Peluang Investasi Kondotel Di Bintan Yang Sangat Prospektif Dari Melia Group

Bagi investor yang biasa menanamkan modalnya pada bisnis properti, kini ada peluang investasi baru pada Pulau Bintan. Group Kurnialand waktu ini sedang menciptakan Kondotel Melia Bintan & memberi kesempatan pada para investor buat membeli unit-unit kondotel yg mulai dipasarkan. Tentu saja ini sangat menarik karena kondotel ini nantinya akan dikelola operator hotel terkemuka dunia, Soll Melia sehingga memudahkan mendatangkan tamu-tamu internasional buat menginap di kondotel tersebut kelak. Apalagi lokasinya sangat premium, di pantai pasir putih yang indah dan gampang diakses sang tamu-tamu yg berangkat dari Singapore.
Ya, pemain properti nasional, KurniaLand Group, kini memang mulai aktif memasarkan proyek barunya pada Pulau Bintan dan saat ini telah mulai memasuki termin kontruksi pembangunan. Proyek kondotel di Bintan ini sang KurniaLand akan dikerjasamakan pengelolaannya menggunakan Soll Melia sebagai akibatnya nanti dinamai Melia Bintan. Di Bintan, Kurnia Land yg mempunyai tanah 6 hektar ini sedang membentuk kondominium hotel dengan tinggi 7 lantai. Rencananya kondotel ini akan terdiri berdasarkan 319 unit di dalamnya yg terdiri dari 3 tower & 1 ballroom.
Pengerjaan kontruksi bangunan kondotel ini diserahkan ke BUMN yang sudah berpengalaman, PT Brantas Abipraya (Persero), dan saat ini sudah memulai proses konstruksi. Menelan anggaran investasi sekitar Rp 500 miliar ini, rencananya proses konstruksi kondotel akan selesai pada tahun 2019 dengan standar fasilitas bintang lima. Bagi Group KurniaLand, proyek Melia Bintan ini diharapkan bisa mengulang suksesnya di proyek serupa di Puncak, Bogor, yakni Sahid Eminence Ciloto dimana proyek itu laris manis dan kondotelnya pun selalu penuh dikunjungi tamu.
Zaid Mahdani, Presiden Direktur Kurnia Land Group, sangat antusias berinvestasi di Bintan lantaran melihat prospek wisata pulau itu yang sangat menarik. Proyek kondotel Melia Bintan beliau hadirkan buat merespon musim warga yang sangat tinggi dalam berwisata ke tempat Bintan. Kondotel MELIA BINTAN terletak di Pantai Sebong, Bintan yang sangat gampang diakses dari Singapura.
Lokasinya berada di kawasan pantai yang memiliki pasir putih halus dan langsung berhadapan dengan laut China Selatan sebagaibest view.Pemandangan alam, laut, pantai, hutan bakau sangat memanjakan mata. Dari kondotel ini nantinya juga sangat mudah untuk mengakses infrastruktur seperti airport, pelabuhan international, lapangan golf, mall dan sejenisnya.

Melia Bintan akan dikembangkan menjadi hotel resort dan pusat bisnis bintang empat dengan fasilitas luxury bintang 5. Di dalamnya akan ada grand lobby; lounge, Ballroom kapasitas 1.000 orang, Meeting Room, Karaoke Room, Mezanine, Ocean Wedding Chappel, Pray Room, Sky Lounge & Resto, dan Ocean Restaurant. Konsep lainnya, ada Riverside Spa, Infinity Pool, Swimming Pool, Children Pool, Private Jacussi, Outdoor Jacussi, Children Play Ground, Therm Park, Mini Zoo, Fitness Center, Sport Centre, Jogging Track, dan Outbond.
Didukung oleh operator kelas dunia yang sudah berpengalaman global, Melia Hotels, manajemen Kurnialand sangat yakin proyek di Bintang ini akan sukses. Kepada investor, Kurnialand menawarkan investasi strata title kepemilikan (Sertifikat Hak Milik), program bagi hasil yang saling menguntungkan, dan kemudahan akses KPA. Kondotel yang ditawarkan meliputi empat tipe kamar suite, antara lain Junior Suite, Executive Suite, Presidential Suite, dan Royal Suite. Sejauh ini KurniaLand sudah memiliki mitra investor loyal yang siap berinvestasi karena melihat prospek pengembangan wilayah Bintan dan prospek bisnis kondotel itu sendiri.
Bagi Zaid Mahdani, investasinya membangun Melia Bintan merupakan bagian dari komitmennya untuk memajukan dunia pariwisata Kabupaten Bintan. Dengan bekal pengalamannya, dan melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Bintan, ia sangat optimis Bintan akan menjadi destinasi baru layaknya Bali atau The New Bali. Dalam hal ini Bintan punya keunikan budaya melayu yang bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan, selain faktor alamnya yang sangat indah.
Zaid sendiri sengaja dalam lima tahun kedepan ingin mengembangkan KurniaLand dengan fokus pada pengembangan properti yang terkait sektor wisata atau industri hospitality. Selain di Bintan dan Ciloto (Bogor), Kurnialand juga sedang ancang-ancang meluncurkan proyek barunya di Lembang (Jawa Barat) berupa kondotel yang akan dipadukan dengan resort dan lapangan golf.
Daftar Proyek Apartemen & Kondotel Terbaru Di Jabodetabek
Grand Eschol Residence
PT Mahakarya Agung Putera (MAP) merupakan pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel. Pembangunan Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel meliputi 707 unit apartemen, 219 unit kondotel, dan 150 unit SOHO. Lokasi Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel berada di area CBD Tangerang yaitu di antara Lippo Karawaci, Paramount Serpong, Summarecon Serpong dan BSD.
Fasilitas Condotel akan di kelola oleh Aston dengan Return Of Investment (ROI) yang timbul dari kerjasama pengelolaan antara pemilik condotel dengan operator Aston.
Apartemen Green Valley Bogor
Eureka Group melalui kelompok usahanya PT Nusa Raya Propertindo (NRP) sedang mengembangkan kondominium hotel (kondotel) di Bogor. Perusahaan telah mengambil alih pengembangan proyek Apartemen Green Valley Bogor di kawasan Bogor Nirwana Resort (BNR) yang kini berganti manajemen dan nama menjadi Bogorienze Hotel.
Di atas lahan seluas empat hektare akan dibangun dua tower dengan konsep holiday kondo dan kondotel. Target pasar yang dibidik adalah untuk aktivitas MICE (meeting, incentives, conferences, and event).
“Ada dua tower yang dibangun, yakni satu tower sebagai holiday kondo serta satu tower lagi berkonsep kondotel,” ungkap Direktur Utama PT NRP, Lukman Purnomosidi kepada wartawan, baru-baru ini.
Dia menambahkan untuk tower pertama dengan 300 unit kini sudah selesai konstruksinya setinggi 10 lantai, bahkan siap diserahterimakan pada awal 2018. Tower ini awalnya di konsep sebagai apartemen namun diubah menjadi holiday kondo. Hal itu didukung kondisi lahannya yang berkontur tinggi dengan view Gunung Salak. Bangunan tertinggi di Bogor tersebut akan menerapkan konsep healthy living.
Menurut Ketua Umum DPP REI Periode 2004-2007 itu, saat ini bisnis MICE di kawasan BNR sangat prospektif dan sedang gencar-gencarnya. Beberapa proyek apartemen dan hotel baru segera muncul dan hadir meramaikan industri MICE di kawasan tersebut. Potensi ini juga terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel di kawasan tersebut, yang rata-rata mencapai di atas 80 persen.
Apartemen Tamansari Amarta
Patraland, anak usaha PT Pertamina melalui PT Patra Jasa mengakuisisi dua proyek apartemen PT Wijaya Karya Tbk (Wika), yaitu Tamansari Urbano di Bekasi (Jawa Barat) besutan PT Wika Gedung dan Tamansari Amarta (Yogyakarta) yang dikembangkan PT Wika Realty.
Wika Realty dan Wika Gedung menjadi kontraktor masing-masing proyek. “Misalnya, Tamansari Amarta berisi 750 unit apartemen dan kondotel itu mereka beli semua, kita yang bangunin,” ujarnya.
Tamansari Amarta akan dibangun dua tower (750 unit) terdiri dari kondotel (apartemen yang dioperasikan sebagai penginapan) dan apartemen strata (milik). Pembangunan proyek sudah mencapai tahap pondasi. Tipe unitnya 1-2 kamar (bed room/BR) 28-75 m2 seharga mulai dari Rp23 jutaan/m2.
Sedangkan Tamansari Urbano dekat stasiun kereta komuter Bekasi akan dibangun tiga menara (1.700 unit) mulai dari tipe studio 24 m2 dengan harga saat ini Rp396-684 juta/unit (harga kredit pemilikan apartemen/KPA). Saat ini tower pertama dalam proses pembangunan dengan penjualann sudah mencapai 60 persen. Sedang dipersiapkan peluncuran menara kedua.
Selain dua proyek akuisisi itu, Patra Land juga melakukan pengembangan proyek sendiri seperti Puri Jayasri di Jl Maruga II, Serpong, Tangerang Selatan (Banten) berisi rumah tapak tipe 54-90 m2 dengan kaveling 74-143 m2 seharga Rp790 juta-1,4 miliaran/unit, serta proyek hunian dicampur ruang kantor small office home office (SOHO) Patra Park di Cirebon, Jawa Barat, seharga Rp2,5-3,2 miliar/unit (tipe 75-90/233-278).
Revata Malioboro Yogyakarta
PT Sayana Revata Bumijo, anak usaha Loka Revata Group menggarap proyek properti senilai Rp 1,65 triliun di dua lokasi berbeda. Proyek tersebut mencakup hunian vertikal di Yogyakarta dan proyek properti terpadu di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Prospek bisnis apartemen di Kota Yogyakarta cukup potensial. Karena itu, lanjut dia, pihaknya menyodorkan 240 unit apartemen dengan konsep yang menyerap kearifan lokal. Tema arsitektur lokal yang mengedepankan corak batik Yogyakarta amat menonjol di proyek apartemen di pusat kota Pelajar tersebut. "Prospek bisnis apartemen cukup bagus di Yogyakarta. Karena itu, kami membanderol harga Rp 600 juta per unit," jelas dia.
Apartemen yang ditawarkan memiliki ukuran sekitar 27 meter persegi (m2). Sedangkan segmen yang disasar adalah kelas kelas menengah ke atas. "Target pasarnya selain dari orang Yogyakarta sendiri, juga dari kalangan wisatawana yang kerap berkunjung ke kota wisata tersebut," tambah Dennis.
Yogyakarta bukan kota baru bagi Loka Revata Group. Sebelumnya, kelompok usaha ini menggarap proyek hunian tapak di Yogyakarta. Seiring pertumbuhan kota, Loka Revata Group melirik bisnis hunian vertikal.
Kawana Golf Residence Tahap Dua
Setelah berhasil Sold Out di tahap pertama, PT Grahabuana Cikarang selaku pengembang Jababeka Residence kembali meluncurkan apartemen kelas atas Kawana Golf Residence tahap kedua. Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang Sutedja S. Darmono, menjelaskan, pada tahap pertama di bulan Desember 2017 lalu, 130 unit produk premium besutannya mampu terserap habis, dari semula ditargetkan 6 lantai berhasil terjual dengan total 10 lantai. "Ini sangat extarordinary, kami membuat satu terobosan baru, market properti baru di Indonesia. Ditengah kondisi pasar seperti ini ternyata tetap kencang bahkan oversold. Semoga bisa sold out fase kedua ini," katanya.
Tingginya animo pembeli, menurutnya, tidak lepas dari kepercayaan konsumen terhadap produk-produk properti Jababeka Residence, selain penyelesaian proyek tepat waktu dan Capital Gain yang ditawarkan, Yield 12 % pertahun juga menjadi faktor pemicu kesuksesan penjualan Apartemen Kawana Golf Residence.
