Allianz Life Luncurkan SEKOCI
Salah satu pemain primer iuran pertanggungan mikro pada Indonesia, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (?Allianz Life?) aktif melakukan berbagai penelitian mengenai perkembangan pasar premi mikro pada Indonesia. Penelitian terakhir dilakukan dalam September 2016 dengan mewawancarai 150 responden yang merupakan nasabah iuran pertanggungan jiwa kredit Allianz maupun non-Allianz. Hasilnya, 51% responden dilaporkan mengenal kata premi. Dari nomor tadi, 25% responden dapat mengungkapkan mengenai konsep asuransi dengan benar, 70% responden yg mengungkapkan menggunakan cara yang belum tepat.
Lebih lanjut, penelitian tadi melaporkan bahwa terlepas dari taraf pemahaman mereka terhadap konsep iuran pertanggungan, namun saat dijelaskan mengenai prinsip & manfaat iuran pertanggungan, mereka telah mengetahui betapa pentingnya premi dan ingin mempunyai produk iuran pertanggungan. Atas dasar inilah lalu Allianz Life melengkapi banyak sekali inisiatif yang telah dilakukan selama ini pada rangka memberikan pemahaman premi, dengan menyediakan produk yang sinkron dengan kebutuhan dan dapat menggunakan gampang dipahami dan diakses sang mereka.
”Asuransi jiwa kredit mikro yang kami kembangkan sejak beberapa tahun adalah semacam pintu masuk pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Melalui produk ini, Allianz pada bisnis emerging consumer telah memiliki 5 juta tertanggung yang juga merupakan nasabah pinjaman dari mitra lembaga keuangan mikro kami. Ini adalah saatnya bagi kami memperkenalkan asuransi jiwa yang dibeli secara sukarela dan memberikan kesadaran penuh mengenai manfaat asuransi. Langkah ini kami lakukan setelah melihat bahwa kini masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah sudah jauh berkembang dan hal ini pula yang mendasari kami melakukan repositioning bisnis dari asuransi mikro menjadi emerging consumers,” ujar Joachim Wessling, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.
Sebagai salah satu perwujudan dari perjalanan panjang di sektor asuransi mikro, kini Allianz Life hadir dengan produk baru “Sekoci”. Asuransi Sekoci memberikan santunan tunai kepada keluarga yang ditinggalkan apabila tertanggung asuransi meninggal dunia karena sakit. Santunan tersebut akan menjadi lima kali lipat apabila penyebab meninggal dunia adalah kecelakaan. Nama Sekoci diambil dari istilah perahu penyelamat yang harus selalu ada dalam kapal besar, maka Asuransi Sekoci adalah perahu penyelamat itu.
Untuk memasarkan asuransi Sekoci, Allianz melengkapi strategi pemasarannya dengan berbagai media komunikasi yang bersifat mendidik. Sedangkan dari sisi kemudahan akses, Allianz bekerjasama dengan penyedia uang elektronik Dompetku Indosat untuk dapat menyelenggarakan pembayaran premi secara digital. Dengan sistem pembayaran ini, nasabah hanya perlu menambahkan dana pada uang elektronik pada telepon selular mereka dan pembayaran premi akan terpotong dari dana yang tersedia. Layanan ini merupakan hasil kerja sama Allianz Life dengan Indosat Ooredoo. Lebih dari itu, dengan adanya platform digital pada produk ini maka Allianz juga dapat secara terus-menerus memberikan materi literasi keuangan melalui teknologi interactive voice response (IVR).
“Dengan Menambahkan layanan Asuransi Jiwa Allianz di dalam aplikasi Dompetku Indosat Ooredoo, akan semakin memperluas ekosistem dari eMoney terkemuka ini. Kerjasama ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung program Pemerintah dalam inklusi keuangan, untuk memperluas akses keuangan sampai ke lapisan masyarakat berkembang, yang mempunyai keterbatasan baik akses maupun kepedulian terhadap pentingnya asuransi dan rencana jaminan keuangan masa depan,” demikian disampaikan Randy Pangalila, Group Head Mobile Financial Services, PT. Indosat, Tbk.
“Sekoci adalah jawaban untuk sebuah produk asuransi yang terjangkau, sederhana, tangible dan berkelanjutan bagi masyarakat luas yang selama ini tidak memiliki polis asuransi individu. Penggunaan teknologi IVR akan meningkatkan dampak sosial pada produk ini karena kesadaran nasabah terhadap asuransi bisa terus ditingkatkan dengan menggunakan cara-cara yang interaktif dan sesuai dengan segmen masyarakat emerging consumer,” ujar Yoga Prasetyo, Head of Credit Life & Emerging Consumer Allianz Life Indonesia.
Randy Pangalila menambahkan, “Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, kami mentargetkan komunitas-komunitas masyarakat berkembang dengan menggandeng organisasi masyarakat yang mempunyai basis anggota yang besar. Layanan asuransi Allianz ini menjadi tangible, khususnya untuk masyarakat berkembang. Pelanggan sekarang bisa mendapatkan asuransi dengan mudah dan aman dengan biaya premi yang sangat terjangkau yang bisa langsung di beli secara digital melalui ponsel mereka. Dengan Kerjasama strategis ini, Indosat Ooredoo adalah satu-satunya operator telekomunikasi penyelenggara eMoney yang memberikan manfaat asuransi jiwa sebesar IDR 25juta. Ini adalah salah satu winning strategy kami untuk selalu menjadi sebagai penyelenggara layanan uang elektronik terdepan di Indonesia.”
*Emerging consumers adalah masyarakat yang sedang mengalami pertumbuhan sosial dan ekonomi, namun belum memiliki akses terhadap produk dan layanan asuransi karena keterbatasan informasi mengenai produk asuransi yang tepat.
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996.
Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1,300 karyawan dan lebih dari 16,000 tenaga penjualan bersertifikasi di 100 kantor pemasaran di 53 kota. Kekuatan tersebut ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 6 juta tertanggung di Indonesia.
Solusi Pengendalian Ganoderma, PT Propadu Konair Punya Formula
Diantara persoalan primer yg dihadapi para pengelola perkebunan kelapa sawit pada Indonesia merupakan penyakit busuk pangkal batang yang ditimbulkan cendawan ganoderma boninense. Penyakit ini benar-sahih sebagai musuh yang sadis lantaran dapat menyebabkan kematian kelapa sawit & akibatnya mampu sangat merugikan. Hal ini terkait menggunakan sifat penularannya melalui tanah, angin dan serangga vektor.
Ganoderma sendiri merupakan jenis cendawan patogenik tular tanah (soil borne) yang poly ditemukan pada hutan-hutan utama dan menyerang banyak sekali jenis tanaman hutan. Cendawan ini dapat bertahan pada pada tanah pada jangka saat yg usang. Serangan pada kelapa sawit menjadi mayoritas lantaran terjadi ketidakseimbangan agroekosistem di perkebunan kelapa sawit dan tidak adanya cendawan kompetitor pada tanah, dampak menurunnya unsur hara organik pada tanah & aplikasi herbisida yg tidak bijaksana.
Pada tanaman kelapa sawit belia (TBM), tanda-tanda penyakit busuk pangkal batang (BPB) akibat ganoderma bisa diamati berdasarkan luar merupakan adanya daun yg menguning dalam satu sisi, atau adanya bintik-bintik kuning dari daun yang lebih pendek, yang kemudian diikuti menggunakan nekrosis. Gejala serupa jua bisa dicermati pada tumbuhan menghasilkan (TM), terdapat beberapa daun tombak nir terbuka dan kanopi daun biasanya pucat. Daun yg terserang lalu meninggal dimana nekrosis dimulai dalam daun yg paling tua & merambat meluas ke atas ke arah mahkota daun. Tanaman kemudian meninggal dimana daun kering terkulai dalam ujung pelepah dalam btg.
Perusahaan bioteknologi dari Medan, PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT), termasuk perusahaan yg sangat concern dalam mencari solusi pengendalian ganoderma buat membantu para petani kebun pada Indonesia, khususnya bagi kalangan perusahaan perkebunan sawit.
Supeno Surija, pendiri & CEO PKT, memperlihatkan, problem ganoderma memang masih menghantui perkebunan sawit pada Indonesia lantaran dalam umumnya mereka belum punya solusi yg efektif. Menurut hasil penelitian timnya, pemakaian pupuk dalam masa sebelumnya yg banyak menggunakan pupuk kimia serta herbisida telah menyebabkan tanaman lebih rentan terserang ganoderma & penyakit lain. Di lain sisi, replanting terhadap tanaman yg terserang Ganoderma sebagai tumbuhan sawit baru menggunakan memakai bahan kimia nir akan bermanfaat. Demikian jua penggunaan mikroorganisme yg tidak tepat, hanya akan memperburuk keadaan perkebunan sawit.
"Kami menganjurkan setiap perkebunan sawit buat meragukan agresi epidemi Ganoderma serta virus TX pembunuh sawit yg akan berkembang pesat pada kurun waktu 4 tahun ini," kata Supeno Surija yg memang punya latarbelakang peneliti ini.
PKT Group sendiri sudah berhasil menemukan produk yag berguna untuk mencegah serangan epidemik ganoderma tersebut. Yakni produk Dewik Ijo ™ yang sangat penting untuk diberikan pada tanaman baru. Dalam program pencegahan Ganoderma untuk melindungi sawit milik pelanggannya, PKT sudah memiliki kolaborasi beberapa jenis dan strai mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x10 7 s/d 2x10 8 CFU dengan jumlah dan jenis yang lebih efektif dari produk lainya.
"Strain mikroorganisme Kami sudah dipersiapkan menggunakan teknologi Colony Complex, dimana mikroorganisme membentuk koloni & dilengkapi dean logistic supaya dapat bekerja sama dalam mencegah & menyerang pathogen sehingga mikroorganisme Kami berbeda menggunakan produk lain, dimana bisa berfungsi efektif pada lapangan, nir hanya dalam laboratorium," papar Supeno.
Selama ini, Supeno menganalisa, beberapa produk yg dimiliki pihak lain sering mengalami kegagalan pada
penggunaan mikroorganisme karena beberapa alasan: Pertama, mikroorganisme yang digunakan tidak dilengkapi dengan teknologi Colony Complex sebagaimana formulanya dikembangkan PKT. Kedua, penggunaan Pupuk Anorganik (kimia) dan lainnya hanya akan merusak fungsi dari mikroorganisme, bahkan mengubahnya menjadi pathogen (penyebab penyakit).
Pupuk Dewik Ijo sendiri diformulasikan agar dapat bekerja lebih cepat dari pupuk kimia, namun tidak bersifat booster atau hanya efektif sementara. Selain itu juga tidak menimbulkan residu. Supeno sendiri sangat concern dengan aspek kelestarian lingkungan sehingga dalam membuat produk selalu menjaga agar selalu selaras dengan prinsip pro green tersebut.
"Kami bersyukur bahwa pupuk kami merupakan satu-satunya produk pupuk yang sudah mendapatkan standar sertifikasi DIOXIN-FREE," terang Supeno. Yang juga menarik, bila sudah menggunakan produk Dewik Ijo sudah tak diperlukan lagi pupuk tambahan baik bupuk kimia, kompos, pupuk kandang, dan mikrorganisme lain. Selain itu, PKT juga mengembangkan produk Super MOAF ® untuk menjaga keadaan tanah dan lingkungan tanaman agar lebih kondusif bagi tumbuhnya tanaman secara fit dan produktif di kemudian hari.
Kiat Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Mengesankan
Jika Anda telah mencoba buat menciptakan perubahan dalam karier Anda namun Anda tidak memiliki poly keberuntunan pada hal surat lamaran pekerjaan Anda, hal itu mungkin karena surat lamaran Anda belum cukup mengesankan. Cukup gampang buat mengirim ratusan surat lamaran dengan bentuk & isi yg sama. Namun tahukah Anda? Itulah yang 90 % berdasarkan kandidat lain akan lakukan.
Perekrut akan dapat mengtahui secara sekilas apabila surat lamaran Anda disesuaikan menggunakan tujuan tertentu, atau apakah surat tersebut merupakan format template menggunakan nama dan alamat perusahaan mereka yang disisipkan pada baris alamat. Jika Anda melakukan hal yang kedua, maka kemungkinan perusahaan akan menolaknya beserta menggunakan surat lamaran lainnya yg biasa saja, terutama apabila itu adalah posisi atau organisasi yg sangat diharapkan.
Jadi bagaimana Anda menciptakan surat lamaran yg tidak sama menggunakan yg lain?
Aturan #1: Buatlah Secara Personal
Perekrut adalah insan misalnya aku dan Anda. Sebagian akbar menurut kita merespon saat kita merasakan adanya interaksi personal. Itu merupakan tugas Anda buat menciptakan hubungan dengan perekrut saat mereka membaca surat lamaran dan CV Anda. Tulislah wawasan personal mengenai siapa Anda sebagai pribadi bukan hanya siapa Anda menjadi karyawan yang potensial.
Hal ini berarti, berdasarkan pada memakai jargon perusahaan yang biasa saja, gunakanlah bahasa sehari hari yg sederhana yg menunjukkan Anda adalah orang yg mudah buat didekati, orang yang ramah. Anda masih mampu bersikap professional tanpa menggunakan istilah bisnis yg rumit. Disamping menerangkan prestasi & rekam jejak yang Anda miliki merupakan hal yang penting, tetapi lebih penting menerangkan nilai- nilai Anda sebagai langsung & karyawan yang berpotensi.
Disinilah pernyataan langsung pada awal CV akan membantu Anda menonjol. Gunakanlah paragraf ini buat menekankan ?Mengapa? ? & apa yg mendorong Anda, filosofi Anda pada dalam hayati & pekerjaan, & yang paling krusial apa yang akan Anda dapat berikan apabila Anda menerima pekerjaan tadi.
