Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Prospek Menjanjikan, Investor Rumah Sakit Makin Banyak

Pertumbuhan jumlah penduduk sebagai galat satu pemicu yg meramaikan pasar pembangunan & bisnis rumah sakit di Indonesia. Pada empat tahun ke depan, di Indonesia, ada 17 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas. Data memperlihatkan, jumlah penduduk berusia 15 tahun hingga 64 tahun sanggup mencapai 184 juta jiwa pada 2020.Jumlah penduduk pada rentang usia ini bertambah 17 juta sejak 2013.

Penduduk berusia 65 tahun ke atas akan mencapai 17 juta dalam 2020. Sementara itu, usia 0 tahun sampai 14 tahun diproyeksi bertambah dua juta orang sebagai 71 juta pada 2020. Tak heran apabila pertumbuhan demand terhadap keberadaan tempat tinggal sakit di Indonesia juga semakin konkret.

Tanpa berharap semakin banyak orang sakit, sektor jasa kesehatan, khususnya tempat tinggal sakit, punya ruang bertumbuh akbar pada beberapa tahun mendatang. Tak ketinggalan tantangan yang menyertainya. Ya, pendorong pertama, pasar tempat tinggal sakit pada Indonesia utamanya didorong sang pertumbuhan jumlah penduduk.

Umur produktif  (25 tahun-54 tahun) yang mendominasi jumlah  penduduk, yakni 42,31%, serta rentang remaja hingga dewasa  (15 tahun-24 tahun) sebanyak 17,07% juga bakal berefek positif bagi perkembangan industri rumah sakit.

Pertambahan penduduk usia belia atau produktif dapat mendorong peningkatan nomor disposable income dan belanja kesehatan. Pada 2020, nomor pendapatan tahunan yg bisa dibelanjakan (annual disposable income) diperkirakan US$750 miliar, naik 53% dari 2013.

Secara khusus, total pengeluaran buat layanan kesehatan terus semakin tinggi. Pertumbuhan permintaan layanan kesehatan akan terus naik dibarengi angka asa hayati.

Sejumlah katalis sanggup mengungkit pertumbuhan sektor jasa kesehatan. Dari sisi infrastruktur, rerata pertumbuhan jumlah rumah sakit (RS) di Indonesia dalam 2011-2014 sebesar 10,94%. Pertumbuhan masif terjadi pada RS swasta, yakni 34,12%, sedangkan RS generik cuma 4,18%. Jumlah itu akan bertumbuh seiring dengan belanja kesehatan pemerintah yg naik dan perluasan bisnis pelaku usaha rumah sakit.

Katalis penggerak lain yakni acara jaminan kesehatan nasional (JKN). Industri RS akan diuntungkan sang pertumbuhan peserta premi jiwa. Rerata pertumbuhan beragam tahunan premi premi jiwa dalam 2010-2014 sebesar 12,64% menjadi Rp 121,62 triliun per akhir 2014.

Wajar kalau pemain yang ada berani target pertumbuhan yang tinggi. PT Siloam International Hospital Tbk menargetkan punya 50 unit RS pada akhir 2017, tersebar di 25 kota, dengan target punya  tempat tidur 10.000 unit dan melayani 15 juta pasien tiap tahun. Sedangkan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menargetkan membuka minimal satu RS saban tahun. Pada 2019, Mitra Keluarga menarget punya 18 RS.

Menurut penelusuran penulis, sekarang kalangan investor baik asing atau lokal sangat antusias buat masuk pada bisnis RS. Mereka terdapat yg datang menurut pemain investor strategis maupun investor finansial. Mereka umumnya diam-diam sedang mencari-cari peluang kerjasama menggunakan pemain lokal yg telah punya pengalaman di pengelolaan tempat tinggal sakit, sedangkan mereka datang dengan membawa jaringan dan modal.

Sudarmadi

#Tag :

Prospek Industri Kemasan Sangat Positif, Investor Asing Cari Peluang Investasi dan Kongsi

Pelaku industri bungkus Indonesia tetap sumringah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk & makin besarnya kebutuhkan pekerjaan pengemasan produk di Indonesia. Federasi Pengemasan Indonesia menghitung, potensi penjualan kemasan di Indonesa sekitar Rp 80 triliun per tahun. "Penopang permintaan industri bungkus tahun ini berasal dari segmen ritel terutama sektor usaha mini & menengah (UKM)," istilah Ariana Susanti, Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia dalam sebuah kesempatan.

Pandangan yang sama dikemukakan Henky Wibawa, ahli senior berdasarkan Indonesia Packaging Federation. Menurut Henky, pada lima tahun terakhir, industri packaging atau bungkus pada Indonesia tercatat bertumbuh. Meski pertumbuhannya hanya single digit?Padahal 5 tahun sebelumnya masih bertumbuh double digit?Tetapi nilai bisnisnya masih sangat menggiurkan. Nilai bisnis industri kemasan di Tanah Air, tahun ini mencapai US$ 6,1 juta hingga US$ 6,2 juta.

Industri kemasan di Indonesia masih diprediksi tumbuh hingga 8-9%. Dalam catatan Indonesia Packaging Federation, material kemasan yang paling banyak berkontribusi pada industri kemasan di Indonesia adalah flexible packaging, yakni mencapai 45%. Tingginya kontribusi tersebut, karena tingginya permintaan untuk segmen produk home care, kuliner, farmasi, snack & confectionery, fresh foods, frozen foods, dairy, beverages, ready meals, dan pet food.

“Permintaan flexible packaging tumbuh 9% sampai 10% per tahun untuk semua segmen. Penggunaan flexible packaging utuk segmen beverages, dairy, serta home and personal care, didorong oleh perkembangan varian baru dari produk maupun desain kemasan,” papar Henky. Selanjutnya, kontribusi terbesar berikutnya adalah kemasan dengan material paperboard (29%), rigid plastic (15%), metal cans atau kaleng logam (4%), woven bag atau tas anyaman (4%), serta glass contain atau berbahan gelas (3%).

Ada beberapa pemicu  yang mendorong pertumbuhan pasar kemasan di Indonesia saat ini. Pertama adalah pertumbuhan di pasar ritel, baik tradisional maupun modern channel. Kedua, meningkatnya kelas menengah Indonesia yang mengarah pada gaya hidup modern, sehingga berujung pada meningkatnya produk berkemasan. Ketiga, produk kemasan kecil atau sachet makin disukai konsumen. Keempat, bertumbuhnya pemasaran yang proaktif dengan menawarkan solusi kemasan yang inovatif.

Kelima, industri dan persaingan bisnis yang makin kompetitif. Keenam, adanya sensitivitas harga dan harapan yang berbeda dari konsumen terkait kualitas. Ketujuh, adanya peraturan baru mengenai limbah kemasan plastik, yang harus bertanggung jawab atas pengelolaan lingkungan. Kedelapan, percepatan pembangunan infrastruktur yang akan meningkatkan efesiensi dari transportasi sekaligus menurunkan biaya logistik.

Meski prospek industri sangat cerah, Ariana menyebutkan, industri kemasan di Indonesia tertinggal ketimbang negara lain khususnya China. Sumber masalah terletak pada biaya produksi di Indonesia lebih mahal ketimbang biaya produksi di Negeri Panda tersebut.

Ariana menyodorkan contoh, perusahaan kemasan di Tiongkok bisa menerima pesanan kemasan dalam hitungan puluhan ribu pieces. Sedangkan di Indonesia pelaku industri kemasan hanya mau memesan jumlah ratusan ribu pieces. "Pengusaha kemasan di dalam negeri masih memperhitungkan bisnis, karena menghitung ongkos produksi," katanya.