Selain itu, maraknya pembangunan infrastruktur ke sisi Timur Jakarta seperti elevated toll road yang akan rampung tahun 2019, MRT di 2019, LRT dari Jakarta ke Cikarang juga turut berdampak positif pada tingginya investasi di produk-produk Jababeka Residence.
Apartemen Marigold
Apartemen Marigold ini dikembangkan di kawasan elit Nava Park BSD yang dikenal sebagai pengembangan kawasan berkonsep resort. Nava Park sendiri memiliki fasilitas Country Club seluas 2,5 ha yang dilengkapi dengan alfresco dining & bar, perpustakaan dan ruangan video, miniatur putting golf, kolam renang, gym dan spa, lapangan tenis dan badminton. Lalu didukung dengan Botanical Park seluas 10 ha dan danau sebagai tampungan air seluas 3,5 ha. Dua menara pertama yang diklaim sudah terjual di atas 90% itu ditargetkan sudah bisa serah terima pada September 2018.
Serpong Garden Apartment
Render proyek Serpong Garden Apartment yang digarap oleh PT Hutama Anugerah Propertindo di Cisauk, Serpong. Proyek Serpong Garden Apartment yang sudah akan memasuki proyek tahap kedua dengan rencana merilis proyek menara keduanya.
Proyek ini dikembangkan oleh PT Hutama Anugerah Propertindo dengan lokasi proyek di Cisauk, Serpong. Serpong Garden dilepas dengan banderol harga perdana berkisar Rp260 juta atau sekitar Rp13 juta per m².
Serpong Garden Apartment dikembangkan di atas lahan seluas 2,7 hektar dengan rencana pengembangan sebanyak empat menara setinggi 28 lantai dengan nilai investasi diklaim mencapai Rp1,2 triliun.
Proyek apartemen ini berada di kawasan perumahan Serpong Garden yang memiliki luas kawasan mencapai 45 ha. Proyek ini dikembangkan oleh PT Harapan Inti Persada. Dalam pengembangan apartemen Serpong Garden ini terjadi kolaborasi antara Harapan Inti dan Karya Cipta Group dengan mendirikan perusahaan baru bernama PT Hutama Anugerah Propertindo. Pingki Elka Pangestu, adik mantan Mendag Marie Elka Pangestu yang juga aktif jadi pengembang, tercatat menjadi komisaris di Karya Cipta Group yang menjadi mitra dalam pengembangan apartemen tersebut.
Majestic Land Apartment
Direktur Utama Majestic Land Wisnu Tri Anggoro mengatakan, pasar properti di Yogyakarta sangat potensial. Proyek kondotel yang digarap Majestic Land diserap pasar dengan cepat. Sudah lebih 89 persen dari 124 unit yang ditawarkan diserap oleh konsumen. Majestic Land membanderol kondotel berkisar Rp 992 juta sampai dengan Rp 2,2 miliar per unit. Kondotel yang bakal dikelola oleh operator hotel Best Western ini berdiri di atas lahan seluas 1.682 meter persegi (m2) di kawasan premium Yogyakarta, Jalan Adisucipto KM 4 Janti, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Apartemen Sentraland, Semarang
Sentraland rencanaya akan dibangun dengan ketinggian terdiri dari 20 lantai. Dibangun PT Propernas Griya Utama milik BUMN Perumnas ini, dana yang digunakan sebesar Rp 650 Miliar dalam waktu antara 8 sampai 10 tahun bisa kembali modal. Hanya dari bangunan hotel sebagai produk komersial yang melakukan kerjasama dengan operator Harris Hote. Apartemen dan condotel yang berada di Sentraland Semarang ini mempunyai kelebihan yaitu adanya legalitas sertifikat induk strata Taito per unit apartemen dan per unit condotel. Sentraland yang berlokasi di Pusat Kota di Jalan Ki Mangunsarkoro No.36 Semarang, bakal melengkapi kebutuhan warga masyarakat yang ingin melakukan shopping serta menginap hotel dan Condotel managed bay Harris Hotel bintang empat terkemuka dan memiliki jaringan internasional. Sentraland dilengkapi areal parkir berkapasitas 550 mobil yang ditempatkan di basemant. Sedangkan kapasitas kamar hotel mencapai sebanyak 167 unit, terdiri 140 di antaranya tipe standar, 9 unit tipe deluxe dan 18 unit tipe Junior Suite serta dilengkapi 355 apartemen dan kolam renang yang dibangun menyatu.
Apartemen Khusus Wanita Depok
PT Graha Loka Pangestu (GLP) juga membawa konsep unik dalam membangun apartemennya. GLP membangun Apartemen Adhigrya Pangestu atau Female Apartment. Inilah hunian vertikal pertama di tanah air yang akan dihuni khusus oleh para wanita.
Female Apartment dibangun di atas lahan 2.112 meter persegi di Jalan Margonda Raya. Bangunan apartemennya hanya satu tower, tetapi meliputi 21 lantai dengan 551 unit dan difasilitasi ruang pertemuan, sky lounge, guest house, dan satu lantai penthouse. Apartemen ini dipasarkan dengan harga mulai Rp500 juta atau Rp 21.5 juta per meter persegi. Saat ini sudah terjual 40%.
Podomoro Golf View (PGV), Cimanggis
Agung Podomoro Land menempatkan pembangunan apartemen murah Podomoro Golf View (PGV) dengan memilih kawasan Cimanggis. Proyek seluas 100 hektar ini diharapkan mampu mendukung pemerintah dalam menyediakan satu juta rumah bagi masyarakat. Di sini, akan berdiri 25 tower apartemen, dengan 37.000 unit hunian. Saat ini, tahap pertama sedang dibangun 3 unit tower dengan kapasitas lebih dari 3.000 unit.
Nantinya, PGV akan dikembangkan menjadi sebuah superblok baru yang dilengkapi berbagai sarana modern meliputi mall, sport center, LRT station, hotel, rumah sakit, taman kota, pasar modern, tempat ibadah, shuttle bis, dan sarana pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sudah ada 3 unit tower apartemen yang sedang dibangun, yakni Tower Dahoma, Tower Balsa, dan Tower Cordia. PGV menawarkan tiga tipe apartemen, yakni tipe studio seharga Rp198 juta, tipe 2 kamar seharga Rp330 juta, dan tipe 3 kamar seharga Rp470 juta.
List of New Condotel and Apartment Project in Bali
Grand Eschol Residence
PT Mahakarya Agung Putera (MAP) merupakan pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel. Pembangunan Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel meliputi 707 unit apartemen, 219 unit kondotel, dan 150 unit SOHO. Lokasi Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel berada di area CBD Tangerang yaitu di antara Lippo Karawaci, Paramount Serpong, Summarecon Serpong dan BSD.
Fasilitas Condotel akan di kelola oleh Aston dengan Return Of Investment (ROI) yang timbul dari kerjasama pengelolaan antara pemilik condotel dengan operator Aston.
Apartemen Green Valley Bogor
Eureka Group melalui kelompok usahanya PT Nusa Raya Propertindo (NRP) sedang mengembangkan kondominium hotel (kondotel) di Bogor. Perusahaan telah mengambil alih pengembangan proyek Apartemen Green Valley Bogor di kawasan Bogor Nirwana Resort (BNR) yang kini berganti manajemen dan nama menjadi Bogorienze Hotel.
Di atas lahan seluas empat hektare akan dibangun dua tower dengan konsep holiday kondo dan kondotel. Target pasar yang dibidik adalah untuk aktivitas MICE (meeting, incentives, conferences, and event).
“Ada dua tower yang dibangun, yakni satu tower sebagai holiday kondo serta satu tower lagi berkonsep kondotel,” ungkap Direktur Utama PT NRP, Lukman Purnomosidi kepada wartawan, baru-baru ini.
Dia menambahkan untuk tower pertama dengan 300 unit kini sudah selesai konstruksinya setinggi 10 lantai, bahkan siap diserahterimakan pada awal 2018. Tower ini awalnya di konsep sebagai apartemen namun diubah menjadi holiday kondo. Hal itu didukung kondisi lahannya yang berkontur tinggi dengan view Gunung Salak. Bangunan tertinggi di Bogor tersebut akan menerapkan konsep healthy living.
Menurut Ketua Umum DPP REI Periode 2004-2007 itu, saat ini bisnis MICE di kawasan BNR sangat prospektif dan sedang gencar-gencarnya. Beberapa proyek apartemen dan hotel baru segera muncul dan hadir meramaikan industri MICE di kawasan tersebut. Potensi ini juga terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel di kawasan tersebut, yang rata-rata mencapai di atas 80 persen.
Apartemen Tamansari Amarta
Patraland, anak usaha PT Pertamina melalui PT Patra Jasa mengakuisisi dua proyek apartemen PT Wijaya Karya Tbk (Wika), yaitu Tamansari Urbano di Bekasi (Jawa Barat) besutan PT Wika Gedung dan Tamansari Amarta (Yogyakarta) yang dikembangkan PT Wika Realty.
Wika Realty dan Wika Gedung menjadi kontraktor masing-masing proyek. “Misalnya, Tamansari Amarta berisi 750 unit apartemen dan kondotel itu mereka beli semua, kita yang bangunin,” ujarnya.
Tamansari Amarta akan dibangun dua tower (750 unit) terdiri dari kondotel (apartemen yang dioperasikan sebagai penginapan) dan apartemen strata (milik). Pembangunan proyek sudah mencapai tahap pondasi. Tipe unitnya 1-2 kamar (bed room/BR) 28-75 m2 seharga mulai dari Rp23 jutaan/m2.
Sedangkan Tamansari Urbano dekat stasiun kereta komuter Bekasi akan dibangun tiga menara (1.700 unit) mulai dari tipe studio 24 m2 dengan harga saat ini Rp396-684 juta/unit (harga kredit pemilikan apartemen/KPA). Saat ini tower pertama dalam proses pembangunan dengan penjualann sudah mencapai 60 persen. Sedang dipersiapkan peluncuran menara kedua.
Selain dua proyek akuisisi itu, Patra Land juga melakukan pengembangan proyek sendiri seperti Puri Jayasri di Jl Maruga II, Serpong, Tangerang Selatan (Banten) berisi rumah tapak tipe 54-90 m2 dengan kaveling 74-143 m2 seharga Rp790 juta-1,4 miliaran/unit, serta proyek hunian dicampur ruang kantor small office home office (SOHO) Patra Park di Cirebon, Jawa Barat, seharga Rp2,5-3,2 miliar/unit (tipe 75-90/233-278).
Perlu Insentif Pemerintah Untuk Bantu Sektor Manufaktur
Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana menuturkan, industri manufaktur pada Indonesia tetap tumbuh, tetapi melambat. Padahal, industri manufaktur merupakan sektor yang paling memengaruhi pertumbuhan ekonomi, karena menarik investasi & menyerap banyak tenaga kerja.
Pemerintah, istilah dia, perlu memberikan insentif supaya industri manufaktur semakin tumbuh & berkembang. Apabila syarat manufaktur dibiarkan melambat, hal itu mampu memicu deindustrialisasi. "Indonesia punya potensi sebagai negara industri, tinggal diberikan insentif yg tepat," ujar dia.
Dalam pandangan dia, beberapa insentif yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur merupakan menurunkan harga tenaga, terutama gas, & menaikkan elektrifikasi. Harga gas untuk tenaga masih mahal, mencapai US$ 8 per mmbtu. Alhasil, banyak sekali pelaku industri yang teriak agar harga gas sanggup diturunkan ke level yg paling ideal, kurang lebih US$ 6 per mmbtu.
Harga gas yg tinggi, kata dia, sangat membebani karena menambah ongkos produksi. Oleh karena itu, dalam dua tahun terakhir pemerintahan Presiden Jokowi, penekanan utama merupakan memangkas harga gas tenaga. Di samping itu, target listrik 35 ribu MW perlu direalisasikan supaya manufaktur bisa tumbuh. ?Harga tenaga harus menjadi perhatian utama, lantaran banyak jenis industri yg tergantung pada tenaga,? Papar beliau.