Aturan #2: Lakukan Penelitian
Tidak ada yg mengatakan Anda lebih menginginkan pekerjaan daripada melakukan penelitian buat memahami perusahaan. Luangkan ketika buat memeriksa visi, tujuan & tantangan mereka. Lebih baik lagi, jika Anda mempunyai hubungan yang bekerja di perusahaan, belikanlah mereka kopi & dapatkan berita menurut mereka. Anda pula bisa mengetahui lebih lanjut dengan membaca ulasan perusahaan menurut para karyawan. Ulasan online menurut JobStreet buat perusahaan Malaysia, Singapura, & Filipina mungkin sebagai loka baik buat memulai.
Proseslah berita yang diperoleh & berfikirlah mengenai apa yang akan Anda lakukan untuk berkontribusi dalam tujuan-tujuan atau mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Kemudian masukanlah hal- hal tersebut dalam surat lamaran Anda. Inisiatif & bisnis Anda akan mencetak poin bonus buat surat lamaran Anda.
Aturan #3: Jagalah Agar Tetap Relevan
Hanya lantaran Anda mempunyai 10 tahun pengalaman kerja, tidak berati perekrut ingin (atau membutuhkan) mengetahui itu semua. Menjaga supaya CV Anda pendek, singkat, dan relevan merupakan kunci supaya tidak sinkron dengan yg lain. Itu berarti tidak melebihi dua halaman buat CV Anda, terlepas berdasarkan berapa poly pengalaman yang Anda miliki.
Tekankanlah hanya pada pencapaian krusial yg relevan menggunakan posisi yg Anda lamar. Menyebutkan pengalaman Anda yg lain secara singkat akan cukup- selama perekrut mempunyai gambaran mengenai sejarah pekerjaan Anda, detail yg paling krusial merupakan keterampilan langsung dan pengalaman yang akan berkontribusi dalam posisi tadi & perusahaan.
Aturan #4: Tempatkan Diri Anda pada Posisi Perekrut
Setelah Anda menyusun surat lamaran & CV, lihatlah dari sudut pandang perekrut. Jika terlalu sulit bagi Anda buat bersikap objektif, carilah pihak-pihak yg netral buat meninjau & meminta pendapat jujur mereka, jika mereka mempertimbangkan surat lamaran Anda. Ini bukan tentang apa yg Anda pikirkan: ini tentang kesan yg Anda buat pada seorang yang nir mengenal tentang Anda.
Aturan #lima: Fokuslah dalam Kualitas, Bukan Kuantitas
Ya, menyesuaikan setiap surat lamaran itu membosankan dan memakan ketika, & akhirnya Anda akan mempunyai surat lamaran yg jauh lebih lebih singkat tetapi padat dibandingkan dengan copy paste template surat lamaran dan CV. Dengan istilah lain, jika Anda serius mengenai mendapatkan pekerjaan menggunakan prospek baik, pada sebuah perusahaan bergengsi dimana orang lain pun ingin bekerja, Anda harus meluangkan poly saat. Mengapa begitu sulit buat menerima pekerjaan pada Google? Semua orang ingin bekerja disana, sebagai akibatnya mereka sanggup sebagai sangat selektif misalnya yg mereka inginkan.
Untuk tips- tips yg lebih bermanfaat dan cara- cara buat membantu proses pembuatan surat lamaran pekerjaan dan menaikkan prospek perkembangan karier Anda, lihat (sisipkan url buat blog).
Ganoderma Sawit, Cara Pengendalian dan Pencegahannya Perlu Kiat Khusus
Ganoderma. Diantara problem utama yang dihadapi para pengelola perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan cendawan ganoderma boninense. Penyakit ini benar-benar menjadi musuh yang sadis karena dapat menyebabkan kematian kelapa sawit dan akibatnya bisa sangat merugikan. Hal ini terkait dengan sifat penularannya melalui tanah, angin dan serangga vektor.
Ganoderma sendiri merupakan jenis cendawan patogenik tular tanah (soil borne) yang banyak ditemukan di hutan-hutan primer dan menyerang berbagai jenis tanaman hutan. Cendawan ini dapat bertahan di dalam tanah dalam jangka waktu yang lama. Serangan pada kelapa sawit menjadi dominan karena terjadi ketidakseimbangan agroekosistem di perkebunan kelapa sawit dan tidak adanya cendawan kompetitor dalam tanah, akibat menurunnya unsur hara organik dalam tanah dan aplikasi herbisida yang tidak bijaksana.
Pada tanaman kelapa sawit muda (TBM), gejala penyakit busuk pangkal batang (BPB) akibat ganoderma dapat diamati dari luar adalah adanya daun yang menguning pada satu sisi, atau adanya bintik-bintik kuning dari daun yang lebih pendek, yang kemudian diikuti dengan nekrosis. Gejala serupa juga dapat dilihat pada tanaman menghasilkan (TM), terdapat beberapa daun tombak tidak terbuka dan kanopi daun umumnya pucat. Daun yang terserang kemudian mati dimana nekrosis dimulai pada daun yang paling tua dan merambat meluas ke atas ke arah mahkota daun. Tanaman kemudian mati dimana daun kering terkulai pada ujung pelepah pada batang.
Perusahaan bioteknologi asal Medan, PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT), termasuk perusahaan yang sangat concern dalam mencari solusi pengendalian ganoderma untuk membantu para petani kebun di Indonesia, khususnya bagi kalangan perusahaan perkebunan sawit.
Supeno Surija, pendiri dan CEO PKT, menerangkan, problem ganoderma memang masih menghantui perkebunan sawit di Indonesia karena pada umumnya mereka belum punya solusi yang efektif. Menurut hasil penelitian timnya, pemakaian pupuk pada masa sebelumnya yang banyak memakai pupuk kimia serta herbisida telah menyebabkan tanaman lebih rentan terserang ganoderma dan penyakit lain. Di lain sisi, replanting terhadap tanaman yang terserang Ganoderma menjadi tanaman sawit baru dengan menggunakan bahan kimia tidak akan bermanfaat. Demikian pula penggunaan mikroorganisme yang tidak tepat, hanya akan memperburuk keadaan perkebunan sawit.
"Kami menganjurkan setiap perkebunan sawit untuk mewaspadai serangan epidemi Ganoderma serta virus TX pembunuh sawit yang akan berkembang pesat dalam kurun waktu 4 tahun ini," kata Supeno Surija yang memang punya latarbelakang peneliti ini.
PKT Group sendiri sudah berhasil menemukan produk yag berguna untuk mencegah serangan epidemik ganoderma tersebut. Yakni produk Dewik Ijo ™ yang sangat penting untuk diberikan pada tanaman baru. Dalam program pencegahan Ganoderma untuk melindungi sawit milik pelanggannya, PKT sudah memiliki kolaborasi beberapa jenis dan strai mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x10 7 s/d 2x10 8 CFU dengan jumlah dan jenis yang lebih efektif dari produk lainya.
"Strain mikroorganisme Kami telah dipersiapkan dengan teknologi Colony Complex, dimana mikroorganisme membentuk koloni dan dilengkapi dean logistic agar dapat bekerja sama dalam mencegah dan menyerang pathogen sehingga mikroorganisme Kami berbeda dengan produk lain, dimana dapat berfungsi efektif di lapangan, tidak hanya pada laboratorium," papar Supeno.
Selama ini, Supeno menganalisa, beberapa produk yang dimiliki pihak lain sering mengalami kegagalan dalam
penggunaan mikroorganisme karena beberapa alasan: Pertama, mikroorganisme yang digunakan tidak dilengkapi dengan teknologi Colony Complex sebagaimana formulanya dikembangkan PKT. Kedua, penggunaan Pupuk Anorganik (kimia) dan lainnya hanya akan merusak fungsi dari mikroorganisme, bahkan mengubahnya menjadi pathogen (penyebab penyakit).
Pupuk Dewik Ijo sendiri diformulasikan agar dapat bekerja lebih cepat dari pupuk kimia, namun tidak bersifat booster atau hanya efektif sementara. Selain itu juga tidak menimbulkan residu. Supeno sendiri sangat concern dengan aspek kelestarian lingkungan sehingga dalam membuat produk selalu menjaga agar selalu selaras dengan prinsip pro green tersebut.
"Kami bersyukur bahwa pupuk kami merupakan satu-satunya produk pupuk yang sudah mendapatkan standar sertifikasi DIOXIN-FREE," terang Supeno. Yang juga menarik, bila sudah menggunakan produk Dewik Ijo sudah tak diperlukan lagi pupuk tambahan baik bupuk kimia, kompos, pupuk kandang, dan mikrorganisme lain. Selain itu, PKT juga mengembangkan produk Super MOAF ® untuk menjaga keadaan tanah dan lingkungan tanaman agar lebih kondusif bagi tumbuhnya tanaman secara fit dan produktif di kemudian hari.
Sekar Bumi Terus Ekspansi Pasar
Perusahaan produsen olahan hasil laut, PT Sekar Bumi Tbk berencana mengembangkan bisnisnya dengan melakukan ekspansi pasar. Saat ini Sekar Bumi telah mengekspor produknya ke puluhan negara, dimana pasar Amerika memberikan kontribusi 65%. Namun perusahaan publik tersebut akan memperluas pasarnya. "Kami berencana membuka pasar baru di Afrika Selatan dan Eropa Timur, khususnya untuk produk makanan beku," tutur Harry Lukminto, President Director PT Sekar Bumi Tbk.
Sejauh ini produk utama Sekar Bumi adalah udang. "Kami juga ada produk perikanan lainnya tapi yang kami tonjolkan memang dalam bentuk yang sudah olahan. Kami juga sedang kembangkan seperti ada frozen tempe, frozen bumbu pecel, frozen pete. Itu merupakan produk baru yang kami mulai sejak tahun lalu, kemudian tahun ini kami kembangkan," kata Harry.
Sekar Bumi tidak khawatir dengan krisis global. "Dengan adanya ekonomi global yang menurun ini sebetulnya merupakan oportunity, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang makanan. Karena mereka menjadi sensitif harga, kalau dahulu mereka tidak memikirkan harga. Karena itu kami tawarkan produk yang kualitasnya tidak kalah tapi harganya lebih kompetitif," katanya.
Sebab itu, Sekar Bumi melihat kondisi ekonomi saat ini sebagai oportunity. "Namun kami harus kreatif menciptakan produk-produk yang segi dari kualitas bisa dipasarkan di luar negeri tetapi dari segi harga juga lebih kompetitif artinya bila dibandingkan dengan produk olahan yang di sana kan relatif costnya lebih tinggi," lanjut Harry.
Dari sisi kinerja bisnis, menurut Harry, saat ini kondisi bisnis Sekar Bumi relatif stabil bahkan sedang ekspansi pabrik di Cikupa, Tangerang dan sudah selesai pembangunan bulan Juni 2016. "Pabrik ini akan meningkatkan ekspor kami dari produk olahan makanan perikanan. Selain itu kami juga mengembangkan produk olahan makanan beku, yang makanan beku ini sekarang yang sedang gencar-gencarnya untuk membidik pasar-pasar baru seperti di Eropa dan Amerika," lanjutnya.
Tahun 2016 ini Sekar Bumi menerima penghargaan Primaniyarta yang ke-4 atau Indonesia Best Exporter Award. "Ini memberikan dorongan atau semangat management Sekar Bumi untuk bekerja lebih keras lagi untuk mengembangkan performance dan pengakuan dari pemerintah ini membuat kami dikenal oleh investor-investor kami di luar negeri juga termasuk dari buyers-buyers produk kami," ungkap Harry.
Pada tahun 2017, Sekar Bumi berencana membuka satu pabrik lagi di Lamongan, Jawa Timur untuk pengolahan hasil perikanan dan produk-produk hasil olahan untuk ekspor dan pasar domestik. "Kami juga akan memperkuat supply bahan baku denganrencana masuk ke budidaya hasil perikanan karena saat ini yang utama masih udang. Nanti mungkin juga ada budidaya ikan. Kami juga akan bekerja sama dengan nelayan untuk tangkapan laut," pungkas Harry optimis. (Dar)
TAUZIA Hadirkan Maison Aurelia Di Sanur
Tauzia terus melakukan perluasan. Baru saja, TAUZIA Hotel Management beserta PT Segara Biru Kencana mengumumkan pembukaan resmi Maison Aurelia - Sanur by Pr?F?Rence Hotels yg berlokasi pada Jalan Danau Tamblingan, Sanur - Denpasar Selatan. Hotek ini adalah hotel pertama berlabel Pr?F?Rence, menaungi konsep hotel butik kelas atas yang unik & kaya dengan sentuhan budaya lokal.
Maison Aurelia - Sanur menawarkan atmosfer menenangkan dalam balutan dekor kolonial, dilengkapi fasilitas moderen. Tamu hotel pasti akan menikmati pengalaman menginap yang begitu elegan. “Pilihan kata ‘Aurelia’ diambil dari bahasa Latin yang berarti ‘emas’ - sebuah warna yang merepresentasikan kekuatan, kemewahan & kesempurnaan - sementara ‘Maison’ berarti ‘rumah’ dalam bahasa Prancis - seperti kami yakini bahwa keramahan serta kehangatan para staf akan membuat tamu merasa seperti di rumah sendiri,” jelas Irene Janti, Chief Brands & Marketing Officer - TAUZIA Hotel Management.
Maison Aurelia – Sanur, by Préférence Hotels menawarkan 54 kamar dengan desain memikat yang terbagi dalam dua kategori: 42 kamar tipe Camelia dengan ukuran 36 meter persegi dan 12 kamar tipe Magnolia ukuran 54 meter persegi. Masing-masing dilengkapi layar TV LED dengan kanal internasional, koneksi WiFi gratis, jam speaker koneksi bluetooth, air mineral botol, mesin pembuat teh& kopi, mini bar, lemaribaju, kotak safe deposit, item toiletries dari Durance, surat kabar gratis & tempat kerja simpel.
“Selain kamar dengan dekor menarik, Maison Aurelia juga menawarkan jacuzzi outdoor, kolam renang, akses ke klub pantai serta fasilitas ruang pertemuan mini,” terang Sophie Marivin, Hotel Manager – Maison Aurelia Sanur. Untuk menikmati menginap dengan elegan di Maison Aurelia – Sanur, by Préférence Hotel smulai harga dari Rp 1.118.000nett/malam (kamar saja).
