Jual Pabrik Kelapa Sawit dan Kebunnya di Kalimantan dan Sumatera
Updated:
Berikut ini kebun sawit yg dalam posisi 'dijual" atau boleh diakuisi oleh pihak lain. Kebun-kebun tadi telah memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) sendiri buat memasak buah sawit (TBS) menurut kebun sendiri maupun berdasarkan kebun rakyat sekitar (plasma). Kebun-kebun itu sudah dicek validitas warta dan kepemilikannya. Sangat cocok dibeli oleh perusahaan / investor yang nir ingin menunggu lama dalam investasi sawit lantaran semuanya tinggal melanjutkan,
Kebun-kebun dibawah ini dimiliki oleh pengusaha yang bhineka, jadi bukan satu pemilik.
A. Kebun Sawit Kaltim (Kode: RNIM)
Luas kebun tertanam 6.500 ha
Sudah punya pabrik 60 TON/Jam
Selama ini poly mengolah TBS menurut kebun warga selain dari kebun sendiri
Status lahan: sebagian telah HGU
B. Kebun Sawit Kalsel (Kode: BKN)
Luas 11.5000 Ha
Tertanam 7.300 ha
Sudah punya pabrik sawit 30 Ton/Jam
status lahan: Sebagian sudah HGU
C. Kebun Sawit Palembang (Kode: EGA)
Luas 6.100 ha
Semua lahan HGU
Semua sudah tertanam dan membentuk
Sudah terdapat pabrik PKS kapasitas 45 ton/jam
Bagi peminat, data lebih detil akan dikirimkan.
Tersedia success fee bagi yang bisa membantu menjualkan.
Terima kasih
Hubungi:
Sudarmadi
email: wingdarmadi@gmail.com
HP 081 384 160 988
Mitsubishi Gandeng BSD Bangun Kawasan Perumahan
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Mitsubishi Corporation untuk mengembangan proyek mixed use di Tangerang, Banten.”Kerjasama ini merupakan tingginya kepercayaan pihak investor asing untuk mengembangkan lokasi BSD City yang memiliki pertumbuhan potensial,” kata Direktur Hermawan Wijaya dalam siaran pers.
Menurut dia, proyek ini akan dikembangkan di BSD City milik perseroan. Khusus untuk kerjasama dengan Mitsubishi, luas area pengembangan mencapai 19 hektar dan akan dibangun sebanyak 1.000 unit rumah tapak dan toko yang mulai dikerjakan pada tahun depan.”Kerjasama ini semakin memperkuat posisi BSD sebagai salah satu pengembang terbesar dan berpengalaman di Tanah Air. Di sisi lain, kehadiran Mitsubishi juga memberikan nilai tambah bagi produk BSD City yang selama ini dikenal memiliki kualitas tinggi, sehingga sangat cocok bagi konsumen yang mencari produk hunian atau sebagai sarana investasi,” paparnya.
Dia melanjutkan, kedua perusahaan akan membentuk perusahaan patungan di Indonesia untuk merealisasikan kerjasama tersebut. Mitsubishi memiliki perseroan dalam kerjasama ini karena perusahaan yang terafiliasi dengan Sinarmas Land ltd tersebut memiliki pengalaman panjang di bisnis real estate di Indonesia.
Dengan konsep produk dan kualitas teknologi yang dimiliki pihak Mitsubishi akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan produk BSDE khususnya dan pasar properti di Indonesia secara keseluruhan. Kedua belah pihak meyakini dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan didukung oleh jumlah masyarakat kelas menengah yang besar, maka permintaan properti akan terus meningkat ke depannya.
Tren perkembangan pasar properti berkembangan ke arah luar Jakarta dan menciptakan kawasan hunian baru, dengan permintaan tinggi.”Kerjasama dengan Mitsubishi ini sekaligus akan semakin memperkuat portofolio pendapatan BSD ke depannya. Pada 2013, BSD telah melakukan pembentukan tiga entitas anak hasil joint venture dengan beberapa mitra strategis baik itu internasional maupun nasional,” paparnya.
Entitas anak tersebut adalah PT Bumi Parama Wisesa (BSD dan Hongkong Land), PT Praba Selaras Pratama (BSD dan AEON Mall Japan), dan PT Indonesia International Expo (BSD dan Dyandra).Saat ini, BSD City merupakan salah satu proyek andalan perseroan dengan area pengembangan secara keseluruhan mencapai 5.950 hektar.
Sebagai informasi, posisi saat ini harga lahan di Serpong, khususnya di kawasan BSD City mencapai Rp12-13 juta persegi untuk kawasan perumahan, sedangkan komersial mencapai Rp18-20 juta meter persegi. Selain itu, perseroan juga memangkas target perolehan dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan II senilai Rp 3 triliun. Dimana dari rencana awal ditargetkan dana sebesar Rp 1,5 triliun menjadi Rp 650 miliar
Antara strategic investor dan financial investor, mana yang lebih baik dipilih untuk kongsi bisnis ?
Dalam dunia investasi dan permodalan bisnis, ada istilahinvestor finansial(financial investor) dan investor strategis (strategic investorataustrategic buyer).Dua tipe investor ini juga akan dijumpai ketika sebuah perusahaan sedang mencari mitra investor (non bank). Dua istilah itu juga akan muncul ketika seorang pemilik perusahaan sedang terpikir menjual perusahaannya, maka ia akan berhadapan dengan dua pilihan itu, apakah sebaiknya dijual ke financial investor atau ke strategic investor.
Artikel ini menjelaskan beberapa perbedaan karakteristik dari dua tipe investor itu, semoga berguna bagi pemilik perusahaan yang sedang mencari investor.
Financial Investor, apa itu?
Investor tipefinancial investorbiasanyamengacu pada beberapa contoh jenis investor seperti perusahaan-perusahaan private equity, perusahaan modal ventura(venture capital), perusahaan hedge fund, perusahaan investasi milik sebuah keluarga kaya(family offices), perusahaan sekuritas yang mengelola dana investasi, dan investor individual seperti para pribadi yang superkaya.
Biasanya, investor financial akan melakukan investasi untukjangka sementara saja, jangka waktu 2-7 tahun, setelah itu mereka akan eksit (keluar) dengan cara menjual sahamnya di perusahaan yang ia tanami modal itu.Cara keluarnya bisa beragam, bisa dengan jual sahamnya di bursa (IPO) atau dijual ke investor lain.
Dalam melakukan analisa kelayakan investasi,finansial investor umumnya memilih untuk fokus melihat bagaimana tingkat return dari perusahaan yang ia akan tanami investasi. Yang dilihat laba dan prospek laba, sedangkan bidang bisnisnya bisa fleksible. Investor finansial, karena dibatasi si horison waktu investasi yg hanya 3 - 7 tahun saja, mereka sangat concern dengan EBITDA perusahaan dan lebih sensitif terhadap risiko siklus bisnis daripada investor strategis. Mereka selalu memikirkan strategi exit atau keluar setelah 5 tahun yang saat itu harus untung signifikan.
Investor finansiallebih hati-hati dalam meneliti laporan keuangan perusahaan. Ingat, dana yang dikelola perusahaan financial investor ini merupakan dana pihak lain. Ia yang memutar agar bisa berkembang sehingga mereka harus sangat hati-hati. Mereka akan sangat tertarik untuk mendalami arus kas (cashflow) yang dihasilkan dari perusahaan yang ditarget dan akan melihat bagaimana peluang pertumbuhan arus kas itu, dan juga peningkatan pendapatan, efisiensi biaya, atau menciptakan skala ekonomi dengan mengakuisisi perusahaan sejenis lainnya. Mereka sangat suka bisnis yang bisa dibuat besar dalam waktu cepat.
Umumnya mereka lebih suka mencari perusahaan yang dikelola dengan baik dengan sejarah pendapatan yang konsisten, dan lebih disukai, pendapatannya yang terus tumbuh. Mereka sangat concern melihat perkiraan laba perusahaan. Ketika melakukan investasi, atau membeli sebuah perusahaan biasanya mereka tetap mempertahanan tim manajemen lama setidaknya untuk dua atau tga tahun selama perusahaan itu belum dijual ke pihak lain. Financial investor selalu butuh tim manajemen yang kuat yang bisa menjadi mitra pengelolaan bisnis. Tapi ia akan cari mitra yg bisa mengelola bisnis karena ia sendiri tidak ahli di bidang teknis pengelolaan bisnis yang digarap.
Strategic Investor ??
Investor strategis (strategic investor) adalah jenis investor yang biasanya merupakan perusahaan yang bidang bisnisnya sama atau masih ada hubungan dengan bidang bisnis yg butuh investasi. Jadi investor strategis itu bisa juga merupakan perusahaan sejenis yang menjadi pesaing, atau perusahaan pemasok, atau bahkan perushaan yang selama ini pelanggan perusahaan Anda. Misalnya, kalau bisninya consumer good, investor strategis itu bisa Indofood Group atau OrangTua Group. Kalau bisnis baja, maka investor strategis itu bisa Krakatau Steel bisa juga perusahaan besar di sektor baja lain.