Di luar itu, dia membicarakan, pemerintah wajib menaruh fasilitas tax holiday & tax allowance bagi industri yang menyerap tenaga kerja relatif besar dan nilai investasinya tinggi. Jika sudah terdapat fasilitas tax holiday dan tax allowance, banyak investor asing yg tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi yg tinggi berdampak pada penurunan nomor pengangguran.
Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis
Anif Shah, Pengusaha Sukses Asal Medan Yang Suka Berbagi

Bagi masyarakat Sumatera Utara, nama Anif Shah begitu dikenal luas. Khususnya karena kedermawanan dan kesuksesannya sebagai pengusaha. Apalagi Anif dan keluarganya cukup aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan Sumut. Anif adalah pengusaha dengan multi bisnis yang juga membangun usahanya dari bawah. Kini Group Anugerah Langkat Makmur (ALAM) miliknya mencakup bisnis perkebunan dan pabrik kelapa sawit, properti, kompos, SPBU, sarang burung walet, dll.
Masyarakat Sumatera Utara, apalagi orang Medan, juga mengenal Anif karena kesuksesannya membangun mega perumahan mewah di Medan, Komplek Cemara Asri dan Cemara Abadi. Maklum, komplek perumahan ini terbilang terbilang paling mewah di Medan selain Komplek Setiabudi. Di Perumahan Cemara Asri tidak sulit mencari rumah yang harga per unit diatas Rp 2,5 miliar. "Kami punya sekitar 300 hektar tanah di komplek ini, tapi yang dibuka baru 130 ha," kata Musa Rajecksjah, putra Anif yang ditugasi sebagai direktur utama PT Anugerah Langkat Makmur.
Anif mulai menggeluti bisnis perkebunan sawit tahu 1982. "Waktu itu perkebunan sawit di Sumut belum populer. Tanah masih murah dan pemainnya sedikit," ujar Musa yang juga pembalap dan Ketua IMI Sumut itu. Anif mulai membuka usaha perkebunan dengan skala kecil. Awalnya hanya sektar 1.500 ha di Langkat. Namun dari situ terus dikembangkan. Kalau awalnya hanya punya lahan di Langkat, kini sudah punya di Deli Serdang, Mandailing Natal dan Riau. "Total lahan kita sekitar 30 ribu ha," jelas Musa yang mulai dilibatkan mengelola bisnis sawit keluarga sejak 2004. Yang jelas, meski Alam sudah punya pabrik PKS di Langkat, berencana membangun 4 pabrik PKS lagi dari.
Salah satu yang menonjol dari prestasi perkebunan ALAM Group dibanding perkebunan swasta lainnya ialah soal manajemen plasma dan kemitraan dengan petani. ALAM Group memang ingin maju bersama petani di lingkungan kebunnya. Tak heran, seperti di Mandailing Natal misalnya, ALAM punya 3.000 petani plasma. Sementara di Langkat 233 KK. Bila perusahaan perkebunan lain, sesuai aturan pemerintah, memberi lahan ke petani plasma per KK seluas 2 hektar, maka ALAM memberi per KK seluas 3 ha. "Karena itu di kebun kami hubungan dengan petani sangat baik dan beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah," papar Musa yang juga menjelaskan kebun dan pabriknya pernah menjadi studi banding Kementrian Pertanian Belanda.
Musa yang biasa dipanggil Ijeck sendiri bertekad mengembangkan bisnis perkebunan keluarganya dan kedepan bisnis perkebunan akan menjadi core selain pengembangan perumahan. Tak heran, meski perusahaan daerah, pihaknya serius belajar manajemen modern dengan mengundang konsultan ISO dunia, TÜV Rheinland Group. "Awalnya hanya ingin belajar dari mereka, tidak tahunya mereka menyarankan sekalian sertiifikasi dan audit," tutur penggemar Harley Davidson ini menjelaskan perusahaannya sudah mendapatkan ISO 9001: 2000.
Karena implementasi konsep manajemen modern pula, maka ketika harga CPO pernah jatuh tahun 2008 pihaknya bisa selamat. "Waktu itu kita sempat rugi juga, tiga bulan. Cuma karena kita bisa mengelola cadangan dana dan yakin suatu saat harga akan bagkit, maka bisa selamat". Ini berbeda dengan para petani yang banyak gulung tikar karena mereka tidak mengelola dana cadangan dengan baik.
Selain perkebunan, properti, SPBU, ALAM Group juga sudah mulai masuk di bisnis pengolahan kompos, mengolah limbah CPO. Adapun bisnis walet gua di pinggiran Sumut lebih banyak dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di tiga desa di sekitar gua, baik untuk mendirikan sekolah, menaikkan haji petani, maupun memberi beasiwa. "Bisnis walet sudah tidak kita konsolidasikan keuangannya ke group karena Bapak saya maunya untuk kegiatan sosial saja," tutur Ijeck.
Menurut Ijeck, ayahandanya memang banyak berderma sebagai bagian dari syukur karena diberi kemurahan rejeki oleh Yang Diatas. "Orang tua saya dulu orang susah Pak. Pernah karena nggak punya beras, beras yang ada dijadikan bubur supaya bisa dibagi banyak orang, 9 anak. Dulu kita nggak punya TV dan bapak saya merasa tersayat untuk bangkit ketika mendengar cerita ada anaknya yang tidak boleh nonton TV tetangga," kenang Ijeck. Ijeck juga membanggun sirkuit balapan mobil di Medan dan an menjadi distributor Harley di Sumut,
Sudarmadi
Baca artikel lainnya:
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
- Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
- Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
- Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
- Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
- Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
- Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
- Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BS
- Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
- Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
- Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
- Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
- Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
- Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis
Investor Taiwan Berencana Memindahkan Usaha Dari China ke Indonesia
Investor Taiwan berencana memindahkan usaha mereka dari China dan tertarik untuk menanam modal di Indonesia karena kondisinya membaik, kata seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Taiwan.
"Banyak pengusaha Taiwan yg menanam kapital dan mendirikan pabrik di China sudah memindahkan bisnis mereka ke beberapa negara di tempat Asia Tenggara, termasuk Indonesia," kata Owen Chyi-Wang Hsieh, direktur jenderal yang menangani penugasan pada dalam negeri (home assignment), Departemen Urusan Asia Tenggara & Pasifik, Kemlu Taiwan, pada Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/12).
Berbicara dalam lembaga Dialog Indonesia-Taiwan yang diadakan The Habibie Center dan Kantor Dagang & Ekonomi Taiwan (TETO), Hsieh mengungkapkan, pengusaha Taiwan mengambil keputusan tadi lantaran porto energi kerja yang meningkat dan undang-undang perburuhan yang makin ketat di China, & persaingan sengit menggunakan orang-orang China. Selain kondisi yang membaik, poly pengusaha Taiwan memindahkan operasi mereka dari Taiwan ke Indonesia lantaran porto produksi yg mahal pada Taiwan.
Direktur Program dan Riset The Habibie Center Prof Dr Dewi Fortuna Anwar mengatakan, meski tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia, Taiwan merupakan salah satu kekuatan ekonomi di Asia Pasifik. "Taiwan termasuk dalam jajaran negara penanam modal terbesar di Indonesia dan juga penerima lebih 130.000 tenaga kerja dari Indonesia. Taiwan juga jadi sumber turis bagi Indonesia," katanya. Menurut Dewi, Indonesia hendaknya tidak bersikap kaku dalam menerapkan kebijakan satu China (One China Policy).
Berdasarkan nomor statistik menurut Biro Pusat Statistik, investasi Taiwan pada Indonesia tahun kemudian mencapai US$3,lima miliar, terutama di bidang bisnis pertekstilan, alas kaki, produk elektronik, barang-barang logam, furniture dan industri perbankan.
Taiwan berada di posisi delapan sebagai investor terbesar pada Indonesia & ketiga di antara negara-negara Asia sehabis Singapura & Jepang. Pada 2008, ekspor Taiwan ke Indonesia mencapai US$tiga,lima miliar dan impornya dari Indonesia senilai US$7,3 miliar. Indonesia mengalami surplus sebanyak 3,8 miliar dolar Alaihi Salam lantaran impor minyak dan gas Taiwan menurut Indonesia.
Artikel terkait klik link berikut:
Cara kerja & seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis pada Indonesia
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor
Derap Investasi di Tangerang Makin Maju
Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat sebesar 50 % investasi yang masuk ke Kota Tangerang disumbangkan sang industri logam dan elektronik, disusul perdagangan dan jasa, dan industri kuliner dan minuman.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Tangerang Mahdiar menyampaikan ketika ini investasi yang masuk ke Kota Tangerang mencapai Rp24,7 triliun atau hampir mendekati target investasi yang masuk sebesar Rp27,8 triliun yang ditetapkan DPMPTSP Kota Tangerang pada 2017 ini.
Berdasarkan sektor industri, investasi yg masuk ke Kota Tangerang sebesar 50 persen disumbangkan sang industri logam, & elektronika, lalu perdagangan & jasa sebanyak 15 persen, serta industri kuliner & minuman (mamin) sebesar 10 %, & aneka industri sisanya
"Capaiannya hingga 50 persen buat industri berat, perdagangan & jasa 15 persen, makanan dan minuman 10 persen dan sisanya sektor industri lainnya," istilah Mahdiar, di Tangerang, Rabu, 22 November 2017.
Menurutnya Kota Tangerang telah mengalami pertumbuhan relatif pesat pada investasi barang dan Jasa, baik yg dilakukan pihak pada negeri maupun pihak asing. Hal itu terlihat menurut pesatnya kemajuan sektor perdagangan dan jasa yg terus tumbuh di Kota Tangerang.
"Apalagi pada Kota Tangerang merupakan Bandara Internasional Soekarno Hatta berada. Ini peluang & kesempatan sektor perdagangan & jasa buat terus bertumbuh," tegasnya.
Namun, lanjutnya, persoalan lahan buat pengembangan sektor industri berat di Kota Tangerang menjadi persoalan baru. Pasalnya sesaknya kota dengan laju pertumbuhan penduduk & industri yg sudah ada sebelumnya tak memberi asa terbukanya ruang baru bagi sektor industri berat saat ini.
Untuk itu, pihaknya berharap, ada transformasi yang terjadi pada Kota Tangerang yakni menurut kota industri menjadi kota perdagangan dan jasa, terlebih dengan menghadirkan ikon Bandara Soetta ke tengah para calon investor.
"Pertama, sektor ini poly menyerap tenaga kerja dan nir butuh lahan yg cukup luas. Tetapi investasi & keekonomiannya sangat berdampak akbar," kata Mahdiar.
Sepanjang 2017 ini, penerimaan investasi dalam & luar negeri sudah mencapai Rp24,7 triliun berdasarkan target penerimaan investasi yg mencapai Rp27,8 triliun. "Kita punya target buat tahun ini saja Rp27,8 triliun & pencapaian kini Rp24,7 triliun. Kita masih punya pekerjaan rumah Rp2 triliun lagi," ucapnya.
Artikel terkait klik link berikut:
Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi usaha
Perlu Siap Mental Untuk Berbisnis Sendiri = Wirausaha
"Banyak yg nir menyadari, hambatan kultural, mental atau psikologis acapkali menjadi kendala atau bahkan menjadi pemicu kegagalan pada merintis bisnis. Contohnya perasaan gengsi. Sebagai entreprenuer, bila mau sukses wajib bersedia terjun ke lapangan, bersedia memberikan ini-itu. Bisnis tak akan berjalan jikalau urusan gengsi sebagai pertimbangan utama.
Nasehat kewirausahaan itu disampaikan sang salah satu rekanan aku , pengusaha asli Indonesia yang memulai usaha berdasarkan nol yg sekarang omsetnya sudah Rp dua,5 T per tahun.