TAUZIA Lakukan Groundbreaking YELLO Hotel Kupang
20 Gambar Karya Anak Indonesia Terpilih Mewakili Indonesia Pada Event IKEA
Alam Sutera - Tangerang, lima Desember 2016 ?IKEA Indonesia hari ini mengumumkan 20 hasil karya anak Indonesia yg terpilih mewakili Indonesia dalam kompetisi dunia Lomba Menggambar IKEA 2016 pada Swedia. Ke 20 karya ini akan bersaing dengan karya anak-anak lain menurut semua global.
Lomba Menggambar IKEA merupakan kompetisi menggambar boneka impian bagi anak-anak berusia 4 sampai dengan 12 tahun. Mempertimbangkan antusiasme dan kesuksesan dari kegiatan serupa pada tahun sebelumnya, tahun ini IKEA kembali mengadakan Lomba Menggambar IKEA untuk ketiga kalinya. Kompetisi ini diselenggarakan serentak di seluruh toko IKEA di berbagai negara mulai tanggal 23 Oktober hingga 6 November 2016.
Setiap negara yg berpartisipasi berhak mengirimkan 20 karya terbaik yang dipilih untuk mewakili masing-masing negara dalam kompetitsi global. Selanjutnya, tim global IKEA akan menentukan 10 gambar pemenang yg akan diproduksi menjadi koleksi boneka soft toy IKEA tahun berikutnya, & dijual pada toko IKEA pada banyak sekali negara menjadi bagian berdasarkan Kempanye Untuk Kebaikan. Untuk setiap 1 boneka soft toy IKEA yang terjual, IKEA akan mendonasikan 1 Euro melalui sejumlah lembaga nirlaba termasuk UNICEF, Save The Children dan Room to Read, dalam mendukung hak akan pendidikan dan hak bermain bagi anak-anak yg kurang beruntung pada banyak sekali belahan dunia.
Marketing Manager IKEA Indonesia, Eliza Fazia, menyebutkan, " IKEA sangat bahagia bahwa anak-anak Indonesia memberitahuakn antusiasme & kreatifitas yang tinggi pada menuangkan boneka virtual mereka ke pada karya gambar, dimana kami menerima lebih dari 1000 karya yang kreatif dan unik.?
?Sangat sulit bagi kami buat menentukan karya terbaik menurut gambar-gambar tersebut, namun akhirnya kami menentukan 20 gambar yg kami anggap memiliki potensi buat sebagai boneka soft toy yang disenangi,? Lanjut Eliza Fazia.
Berdasarkan kriteria pemenang yang telah ditetapkan, seleksi dilakukan oleh panel juri yang terdiri dari Tim IKEA serta juri independen Psikolog Bermain Anak, Fabiola Priscilla Setiawan, M.Psi. dari Universitas Indonesia, dan Noel Febry Ardian, Ketua Program Studi Desain Produk Industri Universitas Paramadina dan sekaligus ahli dalam desain untuk industri mainan anak-anak. Selain penilaian juri, juga terdapat penilaian oleh masyarakat melalui media sosial. Ke-20 gambar yang terseleksi ke tingkat dunia Lomba Menggambar IKEA 2016 ini dapat dilihat di toko IKEA Alam Sutera. Pengumuman 10 pemenang Lomba Menggambar IKEA 2016 tingkat dunia baru akan dilaksanakan pada bulan Februari 2017.
Saat ini IKEA telah memproduksi boneka soft toys menurut 10 karya terbaik tahun sebelumnya & dapat dibeli di toko IKEA Alam Sutera, dimana salah satu soft toy tersebut adalah hasil karya anak Indonesia, Naurazka Salsabila.
Lebih lanjut Eliza Fazia mengungkapkan, ?Lomba Menggambar IKEA 2016 Ini merupakan langkah awal bagi anak-anak buat menciptakan kebersamaan di global melalui karya dari anak, sang anak dan buat anak, melalui Kampanye IKEA Untuk Kebaikan dalam rangka mendukung hak anak-anak akan pendidikan dan hak untuk bermain,? Ujar Eliza Fazia.
TAUZIA Lakukan Groundbreaking YELLO Hotel Kupang

TAUZIA Hotel Management, operator hotel Indonesia peraih penghargaan berhasil menyebarkan sayap ke Indonesia bagian timur menggunakan prosesi groundbreaking YELLO Hotel Kupang - Nusa Tenggara Timur berkolaborasi menggunakan PT. Haumani Makmur Sejati.
Hotel ini akan menjadi YELLO keenam di Indonesia yang berlokasi strategis pada Jalan Timor Raya, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima - Kupang.
“YELLO Hotels menawarkan daya tarik kreatif tersendiri di segmen hotel ekonomis yang berkonsep seni urban & teknologi. Kami hendak menjadi ruang kreatif bagi para tamu netizen,” kutip Christophe Glass, Chief Projects Officer - TAUZIA Hotel Management.
YELLO Hotel Kupang menawarkan 147 kamar berdesain trendi sekaligus juga berbagai fasilitas menyenangkan lainnya seperti ballroom dengan kapasitas hingga empat ratus orang, beberapa ruang pertemuan untuk dua ratus orang, kolam renang, WOK’n’TOK - restoran a la makanan cepat saji yang buka 24 jam, NetZone dan Gaming Station.
“Dari dahulu kala Kupang sudah terkenal sebagai pusat perdagangan & pelabuhan sibuk di masa kolonial Portugis & Belanda - hingga sekarang begitu banyak peninggalan menarik yang menawarkan daya tarik luar biasa bagi para pelancong,” kutip Irene Janti, Chief Brands & Marketing Officer - TAUZIA Hotel Management.
Tamu yang menginap dapat menjelajah berbagai destinasi turis termasuk Pantai Tablolong, Goa Kristal, Taman Nostalgia, Air Terjun Oenesu & Taman Camplong. YELLO Hotel Kupang diperkirakan akan mulai beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2018.
95 hectar industrial in Tangerang (Indonesia) for sale
95 ha industrial land in western Jakarta (Tangerang), Indonesia, for sale
An Indonesian property company of my connection now will sell industrial land as 95 ha, located in western Jakarta, Tangerang. The location is designed for manufaturing complex or warehousing complex. Good access to toll road, complete facilities (electricity for industrial, water treatment, hotel, golf center, etc). The surrounding complex is based for many multinational manufacturers.
Investor who interested to buy the land, please chat to me.
Darma
email: indogading@gmail.Com
Mobile/Whatsapps: 6281 384 160 988 (Jakarta)
Mengenal Cara Kerja Investor Private Equity
Tulisan ini diupdate November 2019

Perusahaan Bapak/Ibu sedang mencari investor tipe private equity investor? Perlu membaca goresan pena singkat di bawah ini.
Perusahaaan private equity memang nir terkenal misalnya bank atau bursa. Padahal private equity juga galat satu asal kapital dan sebagai solusi permodalan bagi para pemilik perusahaan yang bisnisnya ingin tumbuh.
Private equity merupakan galat asal kapital buat investasi yang asal dari para investor misalnya dana purna tugas, orang-orang kaya, atau dana abadi perguruan tinggi. Ini semacam forum yg ditugaskan & dipercaya buat memutar duit berdasarkan investor itu. Kalau bank umumnya memberi duit pinjaman dan minta jaminan (kolateral), kalau private equity nir. Dia invest di perusahaan semisalnya Rp 300 miliar atau Rp 100 miliar, tapi dia minta ditukar menggunakan saham. Nah, ada perusahaan private equity yang maunya invest sebagai pemegang saham minoritas & nggak mau lebih dari 50%, tetapi jua terdapat yg maunya justru harus pegang kendali. Masing-masing perusahaan private equity punya gaya dan kebijakan masing-masing.
Asal dana atau sumber dana perusahaan private equity itu biasanya terkumpul karena keaktifan para pendiri dalam mencari dana untuk dikelola. Jangan heran kalau di Indonesia, para pemilik private equity pasti orang yang punya network kuat dengan pemilik dana di luar negeri. Misalnya Patrick Waluyo (Northstar), Gita Wiryawan (Ancora) dan Edwin Soeryajaya (Saratoga). Mereka semua lulusan Amerika yang channel dengan lembaga keuangan Barat sudah sangat kuat.
Kenapa mereka mau menaruh dananya untuk dikelola? Ya karena ingin dananya berputar & bertambah. Ingat bahwa di negeri Barat & Jepang, kalau menaruh deposito di Bank bunganya pertahun hanya 2% atau bahkan kurang. Kalau diputar pada negara perkembang mereka mampu menerima laba minimal belasan % per tahun. Logikanya simple, idiologi uang merupakan keuntungan. Dia tidak punya loyalitas ke negara atau lokasi. Tapi dia akan datang ke tempat yg sanggup berkembang biak. Ini rumus uang yang jangan dibantah.
Cara investasi perusahaan private equity (PE) ke perusahaan-perusahaan target umumnya menggunakan pola mampu dua macam. Pertama, membeli sebagian saham yg dimiliki pemegang lama (adalah ia membeli existing saham). Dus terdapat pergantian kepemilikan saham. Kedua, perusahaan yg akan diinject modal itu menerbitkan saham baru yg kemudian dibeli sang perusahaan PE itu. Umumnya cara ke 2 ini lebih banyak dipilih lantaran berarti dana yg masuk tidak masuk ke kantong pribadi pemegang saham usang, tetapi menambah modal perusahaan sebagai akibatnya perusahaan sanggup berputar lebih baik. Tapi pola ini sangat case by case, mampu perpaduan. Bisa jadi ketika investor masuk ke sebuah perusahaan, terdapat sebagian yg masuk ke kantong pemegang saham lama buat pembelian saham, namun ada jua sebagian yang ditaruh menjadi kapital usaha.
Selain cara investasi melalui saham, perusahaan PE juga bisa dengan cara membeli convertible bond yang diterbitkan perusahaan yang butuh duit. Convertible bond itu adalah surat utang yang suatu saat bisa diubah (diconvert) menjadi saham ketika pas jatuh tempo perusahaan yang berhutang itu tidak bisa melunasi secara sempurna atas hutang-hutangnya.
Yang perlu diketahui, perusahaan PE umumnya hanya mau invest di perusahaan yang tumbuh cepat & margin untungnya baik. Kenapa? Karena dia wajib memberi keuntungan pula ke pemodal yg menitipkan uangnya. Makanya umumnya IRR private equity selalu minta diatas 18%. Kalau bank Anda kasih bunga 12-13%, maka PE minimal diangka 18%. Bedanya kalau bank wajib mencicil bulanan, bila PE nggak. PE hanya mengharap untung ketika sahamnya dijual ke pihak lain.
Makanya, kebanyakan orang berhubungan dengan PE bila sudah tidak bisa pinjam ke bank lagi. Ekuitas yang dimiliki perusahaan sudah mentok. Sudah tidak punya kolateral untuk pinjam ke bank. Kalau bahasa orang keuangan, debt to equity ratio sudah nggak memungkinkan untuk pinjam ke bank. Ingat, tidak ada bank yang mau kasih pinjaman bila tidak ada kolateral. Ini normalnya. Ada beberapa bank yang bisa kasih pinjaman tanpa kolateral, namun sudah pasti hanya ke nasabah korporat yang sudah lama dikenal, dan biasanya bunganya juga jauh lebih tinggi.
Siapakah yg paling cocok buat menggandeng PE:
- Perusahaan yang akan ekspansi dan yakin punya bisnis bagus kedepan tapi nggak punya modal dan sudah sulit pinjam ke bank karena debt to equity ratio sudah tinggi. Aset yang ada sudah dileverage terlalu tinggi sehingga butuh investor (capital partner) yang bisa menambahkan modal untuk pertumbuhan usaha karena memang ada peluang menarik yang akan digarap. Dalam situasi ini cocok dan penting untuk mengajak PE agar mau investasi dan kongsi di bisnis Bapak/ibu.
- Perusahaan yang akan go public 2-4 tahun kedepan. agar nilai buku menjadi lebih baik dan kondisi permodalan tampak lebih kuat, anda gandeng PE untuk invest di perusahaan anda. nanti ia akan exit keluar dari perusahaan anda saat IPO dengan menjual saham dia ke investor publik di bursa
- Perusahaan yang tahu bahwa ada perusahaan lain yang sahamnya akan dijual, perusahaan itu bagus, tapi dia nggak punya uang untuk membeli atau mengakuisisi. Dalam kondisi itu, ajaklah PE untuk invest bersama dan Anda yang menjadi operatornya karena Anda yang tahu cara kerja dan operasional bisnisnya sehari-hari. PE bisa menjadi pemegang saham sementara, setelah itu saham dia bisa bapak akuisisi
- CEO atau eksekutif senior perusahaan yang tahu bahwa perusahaan dimana ia bekerja mau dijual,. Ia merasa sayang dan tahu bahwa bisnisnya bagus dan ia bisa menyelamatkannya, makanya ajak PE untuk invest dan anda akan menjadi salah satu pmegang saham penting. Saya punya beberapa kawan yang menjalankan pola ini dan sukses besar. Dulu CEO di perusahaan itu tapi tiba2 owner mau jual;al perusahaannya, akhirnya si CEO tadi cari pemodal untuk beli perusahaan itu.
Nah perusahaan PE itu biasanya invest untuk waktu yang tidak lama. Durasi hanya 3-7 tahun. Setelah itu ia keluar atau exit. Cara exit bermacam-macam. Bisa menjual sahamnya melalui bursa atau go public, bisa menjual saham ke pemegang saham lain yang mayoritas. Tapi bisa juga melalui trade sale, yakni ia menjual ke berbagai investor besar yaitu group besar yang minat di bisnis itu. Misalnya PE invest di bisnis TI lalu exit, maka ia akan tawarkan ke ACER, IBM, Microsoft, dll, untuk membeli sahamnya. Istilahnya, menjual ke investor strategis, bukan ke investor keuangan. Tapi menjual ke sesama investor keuangan juga mungkin.