Investor strategisbiasanya melakukan investasi di sebuah perusahaan atau akusisi perusahaan karena sesuai rencana bisnis jangka panjang mereka sendiri, atau bisnis baru itu bisa saling melengkapi bisnis yang sudah dimiliki. Jadi tujuannya investasi itu bisa dalam rangka untuk ekspansi vertikal (terhadap pelanggan atau pemasok), ekspansi horizontal (ke pasar geografis baru atau lini produk), menghilangkan persaingan, atau meningkatkan beberapa kelemahan utamanya (teknologi, pemasaran, distribusi, penelitian dan Pengembangan, dll.).
Investor strategisseringkali bersedia dan mampu membayar lebih mahal ketika ia akan akuisisi, dibanding financial investor. Ada dua alasan utama untuk ini. Pertama, pembeli strategis mungkin dapat menyadari manfaat sinergis bila aset baru itu digabung dengan bisnis lamanya. Kedua, investor strategis umumnya perusahaan besar dengan akses modal yang lebih baik. Mereka sering memiliki mata uang lain yang tersedia bagi mereka dalam bentuk saham. Pembeli strategis sering menawarkan saham, uang tunai, atau kombinasi keduanya dalam pembayaran harga beli.
Investor strategissangat fokus pada kemungkinan bisnis baru yang akan diakuisisi atau diinvestasi bisa sinergi dan bisa diintegrasikan dengan bisnis lamanya. Investor strategis ketika investasi ia akan mempertahankan bisnis yang baru dibeli tanpa batas waktu.
Mana yang lebih baik?
Dua duanya baik. tergantung tujuan dari pihak yang cari investor. Investor strategis biasanya mau membayar lebih mahal, tapi biasanya dia selalu ingin kontrol, maunya minta saham mayoritas, dan artinya perusahaan anda harus mau menjadi bagian dari group dia. Bahkan mungkin anda sendiri nanti bisa diganti oleh eksekutif kepercayaan dia. Bagia pemilik perusahaan yang ingin jual 100% sahamnya mungkin investor strategis lebih cocok, karena harga bisa lebih baik dan ia tak mikir hal lain. Setelah itu pensiun. paling-paling dia dibutuhkan untuk transisi.
Tapi kalau anda butuh investor yang bisa kerjasama lama dan anda masih ingin mengontrol dan memimpin perusahaan, investor financial lebih tepat. Mereka memang tak ahli operasional, hanya butuh duitnya berkembang. Mereka justru senang bila sebagai pengelola lama anda bertahan, yang penting bisnis untung, kerjasama dan komunikasi harmonis. Financial investor ini cocok banget bila ada cari mitra yang hanya sekedar suntikan modal dan investor yg nggak banyak cawe cawe di bisnis. Atau mereka yang hanya butuh investor untuk sesaat, misalnya untuk 3-4 tahun setelah itu dia keluar, sahamnya dia anda beli. Ini cocok dgn investor financial. Walaupun biasanya valuasi financial investor lebih pelit, namun ia fleksible untuk hal-hal lain. Bisa jadi teman untuk tumbuh, nggak reseh. Investor strategis di lain sisi, cenderung akan dominan dan mengontrol perusahaan anda kalau anda masih punya saham disana.
Dua-duanya ada plus minus.
Yang pasti, apapun bisnis bapak/Ibu, asal bukan bisnis rokok dan minuman keras, dan skala bisnisnya sudah diatas Rp 200 miliar, saya bisa bantu cari investor baik tipe financial investor atau strategic investor. Silahkan kontak saya bila sedang memerlukan investor.
Beberapa jenis perusahaan yang dicari investor relasi saya:
- Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut (fishery processing, shrimp, crab processing, cold storage/seafood manufacturing
- Perusahaan tambang nickel dan pengolahannya
- Semua perusahaan bidang manufacturing
- Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan perawan kesehatan dan kecantikan, apotik
- Perusahaan yang bisnisnya B2B
- Perusahaan bidang kimia, pengolah limbah, dan sejenisnya
- Pperusahaan distribusi, baik barang2 consumer maupun barang industrial
- Perusahaan agribisnis dan teknologi yang terkait pertanian
- Perusahaan Manufacturing ( memproduksi makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, kemasan, industrial good, B2B product, produsen cat, bahan bangunan, dll, yang ada proses makanan)
- Perusahaan jaringan ritel dan resto yang sudah memiliki banyak cabang
- Perusahaan logistik (integrated logistic, forwarding, warehousing, trucking, kurir express
- Perusahaan logistik berpendingin (cold chain): perusahaan logistik yang punya cold storage, perusahaan trucking yg berpendingin, warehouse cold storage, refrigrated trucking, dll)
- Perusahaan asuransi jiwa syariah
- Bank syariah
- Mall dan ritel di kota-kota utama dan kota kedua
- Perusahaan industri berat (baja, alumunium, pipa, dll)
- Perusahaan properti yang punya land bank untuk apartemen dan mall
- perusahaan IT services/IT system integration outsourcing company
- perusahaan farmasi OTC
- Perusahaan yang punya land bank untuk kawasan industri diatas 400 ha
- Perusahaan Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Perusahaan shipping yang asetnya sudah diatas Rp 400 miliar
- Perusahaan kemasan
- Perusahaan agribisnis yang omsetnya sudah diatas Rp 300 M
- Perusahaan pupuk organik yang sudah punya pasar ritel
- Perkebunan sawit, karet dan kopi,
Namun perlu dicatat bahwa investor hanya mau berkongsi dengan perusahaan yang skalanya sudah korporasi, bukan pemain UKM atau perusahaan baru. Mohon dimengerti.
Bila sedang cari investor untuk pengembangan bisnis, silahkan hubungi saya.
terima kasih
Sudarmadi
081 384 160 988
email: wingdarmadi@gmail.com
Artikel terkait lainnya :
Mengenal seluk beluk investor private equity
Sejumlah Investor Luar Negeri Yang Tertarik Mencari Kongsi di Indonesia
Kalbe Farma dan Genexine Dirikan Patungan Untuk Garap Pasar Regional
PT Kalbe Farma Tbk menggandeng perusahaan biofarma Korea untuk mendirikan perusahaan patungan. Kedua perusahaan telah menyiapkan Rp 130 miliar buat investasi guna menyebarkan produk buat pasar regional.
Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan dalam lepas 12 Oktober 2015, pihaknya dan Genexine Inc. Dari Korea sudah menandatangani perjanjian usaha patungan yang memuat kesepakatan atas pembentukan perusahaan patungan dengan nama PT Kalbe-Genexine Biologics.
?Perusahaan patungan tersebut akan melakukan pengembangan produk-produk biofarmasi untuk pasar Indonesia & regional,? Ungkapnya pada keterbukaan kabar kepada Bursa Efek Indonesia, Selasa (13/10).
Vidjongtius mengungkapkan, pihaknya sebagai pemegang saham dominan pada perusahaan patungan tadi. Lebih lanjut, ia menambahkan, pihaknya dan Genexine sudah menyiapkan investasi awal buat proyek patungan ini.
?Berdasarkan konvensi tadi, struktur kepemilikan PT Kalbe-Genexine Biologics merupakan 60 % saham dimiliki oleh PT Kalbe Farma Tbk dan 40 persen saham dimiliki oleh Genexine Inc. Nilai investasi awal untuk perusahaan patungan tadi merupakan sekitar Rp 130 miliar,? Jelasnya.
Sebelumnya, perusahaan farmasi pelat merah ini pula berencana menciptakan pabrik obat patungan (joint venture) pada Thailand guna memperkuat penetrasi pasar pada Asia Tenggara. Akselerasi pertumbuhanekspor obat ke tempat ini diperlukan perseroan mampu dijaga menggunakan adanya pabrik baru tadi.
"Untuk pembukaan pabrik di Asean, mungkin kita mempertimbangkan kerjasama joint venture di Thailand supaya lebih cepat penjualannya di tempat ini. Tapi ini baru sekedar ihwal, kita baru sekedar eksplorasi saja," ujar Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan, Vidjongtius di Jakarta, Selasa (7/7) malam.
Kendati perihal tersebut sudah dipikirkan, tetapi pria yg akrab disapa Vidjong ini mengungkapkan, pembangunan pabrik pada Thailand bukanlah strategi utama perusahaan. Ia menegaskan, Kalbe Farma sebisa mungkin akan permanen memakai fasilitas pada Indonesia untuk menghasilkan produk-produk bagi pangsa ekspor maupun domestik.
Melihat laporan keuangan perusahaan dalam tahun kemudian, nilai ekspor produk Kalbe Farma mencapai Rp 796,91 miliar, dimana kontribusi ekspor terbesar merupakan produk kesehatan (consumer health) sebanyak Rp 392,46 miliar yang disusul menggunakan ekspor obat resep sebanyak Rp 299,47 miliar. Dengan kata lain, ekspor produk kesehatan merogoh proporsi 49,dua % menurut holistik ekspor Kalbe Farma.
Lebih lanjut, ekspor Kalbe Farma sendiri memiliki proporsi 11,lima persen berdasarkan total ekspor sektor farmasi secara nasional yg tercatat sebanyak US$ 532 juta atau sebesar Rp 6,91 triliun dalam tahun 2014. Selain itu, nomor ekspor Kalbe Farma dalam tahun kemudian jua terbilang meningkat 21,4 persen dari nomor ekspor tahun sebelumnya yang mencapai Rp 656,35 miliar.
Di samping itu, total penjualan Kalbe Farma pada tahun 2014 meningkat sebanyak 6,79 % berdasarkan nomor Rp 16,00 triliun di tahun 2013 ke nomor Rp 17,39 triliun. Dengan sasaran pertumbuhan penjualan sebesar 7 hingga 9 %, maka perusahaan berharap mampu membukukan total penjualan sebanyak Rp 18,61 triliun hingga Rp 18,96 triliun pada tahun ini.
Adaro Energy dan BHP Billiton Berkongsi di Bisnis Energi
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memperolehnya persetujuan dari Pemerintah terkait transaksi pembentukan joint venture baru untuk Proyek Batubara Indonesia (ICP) dengan BHP Billiton.
Adaro memiliki 25% saham dalam joint venture ICP senilai US$ 335 juta, sedangkan BHP Billiton menguasai 75% saham sisanya.
Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan gembira dengan telah diperolehnya persetujuan dari Pemerintah Indonesia dan terbentuknya joint venture ICP.
Adaro akan bekerjasama dengan BHP Billiton, yang merupakan pemimpin global di industri sumber daya dan produsen batubara coking terbesar di dunia, dalam mengembangkan aset kelas dunia ini.
”Kedepannya Adaro berharap akan dapat meningkatkan nilai tambah yang signifikan bagi para pemegang saham,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (27/5).
Hal yang sama juga dipertegas oleh Kepala Relasi Investor Adaro Cameron Tough mengatakan akuisisi 25% kepemilikan di perusahaan patungan tersebut nilainya US$335 juta, dan BHP Billiton memiliki 75% sisanya. Angka tersebut setara dengan Rp3,18 triliun.
“Kami mengumumkan pembentukan perusahaan patungan baru Indonesian Coal Project (ICP) dengan BHP Billiton, menyusul konfirmasi persetujuan pemerintah,” tuturnya
Presiden Metalurgi dan Batubara BHP Billiton, Hubie van Dalsen menyatakan pemerintah Indonesia telah menyetujui pembentukan joint venture dengan Adaro, partner Indonesia. Pasalnya Adaro memiliki nilai-nilai dan komitmen yang sama dengan BHP terhadap perlindungan atas kawasan regional yang memiliki biodiversity yang luar biasa.
“Kami sedang melakukan kajian untuk mengidentfikasi opsi-opsi pengembangan atas ketujuh PKP2B (Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara) yang kini dikenal sebagai proyek Batubara IndoMet.”papar Hubie
Sebelumnya, Dirjen Mineral, Batubara dan Panasbumi (Minerbapum), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan. pemerintah wajib melakukan evaluasi atas permohonan perusahaan patungan tersebut, untuk memastikan kerja sama tersebut memenuhi ketentuan.
Ketujuh proyek tambang yang berlokasi di Maruwai, Kalimantan ini adalah PT Maruwai Coal, PT Juloi Coal, PT Kalteng Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Lahai Coal, PT Ratah Coal dan PT Pari Coal.
Saat ini, BHP bersama Adaro tengah melakukan kajian guna mengidentifikasi opsi-opsi pengembangan atas ketujuh tambang tersebut. Ketujuh tambang Maruwai memiliki kalori batu bara sekira 7.000 kilo kalori (KK). Namun untuk mengetahui cadangan pastinya, masih diperlukan kajian yang mendalam.
Adaro Energy merupakan induk usaha yang membawahi seluruh perusahaan dalam Grup Adaro. Anak usaha Adaro Energy antara lain adalah PT Adaro Indonesia, produsen batu bara terbesar kedua di Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal yang mengelola pelabuhan, dan kontraktor tambang PT Sapta Indra Sejati.
BHP Billiton merupakan perusahaan pertambangan multinasional yang didirikan pada 2001. Perusahaan yang berbasis di Melbourne, Australia, itu memproduksi besi, intan, batu bara, minyak bumi, bauksit, tembaga, nikel, uranium, dan perak
Apakah Private Equity itu ? Penting Bagi Korporasi Yang Sedang Mencari Investor
Tulisan ini diupdate tgl 5 Juli 2019
Private equity (PE) merupakan salah sumber modal untuk investasi yang berasal dari para investor seperti dana pensiun, orang-orang kaya, atau dana abadi perguruan tinggi. PE menjadi semacam lembaga yang ditugaskan dan dipercaya untuk memutar duit dari investor itu. Kalau bank biasanya memberikan duit pinjaman dan kemudian minta jaminan (kolateral) berupa aset, maka kalau private equity tidak. Dia invest di perusahaan semisalnya Rp 300 miliar atau Rp 100 miliar, tapi ia minta ditukar dengan saham. Nah, ada perusahaan private equity yang hanya mau invest sebagai pemegang saham minoritas dan nggak mau lebih dari 50%, namun juga ada yang maunya justru harus pegang kendali. Masing-masing perusahaan private equity punya gaya dan kebijakan masing-masing.
Asal dana atau sumber dana perusahaan private equity itu biasanya terkumpul karena keaktifan para pendiri dalam mencari dana untuk dikelola. Keluasan network para pendiri PE sangat penting untuk mendapatkan investor. Jangan heran kalau di Indonesia, para pemilik private equity pasti orang yang punya network kuat dengan pemilik dana di luar negeri. Misalnya Patrick Waluyo (Northstar), Gita Wiryawan (Ancora) dan Edwin Soeryajaya (Saratoga). Mereka semua merupakan lulusan Amerika yang channel dengan lembaga keuangan Barat sudah sangat kuat.
Kenapa mereka mau memberikan dananya untuk dikelola PE? Ya karena ingin dananya berputar dan bertambah. Ingat bahwa di negeri Barat dan Jepang, kalau menaruh deposito di Bank, bunganya sangat minim, pertahun hanya 2% atau bahkan kurang. Kalau diputar di negara berkembang seperti di Indonesia, mereka bisa mendapatkan keuntungan minimal belasan persen per tahun. Logikanya simple, ideologi uang adalah keuntungan. Dia tidak punya loyalitas ke negara atau lokasi. Tapi ia akan datang ke tempat manapun yg bisa berkembang biak. Ini rumus uang yang jangan dibantah.
Cara investasi perusahaan private equity (PE) ke perusahaan-perusahaan target biasanya menggunakan pola bisa dua macam.PERTAMA, membeli sebagian saham yang dimiliki pemegang lama (artinya ia membeli existing saham). Dus ada pergantian kepemilikan saham.KEDUA, perusahaan yang akan diinject modal itu menerbitkan saham baru yang kemudian dibeli oleh perusahaan PE itu. Umumnya cara kedua ini lebih banyak dipilih karena berarti dana yang masuk tidak masuk ke kantong pribadi pemegang saham lama, namun menambah modal perusahaan sehingga perusahaan bisa berputar lebih baik. Tapi pola ini sangat case by case, bisa perpaduan. Bisa jadi ketika investor masuk ke sebuah perusahaan, ada sebagian yang masuk ke kantong pemegang saham lama untuk pembelian saham, namun ada juga sebagian yang ditaruh sebagai modal usaha.
KETIGA, Selain cara investasi melalui saham, perusahaan PE juga bisa dengan cara membeli convertible bond yang diterbitkan perusahaan yang butuh duit itu. Convertible bond itu adalah surat utang yang suatu saat bisa diubah (diconvert) menjadi saham ketika pas jatuh tempo dan bila perusahaan yang berhutang itu tidak bisa melunasi secara sempurna atas hutang-hutangnya.
Yang perlu diketahui, perusahaan PE biasanya hanya mau invest di perusahaan yang tumbuh cepat dan margin untungnya baik. Kenapa? Karena ia harus memberi keuntungan juga ke pemodal yang menitipkan uangnya. Makanya biasanya IRR private equity selalu minta diatas 18%. Kalau bank Anda kasih bunga 12-13%, maka PE minimal diangka 18%. Bedanya kalau bank harus mencicil bulanan, kalau PE nggak. PE hanya mengharap untung saat sahamnya dijual ke pihak lain.
Makanya, kebanyakan orang berhubungan dengan PE bila sudah tidak bisa pinjam ke bank lagi. Ekuitas yang dimiliki perusahaan sudah mentok. Sudah tidak punya kolateral untuk pinjam ke bank. Kalau bahasa orang keuangan,debt to equity ratiosudah nggak memungkinkan untuk pinjam ke bank. Ingat, tidak ada bank yang mau kasih pinjaman bila tidak ada kolateral. Ini normalnya. Ada beberapa bank yang bisa kasih pinjaman tanpa kolateral, namun sudah pasti hanya ke nasabah korporat yang sudah lama dikenal, dan biasanya bunganya juga jauh lebih tinggi.
Siapakah yang paling cocok untuk menggandeng PE:
- Perusahaan yang akan ekspansi dan yakin punya bisnis bagus kedepan tapi nggak punya modal pertumbuhan dan sudah sulit pinjam ke bank karena debt to equity ratio sudah terlalu tinggi. Aset yang ada sudah dileverage (SUDAH DISEKOLAKAN) terlalu tinggi sehingga butuh investor (capital partner) yang bisa menambahkan modal untuk pertumbuhan usaha karena memang ada peluang menarik yang akan digarap. Dalam situasi ini cocok dan penting untuk mengajak PE agar mau investasi dan kongsi di bisnis Bapak/ibu.
- Perusahaan yang akan go public pada 2-4 tahun kedepan. agar nilai buku menjadi lebih baik dan kondisi permodalan tampak lebih kuat, anda gandeng PE untuk invest di perusahaan anda. nanti ia akan exit keluar dari perusahaan anda saat IPO dengan menjual saham dia ke investor publik di bursa
- Untuk membeli perusahaan millik pihak lain. Misalnya ada eksekutif yang tahu bahwa ada perusahaan bagus milik pihak lain yang sahamnya akan dijual tapi dia nggak punya uang untuk membeli atau mengakuisisinya. Dalam kondisi itu, ajaklah PE untuk invest bersama dan Anda yang menjadi operatornya karena Anda yang tahu cara kerja dan operasional bisnisnya sehari-hari. PE bisa menjadi pemegang saham sementara, setelah itu saham dia bisa bapak akuisisi
- Untuk membeli saham perusahaan dimana tempat anda bekerja yang mungkin pemilik(bos) sudah tua/capek/bosan bisnis/mau pensiun . Kalau Anda sebagai CEO atau eksekutif tahu bahwa perusahaan dimana ia bekerja akan dijual, maka anda punya cara untuk membelinya,.Terutama kalau anda yakin bahwa bisnisnya bagus dan ia bisa menyelamatkannya. Caranya, silahkan ajak PE untuk invest dan membelinya, dan anda akan menjadi salah satu pmegang saham penting. Saya punya beberapa kawan yang menjalankan pola ini dan sukses besar. Dulu CEO di perusahaan itu tapi tiba2 owner mau jual;al perusahaannya, akhirnya si CEO tadi cari pemodal untuk beli perusahaan itu.
Nah perusahaan PE itu biasanya invest untuk waktu yang tidak lama.Durasi hanya 3-7 tahun. Setelah itu ia keluar atau exit. Cara exit bermacam-macam. Bisa menjual sahamnya melalui bursa atau go public, bisa menjual saham ke pemegang saham lain yang mayoritas. Tapi bisa juga melalui trade sale, yakni ia menjual ke berbagai investor besar yaitu group besar yang minat di bisnis itu. Misalnya PE invest di bisnis TI lalu exit, maka ia akan tawarkan ke ACER, IBM, Microsoft, dll, untuk membeli sahamnya. Istilahnya, menjual ke investor strategis, bukan ke investor keuangan. Tapi menjual ke sesama investor keuangan juga mungkin.
Nah bagaimana di Indonesia? Di Indonesia semakin banyak perusahaan private equity yang aktif walaupun mereka tidak punya kantor khusus di Indonesia namun mereka menunjuk orang tertentu menjadi wakilnya di Indonesia. Mereka ada yang dari Jepang, Hongkong, Singapore, Timur Tengah, Eropa dan Malaysia. Tak kurang dari 30-an investor PE di Indonesia. Hanya saja mereka memang bekerja dengan silent dan bekerja berdasarkan trust. 30 perusahaan PE itu punua fokus investasi dan sstrategi investasi yang berbeda-beda dari sisi besaran per investasi hingga sektor yang ia pilih.
Ingat cara kerja private equity itu sangat silent, diam-diam, nggak mau banyak ngomong. Namanya juga private. Mereka memang selektif dalam memilih perusahaan yang akan diinvestasi, namun mereka juga harus investasi karena kalau nggak menyalurkan duitnya untuk diinvestasikan, mereka juga akan ditanya dan ditabok oleh lembaga yang memercayakan uang untuk diputar. Kalau Anda sudah dipercaya untuk memutar uang tapi kok anda nggak dapat tempat yang ditaruh uang berarti anda bodoh. Anda nggak punya teman atau anda nggak bisa cari teman. Padahal sebegitu banyaknya perusahaan di Indonesia yang butuh funding, dengan manajemen yang terpercaya dan prospeknya bagus.
Perusahaan private equity itu ingin berkongsi dengan pengusaha yg terbukti bisa mengelola usaha, bukan baru rencana2 doang. Mereka umumnya hanya mau invest di perusahaan yang sudah eksis dengan omset mencukupi namun butuh tambahan modal agar bisa tumbuh cepat. Atau mau juga invest di perusahaan bagus namun sedang sakit tapi ada peluang untuk diperbaiki. Banyak banget investor yang meminati Indonesia. Tapi memang butuh cara khusus mendekati mereka karena mereka memang sangat private dan hanya mau berhubungan dengan orang yang bisa mereka percaya.
Dana yang ditempat di satu perusahaan oleh private equity sangat berbeda-beda. Ada yang maunya diatas USD 100 juta dollar, ada yang hanya mau range USD 50-100 juta dollar, ada yang mau dari size USD 5 juta. Bahkan ada yang mainnya di angka USD 1-5 juta per investment. Masing-masing punya mandat dan strategi sendiri.
By the way, kalau Bapak/Ibu adalah pemilik korporasi yg butuh modal dari investor private equity yang mau invest dari Rp 200 miliar sampai Rp 1,5 triliun, saya bisa ajak salah satu investor private equity dari luar negeri yang cocok atau paling cocok untuk perusahaan bapak/ibu dan memang sedang cari-cari peluang investasi di indonesia. Sewaktu-waktu saya bisa ajak meeting direkturnya untuk meeting dengan bapak/ibu bila memang ada peluang kongsi yang menarik dari skala bisnis dan prospeknya.
Semoga bisnis bapak/Ibu sukses, semakin maju dan berkembang. Selalu ada jalan bila kita terus mau berusaha.
Terima kasih
Sudarmadi
HP : 081 384 160 988
wingdarmadi@gmail.com
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Menggandeng dan Cari Investor Bukan Berarti Perusahaan Itu Bermasalah
Tulisan ini diupdate tgl 5 Juli 2019
Ada semacam pandangan usang yang galat tentang berbisnis pada hubungannya dengan upaya mencari investor. Dulu dan bahkan sampai kini , sebagian pengusaha berpandangan bahwa jika perusahaan butuh & cari investor, maka itu indikasi perusahaan itu sedang bermasalah. Sedang punya masalah keuangan. Cari investor merupakan butuh bantuan orang lain buat menolong persoalan keuangannya.
Pandangan seperti itu bukan hanya KUNO, namun juga berarti sebuah ketidaktahuan terhadap perkembangan bisnis dan kekurangan informasi tentang bagaimana perusahaan-perusahaan besar bisa tumbuh berkembang. Kalau yg dilihat skala perusahaan UKM, mungkin agak benar, butuh investor = sedang problem keuangan.
Tapi ketika kita bicara skala korporasi dan konglomerasi, mencari dan menggandeng investor itu adalah sebuah keniscayaan. Penulis sudah meneliti dan kebetulan berkawan dengan dekat dengan eksekutif ti TOP List 20 konglomerasi terbesar di Indonesia, mereka semua selalu terbuka dengan investor dan bahkan terus mencari partner investor untuk pengembangan usahanya. Mindset mereka bagaimana bisa berpartner dengan pihak lain untuk membesarkan bisnis secara bersama. Penulis sudah mempelajari bagaimana perusahaan besar sekelas Salim Group, Sinarmas, Medco, Astra, Saratoga, Sampoerna, Lippo, mereka semua bukan tipikal perusahaan yang alergi untuk bermitra dengan investor. Banyak orang yang tidak tahu, mereka bisa tumbuh cepat tidak selalu memakai duit sendiri. Tapi joint dengan investor private equity atau investor strategis lainnya.
Ada dua alasan akbar kenapa perusahaan-perusahaan class besar itu biasanya sangat welcome dengan investor. Pertama, alasan keuangan. Kedua, alasan non keuangan.
Alasan Keuangan :
---------------
Perusahaan umumnya butuh investor karena secara keuangan jelek semua kapital usaha ditanggung sendiri. Sebagai bagian menurut mengembangkan resiko, investor perlu terdapat buat menganggung resiko bisnis dan investasi secara beserta. Jadi beban keuangan permdalan tak hanya dipikul sendiri. Selain itu, ada kalangan kondisi keuangan kita sudah mentok plafon atas untuk sanggup berkembang. Sementara kita butuh kapital usaha lantaran ada peluang usaha dan pertumbuhan yang mampu digarap.
Terkadang pinjam bank/cari kredit ke bank juga telah tak mungkin lantaran agunan telah nggak ada. Semua aset sudah disekolahkan. Semua aset telah diagunkan. Nah, pada syarat ini, niscaya, lebih baik menggandeng investor sebagai equity partner buat menggarap peluang yang ada atau menciptakan perusahaan menjadi lebih besar lagi. Kalau terdapat investor masuk suntik modal, maka pertama, equity akan naik sehingga terdapat tambahan buat memodali pertumbuhan. Kedua, kalau equity nilainya naik, maka ruang lingkup pinjaman ke bank juga mampu lebih besar lagi nilainya. Bisa cari kredit menggunakan plafon yang lebih akbar. Kalau sebelumnya maksimal hanya bisa cari Rp 200 M, contohnya, dengan ekuity baru masuk, menjadi bisa pinjam Rp 600-700 M. Apalagi jika investor baru memang punya jaringan bank sendiri, maka akan menjadi lebih rupawan lagi dalam memudahkan pencarian kredit korporasi.
Alasan Non Keuangan
-----------------
Kehadiran investor baru juga krusial bukan hanya menurut sisi financial, tetapi juga secara strategi non financial. Investor baru terkadang sanggup membawa kompetensi baru, menambah jaringan usaha baru, memperluas jaringan pasar, & jua menyuntikkan SDM-SDM unggul baru. Banyak hal yang dulu tidak mampu dikerjakan sendiri tetapi kemudian sebagai mungkin berkat investor baru dan jaringannya. Banyak peluang ekspasi yng dulu dibiarkan saja, maka mampu sebagai andalan usaha baru menggunakan hadirnya investor yg joint. Simplenya saja, otak satu orang insan terbatas. Kalau yng merampungkan masalah lebih banyak orang tentu alternatif solusi sebagai nir hanya satu. Banyak keputusan bisnis dan investasi yg dulu takut buat diambil, maka sebagai lebih berani menggunakan adanya investor baru. Ini analog dengan mengangkat sebatang kayu besar , bila kayu akbar itu diangkat satu orang, mungkin memang bisar. Tapi kalau mampu diangkat dua atau tiga orang tentu sebagai lebih ringan bebannya dan lebih cepat mampu diangkat kayunya. Bahkan mampu juga mengangkat kayu-kayu yg lain.
Sebab itu, Bapak/Ibu yg masih menduga lebih baik mengerjakan usaha sendiri tanpa investor, bersiap-siap saja bahwa bisnisnya akan tumbuh segitu gitu saja. Pertumbuhan & perkembangan sanggup ditebak. Nggak akan terdapat sebuah terobosan karena nggak terdapat kompetensi baru yg masuk. Hanya saja, tentu jua krusial bahwa pada mencari investor wajib cari investor yang baik, yang memang sahih-sahih diperlukan sang perusahaan Bapak/Ibu. Mencari yang style dan chemistrynya sama, bisa sejalan, sehingga mampu membesarkan usaha bersama2. Bukan investor baru yang masuk & malah bikin ribut. Jadi penting buat memilih investor sehingga tujuan buat meningkatkan kecepatan pertumbuhan memang mampu direalisasikan.
Yang niscaya, jika perusahaan Bapak/Ibu punya usaha yang omsetnya sudah diatas Rp 300 dan butuh investor, maka saya mampu bantu carikan investor baik jenis investor keuangan (private equity) ataupun investor strategis (pemain sektor riel).
Silahkan hubungi aku jika memerlukannya.
Terima kasih / salam sukses
Sudarmadi
081 384 160 988
email: wingdarmadi@gmail.com
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
33 Pengusaha Oman Minat Investasi di Indonesia.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan sebanyak 33 pengusaha berdasarkan Oman nyatakan minat investasi pada Indonesia.
Ini menambah daftar negara-negara Timur Tengah yang berminat buat berbisnis pada Tanah Air, selain Arab Saudi.
Thomas menyebutkan, pengusaha-pengusaha tersebut terdiri dari banyak sekali sektor, yakni sektor konstruksi, ekspor impor, properti, manufaktur, pertambangan, logistik, pariwisata, sektor teknologi liputan, dan perbankan.
"Kunjungan delegasi Oman ini menampakan bahwa minat berinvestasi berdasarkan negara Timur Tengah ke Indonesia mulai ada. Kami akan berhubungan menggunakan pihak-pihak terkait seperti Kadin maupun Kementerian Luar Negeri buat menangkap minat investasi tersebut," kata Thomas pada berita resminya, Kamis (9/tiga/2017).
Menurutnya, meski investasi negara Oman di Indonesia masih mini , tetapi kolaborasi investasi ini sangat penting mengingat Oman termasuk dalam Dewan Kerja sama buat Negara Arab pada Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC).
"Memang sebagai negara tersendiri masih sangat mini , akan tetapi harus dilihat menjadi satu kesatuan di GCC. Demikian halnya yang berpendapat investasi Perancis kok kecil, investasi Italia kok kecil, wajib dilihat pada suatu daerah European Union. Ini yang sedang coba dilakukan juga menggunakan negara-negara GCC jadi satu pendekatannya," ujat Thomas.
Dari data BKPM, realisasi investasi dari Oman pada tahun 2010-2016 tercatat sebanyak USD 211 ribu atau berada pada peringkat 101. Umumnya investasi dilakukan pada 2 sektor utama yakni sektor tumbuhan pangan dan perkebunan dan listrik, gas, & air.
Sementara dari data FDI Market belanja modal Oman banyak dilakukan di negara-negara sepert Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, Saudi Arabia & Inggris.
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi usaha
BKPM Ajak Investor Asing Bangun Kawasan Industri Terintegrasi
Sumber: Sindonews
Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendukung investor global yang berkomitmen membentuk infrastruktur dan tempat industri terintegrasi pada Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen BKPM menarik minat investor dunia guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menyambut baik kehadiran mitra asing di Indonesia sebagai salah satu upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah.
"Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi diperlukan beberapa hal, salah satunya investasi. Kita masih butuh poly investasi dari perusahaan asing yg tiba ke Indonesia. Ini bukan perkara telah relatif atau belum tapi memang kita masih butuhkan karena kita permanen ingin tumbuh & berkembang," ujar dia kepada media, Jakarta, Selasa (28/3/2017).
Menurutnya, tahun ini Indonesia memiliki target pertumbuhan ekonomi lima,2% dan akan menjadi 6,1% pada tahun berikutnya. Kebutuhan investasi buat mencapai target 6,1% diperkirakan sebesar Rp863 triliun.
Menurutnya, BKPM nir hanya mencari investor yang tertarik berinvestasi, tetapi mereka berkomitmen menjadi mitra strategis Indonesia secara jangka panjang. Pemerintah jua mengedepankan pengalaman dan track record setiap investor.
"Kita jikalau mengadakan promosi lebih kedepankan one on one meeting dengan menemui investor yang punya track record, berpengalaman, punya pendanaan bertenaga, & sudah banyak melakukan kegiatan usaha pada bidang yang kita tawarkan," imbuhnya.
Sebelumnya, BKPM secara masif memasarkan potensi investasi wilayah-wilayah di Indonesia seperti menggelar Regional Investment Forum (RIF) di Nusa Dua, Bali guna menggaet calon investor dalam negeri juga investor dunia.
Dalam kegiatan itu, BKPM menghadirkan sejumlah pembicara primer seperti Duta Besar Indonesia untuk Persatuan Emirat Arab, serta perwakilan pelaku usaha dan calon investor berdasarkan berbagai negara, diantaranya Indonesia, Jepang, Persatuan Emirat Arab, Swedia, Singapura, Malaysia, India & beberapa negara akbar lain.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan berkata, berharap pemerintah mendukung peningkatan jumlah kemitraan menggunakan pihak partikelir dan investor dunia.
Salah satunya dengan skema public private partnership (PPP). Cara ini, bisa mempercepat pembangunan tempat industri, baik yg masuk program pembangunan 14 kawasan industri pemerintah maupun pengembangan daerah industri lain.
"Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pemerintah mampu mencarikan solusi contohnya deregulasi dan debirokrasi buat memudahkan investor dunia masuk atau BUMN yang ingin berinvestasi," kata Johnny.
Dia pula berharap pemerintah mendukung penuh apabila terdapat investor dunia yg mengusung visi membuatkan kawasan industri sekaligus membentuk kota-kota industri baru yg mengintegrasikan pembangunan ekonomi dan sosial.
Kota-kota industri baru ini wajib berwawasan lingkungan & dikembangkan secara keseluruhan dengan turut mempertimbangkan potensi lokal buat pengembangan komersil, area residensial, konektivitas infrastruktur transportasi & penerapan teknologi.
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi bisnis
H. Anif Shah, Pengusaha Sukses Sumatera Utara Yang Membangun Bisnis Dari Nol
Bagi masyarakat Sumatera Utara, nama Anif Shah begitu dikenal luas. Khususnya karena kedermawanan dan kesuksesannya sebagai pengusaha. Apalagi Anif dan keluarganya cukup aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan Sumut. Anif adalah pengusaha dengan multi bisnis yang juga membangun usahanya dari bawah. Kini Group Anugerah Langkat Makmur (ALAM) miliknya mencakup bisnis perkebunan dan pabrik kelapa sawit, properti, kompos, SPBU, sarang burung walet, dll.
Masyarakat Sumatera Utara, apalagi orang Medan, juga mengenal Anif karena kesuksesannya membangun mega perumahan mewah di Medan, Komplek Cemara Asri dan Cemara Abadi. Maklum, komplek perumahan ini terbilang terbilang paling mewah di Medan selain Komplek Setiabudi. Di Perumahan Cemara Asri tidak sulit mencari rumah yang harga per unit diatas Rp 2,5 miliar. "Kami punya sekitar 300 hektar tanah di komplek ini, tapi yang dibuka baru 130 ha," kata Musa Rajecksjah, putra Anif yang ditugasi sebagai direktur utama PT Anugerah Langkat Makmur.
Anif mulai menggeluti bisnis perkebunan sawit tahu 1982. "Waktu itu perkebunan sawit di Sumut belum populer. Tanah masih murah dan pemainnya sedikit," ujar Musa yang juga pembalap dan Ketua IMI Sumut itu. Anif mulai membuka usaha perkebunan dengan skala kecil. Awalnya hanya sektar 1.500 ha di Langkat. Namun dari situ terus dikembangkan. Kalau awalnya hanya punya lahan di Langkat, kini sudah punya di Deli Serdang, Mandailing Natal dan Riau. "Total lahan kita sekitar 30 ribu ha," jelas Musa yang mulai dilibatkan mengelola bisnis sawit keluarga sejak 2004. Yang jelas, meski Alam sudah punya pabrik PKS di Langkat, berencana membangun 4 pabrik PKS lagi dari.
Salah satu yang menonjol dari prestasi perkebunan ALAM Group dibanding perkebunan swasta lainnya ialah soal manajemen plasma dan kemitraan dengan petani. ALAM Group memang ingin maju bersama petani di lingkungan kebunnya. Tak heran, seperti di Mandailing Natal misalnya, ALAM punya 3.000 petani plasma. Sementara di Langkat 233 KK. Bila perusahaan perkebunan lain, sesuai aturan pemerintah, memberi lahan ke petani plasma per KK seluas 2 hektar, maka ALAM memberi per KK seluas 3 ha. "Karena itu di kebun kami hubungan dengan petani sangat baik dan beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah," papar Musa yang juga menjelaskan kebun dan pabriknya pernah menjadi studi banding Kementrian Pertanian Belanda.
Musa yang biasa dipanggil Ijeck sendiri bertekad mengembangkan bisnis perkebunan keluarganya dan kedepan bisnis perkebunan akan menjadi core selain pengembangan perumahan. Tak heran, meski perusahaan daerah, pihaknya serius belajar manajemen modern dengan mengundang konsultan ISO dunia, TÜV Rheinland Group. "Awalnya hanya ingin belajar dari mereka, tidak tahunya mereka menyarankan sekalian sertiifikasi dan audit," tutur penggemar Harley Davidson ini menjelaskan perusahaannya sudah mendapatkan ISO 9001: 2000.
Karena implementasi konsep manajemen modern pula, maka ketika harga CPO pernah jatuh tahun 2008 pihaknya bisa selamat. "Waktu itu kita sempat rugi juga, tiga bulan. Cuma karena kita bisa mengelola cadangan dana dan yakin suatu saat harga akan bagkit, maka bisa selamat". Ini berbeda dengan para petani yang banyak gulung tikar karena mereka tidak mengelola dana cadangan dengan baik.

Selain perkebunan, properti, SPBU, ALAM Group juga sudah mulai masuk di bisnis pengolahan kompos, mengolah limbah CPO. Adapun bisnis walet gua di pinggiran Sumut lebih banyak dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di tiga desa di sekitar gua, baik untuk mendirikan sekolah, menaikkan haji petani, maupun memberi beasiwa. "Bisnis walet sudah tidak kita konsolidasikan keuangannya ke group karena Bapak saya maunya untuk kegiatan sosial saja," tutur Ijeck.
Menurut Ijeck, ayahandanya memang banyak berderma sebagai bagian dari syukur karena diberi kemurahan rejeki oleh Yang Diatas. "Orang tua saya dulu orang susah Pak. Pernah karena nggak punya beras, beras yang ada dijadikan bubur supaya bisa dibagi banyak orang, 9 anak. Dulu kita nggak punya TV dan bapak saya merasa tersayat untuk bangkit ketika mendengar cerita ada anaknya yang tidak boleh nonton TV tetangga," kenang Ijeck. Ijeck juga membanggun sirkuit balapan mobil di Medan dan an menjadi distributor Harley di Sumut,
Sudarmadi
- Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
- Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
- Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
- Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
- Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
- Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
- Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
- Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
- Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
- Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
- Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Sejumlah Investor Asing Tertarik Investasi Di Sektor Pariwisata Indonesia
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, sejumlah investor asing berkomitmen menanamkan modalnya senilai USD400 juta atau sekira Rp5,2 triliun untuk mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia.
Komitmen tersebut diperoleh dalam kegiatan Manado International Conference on Tourism. Komitmen tersebut terdiri atas kerja sama bisnis antara perusahaan asing asal China dan perusahaan lokal untuk membangun hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, dandiving center senilai USD200 juta.
Selain itu, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) juga berencana memperluas investasi senilai USD200 juta untuk membanguncottage dan tempat wisata di Raja Ampat. “Selain itu, juga ditandatangani kerja sama antara Dalian Maritime University dengan tujuh lembaga pendidikan di Indonesia,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong melalui keterangan tertulis.
Dia menambahkan, nilai komitmen investasi itu di luar kesepakatan yang diperoleh dalam kegiatanone on one meeting yang diikuti oleh 37 perusahaan dari China, Jepang, Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan. Selain itu, tujuh perwakilan kedutaan besar serta asosiasi bisnis asing dari China, Thailand, Australia, dan Jepang juga ikut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.
Thomas mengatakan, kegiatan itu bertujuan memberikan gambaran potensi investasi sekaligus memopulerkan tujuan pariwisata Sulawesi Utara. Pendekatan semacam ini, kata Thomas, akan dilakukan oleh BKPM untuk menawarkan investasi di Indonesia. Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Sulawesi Utara merupakan salah satu jalur konektivitas penting untuk menopang pertumbuhan sektor pariwisata.
“Isu konektivitas tersebut menyangkut One Belt One Road (OBOR) yang dicanangkan oleh Presiden China Xi Jinping,” kata dia. Dalam OBOR, Presiden Joko Widodo telah menetapkan tiga daerah prioritas, yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara. Arief menilai, potensi tersebut sangat besar untuk dimanfaatkan dalam proyek investasi bersama, baik dengan China maupun dengan investor dari negara-negara lainnya.
Sementara Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey siap memfasilitasi para investor yang akan mengembangkan destinasi pariwisata di Sulawesi Utara. Menurut dia, Sulawesi Utara merupakan daerah yang memiliki prospek bagus dengan rata-rata pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) 6,5% dalam tujuh tahun terakhir.
Data BKPM menunjukkan, investasi asing di sektor pariwisata terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2014 dan 2015, investasi di sektor pariwisata tercatat masing-masing USD673,1 juta dan USD732,5. Pada 2016, realisasi investasi meningkat 63% menjadi USD1,19 miliar. Sementara pada kuartal I 2017, investasi asing di sektor pariwisata mencapai USD440 juta.
Artikel terkait klik link berikut:
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Jepang dan China Minat Investasi Mobil Listrik
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan mobil listrik akan segera diproduksi pada dalam negeri. Investor berasal Jepang & China yg sudah mempunyai bisnis pada tanah air dianggap sudah menyatakan minatnya buat menghasilkan dan memasarkan mobil listrik di tanah air.
"Untuk pada negeri, investor kini yg sudah mempunyai investasi di Indonesia, hampir semua sudah mempersiapkan model. Ada industri Jepang & China yg telah punya orisinil pabrik di Indonesia, mereka menyatakan tertarik buat menggarap," istilah Airlangga pada CNNIndonesia.Com, Senin (4/9).
Selain investor asal Jepang dan China, investor lainnya, dari dia, juga tengah menelaah planning keterlibatannya dalam proyek tadi.
Saat ini, pangsa pasar otomotif pada Indonesia memang masih dikuasai sang pembuat berasal Jepang, melalui sejumlah label kendaraan. Kendati demikian, penghasil otomotif dari China, tampak berfokus untuk menggerus dominasi Jepang pada iklim otomotif Indonesia.
Selain investor luar, berdasarkan Airlangga, penghasil pada negeri jua dipersilahkan buat menghasilkan dan memasarkan kendaraan beroda empat listrik secara luas. Saat ini, dari dia, telah poly pabrikan di Indonesia yang memamerkan prototipe buat kemudian diuji coba.
Airlangga menjelaskan, pengembangan mobil listrik di Indonesia harus diawali dengan teknologi baterai, motor induksi, dan piranti lunak(software). Selain itu, agar kompetitif, dibutuhkan keringanan buat pelaku industri agar bisa terjangkau konsumen.
"Saya memastikan proyek mobil listrik sudah ada pada pada peta jalan pemerintah buat pengembangan industri otomotif pada Indonesia," pungkasnya.
Adapun, menurut catatan Kemenperin, populasi mobil listrik pada global sampai ketika ini mencapai sekitar 4 juta unit & diperkirakan dalam tahun 2020 mencapai 10 juta unit.
Artikel terkait klik link berikut:
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis
Investor Taiwan Siap Relokasi Bisnisnya ke Indonesia
Investor Taiwan berencana memindahkan usaha mereka dari China dan tertarik untuk menanam modal di Indonesia karena kondisinya membaik, kata seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Taiwan.
"Banyak pengusaha Taiwan yang menanam kapital & mendirikan pabrik di China telah memindahkan bisnis mereka ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia," kata Owen Chyi-Wang Hsieh, direktur jenderal yang menangani penugasan pada dalam negeri (home assignment), Departemen Urusan Asia Tenggara & Pasifik, Kemlu Taiwan, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/12).
Berbicara dalam lembaga Dialog Indonesia-Taiwan yang diadakan The Habibie Center dan Kantor Dagang & Ekonomi Taiwan (TETO), Hsieh berkata, pengusaha Taiwan mengambil keputusan tersebut lantaran porto energi kerja yg semakin tinggi & undang-undang perburuhan yg makin ketat pada China, & persaingan sengit menggunakan orang-orang China. Selain kondisi yg membaik, poly pengusaha Taiwan memindahkan operasi mereka menurut Taiwan ke Indonesia karena porto produksi yg mahal pada Taiwan.
Direktur Program dan Riset The Habibie Center Prof Dr Dewi Fortuna Anwar mengatakan, meski tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia, Taiwan merupakan salah satu kekuatan ekonomi di Asia Pasifik. "Taiwan termasuk dalam jajaran negara penanam modal terbesar di Indonesia dan juga penerima lebih 130.000 tenaga kerja dari Indonesia. Taiwan juga jadi sumber turis bagi Indonesia," katanya. Menurut Dewi, Indonesia hendaknya tidak bersikap kaku dalam menerapkan kebijakan satu China (One China Policy).
Berdasarkan angka statistik dari Biro Pusat Statistik, investasi Taiwan pada Indonesia tahun kemudian mencapai US$3,5 miliar, terutama pada bidang bisnis pertekstilan, alas kaki, produk elektronik, barang-barang logam, furniture dan industri perbankan.
Taiwan berada pada posisi delapan menjadi investor terbesar di Indonesia dan ketiga pada antara negara-negara Asia sesudah Singapura dan Jepang. Pada 2008, ekspor Taiwan ke Indonesia mencapai US$3,lima miliar dan impornya menurut Indonesia senilai US$7,3 miliar. Indonesia mengalami surplus sebanyak 3,8 miliar dolar AS karena impor minyak & gas Taiwan berdasarkan Indonesia.
Artikel terkait klik link berikut:
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnisInvestasi Di Kota Tangerang Mencapai Rp 24,7 triliun
Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat sebanyak 50 persen investasi yang masuk ke Kota Tangerang disumbangkan sang industri logam & elektronik, disusul perdagangan & jasa, dan industri makanan dan minuman.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Tangerang Mahdiar mengungkapkan saat ini investasi yg masuk ke Kota Tangerang mencapai Rp24,7 triliun atau hampir mendekati target investasi yg masuk sebesar Rp27,8 triliun yg ditetapkan DPMPTSP Kota Tangerang pada 2017 ini.
Berdasarkan sektor industri, investasi yg masuk ke Kota Tangerang sebesar 50 % disumbangkan oleh industri logam, & elektronika, lalu perdagangan & jasa sebesar 15 persen, serta industri kuliner dan minuman (mamin) sebesar 10 %, & aneka industri sisanya
"Capaiannya hingga 50 persen buat industri berat, perdagangan dan jasa 15 persen, kuliner dan minuman 10 % & sisanya sektor industri lainnya," kata Mahdiar, di Tangerang, Rabu, 22 November 2017.
Menurutnya Kota Tangerang telah mengalami pertumbuhan cukup pesat di investasi barang & Jasa, baik yang dilakukan pihak dalam negeri maupun pihak asing. Hal itu terlihat menurut pesatnya kemajuan sektor perdagangan dan jasa yang terus tumbuh di Kota Tangerang.
"Apalagi di Kota Tangerang adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta berada. Ini peluang & kesempatan sektor perdagangan dan jasa buat terus bertumbuh," tegasnya.
Namun, lanjutnya, persoalan huma buat pengembangan sektor industri berat di Kota Tangerang sebagai masalah baru. Pasalnya sesaknya kota menggunakan laju pertumbuhan penduduk dan industri yang telah ada sebelumnya tak memberi asa terbukanya ruang baru bagi sektor industri berat ketika ini.
Untuk itu, pihaknya berharap, ada transformasi yg terjadi di Kota Tangerang yakni menurut kota industri menjadi kota perdagangan dan jasa, terlebih menggunakan menghadirkan ikon Bandara Soetta ke tengah para calon investor.
"Pertama, sektor ini poly menyerap energi kerja dan nir butuh huma yang cukup luas. Namun investasi & keekonomiannya sangat berdampak besar ," istilah Mahdiar.
Sepanjang 2017 ini, penerimaan investasi dalam & luar negeri telah mencapai Rp24,7 triliun dari sasaran penerimaan investasi yg mencapai Rp27,8 triliun. "Kita punya target untuk tahun ini saja Rp27,8 triliun & pencapaian kini Rp24,7 triliun. Kita masih punya pekerjaan tempat tinggal Rp2 triliun lagi," ucapnya.
Artikel terkait klik link berikut:
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Indonesia Makin Diminati Kalangan Investor Asing
Indonesia makin sebagai primadodan bagi kalangan investor asing, seiring mulai pulihnya perdagahgan internasional dan industri manufaktur adalah salah satu sektor yg paling diminati. "Iklim perdagangan global terutama pada daerah Asia paling cepat pulihnya. Pulihnya perdagangan global ini akan mendatangkan manfaat bagi Indonesia karena pemugaran kondisi ekonomi," kata Ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto pada Jakarta, Rabu (8/8).
Tingginya pangsa pasar di Indonesia, dari Suryo, terkait jumlah penduduk yg besar , jumlah energi kerja yg tersedia, serta kemungkinan peningkatan produktivitas sektor energi kerja dan ketersediaan bahan standar merupakan nilai tambah bagi investasi asing yg masuk.
"Sisi positif lainnya, stabilitas politik dan keamanan dan ruang bagi penerapan mekanisme pasar yang terbuka lebar merupakan kondisi yang membuat banyaknya minat investasi asing di Indonesia," paparnya.
Pasar yg skala besar ini adalah keliru satu faktor primer penarik modal asing ke Indonesia. Sektor perbankan yang dievaluasi baik jua mendukung minat investasi asing. "Investor asing sangat tertarik berinvestasi pada Vietnam, tetapi masih ada hambatan sistem perbankan pada sana, sebagai akibatnya investasi mampu pindah ke Indonesia. Kemudahan sistem perbankan di Indonesia merupakan galat satu yang menarik investor datang ke Indonesia," tuturnya.
Suryo menjelaskan tantangan yg dihadapi Indonesia, yaitu reformasi pemugaran institusi & aturan, perlu digalakkan buat menaikkan investasi asing pada sektor infrastruktur. "Keterbukaan penting buat menarik investor asing. Reformasi birokrasi pula perlu dilakukan lantaran instansi pemerintah banyak yang memanfaatkan investor buat kepentingan pribadinya," ucapnya.
Sebelumnya, Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto pun masih optimistis, sasaran nilai investasi manufaktur Rp 145 triliun tahun ini masih sanggup dicapai walaupun pencapaian kuartal pertama itu baru mencapai 20%. "apabila setiap triwulan mencatat nilai yg sama saja, setidaknya investasi manufaktur akan menembus Rp 100 triliun akhir tahun. Tinggal bekerja lebih keras saja," istilah Panggah.
Karena itu, Kemenperin akan terus mendorong realisasi investasi pada sektor manufakur. Salah satu yang akan tempuh, kementerian ini akan meyakinkan investor yg masih ragu-ragu supaya segera merealisasikan rencana investasinya.
Sementara Kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri Kemenperin Arryanto Sagala menuturkan, nomor investasi manufaktur yang mencapai Rp 28,91 triliun dalam kuartal I tahun ini terdiri atas penanaman modal domestik (PMDN) mencapai Rp 8,12 triliun dengan 210 proyek.
"Sedangkan penanaman kapital asing (PMA) tercatat US$ dua,31 miliar (Rp 20,79 triliun), yg mencakup 570 proyek. Data tersebut dari berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)," kata beliau.
Perinciannya, investasi industri farmasi & kimia, industri kertas & percetakan, dan industri kuliner memimpin sebagai sektor menggunakan investasi terbesar oleh PMDN. Industri farmasi & kimia mencatat nilai investasi sebesar Rp dua,48 triliun dengan 34 proyek Angka itu hampir menyamai realisasi PMDN sepanjang tahun 2011 buat sektor yg sama senilai Rp dua,71 triliun menggunakan 106 proyek.
Kemudian, investasi dalam industri kertas dan percetakan senilai Rp 1,56 triliun buat 22 proyek. Pada urutan ketiga, realisasi investasi industri makanan sebanyak Rp 136 triliun terdiri atas 57 proyek. Realisasi investasi PMA pada kuartal I-2012 dipimpin sang industri logam, mesin, dan elektro menggunakan nilai US$ 500.1 juta buat 133 proyek.
Kemudian, investasi industri tunggangan bermotor & alat transportasi sebanyak US$ 448,9 juta, yang terdiri atas 62 proyek. Pada urutan ketiga, realisasi investasi industri makanan US$ 384,8 juta, yg terdiri atas 103 proyek.
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis
Inkindo Sambut Baik Investor Global ke Indonesia
Asosiasi Konsultan Indonesia (Inkindo) mendukung sepenuhnya kehadiran investor internasional datang ke Indonesia sejalan menggunakan pembangunan berbagai infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah dewasa ini.
Hal tadi menyusul kiprah konsultan yg cukup strategis pada menentukan datangnya investor, mengingat konsultan adalah orang pertama yg dimintai pertimbangan sebelum investor melakukan investasi di suatu negara.
Demikian disampaikan sang Ketua Asosiasi Konsultan Indonesia (Inkindo), Nugroho Pudji Rahardjo pada sela-sela penutupan "FIDIC International Infrastructure Conference 2107" menggunakan tema "Infrastructure Resilient - Improving Lifedanquot; yg dilaksanakan Inkindo bersama FIDIC (the International Federation of Consulting Engineers).
Sementara itu, wakil ketua Inkindo bidang interaksi internasional, Jimmy Sardjono Michael mengungkapkan kiprah konsultan semakin penting sejalan dengan semakin besarnya investor menurut kalangan partikelir menjadi sumber pendanaan dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur.
Pemerintah menyediakan sekitar 40 persen pendanaan yang diperlukan buat pembangunan berbagai infrastruktur, sementara sisanya berasal berdasarkan badan usaha milik negara & partikelir. Investor partikelir akan memerlukan donasi konsultan - baik individu juga kelembagaan - buat menaruh pertimbangan & memfasilitasi mereka pada aktivitas dan proses investasi yang dilakukan.
Selain merupakan lembaga dimana para ahli Indonesia bisa mengambil pelajaran penanganan bencana berdasarkan perusahaan-perusahaan internasional, berbagai perusahaan dan institusi Indonesia jua berkesempatan menerangkan pencapaian pada pengembangan infrastruktur, penanganan risiko bala, termasuk perencanaan pembangunan MRT yg waktu ini sedang intensif dilaksanakan.
Konperensi yang diikuti lebih dari 600 peserta berdasarkan 70 negara tadi membahas aneka macam aspek & perkembangan mutakhir mengenai "resilient infrastructure" (ketahanan infrastruktur), termasuk perencanaan buat ketahanan infrasturuktur, strategi buat mengurangi impak dan risiko bencana, hingga desain infrastruktur untuk ketahanan dan menghindarkan dampak kehancuran yg berfokus.
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis
Sejumlah investor Jiangsu minat investasi di ndonesia.
Sejumlah investor asal Provinsi Jiangsu, China tertarik berinvestasi di Indonesia. Tak hanya investor swasta, beberapa investor dari perusahaan pelat merah China di Jiangsu juga tertarik investasi di Indonesia.
Ketertarikan investasi di Indonesia disampaikan oleh pengusaha dari Provinsi Jiangsu tersebut saat berkunjung ke Indonesia. Setidaknya, ada 20 orang delegasi Provinsi di wilayah Timur China ini yang datang ke Indonesia.
Chairman RSM Indonesia Amir Abadi Jusuf, yang menemui delegasi itu bilang, keingintahuan investor dari Jiangsu sangat tinggi. Bahkan, delegasi tersebut telah melakukan perjalanan ke beberapa pabrik yang ada di Indonesia. "Mereka ingin mengetahui doing business di Indonesia," kata Amir, Senin (13/6).
Asal tahu saja, Provinsi Jiangsu ada di pesisir timur China dan merupakan salah satu provinsi yang memiliki keunggulan di bidang manufaktur elektronika, telekomunikasi, dan komponennya. Ada juga industri petrokimia, tekstil, industri logam dan permesinan.
Selain pengusaha, pebisnis Jiangsu yang datang ke Indonesia itu juga berasal dari pemerintah daerah. Ada juga perwakilan perusahaan seperti Jiangsu Xinoin Steel Co Ltd, Liyang Jinkun Forging & Machining Co Ltd, Jiangsu Donghai Chunbao Crystal Trading Company, Taizhou New Times Real Estate Development Company, Jiangsu Kinson Conduit Industry Co Ltd, serta China Nuclear Industry HuaXing Construction Co Ltd.
Amir bilang, saat ini ketertarikan investor dari Jiangsu baru sebatas tertarik dan belum memutuskan sektor industri yang akan digeluti. "Mereka masih explore, ingin tahu lebih banyak dulu soal Indonesia," ujar Amir.
Angela Simatupang, International Contact Partner dari RSM Indonesia menambahkan, Provinsi Jiangsu dan Indonesia sudah memiliki kerjasama sejak 2011. Sejak itu, investasi investor Jiangsu di Indonesia naik lebih dari US$ 100 juta. Angela bilang, Jiangsu termasuk provinsi kuat dalam hal manufaktur.
Sampai kuartal I-2016, investasi China di Indonesia mencapai US$ 464,6 juta, naik 518,6% dari periode sama tahun lalu. Nilai investasi China itu merupakan yang keempat terbesar setelah Singapura, Jepang dan Hong Kong.
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Investasi Sektor Manufaktur Perlu Diberikan Insentif
Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana menuturkan, industri manufaktur di Indonesia tetap tumbuh, namun melambat. Padahal, industri manufaktur merupakan sektor yg paling memengaruhi pertumbuhan ekonomi, lantaran menarik investasi dan menyerap banyak energi kerja.
Pemerintah, kata beliau, perlu memberikan bonus agar industri manufaktur semakin tumbuh & berkembang. Jika syarat manufaktur dibiarkan melambat, hal itu mampu memicu deindustrialisasi. "Indonesia punya potensi menjadi negara industri, tinggal diberikan bonus yg sempurna," ujar dia.
Dalam pandangan beliau, beberapa insentif yg diperlukan buat mendorong pertumbuhan industri manufaktur adalah menurunkan harga tenaga, terutama gas, dan menaikkan elektrifikasi. Harga gas buat tenaga masih mahal, mencapai US$ 8 per mmbtu. Alhasil, poly sekali pelaku industri yang teriak supaya harga gas sanggup diturunkan ke level yg paling ideal, sekitar US$ 6 per mmbtu.
Harga gas yg tinggi, istilah beliau, sangat membebani karena menambah ongkos produksi. Oleh sebab itu, pada 2 tahun terakhir pemerintahan Presiden Jokowi, fokus primer adalah memangkas harga gas energi. Di samping itu, sasaran listrik 35 ribu MW perlu direalisasikan agar manufaktur bisa tumbuh. ?Harga energi wajib menjadi perhatian utama, karena banyak jenis industri yang tergantung pada energi,? Papar dia.
Di luar itu, dia membicarakan, pemerintah wajib memberikan fasilitas tax holiday dan tax allowance bagi industri yg menyerap energi kerja relatif akbar & nilai investasinya tinggi. Jika telah ada fasilitas tax holiday dan tax allowance, banyak investor asing yg tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi yang tinggi berdampak dalam penurunan nomor pengangguran.
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari kawan lokal untuk kongsi usaha