Beliau menjelaskan, sindrom mentalitas itu terutama akan menjangkiti pengusaha pemula yg sebelumnya adalah seorang profesional atau karyawan mapan. Biasanya ada perasaan gengsi buat turun ke bawah. Bayangkan, sebelumnya tiap hari pulang kemanapun selalu menggunakan mobil bagus, datang-datang wajib naik taksi atau malah naik kendaraan umum tanpa menggunakan dasi. Lebih jauh hal ini bisa membuat yg bersangkutan sebagai minder bila bertemu sahabat atau relasinya sebagai akibatnya merasa memulai bisnis menjadi sesuatu yg amat berat dan menyiksa. Padahal orang lain belum tentu melihat penampilannya. Yang krusial cara kerja & kemampuannya.
Tingginya taraf pendidikan seringkali sebagai hambatan mental buat terjun ke lapangan. Misalnya terdapat seseorang sarjana lulusan perguruan tinggi negeri terkemuka datang-tiba kok akan berjualan bakso. Biasanya akan ditanya oleh orang tua atau lingkungannya, ?Engkau telah sekolah tinggi-tinggi kok hanya jualan baso?'. Cara berpikir misalnya ini harus dihilangkan, harus diputarbalikkan. Mestinya berpikiran tak masalah jualan baso, yg penting bagaimana caranya supaya mampu sebagai penjual bakso terbesar pada sebuah kota dengan 40-50 armada. Tapi kenyataannya memang seperti itu, masih poly hambatan psikologis. Orang-orang kita kebanyakan nggak mau mulai berdasarkan yang mini . Padahal jika mau sukses kita wajib berani mulai menurut yg kecil".
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Tahapan Yang Bisa Dilakukan Untuk Menjadi Entrepreneur
Bahwa profesi pengusaha (entrepreneur) menjanjikan peluang peningkatan penghasilan yg berlipat, yes, lantaran itulah poly yang ingin menjadi entrepreneur sukses. Profesi pengusaha memungkinkan kita bebas finansial di hari tua lantaran tabungan cukup sebagai akibatnya kita bisa pensiun lebih hening dan fokus untuk misi hayati yg lain. Betul demikian dan telah poly yang menerangkan. Hanya saja memang tidak mudah sebagai entrepreneur sukses, terbukti poly juga yang gagal.
Selain itu, tak sedikit orang yg masuk ke global wirausaha menggunakan terburu-buru & emosi. Tanpa pikir panjang & pertimbangan matang ia pribadi tinggalkan pekerjaan sebelumnya yg notabene merupakan andalan mata pencaharian keluarga. Angan-angannya langsung melambung, membumbung, dan membayangkan hidup serba-lezat bila menjadi pengusaha sukses menggunakan penghasilan berlipat.
Ia lupa bahwa berwirausaha juga punya resiko, resiko gagal dan bangkrut. Ia lupa merencanakan bagaimana seandainya ia gagal di tengah perjalanan. Harus diakui, banyak sekali orang bertindak semacam ini, yang akhirnya bukan semakin bersemangat berwirausaha namun justru menjadi antipati alias benci, dan menyesal kenapa melangkah jadi entrepreneur. Bahkan kadang jadi menyalahkan orang lain. Apalagi kalau yang hingga cerai dengan istri atau dibenci sanak keluarga. Cara pandang dan cara memulai 'yang asal berani' seperti ini tentu saja kurang elegan.
Berdasarkan amatan aku terhadap para pengusaha sukses, terdapat beberapa alternatif cara kondusif masuk menjadi entrepreneur sesuai yang saya tahu berdasarkan rekanan-rekanan aku pengusaha yang telah terbukti sukses. Intinya, jika ingin mandiri berwirausaha alias sebagai entrepreneur, tidak wajib pribadi bubut dari profesi usang dulu. Tidak perlu grusa-grusu. Kita harus dengan dingin membedakan antara berani & nekad. Apalagi jikalau yg sudah punya tanggungan famili, kita pula wajib menimbang ada sekian jiwa yg ikut pada gerbong sebagai akibatnya jika salah kemudi mereka jua bisa kejeblos.
Berikut ini beberapa fakta cara yang lebih aman buat pindah ke kuadran entrepreneur.
Pertama; kita sanggup memulai berwirausaha dengan melakukan penyertaan saham (setor kapital) di usaha teman kita sembari kita tetap kerja dulu di perusahaan usang kita. Jadi kita setor kapital ke mitra yg punya bisnis bagus, & nantinya kita mendapat bagi output berdasarkan laba. Dari sini kita juga sekalian mulai belajar bagaimana mengelola bisnis. Pelan-pelan kita mulai aktif terjun di dalamnya dan membantu & kerja bersama dengan si teman itu. Kalau skala bisnis joinan menggunakan teman itu mengagumkan & penghasilan dari bagi output telah mampu menutup kebutuhan hidup kita dan famili, barulah kita putuskan keluar. Jadi saat kita keluar menurut perusahaan lama tidak kaget karena tetap ada penghasilan.
Kedua, jurus menginjak dua kapal. Artinya, kita masih menjadi karyawan di sebuah perushaaan mapan, tetapi di saat yang sama jua merintis bisnis alias menjalankan bisnis milik sendiri. Cara ini dimungkinkan bagi mereka-mereka yg punya relatif ketika luang sehingga mampu nyambi. Sebenarnya cara ini kini lebih dimungkinkan lantaran adanya HP & telpon yg memudahkan koordinasi. Jadi, ad interim kita pada kantor, kita sanggup sembari mengendalikan usaha sendiri dari jeda jauh. Hingga skala eksklusif nyambi ini sangat dimungkinkan, namun jikalau bisnisnya mulai membesar kita pasti harus bubut. Strategi menginjak dua kapal ini adalah pilihan kondusif dan realistik. Jadi ad interim satu kaki kita masih ada di kapal milik perusahaan lain, satu kaki kita melakukan test market buat membentuk usaha (kapal) sendiri. Cara ini jua paling generik dijalankan sang para perintis usaha.
Ketiga, bila anda nir mau joinan menggunakan orang lain & nir sanggup berdiri pada dua kapal, kita sanggup berdayakan pasangan kita (istri/suami). Jadi, ad interim kita masih kerja pada perusahaan usang, pasangan kita (istri atau suami) yg mengurusi bisnis sendiri buat masa-masa perintisan. Artinya sekoci pendapatan keluarga terdapat yang mampu diandalkan, baik buat beli beras atau susu anak-anak. Kalau usaha sendiri ini sudah jalan, silahkan saja keluar menurut kerja pada perusahaan orang lain itu.
Soal tip ketiga ini aku pula punya banyak model perkara riel menurut pengusaha sukses relasi aku . Yang niscaya, tip ketiga ini tentu saja berlaku buat yg waktu akan mulai berdikari berwirausaha telah berkeluarga, kalau yang masih single, tentu saja pasangan Anda mampu kakak atau Adik anda. Ini jua cara sukses dan aman buat masuk ke kuadran entrepreneur tetapi nir mengganggu keamanan sumber penghasilan famili.
Keempat, jikalau Anda telah ngebet sekali buat menjadi entrepreneur dan konfiden bakal sukses dan merasa tak perlu gunakan ban serep seperti itu, setidaknya Anda tetap mampu melakukan pengamanan lain, yakni mengamankan dana pendidikan anak. Tabungan anak wajib tetap terdapat & disendirikan. Jadi katakanlah proses menjadi entrepreneur itu gagal, dana pendidikan anak2 permanen kondusif. Setuju kan?
Jadi itu beberapa kiat aman pindah ke kuadran entrepreneur. Semoga menggunakan cara itu proses transisi menjadi pengusaha sukses menjadi melegakan semua pihak, tidak ada penyesalan-penyesalan. Silahkan kawan2 yg ingin memulai bisnis menentukan jalan yang terbaik.
Semoga kabar ini berguna dan aku ikut berdoa semoga sukses buat kawan2 semua.
Penulis: Sudarmadi
Baca kisah bisnis lainnya :
- Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
- Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
- Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
- Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
- Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
- Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
- Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR
- Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
- Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
- Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
Mau Ke Bandung Menginap Bersama Keluarga? Penginapan Ini Bisa Menjadi Pertimbangan


Kota Bandung tak salah disebut sebagai kota nan molek. Senyum bumi Parahyangan nan indah sudah diwakili oleh Bandung yang udaranya segar, sejuk, tapi ramai dan penuh sejarah. Wisata kulinernya pun berkembang teramat pesat. Apalagi wisata belanja seperti oleh-oleh pakaian dengan desain-desain kreatif yang kekinian, sangat banyak terdapat di kota ini. Maklum, disana memang banyak butik-butik underground produsen dan penjual pakaian. Mau cari FO, juga berderet. Ibukota bumi Parahyangan ini memang selalu bikin kangen. Tak ada salahnya bersama keluarga sering-sering berkunjung ke Bandung untuk melepas penat kerja dan berlibur bersama keluarga.
Jika ke Bandung, tempat menginap yg layak dicoba dan akan menciptakan Anda sekeluarga pulang ke sana ialah Marbella Suites, Bandung. Marbella Suites Bandung ini merupakan hotel bintang 4 yg berdiri kokoh di daerah Sentra Dago Pakar. Hotel ini dibangun menggunakan konsep layaknya sebuah apartment, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang akan membuat kita betah menghabiskan saat berlama-lama disini. Menyediakan 180 kamar buat tamu, Marbella Suite Bandung ini dibangun menggunakan dekorasi bergaya modern dengan gedung menjulang tinggi sebagai akibatnya mudah ditemukan bagi yang ingin datang.
Salah satu keunggulan Marbella Suites Bandung ini, karena letaknya di Dago Pakar dan gedungnya tinggi, maka tamu bisa melihat kemolekan pemandangan cakrawala Bandung nan indah. Dibalut udara sejuk Bandung di pagi hari, mata kita bisa menyapu bersihnya udara pagi Bandung, ditemani secangkir kopi/teh dan semilir angin. Sangat indah.
Saya akan sarankan bila Anda menginap pada Marbella Suites Bandung, buat meminta kamar dengan posisi pada lantai yang lebih atas. Tujuannya, agar sanggup menikmati pemandangan nan indah dari balkon kamar secara lebih maksimal . Apalagi jika famili Bapak/Ibu bisa menginap beserta keluarga di Deluxe Suite, akan merasakan betapa eloknya pemandangan di malam hari kota Bandung.
Fasilitas lain pula sangat lengkap lantaran hotel ini dikelola sang pemilik & pengelola yang sudah sangat berpengalaman pada bisnis hotel dan kondotel. Pengelolanya juga merupakan pengelola & pemilik Marbella Anyer yg sudah amat beken di Anyer. Di Marbella Suites Bandung ini kita pula mudah menemukan kolam renang, spa, sentra kebugaran, restoran, & fasilitas lain yang telah dirancang dengan lengkap dan berkelas.
Untuk pilihan kamarnya sendiri, kita bisa pilih tipe Deluxe Suite, Executive Suite, Grand Executive Suite atau Master Suite. Menariknya, setiap tipe kamar yang tersedia dilengkapi dengan ruang tamu dan meja makan serta balkon yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan pepohonan hijau yang asri sambil menghirup segarnya udara bersih. Hal inilah yang tidak kita dapatkan bila menginap di hotel pada umumnya. Disini kita seperti punya private apartment unit nan mewah di tengah kota Bandung. Artinya, kalau kita mau mengundang teman atau relasi bertamu di kamar kita juga akan sangat OK. Tidakmalu-malu-in.


Karena itu, berdasarkan aku , Marbella Suites ini jua sangat cocok banget buat wisatawan yang datang beserta keluarga. Kenapa? Marbella Bandung memperlihatkan kolam renang yg luas menggunakan pool snack bar, gym, children playground, children bike & mountain bike outdoor sport. Marbella Suites Bandung merupakan loka buat perjamuan & rendezvous. Namun hotel ini juga punya Dago Grand Ballroom yang bisa dipakai untuk program gathering usaha, & menampung sampai 400 orang buat sit-down dinner. Tersedia pula ruang pertemuan yg berukuran lebih mini buat gathering atau break-outs.
Untuk kondisi dalam kamar, modelnya didekorasi dengan gaya minimalis dan aksen Indonesia klasik. Dilengkapi fasilitas yang mewah termasuk king-size bed atau twin beds, glass writing desk dan akses internet berkecepatan tinggi. Setiap kamar memiliki en suite bathroom dengan bathtub, wak-in shower dan wardrobe. Fasilitas lainnya yang terdapat di kamar yaitu IDD telephone, TV cable, minibar dan fasilitas tea dan coffee making. AC yang disediakan disemua jenis tipe kamar sebagai fasilitas standar. Setiap kamar juga memiliki balkon atau teras pribadi.

Kamar-kamar pada Marbella Suites mempunyai ruang tamu dan ruang makan, jua dilengkapi dengan TV kabel dan film-film internal hotel. Semua menyediakan kamar mandi eksklusif dengan bathtub, jubah mandi, dan sandal kamar.
Untuk makan sulit nggak? Sangat mudah. Restoran utama terletak di Lobby, buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga tengah malam. Menyajikan menu grill sebagai andalannya, hidangan Asia dan internasional. Resto bisa menampung sekitar 90 orang dalam ruangan dan 140 orang di teras restoran. Hotel ini juga memiliki lobby lounge & bar dengan desain yang indah, berada di area lobby yang buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 11 malam dengan kapasitas tamu 25 orang. Kita bisa bersantap di Ren De Vu Restaurant yang menyajikan hidangan lokal dan internasional. Setelah itu bisa juga menikmati minuman di Diva Lounge, yang terletak di lobi.
Kalau toh ingin nongkrong di luar hotel, disekitar hotel banyak kafe-kafe terkenal seperti Sierra, Valley, dan sederet kafe lain. Ada juga wisata kuliner yang lagi happening banget di Bandung dan terletak tidak jauh dari Marbella Suites Bandung, yaitu Lawangwangi Creative Space. Restoran ini sangat unik, karena didalamnya juga terdapat galeri seni yang bisa Anda nikmati sambil menunggu giliran untuk duduk menikmati masakan lezat di restoran yang letaknya tepat dipinggir tebing. Jangan ditanya soal pemandangan yang bisa dinikmati dari restoran ini
Bila ingin olahraga pun para tamu Marbella Suites bisa menikmati kolam renang outdoor dan gym yang disediakan hotel. Spa dan pijat juga tersedia di resort ini. kita bisa bersantai di kolam renang outdoor atau bathtub spa.
Resort Marbella Suites ini berlokasi di perbukitan Dago Pakar yang menghadap ke skyline kota Bandung. Hanya sekitar 2 jam berkendara dari kota Jakarta dan sekitar 10 km ke pusat kota. Dari resort ini, jarak ke Jalan Juanda (Dago) sekitar 5 km. Bandara Internasional (Husein Sastranegara) dapat dicapai dalam waktu 45 menit berkendara. Tentu bagi wisatawan sangat diperlukan karena lokasinya nyaman, tidak berisik. Yang pasti, untuk parkir mobil juga luas dan aman, hal yang kita perlukan bagi kita yang datang dari luar kota Bandung.
Sudarmadi
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor
Dalam dunia investasi dan permodalan bisnis, ada istilah investor finansial(financial investor) dan investor strategis (strategic investorataustrategic buyer). Dua tipe investor ini akan dijumpai ketika sebuah perusahaan sedang mencari mitra investor (non bank). Istilah ini juga akan muncul ketika seorang pemilik perusahaan sedang terpikir menjual perusahaannya, maka ia akan berhadapan dengan pilihan, apakah sebaiknya dijual ke financial investor atau ke strategic investor.
Artikel ini menyebutkan beberapa perbedaan ciri berdasarkan dua tipe investor itu, semoga bermanfaat bagi pemilik perusahaan yg sedang mencari investor.
Financial Investor, apa itu?
Investor tipe financial investor biasanya mengacu pada beberapa contoh jenis investor seperti perusahaan-perusahaan private equity, perusahaan modal ventura (venture capital), perusahaan hedge fund, perusahaan investasi milik sebuah keluarga kaya(family offices), perusahaan sekuritas yang mengelola dana investasi, dan investor individual seperti para pribadi yang superkaya.
Biasanya, investor financial akan melakukan investasi untuk jangka sementara saja, antara waktu 2-7 tahun saja setelah itu mereka akan eksit (keluar) dengan menjual sahamnya di perusahaan yang ia tanami modal itu. Cara keluarnya bisa beragam, bisa dengan jual sahamnya di bursa (IPO) atau dijual ke investor lain.
Finansial investor ini umumnya fokus melihat bagaimana taraf return dari perusahaan yg beliau akan beli/investasi. Yang ditinjau laba dan prospek laba, sedangkan bidang bisnisnya bisa fleksible. Tapi dia akan cari mitra yg sanggup mengelola bisnis karena dia sendiri nir pakar di bidang teknis pengelolaan bisnis yang digarap.
Mereka akan sangat tertarik untuk mendalami arus kas (cashflow) yang dihasilkan dari perusahaan yang ditarget dan akan melihat bagaimana peluang pertumbuhan arus kas itu & juga peningkatan pendapatan, pengurangan porto, atau membangun skala ekonomi menggunakan mengakuisisi perusahaan sejenis lainnya.
Investor finansial lebih hati-hati dalam meneliti laporan keuangan perusahaan. Ingat, dana yg dikelola perusahaan financial investor ini merupakan dana pihak lain. Ia yg memutar supaya mampu berkembang sehingga mereka harus sangat hati-hati.
Umumnya mereka lebih suka mencari perusahaan yang dikelola menggunakan baik dengan sejarah pendapatan yg konsisten, dan lebih disukai, pendapatannya yg terus tumbuh. Mereka sangat concern melihat perkiraan laba perusahaan. Ketika melakukan investasi, atau membeli sebuah perusahaan basanya mereka permanen mempertahanan tim manajemen usang setidaknya buat 2 atau tga tahun selama perusahaan itu belum dijual ke pihak lain. Financial investor selalu butuh tim manajemen yg bertenaga yang sanggup sebagai mitra pengelolaan usaha.
Strategic Investor ??
Investor strategis (strategic investor) merupakan jenis investor yg umumnya adalah perusahaan yang bidang bisnisnya sama atau masih ada hubungan dengan bidang bisnis yang butuh investasi. Jadi investor strategis itu sanggup pula merupakan perusahaan homogen yang menjadi pesaing, atau perusahaan pemasok, atau bahkan perushaan yang selama ini pelanggan perusahaan Anda. Misalnya, jikalau bisninya consumer good, investor strategis itu bisa Indofood Group, Kalbe, Sinarmas, atau OrangTua Group.
Investor strategis umumnya melakukan investasi pada sebuah perusahaan atau akusisi perusahaan lantaran sinkron planning usaha jangka panjang mereka sendiri atau bisnis baru itu mampu saling melengkapi bisnis yg sudah dimiliki. Jadi tujuannya ia investasi mampu untuk ekspansi vertikal (terhadap pelanggan atau pemasok), perluasan horizontal (ke pasar geografis baru atau lini produk), menghilangkan persaingan, atau menaikkan beberapa kelemahan utamanya (teknologi, pemasaran, distribusi, penelitian dan Pengembangan, dll.).
Investor strategis sering bersedia & mampu membayar lebih mahal ketika dia akan akuisisi, dibanding financial investor. Ada dua alasan primer buat ini. Pertama, pembeli strategis mungkin bisa menyadari manfaat sinergis apabila aset baru itu digabung dengan bisnis lamanya. Kedua, investor strategis umumnya perusahaan besar menggunakan akses kapital yang lebih baik. Mereka seringkali memiliki mata uang lain yg tersedia bagi mereka pada bentuk saham. Pembeli strategis tak jarang memberikan saham, uang tunai, atau kombinasi keduanya dalam pembayaran harga beli.
Investor strategis sangat fokus pada kemungkinan bisnis baru yang akan diakuisisi atau diinvestasi bisa sinergi dan bisa diintegrasikan dengan bisnis lamanya. Investor strategis ketika investasi ia akan mempertahankan bisnis yang baru dibeli tanpa batas waktu, yang seringkali sepenuhnya mengintegrasikan perusahaan ke dalam bisnis mereka yang ada.
Sementara investor financial, fokus melihat kemampuan menghasilkan uang & pertumbuhan pendapatan. Mereka fokus terutama pada kemampuan perusahaan itu buat tumbuh cepat pada saat singkat. Selain itu, financial investor acapkali membeli sebagian bisnis menggunakan cara hutang, yg menyebabkan mereka harus meneliti kapasitas usaha buat membuat arus kas buat melayani beban utang.
Investor finansial, bagaimanapun, umumnya mempunyai horison ketika investasi hanya tiga - 7 tahun saja. Mereka sangat concern dengan EBITDA perusahaan & lebih sensitif terhadap risiko siklus bisnis daripada investor strategis. Maklum, mereka selalu memikirkan strategi exit atau keluar setelah 5 tahun yang wajib laba signifikan.
Mana yang lebih baik?
Dua duanya baik. tergantung tujuan dari pihak yang cari investor. Investor strategis biasanya mau membayar lebih mahal, tapi biasanya dia selalu ingin kontrol, sahamnya mayoritas, dan artinya perusahaan anda harus mau menjadi bagian dari group dia. Bahkan mungkin anda sendiri nanti bisa diganti oleh eksekutif kepercayaan dia. Bagia pemilik perusahaan yang ingin jual 100% sahamnya mungkin investor strategis lebih cocok, karena harga bisa lebih baik dan ia tak mikir hal lain. Setelah itu pensiun. paling-paling dia dibutuhkan untuk transisi.
Tapi kalau anda butuh investor yang bisa kerjasama lama dan anda masih ingin mengontrol dan memimpin perusahaan, investor financial lebih tepat. Mereka memang tak ahli operasional, hanya butuh duitnya berkembang. Mereka justru senang bila sebagai pengelola lama anda bertahan, yang penting bisnis untung, kerjasama dan komunikasi harmonis. Financial investor ini cocok banget bila ada cari mitra yang hanya sekedar suntikan modal dan investor yg nggak banyak cawe cawe di bisnis. Atau mereka yang hanya butuh investor untuk sesaat, misalnya untuk 3-4 tahun setelah itu dia keluar, sahamnya dia anda beli. Ini cocok dgn investor financial. Walaupun biasanya valuasi financial investor lebih pelit, namun ia fleksible untuk hal-hal lain. Bisa jadi teman untuk tumbuh, nggak reseh. Investor strategis di lain sisi, cenderung akan dominan dan mengontrol perusahaan anda kalau anda masih punya saham disana.
Dua-duanya terdapat plus minus.
Yang pasti, apapun usaha bapak/Ibu, berasal bukan bisnis rokok & minuman keras, dan skala bisnisnya telah diatas Rp 200 miliar, saya sanggup bantu cari investor baik tipe financial investor atau strategic investor. Saya siap bantu & silahkan hubungan aku .
Tetapi perlu dicatat bahwa investor hanya mau berkongsi dengan perusahaan yang skalanya telah korporasi, bukan pemain UKM atau perusahaan baru. Mohon dimengerti.
Semoga usaha bapak/Ibu sukses, semakin maju & berkembang. Selalu ada jalan bila kita terus mau berusaha.
Terima kasih
Sudarmadi
081384 160 988
email: wingdarmadi@gmail.com
Artikel lain yg terkait:
- Mengenal seluk beluk investor private equity
- Sejumlah Investor Luar Negeri Yang Tertarik Mencari Kongsi di Indonesia
Perlu Dukungan Riel Dari Pemerintah Untuk Majukan Industri Software Lokal, Bukan Sekedar Janji

Pertumbuhan perangkat lunak lokal pada Indonesia masih malu-membuat malu kucing. Belum terlalu menggembirakan. Penyebabnya bukan dalam kemampuan programmer lokal buat membuat aplikasi kelas dunia yang bisa diandalkan, namun lebih dalam kesempatan pasar. Masih sangat disayangkan, saat ini dunia bisnis & pemerintah masih didominasi mindset aplikasi asing. Ada perasaan inferior complex apabila tidak menggunakan aplikasi asing. Padahal dari sisi kehandalan produk, produk lokal sudah sejajar menggunakan asing. Dan menurut sisi harga, jauh lebih efisien.
Lebih dari itu penggunaan software lokal berarti memberdayakan dan membangun industri software nasional dan mengembangkan SDM TI Indonesia. Namun sayang seribu sayang, baik dunia bisnis maupun pemerintah masih setengah hati mendukung. Paling gampang bisa dilihat dari tender-tender pengadaan pemerintah dan BUMN, bukan hanya mindet mereka masih didominasi dengan software asing, bahkan untuk implementornya pun mereka masih memenangkan konsultan asing. Sebuah ironi, tragedi dan amat sangat memprihatinkan.
Oleh sebab itu sangat lumrah apabila banyak kalangan mendesak pemerintah didesak supaya memberikan dukungan riel terhadap perkembangan industri perangkat lunak lokal supaya tidak kalah di negeri sendiri. Desakan tadi disampaikan sejumlah elemen rakyat yang selama ini peduli terhadap perkembangan industri teknologi berita di tanah air.
Indonesia memiliki sumber daya dan kemampuan untuk unggul dalam pengembangan software atau piranti lunak bidang kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan e-government yang mendunia. Namun, sampai saat ini kebijakan di dalam negeri belum mendukung sepenuhnya potensi yang mulai dikembangkan anak-anak bangsa tersebut untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Praktek yang selama ini terjadi dimana pemakaian piranti lunak oleh institusi pemerintah yang sampai saat ini ditengarai masih mengarah kepada produk-produk asing mestinya segera diakhiri. Kalau produk yang Indonesia bisa membikin sendiri saja tidak mau pakai, bagaimana dengan produk lain yang lebih sopisticated? Ini memang butuh keberanian pemerintah, bukan sekedar janji.
Pemerintah mesti membuktikan komitmenna untuk memakai piranti lunak karya anak bangsa. Tanpa itu, perkembangan industri kreatif dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri hanya akan menjadi pepesan kosong.
Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia berkali-kali jua berkata pemakaian aplikasi asing tidak mungkin dilarang di Indonesia lantaran kini sudah masuk pada era pasar bebas. Namun pemerintah bisa melakukan dukungan secara sistem buat mendukung tumbuhnya pemakaian software dalam negeri. Hal ini jua dilakukan negara lain yg ingin memajukan industri lokal Seperti di Filipina, perusahaan aplikasi asing bisa masuk, namun dikenai pajak lebih mahal sebanyak 30 %. Sebaliknya, bila menggandeng patner perusahaan lokal hanya dikenai pajak lebih kurang tiga persen. Pemerintahnya ingin terdapat transfer keahlian & ilmu berdasarkan masuknya sofware asing pada negara itu. Kebijakan seperti itu kan sebagai wujud dukungan yang konkret. Di Indonesia, masih baru sebatas wacana, belum dalam dukungan nyata.
Keberpihakan untuk memakai software Indonesia itu jangan diartikan sebagai belas kasihan. Ini bagian dari membangun industri dalam negeri yang menjadi tugas pemerintah. Untuk mendukung keunggulan sumber daya pengembangan software Indonesia yang sudah ada, utamanya harus dijadikan tuan rumah dulu di negeri sendiri.
Banyak sekali aplikasi buatan Indonesia yang bahkan sudah diakui di negara lain, namun sayang pada Indonesia malah masih disepelekan. Keprihatinan soal dukungan pemerintah yg setengah hati pada priranti lunak dalam negeri itu mengemuka terkait dengan adanya dugaan tender perangkat lunak pada sejumlah instansi dan BUMN yg kini kebanyakan masih dimenangkan ke software asing.
Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan pemerintah yg mestinya menciptakan dukungan riel, kemudian siapa lagi yg mesti yang mesti berbuat konkret. Dukungan pemerintah akan terasa lebih impactfull karena akan dibantu kekuatan regulasi. Dalam ini memang dibutuhkan komitmen konkret berdasarkan pemerintah, bukan sekedar janji yg tak kunjung datang selesainya bertahun-tahun dinanti.
Sudarmadi
wingdarmadi@gmail.Com
Pinjaman Korporasi Dengan Bunga Murah dan Refinancing Hutang
Bagi para pengusaha, CEO dan CFO, sangat penting memperhatikan cost of fund. Cari loan korporasi dengan tingkat bunga yg lebih murah dan segera cari sumber lain untuk refinancing kalau bunga kemahalan.
Sekedar, model, jikalau kita ajukan loan korporasi Rp Rp 300 M, tingkat bunga 12% per tahun selama 5 tahun, total bunga menjadi Rp 180 M & total pinjaman yang wajib dibayar Rp 480 M.
Namun jika bisa loan dengan bunga hanya 9%/tahun, maka pinjaman Rp 300 M itu, bunga selama lima tahun sebagai hanya Rp 135 M, dan total loan Rp 435 M. Bedanya lebih dari Rp 40 M buat lima tahun. Kalau yg pinjamnya ke perusahaan leasing niscaya jauh lebih mahal lagi cost of fund-nya.
Lalu bila pinjaman dalam USD, katakanlah pinjam USD 70 juta, selama 5 tahun dengan bunga 6%, maka total bunga yang harus dibayar selama 5 tahun sebesar US$ 23 juta. Jadi total pinjaman menjadi US$ 92,3 juta.
Tapi bila bunga sanggup ditekan hanya 4%/tahun, maka total bunga selama 5 tahun hanya US$ 14 juta sebagai akibatnya total loan hanya menjadi US$ 84 juta. Dus, bedanya lebih menurut USD 8 juta alias lebih menurut Rp 100 M. Efisiensi yang siginifikan.
Bagi yg butuh informasi bank buat refinancing pinjaman dengan rate yang lebih bersahabat, akan aku bantu. Baik pada IDR maupun USD.
(thanks 081384 160988 atau wingdarmadi@gmail.com )
Refinancing Hutang Korporasi Karena Bunga Yang Kemahalan

Bagi para pengusaha, CEO dan CFO, sangat penting memperhatikan cost of fund. Cari loan korporasi dengan tingkat bunga yg lebih murah dan segera cari sumber lain untuk refinancing kalau bunga kemahalan.
Sekedar, model, bila kita ajukan loan korporasi Rp Rp 300 M, taraf bunga 12% per tahun selama 5 tahun, total bunga sebagai Rp 180 M & total pinjaman yang wajib dibayar Rp 480 M.
Tetapi kalau dapat loan dengan bunga hanya 9%/tahun, maka pinjaman Rp 300 M itu, bunga selama lima tahun sebagai hanya Rp 135 M, dan total loan Rp 435 M. Bedanya lebih berdasarkan Rp 40 M buat lima tahun. Kalau yg pinjamnya ke perusahaan leasing niscaya jauh lebih mahal lagi cost of fund-nya.
Lalu bila pinjaman dalam USD, katakanlah pinjam USD 70 juta, selama 5 tahun dengan bunga 6%, maka total bunga yang harus dibayar selama 5 tahun sebesar US$ 23 juta. Jadi total pinjaman menjadi US$ 92,3 juta.
Tapi jikalau bunga bisa ditekan hanya 4%/tahun, maka total bunga selama lima tahun hanya US$ 14 juta sebagai akibatnya total loan hanya menjadi US$ 84 juta. Dus, bedanya lebih dari USD 8 juta alias lebih menurut Rp 100 M. Efisiensi yang siginifikan.
Bagi yang butuh info bank untuk refinancing pinjaman dengan rate yg lebih bersahabat, akan saya bantu. Baik dalam IDR maupun USD. (thanks 081384 160988 )
Cari Kredit Korporasi Dengan Tingkat Bunga Paling Murah?
Bagi para pengusaha, CEO dan CFO, sangat penting memperhatikan cost of fund. Cari loan korporasi dengan tingkat bunga yg lebih murah dan segera cari sumber lain untuk refinancing kalau bunga kemahalan.
Sekedar, contoh, kalau kita ajukan loan korporasi Rp Rp 300 M, tingkat bunga 12% per tahun selama 5 tahun, total bunga menjadi Rp 180 M dan total pinjaman yg harus dibayar Rp 480 M.
Namun kalau dapat loan dengan bunga hanya 9%/tahun, maka pinjaman Rp 300 M itu, bunga selama 5 tahun menjadi hanya Rp 135 M, dan total loan Rp 435 M. Bedanya lebih dari Rp 40 M untuk 5 tahun. Kalau yang pinjamnya ke perusahaan leasing pasti jauh lebih mahal lagi cost of fund-nya.
Lalu bila pinjaman dalam USD, katakanlah pinjam USD 70 juta, selama 5 tahun dengan bunga 6%, maka total bunga yang harus dibayar selama 5 tahun sebesar US$ 23 juta. Jadi total pinjaman menjadi US$ 92,3 juta.
Tapi kalau bunga bisa ditekan hanya 4%/tahun, maka total bunga selama lima tahun hanya US$ 14 juta sehingga total loan hanya menjadi US$ 84 juta. Dus, bedanya lebih dari USD 8 juta alias lebih dari Rp 100 M. Efisiensi yang siginifikan.
Bagi yang butuh info bank untuk refinancing pinjaman dengan rate yg lebih bersahabat, akan saya bantu. Baik dalam IDR maupun USD.
thanks
Darmadi
HP 081384 160988
wingdarmadi@gmail.com
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia
Butuh Investor ? Inilah Dua Tipe Investor Yang Bisa Anda Gandeng
Saatnya Berganti Bank Kalau Pinjaman Perusahaan Anda Kini Bunganya Kemahalan
Bagi para pengusaha, CEO dan CFO, sangat penting memperhatikan cost of fund. Cari loan korporasi dengan tingkat bunga yg lebih murah dan segera cari sumber lain untuk refinancing kalau bunga kemahalan.
Sekedar, contoh, kalau kita ajukan loan korporasi Rp Rp 300 M, tingkat bunga 12% per tahun selama 5 tahun, total bunga menjadi Rp 180 M & total pinjaman yang harus dibayar Rp 480 M.
Namun kalau dapat loan menggunakan bunga hanya 9%/tahun, maka pinjaman Rp 300 M itu, bunga selama lima tahun menjadi hanya Rp 135 M, & total loan Rp 435 M. Bedanya lebih berdasarkan Rp 40 M untuk 5 tahun. Kalau yang pinjamnya ke perusahaan leasing pasti jauh lebih mahal lagi cost of fund-nya.
Lalu bila pinjaman dalam USD, katakanlah pinjam USD 70 juta, selama 5 tahun dengan bunga 6%, maka total bunga yang harus dibayar selama 5 tahun sebesar US$ 23 juta. Jadi total pinjaman menjadi US$ 92,3 juta.
Tapi jikalau bunga bisa ditekan hanya 4%/tahun, maka total bunga selama 5 tahun hanya US$ 14 juta sehingga total loan hanya sebagai US$ 84 juta. Dus, bedanya lebih berdasarkan USD 8 juta alias lebih dari Rp 100 M. Efisiensi yang siginifikan.
Bagi yang butuh info bank untuk refinancing pinjaman dengan rate yg lebih bersahabat, akan saya bantu. Baik dalam IDR maupun USD. (thanks 081384 160988 )
Cari Pinjaman Korporasi Yang Bunganya Bersahabat
Bagi para pengusaha, CEO dan CFO, sangat penting memperhatikan cost of fund. Cari loan korporasi dengan tingkat bunga yg lebih murah dan segera cari sumber lain untuk refinancing kalau bunga kemahalan.
Sekedar, contoh, bila kita ajukan loan korporasi Rp Rp 300 M, taraf bunga 12% per tahun selama lima tahun, total bunga menjadi Rp 180 M & total pinjaman yang wajib dibayar Rp 480 M.
Namun bila bisa loan menggunakan bunga hanya 9%/tahun, maka pinjaman Rp 300 M itu, bunga selama lima tahun menjadi hanya Rp 135 M, dan total loan Rp 435 M. Bedanya lebih berdasarkan Rp 40 M buat 5 tahun. Kalau yg pinjamnya ke perusahaan leasing pasti jauh lebih mahal lagi cost of fund-nya.
Lalu bila pinjaman dalam USD, katakanlah pinjam USD 70 juta, selama 5 tahun dengan bunga 6%, maka total bunga yang harus dibayar selama 5 tahun sebesar US$ 23 juta. Jadi total pinjaman menjadi US$ 92,3 juta.
Tapi bila bunga mampu ditekan hanya 4%/tahun, maka total bunga selama 5 tahun hanya US$ 14 juta sebagai akibatnya total loan hanya menjadi US$ 84 juta. Dus, bedanya lebih dari USD 8 juta alias lebih dari Rp 100 M. Efisiensi yang siginifikan.
Bagi yang butuh info bank untuk refinancing pinjaman dengan rate yg lebih bersahabat, akan saya bantu. Baik dalam IDR maupun USD. (thanks 081384 160988 )
Kisah Sukses Pengusaha Pendiri Resto Takigawa

Inilah kisah dan sosok dibalik sukses jaringan restoran jepang Takigawa yang kini sudah punya puluhan outlet di Indonesia dan juga eksis di bisnis penyewaan tenda. Pendirinya memulai bisnis dari nol. Outletnnya sudah ada di puluhan lokasi, termasuk di Senayan City, Citos, Atrium Setiabudi, dan banyak lagi. Bagi warga menengah-atas Jakarta tentu sangat sangat kenal restoran Takigawa. Ini salah satu pioner jaringan resto Jepang di Indonesia.
Sukses jaringan resto ini tak lepas dari keuletan pendirinya, yakni pasanganAndrian Rosano dan Renny F.Kedua yang sama-sama lahir tanggal 10 Februari 1972 ini sudah berteman baik sejak di bangku SMP. Keduanya justru memulai bisnis dari penyewaan tenda. Perusahaan yang dibangun sejoli ini sekarang dikenal sebagai raja bisnis penyewaan dan dekorasi tenda di Indonesia. Jasanya sudah sering dipakai kalangan berduit di Jakarta dan beberapa kota besar lain.
Dua sejoli ini memulai mengasah kewirausahaannya ketika keduanya kuliah di Universitas Trisakti. Modalnya seadanya. Andrian sendiri semasa masih bersekolah di sebuah Sekolah Menengah Atas pada Surabaya, pernah belajar bisnisa menggunakan berdagang produk output bumi impor. Ia biasa membeli hasil bumi seperti bawang menurut Pelabuhan Tanjungperak, kemudian ia jual ke para pedagang pada pasar-pasar Surabaya. ?Pokoknya apa saja aku lakukan buat menyambung hayati pada Surabaya,? Kata Andrian mengenang. Sewaktu kembali ke Jakarta & kuliah di Fakultas Hukum Trisakti, Andrian pun kuliah sembari berbisnis. ?Lantaran itu, aku dikenal oleh teman-teman menjadi PDG, alias pedagang, hahaha,? Ujarnya.
Bersama Renny, dia lalu mendirikan perusahaan dagang (trading company). ?Waktu itu aku dagang secara serabutan. Dagang apa saja. Saya pernah jadi agen pemasang iklan kecil. Pernah jua jadi agen koran dan majalah yg bisnisnya mulai berdasarkan jam tiga pagi,? Ungkapnya. Karena disambi, Andrian mengaku baik usaha maupun studinya kurang optimal. Namun, bila dalam jadwal kuliah ada janji bertemu relasi usaha, umumnya ia memilih meninggalkan kuliah demi bisnis. Tak heran, beberapa kali dia mengajukan perlop kuliah & tak jarang menghilang dari kampus. Ia merasa kuliahnya sanggup selesai lantaran friksi orang tua dan calon mertua.
Sewaktu sebagai agen sebuah media Andrian merasa memperoleh pengalaman penting yang kelak memengaruhi pilihan bisnisnya. Selama menjadi agen media itu ia merasa diperlakukan kurang fair. Lantaran masih belia & termasuk agen baru, ia hanya diberi bonus 20%, sedangkan agen lain mendapat diskon 30%. Dengan cara itu dia merasa bisnisnya tidak akan kompetitif & sulit sebagai angka satu. ?Katanya sih memang terdapat mafianya jua,? Ungkapnya. Tak heran, sejak itu Andrian bercita-cita suatu saat bila membesarkan bisnis sendiri tak ingin tergantung pada prinsipal. ?Saya harus jadi prinsipalnya, agar aku mampu menentukan strategi saya sendiri,? Ucapnya tandas.
Untuk menemukan usaha yg tak tergantung pada prinsipal itu, pasangan Andrian-Renny sudah mencoba menjalankan aneka macam usaha, misalnya usaha parsel. Ketika naik pelaminan, muncullah inspirasi buat berbisnis penyewaan dan dekorasi tenda. Sumber inspirasinya adalah sebuah kitab perkawinan terbitan luar negeri. ?Kenapa kami nir mencoba membuat misalnya ini sendiri?? Pikir Andrian kala itu. Kebetulan jua, tenda misalnya dalam buku itu belum ada di Indonesia. Keduanya lalu tetapkan dekorasi & tenda pelaminan mereka dibuat sendiri, menggunakan bantuan teman-sahabat. ?Menjelang tengah malam midodareni, calon pengantin prianya masih ada pada genteng, pasang-pasang tenda sendiri,? Istilah Renny mengenang sembari tertawa.
Ternyata, sebagian besar tamu yang datang memuji tendanya. Karena itulah, Andrian-Renny berpikir buat membisniskannya saja. Apalagi, keduanya merasa, bisnis penyewaan dan dekorasi tenda seperti yang mereka inginkan, belum dimasuki orang lain. Tahun 1995, pasangan ini mulai menggelindingkan bisnis penyewaan & dekorasi tenda, menyasar kalangan menengah-atas.
Bisnis ini dikibarkan menggunakan merek Ten Party dengan payung usaha PT Cipta Arta Sepuluh ? Nama ten dan sepuluh dipakai buat mengenang pasangan ini sama-sama lahir lepas sepuluh dan hingga ketika itu sudah berpacaran sepuluh tahun. Desain, model, warna & bahan-bahan tenda Ten Party dibuat sendiri. Bersamaan menggunakan dimulainya usaha tenda, usaha trading lainnya ditutup. ?Kami harus fokus. Semua kapital kami alihkan ke usaha tenda ini,? Ucapnya. Waktu itu modal awalnya lebih kurang Rp 400 juta, diambil berdasarkan laba & kapital bisnis sebelumnya. Uang sebesar itu habis buat membeli bahan-bahan tenda, gudang, dan perlengkapan pendukung.
Ternyata bisnis tenda tak segampang yang dibayangkan. ?Awalnya susah banget. Segala upaya kenaikan pangkat kami lakukan, akan tetapi nggak ada yang menelepon,? Renny membeberkan. Upaya promosinya antara lain lewat radio, media cetak, bikin spanduk, dan menunjukkan brosur. Bahkan, pengantin baru ini hingga membagi-bagikan brosur ke pom-pom bensin & persimpangan lampu merah. Toh, belum kunjung datang hasilnya. ?Rupanya konsumen ngeri, tenda kami dipercaya terlalu mengagumkan. Apalagi, saat itu tema promosi kami merupakan ?Hadirkan Ballroom pada Halaman Rumah Anda?,? Ujar Andrian mengenang. Spesifikasi tenda dan dekorasinya memang cukup keren: memakai lampu gantung, lantainya parket, & sebagainya. Harga sewanya pula 10 kali lipat berdasarkan harga sewa pada umumnya. Kalau yang lain Rp dua.000 per m2, tarif sewa tenda Ten Party Rp 20.000 per m2.
Toh, sesulit-sulitnya jalan pasti terdapat celahnya. Rupanya sehabis beberapa bulan dikibarkan, terdapat satu-dua orang yang kemudian tertarik mencoba jasanya. ?Mereka ini kelompok orang yg nir peduli menggunakan harga, yang penting hasilnya bagus. Beliau-dia inilah yang menggunakan jasa kami di masa awal,? Istilah Andrian. Dari sedikit orang itu kemudian berkembang menjadi poly pelanggan. Maklum, selesainya mereka melihat hasilnya eksklusif pada pesta yang dihadiri, mereka merasa terkesan. ?Dari satu pesta sebagai 3 pesta. Dari tiga pesta menjadi 9 pesta, dan seterusnya. Bisnis kami berkembang seperti telur yang menetas. Karena itu, kami yakin sekali, promosi paling efektif pada dunia artinya menurut mulut ke verbal (word of mouth). Apalagi, usaha kami ini bukan produk massal, tapi butik,? Andrian menerangkan dengan berfokus.
Dari getok tular itulah bisnis tenda Ten Party makin berkembang, bahkan juga ke luar kota misalnya Medan, Bandung, Surabaya, Makassar & Samarinda. Apabila pada bulan-bulan pertama sebulan hanya mengerjakan pesanan satu pesta, menginjak tahun ke 2 per minggu bisa mengerjakan 7 event pesta. Ketertarikan para pengguna ini ditimbulkan desainnya yang berkelas, latif, unik dan customized (misalnya, pengguna mampu memesan modelnya sinkron dengan kesukaan apakah terbaru, klasik, etnik, dan sebagainya). Jurus layanannya merupakan menghadirkan suasana ballroom pada laman tempat tinggal klien, dengan kapital alat-alat & tendanya.
Hingga kini tak sedikit kalangan menengah-atas yang menjadi pelanggan Ten Party. “Misalnya pernikahan kalangan selebriti seperti Syahrul Gunawan, Cut Tari, Tia Ivanka. Kalau dulu pernikahan Mbak Tata & Mas Tommy, Yenny Rachman, Dandy Rumakna & Lulu Tobing, dan lain-lain. Kami nggak enak menyebutkan satu-satu,” papar Andrian. Setelah itu, ternyata juga ada beberapa perusahaan yang menyewa jasa Ten Party untuk mendesain venue di proyek properti mereka. “Kami juga dipandang sebagai konseptor venue karena biasa menyulap sebuah tempat menjadi seperti yang diinginkan pemiliknya. Banyak orang besar yang meminta bantuan kami,” ungkap Andrian sambil menambahkan, soal tarif buat mereka tergantung pada kompleksitasnya, dari Rp 15 juta (di dalam gedung) hingga di atas Rp 1 miliar. “Ini bisnis seni, sulit ditetapkan standar harganya,” Andrian menegaskan.
Mince Tinton Suprapto adalah salah satu pelanggan sekaligus mitra bisnis Ten Party. Istri pembalap senior Tinton Suprapto ini juga berbisnis di bidang dekorasi, tapi bidangnya nontenda. “Saya sering pakai Mas Andrian untuk acara-acara di sirkuit Sentul,” kata Mince. Ia mengaku klop dengan pengelola Ten Party, sehingga kerja samanya cukup awet. “Andrian bisa mendesain dan memvisualiasi konsep-konsep desain yang saya inginkan,” tutur ibunda Ananda Mikola dan Moreno ini.
Meski Ten Party kini sudah bisa dibilang sukses, bukan berarti tidak ada riak dalam perjalanannya. Contohnya, Ten Party pernah mengalami overload. Karena permintaan yang membludak – pernah dalam sehari mengelola 10 event pesta – Ten Party sempat kewalahan. Tenaga kerja dan peralatannya diambil secara cabutan. “Waktu itu kami merasa bisa mengerjakan dengan mudah. Padahal ada sesuatu yang kami lupakan. Semua dibuat berdasarkan sistem sehingga personal touch seorang Andrian jadi berkurang. Tak heran ada beberapa pelanggan yang komplain kenapa tidak sebagus biasanya,” Andrian bercerita. Belajar dari sana, Ten Party mulai membatasi per minggu maksimum mengelola lima acara pesta. Kecuali, kalau ada permintaan dari pelanggan lama yang sudah loyal. “Misalnya keluarga Mbak Tutut. Bila tiba-tiba telepon minta tolong untuk mengelola acara keluarganya, masak kami mau menolak? Nggak mungkin, apalagi beliau sudah lama memakai jasa kami.”
Menjelang tahun kelima bisnis tendanya, Andrian-Renny mulai memikirkan bisnis lain yang dibutuhkan di tiap pesta selain dekorasi dan tenda. Mereka melihat peluang di bisnis katering. “Food & beverage biayanya terbesar di tiap pesta,” Andrian memberi alasan. Namun, ia berpikir tak asal menyediakan jasa katering, melainkan harus bisa menyediakan makanan sehat yang siklusnya bisa bertahan lama. Dari situ dipilihlah masakan Jepang. Kebetulan Andrian-Renny dan anak-anak mereka memang penggemar berat masakan Jepang, sehingga tahu cukup banyak. “Waktu itu belum ada katering masakan Jepang yang menonjol. Yang ada dari hotel-hotel besar saja,” kata Andrian.
Agar usaha katering masakan Jepang ini sukses, pasangan ini tak mau tanggung-tanggung. Mereka menyempatkan pergi ke Jepang untuk survei masakan Negeri Matahari Terbit itu, hingga masuk ke jalan-jalan dan warung-warung kecil di Tokyo. Keduanya mencari ide-ide masakan Jepang dan cara mengolahnya, termasuk masakan yang belum dipopulerkan resto-resto Jepang di sini tapi potensial dikembangkan. Kesimpulannya, mereka harus berani menghadirkan jasa katering masakan Jepang yang lengkap. Simpelnya, seperti lima restoran disatukan. Ada sukiyaki, chankonabe, sushi, shabu-shabu, dan sederet masakan Jepang lainnya.
Agar investasinya cepat balik, Andrian berpikir sekalian saja mendirikan restoran Jepang. Pasalnya, kalau cuma mengandalkan jasa katering, sulit sekali mencapai titik impas, sebab dapur dan peralatannya khusus dan mahal. Toh, mereka terbentur masalah besar, yakni: modalnya belum ada.
“Modalnya belum ada. Kami kan bukan anak konglomerat. Jadi, kami harus menabung dulu dari bisnis Ten Party,” ujar Andrian. Baru sekitar empat tahun sejak ditemukannya ide itu, Andrian-Renny merealisasikan usaha katering plus resto Jepang. Resto besutannya itu dinamai Takigawa – dalam bahasa Jepang, takigawa berarti air terjun yang mengalir. Gerai pertama di Jl. Panglima Polim, Jakarta Selatan. Jadi, di resto ini pula usaha katering masakan Jepang digelindingkan bersama-sama. Luas tanahnya 350 m2 dan kapasitas tempat duduk untuk 120 orang. “Kami tidak menyewa konsultan atau manajer. Kami berdua inilah manajer dan konsultannya,” kata Andrian mengenang saat merintis usaha resto lima tahun lalu.
Toh, lantaran tak ingin gagal, Andrian-Renny membajak 7 orang chef terbaik dari 7 resto Jepang paling top di Jakarta. Ketujuh ahli masak ini dijadikan karyawan, dan dengan mereka, Andrian-Renny mengajak bersama untuk menemukan formula masakan Jepang yang sesuai dengan lidah konsumen Indonesia. “Kami tak semata-mata mengumpulkan menu dari ke-7 orang itu. Kalau cuma itu nanti jumlah menu kami bisa banyak banget, dan kalau dibukukan bisa setebal Al Quran. Kami menciptakan menu baru yang harus lulus tes lidah 9 orang tadi,” Andrian menguraikan.
Dengan cara ini, Takigawa bisa melahirkan menu-menu masakan yang lengkap dan disukai, selengkap empat-lima restoran dijadikan satu. Sebagai contoh, ada nigiri sushi, kamameshi, kushiyaki, sashimi, temaki, shabu-shabu, dan bakmi. “Kami salah satu pionir jenis restoran Jepang bernuansa fusion cuisine di Jakarta,” ucap Andrian bangga. Sebagai konsekuensi pencampuran ide itu, apalagi dapurnya juga melayani jasa katering, membuat dapur Takigawa complicated. Tak heran, untuk dapur saja butuh tiga lantai sendiri.
Cara promosi yang dilakukan sejoli ini untuk mengorbitkan Takigawa juga menarik. Yakni dengan merekrut selebriti dan kalangan sosialita untuk jadi PR agent Takigawa. Misalnya ada Marissa, Ivy Purwita, Dina Lorenza dan Davina Veronica. Mereka ini sosok yang sering tampil di majalah-majalah sosialita. “Daripada ngerumpi doang, mereka kami ajak ngerumpi di Takigawa, dan dapat gaji lagi,” ungkap Andrian.
Sebenarnya tujuan Andrian mengajak komunitas artis itu agar mereka mau mencoba sajian di Takigawa. Karena itu, sebagai endorser mereka hanya dipakai dua-tiga bulan, dan biasanya lalu diganti selebriti lain. “Sebab, kalau sudah dua-tiga bulan seluruh kawan dan keluarganya mungkin sudah diajak ke Takigawa. Dari situ diharapkan akan ada beberapa pelanggan yang sudah mencoba kemudian loyal,” Andrian membeberkan jurusnya.
Kombinasi citarasa masakan yang pas, plus promosi yang mengena, rupanya membuat penetrasi Takigawa relatif cepat. Adapun bisnis kateringnya berjalan dengan baik pula. Sehingga, sejoli ini makin percaya diri untuk membuka gerai berikutnya, yakni di La Piazza, Kelapa Gading, mal milik Grup Summarecon. Bila luas lahan untuk gerai pertamanya hanya 350 m2, di La Piazza luasnya lebih dari 1.000 m2. “Sampai sekarang gerai kami yang terbesar masih di La Piazza,” kata Andrian.
Menariknya lagi, untuk menempati gerai ini Takigawa tidak dikenai biaya sewa sepeser pun karena memakai pola bagi hasil (revenue sharing). “Kami ke sana cuma bawa peralatan dapur dan furnitur, selebihnya sudah disediakan manajemen La Piazza. Sangat efisien,” ungkapnya bangga. Konon, ini semua bagian dari tanda terima kasih Sutjipto Nagaria, pemilik Grup Summarecon, karena Andrian telah membantu mengonsep dan mendesainkan venue La Piazza. Resto ini juga disambut pasar cukup baik. Karena itu, tahun berikutnya Andrian-Renny langsung membuka lagi satu gerai Takigawa di Setiabudi One (Atrium Setiabudi), Kuningan, Jakarta.
Melihat resto Takigawa yang selalu ramai, beberapa pelanggan Takigawa datang ke Andrian-Renny agar mereka diberi kesempatan memiliki Takigawa. “Terus terang kami awalnya bingung bagaimana memenuhi permintaan teman-teman itu,” cerita Andrian. Karena merasa tidak enak, akhirnya Andrian mempersilakan teman-temannya untuk bekerja sama dengan pihaknya menggunakan pola waralaba. “Terus terang kami nggak pernah menawarkan franchise kami. Mereka yang datang meminta ke kami karena sudah menjadi pelanggan Takigawa. Kami setujui beberapa figur supaya sekalian bisa jadi public relations,” tutur Andrian.
Namun, ia menegaskan prinsipnya tak ingin menjual hak waralabanya secara massal. Karena itu, ia tak pernah mau ikut pameran. “Resto kami ini resto butik. Kami harus hati-hati mengembangkannya. Kami tidak cari uang dari menjual royalti waralaba. Kami juga harus memastikan investor kami untung,” Andrian menuturkan beberapa prinsip bisnis restonya. Itu saja tak cukup. Harus didukung dari sisi komunikasi. “Kami dan dia (investor) juga harus klop kalau mengobrol, karena kerja sama franchise untuk 10 tahun. Bayangkan, kalau 10 tahun bertengkar melulu? Harapan kami, kalau berbisnis selain dapat uang juga harus senang kan.”
Andrian menambahkan, saat ini terus ekspansi membuka jaringan restonya. Ia bekerjasama dengan para pemodal dengan pola kerjasama bagi hasil dan juga ada yang pola franchise. Model kerjasama ia susun sendiri dan bersifat unik sehingga berbeda dengan para pengelola franchise lain. Dalam memilih mitra Andrian selalu memilih investor yang mau bekerja keras dan bervisi jangka panjang.
Dalam hal event, Andrian berusaha menjaga eksklusivitas, sehingga per minggu hanya menangani lima event. “Kami ingin melayani pasar kami sendiri yang sudah loyal selama ini.” Bisnis tenda dan dekorasinya itu ternyata sudah pula diwaralabakan lima tahun lalu, sebab banyak yang tertarik setelah melihat Ten Party menggelar tendanya di beberapa kota besar seperti Medan, Makassar, Bandung, Semarang, Surabaya dan Samarinda. “Ten Party termasuk bisnis tenda dan dekorasi yang sudah punya mitra waralaba,” katanya bangga. Franchisee Ten Party antara lain sudah ada di Bandung, Surabaya dan Samarinda. “Kami di Jakarta yang jadi motor desainnya, dan alat kami juga diputar hingga ke daerah,” ungkap Andrian.
Kini, bisnis Andrian-Renny sudah mempekerjakan lebih dari ratusan orang. Menariknya, mereka memberikan bagian saham di perusahaan holding kepada beberapa karyawan senior yang sudah menunjukkan loyalitas, kompetensi dan kejujurannya. “Saya berharap ini bisa menjadi tabungan bagi anak-anak mereka kelak ketika mereka sudah tidak bekerja lagi,” kata Andrian bijak. Ya, selama ini sang pasutri mengelola perusahaannya dangan cara kekeluargaan, seperti hubungan bapak-ibu dengan anak-anaknya. Setiap karyawan bebas meneleponnya untuk konsultasi. Tak heran, karyawannya cukup loyal. “Tujuh chef yang kami ajak saat pertama mendirikan resto juga belum ada satu pun yang keluar,” kata Andrian sembari menyebutkan bahwa bisnis utamanya adalah bisnis tenda.
Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu resep bisnisnya bisa maju – baik di bisnis tenda maupun resto – adalah karena inovasi. Apalagi di kedua bisnis itu kini persaingannya makin ketat. Di bisnis tenda misalnya, kini banyak pengusaha keturunan India dan Tionghoa yang masuk. Kalau dulu ia tergolong perintis yang membuka pasar, sekarang pemainnya sudah ratusan. “Kami bisa bertahan karena inovasi. Kalau kami meleng sedikit saja pasti disalip kompetitor,” katanya. Menyadari tingkat persaingan yang tinggi, semua desain Ten Party telah dipatenkan agar tidak dijiplak seperti pada era sebelumnya. Cara ini juga dilakukan di bisnis resto yang dapurnya dipusatkan di kediaman mereka di bawah komando langsung Renny, supaya aman dari peniruan.
Andrian menyebut bisnisnya berkembang karena dari awal ditekuni sendiri. “Kami sendiri yang mengopeni. Kami percaya, kalau menekuni bisnis sebaiknya memang mesti menceburkan diri, dan mendalami agar benar-benar bisa mengerti. Sehingga apes-apesnya bisnis kami nggak jalan atau tutup, paling tidak kami sudah dapat satu, yaitu ilmunya. Ilmu itu modal yang paling mahal kalau ingin sukses,” Andrian menerangkan filosofinya. “Lagi pula, bisnis yang diopeni dan ditekuni sendiri oleh sang pemilik, biasanya akan lebih maju karena ada personal touch dan passion dari sang pemilik.” (Penulis: Sudarmadi, email: wingdarmadi@gmail.com )
Kisah bisnis menarik lainnya:
Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan
Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto
Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji
Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM
Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle
Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR