI, menurut Ramdani, membutuhkan pendekatan dan tipologi karyawan yang berbeda. Dan menurut pengalamannya, akan sulit dikerjakan karyawan yang pola kerjanya jam 5 sore sudah ingin pulang kantor. "Bisnis merger and acquisition nggak mungkin dikerjakan tipe karyawan demikian. Harus yang mau kerja keras, terkadang harus menginap di kantor," sebutnya. Dengan kata lain, salah satu yang membuat sukses, Ramdani memilih tim yang punya semangat perjuangan yang militan.
Dalam memilih karyawan, Ramdani lebih mementingkan pengalaman. "Sekolah itu perlu, tapi jam terbang lebih penting," ujar peraih gelar Master of Science dari Monash University, Melbourne, Australia ini. Ia menganalogikan dengan dokter yang lulusan kuliah tinggi namun minim praktek dibanding dokter biasa namun sering terlibat di kamar bedah, tentu kualitasnya akan lebih bagus yang sudah biasa berpraktek. Ia juga menunjuk contoh anak buahnya yang bekerja di bagian TI, hanya lulusan STM di Makasar, namun bisa membuat program software yang sangat ekselen hingga membuat relasi dari Jepang geleng-geleng kepala melihat kemampuan karyawan itu.
Sebab itu Ramdani selalu mendorong anak buahnya untuk mempertajam pengalaman dengan makin banyak terlibat dalam pengerjaan proyek. Tak heran Ramdani juga lebih suka mendidik karyawannya dengan cara on the job training, bukan sekolah formal. Ia percaya karyawan akan berkembang baik bila biasa menghadapi masalah dan kreatif membuat solusi-solusi dari pemasalahan yang dihadapi. Di lain sisi, ia juga menyemangati timnya bahwa sejatinya tantangan yang mereka hadapi kini jauh lebih mudah dibanding era dirinya karena manajemen MI sudah memberikan fasilitas lengkap untuk menghasilkan karya. Kalangan mitra juga sudah sangat percaya dengan kiprah NI (bank, investor, dan mitra).
Ramdani teringat dulu sewaktu krisis harus menyelamatkan perusahaan yang benar- benar mengalami kesulitan. Untuk bisa mengentaskannya dari masalah, Ramdani harus membaut coretan simulasi penyelamatan yang jumlah mencapai ratusan skenario. "Kalau skenario ini maka resikonya begini. Namun dari situ saya belajar banyak dan berusaha kreatif. Kreatifitas itu harus diasah dari pengalaman, tidak bisa dari sekolah," pesan Ramdani. Dalam hal ini Ramdani selalu mendorong timnya agar bisa menciptakan ide-ide bisnis yang tidak ada dalam teori-teori yang sudah ada.
Kepada para pemimpin-pemimpin muda di perushaannnya, Ramdani selalu mengingatkan bahwa pada prinsipnya manusia semua sudah punya garis tangan (takdir) masing-masing. Namun di lain sisi juga harus meyakini bila melakukan hal yang baik maka hasilnya juga akan baik. 'Tugas kita melakukan sesuatu sebaik mungkin dan yakin bakal berhasil dengan kreatifitas yang terus kita bangun. Kita harus yakin itu. Kalau nggak yakin jangan jadi pemimpin," Ramdani mengulang pesan yang biasa ia sanpaikan.
Kreatifitas, bagi Ramdani, sangat penting untuk menyikapi masalah yang ada. "Coba kita ingat tahun 2008. Waktu itu aset kita hanya Rp 250 miliar, namun kita akan mengakuisisi perusahaan lain yang total asetnya Rp 2,7 triliun. Bagaimana ini bisa dan darimana uangnya? Tapi kita harus yakin itu bisa dan cari jalan, dengan mengombinasikan semua instrumen yang ada. Buktinya bisa," Ramdani memberikan contoh.
Setelah berhasil membawa biduk yang semakin besar -- dengan jumlah karyawan 800 orang, 17 anak usaha, dan total aset Rp 3,5 triliun -- Ramdani semakin meyakini bahwa pekerjaan terpentingnya, mengelola dan membangun karakter manusia (SDM) dan budayanya agar sejalan yang dia pikirkan. Saking perhartiannya pada aspek SDM, divisi human resources di NI berada langsung dibawah Ramdani, tidak dibawah direktur lain. Persoalan SDM dan budaya biasanya juga menjadi fokus utama ketika mengakuisisi perusahaan. "Dulu kita berpikir masalah utama dalam akuisisi adalah masalah uang. Ternyata bukan, masalah SDM dan penyamaan budaya," ungkap pria yang lulus kuliah program sarjana tahun 1985 ini.
Selama ini, dalam menangani perusahaan yang diakuisi, langkah pertama yang diambil: menyamakan visi SDM dan budayanya. "Kalau berbeda kita akan susah kerja. Makanya perusahaan yang diakuisisi itu harus diupgrade dulu sehingga bisa sama dengan cara kerja kita. Baru setelah itu kita bisa ngomong rencana kerja," Ramdani melanjutkan. Biasanya, bila ada perusahaan yang diakuisi, NI melakukan mixing SDM pengelola perusahaan itu. Selain itu juga membuatkan sistem baru dan memberikan training agar perusahaan baru bisa mengikuti irama kerja NI. Termasuk gaji yang pelan-pelan harus ditingkatkan hingga menyamai level NI. Bila perusahaan yang diakuisisi ukurannya besar, biasanya NI langsung mencari orang dari luar yang punya level kompetensi lebih tinggi dari direksi yang sudah ada untuk memimpin perubahan.
Masih dari sisi SDM, untuk membangun kekompakan, tiap tahun sekali Ramdani mengumpulkan seluruh karyawan pada acara gathering yang biasanya dilakukan di luar Jakarta. "Yang terakhir kemarin kita di Bali, 750 orang karyawan, termasuk para office boy, terbang ke Bali," katanya. Di lain sisi, untuk memudahkan koordinasi, di ruang kerja Ramdani di Equity Tower juga ada ruang pantau elektronik dan real time (dilengkapi layar monitor besar) yang dari situ ia bisa memantau perkembangan semua titik proyek NI, termasuk memungkinkan melalukan telewicara dengan mitra-mitra investornya di luar negeri secara langsung.
Setelah NI berjalan sekitar 10 tahun, Ramdani merasa yakin bahwa perjalanan bisnis NI berada pada jalur yang benar. Mimpinya untuk menjadikan NI sebagai perusahaan swasta penyedia infrastruktur masayarakat yang sama sekali tak mengandalkan APBN menjadi kian nyata. Terlebih bila melihat kinerja NI yang semakin sehat. Setelah melewati masa berdarah-darah dari 2006 sampai 2010, mulai tahun buku 2011 NI sudah bisa memetik laba positif. Sejak itu pertumbuhan bisnis dan labanya makin bagus.
Tahun 2014 ini, per September, PT Nusantara Infrastructure Tbk meraih pendapatan sebesar Rp 382,31 miliar, naik dibanding pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp 220,24 miliar. Laba kotor naik menjadi Rp 271,88 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp 145,80 miliar. Laba usaha naik menjadi Rp 156,35 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp 81,47 miliar. Sedangkan laba bersih tercatat Rp 80,24 miliar, naik dari laba bersih tahun sebelumnya yang Rp 33,90 miliar. Total aset NI per September 2014 mencapai Rp 3,55 triliun naik dari total aset per Desember 2013 yang Rp 2,58 triliun.
Kepercayaan kalangan pebisnis terhadap NI juga semakin kondusif. "Dulu kita cari proyek baru susah sekali, sekarang tiap hari ada saja proposal yang datang ke kita dan meminta kita masuk sebagai investor," kenang Ramdani. Demikian pula dalam kepercayaan dari kalangan perbankan. Awalnya ketika dirinya datang ke bank sering ditertawakan karena membawa proyek mimpi. Tidak punya uang namun keinginannya besar. "Jangankan untuk bertemu bos bank itu, untuk ketemu level head saja kita susah sekali. Kalau sekarang orang nomor satu di bank itu yang ingin bertemu kita," papar Ramdani. Kepercayaan publik semakin bertambah setelah kalangan investor asing dan private equity top dunia mau menanamkan modanya di NI. "Untuk bisa menggandeng mereka itu sangat tidak mudah. Proses due dilligence lama dan sangat ketat," Ramdani menceritakan pengalamannya.
Dr. Asnan Furinto, MBA, pengamat strategi korporat dan dosen Manajemen Strategis Binus University, melihat sukses NI tak lepas dari kepemimpinan Ramdani Basri yang sukses menerapkan model kepemimpinan demokratis dan bisa digolongkan pemimpin tipe coach. “Banyak hal menarik dari Pak Ramdani. Ia punya semangat mengembangkan intrapreneurship dan menghindari pendekatan micromanagement dalam mengelola organisasi. Selama ini banyak pemimpin bisnis yang melihat karyawannya hanya sebagai profesional murni. Itu pandangan klasik khas agency theory," kata Asnan. Keberanian dan cara Ramdani diyakini akan menciptakan intrapreneur-intrapreneur dalam organisasi.
Asnan hanya mengingatkan agar Ramdani jangan sampai melupakan penataan internal perusahaan. Pasalnya pertumbuhan anorganik melalu M&A bisa membawa risiko non alignment strategi antar anak perusahaan dan SBU di berbagai sektor infrastruktur (jalan tol, menara telekomunikasi, pelabuhan, energi dll). "Belum lagi unsur perbedaan budaya organisasi yang terbawa dari perusahaan yang diakuisisi NI. Semua unsur soft ini harus tetap ditata oleh NI walaupun mereka bergerak di sektor bisnis yang hard," pesan Asnan. Selain itu, pertumbuhan anorganik NI juga harus dijaga sustainabiltasnya dan jangan sampai mengorbankan pembenahan internal.
Kedepan tampaknya Ramdani terus ingin meneruskan mimpinya agar NI membangun semakin banyak infrastuktur untuk negeri tanpa bantuan anggaran negara. "Saya ingin Nusantara Infrastructure menjadi pilot project dunia swasta yang berhasil," ungkapnya. Setelah masuk di jalan tol, pelabuhan, penyediaan air bersih, tower BTS, dan pembangkit listrki, dalam waktu dekat juga akan menggarap bisnis pengelolaan bandara (airport). Toh demikian, dalam ekspansi pihaknya masih akan fokus di ceruk economic infrastructure dan belum akan menyentuh social infrastructure seperti sekolah dan rumah sakit. Ia yakin perusahaannya akan makin berkembang karena timnya sudah ditempa dengan mental industriawan yang punya kesabaran dan passion tinggi di bidang infrastruktur sehingga siap mengembangkan bisnis untuk jangka panjang.
Penulis; Sudarmadi.
wingdarmadi@gmail.com
Artikel menarik lainnya :
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Sukses Martua Sitorus Merintis Group KPN (Wilmar) Nan Berkibar Di Industri Sawit

Tak salah, Martua Sitorus adalah salah satu ikon penting industri sawit di Indonesia. Bukan karena ia punya kebun sawit terluas di Indonesia. Dari sisi kepemilikan kebun bisa jadi masih kalah dari Sinarmas Group, Salim dan Astra. Ia pengusaha hebat karena menguasai industri perdagangan dan pengolahan hasil sawit, termasuk industry refinery-nya. Wilmar Group / KPN Group miliknya merupakan pembeli terbesar minyak CPO dari berbagai pemilik kebun dan pabrik sawit di Indonesia. Wilmar yang mengolah dan mengekspornya ke berbaga belahan dunia. Perusahaan yang ia bangun sudah go public diSingapore Stock Exchange dan disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan publik berkapitalisasi pasar terbesar di bursa negeri jiran itu.
Wilmar International sekarang jua sudah familier bagi pemain agrobisnis di Indonesia. Kiprahnya tak sekadar jagoan lokal. Wilmar telah menjadi pemain dunia, mempunyai tak kurang dari 160 pabrik pemrosesan minyak sawit & minyak nabati di aneka macam negara termasuk Indonesia, Malaysia, China dan India.
Siapa sebenarnya Martua Sitorus & bagaimana ia memulai usaha?
Martua Sitorus merupakan sosok menarik lantaran di saat usianya baru 48 tahun sudah sanggup mengendalikan bisnis beromset miliaran dolar. Menurut sumber yang sangat dekat mengenalnya, Martua yang bernama Tionghoa, Thio Seng Hap adalah putra pemilik toko UD Sadar di Pematang Siantar ? Toko akbar yg menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. Di Pematang Siantar orang lebih mengenal Martua menjadi Ahok, anak kedua dari lima bersaudara. Keluarga Martua termasuk salah satu orang terkaya pada kota itu.
Ketika berusaha mulai menjalankan bisnis sendiri, Ahok dimodali 9 unit truk sang orang tuanya buat berbisnis transportasi di Medan. Di akhir 1980-an, Martua mencoba membuka pabrik palm kernel (produk sampingan kelapa sawit) kecil-kecilan menggunakan produksi sekitar 40 ton/hari pada Belawan. Martua pula belajar dagang minyak goreng yg dibeli menurut Grup Salim & Grup Sinarmas ? Dari sinilah Martua punya jejaring dengan 2 grup besar itu.
Ketika mulai membuka pabrik palm kernel itu pulalah Martua kenal dengan William Kuok, keponakan Robert Kuok, raja minyak sawit & raja gula pada Malaysia (Kuok Brothers) yg sangat populer di dunia. William merupakan Direktur Pengelola Kuok Group, sebagai akibatnya memang sangat berpengalaman dan dikenal secara internasional. Karena berselisih paham dengan Robert, beliau keluar dan merintis usaha sendiri yg kemudian bertemu dengan Martua.
Martua dan William rupanya berjodoh. Mereka lalu bergandengan tangan pada tahun 1991, melahirkan Karya Praja Nelayan (Grup KPN) yg berbasis di Medan. Beberapa perusahaan yg mereka dirikan ketika itu pada antaranya PT Bukit Kapur Reksa di Dumai; PT Multi Nabati Asahan (Tanjung Balai Asahan); dan PT Sinar Alam Permai (Palembang) yang menciptakan palm kernel. Tahun 1992, mereka membentuk pabrik penyulingan PT Bukit Kapur Reksa pada Dumai.
Kehebatan Martua, menurut sumber yang tidak mau dianggap namanya, merupakan anak belia yang low profile, pekerja keras dan punya lobi yang indah di sejumlah perusahaan perkebunan (PTP). Di KPN, meski sebagai dirut, Martua biasa terjun eksklusif pada segala hal. ?Semua beliau tangani, akan tetapi tetap ada tim manajemennya, menguasai secara detail seperti usaha orang-orang Cina pada biasanya,? Pungkasnya. Faktor primer mengapa Wilmar cepat membesar merupakan lantaran Martua menguasai local sourcing; sedangkan William menguasai pemasaran dan finansial termasuk menggunakan jaringan perbankan di luar negeri. Maklum, William telah punya nama saat pada Kuok Group. ?Itulah alasan mengapa Wilmar bisa terbang sehebat kini , lantaran dikelola 2 orang hebat,? Kata asal ini.
Maruli Gultom, mantan Presdir PT Astra Agro Lestari, mengakui, Wilmar merupakan galat satu perusahaan agrobisnis terbesar di Asia, dengan pemasaran meliputi Asia, Eropa & Afrika. Dia menilai Martua merupakan sosok yg hebat sebagai akibatnya mampu membesarkan Wilmar. Maruli sempat bertemu Martua saat menerima undangan makan berdasarkan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditas Malaysia, Datuk Peter Chin Fah Kui. Saat itu yang ada hanya Maruli, Peter Chin & Martua Sitorus. Dari dialog yang berlangsung, Maruli menyimpulkan Martua adalah orang yang diperhitungkan di negeri jiran. ?Dia masih belia dan energik,? Istilah Maruli.
Sementara itu, Akmaluddin Hasibuan, mantan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, jua mengamati usaha Wilmar memang berkembang sangat pesat. Menurutnya, Wilmar memulai usaha menurut hilirnya dulu, bukan pada perkebunannya (hulu). ?Sekarang telah masuk biodiesel, pupuk NPK, refinasi, & sebagainya,? Kata Akmaluddin.
Akmaluddin mengaku sudah kenal lama menggunakan Martua yang lulusan Fakultas Ekonomi HKBP Nommensen Medan, tempatnya mengajar. ?Beliau baru masuk menjadi mahasiswa, aku telah mengajar,? Pungkasnya. Kemudian setamat kuliah, Martua memulai bisnis mini -kecilan pada PTPN VI, pada bidang pengangkutan minyak sawit. ?Beliau memang betul-betul self-made man, membangun dirinya sendiri dan tahu apa yg diperbuat. Waktu mahasiswa, dia belajar dengan baik, & waktu berbisnis jua berbisnis dengan baik.?
Bungaran Saragih, mantan Menteri Pertanian RI, melihat keliru satu kunci sukses Wilmar lantaran merekrut orang-orang yg kapabel sehingga bisa menangani perusahaan yg sangat cepat bergerak, terintegrasi vertikal dan horisontal dengan baik. Jaringan internasionalnya ? Khususnya asal finansial ? Sangat bertenaga. ?Apabila nir bertenaga sumber finansialnya, tidak mungkin bisa melakukan perdagangan & akuisisi perusahaan,? Ujar Bungaran. Di usaha perkebunan sawit, Wilmar nir membangun sendiri, tetapi membeli. ?Dia mau cepat. Kalau menciptakan sendiri akan lama . Dia beli lalu diperbaiki. Lantaran sudah punya pasar, soal uang nir terdapat kesulitan,? Tutur Bungaran yg juga mengenal Martua.
Dalam pandangan Bungaran, Wilmar termasuk perusahaan ideal lantaran nir hanya berkiprah pada Indonesia, melainkan pemain global & disegani pada dunia. Mereka perusahaan trading yg bertenaga, dianggap pelanggan dan mau menyebarkan infrastruktur. ?Martua orang pertama yang membuat pelabuhan kelapa sawit. Dia sudah berpikir saat orang lain belum,? Tuturnya.
Wilmar sejatinya adalah sebuah kelompok perusahaan menggunakan dua wajah: Indonesia & Malaysia. Maklum pendirinya memang 2 orang, yang satu menurut Indonesia yakni Martua Sitorus (48 tahun) asal Medan, & satunya lagi menurut Malaysia, Kuok Khoon Hong alias William Kuok (58 tahun). Begitu juga dengan nama Wilmar, yg singkatan menurut Wil(liam) dan Mar(tua). Dua entrepreneur hebat inilah yang kini sedang menjadi pembicaraan hangat di kalangan usaha minyak botani olahan dunia. Apalagi Wilmar baru saja menjalin aliansi menggunakan Archer Daniels Midland Company, perusahaan minyak botani olahan terbesar dunia yg masuk Fortune 100.
Perusahaan ini tidak sekadar bergerak dari atas ke bawah (hulu ke hilir) tetapi ke kanan dan ke kiri. Artinya, bisnis-bisnis lain juga dikembangkan, seperti pupuk NPK Sentana sekitar tahun 2004, pabrik biodiesel sejak tahun 2005, dan saat ini sedang bergerak ke bisnis chemical oil. Wilmar juga didukung infrastruktur yang cukup kuat, baik untuk transportasi laut maupun darat. Pihaknya memiliki beberapa kapal tanker berkapasitas 10-20 ribu ton, dan segera membeli kapal berkapasitas di atas 30 ribu ton.
Soal taktik investasi, Wilmar relatif sedikit tidak sama menurut perusahaan kelapa sawit lain, lantaran mempunyai strategi investasi jangka panjang. ?Kami nir berpikir investasi kini wajib balik kapital tiga tahun lagi. Kami berpikir benar-benar bahwa investasi kami strategis,? Ujar asal itu. Sebagai contoh, Wilmar menginvestasikan jutaan dolar buat pengembangan infrastruktur tempat industri Dumai. Tidak poly perusahaan yang mau melakukannya karena mahal & return-nya lama . Tetapi, bagi Wilmar tempat industri Dumai bakal sebagai kawasan terintegrasi minyak kelapa sawit yang lengkap.
Wilmar listing pada Singapura lantaran bursa Singapura lebih likuid dan stabil. Singapura selalu sebagai tempat yang strategis. Kendati demikian, kegiatan operasional pada Indonesia tetap dilakukan di Medan. ?Singapura hanya menjadi headquarter buat konsolidasi, namun semua keputusan diambil pada masing-masing unit,? Pungkasnya. Ke depan, Wilmar akan konsisten berbagi perkebunan selama arealnya tersedia & masih dalam koridor hukum. ?Per tahun kami berencana membentuk kebun kelapa sawit 30-40 ribu ha.?
Yang menarik, cepatnya pertumbuhan bisnis Wilmar diiringi pula kinerja keuangan yg terus kinclong. Tentu saja hal itu sebagai kabar gembira bagi investor publik yg memegang sahamnya. Per Desember 2007, nomor return on average asset Wilmar 13,tiga% dan semester I/2008 semakin tinggi sebagai 16,6%. Lalu, dicermati berdasarkan return on average capital employed, tahun 2007 sebesar 11,5%, ad interim semester I/2008 menjadi 14,9%. Tak hanya itu, berdasarkan parameter angka NAV per saham, Desember 2007 sebesar 122,9% dan semester I/2008 mencapai 132,1%.
Bisnis utamanya merupakan perdagangan, pemrosesan minyak sawit & minyak botani, selain usaha perkebunan tentunya. Bisnis perdagangan dan pemrosesannya punya pendapatan yang jauh lebih akbar ketimbang usaha perkebunannya yg hanya berkontribusi lima% menurut total pendapatan gerombolan iniDi China, sebut model, gerombolan ini dikabarkan tidak kurang punya 20 pabrik penyulingan. Belum termasuk yang pada Indonesia & Malaysia. Perusahaan ini punya land bank perkebunan 500 ribu ha di beberapa negara ? Sebagian besar di Indonesia & Malaysia. Luas kebunnya yang sudah tertanami per kuartal II/2008 mencapai 215 ribu ha, dan kebun yang sudah panen 137,7 ribu ha. Mereka memasarkan produknya ke 50 negara pada global menggunakan penekanan di 5 area: Indonesia, Malaysia, Cina, India & Eropa.
Tak galat, Martua & Wilmar adalah contoh tepat pebisnis yang sukses melakukan lompatan kuantum. Maklum, baru mulai tahun 1991, kini skala bisnisnya telah berkelas dunia.
Penulis : Sudarmadi
Kisah bisnis menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo & Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Sosok Di Balik Sukses Jaringan Resto Takigawa

Inilah kisah dan sosok dibalik sukses jaringan restoran jepang Takigawa yang kini sudah punya puluhan outlet di Indonesia dan juga eksis di bisnis penyewaan tenda. Pendirinya memulai bisnis dari nol. Outletnnya sudah ada di puluhan lokasi, termasuk di Senayan City, Citos, Atrium Setiabudi, dan banyak lagi. Bagi warga menengah-atas Jakarta tentu sangat sangat kenal restoran Takigawa. Ini salah satu pioner jaringan resto Jepang di Indonesia.
Sukses jaringan resto ini tak lepas dari keuletan pendirinya, yakni pasanganAndrian Rosano dan Renny F.Kedua yang sama-sama lahir tanggal 10 Februari 1972 ini sudah berteman baik sejak di bangku SMP. Keduanya justru memulai bisnis dari penyewaan tenda. Perusahaan yang dibangun sejoli ini sekarang dikenal sebagai raja bisnis penyewaan dan dekorasi tenda di Indonesia. Jasanya sudah sering dipakai kalangan berduit di Jakarta dan beberapa kota besar lain.
Dua sejoli ini memulai mengasah kewirausahaannya waktu keduanya kuliah pada Universitas Trisakti. Modalnya seadanya. Andrian sendiri semasa masih bersekolah di sebuah Sekolah Menengah Atas di Surabaya, pernah belajar bisnisa dengan berdagang produk output bumi impor. Ia biasa membeli hasil bumi misalnya bawang dari Pelabuhan Tanjungperak, lalu beliau jual ke para pedagang pada pasar-pasar Surabaya. ?Pokoknya apa saja saya lakukan buat menyambung hidup pada Surabaya,? Kata Andrian mengenang. Sewaktu pulang ke Jakarta dan kuliah di Fakultas Hukum Trisakti, Andrian pun kuliah sambil berbisnis. ?Lantaran itu, aku dikenal sang teman-teman sebagai PDG, alias pedagang, hahaha,? Ujarnya.
Bersama Renny, ia kemudian mendirikan perusahaan dagang (trading company). ?Waktu itu aku dagang secara serabutan. Dagang apa saja. Saya pernah jadi agen pemasang iklan mini . Pernah juga jadi agen koran dan majalah yg bisnisnya mulai menurut jam tiga pagi,? Ujarnya. Karena disambi, Andrian mengaku baik usaha maupun studinya kurang optimal. Namun, jika pada jadwal kuliah terdapat janji bertemu rekanan usaha, umumnya dia memilih meninggalkan kuliah demi usaha. Tak heran, beberapa kali ia mengajukan cuti kuliah & sering menghilang berdasarkan kampus. Ia merasa kuliahnya sanggup terselesaikan lantaran friksi orang tua & calon mertua.
Sewaktu menjadi agen sebuah media Andrian merasa memperoleh pengalaman krusial yang kelak memengaruhi pilihan bisnisnya. Selama menjadi agen media itu ia merasa diperlakukan kurang fair. Karena masih belia dan termasuk agen baru, ia hanya diberi diskon 20%, sedangkan agen lain menerima diskon 30%. Dengan cara itu beliau merasa bisnisnya nir akan kompetitif dan sulit menjadi angka satu. ?Katanya sih memang ada mafianya jua,? Ujarnya. Tak heran, sejak itu Andrian bercita-cita suatu ketika jikalau membesarkan usaha sendiri tidak ingin tergantung dalam prinsipal. ?Saya harus jadi prinsipalnya, agar saya bisa memilih strategi aku sendiri,? Ucapnya tandas.
Untuk menemukan usaha yg tak tergantung dalam prinsipal itu, pasangan Andrian-Renny sudah mencoba menjalankan banyak sekali usaha, seperti bisnis parsel. Ketika naik pelaminan, muncullah ilham buat berbisnis penyewaan dan dekorasi tenda. Sumber inspirasinya merupakan sebuah buku perkawinan terbitan luar negeri. ?Kenapa kami tidak mencoba menciptakan misalnya ini sendiri?? Pikir Andrian kala itu. Kebetulan pula, tenda seperti dalam kitab itu belum ada di Indonesia. Keduanya kemudian tetapkan dekorasi dan tenda pelaminan mereka dibentuk sendiri, dengan bantuan teman-sahabat. ?Menjelang tengah malam midodareni, calon pengantin prianya terdapat pada genteng, pasang-pasang tenda sendiri,? Istilah Renny mengenang sambil tertawa.
Ternyata, sebagian besar tamu yg datang memuji tendanya. Lantaran itulah, Andrian-Renny berpikir buat membisniskannya saja. Apalagi, keduanya merasa, bisnis penyewaan & dekorasi tenda misalnya yang mereka inginkan, belum dimasuki orang lain. Tahun 1995, pasangan ini mulai menggelindingkan usaha penyewaan dan dekorasi tenda, menyasar kalangan menengah-atas.
Bisnis ini dikibarkan menggunakan merek Ten Party dengan payung bisnis PT Cipta Arta Sepuluh ? Nama ten dan sepuluh dipakai buat mengenang pasangan ini sama-sama lahir tanggal sepuluh dan hingga waktu itu sudah berpacaran sepuluh tahun. Desain, model, warna & bahan-bahan tenda Ten Party dibuat sendiri. Bersamaan dengan dimulainya bisnis tenda, usaha trading lainnya ditutup. ?Kami wajib penekanan. Semua modal kami alihkan ke usaha tenda ini,? Pungkasnya. Waktu itu kapital awalnya lebih kurang Rp 400 juta, diambil menurut laba dan kapital usaha sebelumnya. Uang sebanyak itu habis buat membeli bahan-bahan tenda, gudang, dan perlengkapan pendukung.
Ternyata bisnis tenda tidak segampang yg dibayangkan. ?Awalnya susah banget. Segala upaya kenaikan pangkat kami lakukan, tapi nggak terdapat yang menelepon,? Renny membeberkan. Upaya promosinya diantaranya lewat radio, media cetak, bikin spanduk, dan menunjukkan brosur. Bahkan, pengantin baru ini hingga membagi-bagikan brosur ke pom-pom bensin dan persimpangan lampu merah. Toh, belum kunjung datang hasilnya. ?Rupanya konsumen ngeri, tenda kami dianggap terlalu mengagumkan. Apalagi, ketika itu tema kenaikan pangkat kami adalah ?Hadirkan Ballroom di Halaman Rumah Anda?,? Ujar Andrian mengenang. Spesifikasi tenda dan dekorasinya memang cukup keren: menggunakan lampu gantung, lantainya parket, dan sebagainya. Harga sewanya juga 10 kali lipat menurut harga sewa dalam umumnya. Kalau yang lain Rp dua.000 per m2, tarif sewa tenda Ten Party Rp 20.000 per m2.
Toh, sesulit-sulitnya jalan niscaya ada celahnya. Rupanya sesudah beberapa bulan dikibarkan, terdapat satu-2 orang yang lalu tertarik mencoba jasanya. ?Mereka ini gerombolan orang yg nir peduli menggunakan harga, yang penting hasilnya cantik. Beliau-dia inilah yg menggunakan jasa kami di masa awal,? Istilah Andrian. Dari sedikit orang itu lalu berkembang menjadi banyak pelanggan. Maklum, sehabis mereka melihat hasilnya pribadi di pesta yg dihadiri, mereka merasa terkesan. ?Dari satu pesta sebagai 3 pesta. Dari tiga pesta sebagai 9 pesta, & seterusnya. Bisnis kami berkembang misalnya telur yang menetas. Lantaran itu, kami yakin sekali, promosi paling efektif pada global merupakan berdasarkan lisan ke lisan (word of mouth). Apalagi, bisnis kami ini bukan produk massal, akan tetapi butik,? Andrian menampakan menggunakan berfokus.
Dari getok tular itulah bisnis tenda Ten Party makin berkembang, bahkan juga ke luar kota seperti Medan, Bandung, Surabaya, Makassar & Samarinda. Jika pada bulan-bulan pertama sebulan hanya mengerjakan pesanan satu pesta, menginjak tahun ke 2 per minggu sanggup mengerjakan 7 event pesta. Ketertarikan para pengguna ini disebabkan desainnya yg berkelas, latif, unik dan customized (misalnya, pengguna bisa memesan modelnya sinkron menggunakan kesukaan apakah terbaru, klasik, etnik, dan sebagainya). Jurus layanannya merupakan menghadirkan suasana ballroom di page tempat tinggal klien, menggunakan kapital alat-alat & tendanya.
Hingga kini tak sedikit kalangan menengah-atas yang menjadi pelanggan Ten Party. “Misalnya pernikahan kalangan selebriti seperti Syahrul Gunawan, Cut Tari, Tia Ivanka. Kalau dulu pernikahan Mbak Tata & Mas Tommy, Yenny Rachman, Dandy Rumakna & Lulu Tobing, dan lain-lain. Kami nggak enak menyebutkan satu-satu,” papar Andrian. Setelah itu, ternyata juga ada beberapa perusahaan yang menyewa jasa Ten Party untuk mendesain venue di proyek properti mereka. “Kami juga dipandang sebagai konseptor venue karena biasa menyulap sebuah tempat menjadi seperti yang diinginkan pemiliknya. Banyak orang besar yang meminta bantuan kami,” ungkap Andrian sambil menambahkan, soal tarif buat mereka tergantung pada kompleksitasnya, dari Rp 15 juta (di dalam gedung) hingga di atas Rp 1 miliar. “Ini bisnis seni, sulit ditetapkan standar harganya,” Andrian menegaskan.
Mince Tinton Suprapto adalah salah satu pelanggan sekaligus mitra bisnis Ten Party. Istri pembalap senior Tinton Suprapto ini juga berbisnis di bidang dekorasi, tapi bidangnya nontenda. “Saya sering pakai Mas Andrian untuk acara-acara di sirkuit Sentul,” kata Mince. Ia mengaku klop dengan pengelola Ten Party, sehingga kerja samanya cukup awet. “Andrian bisa mendesain dan memvisualiasi konsep-konsep desain yang saya inginkan,” tutur ibunda Ananda Mikola dan Moreno ini.
Meski Ten Party kini sudah bisa dibilang sukses, bukan berarti tidak ada riak dalam perjalanannya. Contohnya, Ten Party pernah mengalami overload. Karena permintaan yang membludak – pernah dalam sehari mengelola 10 event pesta – Ten Party sempat kewalahan. Tenaga kerja dan peralatannya diambil secara cabutan. “Waktu itu kami merasa bisa mengerjakan dengan mudah. Padahal ada sesuatu yang kami lupakan. Semua dibuat berdasarkan sistem sehingga personal touch seorang Andrian jadi berkurang. Tak heran ada beberapa pelanggan yang komplain kenapa tidak sebagus biasanya,” Andrian bercerita. Belajar dari sana, Ten Party mulai membatasi per minggu maksimum mengelola lima acara pesta. Kecuali, kalau ada permintaan dari pelanggan lama yang sudah loyal. “Misalnya keluarga Mbak Tutut. Bila tiba-tiba telepon minta tolong untuk mengelola acara keluarganya, masak kami mau menolak? Nggak mungkin, apalagi beliau sudah lama memakai jasa kami.”
Menjelang tahun kelima bisnis tendanya, Andrian-Renny mulai memikirkan bisnis lain yang dibutuhkan di tiap pesta selain dekorasi dan tenda. Mereka melihat peluang di bisnis katering. “Food & beverage biayanya terbesar di tiap pesta,” Andrian memberi alasan. Namun, ia berpikir tak asal menyediakan jasa katering, melainkan harus bisa menyediakan makanan sehat yang siklusnya bisa bertahan lama. Dari situ dipilihlah masakan Jepang. Kebetulan Andrian-Renny dan anak-anak mereka memang penggemar berat masakan Jepang, sehingga tahu cukup banyak. “Waktu itu belum ada katering masakan Jepang yang menonjol. Yang ada dari hotel-hotel besar saja,” kata Andrian.
Agar usaha katering masakan Jepang ini sukses, pasangan ini tak mau tanggung-tanggung. Mereka menyempatkan pergi ke Jepang untuk survei masakan Negeri Matahari Terbit itu, hingga masuk ke jalan-jalan dan warung-warung kecil di Tokyo. Keduanya mencari ide-ide masakan Jepang dan cara mengolahnya, termasuk masakan yang belum dipopulerkan resto-resto Jepang di sini tapi potensial dikembangkan. Kesimpulannya, mereka harus berani menghadirkan jasa katering masakan Jepang yang lengkap. Simpelnya, seperti lima restoran disatukan. Ada sukiyaki, chankonabe, sushi, shabu-shabu, dan sederet masakan Jepang lainnya.
Agar investasinya cepat balik, Andrian berpikir sekalian saja mendirikan restoran Jepang. Pasalnya, kalau cuma mengandalkan jasa katering, sulit sekali mencapai titik impas, sebab dapur dan peralatannya khusus dan mahal. Toh, mereka terbentur masalah besar, yakni: modalnya belum ada.
“Modalnya belum ada. Kami kan bukan anak konglomerat. Jadi, kami harus menabung dulu dari bisnis Ten Party,” ujar Andrian. Baru sekitar empat tahun sejak ditemukannya ide itu, Andrian-Renny merealisasikan usaha katering plus resto Jepang. Resto besutannya itu dinamai Takigawa – dalam bahasa Jepang, takigawa berarti air terjun yang mengalir. Gerai pertama di Jl. Panglima Polim, Jakarta Selatan. Jadi, di resto ini pula usaha katering masakan Jepang digelindingkan bersama-sama. Luas tanahnya 350 m2 dan kapasitas tempat duduk untuk 120 orang. “Kami tidak menyewa konsultan atau manajer. Kami berdua inilah manajer dan konsultannya,” kata Andrian mengenang saat merintis usaha resto lima tahun lalu.
Toh, lantaran tak ingin gagal, Andrian-Renny membajak 7 orang chef terbaik dari 7 resto Jepang paling top di Jakarta. Ketujuh ahli masak ini dijadikan karyawan, dan dengan mereka, Andrian-Renny mengajak bersama untuk menemukan formula masakan Jepang yang sesuai dengan lidah konsumen Indonesia. “Kami tak semata-mata mengumpulkan menu dari ke-7 orang itu. Kalau cuma itu nanti jumlah menu kami bisa banyak banget, dan kalau dibukukan bisa setebal Al Quran. Kami menciptakan menu baru yang harus lulus tes lidah 9 orang tadi,” Andrian menguraikan. Dengan cara ini, Takigawa bisa melahirkan menu-menu masakan yang lengkap dan disukai, selengkap empat-lima restoran dijadikan satu. Sebagai contoh, ada nigiri sushi, kamameshi, kushiyaki, sashimi, temaki, shabu-shabu, dan bakmi. “Kami salah satu pionir jenis restoran Jepang bernuansa fusion cuisine di Jakarta,” ucap Andrian bangga. Sebagai konsekuensi pencampuran ide itu, apalagi dapurnya juga melayani jasa katering, membuat dapur Takigawa complicated. Tak heran, untuk dapur saja butuh tiga lantai sendiri.
Cara promosi yang dilakukan sejoli ini untuk mengorbitkan Takigawa juga menarik. Yakni dengan merekrut selebriti dan kalangan sosialita untuk jadi PR agent Takigawa. Misalnya ada Marissa, Ivy Purwita, Dina Lorenza dan Davina Veronica. Mereka ini sosok yang sering tampil di majalah-majalah sosialita. “Daripada ngerumpi doang, mereka kami ajak ngerumpi di Takigawa, dan dapat gaji lagi,” ungkap Andrian. Sebenarnya tujuan Andrian mengajak komunitas artis itu agar mereka mau mencoba sajian di Takigawa. Karena itu, sebagai endorser mereka hanya dipakai dua-tiga bulan, dan biasanya lalu diganti selebriti lain. “Sebab, kalau sudah dua-tiga bulan seluruh kawan dan keluarganya mungkin sudah diajak ke Takigawa. Dari situ diharapkan akan ada beberapa pelanggan yang sudah mencoba kemudian loyal,” Andrian membeberkan jurusnya.
Kombinasi citarasa masakan yang pas, plus promosi yang mengena, rupanya membuat penetrasi Takigawa relatif cepat. Adapun bisnis kateringnya berjalan dengan baik pula. Sehingga, sejoli ini makin percaya diri untuk membuka gerai berikutnya, yakni di La Piazza, Kelapa Gading, mal milik Grup Summarecon. Bila luas lahan untuk gerai pertamanya hanya 350 m2, di La Piazza luasnya lebih dari 1.000 m2. “Sampai sekarang gerai kami yang terbesar masih di La Piazza,” kata Andrian. Menariknya lagi, untuk menempati gerai ini Takigawa tidak dikenai biaya sewa sepeser pun karena memakai pola bagi hasil (revenue sharing). “Kami ke sana cuma bawa peralatan dapur dan furnitur, selebihnya sudah disediakan manajemen La Piazza. Sangat efisien,” ungkapnya bangga. Konon, ini semua bagian dari tanda terima kasih Sutjipto Nagaria, pemilik Grup Summarecon, karena Andrian telah membantu mengonsep dan mendesainkan venue La Piazza. Resto ini juga disambut pasar cukup baik. Karena itu, tahun berikutnya Andrian-Renny langsung membuka lagi satu gerai Takigawa di Setiabudi One (Atrium Setiabudi), Kuningan, Jakarta.
Melihat resto Takigawa yang selalu ramai, beberapa pelanggan Takigawa datang ke Andrian-Renny agar mereka diberi kesempatan memiliki Takigawa. “Terus terang kami awalnya bingung bagaimana memenuhi permintaan teman-teman itu,” cerita Andrian. Karena merasa tidak enak, akhirnya Andrian mempersilakan teman-temannya untuk bekerja sama dengan pihaknya menggunakan pola waralaba. “Terus terang kami nggak pernah menawarkan franchise kami. Mereka yang datang meminta ke kami karena sudah menjadi pelanggan Takigawa. Kami setujui beberapa figur supaya sekalian bisa jadi public relations,” tutur Andrian.
Namun, ia menegaskan prinsipnya tak ingin menjual hak waralabanya secara massal. Karena itu, ia tak pernah mau ikut pameran. “Resto kami ini resto butik. Kami harus hati-hati mengembangkannya. Kami tidak cari uang dari menjual royalti waralaba. Kami juga harus memastikan investor kami untung,” Andrian menuturkan beberapa prinsip bisnis restonya. Itu saja tak cukup. Harus didukung dari sisi komunikasi. “Kami dan dia (investor) juga harus klop kalau mengobrol, karena kerja sama franchise untuk 10 tahun. Bayangkan, kalau 10 tahun bertengkar melulu? Harapan kami, kalau berbisnis selain dapat uang juga harus senang kan.”
Andrian menambahkan, saat ini terus ekspansi membuka jaringan restonya. Ia bekerjasama dengan para pemodal dengan pola kerjasama bagi hasil dan juga ada yang pola franchise. Model kerjasama ia susun sendiri dan bersifat unik sehingga berbeda dengan para pengelola franchise lain. Dalam memilih mitra Andrian selalu memilih investor yang mau bekerja keras dan bervisi jangka panjang.
Dalam hal event, Andrian berusaha menjaga eksklusivitas, sehingga per minggu hanya menangani lima event. “Kami ingin melayani pasar kami sendiri yang sudah loyal selama ini.” Bisnis tenda dan dekorasinya itu ternyata sudah pula diwaralabakan lima tahun lalu, sebab banyak yang tertarik setelah melihat Ten Party menggelar tendanya di beberapa kota besar seperti Medan, Makassar, Bandung, Semarang, Surabaya dan Samarinda. “Ten Party termasuk bisnis tenda dan dekorasi yang sudah punya mitra waralaba,” katanya bangga. Franchisee Ten Party antara lain sudah ada di Bandung, Surabaya dan Samarinda. “Kami di Jakarta yang jadi motor desainnya, dan alat kami juga diputar hingga ke daerah,” ungkap Andrian.
Kini, bisnis Andrian-Renny sudah mempekerjakan lebih dari ratusan orang. Menariknya, mereka memberikan bagian saham di perusahaan holding kepada beberapa karyawan senior yang sudah menunjukkan loyalitas, kompetensi dan kejujurannya. “Saya berharap ini bisa menjadi tabungan bagi anak-anak mereka kelak ketika mereka sudah tidak bekerja lagi,” kata Andrian bijak. Ya, selama ini sang pasutri mengelola perusahaannya dangan cara kekeluargaan, seperti hubungan bapak-ibu dengan anak-anaknya. Setiap karyawan bebas meneleponnya untuk konsultasi. Tak heran, karyawannya cukup loyal. “Tujuh chef yang kami ajak saat pertama mendirikan resto juga belum ada satu pun yang keluar,” kata Andrian sembari menyebutkan bahwa bisnis utamanya adalah bisnis tenda.
Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu resep bisnisnya bisa maju – baik di bisnis tenda maupun resto – adalah karena inovasi. Apalagi di kedua bisnis itu kini persaingannya makin ketat. Di bisnis tenda misalnya, kini banyak pengusaha keturunan India dan Tionghoa yang masuk. Kalau dulu ia tergolong perintis yang membuka pasar, sekarang pemainnya sudah ratusan. “Kami bisa bertahan karena inovasi. Kalau kami meleng sedikit saja pasti disalip kompetitor,” katanya. Menyadari tingkat persaingan yang tinggi, semua desain Ten Party telah dipatenkan agar tidak dijiplak seperti pada era sebelumnya. Cara ini juga dilakukan di bisnis resto yang dapurnya dipusatkan di kediaman mereka di bawah komando langsung Renny, supaya aman dari peniruan.
Andrian menyebut bisnisnya berkembang karena dari awal ditekuni sendiri. “Kami sendiri yang mengopeni. Kami percaya, kalau menekuni bisnis sebaiknya memang mesti menceburkan diri, dan mendalami agar benar-benar bisa mengerti. Sehingga apes-apesnya bisnis kami nggak jalan atau tutup, paling tidak kami sudah dapat satu, yaitu ilmunya. Ilmu itu modal yang paling mahal kalau ingin sukses,” Andrian menerangkan filosofinya. “Lagi pula, bisnis yang diopeni dan ditekuni sendiri oleh sang pemilik, biasanya akan lebih maju karena ada personal touch dan passion dari sang pemilik.” (Penulis: Sudarmadi)
Kisah bisnis menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Kiat Mengembangkan Bisnis Resto Ala Pendiri Urban Kitchen dan Mangkok Putih

Hobi makan tak selalu jelek. Buktinya, dari hobi makan ini, Andrew Santoso menjadi wirausaha wan sukses di bisnis restoran. Kini, Andrew memiliki dan mengelola resto Mangkok Putih yang sudah punya banyak cabang, serta punya boutique food court di Senayan City bernama Urban Kitchen. Juga mendirikan resto yang happening seperti LOEWY Gastropub, Meja Kitchen, Pepin &Malloy Hot Dogs, Miura Pintxos Bar & Grill, Miura Pintxos Bar, Embassy, Score, Portico, dan Domain.
Kiprah Andrew di bisnis resto tak lepas dari masa lalunya ketika kuliah di Jurusan Pemasaran Bentley College, Boston, Massachussets, Amerika Serikat. Di sana ia yang gemar makan kerap mengunjungi China town untuk menikmati berbagai menu, khususnya mi. Segala macam bakmi dari Asia, termasuk bakmi Vietnam dan Thailand, disantapnya. Setelah kembali ke Indonesia, ia melihat bakmi hampir seragam. Maka, ia memulai bisnis resto dengan mengembangkan resto Mangkok Putih yang konsepnya menyediakan bakmi dari berbagai negara, terutama Asia. “Yang kami tonjolkan dalam branding bukan bakminya, tapi Mangkok Putih, agar tidak head-to-head dengan merek-merek bakmi lain,” Andrew menjelaskan kiatnya.
Resto Mangkok Putih pertama dibuka di daerah Mendawai, Kebayoran, dengan luas 70 m2. Desain interior Mangkok Putih menganut jenis noddle bar. Ada beberapa bar dalam satu resto yang masing-masing pemasaknya berbeda. Ada bar untuk bakmi goreng, rebus, kukus, dan lain-lain. “Resep pengolahan kebanyakan dari ibu saya. Idenya kami ambil dari buku-buku resep, lalu kami olah agar pas dengan lidah orang Indonesia” kata Andrew seraya menjelaskan, ibunya jago masak. Jenis bakmi yang terkenal di Mangkok Putih antara lain bakmi bebek panggang, bakmi telur, bakmi Thailand, kwetiau, bakmi ijo, dan udon. Selain itu, juga ada menu yang lebih umum, seperti nasi goreng.
Diakui Andrew yang pernah menjadi pramusaji di Boston, Mangkok Putih tak direncanakan berekspansi terlalu kencang dengan pola waralaba karena awalnya memang merupakan bisnis keluarga. Manajemen ditangani Andrew dan adiknya, Anita Santoso. Modal awal Mangkok Putih sepenuhnya dari orang tuanya, sebesar Rp 50 juta untuk gerai pertama pada 2001. Kemudian tiap tahun rata-rata menambah satu gerai baru – lebih luas dan investasinya lebih banyak, Rp 200 juta/gerai. Kini Andrew mengelola 6 cabang Mangkok Putih yang semuanya berlokasi di Jakarta.
Setelah merasa mantap berbisnis resto, Andrew tertarik mengembangkan konsep resto baru hingga kemudian lahirlah Urban Kitchen (UK) di Senayan City lantai 5. Sebelumnya ia melihat, pilihan resto di Jakarta banyak, tapi kadang membingungkan para penikmat untuk memilihnya. “Dengan Urban Kitchen, semua pilihan menjadi jelas karena tiap pengunjung bisa memilih langsung hidangan yang hendak mereka santap,” ujarnya bernada promosi.
Berbeda dari Mangkok Putih yang dimiliki penuh keluarganya, UK didirikan 8 investor, termasuk Andrew. Tujuh investor lainnya merupakan kolega Andrew. UK berkonsep boutique food court. Pihaknya menyewa area seluas 1.500 m2, lalu ditawarkan ke kalangan pemilik resto untuk buka gerai bersama-sama di dalamnya. Andrew mengklaim UK merupakan satu-satunya di Indonesia. UK menawarkan berbagai makanan dengan harga bervariasi, Rp 20-90 ribu.
Desain interior UK terbagi dalam empat konsep, yaitu ethnic Asian, modern European, indoor terrace dengan lokasi outdoor, dan library café dengan sofa dan kursi yang cozy serta atmosfer yang nyaman. Sebenarnya, ide membangun UK sudah ada tiga tahun silam, tapi kesiapan konsep, lokasi dan mental memang baru datang belakangan. “Kami harus cari tempat yang tidak hanya luas, tapi pengelola malnya harus satu visi,” ujar Andrew yang melihat Senayan City cocok dengan target pasar UK. “Kami menyewa dalam durasi lima tahun, dengan harga sewa Rp 600 ribu/m2/bulan.”
Untuk pengisi tempat (tenant), pihaknya mencari yang punya ciri khas sehingga bisa mewakili masakan asal negara tertentu. “Saya cobain resto satu per satu, mana yang kira-kira bisa cocok dengan daerah Senayan City, lalu kami datangi satu per satu dan kami tawarkan konsepnya,” kata Andrew. Menurutnya, para tenant tak perlu modal besar. Istilahnya, tinggal bawa alat dapur saja. Bentuk kerja sama dengan tenant adalah kontrak sewa tempat selama lima tahun plus bagi hasil. Masing-masing tenant diberi tempat dengan luas sama, 30 m2.
Kini, berkapasitas 450 tempat duduk, UK menampung 12 gerai resto terkemuka yang menawarkan beragam masakan. Mulai dari masakan Indonesia (Nasi Liwet Keprabon, Mangkok Putih, Woku-Woku dan Savoy), masakan Cina (My Kitchen), masakan Barat (Hot Pepper), masakan Italia (La Scala), masakan Malaysia (Little Penang), masakan Thailand (Sup-Sip), masakan Korea (Kung), sampai masakan Jepang (Sushi Groove). Selain itu, ada tiga bar di dalam UK, yaitu beverage bar, chocolate bar (Chocolate) dan coffe bar (Brew&Co). Masing-masing gerai di UK berkonsep open kitchen yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses pengerjaan makanan yang dipesan.
Linda Krisno, pemilik resto Hot Pepper -- salah satu tenant UK -- mengaku dari awal langsung tertarik melihat rencana Andrew dkk. membuat UK. “Saya yakin akan berhasil,” kata Linda yang juga pemegang waralaba resto Chillie's dari AS. Dalam tiga bulan ini, ia cukup puas dengan kinerja gerai Hot Peppernya. Jangan heran, ia berencana menambah gerai lagi kalau UK buka cabang baru.
Hal senada dikemukakan Theo Widjaja, salah satu pemilik Sushi Groove yang membuka gerai ke-6 di UK. Berhubung sudah mengenal Andrew dkk., Theo pun bersedia ketika ditawari bergabung di UK. “Secara konsep dan prospek kami melihatnya cukup bagus. Konsepnya baru di Indonesia,” ungkap wirausaha resto yang sukses itu.
Andrew yakin, UK akan terus berkembang. Kini pengunjung UK saat hari kerja rata-rata 700 orang/hari dan 1.000-1.200 orang saat akhir pekan. Kebanyakan pengunjungnya kalangan profesional muda saat hari kerja, dan pada waktu akhir pekan kebanyakan keluarga. Ia menargetkan per hari UK dikunjungi 1.500 orang dan mencapai breakeven point dalam tiga tahun. Untuk itu, pihaknya terus menggenjot langkah pemasaran, di antaranya melakukan cobranding dengan penerbit kartu kredit (Citibank dan Bank Mandiri), membuat program acara untuk komunitas ibu-ibu arisan, dan mengadakan gathering. Tentunya, juga terus mengandalkan promosi word of mouth dari jaringan kawan dan mitra bisnisnya. Ke depan, UK mencoba merambah mal-mal lain di Jakarta, dengan harapan tiap tahun tambah satu lokasi.
Urban Kitchen selalu mengambil lokasi yang premium. Misalnya anda bisa berkunjung ke Urban Kitchen Pacific Place. Saat memasuki boutique food court ini, pengunjung disambut lampu neon besar bertuliskan inisial Urban Kitchen yang terlekat di dinding. Urban Kitchen Pacific Place tampil baru. Urban Kitchen Pacific Place saat ini memiliki kapasitas 550 tempat duduk. Untuk kartu transaksi, Urban Kitchen menggunakan sistem kartu dianggap lebih mudah dan higienis dibandingkan harus membayar langsung dengan uang di tiap counter.
Untuk menu makanan, kini Urban Kitchen memiliki dua dapur utama yaitu Waroeng 100 Hari dan Internasional. Kehadiran Waroeng 100 Hari menjadi bentuk perayaan kekayaan dan kelezatan kuliner Indonesia. Berbagai makanan Indonesia populer dijual di Waroeng 100 Hari yang mengusung konsep kuliner temporer. Tak hanya makanan berat, disini juga ada Kios Tjemtjeman yang menyediakan bermacam camilan dan seruputan tradisional. Roti bakar selai lobi-lobi, pisang penyet, ketan susu duren, teh poci pantura, dan wedang uwuh menjadi bagian dari menu Kios Tjemtjeman.
Andrew pun belakangan terus tak berhenti berkreasi dengan mendirikan brand-brand resto baru yang happening. Bersama mitra-mitra bisnisnya, ia juga mendirikan LOEWY Gastropub, Embassy, Score, Portico, dan Domain, Meja Kitchen & Bar, Pepin & Malloy Hot Dogs, Miura Pintxos Bar & Grill, dan Miura Pintxos Bar & Grill. Masing-masing mengusung konsep resto yang berbeda. Berbisnis resto tak lepas dari kemampuan membaca tren dan melakukan inovasi, hal itu yang akan terus dipegang oleh Amdrew. "Industri F&B bergerak dengan cepat. Kami berinovasi agar sesuai dengan perkembangan tren di Jakarta," tutur Andrew Santoso berprinsip.
Penulis: Sudarmadi,
Kisah bisnis menarik lainnya:
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Enam Prinsip Kunci Kekayaan Pribadi dari Para Milyarder Dunia

Jika ada satu hal yg tampaknya paling banyak disetujui sang poly milyarder (dan orang-orang sukses lainnya) merupakan bahwa kesuksesan tiba jauh lebih gampang saat kita terdorong buat membantu orang lain lebih menurut diri kita sendiri. Tentu saja sangat krusial untuk menjaga diri kita jua, akan tetapi nir boleh hingga merugikan orang lain pada lebih kurang kita, atau planet yg indah loka tinggal kita ketika ini.
Nilai lain yang dimiliki oleh milyarder mencakup rasa tanggung jawab, mengikuti hasrat diri, dan mengambil resiko dalam perjalanan pengembangan pribadi kita. Daripada melihat kekayaan pribadi murni dari perspektif keuangan yang melayani diri sendiri, para milyarder menyarankan filsafat yang lebih mendasar, fokus kepada gambaran yang lebih besar.
Bayar pada depan
?Charles Koch, Ketua dan CEO dari Koch Industries, dengan asumsi kekayaan bersih sebesar 47,8 miliar dolar Amerika, menegaskan, "Agar bisa bertahan usang, usaha anda harus menaruh donasi pada rakyat dan kesejahteraan mereka. Kalau nir, siapa yg menginginkannya?"
Terlepas dari apakah anda mempunyai bisnis anda sendiri, asasnya permanen sama. Jika kita fokus pada donasi & sebagai kekuatan positif bagi masyarakat, kita akan menerima kesuksesan (finansial atau sebaliknya) jauh lebih mudah daripada jika kita hanya bekerja buat mengisi kantong kita sendiri.
Sederhanakan hayati anda??
Kita monoton dibombardir sang bisnis untuk membeli lebih banyak dan mengkonsumsi lebih poly. Kita dikondisikan buat percaya bahwa kita perlu hayati dengan cara tertentu, mengendarai mobil atau berpakaian tertentu menggunakan label desainer tertentu. Tapi apakah kita sahih-benar perlu membeli standar yg tidak penting ini? Meskipun kekayaan bersihnya senilai 73,3 miliar dolar Amerika, Warren Buffett masih tinggal di rumah senilai $ 31.500 yg dibelinya dalam tahun 1957.
Selain itu, kita jua memiliki John Caudwell, David Cheriton, & Chuck Feeney?3 milyarder teladan yg memilih buat berjalan kaki, bersepeda, atau naik kendaraan generik buat perjalanan sehari-hari mereka. Selain bisa membantu menjaga bentuk tubuh mereka, hal tadi pula ramah bagi lingkungan dan kantong mereka.
Mengumpulkan mal yg nir perlu menempatkan kita dalam treadmill keuangan yg kontinu daripada eskalator penghematan ke atas. Jadi lain kali, apabila anda tergiur untuk membeli kendaraan beroda empat atau iPhone keluaran modern, mungkin anda harus memikirkan kembali skala prioritas & bertanya pada diri sendiri apakah pembelian itu benar-sahih dibutuhkan.
Duduk di kursi pengemudi
Karl Albrecht (alm.) yang mendirikan rantai supermarket bonus Aldi senilai kurang lebih 25,9 miliar dolar Amerika & orang terkaya pada Jerman dalam waktu kematiannya dalam tahun 2014, menyebarkan pendapat yg dimilikinya:
"Kehidupan manusia tampaknya tidak terjadwal, tidak diarahkan, nir hayati, dan nir diinginkan. Hanya mereka yg secara sadar memikirkan petualangan hayati menjadi masalah dalam menciptakan pilihan di antara pilihan, yang sudah mereka temukan buat diri mereka sendiri, yg akan pernah membangun kontrol diri sejati, & menjalani hayati mereka sepenuhnya."
Intinya sederhana: semua yg kita lakukan (atau yang tidak kita lakukan) merupakan hasil pilihan. Pilihan kita. Meskipun hal-hal eksklusif mungkin berada pada luar kendali kita, dalam kenyataannya sebagian akbar dari apa yang terjadi pada diri kita merupakan output berdasarkan tindakan kita sendiri (entah sadar atau tidak). Jadi duduklah di kursi pengemudi dan mulailah sebagai arsitek hidupmu sendiri.
Ikuti hasrat diri anda
Jim Koch, pendiri Boston Beer Co. Mengatakan bahwa berkonsentrasi pada hasratnya daripada uang merupakan hal yg menjadikannya seseorang milyarder. Pendiri gerakan pembuatan minuman memabukan buatan Amerika ini mengatakan, "Saya katakan pada seluruh orang, menjadi kaya adalah jebakan terbesar di global. Hal itu tergantung pada apa yang anda inginkan, bahagia atau kaya? Saya menyampaikan, lakukan apa yang akan membuatmu bahagia."
Dengan nada yg sama, Oprah Winfrey mengungkapkan bahwa "Anda menjadi apa yg anda percaya. Anda berada pada loka anda waktu ini menurut segala hal yg anda percaya." Jadi dengarkan ibumu & ikuti hasrat anda.
Ambil risiko
Eli Broad, pendiri KB Homes senilai kurang lebih 7,1 miliar dolar Amerika, memiliki cerita berikut buat dibagikan:
"Tidak terdapat yg pernah membuat sejuta dolar menggunakan bersikap hati-hati, memalukan-membuat malu, atau masuk akal. Saya berusia 22 tahun & baru saja menikah saat aku memiliki wangsit gila bahwa aku harus melepaskan karir aku menjadi CPA & sebagai homebuilder. Saya tidak memahami apa-apa tentang menciptakan rumah. Terkadang gagasan paling gila adalah yg membentuk hibah terbesar."
Jadi apabila anda memiliki impian membara buat mencoba sesuatu yg belum pernah anda lakukan sebelumnya, lakukanlah! Anda nir akan pernah memahami apakah anda pakar dalam sesuatu hal, kecuali jika anda memberi diri anda kesempatan buat melakukannya.
Tetap terbuka terhadap peluang
Eric Schmidt, mantan CEO & Ketua Eksekutif Google saat ini, bernilai sekitar 10 miliar dolar Amerika. Filsafat kesuksesannya berasak dari mengetahui kapan wajib memanfaatkan kesempatan besar . Berlawanan dengan kebijaksanaan konvensional, dia mengemukakan hal berikut:
"Tidak usah repot-repot memiliki rencana. Semua hal tentang rencana, buanglah. Bagi saya, ini semua tentang peluang dan membuat keberuntungan diri anda sendiri. Anda mempelajari dari orang-orang yang paling sukses bahwa mereka bekerja keras dan memanfaatkan kesempatan yang mereka tidak tahu akan terjadi pada mereka. Anda tidak bisa merencanakan inovasi; anda tidak bisa merencanakan penemuan. Yang bisa anda lakukan adalah berusaha sangat keras untuk berada di tempat yang tepat dan bersiaplah "
Anda tidak pernah memahami kapan peluang yg sempurna mampu terjadi, akan tetapi anda sanggup tetap membuka kemungkinan dengan berjejaring dan bertukar gagasan dengan sesama profesional.
Untuk menerima pengetahuan modern tentang pengembangan langsung dan hacking karir, berlangganan blog kami untuk postingan reguler yg dikirim langsung ke kotak masuk anda!
Penulis:
Satya Sultanudin,
Jobstreet Indonesia
Klik link dibawah ini untuk kisah bisnis menarik lainnya :
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
Jotun Gelar CSR di Lombok, Mengecat Sejumlah Gedung Sekolah

PT. Jotun Indonesia, keliru satu perusahaan dunia terkemuka penghasil cat decorative, protective coatings, marine coatings, dan powder coating, kembali menyelenggarakan acara Corporate Social Responsibility (CSR), bertajuk ?Jotun Warnai Dunia? 2017 yg merupakan sebuah upaya dalam peremajaan bangunan dengan melakukan proses pengecatan Yayasan Peduli Anak yang berlokasi di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
?PT. Jotun Indonesia ingin terus menerangkan kontribusinya melalui Program CSR bertajuk ?Jotun Warnai Dunia? Yg sudah dimulai dari tahun 2011. Kali ini, Jotun hadir pada Yayasan Peduli Anak di Lombok Barat dalam menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap anak-anak pada rangka Hari Anak Nasional. Sebagai penerus bangsa, anak-anak adalah investasi berharga bagi sebuah negara, sang karenanya merupakan tanggung jawab kita beserta buat menaruh kualitas hayati yang baik bagi mereka supaya kelak mereka dapat membawa perubahan berarti bagi negara,? Ungkap Leonard Bimbuain, selaku Marketing Manager PT. Jotun Indonesia.
Dalam aktivitas ini, ada empat bangunan yang akan dilakukan pengecatan antara lain dua bangunan sekolah dasar, satu asrama anak wanita & pula satu asrama anak pria. Selain itu, PT Jotun Indonesia pula melakukan proses pengecatan pada semua pagar yayasan tadi. Dalam eksekusinya, proses pengecatan dilaksanakan dalam tiga tahap, mulai dari pengampelasan, pengecatan lapisan dasar, lalu pengecatan lapisan luar. Kegiatan tersebut dilakukan secara simultan yg dilakukan oleh komunitas masyarakat sekitar yayasan & juga para penghuni yayasan.
Sebelumnya, PT Jotun Indonesia juga telah memberi pembinaan softskill cara mengecat dengan baik melalui acara Jotun Paint School ke pihak Yayasan yg sudah dilakukan dalam 15-16 Juni 2017. Leonard menambahkan, ?Pelaksanaan Jotun Paint School ini terdiri menurut workshop lalu praktek pengecatan yg dimulai dari pengampelasan, pengecatan lapisan dasar & pengecatan lapisan luar. Dan acara ini kami harapkan sanggup sebagai bekal yg bermanfaat dikemudian hari bagi anak-anak di Yayasan Peduli Anak.?
Yayasan Peduli Anak didirikan dalam tahun 2005 di area seluas 1.Lima hektar buat loka tinggal anak, sekolah, loka bermain, olahraga & bangunan pendukung lainnya. Saat ini, terdapat kurang lebih 100 anak laki-laki juga wanita yg diasuh di dalam yayasan dan kurang lebih 150 anak pada luar yayasan yang diberi bantuan kesejahteraan. Misi mereka merupakan memperjuangkan hak setiap anak terlantar atau korban kekerasan buat menerima kehidupan yang layak, pendidikan setinggi mungkin, dan bimbingan advokasi. Dalam 11 tahun yayasan ini telah mendukung lebih kurang 1700 anak dalam biaya hidup, pendidikan, kesehatan, juga bantuan biaya bagi anak-anak yang tinggal beserta orang tuanya. Sejak 2004, beberapa anak telah melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi & beberapa sedang menjalani kerja magang pada Jakarta.
?Saya sangat senang dan mengapresiasi kepedulian PT. Jotun Indonesia yang diimplementasikan melalui program Jotun Warnai Dunia. Besar asa aku , aktivitas ini akan bisa menghadirkan suasana baru yang bisa membangun rasa nyaman bagi anak-anak & pula para penghuni yayasan lainnya. Saya berharap akan semakin poly perusahaan misalnya PT. Jotun Indonesia yang memiliki kepedulian pada menaikkan kualitas hayati anak-anak ini,? Ujar Chaim Fetter, selaku Pendiri Yayasan Peduli Anak.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Jotun Indonesia melalui Jotun Warnai Dunia sebelumnya telah berkontribusi dalam pengecatan ulang gedung Sekolah Luar Biasa Ganda dan Asrama milik Yayasan Bhakti Mitra Utama di Baleendah, Bandung serta Kampung Manteos di Bandung pada tahun 2016. Di tahun 2015, program “Jotun Warnai Dunia” dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni dengan pengecatan ulang gedung Sekolah Luar Biasa Ganda dan Asrama milik Yayasan Bhakti Mitra Utama di Baleendah, Bandung serta pengecatan ulang pagar kawasan Monumen Nasional Jakarta. Sebelumnya, program ini dilaksanakan dengan melakukan pengecatan mural di dinding Jalan Siliwangi dan Forest Walk Babakan Siliwangi, Bandung pada tahun 2014. Sementara di tahun 2013 dan 2012, Jotun berkontribusi pada kreasi mural dinding Kabupaten Buru Maluku dan mengecat ulang SD Muhammadiyah Tieng.
LinkedIn Sukses Gaet 8 Juta Member di Indonesia

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di internet, diam-membisu terus meningkat jumlah basis anggotanya pada Asia Pacific, termasuk pada Indonesa. Dalam kabar pers-nya disebutkan, saat ini, LinkedIn mempunyai lebih dari 118 juta anggota pada Asia Pasifik, & lebih berdasarkan 22 juta anggotanya tersebut dari menurut Asia Tenggara. Asia Tenggara merupakan keliru satu wilayah dengan pertumbuhan anggota tercepat pada dunia, dengan jumlah anggota yg mencapai lebih dari 8 juta pada Indonesia, 4 juta pada Filipina dan 3 juta pada Malaysia.
LinkedIn baru-baru ini jua mengumumkan sudah meluncurkan LinkedIn Lite di lebih berdasarkan 60 negara di global, termasuk negara-negara pada Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Malaysia, setelah sebelumnya diluncurkan buat pasar India. Versi ringan berdasarkan LinkedIn ini fokus menyediakan pengalaman pengguna yg cepat dan sederhana supaya mampu merangkul lebih banyak profesional dan pelajar di global, seraya membantu mereka terhubung ke banyak sekali kesempatan pengembangan karier yg sanggup diraih melalui LinkedIn.
LinkedIn Lite ketika ini bisa diakses melalui web dan pelaksanaan android. Meskipun ini merupakan versi ringan, tetapi tetap menawarkan fitur-fitur utama misalnya newsfeed, profil, jaringan, pesan, dan notifikasi. LinkedIn Litedapat diakses melaluiweb browser dari hampir semua perangkat seluler dengan kemampuan internet yang tersedia pada pasaran ketika ini (bahkan dapat diakses melalui jaringan 2G). LinkedIn Lite versi aplikasi Android juga tergolong sangat ringan, lantaran hanya ukuran kurang berdasarkan 1 Megabyte dan dapat memangkas konsumsi data hingga 80 persen.
"Akses ke banyak sekali peluang ekonomi sebagai tantangan besar bagi para pelajar & profesional, terutama mereka yang terhalang sang ketersediaan teknologi dan konektivitas internet yang baik,? Ujar AkshayKothari, Country Managerand Head of Product, LinkedIn India. ?Kami pula menyadari bahwa sebesar apapun manfaat yg ditawarkan oleh suatu produk, akan percuma jika nir bisa diakses dan dipakai. Atas dasar inilah kami membuatkan LinkedIn Lite. Kami berusaha menyediakan akses ke berbagai peluang ekonomi dan karier yang lebih luas bagi para anggota kami, mulai menurut mendapatkan keterangan terbaru seputar industri sampai pekerjaan baru.?
Sejak pertama kali diluncurkan di India, LinkedIn Lite telah memberikan dampak yang luar biasa kepada para anggota. Selain akses yang lebih cepat, jumlah lamaran pekerjaan melalui LinkedIn pun meningkat drastis.Terlebih lagi, karena lebih dari setengah anggota baru LinkedIn mendaftar dari ponsel, LinkedIn Lite membuka kesempatan yang lebih besar bagi para profesional di kota-kota kecil untuk mendaftar dan terhubung di dalam jaringan profesional dunia.
IKEA Teras Indonesia, Hadirkan Produk UKM Batik, Tenun dan Tas Kain

Dalam rangka memperkenalkan dan sekaligus mengangkat produk-produk UKM, IKEA Indonesia mengadakan pameran Teras Indonesia ke-6 yang kali ini menghadirkan produk-produk favorit seperti kain batik, kain tenun dan juga aneka tas yang terbuat dari bahan tekstil maupun kanvas. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 4-6 Agustus 2017 di area pintu masuk toko IKEA Alam Sutera. ‘Teras Indonesia’ merupakan kerjasama antara IKEA Indonesia dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), kali ini diikuti oleh tiga peserta UKM yaitu Berkat Pandu, Nusantara Kreatif, dan Heejou.
Country Marketing Manager IKEA Indonesia, Eliza Fazia mengatakan, “Kami senang bahwa IKEA Indonesia dapat konsisten melaksanakan ajang Teras Indonesia di area pintu masuk toko IKEA Alam Sutera setiap akhir pekan pertama setiap bulan sepanjang 2017, khususnya dalam rangka memperkenalkan produk-produk UKM yang sangat unik dan khas kepada masyarakat.”
Ketiga UKM yang berpartisipasi menampilkan produk-produknya di IKEA Alam Sutera tampak antusias mendapatkan kesempatan tersebut.
Mardani pemilik Berkat Pandu, menyampaikan, “Kami senang bahwa IKEA Indonesia memberikan kesempatan kepada UKM berpameran pada Teras Indonesia di IKEA Alam Sutera. Untuk itu, kami menampilkan beragam kain batik yang terdiri atas batik tulis, batik cap dan hingga batik print dengan desain khas kami. Semoga dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap karya UKM Indonesia.”
Selain batik, Teras Indonesia ke-6 menampilkan rangkaian kain tenun NTT hasil produksi Nusantara Kreatif yang digemari di mancanegara. Arisman Candra, pemilik Nusantara Kreatif, mengatakan, ”Kami mengapresiasi diselenggarakannya Teras Indonesia oleh IKEA, dimana kami menghadirkan tenunan pewarna alami dari Alor, NTT, yang merupakan tata busana siap pakai atau ready-to-wear. Produk karya kami merupakan gabungan dari keterlibatan perancang busana dengan para penenun Alor, NTT. Semoga kehadiran Nusantara Kreatif dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan kawasan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Alor-NTT.”
Sementara itu, Nisa Rahmania, pemilik Heejou, juga menghadirkan produk-produknya pada Teras Indonesia ini berkomentar, “Menghadirkan produk-produk kami di Teras Indonesia IKEA Alam Sutera merupakan kebanggaan tersendiri. Selain diberi pelatihan tentang penataan produk retail berstandar internasional oleh IKEA, kami juga berkesempatan menghadirkan produk tas kanvas dan tas jeans dengan aplikasi menarik kepada masyarakat, dalam spirit untuk mendorong pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan tas plastik.”
IKEA mengajak para pelanggan untuk datang ke IKEA Alam Sutera dan mengunjungi Teras Indonesia ke-6 yang hanya digelar pada pekan minggu pertama di bulan Agustus 2017.
Visi IKEA adalah untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, dengan menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau sehingga lebih banyak orang dapat membelinya.
IKEA didirikan oleh Ingvar Kamprad di Småland, Swedia bagian selatan pada tahun 1943, saat ia berusia 17 tahun. Nama perusahaan ini merupakan singkatan dari inisial namanya, IK, E kependekan dari Elmtaryd, nama peternakan dimana ia tumbuh, dan A kependekan dari Agunnaryd tempat dimana peternakan itu berada. Konsep IKEA berbasis pada pengetahuan yang menyeluruh tentang kebutuhan dan fungsi kehidupan di rumah, dengan memadukan pengalaman penggunaan material dan teknik kproduksi. IKEA memiliki pengalaman 70 tahun dalam mengembangkan dan mengampilkan rangkaian produk IKEA.
Toko IKEA menghadirkan rangkaian perabot rumah tangga yang didesain dengan baik, fungsional yang diproduksi melalui riset dan pengembangan, quality control yang ketat, dan dengan memperhatikan keberlanjutan jangka panjang. Produk-produk IKEA sederhana dalam desain, multifungsi dan dengan banyak manfaat yang tak terlihat. Produk IKEA dikemas datar, sehingga memungkinkan konsep “do-it-yourself” dan harga yang lebih untuk produk yang dibuat oleh para desainer.
Sejak tahun 2016, IKEA mengoperasikan 389 toko dengan lebih dari 183,000 co-workers di 48 negara; dengan total penjualan 36.4 juta Euro. IKEA mencatat lebih dari 915 juta pengunjung toko di seluruh dunia, 2,1 milyar pengunjung website di seluruh dunia dan lebih dari 211 juta katalog yang dicetak dalam 33 bahasa dan dibagikan secara gratis ke rumah pelanggan kami.
Bisnis IKEA di Indonesia dikelola dibawah persetujuan lisensi yang diberikan kepada PT Hero Supermarket Group Tbk. PT Hero terdaftar di Bursa Efek Jakarta, dibawah payung Dairy Farm International yang merupakan divisi ritel dari Jardine Matheson Group. Toko IKEA pertama di Indonesia dibuka di Alam Sutera yang berlokasi di sebelah barat Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2014.
Serikat Pekerja JICT Priok Menolak Hutchison
Belum lama ini ratusan perwakilan pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) kembali melakukan aksi menolak konsesi badan bisnis ke pihak asing, Selasa (2/5) pagi. Mereka melakukan aksi mogok kerja.
Para pekerja tersebut melakukan orasi dan mengumpulkan seluruh pekerja JICT pada keliru satu ruangan aula rendezvous yang ada di lantai dasar tempat kerja JICT, depan Pos IX Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sekjen Serikat Pekerja (SP) JICT, Firmansyah mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para pekerja buat menyuarakan aspirasi menolak konsesi yang dilakukan induk perusahaan dan meminta pihak Direksi JICT mendukung suara pekerja.
Di dalam ruangan 'Kresna' ukuran 6x6 meter, puluhan pekerja melakukan orasi dan mengumpulkan perwakilan berdasarkan masing-masing operasional JICT buat membicarakan aspirasinya.
"Sejak pekan lalui bertemu dengan Pak Gunta (galat satu Direktur JICT yg baru) untuk menyampaikan aspirasi 706 pekerja JICT yg menuntut hak dan kesejahteraan," ujar Firmansyah.
Dikatakan, tuntutan primer menurut para pekerja permanen utamanya adalah menolak konsesi JICT, namun terdapat jua sejumlah tuntutan mengenai insentif kinerja yg mengalami reduksi supaya dikembalikan seperti asalnya.
Mantan Ketua Umum SP JICT, Hazris Malsah, berharap ada solusi bersama yg mampu diterima sang kedua belah pihak dalam keputusan JICT.
"Bonus tahun ini bagi para karyawan JICT sebanyak Rp 47 miliar padahal tahun kemudian insentif mencapai Rp 82 miliar. Bonus turun akan tetapi pendapatan perusahaan tahun ini lebih akbar berdasarkan tahun lalu," kata Hazris.
Ia berharap supaya terdapat solusi yang bisa diterima oleh 2 belah pihak. "Kami berharap ada kebijakan diversifikasi bisnis agar para pekerja yang selama ini berkontribusi untuk pemasukan perusahaan dapat tetap terjaga," katanya.
Semoga tidak terjadi pada Surabaya
Kisruh yang melanda serikat pekerja PT Jakarta International Containter Terminal (JICT) menggunakan manajemen diharapkan nir terjadi di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Para pemangku kepentingan diminta mengawal proses transisi TPS dalam tahun 2019.
Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi berkata bakal menghadapi perubahan strategis, lantaran dalam dua tahun mendatang kontrak kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menggunakan Dubai Port World (DPW) bakal berakhir.
Sebagaimana diketahui, kisruh yg terjadi di JICT salah satunya terkait penolakan perkumpulan pekerja terhadap perpanjangan kontrak Hutchison Port Holding pada pengelolaan tetminal petikemas.
Siswanto mengatakan, semua pihak yang menjadi pemangku kepentingan harus mengawal proses penghentian waktu kerja sama atau terminasi berjalan mulus.
?Cukup kegaduhan dalam bisnis kepelabuhan nasional terjadi di Jakarta saja, tidak perlu berulang di Surabaya," ungkapnya pada kabar tertulis, Minggu (6/8/2017).
Dia berharap, manajemen Pelindo III menjadi pemegang saham TPS dan serikat pekerja yg ada pada Pelabuhan Tanjung Perak menyiapkan proses terminasi menggunakan baik. Terlebih, saat ini operasional TPS didominasi sang Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai akibatnya ketika DPW hengkang, kinerja TPS bakal tetap apik.
DPW menjadi pemilik 49% saham TPS setelah mengakuisisi induk P&O Dover pada 2006. Adapun P&O Dover memiliki 49% saham TPS sejak 1999 di mana saat itu Pelindo III melakukan privatisasi saham di TPS.
Di sisi lain, arus bongkar muat peti kemas ekspor impor TPS naik 7% dalam enam bulan 2017 menjadi 637.410 TEUs. Sementara itu, arus kunjungan kapal di TPS selama semester I/2017 mencapai 484 unit atau naik 4% secara tahunan.
PR Manager TPS, Muchammad Solech mengatakan realisasi arus petikemas di paruh pertama tahun ini melampaui target yang dipatok sebesar 595.135 TEUs.
Menurut Solech, rata-rata petikemas ekspor impor yang dilayani di TPS setiap bulan mencapai 100.000 s.d 120.000 TEUs. Dia optimistis TPS bakal mampu menggenjot kinerja bongkar muat petikemas di paruh kedua.
"Pada awal tahun hampir 2 bulan 1 berth dikosongkan dalam rangka pemasangan 3 unit Container Crane (CC) baru yang terbesar di Pelabuhan Tanjung Perak. Kami yakin dapat mengejar dan melampaui target di semester II,” ujarnya dalam publikasi yang diterbitkan TPS.
Bisnis AirAsia Tumbuh Baik, Akan Bentuk Holding Baru dan Beli 400 Pesawat Baru

Kinerja maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia rupanya sedang mengkilap. Hal itu terjadi di hampir semua unitnya di negara-negara ASEAN. Tak heran, AirAsia berencana menyatukan seluruh bisnisnya yang ada di Asia Tenggara. Perusahaan tengah mendalami rencana itu dan terutama terkait masalah regulasi yang mungkin akan menghalanginya. Dalam sebuah laporan yang dirilis CIMB dan dikutip dari CNBC, Selasa (1/8/2017), AirAsia ingin memusatkan bisnisnya di Malaysia di bawah satu payung besar. Saat ini, AirAsia memiliki unit bisnis di Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan beberapa negara lainnya di luar Asia Tenggara.
Tujuan penyatuan usaha ini adalah agar bisa go public alias melantai pada bursa saham menggunakan perusahaan holding baru. CEO AirAsia mengumumkan planning konsolidasi ini waktu metrik usaha maskapai tersebut tengah kuat.
"Kami sedang pada posisi yg fantastis. Saat ini faktor-faktor pertumbuhan sangat tinggi, bisnis pada kondisi baik dan kami akan membeli 29 pesawat tahun ini," ujar Fernandes.
Saat ini pun AirAsia sedang memesan 400 unit pesawat baru. Para analis menyatakan, AirAsia tampak sedang mempersiapkan pertumbuhan.
"Kami sekarang mempunyai Indonesia & Filipina yg menaruh kinerja yg sangat baik dan India secara mengejutkan berkinerja lebih baik menurut yg kami antisipasi & sangat cepat," imbuh Fernandes.
Ia menuturkan, pihaknya berharap unit bisnis AirAsia di India dapat memperoleh laba dalam enam bulan ke depan. Fernandes bilang, kondisi dalam pasar minyak & nilai tukar jua mendorong bisnis maskapai tersebut.
Pada awal pekan ini, harga minyak berada dalam kisaran level 52 dollar AS per barrel. Pelemahan mata uang ringgit Malaysia juga mendorong sektor pariwisata negara itu, yang menjadi ladang laba bagi AirAsia.
"Dalam beberapa hal, kami diuntungkan berdasarkan devaluasi ringgit, meski porto meningkat. Saya rasa Malaysia sebagai negara yg lebih murah buat dikunjungi," celoteh Fernandes.
Untuk menjadi perusahaan holding baru yang bisa melantai di bursa saham, AirAsia masih wajib menghadapi sejumlah tantangan. AirAsia harus bernegosiasi menggunakan beberapa negara buat secara penuh memiliki maskapai dengan menukar saham mitra pada saham perusahaan holding.
Kalau perundingan nir berjalan dengan baik, maka penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) kelompok AirAsia kemungkinan tidak sanggup terwujud juga. Namun, Fernandes tetap yakin konsolidasi itu sanggup dijalankan.
Prospek Bisnis Rumah Sakit Cerah, Investor Antri Cari Peluang
Pertumbuhan jumlah penduduk menjadi salah satu pemicu yg meramaikan pasar pembangunan & bisnis rumah sakit pada Indonesia. Pada empat tahun ke depan, pada Indonesia, ada 17 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas. Data memperlihatkan, jumlah penduduk berusia 15 tahun sampai 64 tahun bisa mencapai 184 juta jiwa dalam 2020.Jumlah penduduk di rentang usia ini bertambah 17 juta semenjak 2013.
Penduduk berusia 65 tahun ke atas akan mencapai 17 juta pada 2020. Sementara itu, usia 0 tahun sampai 14 tahun diproyeksi bertambah dua juta orang sebagai 71 juta pada 2020. Tak heran bila pertumbuhan demand terhadap eksistensi rumah sakit pada Indonesia pula semakin nyata.
Tanpa berharap semakin banyak orang sakit, sektor jasa kesehatan, khususnya tempat tinggal sakit, punya ruang bertumbuh besar pada beberapa tahun mendatang. Tak ketinggalan tantangan yg menyertainya. Ya, pendorong pertama, pasar tempat tinggal sakit pada Indonesia utamanya didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk.
Umur produktif (25 tahun-54 tahun) yang mendominasi jumlah penduduk, yakni 42,31%, serta rentang remaja hingga dewasa (15 tahun-24 tahun) sebanyak 17,07% juga bakal berefek positif bagi perkembangan industri rumah sakit.
Pertambahan penduduk usia muda atau produktif bisa mendorong peningkatan angka disposable income dan belanja kesehatan. Pada 2020, nomor pendapatan tahunan yang dapat dibelanjakan (annual disposable income) diperkirakan US$750 miliar, naik 53% berdasarkan 2013.
Secara khusus, total pengeluaran buat layanan kesehatan terus semakin tinggi. Pertumbuhan permintaan layanan kesehatan akan terus naik dibarengi nomor harapan hidup.
Sejumlah katalis mampu mengungkit pertumbuhan sektor jasa kesehatan. Dari sisi infrastruktur, rerata pertumbuhan jumlah rumah sakit (RS) di Indonesia dalam 2011-2014 sebesar 10,94%. Pertumbuhan masif terjadi pada RS swasta, yakni 34,12%, sedangkan RS umum cuma 4,18%. Jumlah itu akan bertumbuh seiring menggunakan belanja kesehatan pemerintah yang naik & perluasan usaha pelaku bisnis tempat tinggal sakit.
Katalis penggerak lain yakni acara agunan kesehatan nasional (JKN). Industri RS akan diuntungkan sang pertumbuhan peserta iuran pertanggungan jiwa. Rerata pertumbuhan beragam tahunan iuran pertanggungan premi jiwa pada 2010-2014 sebesar 12,64% sebagai Rp 121,62 triliun per akhir 2014.
Wajar kalau pemain yang ada berani target pertumbuhan yang tinggi. PT Siloam International Hospital Tbk menargetkan punya 50 unit RS pada akhir 2017, tersebar di 25 kota, dengan target punya tempat tidur 10.000 unit dan melayani 15 juta pasien tiap tahun. Sedangkan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menargetkan membuka minimal satu RS saban tahun. Pada 2019, Mitra Keluarga menarget punya 18 RS.
Menurut penelusuran penulis, kini kalangan investor baik asing atau lokal sangat antusias buat masuk pada usaha RS. Mereka ada yg datang berdasarkan pemain investor strategis maupun investor finansial. Mereka umumnya diam-diam sedang mencari-cari peluang kerjasama menggunakan pemain lokal yang sudah punya pengalaman pada pengelolaan tempat tinggal sakit, sedangkan mereka datang menggunakan membawa jaringan dan modal.
Sudarmadi
wingdarmadi@gmail.Com
Cara kerja & seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis pada Indonesia
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor
Nilai Valuasi Gojek Diatas Rp 30 triliun, Sukses Gaet Investor Besar Sekaliber Northstar, KKR, Warburg Pincus, Tencent, dan Sequoia Capita
Perusahaan aplikasi transportasi, Gojek dikabarkan baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 16 triliun dari raksasa teknologi asal China, Tencent. Kedua pihak telah melakukan kesepakatan. Dengan tambahan dana segar ini, otomatis valuasi Gojek saat ini sudah menyentuh angka US$3 miliar (sekitar Rp39,98 triliun).
Kali ini perusahaan alat transportasi berbasis online yakni GoJek menerima suntikan dana menurut keliru satu perusahaan super besar teknologi berasal China. Raksasa China tadi yakni Tencent Holdings Ltd yang dikabarkan melakukan investasi kurang lebih 100 juta hingga 150 juta dollar Amerika Serikat (AS).
Kabarnya investasi yang dilakukan pada perusahaan Gojek ini adalah salah satu sinyal Tencent untuk ikut serta dalam pertumbuhan layanan teknologi kawasan Asia Tenggara. Tak hanya Tencent sebelumnya perusahan teknologi Indoneisa ini juga menerima sejumlah investasi dari beberapa perusahaan ekuitas swasta global. Dengan masuknya Tencent di Gojek, berarti tech company tersebut telah diinjek modal oleh sejumlah investor besar seperti Northstar, KKR, Warburg Pincus LLC dan Sequoia Capital.
Masuknya Tencent relatif menarik & hal itu menandakan bahwa mereka memandang apabila daerah Asia Tenggara nantinya bakal melahirkan banyak perusahan rintisan yg akan naik kelas dengan valuasi tinggi atau acapkali dikatakan unicorn. Perusahaan dari China ini sendiri memiliki kapitalisasi pasar sampai 341 miliar dollar Alaihi Salam.
Keberanian perusahaan Tencent buat berkembang pesat telah tidak mampu diragukan lagi. Tencent sebelumnya jua telah membeli saham perusahaan rintisan permainan asal Singapura Sea Ltd dengan harga mencapai 3,75 miliar dollar Alaihi Salam sekitar bulan Maret lalu. Jadi lumrah apabila perusahaan yg satu ini sebagai perusahaan yang berhasil & menjadi yg terbesar di China.
Tak hanya Tencent yg berinvestasi untuk Gojek, namun sejumlah super besar teknologi China lainnya jua ikut menancapkan kuku mereka di Asia Tenggara. Salah satunya Alibaba Grub Holding Ltd pada beberapa waktu kemudian menyatakan akan menambah investasinya menjadi 1 miliar dollar AS pada paritel online Lazada Grub. Maka berdasarkan itu saham Alibaba tertancap pada kawasan Asia Tengara tepatnya pada Lazada Grub bakal naik 83 persen.
Indonesia's Summarecon Group Launch 5 star Bali Hotel With Mövenpick Brand
PT Summarecon Agung Tbk., officially announced the opening of Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali which takes place on Thursday, January 12th, 2017. The ceremonial event was initialized by signing the inscription by Chairman of Summarecon Group, Mr Soetjipto Nagaria and Head of Tourism Badung Regency, Mr Cokorda Raka Darmaan, SH., Msi.
Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali becomes the first 5-star hotel for Summarecon, as well as the fourth hotel are included in the portfolio of hospitality businesses owned by Summarecon.
Soegianto Nagaria as Director of PT Summarecon Agung Tbk., explained "Summarecon took Mövenpick, one of the best of Swiss-born hospitality brand who has experience managing the hotel for more than 44 years, and in more than 25 countries around the world. It's a pride for us that the Mövenpick choose Samasta Lifestyle Village as the location of their first hotel chain in Indonesia."
Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali is located in the area of Samasta Lifestyle Village, a tourist destination with an area of 3.5 hectares and integrated with a variety of retail and accommodation facilities. Samasta Lifestyle Village is managed by PT Permata Jimbaran Agung, a business unit of PT Summarecon Agung Tbk., which has extensive experience in managing retail business, especially shopping centers, namely Summarecon Mal Kelapa Gading, Summarecon Mal Serpong and Summarecon Mal Bekasi. With experience for more than 30 years in managing retail business, Summarecon is expected to be a success in managing the provision Samasta lifestyle Village, which also will directly support the business of Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali.
Adrianto P. Adhi as President Director of PT Summarecon Agung Tbk., explained: "Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali has an investment value of Rp 550 billion, while Samasta Lifestyle Village Rp 50 billion. The presence of Mövenpick will be able to strengthen the company's recurring income, especially from the hospitality business unit."
Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali features 297 comfortably appointed and tastefully furnished rooms and suites, each featuring private balconies, complimentary WiFi and a subtle Balinese sense of art, colour and style courtesy of the fabrics and materials utilised in the design. The highlight of the resort is its free-form swimming pool which features an artificial beach area and lap pool, offering a total of 2,500 sqm of pure water fun. Complementing the resort facilities, Mövenpick is also equipped with a dedicated Meera (Ocean) Kid's Club and a Teen Club to the 24-hour gym and spa (opening March 2017). An extensive range of dining options will cater to all tastes, including the signature Anarasa restaurant with interactive live cooking stations and internationally influenced a la carte menus; there are also Above Eleven Bali (opening in February 2017), Katha Lobby Lounge & Library, and Mövenpick Café. For casual bites, JeJaLa Pool Deck provides a vast selection of refreshments to the pool deck, 213 sun loungers, and eight private cabanas.
To celebrate the opening, Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali has launched a Special Opening Offer until June 25, 2017 for bookings made on its website only for IDR1,880,000++ per night for two persons in classic accommodation including daily breakfast and an IDR200,000 per room F&B credit for guests to begin their culinary journeys.
Located in Jalan Wanagiri 1, Jimbaran Bali, Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali will be integrated with Samasta Lifestyle Villlage, Bali's new lifestyle destination "The New Hub of Jimbaran", filled with 28 culinary & lifestyle tenants to fulfill nowadays need. Developed in a unique concept, combining open air and tropical vibes of Bali, Samasta itself was officially open on September 28th 2016 and already achieved a good response from the tourists
About PT. Summarecon Agung Tbk.
PT Summarecon Agung Tbk. (“Summarecon”) was founded in 1975 by Mr. Soetjipto Nagaria and his associates to undertake real estate construction and development. Starting with a 10-hectare of marsh land in the then back-waters of Jakarta, the founders managed to transform Kelapa Gading into one of the most affluent residential and commercial areas in Jakarta.
And over the years Summarecon has built a reputation as one of the leading property players in Indonesia, especially in the development of townships. Summarecon develops townships which integrates residential developments with commercial developments that are supported with a wide and complete range of amenities for the residents of the townships.
Summarecon has developed the expertise across the whole real estate value chain; encompassing development, architecture, engineering, project and construction management, urban planning, infrastructure, sustainable design technologies, town and neighbourhood management, and property management, into the development of our township.
With an unparalleled combination of knowledge, execution skills, dedicated personnel and commitment to customers and suppliers alike, Summarecon is known for its dependability, expertise and ability to execute and deliver property development projects around the greater Jakarta area.
Nowadays, Summarecon has succesfully developed Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung and Karawang area.