Yang pasti, karena melihat prospeknya yang cerah, kalangan investor asing dari Jepang, Korea dan Singapore dikabarkan sangat tertarik untuk masuk di bisnis ini untuk melakukan joint venture dengan pemain lokal atau bahkan akuisisi bisnis bila diperlukan. Pada umumnya, selain membawa modal besar investor asing juga membawa technical know how ke Indonesia sehingga investor lokal bisa bersinergi secara win-win. Ketika ditanya, investor asing umumnya lebih suka mencari pemain lokal yang punya rencana pengembangan bisnis yang lebih komprehensif dalam lima tahun kedepan, selain bisnisnya sekarang juga mesti sudah punya fondasi yang baik.

Sudarmadi ( wingdarmadi@gmail.com )

#Tag :

Kinerja Metrodata 2016 : Penjualan 77,6% Disumbang Unit Bisnis Distribusi

PT. Metrodata Electronics Tbk (?Perseroan?) perusahaan publik pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengumumkan penjualan perusahaan mencapai Rp 10,06 triliun pada tahun 2016. Nilai penjualan terutama dikontribusikan sang Unit Bisnis Distribusi sebesar 77,6% dan kurang lebih 20,1% dari Unit Bisnis Solusi, dan sisanya dari menurut Unit Bisnis Konsultasi & E-Commerce.Pada 2016, perseroan memperoleh laba kotor sebanyak Rp 806,3 miliar, dan sesudah memperhitungkan porto operasional & kerugian kurs, membukukan keuntungan bersih sebanyak Rp. 220,7 miliar, sedikit menurun yaitu sebesar 2,6% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2015. Memasuki tahun 2017, Perseroan tetapkan sasaran yang relatif optimis, yaitu penjualan diharapkan mencapai Rp 11,1 triliun atau bertumbuh sebesar 10,2% dibandingkan tahun 2016.

Dalam unit usaha distribusi, yaitu PT Synnex Metrodata Indonesia merupakan adalah Unit Bisnis terbesar yang telah mendistribusikan jumlah produk dan merek TIK terbanyak dibandingkan menggunakan Perusahaan TIK lainnya. Produk yg dipasarkan lebih berdasarkan 45 merek TIK, mulai menurut perangkat inti TIK misalnya Notebook, PC, Printer, Server dan majemuk piranti lunak, tetapi juga sudah merambah kepada distribusi produk fitur phone dan smart phone dari tahun 2014 yang kemudian. Unit Bisnis Distribusi ini terus melakukan perluasan terhadap jenis produk yg dijual, di antaranya merupakan solusi keamanan CCTV, komponen-komponen alat-alat TIK (External Hard Disk, USB), & beberapa perangkat Networking. Inovasi juga terus dilakukan menggunakan mengaplikasikan channel penjualan melalui platform B2B (Business to Business), dimana aplikasi ini memungkinkan para dealer/reseller membeli secara online baik buat produk piranti keras maupun piranti lunak.

Sebagai bukti keseriusan Metrodata dalam mengembangkan Unit Bisnis Distribusinya, sekarang sedang menindaklanjuti proses membentuk gudang sendiri. Perseroan sudah membeli huma seluas 20.000 m2 pada area Cikarang, menggunakan nilai Rp 61 miliar pada tahun 2016. Adapun pembangunan fasilitas gudang pada atas lahan tersebut akan dilakukan dalam semester ke 2 tahun 2017 dan dibutuhkan dapat diselesaikan pada tahun 2018. Dengan memiliki gudang sendiri, Perseroan dapat menaikkan kompetensi karyawannya pada pengelolaan logistik, menghindari ketergantungan kepada pihak lain dan tentunya dibutuhkan porto pengelolaan gudang sebagai lebih efisien.

Mengawali tahun 2017, meskipun menghadapi banyak tantangan, Perseroan tetap menanamkan semangat optimisme bahwa mendasar ekonomi Indonesia akan terus menguat yg didukung oleh fluktuasi nilai tukar yang relatif stabil dan inflasi yang rendah. Pada kwartal pertama 2017 ini Perseroan membukukan pendapatan sebanyak Rp 2,16 triliun, sedikit menurun, yaitu 4,91% dibandingkan menggunakan periode yg sama pada tahun 2016.

#Tag :

Kinerja Metrodata : Laba Bersih 2016 Rp 220,7 Miliar, Target Penjualan 2017 Rp 11,1 Triliun

Emiten di bidang teknologi informasi dan komunikasi, PT. Metrodata Electronics Tbk (“Perseroan”), menginformasikan bahwa tahun 2017 ini  menetapkan target penjualan yang cukup optimis, sebesar Rp 11,1 triliun atau naik 10,2% dibandingkan tahun 2016. Tahun 2016 lalu Metrodata mencatat penjualan Rp 10,06 triliun, terutama dikontribusikan oleh Unit Bisnis Distribusi sebesar 77,6% dan sekitar 20,1% dari Unit Bisnis Solusi, serta sisanya berasal dari Unit Bisnis Konsultasi dan E-Commerce. Angka penjualan itu berarti sebuah kenaikan Rp 88,1 miliar atau  0,9% dibandingkan nilai penjualan 2015.

Metrodata memperoleh laba kotor sebesar Rp 806,tiga miliar di tahun 2016 dan laba bersih sebesar Rp. 220,7 miliar, sedikit menurun yaitu sebesar dua,6% dibandingkan menggunakan keuntungan bersih tahun 2015.

Pada kwartal pertama 2017 ini perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,16 triliun, sedikit menurun, yaitu 4,91% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016. Adapun laba bersih sebesar Rp 45,07 miliar untuk kwartal pertama tahun 2017, naik 40,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016.  Kenaikan laba bersih terutama disebabkan oleh penghematan beban bunga dari pengelolaan persediaan yang lebih efisien dan berkurangnya rugi kurs.

Metrodata menggarap bisnis TI meliputi unit bisnis Distribusi, Solusi, Konsultasi maupun E-Commerce.  Unit Bisnis Distribusi Perseroan, yaitu PT Synnex Metrodata Indonesia adalah merupakan Unit Bisnis terbesar dari Perseroan yang telah mendistribusikan jumlah produk dan merek TIK terbanyak dibandingkan dengan Perusahaan TIK lainnya. Produk yang dipasarkan lebih dari 45 merek TIK, mulai dari perangkat inti TIK seperti Notebook, PC, Printer, Server dan beragam piranti lunak, namun juga telah merambah kepada distribusi produk fitur phone dan smart phone sejak tahun 2014 yang lalu.

Unit Bisnis Distribusi ini terus melakukan perluasan terhadap jenis produk yang dijual, di antaranya adalah solusi keamanan CCTV, komponen-komponen peralatan TIK (External Hard Disk, USB), dan beberapa perangkat Networking. Inovasi juga terus dilakukan dengan mengaplikasikan channel penjualan melalui platform B2B (Business to Business), dimana aplikasi ini memungkinkan para dealer/reseller membeli secara online baik untuk produk piranti keras maupun piranti lunak. Metrodata juga sudah masuk bisnis E-Commerce melalui entitas anak PT My Icon Technology dengan  web metrodataonline.com, bermain dengan model bisnis market place.

#Tag :

Kinerja Bank Syariah Mandiri 2016, Aset Sudah Tembus Rp 78,8 Triliun

Aset Bank Syariah Mandiri (BSM) Per Desember 2016 mencapai Rp 78,8 Triliun, atau meningkat sebesar12,03% (yoy) dari Rp70,4 Triliun dalam Desember 2015. Dengan output ini, perusahaan permanen menjadi bank syariah dengan aset terbesar.

Direktur Utama BSM Agus Sudiarto, berkata, peningkatan aset diantaranya ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebanyak 12,62% (yoy) berdasarkan Rp62,1 triliun per Desember 2015 sebagai Rp69,9 triliun per Desember 2016. "Sekitar 49,58% atau sebanyak Rp34,7 triliun menurut total DPK merupakan low cost fund (giro dan tabungan) atau dana murah," ujarnya pada Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Sementara, dari sisi jumlah nasabah, total rekening BSM untuk DPK mencapai 6,47 juta rekening & 360 ribu rekening buat pembiayaan. Sehingga, BSM masih permanen memimpin pangsa pasar bank syariah.

Lebih lanjut dia menyebutkan, BSM memimpin pangsa pasar menggunakan market share per Desember 2016 buat aset sebanyak 22,11%, DPK 25,04%, pembiayaan 22,41%, dan tabungan 32,58%. "Untuk tabungan, BSM pula berada pada posisi 10 besar bank nasional," paparnya.

Sepanjang tahun 2016, diterangkan manajemen melakukan penguatan fungsi 3 pilar (bisnis, risk, dan operation), menciptakan command center buat memonitor nasabah yg menunggak, mengimplementasikan stop and go policy. Baik buat per produk juga per unit atas dasar threshold, menaikkan kemampuan dan kompetensi energi telecollection, acara reward berupa bonus penagihan, dan melakukan lelang agunan.

#Tag :

Ma Huateng, Orang Terkaya Asia Setelah Pemilik Alibaba. Siapa dia?

Bos Tencent Ma Huateng sempat menepati posisi pertama orang terkaya di Asia sebelum akhirnya disalip lagi oleh pemilik Alibaba dikarenakan saham Alibaba yang diperdagangkan di New York ditutup menguat 3,6% dan membuat kekayaan pemilik Alibaba, Jack Ma menjadi USD36,4 miliar atau USD 200 juta lebih banyak dari Tencent.

Ma Huateng untuk pertama kalinya menjadi orang terkaya di seluruh Asia. Bahkan, pertama kalinya dia mencapai peringkat pertama orang terkaya di China.

Keuntungan 2,95% saham Tencent di Hong Kong Stock Exchange menambahkan hampir USD1 miliar ke kekayaan Ma Huateng, yang senilai sekitar USD36,2 miliar di peringkat miliarder Forbes real-time. Itu dibandingkan dengan USD35,6 miliar untuk Jack Ma yang tergelincir ke posisi dua orang terkaya di China.

Tencent menawarkan beragam layanan dan produk populer termasuk pembayaran dan permainan, bersama dengan platform jejaring sosial populer WeChat.

Munculnya Tencent dan Alibaba menggarisbawahi bahwa pertumbuhan eksplosif dalam layanan dan konten online di China, negara berpenduduk paling padat di dunia dan negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Sementara, Alibaba yang terdaftar di New York dikenal paling baik untuk perdagangan online dan gaya kepemimpinan Jack Ma. Tencent terdaftar di Hong Kong, perusahaan ini kurang dikenal di luar China, dan dipimpin oleh Ma Huateng dengan latar belakang teknik.

#Tag :

Indosat Akan Terbitkan Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Rp 3 triliun

PT Indosat Tbk ("Indosat" atau "Perseroan") pada hari ini mengadakan Paparan Publik berkenaan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 ("Obligasi") dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 (“Sukuk Ijarah”), keduanya dalam mata uang Rupiah dengan total nilai emisi sebanyak-banyaknya tiga triliun Rupiah. Penerbitan instrumen hutang ini merupakan bagian dari rencana pendanaan Perseroan dalam rangka pelunasan sebagian atau seluruhnya (refinancing) salah satu atau beberapa pinjaman Rupiah yang dimiliki oleh Perseroan dan untuk pengembangan bisnis Perseroan lebih lanjut.

President Director & CEO PT Indosat Tbk. Alexander Rusli mengatakan,"Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang keuangan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sekaligus memperbaiki struktur permodalan dan profil hutang. Kami harapkan hal ini akan memberi efek positif untuk pengembangan bisnis ke depan dan kami dapat semakin fokus dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan."

Berdasarkan hasil pemeringkatan dari Pefindo atas Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahun 2017 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahun 2017, sesuai dengan surat No.:RC-229/PEFDIR/III/2017 tanggal 16 Maret 2017 tentang Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan II Dengan Tingkat Bunga Tetap PT Indosat Tbk., dan surat No.:230/PEF-DIR/III/2017 tanggal 16 Maret 2017 tentang Sertifikat Pemeringkatan atas Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Dengan Tingkat Bunga Tetap PT Indosat Tbk, hasil pemeringkatan atas Obligasi dan Sukuk Ijarah Perseroan adalah IdAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Ijarah.

Dan berdasarkan hasil pemeringkatan dari Fitch atas Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahun 2017 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat tahun 2017, sesuai dengan surat No.:69/DIR/RAT/III/2017 tanggal 15 Maret 2017 tentang Peringkat Awal (Initial Rating) PT Indosat Tbk, hasil Pemeringkatan Obligasi dan Sukuk Ijarah Perseroan adalah AAA(idn) (Triple A) untuk Obligasi dan AAA(idn) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Ijarah.

Bookbuilding akan dilaksanakan mulai tanggal 27 April 2017 sampai dengan tanggal 10 Mei 2017. Tanggal efektif diharapkan didapatkan pada tanggal 22 Mei 2017 sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan pada tanggal 2 Juni 2017.

Penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat ini dibantu oleh penjamin pelaksana emisi yang terdiri dari PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas dan PT CIMB Sekuritas Indonesia. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Penasehat hukum dalam penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah ini adalah Hadiputranto, Hadinoto & Partners; dengan notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., serta auditor independen oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC)

#Tag :

Group LAUTAN LUAS Lakukan Merger Tiga Anak Usaha

Korporasi di bidang produksi dan distribusi bahan kimia, Group Lautan Luas, baru saja merampung proses merger 3 anak usahanya. Perusahaan yang dikendalikan famili Indrawan Masrin ini menggabungkan PT Dunia Kimia Jaya ("DKJdanquot;), PT White Oil Nusantara (?WON?) & PT Metabisulphite Nusantara (?MN?) yang semuanya merupakan anak perusahaan PT LAUTAN LUAS Tb. WON & MN resmi menggabungkan diri sebagai satu perusahaan kedalam entitas DKJ melalui proses penggabungan bisnis (merger).

Penggabungan bisnis 3 anak perusahaan tersebut efektif terhitung per lepas 1 Januari 2017. Tujuan dilakukan penggabungan usaha (merger) merupakan menjadi upaya dalam melakukan efisiensi & efektivitas bagi perusahaan.

Penggabungan anak perusahaan tersebut akan memberikan kinerja yang lebih baik pada pengelolaan keuangan, SDM, logistik, dan administrasi. Selain itu pada perencanaan lini produksi pula sebagai lebih efisien dan lebih dekat menggunakan customer karena berada pada tiga wilayah industri besar pada Indonesia yaitu Cikarang (Bekasi), Medan dan Gresik (Surabaya).

Komposisi kepemilikan Perseroan dalam DKJ sebesar 99,9%, sedangkan sisanya 0,01% dimiliki oleh Indrawan Masrin & setelah penggabungan bisnis tadi nir terjadi perubahan yang berarti.

Prodia Berkolaborasi dengan FK UII Jogja

Sebagai upaya untuk menaikkan kualitas pendidikan terutama pada hal penelitian di bidang ilmu kedokteran, Laboratorium Klinik Prodia memperpanjang kerjasamanya dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII). PT Prodia Widyahusada atau yg dikenal menggunakan Laboratorium Klinik Prodia menandatangani perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) menggunakan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) guna memperkuat kerjasamanya pada bidang pendidikan & penelitian.

Penandatangan MoU yang berlangsung dalam hari Senin, 31 Juli 2017 di Auditorium FK UII ini dihadiri sang Nandang Sutrisno, S. H, LLM., M. Hum, Ph.D selaku Rektor Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M. Kes, Sp. PK selaku Dekan Fakultas Kedokteran, Ibu DR. Indriyanti RS, M.Si selaku Vice President Marketing Laboratorium Klinik Prodia, dan sekitar 80 peneliti menurut program studi kedokteran FK UII, Program studi Farmasi & peneliti dari Rumah Sakit & Puskesmas Mitra Fakultas Kedokteran Indonesi.

Indri menjelaskan bahwa kerjasama ini buat mensupport para peneliti bidang kesehatan & kedokteran buat lebih poly melakukan penelitian buat perkembangan ilmu kedokteran. Selain penandatanganan MoU, diadakan pula seminar "Pemilihan Biomarker yg Efektif buat Penelitian Klinikdanquot; yg disampaikan oleh DR. Miswar Fattah, M.Si. Dalam seminar tersebut, beliau memaparkan tentang pentingnya menentukan marker atau penanda hayati yg sempurna untuk diteliti sebagai akibatnya dihasilkan penelitan baru yang reliable dan berguna untuk perkembangan dunia kesehatan dan kedokteran.

Sejak awal didirikan oleh Drs. Andi Wijaya dkk, Prodia telah berkomitmen untuk selalu menjalankan visinya sebagai "Centre of Excellence"  yang diwujudkan melalui kerjasama dengan berbagai lembaga di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Beberapa aktivitas yang Prodia lakukan hingga saat ini yaitu menunjang pengembangan ilmu kedokteran baik dalam ataupun luar negeri, menjadi laboratorium sentral untuk semua bidang kedokteran dan menjadi pusat rujukan nasional. Pada kesempatan kali ini, Prodia bekerja sama dengan FK UII dengan harapan dapat lebih meningkatkan kualitas penelitian dan pemanfaatan sumberdaya serta fasilitas bersama antar lembaga untuk menunjang efisiensi dan produktivitas penelitian yang tepat guna. Kerjasama ini dapat memberikan keuntungan bagi banyak pihak, antara lain rumah sakit, fakultas kedokteran, masyarakat dan bangsa Indonesia ke depannya.

Selain dengan FK UII, sebelumnya Laboratorium Klinik Prodia telah menandatangani MoU serupa menggunakan Universitas/Fakultas Kedokteran yang beredar pada berbagai daerah di Indonesia yakni FK UNS, FK UNDIP, FK USU Medan, FK UNHAS Makassar, FK UNSRAT Manado, UNMUL Samarinda, FK Universitas Kristen Maranatha Bandung, FK Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, FK Universitas Udayana Denpasar, FK UNSOED Purwokerto, FK Universitas Haluoleo Kendari, FK UGM Yogjakarta, FK UNS Surakarta, FK Universitas Al- Khairat Palu, FK UNIBA, FK UNJANI Cimahi, FK UNISRI Palembang, & FK UMI Makassar.

#Tag :

Kinerja Semester I 2017 : Laba dan Aset PT SMI Bertumbuh

Jakarta tiga Agustus 2017 ? PT Sarana Multi Infrastuktur (Persero) (?PT SMI?), BUMN di bawah Kementerian Keuangan yg berkecimpung sebagai katalis akselerasi pembangunan infrastruktur nasional, mencatat kenaikan keuntungan higienis sebesar dua,8% dalam semester I-2017. Laba perseroan pada 30 Juni 2017 tercatat sebesar Rp707,4 miliar. Sedangkan dalam periode yang sama pada tahun 2016, perseroan hanya memperoleh laba bersih senilai Rp688 miliar.

Pertumbuhan ini pula diikuti dengan pertumbuhan aset perseroan yang naik lima,83% jika dibandingkan 6 bulan kemudian, yaitu dari Rp44,tiga triliun pada akhir tahun 2016, menjadi sebanyak Rp46,9 triliun dalam 30 Juni 2017. Kenaikan ini diharapkan kian pesat pada semester II ? 2017.

PT SMI pada awal berdirinya perseroan di 2009, PT SMI dianggap menjadi katalis yg mendorong pembangunan infrastruktur nasional melalui fasilitas pembiayaan yg disediakannya. Namun seiring perjalanannya, PT SMI mendapat kepercayaan buat melakukan perluasan layanannya, yaitu bukan hanya sebatas pembiayaan, tetapi juga menyediakan jasa konsultasi & pengembangan proyek.

Dalam fasilitas pembiayaan, sampai Juni 2017, PT SMI telah menaruh komitmen pembiayaan infrastruktur (Terdiri menurut pinjaman diberikan kepada korporasi, Pemerintah Daerah & penyertaan modal) senilai Rp50,2 triliun kepada proyek-proyek infrastruktur pada Indonesia, menggunakan total nilai proyek senilai Rp264,5 triliun. Sedangkan melalui fasilitas Jasa Konsultasi & Pengembangan Proyek, PT SMI telah sebagai enabler bagi beberapa proyek strategis nasional sebagai akibatnya dapat mencapai financial close, misalnya Proyek Palapa Ring (Paket Barat, Tengah & Timur) dan Proyek SPAM Umbulan yang akhirnya mencapai financial close pada Desember 2016, setelah lebih kurang 43 tahun proyek ini tertunda.

Melalui 3 layanan tersebut, PT SMI semakin mewujudkan komitmennya menjadi katalis percepatan pembangunan infrastruktur nasional, menggunakan menyediakan layanan yg terintegrasi & sinkron kebutuhan.

#Tag :

Springwood Residence Gandeng FiberStar Bangun Jaringan Fiber Optik

PT Triniti Dinamik, pengembang Springwood Residence di Serpong kini tengah mengembangkan jaringan fiber optik untuk layanan pendukung bagi penghuninya. Untuk itu pengembang ini menggandeng FiberStar (CBN Group), sebagai provider dan pengembang infrastruktur jaringan fiber optik.  Samuel Stepanus Huang, President Director PT Triniti Dinamik, telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Thomas Dragono, Commerce Director FiberStar.

Samuel Stepanus Huang mengatakan “Kami sebagai developer  berkomitmen memberikan kepuasan optimal bagi para konsumen kami, salah satu opsinya dengan memberikan kemudahan konsumen dalam hal komunikasi dan informasi. Oleh sebab itu, kami lengkapkan Springwood Residence dengan Fiber Optic, dari salah satu perusahaan terpercaya dalam bidang ini, yaitu : FiberStar, dengan kapasitas koneksi Fiber optik mencapai 100 Gb yang menjadikan Springwood sebagai Smart Building,” kata Samuel.

Thomas Dragono, Commerce Director FiberStar menambahkan, “Memang lokasi prospektif dan accessible menjadi syarat utama saat membidik hunian, baik untuk tempat tinggal maupun investasi. Kami yakin, hadirnya jaringan serat optik FiberStar dengan konsep netralitas akan menambah kenyamanan para penghuni karena mereka bebas memilih content provideryang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Jaringan FiberStar ini tentunya akan terus diperluas ke wilayah Serpong dan sekitarnya, sehingga masyarakat luas tentunya akan mendapatkan manfaat dengan kehadiran jaringan serat optik FiberStar ini”.

Kawasan Serpong yang berada di sisi Jakarta Barat telah berkembang dengan pesat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Perkembangan itu ditandai pertumbuhan properti  yang mencapai 50 persen sampai 60 persen per tahun . Akses langsung Tol Jakarta-Merak yang terjangkau, lokasi strategis, serta lintasan jaringan infrastruktur terintegrasi dan dekat dengan Jakarta, diyakini menjadi pemicu meroketnya harga lahan di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

Melirik potensi investasi yang menjanjikan, PT Triniti Dinamik menghadirkan Springwood Residence sebagai pilihan hunian berkonsep mewah dengan harga terjangkau. Mengusung konsep gedung multifungsi (mixed use building) yang terdiri dari unit Small Office Home Office (SOHO), ruang perkantoran dan hunian (apartemen), Springwood Residence di desain oleh jasa biro arsitek top asal Polandia, OOZN Design yang hasil karyanya sudah diakui dunia.

Lokasi prospektif dengan kelengkapan fasilitas yang ada, seperti Sky Lounge, Infinity Swimming Pool, Exclusive Function Room, Kids Playground, Fitness Center,Area Bisnis Retail & Komersil, Area Parkir yang Luas, Private Lift dengan Access Card, Keamanan 24 Jam, Free WiFi, serta dekat dengan BINUS University dan Mall @Alam Sutera menjadikan Springwood Residence sebagai kawasan yang menjanjikan bagi para pemilik, penghuni dan investor.

PT Triniti Dinamik menandatangani perjanjian kerjasama dengan FiberStar sebagai mitra penyedia jaringan infrastruktur jaringan berbasis serat optik pada bulan April 2017 yang lalu. Kehadiran layanan konektivitas berbasis jaringan serat optik dari FiberStar dengan kapasitas sampai dengan 1 Gbps per unit, serta kemampuan jaringan serat optik yang fleksibel dan scalabledalam membentuk Smart Building dan Smart Area, tentunya akan sangat bermanfaat dalam mendukung aktivitas pemilik dan penghuni di area bisnis dan hunian Springwood Residence.

Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda

Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis

#Tag : Properti

Sentuhan Putu Suryajaya Membesarkan Group Nikki Bali

Putu Suryajaya awalnya kepingin menjadi dokter. Karena tak 'tahan' akhirnya malah kepleset jadi pengusaha sukses. Itulah  Putu Suryajaya(32), pemilik dan pengelola Nikki Group yang punya beragam bisnis di Bali. Setamat SMA I Denpasar, Surya yang kelahiran 3 November 1975 ini diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, namun hanya dua semester ia betah menjadi calon dokter. Ia tidak kerasan. Surya kemudian memutuskan pulang ke Denpasar. “Tidak cocok dengan jiwa saya,” alasannya. Akhirnya saat orang tuanya merencanakan membangun hotel, Surya dilibatkan sepenuhnya.

Ternyata Surya memang menemukan dunianya sebagai entrepreneur. Cocok jadi pengusaha.  Kerja kerasnya menjadikannya dipercaya mengelola sepenuhnya hotel pertama milik keluarga dengan 50 kamar, 2 ballroom dan 16 meeting room itu. Ia kibarkan bendera bisnis dibawah payung PT Puri Nikki, Hotel Nikki dan Nikki Fitness Centre -- fiteness centre terbesar di Denpasar. Nikki Group berdiri dari tahun 2000 -- Nikki sendiri merupakan gabungan penggalan nama kedua orang tua Surya.

Pengalaman bisnis orang tuanya memberi Surya banyak pelajaran bagaimana harus benar-benar siap dalam segala hal sebelum memulai suatu bisnis. Surya dituntut untuk selalu siap menghadapi pasang-surut bisnis, karena itu sejak awal keterlibatan di bisnis keluarganya Surya sudah dibiasakan untuk tidak menjadi pusat perhatian, sehingga bila suatu saat terjadi sesuatu lingkungan masih bisa menerima apa adanya.

Dari sukses satu bisnis itu, bisnisnya terus dikembangkan satu per satu. Kini kepak-sayap bisnis Surya makin beragam. Melalui PT Nikki Puri Medika, ia  mengembangkan Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda yang awalnya merupakan  Rumah Sakit Bersalin,  berkapasitas 55 tempat tidur. Lalu, dibawah bendera PT Nikki Puri Wisata, Surya mendirikan pusat pelatihan perhotelan berstandar internasional yang terintegrasi dengan Nikki Hotel sebagai tempat praktek. Ada lagi, PT Nikki Puri Medika yang melayani  keperluan medical check up kalangan atas dan PT Nikki Puri Siswa untuk mengoperasikan franchise sekolah Highscope Bali. Ini belum termasuk PT Puri Nikki Puri Property yang membawahi pembangunan kondotel di daerah Gatot Subroto Denpasar dan pinggiran Kuta.

Hanya dalam tempo tidak sampai 7 tahun, Nikki Group sudah berkembang pesat lewat 6 perusahaan berbadan hukum yang menampung tidak kurang dari 800 karyawan -- diluar outsourching. “Kelihatan saya terlalu agresif dalam berbisnis,” mengomentari perkembangan bisnisnya yang melaju. Tapi Surya tetap menekankan pemilihan waktu yang tepat untuk memulai suatu usaha. Surya memberi contoh, bila saat ini membangun hotel di Kuta tentu bukan saat yang tepat lagi karena keterbatasan lahan selain juga jumlah kamar yang ditawarkan juga sudah melebihi permintaan. Ia juga punya rencana mendirikan hotel baru yang ia tunda karena melihat situasi pasar.

Surya mengaku terjun ke beberapa jenis usaha karena kebetulan waktunya memang tepat untuk memulai, baik itu untuk sekolah perhotelan, rumah sakit, medical centre atau yang lainnya. Untuk lokasi bisnis-bisnisnya Surya memusatkan di daerah jalan Gatot Subroto yang  merupakan jalan vital penghubung utama untuk seluruh kabupaten di Bali, selain juga merupakan daerah baru yang memungkinkan untuk bisa berkembang. Tak heran Nikki Group memiliki banyak lahan di sepanjang jalan Gatot Subroto.

“Bisnis saya tidak punya pesaing karena saya masuk bisnis yang entry barriernya tinggi. Orang lain tidak mudah menirunya,” kata Surya. Surya mengakui sejak awal usahanya selalu mendapat bantuan pinjaman bank hingga 60% dari total investasi.

Sudarmadi

Baca artikel lainnya :

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji

Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia

Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe

#Tag :

XL Genjot Paket PRIO Bagi Pelanggan Pascabayar

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus menaikkan komitmen buat menghadirkan layanan yg maksimal bagi pelanggan pascabayar XL PRIORITAS. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan karakter dan kebutuhan atas akses layanan data & telekomunikasi yang beragam, XL PRIORITAS menghadirkan Paket PRIO dengan beragam tipe. Masing-masing tipe paket memberikan benefit layanan data dan telekomunikasi yang bisa disesuaikan menggunakan kebutuhan pelanggan. Paket ini berlaku mulai semenjak diluncurkan pada 26 Juli 2017.

Senior Advisor Postpaid & XL Center XL Axiata, Rashad Javier Sanchez mengatakan, “Masing-masing pelanggan selalu hadir dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karenanya kami memahami aspirasi para pelanggan yang tetap membutuhkan paket-paket layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka untuk akses data dan telekomunikasi. Kami menghadirkan lima tipe Paket PRIO yang bisa dipilih oleh pelanggan XL PRIORITAS disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Setiap tipe menawarkan benefit yang maksimal baik data 2G/3G/4G, voice, juga SMS.”

Lima pilihan tipe paket berserta manfaat yang dapat dipilih oleh pelanggan adalah, Pertama, Paket PRIO Silver 12 GB Rp 100rb (10 GB di jaringan 4G + 2GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 100 menit dan 100 SMS ke semua operator). Kedua, Paket PRIO Gold 20 GB Rp 150rb (15 GB di jaringan 4G + 5GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 150 menit dan 150 SMS ke semua operator). Ketiga, Paket PRIO Platinum 30 GB Rp 250rb (20 GB di jaringan 4G + 10GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 250 menit dan 250 SMS ke semua operator). Keempat, Paket PRIO Diamond 50 GB Rp 450rb (30 GB di jaringan 4G + 20GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 450 menit dan 450 SMS ke semua operator). Kelima, Paket PRIO Ultima dengan manfaat Unlimited Data di jaringan 2G/3G/4G dan Unlimited Nelpon serta SMS ke semua operator.

Kelima pilihan ukuran paket PRIO tersebut, masing-masing juga memberitakan manfaat tambahan berupa akses layanan Whatsapp, Line dan BBM tanpa batasan kuota. Tidak hanya itu. khusus Paket PRIO Platinum, Diamond dan Ultima, masing-masing juga masih memberikan manfaat lainnya berupa 1 hari, 3 Hari, dan 5 Hari PRIOPASS yang dapat digunakan saat International roaming di negara-negara ASEAN. Tentu saja, semua Paket PRIO didukung dengan kualitas jaringan yang didesain secara khusus sehingga memberikan layanan prioritas kepada pelanggannya, sehingga mampu memberikan koneksi yang lebih cepat dan stabil.

Layanan kartu paskabayar XL PRIORITAS terus meningkatkan layanannya sejak diluncurkan pada Januari 2015. Oleh karenanya paket PRIO ini dapat dinikmati baik oleh pelanggan baru maupun pelanggan lama. Bagi pelanggan baru dapat mendaftar kartu paskabayar XL PRIORITAS Center atau XL Center di wilayah Indonesia, sedangkan bagi pelanggan lama dapat melakukan pendaftaran paket melalui UMB *123# atau MyXL Postpaid. Kenyamanan pelanggan XL PRIORITAS juga didukung dengan kualitas jaringan melalui lebih dari 87 ribu BTS, termasuk lebih dari 39 ribu BTS 3G dan lebih dari 13 ribu BTS 4G. Guna terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, XL Axiata telah menyiapkan kapasitas jaringan yang memadai, dimana saat ini tidak kurang dari 288 kota/kabupaten di berbagai provinsi Indonesia telah terjangkau layanan XL 4G LTE.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016 lalu, layanan pascabvayar PRIORITAS mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. PRIORITAS telah terbukti mampu memuaskan pelanggan. Hal ini terbukti dengan terus bertambahnya jumlah pelanggan yang hingga Juni 2017 telah mencapai lebih dari 580 ribu pelanggan, meningkat 9% dari akhir tahun 2016. Pendapatan layanan PRIORITAS juga meningkat sekitar 12% dari awal Januari 2016 sampai dengan Juni 2017.

Berangkat dari kesuksesan tersebut, XL Axiata ingin semakin serius dalam membidik segmen pascabayar. XL Axiata menyadari bahwa saat ini pelanggan semakin membutuhkan layanan yang bisa memberikan kebebasan dalam berkomunikasi. Karena itu, XL Axiata merancang ulang layanan pascabayar, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan dengan memberikan kuota yang lebih besar dan memberikan kemudahan berkomunikasi telepon ataupun SMS ke semua operator. Selain itu, untuk semakin dekat sekaligus memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan pelanggan, XL PRIORITAS juga menyediakan PRIORITAS Center di 2 lokasi yang berada di pusat bisnis utama di Jakarta, yaitu di Grand Indonesia dan Gandaria City.

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) sendiri tetap akan fokus menyediakan layanan digital guna memberikan kemudahan bagi aktifitas kehidupan masyarakat serta mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia. Sejak Desember 2014, XL telah mengimplementasikan jaringan 4G LTE, yang dilanjutkan dengan pengembangan 4G LTE komersial skala nasional pada bulan Juli 2015. XL Axiata merupakan bagian dari Axiata Group bersama dengan Celcom (Malaysia), Dialog (Sri Lanka), Robi (Bangladesh), Smart (Cambodia), Ncell (Nepal), Idea (India), dan M1 (Singapore).

#Tag :

Muhammad Fendy Leong, Bintang Muda Di Bisnis Ritel Medan

Muhammad Fendy Leong adalah sosok pengusaha muda sukses yang berasal dari Medan. Ia tumbuh dan berkembang di bisnis ritel,  mall / department store.  Di Medan, nama Fendy Leong dikenal karena gebrakannya membangun ritel syariah, yakni mendirikan supermarket syariah pertama di Indonesia yang sempat mendapatkan penghargaan MURI dan juga membangun minimarket syariah. Madinah Syariah, nama supermarket itu, merupakan anchor tenant di Plaza Millenium Medan. Fendy sejatinya merupakam anak seorang pengusaha sukses di Medan, namun ia memilih berbisnis sendiri. Mengibarkan bisnis sendiri. Orang tuanya adalah pemilik Macan Yaohan Group.Tak salah menyebut Fendy sebagai pengusaha idealis karena dalam berbisnis ia tak semata memburu profit.

Ia mengembangkan bisnis ritel syariah,  memulai dengan  mendirikan supermarket seluas 2500 m2, menempati dua lantai di Plaza Millenium. Ia berani mengambil resko dengan mendirikan supermarket syariah pertama dengan skala besar di Medan. "Awalnya banyak yang pesimis, di Medan kok mendirikan ritel syariah. Tapi saya yakin peluangnya ada, tinggal masalah edukasi. Dulu bank syariah juga susah, tapi sekarang lihat, bank-bank konvensional ramai-ramai buka unit syariah," ujar Fendy seraya menjelaskan tagline supermarketnya dengan "Halal itu Berkah".

Rupanya keyakinan Fendy tak bertepuk sebelah tangan. Ketika penulis berkunjung di outletnya di Plaza Millenium, supermarket Madinah Syariah ini cukup ramai dikunjungi pembeli. "Jangan salah, yang berkunjung disini tak hanya Muslim, tapi juga non Muslim dan kalangan masyarakat Tonghoa Medan," ujar Fendy.

Menurut pengamatan Fendy, supermarketnya banyak dikunjungi karena memang menerapakn seleksi ketat secara syariah baik dari sisi produk, pelayanan maupun proses, sehingga lebih aman bagi konsumen. Selain tidak menjual produk haram seperti minuman keras, pihaknya juga tak mau memasarkan produk yang proses dan bahannya tidak halal dan diimpor secara ilegal. Tak heran, ketika banyak superarket beberapa waktu lalu anjlok penjualannya gara-gara produk impor makanan mengandung melamin, pihaknya tidak kena dampak. "Dari awal kita sudah screening, yang bahan dan prosesnya seperti itu nggak halal. Nggak higines. Semua orang apapun agamnya pasti suka dengan produk yang sudah diverfisikasi seperti itu," katanya.

Setelah sukses membangun supermarket Madinah Syariah, Fendi sendiri segera mengembangkan minimarket syariah, tak ubahnya Alamart dan Indomart namun produk dan sistem kerjasamanya juga dnegan pola syariah.  Nama minimarketnya MadinahMart, sekarang ini sudah ada dua outlet minimarketnya. Selain itu juga punya outlet-outlet minimarket yang dinamai MESMart, kerjasama investasi dengan organisasi Masyarajkat Ekonomi Syariah. "Kita memang sedang mengembangkan usaha ini dengan menggandeng mitra-mitra investasi yang satu misi," ujar ria kelahiran 10 November 1972 ini. Fendy Leong juga aktif berkegiatan sosial selain menekuni bisnisnya.

Sudarmadi

Baca kisah bisnis menarik lainnya :

Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia

Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe

Aduuuh, Baru 24 Perguruan Tinggi Yang Sudah Terapkan Jaminan Mutu

Dari 3.103 Perguruan Tinggi (PT) di  Indonesia, ternyata hanya 24 PT yang dinilai berhasil menerapkan praktek baik dalam pengelolaan mutu pendidikan. Jumlah PT yang melakukan praktek baik ini dianggap menurun dari tahun ke tahun. Sebelumnya, tahun 2008 terdapat 68 PT yang dinilai melakukan praktek baik dan kemudian jumlahnya menurun lagi menjadi 58 PT di tahun 2009. Hal itu dijelaskan Direktur Akademik DIKTI Prof. Ir. Illa Sailah, M.Sc., Ph.D. Penurunan jumlah perguruan tinggi yang melakukan praktek baik dalam pelaksanaan kegiatan mutu akademik ini, menurutnya,  disebabkan tidak dilaksanakan proses penjaminan mutu secara internal dan eksternal di masing-masing perguruan tinggi dan tidak konsistennya dosen-dosen perguruan tinggi dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan belajar mengajar.

"Kita banyak temukan perencanaan itu baru disusun saat akan terdapat proses assessment akreditasi berdasarkan BAN,"? Kata Illa Sailah dalam seminar penjaminan mutu Perguruan Tinggi pada gedung pertemuan UC UGM. Illa menyebutkan 24 PT yang masuk daftar tadi masih didominasi perguruan tinggi ternama.

Dia menambahkan, proses penilaian praktek baik PT dievaluasi berdasarkan kesesuaian perencanaan & aplikasi dengan adanya dokumen mutu, manual mutu, kebijakan mutu, SOP mutu dan formulir mutu, baik dilakukan pada taraf universitas, fakultas hingga program studi. "Dan itulah yang disebut praktek baik," ucapnya.

Llah mengaku nir mudah menerapkan penjaminan mutu di perguruan tinggi. Kendati begitu, pihaknya terus mensosialisasikan pentingnya penjaminan mutu lewat perguruan tinggi bersangkutan dan kopertis pada wilayah. "Proses diseminasi masih terus kita lakukan. Kita menganjurkan setiap perguruan tinggi dengan dasar aturan yang telah terdapat kini ini buat segera menerapkan sistem penjaminan mutu baik internal dan ekternal," ujarnya.

Penulis Buku "Konsep & Strategi Inisiasi Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi" Prof. Ir. Toni Atyanto Dharoko, M.Phil, Ph.D., berkata konsep dasar penjaminan mutu pada UGM mencakup tiga hal, pertama, acara studi melakukan penjaminan mutu. Kedua, fakultas mengkoordinasikan pelaksanakan penjaminan mutu taraf program studi & ketiga, universitas menjamin bahwa fakultas dan prodi melakukan penjaminan mutu menggunakan benar & sinkron planning.

Untuk mengklaim mutu sebuah pendidikan tinggi, usahakan dilakukan melalui evaluasi program studi berbasis penilaian diri yang dilakukan sang Ditjen Dikti. Kemudian proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan Penjaminan mutu (quality assurance) oleh perguruan tinggi masing-masing. "Ketiganya disinergikan menjadi sistem penjaminan mutu perguruan tinggi," katanya.

#Tag :

XL Axiata dan UI Gelar XLFL Global Thinking Angkatan Ke-6

PT XL Axiata Tbk. (XL Axiata) dan Universitas Indonesia (UI) jalin kerja sama melalui program XL Future Leaders (XLFL) Global Thinking tahun ini.  Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dan mendorong semangat para generasi muda Bangsa menjadi pemimpin yang mampu bersaing secara global di masa mendatang

Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Eka B. Danuwirana menyampaikan, selama lima tahun terakhir program XLFL Global Thinking dilakukan buat merekrut mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

?Tahun ini, melalui acara yg sama XL Axiata ingin memperluas manfaat program XLFL menggunakan menjalin kolaborasi menggunakan UI melalui acara pendidikan dan training bagi mahasiswa. Kami berharap dengan adanya kerja sama ini dapat lebih mempertinggi kemampuan mahasiswa & mendorong semangat para generasi belia Bangsa sebagai pemimpin yang sanggup bersaing secara global pada masa mendatang? Ucap Eka pada program XLFL Day pada Auditorium Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Kampus Depok baru-baru ini.

Direktur Kemahasiswaan UI, Dr. Arman Nefi memaparkan, program Kerja Sama XL Axiata ? UI ini berupa kolaborasi pada bidang pendidikan, penelitian dan darma pada rakyat. Program kolaborasi ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa UI menurut banyak sekali jurusan. Salah satunya merupakan menggunakan memanfaatkan dan mengikuti Program XLFL Global Thinking yg secara spesial akan diberikan pada program XLFL pada tahun ini.

?Melalui kolaborasi ini kami konfiden akan bisa menaikkan kualitas mahasiswa yang akan lebih dipertajam baik kemampuan akademis & juga kempampuan soft skill buat mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin masa depan,? Ujar Arman.

Lebih lanjut dijelaksan, program XLFL Global Thinking mengajarkan banyak sekali kompetensi yang dibutuhkan generasi belia buat mampu berkiprah pada tingkat global, termasuk sanggup bersaing dalam memperebutkan posisi-posisi strategis di berbagai perusahaan multinasional dunia pada masa mendatang. Program ini sudah melahirkan 5 angkatan yg terbentuk dengan 3 angkatan pada antaranya sudah menyelesaikan program. Secara total, program ini telah mentransfer ilmu & pengetahuan mengenai kepemimpinan dan aneka macam keahlian berorientasi masa depan bagi 700 peserta.

Untuk bisa mengikuti acara berdurasi dua tahun ini, syarat yg wajib dipenuhi antara lain merupakan berstatus menjadi mahasiswa aktif, berusia aporisma 21 tahun, pada saat mendaftar sedang menempuh tahun pertama atau kedua acara S-1, terbuka buat seluruh jurusan, serta memiliki IPK minimal 2,8. Program XLFL ini terbuka buat semua mahasiswa yang beredar pada seluruh Indonesia. Untuk program XLFL tahun ini, jumlah peserta yang diterima berjumlah minimal 120 orang terpilih melalui serangkaian seleksi ketat yang diadakan oleh XL. Tidak ada kuota spesifik buat masing-masing wilayah pada ketika seleksi peserta dilakukan.

Para mahasiswa yang tertarik buat mengikuti acara XL Future Leaders dapat mengikuti seleksi dengan melakukan pendaftaran secara online via website join.Xlfutureleaders.Com yang dapat dilakukan mulai 6 Maret sampai 6 Juni 2017. Bagi peserta yang lulus pendaftaran online akan diumumkan pada bulan Juli 2017. Peserta yg lulus pendaftaran online akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu tes Bahasa Inggris & interview yg diadakan pada Juli 2017. Peserta yg lulus termin ini akan diumumkan dalam Agustus 2017.

#Tag :

Metland Hadirkan Online Payment

Perusahaan pengembang properti yang banyak mengembangkan  proyek residensial dan komersial,  PT Metropolitan Land Tbk (Metland) diam-diam sudah memperkenalkan Metland online payment (M-Pay.id) untuk memudahkan pelanggan Metland dalam melakukan transaksi pembayaran. Layanan ini juga merupakan inovasi dengan fitur lebih lengkap yang diperkenalkan oleh sebuah perusahaan pengembang properti.

Para pembeli tempat tinggal di proyek Metland bisa mengakses M-Pay.Id buat membayar uang muka, cicilan uang muka, cicilan pembayaran tempat tinggal khusus konsumen menggunakan pilihan pembayaran melalui kredit developer serta pembayaran Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL). Layanan ini juga bisa dimanfaatkan oleh penyewa toko (tenant) Mal Metropolitan & Grand Metropolitan dapat melalukan pembayaran melalui M-Pay.Id buat pembayaran sewa bulanan, service charge, pembayaran listrik, air & gas.

Dalam mengembangkan sistem ini, Metland menggandeng DOKU sebagai penyedia layanan pembayaran elektronik terkemuka di Indonesia. Metode pembayaran yang tersedia di M-Pay.id saat ini adalah  pembayaran online dengan menggunakan DOKU Wallet, kartu kredit Bank Mandiri, klik pay Mandiri dan ATM Channel via ATM Bersama, Prima, Alto. “Kedepannya kami akan terus menambahkan lebih banyak lagi pilihan pembayaran ke dalam M-Pay.id. Kami berharap dengan beragam pilihan metode pembayaran online yang kami sajikan, penghuni/tenant Metland dapat lebih mudah dan nyaman melakukan pembayaran online,” komentar Thong Sennelius, CEO DOKU.

Hadir & melayani pasar eCommerce Indonesia dari tahun 2007, DOKU dianggap menjadi penyedia solusi pembayaran elektronik oleh bisnis menurut majemuk skala bisnis, mulai berdasarkan Enterprise, UKM, Startup, Penjual online individu dan konsumen Indonesia yg gemar belanja online. Saat ini DOKU telah melayani lebih menurut 4000 merchant menurut majemuk industri dan terhubung pribadi menggunakan 9 bank buat menyajikan kemudahan pada layanan pembayaran elektronik bagi merchant-merchantnya.

PT Metropolitan Land Tbk sendiri memiliki proyek residensial dan komersial. Untuk residensial, Metland memiliki proyek Metland Menteng, Metland Tambun, Metland Cibitung, Metland Cileungsi, Metland Transyogi & Metland Puri pada Cipondoh, Tangerang. Sedangkan buat properti komersialnya merupakan Hotel Horison Bekasi, Mal Metropolitan, Grand Metropolitan, @HOM Hotel Tambun, Hotel Horison Seminyak dan Metland Hotel Cirebon. Memanfaatkan kemajuan teknologi fakta Metland terus berinovasi buat membangun kemudahan-kemudahan bagi pelanggan menggunakan tujuan menaikkan loyalitas pelanggan terhadap

produk Metland.

Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle

Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis

#Tag : Properti

Kinerja PT Timah, Kuartal I 2017 Raih Laba Rp 65,86 Miliar

PT TIMAH (Persero) Tbk atau TINS kembali membukukan pendapatan pada Kuartal 1 tahun 2017   sebesar Rp2,05 triliun atau naik 57,24% dibandingkan periode yang sama

tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan disebabkan oleh naiknya harga rata‐rata komoditas di kisaran 19K  ‐21K. Keberhasilan TINS meningkatkan kinerja produksi berdampak positif terhadap

perolehan laba yang mencapai Rp65,86 miliar.

Meningkatnya kinerja produksi bijih timah tak lepas dari target Perseroan yang diemban tahun ini yaitu antara 32K – 35K ton. Pada kuartal I‐2017, produksi bijih mencapai 7.675 ton meningkat

125,37% dibandingkan kuartal I‐2016. Keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan Perseroan melakukan rekondisi & replacement, pembesaran kapasitas dan penguatan sarana pendukung produksi.

Beberapa yang dilakukan Perseroan demi peningkatan kinerja produksi seperti pembukaan unit baru

tambang darat, penambahan armada kapal produksi, serta adopsi teknologi peleburan yang lebih

efektif melalui alokasi belanja modal sebesar total Rp2,6 triliun.

Saat ini produk Perseroan mengalami peningkatan penjualan logam timah menjadi sebesar 6.963

mton pada kuartal I‐2017. Sedangkan produk hilir yang dijual oleh Perusahaan Anak, PT Timah

Industri juga mengalami kenaikan penjualan yaitu tin solder menjadi 114 ton dan produk tin chemical

menjadi 890 ton. Produk hilir saat ini mempunyai potensi pasar yang besar karena masih sedikit pemain hilir timah domestik. Jika Perseroan dapat memenuhi target produksi bijih antara 32K – 35K

ton pada akhir tahun, dipastikan pendapatan Perseroan akan meningkat signifikan dibandingkan  tahun 2016, apalagi jika melihat harga logam timah dunia yang cenderung stabil di angka US$20.000

perMt hingga kuartal kesatu tahun 2017.

Perseroan juga fokus pada peningkatan jumlah cadangan maupun sumber daya timah untuk

keberlangsungan bisnis. Perseroan tahun ini mengganggarkan belanja modal sebesar Rp140 miliar

untuk meningkatkan kinerja eksplorasi   termasuk menemukan cadangan baru.    Saat ini PT TIMAH

memiliki IUP sebanyak 128 buah dengan total luas wilayah 473.303 hektar dengan cadangan timah

sebesar 335.909 ton dan sumber daya timah 737.546 ton. Pada kuartal pertama 2017 diperoleh

sumber daya sebesar 3.720 ton. Untuk cadangan yang sudah dimiliki, PT TIMAH melakukan evaluasi & verifikasi nilai cadangan yang masih tersedia untuk dieksploitasi.

Di samping bisnis pertimahan, PT TIMAH memiliki beberapa Anak Perusahaan berbasis kompetensi

yang diharapkan dapat meningkatkan pemasukan pendapatan Perseroan.

Sebagai anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa galangan kapal, PT Dok & Perkapalan Air

Kantung (DAK) berencana ekspansi dengan membangun Graving Dock tahap 2 & 3, pembuatan 4 unit Kapal Isap Produksi (KIP), serta 4 unit kapal aluminium. Di samping itu, akan dibangun pula galangan kapal di Kundur, Ende, sesuai timeline yang direncanakan. PT DAK berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp27,39 miliar dengan profit sebesar Rp1,43 miliar pada kuartal I‐2017.

PT Timah Karya Persada Properti (TKPP) adalah Anak Perusahaan berbasis bisnis properti yang

menggarap proyek seluas 176 Ha. Untuk tahap awal dibangun 3 cluster rumah tapak berjumlah total

670 unit di Zona Ayodya seluas 15 Ha. Sampai akhir tahun ini TKPP diprediksi mampu menjual 300‐an unit dengan nilai transaksi Rp200‐an miliar.

Sekretaris Perusahaan, Nur Adi Kuncoro optimis kinerja Perseroan pada semester 2 lebih bagus lagi

jika dibandingkan pada kinerja Kuartal I 2017, apalagi jika dibandingkan dengan semester 2 tahun

2016. “Perseroan memanfaatkan momen di saat harga komoditas yang stabil diangka US$19K – 22K

per Mt dengan meningkatkan volume produksi melalui berbagai terobosan kebijakan operasi,

ditambah lagi dengan cuaca saat ini yang memasuki musim kemarau, sehingga merupakan saat di

mana Perseroan dapat meningkatkan produksi bijih,” ungkapnya.

Nur Adi Kuncoro meyakini Perseroan dapat mencapai target produksi bijih yang dicanangkan

Perseroan diakhir tahun. “ Dengan asumsi produksi biji Kuartal I mencapai 7.675 Mt maka pada akhir tahun bisa mencapai 32K Mt dan itu akan menambah motivasi Perseroan untuk bisa mencapai angka 35K Mt,” simpulnya.

#Tag :