Nah bagaimana di Indonesia? Di Indonesia semakin banyak perusahaan private equity yang aktif walaupun mereka tidak punya kantor khusus di Indonesia namun mereka menunjuk orang tertentu menjadi wakilnya di Indonesia. Mereka ada yang dari Jepang, Hongkong, Singapore, Timur Tengah, Eropa dan Malaysia. Tak kurang dari 30-an investor PE di Indonesia. Hanya saja mereka memang bekerja dengan silent dan bekerja berdasarkan trust. 30 perusahaan PE itu punua fokus investasi dan sstrategi investasi yang berbeda-beda dari sisi besaran per investasi hingga sektor yang ia pilih.
Ingat cara kerja private equity itu sangat silent, diam-diam, nggak mau banyak ngomong. Namanya juga private. Mereka memang selektif dalam memilih perusahaan yang akan diinvestasi, namun mereka juga harus investasi karena kalau nggak menyalurkan duitnya untuk diinvestasikan, mereka juga akan ditanya dan ditabok oleh lembaga yang memercayakan uang untuk diputar. Kalau Anda sudah dipercaya untuk memutar uang tapi kok anda nggak dapat tempat yang ditaruh uang berarti anda bodoh. Anda nggak punya teman atau anda nggak bisa cari teman. Padahal sebegitu banyaknya perusahaan di Indonesia yang butuh funding, dengan manajemen yang terpercaya dan prospeknya bagus.
Perusahaan private equity itu ingin berkongsi menggunakan pengusaha yg terbukti bisa mengelola usaha, bukan baru rencana2 doang. Mereka umumnya hanya mau invest pada perusahaan yang telah eksis dengan omset mencukupi tetapi butuh tambahan kapital supaya mampu tumbuh cepat. Atau mau jua invest pada perusahaan cantik namun sedang sakit akan tetapi ada peluang buat diperbaiki. Banyak banget investor yg meminati Indonesia. Tapi memang butuh cara spesifik mendekati mereka karena mereka memang sangat private & hanya mau herbi orang yang mampu mereka percaya.
Dana yang ditempat pada satu perusahaan oleh private equity sangat bhineka. Ada yg maunya diatas USD 100 juta dollar, terdapat yang hanya mau range USD 50-100 juta dollar, terdapat yang mau berdasarkan size USD 5 juta. Bahkan terdapat yg mainnya pada nomor USD 1-lima juta per investment. Masing-masing punya mandat dan strategi sendiri.
By the way, bila Bapak/Ibu adalah pemilik korporasi yg butuh modal dari investor private equity yang mau invest dari Rp 200 miliar sampai Rp 1,5 triliun, saya bisa ajak salah satu investor private equity dari luar negeri yang cocok atau paling cocok untuk perusahaan bapak/ibu dan memang sedang cari-cari peluang investasi di indonesia. Sewaktu-waktu saya bisa ajak meeting direkturnya untuk meeting dengan bapak/ibu bila memang ada peluang kongsi yang menarik dari skala bisnis dan prospeknya.
Beberapa jenis perusahaan yg dicari investor rekanan saya:
- Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut (fishery processing, shrimp, crab processing, cold storage/seafood manufacturing
- Perusahaan tambang nickel dan pengolahannya
- - Semua perusahaan bidang manufacturing
- - Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan perawan kesehatan dan kecantikan, apotik
- - perusahaan yang bisnisnya B2B
- - perusahaan bidang kimia, pengolah limbah, dan sejenisnya
- - perusahaan distribusi, baik barang2 consumer maupun barang industrial
- - perusahaan agribisnis dan teknologi yang terkait pertanian
- Perusahaan Manufacturing ( memproduksi makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, kemasan, industrial good, B2B product, produsen cat, bahan bangunan, dll, yang ada proses makanann)
- Perusahaan jaringan ritel dan resto yang sudah memiliki banyak cabang
- Perusahaan logistik (integrated logistic, forwarding, warehousing, trucking, kurir express
- Perusahaan logistik berpendingin (cold chain): perusahaan logistik yang punya cold storage, perusahaan trucking yg berpendingin, warehouse cold storage, refrigrated trucking, dll)
- Perusahaan asuransi jiwa syariah
- Bank syariah
- Mall dan ritel di kota-kota utama dan kota kedua
- Perusahaan industri berat (baja, alumunium, pipa, dll)
- Perusahaan properti yang punya land bank untuk apartemen dan mall
- perusahaan IT services/IT system integration outsourcing company
- perusahaan farmasi OTC
- Perusahaan yang punya land bank untuk kawasan industri diatas 400 ha
- Perusahaan Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Perusahaan shipping yang asetnya sudah diatas Rp 400 miliar
- Perusahaan kemasan
- Perusahaan agribisnis yang omsetnya sudah diatas Rp 300 M
- Perusahaan pupuk organik yang sudah punya pasar ritel
- Perkebunan sawit, karet dan kopi,
Semoga bisnis bapak/Ibu sukses, semakin maju & berkembang. Selalu ada jalan apabila kita terus mau berusaha.
Terima kasih
darmadi
wingdarmadi@gmail.Com
HP : 081 384 160 988
Info krusial lainnya :
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi bisnis
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Di-update pada 21 April 2020
Pebisnis di era sekarang keberadaan mitra investor memang semakin diperlukan untuk kepentingan pengembangan usaha. Namun sayang banyak yang tidak menyadari bahwa sebenarnya banyak investor asing ingin masuk ke Indonesia dan bisa digandeng. Mereka ingin masuk dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia serta MENCARI MITRA KONGSI dengan perusahaan-perusahaan terpercaya di Indonesia. Para investor itu melihat Indonesia sebagai salah satu negara yang prospek pertumbuhannya sangat bagus kedepan. Jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang, income perkapita makin naik, sumber daya alam melimpah, dan alasan lain.
Para investor itu dituntut untuk memutar dan menanamkan modalnya di negara yang potensinya besar seperti di Indonesia. Di negara asalnya, seperti jepang misalnya, pertumbuhan sudah sangat sulit. Tingkat pertumbuhan ekonomi sudah flat. Disana bunga deposito bahkan dibawah 3% setahun. Sebab itu mereka mencari negara lain yang potensinya besar dan untuk itu mencari mitra2 lokal yang credible, bisa dipercaya, dan bisa diajak mengembangkan bisnis. Umumnya mereka lebih suka menggandeng pemain lokal yang sudah pengalaman di bisnisnya, lalu bikin kongsi. Kongsi itu bisa dengan akuisisi perusahaan besar yang sudah ada, bisa juga dirikan sebuah usaha baru secara bersama.

Nah, terdapat dua jenis investor asing yg mampu diajak. Investor strategis & investor financial. Lihat disparitas diantara keduanya pada tulisan saya yg lain yg sanggup menjelaskan hal itu.
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi usaha
By the way, kalau perusahaan Bapak/Ibu butuh modal dari investor private equity yang mau invest dari Rp 200 miliar sampai Rp 1,5 triliun, saya bisa ajak salah satu investor private equity dari luar negeri yang cocok atau paling pas untuk perusahaan bapak/ibu dan memang sedang cari-cari peluang investasi di indonesia. Sewaktu-waktu saya bisa ajak meeting direkturnya untuk meeting dengan bapak/ibu bila memang ada peluang kongsi yang menarik dari skala bisnis dan prospeknya.
Selain itu, saya juga punya relasi investor strategis dari luar negeri yang sekarang sedang akan mengembangkan bisnis di Indonesia. Berikut ini sektor bisnis yang paling diminati relasi saya:
Perlu dicatat, investor asing pada umumnya tidak mau melakukan joint venture dengan perusahaan kecil atau perusahaan yang baru mulai. Omset minimal Rp 200 miliar. Mereka perusahaan besar sehingga mindset bisnisnya juga skala besar. Mereka sudah jauh-jauh ke Indonesia tentu ingin yang skala bisnisnya cukup.
Skema investasinya, umumnya relasi aku ingin masuk pada bentuk kerjasama joint venture pada perusahaan yang bisnisnya telah jalan, bukan create baru berdasarkan nol.
Beberapa jenis perusahaan yg dicari investor rekanan aku :
- Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut (fishery processing, shrimp, crab processing, cold storage/seafood manufacturing
- Perusahaan tambang nickel dan pengolahannya
- Semua perusahaan bidang manufacturing
- Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan perawan kesehatan dan kecantikan, apotik
- Perusahaan yang bisnisnya B2B
- Perusahaan bidang kimia, pengolah limbah, dan sejenisnya
- Pperusahaan distribusi, baik barang2 consumer maupun barang industrial
- Perusahaan agribisnis dan teknologi yang terkait pertanian
- Perusahaan Manufacturing ( memproduksi makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, kemasan, industrial good, B2B product, produsen cat, bahan bangunan, dll, yang ada proses makanan)
- Perusahaan jaringan ritel dan resto yang sudah memiliki banyak cabang
- Perusahaan logistik (integrated logistic, forwarding, warehousing, trucking, kurir express
- Perusahaan logistik berpendingin (cold chain): perusahaan logistik yang punya cold storage, perusahaan trucking yg berpendingin, warehouse cold storage, refrigrated trucking, dll)
- Perusahaan asuransi jiwa syariah
- Bank syariah
- Mall dan ritel di kota-kota utama dan kota kedua
- Perusahaan industri berat (baja, alumunium, pipa, dll)
- Perusahaan properti yang punya land bank untuk apartemen dan mall
- perusahaan IT services/IT system integration outsourcing company
- perusahaan farmasi OTC
- Perusahaan yang punya land bank untuk kawasan industri diatas 400 ha
- Perusahaan Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Perusahaan shipping yang asetnya sudah diatas Rp 400 miliar
- Perusahaan kemasan
- Perusahaan agribisnis yang omsetnya sudah diatas Rp 300 M
- Perusahaan pupuk organik yang sudah punya pasar ritel
- Perkebunan sawit, karet dan kopi,
Namun perlu dicatat bahwa investor hanya mau berkongsi dengan perusahaan yang skalanya sudah korporasi, bukan pemain UKM atau perusahaan baru. TIDAK BERMINAT BERINVESTASI DI PERUSAHAAN UKM ATAU ATAU MAU MULAI ATAU BARU RENCANA BISNIS. Mohon dimengerti.
Bila perusaahaan Bapak/Ibu adalah perusahaan swasta yang omsetnya sudah diatas Rp 200 miliar dan sedang membutuhkan investor, saya siap bantu sinergikan dengan investor. Semoga bisnis bapak/Ibu sukses, semakin maju dan berkembang. Selalu ada jalan bila kita terus mau berusaha.
Terima kasih
Sudarmadi
HP : 081 384 160 988
wingdarmadi@gmail.Com
Artikel terkait klik link berikut:
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi usaha
110 hectars industrial land in Cikarang, eastern Jakarta (Indonesia) for sale
One among Jakarta company of my connection now will sell industrial land as 100 ha, located in Cikarang, eastern Jakarta. The location is good for manufacturing complex, warehousing complex, top universities complex, or premium housing complex. Good access to toll road, complete facilities (electricity for industrial, water treatment, hotel, etc). The surrounding complex is many japanies and multinational manufacturers.
Investor who interested to buy the land, please chat to me.
Darma
email: indogading@gmail.Com
Mobile/Whatsapps: 6281 384 160 988 (Jakarta)
Di Balik Menanjaknya Pertumbuan Bisnis Shell Lubricant
Di tengah sulitnya penetrasi merek asing di bisnis pelumas, Shell Lubricant berhasil tumbuh baik di Indonesia. Mau tahu strateginya?
“It’s always about timing. If it’s too soon, no one understands. If it’s too late, everyone’s forgotten.” Kata-kata bijak dari penulis top dunia, Anna Wintour, ini memang cukup relevan untuk melihat kenyataan di dunia bisnis. Kepemilikan sumberdaya memang menjadi salah satu modal penting agar sukses di pentas bisnis, namun jangan lupa, faktor ketepatan dalam membidik momentum atau soal timing juga menjadi kunci yang krusial.
Tampaknya prinsip itu juga dijalankan dengan baik oleh pengelola bisnis pelumas Shell di Indonesa. Pengelola Shell Lubricant Indonesia (SHI) tampaknya sangat jeli dalam membaca momentum bisnis. Mereka tahu persis kapan saatnya harus tiarap dan kapan harus berdiri tegak dan berlari. Pada masa-masa sebelumnya, terutama sebelum tahun 2000, bisnis pelumas Shell tampak dikelola dengan pola yang sangat low profile. Mereka cenderung bergerak dengan tidak tampak di permukaan meski sebenarnya aktif mengarap pasar. Selain itu Shell di kala itu lebih fokus di bisnis B2B yang menjadi pasar utamanya. Pendekatan Shell ketika itu cenderung sabar dan lebih banyak bermain flinking strategy.
Namun pengelola Shell tampaknya sudah semakin yakin bahwa kini saatnya untuk lebih agresif dalam membidik pasar. Terlebi pemerintah Indonesia, melalui Keppres Nomor 21 Tahun 2001 sudah meliberalisasi pasar pelumas, sehingga pemain pelumas asing seperti Shell bisa lebih leluasa untuk mencoba menggeliat dalam mencari ceruk-ceruk pasar baru. Era monopoli pasar pelumas oleh Pertamina sudah berakhir. Bisa dimengerti kalau pengelola pelumas Shell di Indonesia makin aktf.
Di Indonesia, bisnis pelumas Shell berada dalam pengelolaan PT Shell Indonesia, khususnya pada unit bisnis pelumas (Shell Lubricant Indonesia = SLI). PT Shell Indonesia sendiri juga memiliki bisnis lain seperti bisnis upstream dan eksplorasi migas, bisnis SPBU, hingga bisnis bitumen aspalt. Khususnya di bisnis pelumas, manajemen SLI sudah meyakini bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mendongkrak kinerja bisnisnya.
"Manajemen Shell Global meyakini potensi pasar pelumas di Indonesia sangat prospektif baik sekarang maupun masa depan, sehingga Indonesia bersama China dan India menjadi fokus untuk pertumbuhan pelumas Shell," ungkap, Alex Marpaung, eksekutif Shell Indonesia yang bertanggung jawab pada manufacturing dan supply chain pelumas Shell di Indonesia. Dengan alasan itu, jangan heran, bila dalam lma tahun terakhir Shell lubricant tampak banyak melakukan manuver bisnisnya di Indonesia.
Dari sisi investasi sebut contoh, sejak 2013 SLI mulai melakukan penambahan investasi di Indonesia dengan membuat pabrik pelumas baru. Pabrik baru ini berlokasi di Marunda Center, Jakarta Utara, mulai dilakukan konstruksi pembangunan sejak 2012 dan selesai 2015 sehingga saat ini sudah aktif memproduksi berbagai varian pelumas. Investasi Shell tidak tanggung-tanggung karena pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 75.000 m2 (setara dengan 10 kali lapangan sepakbola), dengan total nilai investasi tak kurang dari US$ 132 juta.
Dilihat dari sisi kapasitas produksi, pabrik baru ini mampu menghasilkan hingga 136 juta liter (120 ribu ton) pelumas setiap tahunnya, cukup untuk mengganti lebih dari 460.000 unit oli sepeda motor atau hampir 90.000 unit oli mobil per hari. Menurut Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Harjanto, pada saat peresmian pabrik ini, dengan kapasitas produksi sebesar 136 juta liter/tahun itu berarti pabrik pelumas Shell di Marunda ini merupakan pabrik pelumas terbesar di Indonesia - di Indonesia terdapat 20 pabrik pelumas.
Yang jelas pabrik baru di Marunda ini 100% kepemilikan dan pengoperasiannya berada di tangan Shell sehingga pihak Shell merasa akan lebh leluasa dalam melakukan kontrol dan pengembangan, termasuk kontrol kualitas produk. Semua proses dalam pabrik ini sepenuhnya djalankan melalui proses otomasi, dikendalikan para operator dari ruang kontrol pada setiap tahapannya. Selain itu, juga sudah dirancang untuk memenuhi standar keramahan lingkungan, termasuk soal penanganan limbah.
Sudah tentu, secara bisnis, keberadaan pabrik Marunda tersebut sangat bermakna bagi bisnis pelumas Shell di Indonesia. Pasalnya, sebelumnya, pelumas Shell yang beredar di Indonesia diimpor dari pabrik Shell di Singapura dan Malaysia. Hal ini bukan semata menandai keseriusan Shell dalam menggarap bsnis pelumas di Indonesia namun juga jelas menambah daya saing. Dengan pabrik yang berlokasi di Indonesia, dari sisi biaya produksi tentu akan lebih kompetitif sehingga harga akhir produk Shell bisa lebih bersaing. Selain itu, dari sisi kecepatan delivery ke jaringan distribusi dan pelanggan juga menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. "Lead time dari order ke pemenuhan barang menjadi lebih pendek," Alex Marpaung mengatakan.
Bukan hanya dari besaran investasi, dengan hadirnya pabrik itu, Shell bisa mengembangkan berbagai strategi ikutannya. Tunjuk contoh, kini Shell Lubricant bisa bermain pada produk yang semakin beragam. Bila pemain pelumas lain mungkin hanya berbisnis di oli untuk otomatif saja atau oli industrial saja, atau mungkin oli transmisi saja, maka SLI berani masuk di pasar yang beragam. "Diversifikasi produk kita cukup beragam," sambung Alex.
Maklum, pabrik Shell di Marunda tersebut kini mampu memproduksi tak kurang dari 99 jenis produk pelumas. Dari sisi ukuran kemasan produk misalnya, pabrik Marunda mampu dan memang telah memproduksi pelumas dari ukuran ritel konsumen kemasan 1 liter hingga kemasan ukuran drum untuk industri, bahkan ada yang dalam bentuk 20.000 liter dalam kemasan tanki untuk pelanggan industri.
Pun demikian dari sisi segmen produk pelumas yang digarap, bisa leluasa mendiversifikasi produk pelumas sesuai fungsionalnya. Ada beberapa subbrand besar (varian) yang sejauh ini sudah dipasarkan Shell di Indonesia dimana masing-masing subbrand menyasar segmen fungsonal yang berbeda. Diantaranya, Shell Helix untuk pasar pelumas mesin mobil, Shell Advance untuk pelumas mesin motor, Shell Rimula menyasar pasar pelumas mesin kendaraan berat, Shell Spirax untuk jenis pelumas transmisi dan Shell Tellus khusus untuk pelumas hidraulik.
Beragam varian yang terakhir disebut makin aktif digenjot untuk menangkap pertumbuhan bisnis konstruksi, pembangkit listrik dan pertambangan yang di Indonesia juga berkembang baik. Tentu Shell Helix yang bermain di pasar pelumas mobil dan Shell Advance yang menyasar pelumas mesin motor juga serius dikembangkan karena populasi kendaraan di Indonesia yang terus tumbu signifikan.
Bahkan, seiring dengan berkembangnya sektor maritim di Indonesia dan animo pemerintah yang sedang aktif menggelorkan program tol laut, Shell juga makin aktif masuk di bisnis pelumas untuk sektor maritim.
Ya, tak salah, di antara beragam pelumas yang diproduksi saat ini, terdapat pelumas mesin kapal Shell Argina, Shell Gadinia dan Shell Melina. Shell Argina dan Shell Gadinia adalah tipkal pelumas mesin yang digunakan untuk mesin kapal berukuran kecil hingga sedang, mesin pembantu dan pembangkit listrik statis. Sedangkan Shell Melina, merupakan pelumas multifungsi yang diperuntukan bagi mesin diesel perkapalan berputaran rendah.
Secara umum, Shell kini bisa mengembangkan tiga channel bisnis pelumas. Yakni segmen business to business, segmen ritel dan segmen direct to costumer (OEM). Untuk B2B misalnya, Shell banyak melayani sektor mining, infrastruktur, dan konstruksi. Sedangkan untuk consumer misalnya penjualan ritel untuk motor dan mobil. Sedangkan untuk tipe direct to costumer, saat ini Shell memang menggarap langsung ntuk beberapa produk, khususnya untuk kalangan OEM. Tak kurang dar 20 perusahaan pelanggan besar dimana Shell melakukan direct selling. Channel pemasaran tersebut tentu juga terkait dengan tipe produknya karena Shell memang punya varian pelumas dari mulai pelumas untuk mesin, transmisi, gear, kapal, hidrolik dan masih banyak lagi.
Dari sisi cakupan pasar, sejak dua tahun terakhir Shell terus memperluas coverage pasar yang dijangkau. Sejarahnya pelumas Shell memang memulai dari pasar Jabodetabek, namun dari tahun ke tahun terus dikembangkan dan mulai masuk ke kota-kota besar. Nah, saat ini tahapannya Shell sudah lebih meluas lagi. "Bila dulu hanya di kota besar sekarang masuk ke kota-kota kecil," Alex menjelaskan. Salah satu yang juga sedang ditekankan ialah pasar Indonesia bagian timur. Tak heran, untuk itu Shell juga memmeprbaharui dan menambah jalur distribusi.
Saat ini di Indonesia pelumas Shell sudah punya sekitar 200 distribution point tersebar di seluruh Indonesia. Mereka mengambil barang dari central warehouse yang ditempatkan di Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar dan Balikpapan. Untuk memperlancar distribusi dan penjualan, SLI juga sudah menjalin kerjasama dengan tak kurang dari 30 distrbutor di Indonesia. "Masing-masing channel kita pakai distributor yang berbeda, dan kita terus akan tambah untuk meningkatkan coverage," lanjut Alex.
Untuk bisnis pelumas industri misalnya, SLI membagi dalam berbagai area pemasaran dan masing-masing dikelola oleh distributor yang berbeda. Contohnya untuk pasar Jakarta, SLI menunjuk dua distributor pelumas indusri, yakni
PT Sefas Keliantama dan PT Jodabo Sukses. Lalu, untuk pasar Jawa Timur, dipercayakan distributorhispnya ke
PT Adi Surya Sempurna dan PT Pancaputra Mitratama Mandiri. Sedangkan area pemasaran Sulawesi dan Maluku dikelola PT Cahaya Pengajaran Abadi, pasar Papua oleh PT Mahattama Maddara Abadi dan area Sumatera Utara dipercayakan ke PT Dinamika Lubsindo Utama. Distrbutor untuk pelumas marine (perkapalan) pun diserahkan ke perusahaan yang berbeda dengan distributor pelumas industri dan ritel.
Kini SLI aktif memperkuat kehadirannya di pasar-pasar yang potensial. Untuk pelumas marine, misalnya, guna menjamin keberlangsungan pasokan, SLI mendirikan beberapa pusat pasokan di berbagai pelabuhan utama di Indonesia. Pusat pasokan dihadirkan untuk melayani permintaan pelumas dari perusahaan perkapalan domestik dan internasional yang kapalnya sering bersandar di pelabuhan-pelabuhan tersebut.
Yang pasti, dijelaskan Alex, meski Shell aktif mengembangkan bisnisnya dengan menggandeng lebih banyak distributor dan subdistributor, namun manajemen SLI tetap melakukan pemantauan terhadap semua proses. "Kita kontrol sampai ke end costumer walaupun kita menjualnya melalui para distributor. Tidak kita lepas bergitu saja," terang Alex. Maklum, semua distributor tersebut menjual produk Shell dan nama merek Shell yang dipertaruhkan sehingga harus dipastikan semua pelayanan dan produk sampai dengan konsumen akhir dengan baik.
Karena itu pula, upaya mengembangkan bisnis pelumas Shell juga diimbangi dengan pengembangan SDM baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kuantitas, karena bisnis pelumas Shell terus berkembang, apalagi setelah mendirikan pabrik baru - maka jumlah personal yang menangani bisnis pelumas juga ditambah. Saat ini tak kurang dari 150 orang pada tim yang khusus mengelola divisi bisns pelumas. "Untuk SDM pabrik, di plant Marunda jumlah pekerja sangat sedikit karena semua serba otomatis," katanya.
Yang diperbanyak anggota tim, justru pada bagian pelayanan dan penjualan, seiring dengan jumlah coverage yang juga dikembangkan. Contohnya untuk segmen ritel, karena bengkel dan workshop mobil dan motor yang dilayani terus bertambah, otomatis juga membutuhkan dukungan SDM yang cukup untuk mengontrol dan membina outlet-outlet tersebut.
Masih dari sisi SDM, untuk meningkatkan kompetensi SDMM, Shell mengembangkan SDM dengan memberi kesempatan karyawan untuk mengikuti berbagai pelatihan baik di dalam negeri ataupun luar negeri. Selain pelatihan dalam kelas, juga melalui pelatihan dalam bentuk penugasan atau on the job. Karyawan dilibatkan dalam berbagai aktivitas yang bisa menambah kompetensi dan pengetahuannya, misalnya diberi kesempatan mengerjakan tugas dan peran baru atau pada proyek baru yang menantang.
Yang juga tak kalah penting, mengembangkan budaya kerja. SLI sangat concern dengan pengembangan budaya kerja. Dalam hal ini SLI tidak hanya hanya melibatkan karyawan dalam membangun budaya kerja, namun juga keluarganya. Contohnya ketika mengembangkan budaya safety yang di Shell amat ditekankan, maka anggota keluarga karyawan (istri dan anak) diajak untuk melihat pabrik pelumas Shell seperti apa cara kerjanya sehingga keluarga diharapkan bisa mendukung.
Bahkan perusahaan memberikan gimmick hadiah kalau ada anggota karyawan yang lapor telah melakukan langkah safety di rumah. "Kita beberapa kali memberikan hadiah karena ada istri karyawan yang posting bahwa ia telah melakukan langkah safety, misalnya membantu tetangga yang ada masalah soal safety pintu rumah. Ada juga yang diberikan hadiah karena ada seorang istri ang inovatif, melakukan langkah safety dengan menutup colokan listrik yang tadinya rawan terpegang anak-anak. Ini bagian dari membangun budaya perusahaan safety," kata Alex. Shell juga sering melibatkan keluarga karyawan dalam gathering untuk membangun budaya yang kondusif bagi perusahaan.
Budaya berkembang dan maju bersama ini juga dijalankan Shell ketika berhubungan masyarakat di sekitar pabrik Marunda. Untuk itu Shell mencoba membina masyarakat sekitarnya. Contoh rielnya, SLI bekerjasama dengan Pusdakota (Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan) dari Universitas Surabaya, menyelenggarakan program DESA BERSEMI (Bersih, Sehat, Mandiri). Lokasinya di dua desa di wilayah pabrik Marunda, yakni di Segaramakmur dan Pantaimakmur.
Dijelaskan oleh Sri Endah, External Relation Manager (Downstream Business) Shell Indonesia, melalui program ini, Shell ingin meningkatkan inisiatif masyarakat dalam membangun pemukiman yang bersih, sehat, ramah lingkungan dan produktif. "Program ini melatih masyarakat di dua desa tersebut dengan beberapa kegiatan seperti membuat kompos dari sampah di sekitar mereka, membangun rumah kompos, mendirikan bank sampah yang memungkinkan warga menukar sampahnya dengan sejumlah uang yang akan disimpan di tabungan mereka, menumbuhkan tanaman obat dan sayuran, dan membuat kerajinan tangan dari sampah," ungkap Sri Endah. Dalam hal ini, yang dilatih ialah kader-kader di dua desa tersebut yang jumlahnya sekitar 60 orang.
Yang tak kalah penting, sebagai bagian dari cara Shell Lubricant untuk terus tumbuh, berusaha mendengarkan dan menerima masukan para mitra dan pelanggan untuk pelanggan. "Kita rutin melakukan survey secara formal, quarterly, tiga bulanan, untuk melakukan tracking kepuasan pelanggan dan mitra kita sekaligus mendapatkan masukan-masukan kita untuk perbaikan. Ini sangat penting bagi kami untuk bisa terus melakukan improvement," lanjut Alex.
Dari sisi manajemen transportasi dan distribusi, misalnya, dari waktu ke waktu SLI juga terus mencari titik optimum agar distribusi pelumas ke end costumer semakin efektif dan efisien. Walapun masing-masing jenis pelumas didistribusikan oleh distributor yang berbeda, namun dari sisi manajemen transportasi dan pengiriman tetap bisa dibuat titik optimum dari sisi efektifitas dan efisiensi. Oleh karena itu pihakhnya juga menggunakan bantuan teknologi route mapping atau route planning untuk mendapatkan titik optimum tersebut, sehingga fungsi koordinasi dan sinergi dalam distribusi sangat penting.
Dari sisi produksi pun optimalisasi pun tetap dilakukan upaya pengejaran titik optimum. Saat ini pabrik Marunda sudah mampu memproduksi 80% pelumas Shell yang beredar di Indonesia. Sekitar 20% masih diproduksi dari tempat lain baik dari pabrik Shell di luar negeri maupun pabrik milik pihak lain melalui kerjasama toll manufacturing. "Masih ada 20% yang belum diproduksi di Marunda, ini berkaitan dengan strategi, teknologi dan fokus," kata Alex. Beberapa produk tertentu akan lebih efektif bila tidak diproduksi di Marunda sehingga pabrik Marunda bisa fokus pada produk yang di Indonesia punya daya saing lebih tinggi. Di Asia Pacific, Shell punya 18 pabrik dimana Alex Marpaung memang menjadi bagian dari tim Asia Pacific dan ditugaskan memimpin manajemen supply chain pelumas di Indonesia.
Alex dan timnya di SLI sejauh ini merasa perkembangan bisnis pelumas Shell di Indonesia sudah on the track. Setidaknya bila melihat utilisasi kapasitas pabrik Marunda yang meningkat semakin pesat. Pabrik pelumas terbesar di Indonesia dengan kapasitas 136 juta liter (120 ribu ton) per tahun ini dalam dua tahun ini utilsasinya sudah meningkat dar 50% menjadi 80%. Jelas, sebuah proses yang terbilang cepat untuk pabrik sebesar tersebut.
Dari sisi kinerja market, Shell juga makin meroket kinerjanya. Saat ini di Indonesia terdepat 250-an pemain pelumas yang terdaftar. "Kita ada di peringkat satu untuk international brand di Indonesia," kata Alex. Yang dimaksud Alex, tentu saja, untuk total pasar masih Pertamina sebagai local brand yang menjadi market leader. Pertamina sendiri memiliki share sekitar 50%, sisanya diperebutkan pemain lain.
Menurut penuluran penulis dari data asosiasi pelumas dan biro riset, saat ini market share Shell dikisaran 12-13 %. Memang pertumbuhan market share Shell terbilang meningkat dengan tahapan yang lebih konsisten mengingat 10 tahun lalu, market sharenya masih di kisaran 3%. Dari sisi portofolio penjualan, bila awalnya Shell cenderung kuat di pasar industri, sekarang pasar otomotif juga makin baik pertumbuhannya. "Portofolio kita cukup berimbang," kata Alex. Untuk pasar industri, Shell sangat kuat di segmen pelumas untuk industri pertambangan, perkapalan dan pembangkit listrik.
Pangsa pelumas otomotif Shell juga semakin tumbuh, saat ini diperkirakan sudah mengontribusi 30% penjualan SLI. Manajemen SLI tampaknya tak ingin menyia-nyiakan pasar kendaraan bermotor di Indonesia yang pertumbuhannya mencapai 1,1 juta unit per tahun. "Saat ini Shell sudah mampu melayani pelumas untuk 400.000 sepeda motor dan 90 ribu mobil per tahun," jelas Alex tentang realisasi penjualan pelumas otomotif. Tentu kedepan pasar pelumas otomotf Shell ini akan bertumbuh makin pesat meningat penjualannya bisa disinergikan dengan SPBU Shell yang kini sudah punya 79 lokasi di Indonesia.
Asnan Furinto, pemerhati bidang manajemen yang juga Dosen Manajemen Strategis, Bina Nusantara University, melihat Shell berhasil memanfaatkan momentum relaksasi regulasi di sektor pelumas. "Pertamina mendominasi bisnis pelumas selama bertahun-tahun di era Orba, sampai di tahun 2001 terbit Perpres yang membuka peluang bagi produsen lain untuk masuk ke bisnis pelumas. Shell memiliki first mover advantage dengan menjadi pemain asing pertama yang membuka SPBU di tahun 2005 sebelum diikuti oleh Total dan Petronas. Peran SPBU sangat strategis sebagai jalur distribusi ritel dalam bisnis pelumas di Indonesia," analisa Asnan.
Asnan menunjuk data Kementerian Perindustrian yang menyebutkan tak kurang dari 200 merek pelumas yang diproduksi di 20 pabrik di Indonesia. "Pasar pelumas bisa dikatakan sudah crowded, namun mayoritas pemain ini tidak memiliki jaringan SPBU. Di sinilah keuntungan Pertamina dan Shell, sehingga tidak heran jika kedua pemain ini menguasai pangsa pasar hingga hampir 80%. Shell juga berinvestasi jangka panjang di pasar Indonesia dengan mengoperasikan pabrik baru di di Bekasi, Jawa Barat. Hal ini juga menjadi pembeda dari pemain pelumas lainnya," lanjut Asnan. Yang bisa dicontoh pemain lain dar Shell, komitmen manajemen yang kuat dan proses yang sistematis untuk secara bertahap menambah tingkat kandungan lokal dan investasinya.
Asnan melihat strategi Shell yang berani investasi besar cukup wajar karena potensi pertumbuhan pasarnya memang besar. Apalagi jika nanti Kementerian Perindustrian benar-benar menargetkan wajib SNI bagi produk pelumas mulai tahun 2018, makak posisi Shell akan lebih kompetitif. Dalam pandangan Asnan, manajemen Shell sangat piawai memanfaatkan strategi kemitraan strategis dan strategi pertumbuhan multidimensi. Untuk segmen ritel, selain pemasaran melalui SPBU, Shell juga menjalin kemitraan dengan jaringan bengkel ASCO (Agen Pemegang Merek Daihatsu) untuk menggunakan pelumas Shell di kendaraan bermotor yang dirawat ASCO. Untuk segmen korporat atau industri, Shell menggandeng perusahaan pertambangan PT Pamapersada Nusantara untuk menggunakan pelumas Shell dalam perawatan alat-alat beratnya.
"Selain kemitraan, Shell menggunakan strategi pertumbuhan tiga lapis," tunjuk Asnan. Di lapis pertama, Shell melakukan geographic development, dengan membidik perluasan pasar pelumas ke kawasan Indonesia Timur yang tumbuh pesat salah satunya karena banyak percepatan pembangunan proyek pembangkit listrik. Di lapis kedua, Shell melakukan sector diversification, dengan masuk ke penyediaan pelumas untuk peralatan di sektor tambang, listrik, semen, kebun kelapa sawit, serta pulp dan kertas. Jadi Shell tidak melulu mengandalkan pasar di sektor ritel otomotif saja. Di lapis ketiga, Shell melakukan product customization untuk memenuhi kebutuhan pelumas dengan karakteristik khusus sesuai kebutuhan industri tertentu.
Jelas, kiprah bisnis pelumas Shell tentunya bisa menjadi pelajaran bermakna. Ya, sebuah pelajaran tentang kesabaran dalam menunggu momentum yang tepat untuk tancap gas, tentang ketepatannya dalam membidik segmen industrial (B2B) sebagai pijakan pertamanya untuk survive, serta tentang komimen dan keyakinannya untuk berinvestasi demi kepentingan jangka panjang.
Industri Batik di Indonesia Bak Terlahir Kembali
Dipicu sejumlah faktor, industri batik Indonesia yang sempat terpuruk kini mulai bangkit kembali. Antusiasme pelaku bisnisnya sekarang semakin menggelora. Bagaimana geliatnya?
Siang itu, 17 Maret 2011, suasana konter Batik Lasem di ruang pameran JHCC Jakarta cukup riuh. Sekelompok ibu-ibu tampak membolak-balikkan beberapa potongan batik seraya menanyakan harga batik yang dipegangnya kepada beberapa tenaga penjual yang ada di konter itu. Tak kurang dari 7 pengunjung berada dalam konter, sementara 10-an orang lainnya tengah antri di luar konter. Batik Lasem memang termasuk peserta pameran yang laris-manis pada event pameran yang menampilkan ratusan pengrajin binaan BUMN-BUMN dengan berbagai bidang usaha itu. Ya, laris-manis. Setidaknya, hal itu mudah diketahui dari konter Batik Lasem yang selalu dipadati pengunjung selama 5 hari pameran, dari tanggal 16-20 Maret 2011.
Kegairahan suasana konter Batik Lasem pada pameran pengrajin-pengrajin binaan BUMN itu memang telah terlalu berlebihan bila dikatakan telah mewakili potret industri batik secara nasional yang dalam tiga tahun ini menggeliat. Toh demikian, sesungguhnya tidak bijak pula mengatakan kegairahan Batik Lasem sama sekali tidak ada hubungannya dengan sentimen positif pada industri batik nasional. Ya, memang demikianlah faktanya, industri batik nasional kini tengah berbunga-bunga. Sedang menggeliat kembali.
Bila disimak, setidaknya ada tiga faktor yang memicu kebangkitan industri batik di tanah air. Pertama, klaim Malaysia atas paten batik yang hal itu mendorong nasionalisme untuk mempertahankan batik di berbagai penjuru tanah air. Ancaman dari luar itu rupanya menjadi blessing indisguese bagi industri batik karena rasa memiliki batik di kalangan masyarakat Indonesia menjadi semakin terpompa. Kedua, pengakuan UNESCO bahwa batik merupakan kekahasan budaya milik Indonesia, bukan negara lainnya. Ketiga, dorongan dari pemerintah.
Ya, dorongan pemerintah memang punya andil signifikan dalam kebangkitan industri batik. Dalam hal ini bukan hanya pada aspek kebijakan, namun lebih pada anjuran untuk memakai batik pada hari Jumat di berbagai instansi pemerintah. Aturan ataupun anjuran untuk memakai batik ini pada gilirannnya menciptakan efek multiplier yang kuat. Selain para pegawai negeri kembali mau membeli dan memakai batik, nyatanya hal itu kemudian juga diikuti perusahaan-perusahaan swasta yang juga mewajibkan – atau setidaknya menganjurkan -- karyawannya memakai batik pada hari-hari kerja tertentu. Tak bisa dinafikan, hal-hal itulah yang kemudian membuat pasar batik semakin mekar.
Geliat industri batik itu jelas terlihat dari kinerja pemain-pemain lama di bisnis batik maupun antusiasme pemain baru. Malahgan juga bisa dipotret dari perkembangan terkini di sentra-sentra batik, khususnya di Pulau Jawa. Sebut saja di sentra batik di Solo seperti Lawean dan Kauman, Sentra Batik Giriloyo di Bantul Jogjakarta, juga di kota-kota lain seperti di Sokaraja (Banyumas), Pekalongan, Madura dan juga beberapa sentra di kota-kota Jawa Barat, bahkan juga di Bali.
Di Lawean Solo, yang secara historis dikenal sebagai pusat batik Jawa misalnya, kesan sumringah bisnis batik nyata kelihatan. Alfa Fabela, Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FKBL) menjelaskan, sentra batik Lawean sempat mengalami masa suram beberapa tahun. Namun dalam empat tahun terakhir tumbuh sangat baik. Khususnya "sejak batik ditetapkan bebagai warisan budaya asli Indonesia oleh Unesco dan tahun 2010 Laweyan ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya,” kata Alfa. Bila saat terpuruk jumlah pengusaha batik di sentra ini tinggal 16 orang, kini sedikitnya ada 63 pengusaha. Dari jumlah itu terdiri dari pengusaha yang produksi penuh (33%), produksi setengah jadi (33%), dan pedagang (33%).
Pantauan ke sentra-sentra batik di Kauman Solo, Giriloyo Bantul, Pekalongan dan Tanjung Bumi (Bangkalan, Madura), menunjukkan bahwa kondisinya setali tiga uang. Di sentra batik Desa Tanjung Bumi Kecamatan Tanjung Bumi yang jaraknya 41 km dari Kota Bangkalan Madura itu gariah bisnis batik juga kentara. Misrawi, staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab Bangkalan, menjelaskan, “Di Desa Tanjung Bumi setidaknya sudah ada 60 kelompok pengrajin batik". Bahkan menurut Ahmadi, salah satu pengusaha batik Tanjung Bumi yang punya lebih dari 70 karyawan, kini pengrajin batik tidak hanya tinggal di desanya, Tanjung Bumi, melainkan juga sudah menyebar hingga ke desa sekitar seperti Telaga Biru, Paseseh, Bumi Anyar, Larangan, Tambak Pocok, Bandang, Macajeh, Tlangoh, Tagungguk dan Bangkeng.
Di Jawa Barat pun fenomenanya tak jauh berbeda. Dijelaskan Sendy Yusuf, Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, sejak 3 tahun ini perkembangan kantong-kantong pengrajin batik di Jawa Barat meningkat pesat. Bila sebelumnya tak lebih dari 10 kabupaten yang memiliki kantong-kantong pengrajin batik maka saat ini tak kurang dari 26 kabupaten/kota yang telah memiliki sentra pengrajin batik. Mulai dari Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Subang, Cianjur, Bogor, Sukabumi, Cirebon, Trusmi, Indramayu, hingga Majalengka. "Jawa Barat memiliki 250 motif batik yang coraknya sesuai masing-masing kabupaten," terang Sendy yang juga istri Dede Yusuf, Wagub Jabar ini.
Tak bisa disangkal, geliat bisnis batik juga mudah dibaca dari kiprah dan kinerja pemain-pemain lama di industri batik seperti Batik Danar Hadi, Batik Keris, Batik Semar, Batik Sida Mukti, dan sejawatnya. Batik Semar yang kini dikelola generasi ketiga, sebagai contoh, juga mendapatkan blessing dari kebangkitan bisnis batik. Dijelaskan Ananda Soewono, Managing Director PT Batik Semar, dua tahun terakhir pertumbuhan bisnis mencapai 40%-50% per tahunnya. Saat ini Batik Semar memproduksi kain cetakan motif batik sekitar 60-70 ribu meter per bulan. “Ini masih bisa di-push sampai 3 kali lipatnya. Permintaan untuk produksi batik tinggi, makanya kita mau tingkatkan lagi produksinya,” kata generasi ketiga di Batik Semar ini. Tak heran, tahun ini Batik Semar juga akan memperkuat bisnisnya dengan melakukan rebranding.
Kiprah Batik Danar Hadi bahkan lebih dahsyat lagi. Mengimbangi bisnisnya terus tumbuh, salah satu perusahaan batik terbesar di Indonesia ini terus memperkuat struktur bisnisnya dengan masuk di semua lini. Batik Danarhadi menggarap bisnis batik dari hulu hingga hilir, terintegrasi dari bahan baku hingga produk jadi. Produksinya dipusatkan di satu kawasan seluas kira-kira 20 hektar di daerah Karanganyar Jateng. Bahkan mereka juga sanggup membuat Museum Batik yang sangat ikonik dan monumental di Solo. Museum ini menyimpan 10-an ribu karya batik dari yang bercorak kuno hingga kontemporer.
Sementara itu, pemain besar lainnya, Batik Keris juga semakin gairah menggarap pasar dengan berbagai strategi branding yang intens. Batik Keris aktif melakukan fashion show di berbagai mall dan hotel untuk memamerkan desain batik karya-karyanya yang siap dilempar ke pasar. Pola show yang dijalankan dari mulai yang join dengan pemain lain hingga yang fashion show tunggal, khusus menampilkan produk-produk Batik Keris. Sementara distribusi produk juga diperkuat dengan penetrasi di mall-mall dan mendirikan outlet Batik Keris sendiri.
Pemain-pemain di bisnis batik sendiri sesungguhnya tak hanya nama-nama yang sudah populer seperti Danar Hadi, Keris, Semar atau Sida Mukti, namun masih banyak nama lain yang kiprah bisnisnya tak bisa disepelekan (lihat tabel!). Mereka punya cara dan kiat sendiri dalam mengembangkan ceruk pasarnya.
Yang jelas, manisnya kue bisnis batik rupanya juga mendorong pemain-pemain baru yang sebelumnya tak pernah terpikir menggarap bisnis batik. Bahkan diantara beberapa pemain baru itu sanggup memberi warna lain di bisnis batik karena mampu menyodorkan konsep-konsep produk batik alternatif yang keluar dari pakem. Antara lain Dee Ong yang mengorbitkan Batik 118 dan Lenny Agustin yang mengusung batik merek Lennor bersama dua mitranya. Juga Batik Alleira dan Obin. Banyak muncul pemain baru yang tidak punya latarbelakang bisnis batik sebelumnya.
Dee Ong, misalnya, sejak awal memang penggemar batik dan suka memakai pakaian batik. Lantaran teman-temannya suaminya (Richard Ong) mengatakan pakain yang dikenakannya bagus hingga kemudian tertarik membisnisnyanya dan ternyata sukses hingga ke manca negara. Lenny Agustin lain cerita, latarbelakang dia perancang busana dan suatu saat merancang batik dalam sebuah pameran yang ternyata sambutannya sangat antusias hingga kemudian membisniskannya. Lalu, Batik Tayada juga didirikan oleh kongsi seorang guru TK dan lulusan arsitek. Sementara itu, Catur Wijaya, entrepreneur muda dari Solo pendiri Batik Sekar Setaman juga bukan datang dari keluarga pengusaha batik Laweyan atau Kauman.
Beberapa diantara pendatang baru ini ada yang sanggup memberi warna lain di industrinaya. Ada yang mampu menciptakan corak batik yang nabrak pakem dan kemudian diikuti pemain lain, namun ada juga yang mampu memberi warna secara bisnis. Contohnya mampu melakukan premiumisasi produk batik sehingga tidak terkesan produk murahan. Hal ini misalnya dilakukan Obin, Alleira, Parang Kencana dan Batik 118. Dee Ong misalnya, menginformasikan, harga batiknya mulai dari Rp 6 juta, namun ada juga yang seharga Rp 80 juta. Dus, sudah separoh harga mobil baru.
Selain itu, geliat bisnis batik juga ikut membangkitkan industri-industri ikutannya. Termasuk di lini ritel. Kini makin banyak ritel-ritel khusus batik. Contohnya seperti dilakukan Henry Husada, pengusaha factory outlet di Bandung. Henry mendirikan Galeri Citta Batik yang berada di dalam FO Runaway miliknya di kawasan Dago Bandung. “Batik harus bisa bersinergi dengan factory outlet. Apalagi Bandung ini tujuan wisatawan nasional dan internasioal,” Henry yang juga pemilik jaringan hotel Kagum Group menjelaskan alasan strategi bisnisya.
Menarik, perkembangan bisnis batik yang digerakkan pemain lama dan baru tersebut secara makro juga berdampak positif pada ekonomi Indonesia. Diam-diam, pada tahun 2010 lalu jumlah tenaga kerja yang terlibat di bisnis batik sudah lebih dari 700 ribu orang dengan nilai kapitalisasi produksi diatas Rp 3 triliun. Jumlah unit usaha batik juga sudah diatas 50.000 unit usaha (lihat tabel!). Kemudian bila dilihat dari nilai ekspornya, bila tahun 2006 nilai ekspor batik baru sekitar US$ 14 juta namun pada 2010, dari ekspor yang terpantau Departemen Perdagangan, nilainya sudah diatas US$ 22 juta. "Untuk pasar dalam negeri sendiri, industri batik menyumbang sekitar 0,8 persen dari Produk Domestik Bruto," terang Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pengestu beberapa waktu lalu.
Kebijakan pemerintah sendiri tampaknya memang cukup kondusif dalam hal penggalakan industri batik. Berbeda dengan kebijakan-kebijakan lain yang cenderung retorik dan jauh dari implementasi di lapangan, maka khusus sektor industri batik, mesti diakui sikap pemerintah sudah on the track. Pemerintah pusat maupun di daerah memberi dukungan yang cukup untuk menggalakkan batik. Bisa jadi awalnya karena dipicu adanya 'musuh bersama' Malaysia. Pemerintah pusat melalui departemen terkait dan juga pemda-pemda, banyak memfasilitasi adanya pameran-pameran dan fesitival batik. Di daerah, pemda-pemda menghidupkan sentra-sentra kerajinan batik dan mendorong studi banding. Beberapa sentra batik yang sempat pudar pun juga dibangkitkan kembali dengan berbagai cara, termasuk dengan mendirikan peguyuban atau yayasan pengrajin batik.
BUMN-BUMN dan bank pemerintah pun memberikan bantuan kredit ringan dan pembinaan ke UKM batik. Tentang hal ini juga diakui Catur Wijaya, pemilik Batik Sekar Setaman. Tahun 2010 lalu, Catur mendapatkan pinjaman modal Rp 50 juta dari dari BNI dengan jangka waktu pinjaman 3 tahun. Ia merasa cukup terbantu dengan program pinjaman bagi UKM ini karena juga memperoleh fasilitas untuk lebih banyak memasarkan produknya. “Misalnya kalau ada pameran, kita mendapat fasilitas tempat gratis,” ungkap Catur.
Kementerian UKM dan Koperasi di pusat juga memberi perhatian tersendiri guna menggalakkan entrepreneurship bidang batik. Salah satunya melalui SMESCO (small medium enterprises and cooperatives), yang bertujuan mengubah pandangan masyarakat yang selama ini memandang produk UKM kualitasnya kurang bagus. Kementrian ini memfasilitasi mereka dengan mendirikan UKM Gallery di Jl Gatot Subroto Jakarta sehingga para perajin batik bisa mendisplay produk-produknya. “SMESCO ingin mengangkat pengrajin-pengrajin yang punya produk unggulan khususnya batik,” kata Astika, Manager UKM Gallery.
Yang juga boleh dilupakan, baik pemerintah pusat dan di daerah juga berkomitmen untuk mewajibkan karyawannya memakai baju patik pada hari-hari yang telah ditentukan. Kebijakan ini secara sangat signifikan mendorong iklim positif di bisnis batik karena perusahaan-perusahaan swasta pun kemudian banyak mengikuti langkah serupa. Demikian juga publik pada umumnya, kini semakin banyak warga masyakat profesional yang tak malu lagi mengenakan baju batik dan tak melihatnya sebagai hal yang kuno.
Bagi para pelaku bisnis batik, jelas, kondisi saat ini merupakan momentum emas. Ini kesempatan besar bagi pemain lama maupun pemain baru untuk meningkatkan skala bisnisnya di bisnis batik -- sebuah bisnis yang selain bagus dari sisi ekonomi namun juga mengandung nilai pelestarian budaya bangsa. Kini saat yang tepat untuk memperluas cakupan pasar. Tak sedikit pihak yang meyakini, industri batik akan kembali menjadi mainstream di bisnis fashion dan aparel. Sebab itu, jangan sampai kegairah pasar batik saat ini tersia-siakan. Ya, dalam dunia bisnis, peluang jarang datang untuk yang kedua kalinya. So, tunggu apa lagi!
Kiat Sukses Pengusaha Ini Budidayakan dan Ekspor Ikan Arwana


Kesuksesan merupakan buah dari kerja keras. Tapi sukses pun tak terlepas dari faktor keberuntungan – atau hoki dalam bahasa kalangan Tionghoa. Itulah yang diyakini Tris Tanoto, wirausaha sukses di bidang penangkaran dan ekspor arwana merah. Tris Tanoto, pemilik PT Munjul Prima Utama (MPU), dikenal sebagai pengusaha sukses di bisnis ikan arwana dan salah satu pemain besar di bisnisnya. Semua produknya untuk ekspor (100%). Kebanyakan pembelinya datang dari Jepang, Taiwan, Cina, Thailand, Singapura dan Korea. Dengan kerja keras, terus mendalami bisnisnya dan tekun, ia bisa bertahan di bisnis ikan yang dibatasi banyak aturan itu,
Perjalanan bisnis Tris mengembangkan bisnis arwana melalui PT Munjul Prima Utama (MPU), bermula menurut sebuah kebetulan. Kisahnya berawal dalam 1985, waktu Tris berusia 36 tahun. ?Sampai dengan usia 35 tahun saya masih miskin,? Ungkapnya pada penulis yang bertandang ke kolam penangkaran arwananya di tempat Munjul, Jakarta Timur.
Kala itu, seseorang teman Tris yg sehari-hari berdagang ikan arwana datang kepadanya, & 1/2 memaksa menawarkan ikan-ikan arwananya karena butuh uang. Jumlah ikan arwana yg ditawarkan 400 ekor. Tak enak menolak permintaan sang teman, Tris pun membelinya. ?Saya sendiri nggak memahami mau saya apakan arwana-arwana itu. Sebab, niatnya cuma mau bantu teman,? Ucap Kris mengenang seraya mengakui bahwa ketika itu beliau sama sekali tidak punya pengalaman memelihara arwana. Waktu itu ikan arwana yg masih mini (panjang 12 cm) di Jakarta dihargai sekitar Rp 250 ribu per ekor. Biasanya pedagang membeli berdasarkan Kalimantan seharga Rp 150-175 ribu. Selain berniat membantu, yg membuat Tris berani mengambil risiko merupakan karena ia telah mendengar berdasarkan kawan-kawannya bahwa bisnis ikan arwana sanggup menghasilkan untung cepat.
Ketika itu Tris baru menikah sehingga punya lebih banyak ketika di rumah. ?Maklum, sebelumnya saya suka keluyuran ke mana-mana,? Pungkasnya sembari terkekeh. Untungnya lagi, pada pemeliharaannya, menurut 400 ekor ikan tersebut tidak ada satu pun yang tewas.
Dalam sebuah program reuni dengan sahabat-sahabat Sekolah Menengah pertama-nya, terdapat seorang temannya yg dikenal jago fengshui mengungkapkan bahwa peruntungan Tris pada usaha yang terkait menggunakan air. ?Coba deh engkau cari bisnis air minum kaya Aqua atau pabrik es. Jangan buka usaha yg lain seperti restoran!? Ucap Tris menirukan petuah temannya. Tris tak menceritakan bahwa ia punya kesibukan dengan arwana. Penasaran dengan ramalan itu, dia bertekad menyeriusinya. ?Siapa memahami cocok menggunakan ramalan teman itu,? Ujar laki-laki berbadan tegap yg tak sempat mengenyam pendidikan pada bangku kuliah ini.
Dua bulan berselang, masih pada tahun 1986, usaha ikan arwana meledak. Tiba-tiba sahabat yang dulu memperlihatkan ikan arwana tiba lagi & berniat membeli kembali. Bahkan, sang sahabat bersedia membeli ikan-ikan itu dengan harga US$ 1.500 per ekor (kurs waktu itu setara dengan kurang lebih Rp dua,6 juta per ekor). ?Saya sempat kaget menggunakan tawaran itu, karena baru memelihara 3 bulan kok naiknya telah berlipat-lipat,? Ucapnya. Tetapi, Tris nir dan-merta menerimanya, karena beliau jua telah merasakannya menjadi hobi. ?Saya bertahan meski berkali-kali ditawar,? Ceritanya mengenang. Dan, hingga lalu hatinya terbujuk juga manakala sang mitra menawar menggunakan harga US$ 4 ribu per ekor atau total sekitar US$ 1,6 juta. ?Saya kaget. Lantaran ia memang benar -betul punya uang, maka eksklusif saya jual,? Kata Tris yg kala itu eksklusif kaya mendadak. ?Hari itu juga aku membeli tanah ini untuk dijadikan kolam penangkaran,? Tambahnya.
Keberuntungan yg dramatis itu membuat Tris makin berfokus menggeluti usaha arwana. Ia lalu mengembangkan tanahnya yg seluas tiga ribu m2 di Munjul Cipayung, Jakarta Timur itu sebagai kolam pemeliharaan & penangkaran. Hasil penjualan 400 ikannya juga dipakai buat membeli lagi ikan-ikan arwana dari para pemilik perorangan pada seputar Jakarta. Rata-homogen harganya Rp 750 ribu per ekor. ?Ikan-ikan itu aku ceburkan saja di sini dan aku suruh orang buat mengurus. Alamnya sebisanya dibentuk misalnya pada Kalimantan. Tiap akhir bulan, saya tiba buat memberi honor karyawan & beras,? Tris menuturkan.
Di tahun 1988 Tris terkejut, dari kolamnya terlihat ikan-ikan kecil yg setelah diamati ternyata anak-anak arwana yang sudah menetas berdasarkan telur para induk yg diceburkan dua tahun sebelumnya. ?Wah, itu hari yg bersejarah, Pak. Hati aku seumur-umur paling senang ya hari itu,? Tutur Tris. Keterkejutan Tris beralasan, mengingat menangkar ikan langka ini di Jakarta sangat susah lantaran ketidaksesuaian menggunakan iklim dan syarat airnya. ?Saking senangnya, siapa saja yg mau lihat aku perbolehkan,? Imbuhnya.
Setelah tahu pada kolamnya arwana mampu membiak, Tris makin terpacu memperluas kolam arwananya. Lahan-huma di sekitarnya pun beliau beli, hingga seluas 1 hektare. Masalah baru menghadangnya saat dia mulai mengurus perizinan (legalitas), khususnya biar penangkaran dan ekspor arwana. Ia mulai mengurus biar penangkaran tahun 1988, tetapi tak kunjung dikabulkan pemerintah. Alasannya, arwana nir bisa ditangkarkan di luar habitatnya. Ini mengherankan, sebab kenyataannya ikan-ikannya mampu berbiak. Bahkan, kalangan media cetak & televisi telah memberitakan. Beberapa pejabat jua sudah tiba menunjukan. Setelah melalui bisnis tak kenal putus asa, izin penangkaran baru diperolehnya tahun 1991. Permintaan biar ekspor yang sudah disodorkannya berdasarkan tahun 1987 malah lebih alot, lantaran baru keluar tahun 1996.
Tak mampu dipungkiri, waktu itu global usaha di Tanah Air memang masih dimonopoli sang kalangan yang dekat dengan penguasa (kroni). Tris memahami saat itu satu-satunya perusahaan yg bisa mengekspor merupakan perusahaan yg sahamnya dimiliki seorang pejabat penting ? Beliau sendiri nir menyebutkan jati diri perusahaan dan pejabat itu.
Ketika biar ekspornya belum keluar, Tris mengakui beratnya bisnis yg harus beliau jalankan. Pasalnya, ketika ikan-ikannya telah mampu berkembang biak dengan baik, ia tidak sanggup memasarkannya ke luar negeri.
Hingga izin ekspor belum keluar ? Berarti hanya boleh menjual pada pada negeri ? Bisa dibayangkan betapa Tris megap-megap pada menjalankan bisnis. ?Waktu itu per tahun sanggup berbiak 1.500 ekor padahal indukannya cuma 94 ekor,? Paparnya. Otomatis, Tris menanggung biaya pemeliharaan makin besar ? Buat porto listrik, pakan, energi kerja, dan lain-lain. Lantaran jumlah ikan makin banyak, otomatis beliau jua harus menambah luas huma. ?Beban bisnis saya makin akbar. Padahal, bisnis yg lain sudah saya jual,? Tris mengenang pengalaman pahitnya.
Perjuangan buat memperoleh biar ekspor dilakukannya menggunakan banyak sekali cara, termasuk aktif melakukan aktivitas public relations. Beberapa kali ia mengundang pehobi arwana, pejabat dan kalangan media massa, buat menunjukan bahwa penangkarannya memang berhasil menggunakan baik. Tak heran, cukup banyak orang krusial dan orang asing yg datang mengunjungi kolam arwana Tris di Munjul. Bahkan, pada tahun 1994 PT Munjul dijadikan pilot project penangkaran arwana yg dikunjungi Pangeran Akisino berdasarkan Jepang. Nama Munjul Prima Utama pun makin berkibar. Bahkan, forum global di bawah PBB yg bertugas mengurus satwa langka, CITES, pernah datang pula ke lahan penangkarannya. Di waktu itulah Tris mengajukan protes ke CITES kenapa dirinya nir diperbolehkan melakukan ekspor sementara ada perusahaan lain yang diperbolehkan.
Petugas CITES itu tersentak mendengar protes Tris lantaran sebelumnya CITES menduga yg selama ini melakukan ekspor arwana menurut Indonesia merupakan organisasi pemerintah. Berkat pelaporan ini, akhirnya biar ekspor untuk MPU keluar jua pada 1996. Sejak itu, Tris pun leluasa mengekspor arwana. Apalagi, MPU pun sudah diakui CITES menggunakan angka registrasi A-ID-505. Saat itu jumlah ikan indukannya telah mencapai sekitar 2 ribu ekor.
Begitu mendapatkan biar ekspor, Tris eksklusif melakukan pembenahan internal. Ia menyortir pulang semua ikan tangkarannya. Yang terbagus dipilih buat dijadikan induk. Ia meyakini menurut stok induk (parent stock) arwana hanya masih ada 10%-15% yang rupawan. ?Yang terbaik aku ambil buat induk. Lainnya aku jual murah, Rp 1 juta per ekor,? Ujarnya. Mudah semenjak itu strategi yg dilakukan Tris adalah pemuliaan jenis, yakni dengan mengawinkan induk-induk terbaik. Strategi inilah yang membedakan dari para penangkar lain pada Indonesia ? Yg sekarang jumlahnya kurang lebih 200 pemain.
Dari grup indukan kelas satu itu (diklaim generasi F1), sehabis dikawinkan membentuk generasi F2 yang diperkirakan 75% turunannya berkualitas bagus. Dari 75% itu lalu dikawinkan lagi buat menghasilkan generasi F3 yang diperkirakan 90% anaknya bagus. ?Begitu seterusnya hingga F4, hampir 100% rupawan. Sekarang ini aku sudah hingga F5,? Ujar Tris seraya menunjuk pada kumpulan akuarium yg berisi anak-anak ikan arwana generasi F5. ?Bisnis & kerja aku ini pemuliaan jenis. Seperti emas, yang dilakukan ialah memurnikan emas-emas itu dari unsur-unsur lain sehingga sahih-sahih merupakan emas murni,? Tris menganalogikan.
Strategi pemuliaan jenis yang dilakukan Tris secara ketat ini tidak tanggal berdasarkan taktik bisnisnya yang memang hanya menyediakan arwana kualitas premium. Ia hanya menjual ikan-ikan arwana merah super (super-red) yang benar-sahih unggulan & langka, tidak misalnya umumnya para penangkar menurut Kalimantan atau Sumatera. Ini juga terlihat berdasarkan harga per ekor arwana yg dijualnya. Sekarang, harga rata-rata arwana merah menggunakan panjang kurang lebih 30 centimeter di Jakarta Rp tiga juta per ekor (pada Kalimantan harganya cuma Rp 1-1,5 juta); sedangkan ikan-ikan hasil budi daya MPU dijual per ekor US$ dua ribu (lebih kurang Rp 18 juta). ?Ikan saya harganya 5 kali lipat harga ikan mereka, Pak,? Kata Tris mengakui. Lantaran konfiden atas kualitas arwana output penangkarannya, Tris terlihat tak risi pelanggannya bakal lari walaupun menerapkan pricing secara premium.
Strategi menggarap segmen premium menggunakan pemuliaan jenis ini, dari Tris, merupakan satu-satunya jalan baginya buat sanggup bersaing dengan para pemasok ikan arwana dari Kalimantan. ?Kalau aku jualan dengan kualitas biasa, dengan harga murah seperti mereka, aku sudah kalah dan bangkrut berdasarkan kemarin,? Ujarnya. Tentu saja Tris punya dasar bertenaga, terutama lantaran beliau berupaya membuat ikan unggulan. ?Segala jenis binatang, apa pun jenisnya, semakin mulia atau murni & harganya tinggi, maka keturunannya akan semakin sedikit,? Tutur Tris yg mempekerjakan 50 karyawan buat mengurus kolam arwananya.
Air yang berlimpah di Kalimantan dan harga lahannya yang cuma Rp 5 ribu per m2, lanjut Tris, adalah laba bagi penangkar arwana pada Kalimantan. Adapun di Munjul, harga tanahnya per m2 telah Rp 700 ribu, dan biaya pengadaan air (lewat proses siklus ulang) juga tidak murah. Karena itulah, Tris menentukan menangkap segmen paling atas supaya porto produksinya sanggup terkejar menggunakan contoh penangkaran pada Jakarta yg serba mahal.
Sekarang, pria yang tinggal pada daerah Pluit ini mempunyai 600 ekor indukan arwana. Biasanya, arwana yg masih remaja (umur 9 tahun) per tahun sanggup menghasilkan anak (lewat cara bertelur) tiga-empat kali. Sementara yang usianya telah 30 tahun, menghasilkan anakan sehabis 2-3 tahun sekali. Ikan arwana ini, dijelaskan Tris, sebenarnya mampu berproduksi hingga usia 35 tahun, asalkan kita mengetahui cara perawatannya.
Tris membeberkan sebagian kiat budi dayanya. Selama ini, setiap 10% berdasarkan hasil anakan selalu disisihkannya buat dijadikan calon indukan di lalu hari. Menurutnya, arwana merah (arowana super-red) dibagi 2, yakni jenis sintetik dan otentik. Yang dimaksud jenis sintetik, pada pengembangannya menggunakan obat-obatan untuk memperindah syarat ikan; sedangkan jenis otentik, kualitas aslinya memang telah cantik secara alami. Tris sendiri cenderung berbagi pola kedua. ?Emas walaupun dibuang ke lumpur permanen saja emas, tidak berubah. Demikian pula arwana super-red yang mempunyai genetik murni, bila memang dasarnya merah ditaruh di akuarium mana pun niscaya tetap kelihatan merah,? Beliau menegaskan. Walaupun masih berumur belia & cuma ukuran 20-25 centimeter, menurut Tris, jika memang ikan itu berkualitas bagus, sudah kelihatan kualitasnya.
Tris biasanya menjual ikan dengan ukuran panjang 15-35 cm. Ia memberi merek ikan-ikan hasil budi dayanya menggunakan nama ultrared. Awalnya semua penangkar mengirim arwana merah menggunakan sebutan super-red. Beberapa lama lalu orang Jepang melihat arwana super-red keluaran MPU kelihatan lebih merah dibanding yang lain, sebagai akibatnya orang Jepang menyarankan memberinya nama ultrared. Ciri khas arwana ultrared, yakni memiliki rona merah darah & warna ring tebal (thick scales hampir 90% tertutup rona merah). Warna merahnya mampu menutupi semua bagian muka arwana dan ekor yang mekar seperti bunga hong hua (bunga merah).
Mengenai pemasaran ikan output penangkarannya, selama ini Tris sengaja menyasarkan semua produknya buat ekspor (100%). Jadi beliau memang tak melayani pembeli domestik. Biasanya beliau melayani order minimum 50 ekor, & pembayarannya dilakukan penuh sebelum pengiriman. Kebanyakan pembeli datang berdasarkan Jepang, Taiwan, Cina, Thailand, Singapura dan Korea. Hanya saja, dalam setahun terakhir beliau lebih banyak melayani pembeli dari Cina, sebab pada Negeri Tirai Bambu ini sekarang banyak orang kaya baru. ?Kalau pemasaran, saya nir pernah cari. Mereka yang cari aku & tiba ke sini. Jadi, untuk urusan buyer saya nir pernah kesulitan,? Ujar pengendara Mitsubishi Pajero ini.
Tampaknya ucapan Tris bukan omong besar belaka. Dari penelusuran penulis secara online ke beberapa situs penggemar arwana global termasuk pada Jepang, tampak sekali nama PT Munjul Prima Utama sudah sangat dikenal. Alvin Koh, direktur pengelola situs para pehobi arwana yg ternama pada global, www.Arofanatics.Com, menyebut PT Munjul Prima Utama menjadi ?One of the most well-known farms among the Japanese arowana hobbyists and famous for the outstanding coloration of their red arowanas.? Nama Munjul pun sudah cukup tersohor pada kalangan penggemar arwana di Cina dan Korea.
Saat ini, sebenarnya yg dirasakan Tris sebagai kendala merupakan kasus keterbatasan produksi. Tris mengaku tak sulit memasarkan berapa ekor pun arwana. Jumlah penjualannya sejauh ini tergantung dalam berapa banyak produksinya, sanggup ribuan, mampu hanya ratusan per tahun. Tahun kemudian misalnya, angka produksinya turun, yakni hanya beberapa ratus ekor ikan setahun karena cuaca nir mendukung.
Mengenai budi daya arwana ini memang tidak lepas dari kasus kualitas air. ?Dalam menangkarkan arwana yg terpenting adalah menjaga kondisi air, sedangkan hal lain nisbi tidak sulit,? Papar Tris seraya menjelaskan air kolam harus terus diganti tiap hari. Tris mengaku sempat masygul karena kolam pertamanya yang berlokasi pada Jl. Raya Hankam Munjul sudah tidak bisa digunakan lagi lantaran airnya mulai dengan air lingkungan sekitarnya. Ini relatif memusingkannya, sebab sejak menurut awal beliau menerapkan kebijakan tidak akan membeli ikan berdasarkan penangkaran lain buat diekspor. Tetapi, ada hal yg membuat Tris sekarang mampu bernapas lega lagi. Kolam ikannya yg baru, yang 6 kali lebih luas (6 ha) di Pondok Rangon ? Tidak jauh menurut Munjul ? Telah bisa dipakai.
Penulis; Sudarmadi
Kisah usaha menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR