Kinerja Tiphone Fantastik, Pendapatan Bersih Melonjak 42%

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) membukukan pendapatan bersih semester I tahun 2016 sebesar Rp 12,89 triliun atau naik 42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut sebagian besar disumbangkan dari pendapatan bisnis voucher yang memberikan kontribusi sekitar 78% dari pendapatan Perseroan.
Selama enam bulan pertama tahun ini, TELE meraih pendapatan bersih dari segmen bisnis voucher dan kartu perdana sebesar Rp 10,01 triiliun atau naik 87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan pendapatan tersebut merupakan dampak dari pengembangan jaringan distribusi baru yang melibatkan kalangan perbankan yang dilakukan Perseroan pada tahun lalu.
Direktur Utama TELE Tan Lie Pin mengatakan pada tahun 2015, Perseroan giat melakukan ekspansi dengan mengembangkan jaringan distribusi modern bekerja sama dengan pihak perbankan, baik pembelian voucher melalui ATM maupun internet banking. Melalui kerjasama tersebut, Perseroan berharap jaringan distribusi baru ini dapat meningkatkan kontribusi pendapatan sekitar 30% sampai akhir tahun ini.
“Pengembangan ke jaringan distribusi kerja sama dengan perbankan yang kami lakukan pada tahun 2015 lalu telah memberikan hasil yang positif terhadap kinerja Perseroan. Pendapatan voucher mengalami kenaikan cukup signifikan pada kuartal I dan kuartal II tahun ini,” kata Tan Lie Pin.
Selain itu, meningkatnya pertumbuhan mobile data pada semester pertama tahun ini jua ikut mendorong pendapatan dari usaha voucher. Mobile data diperkirakan tumbuh lebih kurang 30% hingga 40% pada tahun ini yang mendorong mendorong pembelian paket data operator, khususnya Telkomsel.
Pada semester I 2016, kontribusi pendapatan segmen voucher terhadap pendapatan bersih Perseroan mencapai 77%, mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan sekitar 59% pada semester I tahun lalu. Sedangkan kontribusi pendapatan dari telepon seluler sekitar 22,3%, turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 41%.
Pada Januari-Juni 2016, penjualana telepon seluler tercatat sebesar Rp dua,87 triliun, turun 23% dibandingkan periode yg sama tahun 2015 yang mencapai Rp 3,72 triliun. Hal ini ditimbulkan turunnya pasar smartphone dampak persaingan yang ketat menggunakan merek lain dengan harga yg lebih murah.
Dengan pendapatan tadi, TELE berhasil membukukan laba kotor semester I 2016 sebanyak Rp 754,97 miliar atau naik kurang lebih 45% dibandingkan periode yg sama pada tahun kemudian. Sedangkan keuntungan usaha jua meningkat kurang lebih 43% sebagai Rp 496,01miliar.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Semuel Kurniawan, menyampaikan dalam tahun ini Perseroan masih sanggup mempertahankan margin laba bisnis dalam kisaran 3,8% atau nir jauh tidak sama dengan tahun kemudian. Sedangkan margin keuntungan bersih berada di kisaran 1,6% hingga 1.8%.
Pada semester I 2016, Perseron berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 229,83 miliar atau naik sebesar 26% dibandingkan periode yg sama tahun 2015 yg mencapai Rp 182,73 miliar.
Sampai dengan 30 Juni 2016, total aset perseroan mencapai Rp 7,12 triliun. Sedangkan total ekuitas Perseroan per 30 Juni 2016 mencapai Rp 2,94 triliun.
PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk berdiri pada lepas 25 Juni 2008. Tiphone beranjak di bidang distribusi produk & layanan seluler pada Indonesia dan sebagai distributor terbesar di Indonesia buat produk Telkom Group. Tiphone menyediakan layanan one stop shopping buat produk & layanan telekomunikasi, dengan jaringan yg beredar pada seluruh Indonesia. Saat ini, Tiphone mempunyai 200 tempat kerja cabang, 400 outlet, 96 sentra service, dan 250.000 reseller aktif. Perseroan jua berkiprah pada bidang jasa pemugaran (reparasi) telepon seluler dan penyediaan aplikasi & konten telepon seluler. Saat ini, Perseroan telah sebagai distributor untuk sejumlah merek ponsel ternama, misalnya Samsung, LG, HTC, Blackberry, Huawei & jua Tiphone.
Logindo Jual 6 Kapal dan Lakukan Efisiensi
PT Logindo Samudramakmur Tbk. (?Perseroan?), perusahaan yang berkiprah dibidang jasa pendukung aktivitas tanggal pantai bagi industri minyak & gas bumi, berhasil menjual 6 (enam) kapal milik Perseroan pada pihak ketiga selama 2 bulan terakhir ini.
Presiden Direktur Perseroan, Eddy Kurniawan Logam, menyatakan :?Kami berhasil menjual 4 (empat) tug boat & 2 (2) flat top barge kepada pembeli pada negeri. Ini adalah output daripada upaya Perseroan yg sudah mencanangkan penjualan kapal kapal yg nir produktif selama ini. Diharapkan penjualan ini juga bisa meringankan sebagian beban biaya operasional Perseroan dalam masa mendatang.?
Chief Financial Officer, Sundap Carulli, turut menyebutkan : ? Nilai penjualan kapal kapal tadi ternyata masih sedikit pada atas nilai bersih kitab (net book value) sebagai akibatnya nir akan ada efek negatif terhadap laba rugi Perseroan. Realisasi penjualan 6 (enam) kapal ini pula adalah bagian berdasarkan pencadangan 17 (tujuh belas) kapal yang dipasarkan pada neraca Perseroan (?Asset For Sale?)
Eddy Kurniawan Logam menutup menggunakan menambahkan :? Disisi bisnis, kami sudah melihat peningkatan kegiatan & utilisasi sewa kapal pada kwartal 2 (dua) ini, terutama kapal kapal besar . Beberapa kapal kami sudah menerima kontrak sewa yang bersifat lebih jangka panjang, sebagai akibatnya ini sangat membantu pada perencanaan operasional juga asumsi pendapatan juga arus kas kedepannya. Ini adalah petanda positif yg kami pantau dan dibutuhkan dapat menjadi momentum yg positif dan berkelanjutan buat semester kedua.
Meskipun demikian, kami tetap penekanan terhadap upaya perampingan organisasi, efisiensi pada segala lini, penghematan biaya , dan manajemen arus kas yang berhati hati. Hal ini sangat krusial supaya kami bisa bersaing & bertahan dalam menghadapi persaingan & tantangan pada pasar.?
Krakatau Bandar Samudera Kembangkan Bisnis Dry Port
Anak usaha Krakatau Steel Group, PT. Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) mulai mengoperasikan dry port di kawasan industri PT Krakatau industral Estate Cilegon (KIEC), Senin (12/6). Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Tonno Sapoetro mengatakan bahwa dry port berdiri dia atas lahan satu hektare di areal PT KIEC. Dry port merupakan rencana yang sudah pernah terealisasi pada 2012. “ini bagian dari dukungan kami terhadap pemerintah yang mengedepankan logistik. Sejak zaman Belanda juga pengiriman barang dilakukan melalui kereta api, sehingga kita perlu teruskan karena memang lebih efisien,” kata Tonno.
PT. Krakatau Bandar Samudera merupakan anak usaha dari Produsen baja terbesar nasional PT Krakatau Steel Tbk. Berada di jantung industri Kota Cilegon, yakni di kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon, KBS memiliki keunggulan karena letaknya strategi karena dekat pusat-pusat industri. Saat ini KBS memiliki pelabuhan terdalam alami yakni hingga kedalaman 30 meter, disiapkan untuk menangani segala jenis cargo baik curah kering, curah cair maupun container. Sejalan dengan meningkatnya kegiatan eksport import barang melalui laut, maka sarana dan prasarana terus dikembangkan, meliputi dermaga, ship unloader (crane), conveyor maupun pergudangan. Kaapasitas bongkar muat telah mencapai 25 juta ton per tahun, dan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan industri di kawasan.
Sebagai anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk yang beranjak pada bidang kepelabuhanan, PT KBS tidak mampu terlepas dari logistik. Tonno yakin deppo kontainer output kolaborasi KBS & PT Kereta Api Indonesia itu akan mengefisienkan rantai pendistribusian logistik. Kerja sama menggunakan PT. Kereta Api (Persero) Tbk sudah berjalan sejak tahun 2012 diawali dengan pengangkutan produk-produk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ke Jawa Timur oleh PT KBS. Kerjasama ini dibutuhkan akan terus berkembang sejalan menggunakan pembangunan Dry Port yang dibangun sang PT.KBS pada Kawasan Industri KIEC. Dry Port yg adalah terminal kontainer daratan yg memiliki akses langsung ke jalan raya dan rel kereta yg terkoneksi dengan pelabuhan bahari, serta mempunyai fasilitas buat mendukung aktivitas domestik, ekspor dan impor. Pembangunan Dry Port adalah jawaban atas terus meningkat lalu lintas kontainer yang diperlukan industri di Cilegon.
Pengiriman Kargo perdana sang PT. Krakatau Bandar Samudera berupa kargo bijih plastik milik PT. Chandra Asri Chemical. Tbk sebanyak 5 (5) container menggunakan tujuan ke Surabaya yg akan dikirimkan beserta menggunakan 14 (empat belas) gerbong baja coil milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan 1 kontainer papan gypsum milik PT. Jaya Boral Tujuan Gresik.
Selanjutnya PT. KBS menyediakan layanan dry port pada lahan seluas 5.903 meter persegi yg diperoyeksikan akan menangani 1.350 gerbong per tahun dalam tahun pertama & akan meningkat sebagai 1.800 gerbong per tahun dalam tahun-tahun berikutnya. Pembangunan fasilitas Dry Port menaruh solusi bagi pengguna jasa karena akan sebagai proyek terintegrasi menurut fasilitas pelabuhan hingga ke gudang tujuan di area Jawa Timur dan area-area lainnya. PT.KBS menyediakan layanan pengiriman kargo menggunakan pola operasi setiap hari, 2 hari sekali juga 3 hari sekali.
Nusa Konstruksi Kejar Proyek Rp 2,5 Triliun
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. Keliru satu perusahaan konstruksi partikelir terbesar pada Indonesia memberikan fakta tentang sasaran pencapaian tahun 2017.
Dalam keterangan persnya, Sekretaris Perseroan Djohan Halim mengungkapkan, ?Untuk tahun
2017 ini, Perseroan memproyeksikan memperoleh kontrak baru dengan total Rp dua,lima Triliun atau
naik lebih dari 100% dibandingkan perolehan kontrak baru pada tahun sebelumnya yaitu
sebesar Rp 963 Miliar?.
Mengenai komposisi jenis pekerjaan target proyek baru yg disasar oleh Perseroan, tahun
2017 Perseroan menargetkan porsi 70% : 30%. Buat pekerjaan gedung dan infrastruktur.
Selain kenaikan terhadap sasaran kontrak baru, Perseroan juga menargetkan kenaikan pada
pencatatatan penghasilan usaha Perseroan diangka dua,lima Triliun atau naik menurut target penghasilan usaha tahun sebelumnya pada angka 1,9 Triliun.
?Dalam perolehan keuntungan bersih, Perseroan menargetkan keuntungan dikisaran dua-3% berdasarkan total penghasilan bisnis yang dicatat Perseroan,? Tambah Djohan Halim. Untuk belanja kapital (CAPEX), Perseroan telah menganggarkan budget sebesar Rp 125 Miliar dimana akan dipakai Perseroan untuk melakukan investasi indera, serta pengembangan bisnis Perseroan.
Dengan ditargetkannya kontrak baru diatas, maka total order book Perseroan ditargetkan akan
berjumlah Rp 5,8 Triliun dimana nomor tersebut adalah akumulasi menurut pencatatan carry over pada
tahun 2016 sebesar Rp 3,tiga Triliun. Beberapa proyek carry over Perseroan di tahun 2017 merupakan proyek gedung perkantoran World Capital Tower (WCT) dan Holland Village di Jakarta, serta pembangunan jalan pada Sumatera & Sulawesi
Kinerja Krakatau Steel : 2016, Laba Operasional Mulai Positif
Perusahaan BUMN bidang baja, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tahun 2016 mulai menghasilkan kinerja laba operasional yang positif. Laba operasional 4,39 juta dollar AS atau sekitar Rp 58,98 miliar dalam 2016. Pada tahun sebelumnya, Krakatau Steel mengalami kerugian 183,55 juta dollar Alaihi Salam atau kurang lebih Rp dua,53 triliun bila menggunakan kurs akhir 2015.
?Laba operasi ini meningkat dibanding tahun sebelunmya yg profitnya minus karena rendahnya harga baja,? Istilah Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Sukandar dalam konferensi pers di Karawaci, Tangerang Banten, Selasa (7/tiga).
Sukandar mengatakan, sekitar Juli 2008 barga baja sempat mencapai 1.090 dollar Alaihi Salam per metrik ton. Seiring krisis di Alaihi Salam, harga turun menjadi tinggal sekitar 400 dollar AS per metrik ton. Kondisi ini memberatkan semua pabrik baja.
Harga kemudian mulai merangkak naik. ?Krakatau Steel go public kira-kira di November 2010 waktu harga baja sekitar 600-700 dollar Alaihi Salam per metrik ton di pada negeri,? Istilah Sukandar.
Tetapi, harga baja terus turun dan mencapai titik terendah kira-kira dalam Desember 2015- Januari 2016, yakni tinggal 265 dollar AS per metrik ton. ?Apabila harga terdapat di bawah 400 dollar Alaihi Salam per metrik ton untuk HRC (baja canai panas), pabrik nir mampu menghasilkan uang,? Ujarnya.
Direktur Keuangan Krakatau Steel Tambok P Setyawati S mengatakan, teknologi dan inovasi sanggup membangun pasar baru bagi industri baja. ?Setelah empat tahun berturut-turut rugi, pada 2016 kami sudah mencatatkan keuntungan. Kenaikan pendapatan memang sedikit, hanya 1,73 %. Akan namun, volume penjualan naik 15,25 persen berdasarkan 1,94 juta ton menjadi 2,23 juta ton,? Tutur Tambok.
IKEA Bantu Promosi UKM Batik, Tenun dan Tas Kain Indonesia

Dalam rangka memperkenalkan dan sekaligus mengangkat produk-produk UKM, IKEA Indonesia mengadakan pameran Teras Indonesia ke-6 yang kali ini menghadirkan produk-produk favorit seperti kain batik, kain tenun dan juga aneka tas yang terbuat dari bahan tekstil maupun kanvas. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 4-6 Agustus 2017 di area pintu masuk toko IKEA Alam Sutera. ‘Teras Indonesia’ merupakan kerjasama antara IKEA Indonesia dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), kali ini diikuti oleh tiga peserta UKM yaitu Berkat Pandu, Nusantara Kreatif, dan Heejou.
Country Marketing Manager IKEA Indonesia, Eliza Fazia mengatakan, “Kami senang bahwa IKEA Indonesia dapat konsisten melaksanakan ajang Teras Indonesia di area pintu masuk toko IKEA Alam Sutera setiap akhir pekan pertama setiap bulan sepanjang 2017, khususnya dalam rangka memperkenalkan produk-produk UKM yang sangat unik dan khas kepada masyarakat.”
Ketiga UKM yang berpartisipasi menampilkan produk-produknya di IKEA Alam Sutera tampak antusias mendapatkan kesempatan tersebut.
Mardani pemilik Berkat Pandu, menyampaikan, “Kami senang bahwa IKEA Indonesia memberikan kesempatan kepada UKM berpameran pada Teras Indonesia di IKEA Alam Sutera. Untuk itu, kami menampilkan beragam kain batik yang terdiri atas batik tulis, batik cap dan hingga batik print dengan desain khas kami. Semoga dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap karya UKM Indonesia.”
Selain batik, Teras Indonesia ke-6 menampilkan rangkaian kain tenun NTT hasil produksi Nusantara Kreatif yang digemari di mancanegara. Arisman Candra, pemilik Nusantara Kreatif, mengatakan, ”Kami mengapresiasi diselenggarakannya Teras Indonesia oleh IKEA, dimana kami menghadirkan tenunan pewarna alami dari Alor, NTT, yang merupakan tata busana siap pakai atau ready-to-wear. Produk karya kami merupakan gabungan dari keterlibatan perancang busana dengan para penenun Alor, NTT. Semoga kehadiran Nusantara Kreatif dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan kawasan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Alor-NTT.”
Sementara itu, Nisa Rahmania, pemilik Heejou, juga menghadirkan produk-produknya pada Teras Indonesia ini berkomentar, “Menghadirkan produk-produk kami di Teras Indonesia IKEA Alam Sutera merupakan kebanggaan tersendiri. Selain diberi pelatihan tentang penataan produk retail berstandar internasional oleh IKEA, kami juga berkesempatan menghadirkan produk tas kanvas dan tas jeans dengan aplikasi menarik kepada masyarakat, dalam spirit untuk mendorong pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan tas plastik.”
IKEA mengajak para pelanggan untuk datang ke IKEA Alam Sutera dan mengunjungi Teras Indonesia ke-6 yang hanya digelar pada pekan minggu pertama di bulan Agustus 2017.
Visi IKEA adalah untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, dengan menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau sehingga lebih banyak orang dapat membelinya.
IKEA didirikan oleh Ingvar Kamprad di Småland, Swedia bagian selatan pada tahun 1943, saat ia berusia 17 tahun. Nama perusahaan ini merupakan singkatan dari inisial namanya, IK, E kependekan dari Elmtaryd, nama peternakan dimana ia tumbuh, dan A kependekan dari Agunnaryd tempat dimana peternakan itu berada. Konsep IKEA berbasis pada pengetahuan yang menyeluruh tentang kebutuhan dan fungsi kehidupan di rumah, dengan memadukan pengalaman penggunaan material dan teknik kproduksi. IKEA memiliki pengalaman 70 tahun dalam mengembangkan dan mengampilkan rangkaian produk IKEA.
Toko IKEA menghadirkan rangkaian perabot rumah tangga yang didesain dengan baik, fungsional yang diproduksi melalui riset dan pengembangan, quality control yang ketat, dan dengan memperhatikan keberlanjutan jangka panjang. Produk-produk IKEA sederhana dalam desain, multifungsi dan dengan banyak manfaat yang tak terlihat. Produk IKEA dikemas datar, sehingga memungkinkan konsep “do-it-yourself” dan harga yang lebih untuk produk yang dibuat oleh para desainer.
Sejak tahun 2016, IKEA mengoperasikan 389 toko dengan lebih dari 183,000 co-workers di 48 negara; dengan total penjualan 36.4 juta Euro. IKEA mencatat lebih dari 915 juta pengunjung toko di seluruh dunia, 2,1 milyar pengunjung website di seluruh dunia dan lebih dari 211 juta katalog yang dicetak dalam 33 bahasa dan dibagikan secara gratis ke rumah pelanggan kami.
Bisnis IKEA di Indonesia dikelola dibawah persetujuan lisensi yang diberikan kepada PT Hero Supermarket Group Tbk. PT Hero terdaftar di Bursa Efek Jakarta, dibawah payung Dairy Farm International yang merupakan divisi ritel dari Jardine Matheson Group. Toko IKEA pertama di Indonesia dibuka di Alam Sutera yang berlokasi di sebelah barat Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2014.
Kinerja XL Axiata 2017 : Laba Bersih Positif, Pendapatan Kuartal II Rp 5,7 Triliun
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) hari ini mengumumkan hasil audit untuk periode enam bulan pertama yang berakhir per 30 Juni 2017. XL Axiata berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang menggembirakan di kuartal 2 tahun 2017. Pendapatan terus tumbuh menjadi Rp 5,7 triliun, dan ini merupakan pertumbuhan yang terjadi secara beruntun dalam 3 kuartal terakhir. Pertumbuhan pendapatan jasa yang kuat ini ikut mendorong diraihnya laba bersih sebesar Rp 95 miliar. Hasil kinerja ini tidak terlepas dari penerapan secara konsisten Agenda Transformasi 3R yang telah XL Axiata jalankan sejak 2015 untuk menjadi Data Focused Company.
Kuatnya kinerja XL Axiata pada kuartal 2 tahun 2017 ini terlihat dari pertumbuhan yang terus terjadi secara konsisten dibandingkan kuartal sebelumnya, maupun dibandingkan periode yg sama tahun lalu. XL Axiata mencatat pertumbuhan pendapatan sebanyak 8% QoQ atau meningkat 8% YoY. Sementara itu pada laba bersih tercatat meningkat 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan jasa antara lain didorong sang semakin kuatnya pertumbuhan pendapatan menurut layanan Data, yaitu sebesar 18% QoQ & 72% YoY, & menaruh kontribusi sebanyak 67% dalam total pendapatan jasa XL Axiata.
Presiden Direktur/CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengungkapkan, ?Sepanjang semester 1 2017 kami sudah meluncurkan sejumlah inisiatif secara menyeluruh di setiap lini bisnis kami buat sahih-benar mampu menghadirkan kualitas layanan sinkron dengan ekspektasi pelanggan. Seiring dengan peningkatan kualitas jaringan data, kami meluncurkan sejumlah program layanan data yg memperlihatkan manfaat lebih banyak kepada pelanggan, dan memperkuat penerapan dual merk ?XL? Dan ?AXIS? Buat mampu secara efektif meraih pelanggan yg tepat.?
Dian menjelaskan, sesuai dengan komitmen untuk berfokus dalam penyediaan layanan data berkualitas, XL Axiata telah membangun 93.507 unit BTS per akhir semester 1 2017, dengan lebih 42.000 unit di antaranya adalah BTS 3G & hampir 14.000 unit adalah BTS 4G LTE. Sebagai hasilnya, kini daerah cakupan layanan data terus semakin luas, yaitu total 400 kota/kabupaten terjangkau layanan 3G dan U900, termasuk kota-kota mini di luar Jawa.
Perluasan jaringan 4G LTE pula berlangsung secara massif. Hingga Juni 2017 sebanyak 288 kota/kabupaten telah terjangkau layanan internet cepat ini, termasuk di antaranya puluhan kota pada Sumatera, Kalimantan, & Sulawesi. Untuk daerah Jawa, hampir semua kota-kabupaten pada wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, & Jawa Timur, sudah terlayani 4G LTE. Peningkatan kualitas jaringan data yg berkesinambungan tadi termasuk pula perluasan jaringan 4G LTE, telah mendorong taraf ketenangan pelanggan dalam mengakses layanan-layanan data.
XL Axiata telah menaikkan jumlah jaringan pada daerah luar Jawa dan mempersempit kesenjangan dengan kompetitor pada setahun terakhir ini. Hal tadi didukung juga dengan banyak sekali penemuan & penawaran layanan data yg menarik sebagai akibatnya pangsa pasar pada luar Jawa meningkat. Dengan demikian, perusahaan telah melihat bahwa pertumbuhan pendapatan di luar Jawa juga memberikan kontribusi atas kuatnya pertumbuhan pendapatan pada kuartal ini & karenanya akan terus serius pada investasi yang lebih banyak di luar Jawa & terus memanfaatkan momentum positif ini.
Sebagai output perluasan dan peningkatan kualitas layanan data tersebut, tercatat peningkatan trafik layanan data hingga hampir 3x lipat dibandingkan periode yang sama tahun kemudian. Khusus buat trafik layanan 4G, tercatat peningkatan sampai 13x lipat dibandingkan semester 1 tahun 2016. Bahkan dalam liburan Lebaran 2017 kemudian, trafik layanan data XL Axiata melonjak sampai 218% YoY, yang berarti tertinggi dibandingkan operator lainnya. Jumlah pelanggan layanan data juga terus meningkat, & ketika ini mencapai 35,3 juta pelanggan atau sekitar 70% dari total pelanggan XL Axiata.
Menangkap momentum positif ini, XL Axiata menindaklanjutinya dengan antara lain meneruskan program bundling dengan ponsel smartphone yg menawarkan kemudahan kepada pelanggan buat menerima smartphone majemuk tipe beserta paket layanan data yang menarik menurut XL Axiata. Hingga akhir Juni 2017, jumlah pelanggan yang memakai smartphone juga terus meningkat & sebagai kurang lebih 67% berdasarkan total pelanggan. Sementara itu, pelanggan layanan XL 4G LTE pula terus tumbuh & sudah mencapai kurang lebih 40% menurut total pelanggan.
Terus bertambahnya pelanggan yg beralih memakai layanan data 4G juga nir terlepas menurut berhasilnya penerapan taktik dual brand untuk produk layanan XL Axiata, yaitu XL yg ditujukan buat pelanggan segmen ?Kerah putih?, dan AXIS buat pelanggan segmen anak muda. Pada kedua brand tadi, XL Axiata sudah meluncuran acara-acara promo layanan data yg menaruh benefit lebih buat pelanggan.
Salah satu program promo yang mendapatkan sambutan sangat cantik berdasarkan pelanggan adalah ?Xtra Combo? Yg menyediakan paket ?YouTube Tanpa Kuota?. Promo ini menunjukkan benefit berupa akses perdeo ke YouTube sampai kuota tertentu, serta bonus menarik untuk layanan telepon dan SMS. Selain itu, pelanggan segmen anak muda juga tertarik pada acara promo AXIS HITZ yang memperlihatkan keuntungan berupa tarif menelpon irit Rp 99 per mnt & bonus mengirimkan SMS pada jumlah yg banyak ke seluruh operator. Selain itu pula masih ada insentif tambahan berupa akses chatting menelepon, & video call melalui aplikasi chatting WhatsApp, LINE, dan BBM yang berlaku pada jaringan 4G/3G/2G sepuasnya setiap hari.
XL Axiata juga terus menaikkan daya tarik layanan XL Prioritas, yg merupakan produk pascabayar. Seiring menggunakan terus menaikkan popularitas layanan ini pada rakyat, jumlah pelanggan XL Prioritas terus semakin tinggi signifikan. Selain itu, pelanggan high value jua sudah merespon dengan baik kehadiran merek premium ini termasuk menggunakan keseluruhan pengalaman layanan yang lebih baik. Selain itu, upaya XL Axiata buat lebih memenuhi permintaan atas layanan internet berkecepatan tinggi melalui layanan mobile broadband (MBB) ?XL GO? Juga terus mendapatkan respon yang menjanjikan dari masyarakat. Pelanggan layanan ?XL Go? Sudah mencapai lebih dari 120.000 pelanggan atau semakin tinggi 284% dari pertama kali diluncurkan dalam paruh kedua tahun 2016 lalu.
Semua kerja keras XL Axiata tadi telah berhasil meningkatnya total jumlah pelanggan menjadi lebih 50,lima juta pelanggan, meningkat 15% dibandingkan periode yg sama tahun kemudian. ARPU blended XL Axiata di kuartal 2 sebesar Rp 34.000, semakin tinggi tiga% menurut kuartal sebelumnya. Pencapaian ini sejalan menggunakan rencana transformasi yang berfokus meraih pelanggan yg berkualitas sesuai sasaran menjadi bagian berdasarkan Agenda Transformasi.
Di kuartal 2, XL Axiata mencetak laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) yang meningkat 12% QoQ menjadi Rp 2,1 triliun. EBITDA margin juga meningkat 1,5% QoQ menjadi 36,5%, sebagai hasil dari fokus XL Axiata pada profitabilitas yang merupakan inti dari Agenda Transformasi. Faktor utama dalam pencapaian pertumbuhan EBITDA tersebut adalah pertumbuhan pendapatan yang kuat seiring dengan efisiensi biaya. Selain itu, ada pula karena pengaruh dari program peningkatan upaya dari sisi Sales dan Marketing untuk membangun kesadaran pelanggan melalui program U900 dan peluncuran layanan 4G di berbagai kota/kabupaten secara massif.
Seiring dengan rencana Transformasi, XL Axiata pula terus berusaha memperkuat Neraca Keuangan (Balance Sheet Management). Salah satu aksi korporasi yg sudah dilakukan adalah meluncurkan penawaran Sukuk Ijarah tahap kedua pada April 2017 kemudian. Dana menurut penawaran umum tadi terutama digunakan buat pembiayaan kembali dan memperpanjang pinjaman XL Axiata yang berdenominasi Rupiah. Hal ini akan semakin memperkuat portofolio utang XL Axiata yang akan berdampak pada rasio utang higienis Perseroan terhadap EBITDA permanen terjaga pada taraf yang sehat, yaitu pada bawah 2x. Neraca yg kuat adalah landasan bagi aspirasi XL Axiata buat menjadi pemimpin dalam ruang digital.
Agenda Transformasi XL Axiata terdiri dari Revamp (Mengubah) ? Mengubah contoh bisnis pencapaian pelanggan (menurut 'volume' sebagai 'value') disertai taktik distribusi serta perbaikan portofolio produk buat meningkatkan pendapatan. Rise (Meningkatkan) ? Menaikkan nilai merk XL dan menggunakan strategi dual-merk menggunakan AXIS buat menyasar banyak sekali segmen pasar yg berbeda. Reinvent (Menemukan kembali) ? Menumbuhkan aneka macam inovasi usaha melampaui model usaha yang digunakan waktu ini.
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) penekanan menyediakan layanan digital guna menaruh kemudahan bagi aktifitas kehidupan warga serta mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia. Mulai beroperasi secara komersial semenjak 8 Oktober 1996, XL Axiata ketika ini menyediakan majemuk layanan bagi pelanggan ritel & korporat yg didukung jaringan luas & berkualitas pada seluruh Indonesia. Sejak Desember 2014, XL telah mengimplementasikan jaringan 4G LTE, yang dilanjutkan menggunakan pengembangan 4G LTE komersial skala nasional pada bulan Juli 2015. XL Axiata merupakan bagian dari Axiata Group beserta dengan Celcom (Malaysia), Dialog (Sri Lanka), Robi (Bangladesh), Smart (Cambodia), Ncell (Nepal), Idea (India), dan M1 (Singapore).
Kinerja Hartadinata Abadi : Targetkan Jual Emas Rp 2,6 triliun
PT Hartadinata Abadi Tbk, perusahaan go public di bidang pembuat dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia, menargetkan penjualannya tahun 2017 akan tumbuh dikisaran 20 persen dari tahun lalu sebanyak Rp2,19 triliun menjadi Rp2,62 triliun. Sedangkan laba dibutuhkan meningkat menurut Rp70,02 miliar sebagai Rp 102,95 miliar.
Perusahaan itu baru saja sukses melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Setengah dana raihan IPO digunakan untuk pembiayaan kembali sebagian dari pinjaman modal kerja. Sedangkan sisanya, sebesar 42 persen akan digunakan untuk membeli bahan baku, enam persen untuk pembelian tooling chain machine, dan dua persen untuk pembentukan dan penerapan aplikasi sistem e-commerce.
Pembelian bahan baku dari dia, dibutuhkan buat menaikkan utilisasi kapasitas produksi di empat pabrik perusahaan. Saat ini, tingkat utilisasi pabrik perseroan tercatat sebanyak 26,6 % dengan kapasitas produksi 60 kilogram (kg) per bulan.
Saat ini, pihaknya pun mengaku penekanan mendorong penjualan di pada negeri & belum mempunyai planning buat melakukan ekspor pada saat dekat. Untuk itu, pada tahun ini pihaknya akan menambah 2 toko perhiasan menggunakan segmen menengah ke atas di wilayah Jakarta & Surabaya. Saat ini, perseroan tercatat memiliki 12 toko terdiri menurut tujuh toko menggunakan segmen kelas menengah bawah, empat toko kelas menengah atas, & satu toko waralaba (franchise). "Target frenchise kami 10 toko tahun ini," ujarnya.
Total saham yg ditawarkan Hartadinata kepada publik sebesar 1.105.262.400 (satu milyar seratus 5 juta dua ratus enam puluh 2 ribu empat ratus) lembar saham yg keseluruhannya merupakan saham baru, dengan nilai nominal Rp 100 (seratus rupiah) per lembar saham. Jumlah tersebut ekuivalen dengan 24% dari jumlah modal ditempatkan & disetor HRTA selesainya IPO.
Dengan harga penawaran Rp 300 per saham, HRTA menghimpun dana dari penawaran umum saham perdana sebesar Rp 330 miliar, yang akan digunakan separuhnya untuk membayar pinjaman modal kerja dan sisanya untuk modal kerja dengan rincian 42% untuk pembelian bahan baku, 6 % untuk pembelian mesin dan 2 % untuk pembentukan dan penerapan aplikasi sistem e-commerce.
”Melalui IPO ini, kami menjadi pionir di industri manufaktur dan perdagangan perhiasan emas dalam hal keterbukaan dan transparansi yang tentunya mendukung tata kelola perusahaan yang baik. Perluasan pasar melalui penambahan jaringan toko perhiasan emas kami yang juga ditawarkan melalui sistem franchise menjadi salah satu strategi andalan perseroan untuk meraih kinerja gemilang,” papar Sandra Sunanto, Direktur Utama Hartadinata Abadi Tbk
PT Hartadinata Abadi (Hartadinata) adalah produsen dan penyedia perhiasan emas yg telah eksis lebih dari 28 tahun. Perusahaan ini memiliki usaha yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari pabrik (manufaktur), penjualan grosir (wholesaler), & penjualan eceran (retail). Sejak berdiri sampai kini , Hartadinata sudah menjalin interaksi menggunakan lebih berdasarkan 600 toko emas pada seluruh Indonesia, memiliki 4 pabrik & beberapa toko retail sendiri.
Kinerja Gojek Cerah, Sukses Yakinkan Barisan Investor Global
Perusahaan aplikasi transportasi, Gojek dikabarkan baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 16 triliun dari raksasa teknologi asal China, Tencent. Kedua pihak telah melakukan kesepakatan. Dengan tambahan dana segar ini, otomatis valuasi Gojek saat ini sudah menyentuh angka US$3 miliar (sekitar Rp39,98 triliun).
Kali ini perusahaan alat transportasi berbasis online yakni GoJek menerima suntikan dana menurut salah satu perusahaan super besar teknologi berasal China. Raksasa China tadi yakni Tencent Holdings Ltd yg dikabarkan melakukan investasi kurang lebih 100 juta hingga 150 juta dollar Amerika Serikat (Alaihi Salam).
Kabarnya investasi yang dilakukan pada perusahaan Gojek ini adalah salah satu sinyal Tencent untuk ikut serta dalam pertumbuhan layanan teknologi kawasan Asia Tenggara. Tak hanya Tencent sebelumnya perusahan teknologi Indoneisa ini juga menerima sejumlah investasi dari beberapa perusahaan ekuitas swasta global. Dengan masuknya Tencent di Gojek, berarti tech company tersebut telah diinjek modal oleh sejumlah investor besar seperti Northstar, KKR, Warburg Pincus LLC dan Sequoia Capital.
Masuknya Tencent cukup menarik dan hal itu menandakan bahwa mereka memandang jika kawasan Asia Tenggara nantinya bakal melahirkan banyak perusahan rintisan yang akan naik kelas dengan valuasi tinggi atau sering dikatakan unicorn. Perusahaan asal China ini sendiri mempunyai kapitalisasi pasar hingga 341 miliar dollar AS. Selain itu mereka yakin bahwa masa depan kinerja Gojek akan sangat baik secara fondamental dan prospek.
Keberanian perusahaan Tencent buat berkembang pesat sudah tidak sanggup diragukan lagi. Tencent sebelumnya pula telah membeli saham perusahaan rintisan permainan asal Singapura Sea Ltd dengan harga mencapai tiga,75 miliar dollar Alaihi Salam lebih kurang bulan Maret lalu. Jadi lumrah apabila perusahaan yang satu ini sebagai perusahaan yg berhasil dan menjadi yang terbesar pada China.
Tak hanya Tencent yang berinvestasi buat Gojek, namun sejumlah raksasa teknologi China lainnya juga ikut menancapkan kuku mereka di Asia Tenggara. Salah satunya Alibaba Grub Holding Ltd dalam beberapa ketika kemudian menyatakan akan menambah investasinya sebagai 1 miliar dollar Alaihi Salam pada paritel online Lazada Grub. Maka menurut itu saham Alibaba tertancap di tempat Asia Tengara tepatnya dalam Lazada Grub bakal naik 83 persen.
Prospek Menjanjikan, Investor Rumah Sakit Makin Banyak
Pertumbuhan jumlah penduduk sebagai galat satu pemicu yg meramaikan pasar pembangunan & bisnis rumah sakit di Indonesia. Pada empat tahun ke depan, di Indonesia, ada 17 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas. Data memperlihatkan, jumlah penduduk berusia 15 tahun hingga 64 tahun sanggup mencapai 184 juta jiwa pada 2020.Jumlah penduduk pada rentang usia ini bertambah 17 juta sejak 2013.
Penduduk berusia 65 tahun ke atas akan mencapai 17 juta dalam 2020. Sementara itu, usia 0 tahun sampai 14 tahun diproyeksi bertambah dua juta orang sebagai 71 juta pada 2020. Tak heran apabila pertumbuhan demand terhadap keberadaan tempat tinggal sakit di Indonesia juga semakin konkret.
Tanpa berharap semakin banyak orang sakit, sektor jasa kesehatan, khususnya tempat tinggal sakit, punya ruang bertumbuh akbar pada beberapa tahun mendatang. Tak ketinggalan tantangan yang menyertainya. Ya, pendorong pertama, pasar tempat tinggal sakit pada Indonesia utamanya didorong sang pertumbuhan jumlah penduduk.
Umur produktif (25 tahun-54 tahun) yang mendominasi jumlah penduduk, yakni 42,31%, serta rentang remaja hingga dewasa (15 tahun-24 tahun) sebanyak 17,07% juga bakal berefek positif bagi perkembangan industri rumah sakit.
Pertambahan penduduk usia belia atau produktif dapat mendorong peningkatan nomor disposable income dan belanja kesehatan. Pada 2020, nomor pendapatan tahunan yg bisa dibelanjakan (annual disposable income) diperkirakan US$750 miliar, naik 53% dari 2013.
Secara khusus, total pengeluaran buat layanan kesehatan terus semakin tinggi. Pertumbuhan permintaan layanan kesehatan akan terus naik dibarengi angka asa hayati.
Sejumlah katalis sanggup mengungkit pertumbuhan sektor jasa kesehatan. Dari sisi infrastruktur, rerata pertumbuhan jumlah rumah sakit (RS) di Indonesia dalam 2011-2014 sebesar 10,94%. Pertumbuhan masif terjadi pada RS swasta, yakni 34,12%, sedangkan RS generik cuma 4,18%. Jumlah itu akan bertumbuh seiring dengan belanja kesehatan pemerintah yg naik dan perluasan bisnis pelaku usaha rumah sakit.
Katalis penggerak lain yakni acara jaminan kesehatan nasional (JKN). Industri RS akan diuntungkan sang pertumbuhan peserta premi jiwa. Rerata pertumbuhan beragam tahunan premi premi jiwa dalam 2010-2014 sebesar 12,64% menjadi Rp 121,62 triliun per akhir 2014.
Wajar kalau pemain yang ada berani target pertumbuhan yang tinggi. PT Siloam International Hospital Tbk menargetkan punya 50 unit RS pada akhir 2017, tersebar di 25 kota, dengan target punya tempat tidur 10.000 unit dan melayani 15 juta pasien tiap tahun. Sedangkan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menargetkan membuka minimal satu RS saban tahun. Pada 2019, Mitra Keluarga menarget punya 18 RS.
Menurut penelusuran penulis, sekarang kalangan investor baik asing atau lokal sangat antusias buat masuk pada bisnis RS. Mereka terdapat yg datang menurut pemain investor strategis maupun investor finansial. Mereka umumnya diam-diam sedang mencari-cari peluang kerjasama menggunakan pemain lokal yg telah punya pengalaman di pengelolaan tempat tinggal sakit, sedangkan mereka datang dengan membawa jaringan dan modal.
Sudarmadi
Prospek Industri Kemasan Sangat Positif, Investor Asing Cari Peluang Investasi dan Kongsi
Pelaku industri bungkus Indonesia tetap sumringah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk & makin besarnya kebutuhkan pekerjaan pengemasan produk di Indonesia. Federasi Pengemasan Indonesia menghitung, potensi penjualan kemasan di Indonesa sekitar Rp 80 triliun per tahun. "Penopang permintaan industri bungkus tahun ini berasal dari segmen ritel terutama sektor usaha mini & menengah (UKM)," istilah Ariana Susanti, Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia dalam sebuah kesempatan.
Pandangan yang sama dikemukakan Henky Wibawa, ahli senior berdasarkan Indonesia Packaging Federation. Menurut Henky, pada lima tahun terakhir, industri packaging atau bungkus pada Indonesia tercatat bertumbuh. Meski pertumbuhannya hanya single digit?Padahal 5 tahun sebelumnya masih bertumbuh double digit?Tetapi nilai bisnisnya masih sangat menggiurkan. Nilai bisnis industri kemasan di Tanah Air, tahun ini mencapai US$ 6,1 juta hingga US$ 6,2 juta.
Industri kemasan di Indonesia masih diprediksi tumbuh hingga 8-9%. Dalam catatan Indonesia Packaging Federation, material kemasan yang paling banyak berkontribusi pada industri kemasan di Indonesia adalah flexible packaging, yakni mencapai 45%. Tingginya kontribusi tersebut, karena tingginya permintaan untuk segmen produk home care, kuliner, farmasi, snack & confectionery, fresh foods, frozen foods, dairy, beverages, ready meals, dan pet food.
“Permintaan flexible packaging tumbuh 9% sampai 10% per tahun untuk semua segmen. Penggunaan flexible packaging utuk segmen beverages, dairy, serta home and personal care, didorong oleh perkembangan varian baru dari produk maupun desain kemasan,” papar Henky. Selanjutnya, kontribusi terbesar berikutnya adalah kemasan dengan material paperboard (29%), rigid plastic (15%), metal cans atau kaleng logam (4%), woven bag atau tas anyaman (4%), serta glass contain atau berbahan gelas (3%).
Ada beberapa pemicu yang mendorong pertumbuhan pasar kemasan di Indonesia saat ini. Pertama adalah pertumbuhan di pasar ritel, baik tradisional maupun modern channel. Kedua, meningkatnya kelas menengah Indonesia yang mengarah pada gaya hidup modern, sehingga berujung pada meningkatnya produk berkemasan. Ketiga, produk kemasan kecil atau sachet makin disukai konsumen. Keempat, bertumbuhnya pemasaran yang proaktif dengan menawarkan solusi kemasan yang inovatif.
Kelima, industri dan persaingan bisnis yang makin kompetitif. Keenam, adanya sensitivitas harga dan harapan yang berbeda dari konsumen terkait kualitas. Ketujuh, adanya peraturan baru mengenai limbah kemasan plastik, yang harus bertanggung jawab atas pengelolaan lingkungan. Kedelapan, percepatan pembangunan infrastruktur yang akan meningkatkan efesiensi dari transportasi sekaligus menurunkan biaya logistik.
Meski prospek industri sangat cerah, Ariana menyebutkan, industri kemasan di Indonesia tertinggal ketimbang negara lain khususnya China. Sumber masalah terletak pada biaya produksi di Indonesia lebih mahal ketimbang biaya produksi di Negeri Panda tersebut.
Ariana menyodorkan contoh, perusahaan kemasan di Tiongkok bisa menerima pesanan kemasan dalam hitungan puluhan ribu pieces. Sedangkan di Indonesia pelaku industri kemasan hanya mau memesan jumlah ratusan ribu pieces. "Pengusaha kemasan di dalam negeri masih memperhitungkan bisnis, karena menghitung ongkos produksi," katanya.
Yang pasti, karena melihat prospeknya yang cerah, kalangan investor asing dari Jepang, Korea dan Singapore dikabarkan sangat tertarik untuk masuk di bisnis ini untuk melakukan joint venture dengan pemain lokal atau bahkan akuisisi bisnis bila diperlukan. Pada umumnya, selain membawa modal besar investor asing juga membawa technical know how ke Indonesia sehingga investor lokal bisa bersinergi secara win-win. Ketika ditanya, investor asing umumnya lebih suka mencari pemain lokal yang punya rencana pengembangan bisnis yang lebih komprehensif dalam lima tahun kedepan, selain bisnisnya sekarang juga mesti sudah punya fondasi yang baik.
Sudarmadi ( wingdarmadi@gmail.com )
Kinerja Metrodata 2016 : Penjualan 77,6% Disumbang Unit Bisnis Distribusi
PT. Metrodata Electronics Tbk (?Perseroan?) perusahaan publik pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengumumkan penjualan perusahaan mencapai Rp 10,06 triliun pada tahun 2016. Nilai penjualan terutama dikontribusikan sang Unit Bisnis Distribusi sebesar 77,6% dan kurang lebih 20,1% dari Unit Bisnis Solusi, dan sisanya dari menurut Unit Bisnis Konsultasi & E-Commerce.Pada 2016, perseroan memperoleh laba kotor sebanyak Rp 806,3 miliar, dan sesudah memperhitungkan porto operasional & kerugian kurs, membukukan keuntungan bersih sebanyak Rp. 220,7 miliar, sedikit menurun yaitu sebesar 2,6% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2015. Memasuki tahun 2017, Perseroan tetapkan sasaran yang relatif optimis, yaitu penjualan diharapkan mencapai Rp 11,1 triliun atau bertumbuh sebesar 10,2% dibandingkan tahun 2016.
Dalam unit usaha distribusi, yaitu PT Synnex Metrodata Indonesia merupakan adalah Unit Bisnis terbesar yang telah mendistribusikan jumlah produk dan merek TIK terbanyak dibandingkan menggunakan Perusahaan TIK lainnya. Produk yg dipasarkan lebih berdasarkan 45 merek TIK, mulai menurut perangkat inti TIK misalnya Notebook, PC, Printer, Server dan majemuk piranti lunak, tetapi juga sudah merambah kepada distribusi produk fitur phone dan smart phone dari tahun 2014 yang kemudian. Unit Bisnis Distribusi ini terus melakukan perluasan terhadap jenis produk yg dijual, di antaranya merupakan solusi keamanan CCTV, komponen-komponen alat-alat TIK (External Hard Disk, USB), & beberapa perangkat Networking. Inovasi juga terus dilakukan menggunakan mengaplikasikan channel penjualan melalui platform B2B (Business to Business), dimana aplikasi ini memungkinkan para dealer/reseller membeli secara online baik buat produk piranti keras maupun piranti lunak.
Sebagai bukti keseriusan Metrodata dalam mengembangkan Unit Bisnis Distribusinya, sekarang sedang menindaklanjuti proses membentuk gudang sendiri. Perseroan sudah membeli huma seluas 20.000 m2 pada area Cikarang, menggunakan nilai Rp 61 miliar pada tahun 2016. Adapun pembangunan fasilitas gudang pada atas lahan tersebut akan dilakukan dalam semester ke 2 tahun 2017 dan dibutuhkan dapat diselesaikan pada tahun 2018. Dengan memiliki gudang sendiri, Perseroan dapat menaikkan kompetensi karyawannya pada pengelolaan logistik, menghindari ketergantungan kepada pihak lain dan tentunya dibutuhkan porto pengelolaan gudang sebagai lebih efisien.
Mengawali tahun 2017, meskipun menghadapi banyak tantangan, Perseroan tetap menanamkan semangat optimisme bahwa mendasar ekonomi Indonesia akan terus menguat yg didukung oleh fluktuasi nilai tukar yang relatif stabil dan inflasi yang rendah. Pada kwartal pertama 2017 ini Perseroan membukukan pendapatan sebanyak Rp 2,16 triliun, sedikit menurun, yaitu 4,91% dibandingkan menggunakan periode yg sama pada tahun 2016.
Kinerja Metrodata : Laba Bersih 2016 Rp 220,7 Miliar, Target Penjualan 2017 Rp 11,1 Triliun
Emiten di bidang teknologi informasi dan komunikasi, PT. Metrodata Electronics Tbk (“Perseroan”), menginformasikan bahwa tahun 2017 ini menetapkan target penjualan yang cukup optimis, sebesar Rp 11,1 triliun atau naik 10,2% dibandingkan tahun 2016. Tahun 2016 lalu Metrodata mencatat penjualan Rp 10,06 triliun, terutama dikontribusikan oleh Unit Bisnis Distribusi sebesar 77,6% dan sekitar 20,1% dari Unit Bisnis Solusi, serta sisanya berasal dari Unit Bisnis Konsultasi dan E-Commerce. Angka penjualan itu berarti sebuah kenaikan Rp 88,1 miliar atau 0,9% dibandingkan nilai penjualan 2015.
Metrodata memperoleh laba kotor sebesar Rp 806,tiga miliar di tahun 2016 dan laba bersih sebesar Rp. 220,7 miliar, sedikit menurun yaitu sebesar dua,6% dibandingkan menggunakan keuntungan bersih tahun 2015.
Pada kwartal pertama 2017 ini perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,16 triliun, sedikit menurun, yaitu 4,91% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016. Adapun laba bersih sebesar Rp 45,07 miliar untuk kwartal pertama tahun 2017, naik 40,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016. Kenaikan laba bersih terutama disebabkan oleh penghematan beban bunga dari pengelolaan persediaan yang lebih efisien dan berkurangnya rugi kurs.
Metrodata menggarap bisnis TI meliputi unit bisnis Distribusi, Solusi, Konsultasi maupun E-Commerce. Unit Bisnis Distribusi Perseroan, yaitu PT Synnex Metrodata Indonesia adalah merupakan Unit Bisnis terbesar dari Perseroan yang telah mendistribusikan jumlah produk dan merek TIK terbanyak dibandingkan dengan Perusahaan TIK lainnya. Produk yang dipasarkan lebih dari 45 merek TIK, mulai dari perangkat inti TIK seperti Notebook, PC, Printer, Server dan beragam piranti lunak, namun juga telah merambah kepada distribusi produk fitur phone dan smart phone sejak tahun 2014 yang lalu.
Unit Bisnis Distribusi ini terus melakukan perluasan terhadap jenis produk yang dijual, di antaranya adalah solusi keamanan CCTV, komponen-komponen peralatan TIK (External Hard Disk, USB), dan beberapa perangkat Networking. Inovasi juga terus dilakukan dengan mengaplikasikan channel penjualan melalui platform B2B (Business to Business), dimana aplikasi ini memungkinkan para dealer/reseller membeli secara online baik untuk produk piranti keras maupun piranti lunak. Metrodata juga sudah masuk bisnis E-Commerce melalui entitas anak PT My Icon Technology dengan web metrodataonline.com, bermain dengan model bisnis market place.
Kinerja Bank Syariah Mandiri 2016, Aset Sudah Tembus Rp 78,8 Triliun
Aset Bank Syariah Mandiri (BSM) Per Desember 2016 mencapai Rp 78,8 Triliun, atau meningkat sebesar12,03% (yoy) dari Rp70,4 Triliun dalam Desember 2015. Dengan output ini, perusahaan permanen menjadi bank syariah dengan aset terbesar.
Direktur Utama BSM Agus Sudiarto, berkata, peningkatan aset diantaranya ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebanyak 12,62% (yoy) berdasarkan Rp62,1 triliun per Desember 2015 sebagai Rp69,9 triliun per Desember 2016. "Sekitar 49,58% atau sebanyak Rp34,7 triliun menurut total DPK merupakan low cost fund (giro dan tabungan) atau dana murah," ujarnya pada Jakarta, Rabu (1/3/2017).
Sementara, dari sisi jumlah nasabah, total rekening BSM untuk DPK mencapai 6,47 juta rekening & 360 ribu rekening buat pembiayaan. Sehingga, BSM masih permanen memimpin pangsa pasar bank syariah.
Lebih lanjut dia menyebutkan, BSM memimpin pangsa pasar menggunakan market share per Desember 2016 buat aset sebanyak 22,11%, DPK 25,04%, pembiayaan 22,41%, dan tabungan 32,58%. "Untuk tabungan, BSM pula berada pada posisi 10 besar bank nasional," paparnya.
Sepanjang tahun 2016, diterangkan manajemen melakukan penguatan fungsi 3 pilar (bisnis, risk, dan operation), menciptakan command center buat memonitor nasabah yg menunggak, mengimplementasikan stop and go policy. Baik buat per produk juga per unit atas dasar threshold, menaikkan kemampuan dan kompetensi energi telecollection, acara reward berupa bonus penagihan, dan melakukan lelang agunan.
Ma Huateng, Orang Terkaya Asia Setelah Pemilik Alibaba. Siapa dia?
Bos Tencent Ma Huateng sempat menepati posisi pertama orang terkaya di Asia sebelum akhirnya disalip lagi oleh pemilik Alibaba dikarenakan saham Alibaba yang diperdagangkan di New York ditutup menguat 3,6% dan membuat kekayaan pemilik Alibaba, Jack Ma menjadi USD36,4 miliar atau USD 200 juta lebih banyak dari Tencent.
Ma Huateng untuk pertama kalinya menjadi orang terkaya di seluruh Asia. Bahkan, pertama kalinya dia mencapai peringkat pertama orang terkaya di China.
Keuntungan 2,95% saham Tencent di Hong Kong Stock Exchange menambahkan hampir USD1 miliar ke kekayaan Ma Huateng, yang senilai sekitar USD36,2 miliar di peringkat miliarder Forbes real-time. Itu dibandingkan dengan USD35,6 miliar untuk Jack Ma yang tergelincir ke posisi dua orang terkaya di China.
Tencent menawarkan beragam layanan dan produk populer termasuk pembayaran dan permainan, bersama dengan platform jejaring sosial populer WeChat.
Munculnya Tencent dan Alibaba menggarisbawahi bahwa pertumbuhan eksplosif dalam layanan dan konten online di China, negara berpenduduk paling padat di dunia dan negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.
Sementara, Alibaba yang terdaftar di New York dikenal paling baik untuk perdagangan online dan gaya kepemimpinan Jack Ma. Tencent terdaftar di Hong Kong, perusahaan ini kurang dikenal di luar China, dan dipimpin oleh Ma Huateng dengan latar belakang teknik.
Indosat Akan Terbitkan Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Rp 3 triliun
PT Indosat Tbk ("Indosat" atau "Perseroan") pada hari ini mengadakan Paparan Publik berkenaan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 ("Obligasi") dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 (“Sukuk Ijarah”), keduanya dalam mata uang Rupiah dengan total nilai emisi sebanyak-banyaknya tiga triliun Rupiah. Penerbitan instrumen hutang ini merupakan bagian dari rencana pendanaan Perseroan dalam rangka pelunasan sebagian atau seluruhnya (refinancing) salah satu atau beberapa pinjaman Rupiah yang dimiliki oleh Perseroan dan untuk pengembangan bisnis Perseroan lebih lanjut.
President Director & CEO PT Indosat Tbk. Alexander Rusli mengatakan,"Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang keuangan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sekaligus memperbaiki struktur permodalan dan profil hutang. Kami harapkan hal ini akan memberi efek positif untuk pengembangan bisnis ke depan dan kami dapat semakin fokus dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan."
Berdasarkan hasil pemeringkatan dari Pefindo atas Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahun 2017 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahun 2017, sesuai dengan surat No.:RC-229/PEFDIR/III/2017 tanggal 16 Maret 2017 tentang Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan II Dengan Tingkat Bunga Tetap PT Indosat Tbk., dan surat No.:230/PEF-DIR/III/2017 tanggal 16 Maret 2017 tentang Sertifikat Pemeringkatan atas Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Dengan Tingkat Bunga Tetap PT Indosat Tbk, hasil pemeringkatan atas Obligasi dan Sukuk Ijarah Perseroan adalah IdAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Ijarah.
Dan berdasarkan hasil pemeringkatan dari Fitch atas Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahun 2017 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat tahun 2017, sesuai dengan surat No.:69/DIR/RAT/III/2017 tanggal 15 Maret 2017 tentang Peringkat Awal (Initial Rating) PT Indosat Tbk, hasil Pemeringkatan Obligasi dan Sukuk Ijarah Perseroan adalah AAA(idn) (Triple A) untuk Obligasi dan AAA(idn) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Ijarah.
Bookbuilding akan dilaksanakan mulai tanggal 27 April 2017 sampai dengan tanggal 10 Mei 2017. Tanggal efektif diharapkan didapatkan pada tanggal 22 Mei 2017 sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan pada tanggal 2 Juni 2017.
Penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat ini dibantu oleh penjamin pelaksana emisi yang terdiri dari PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas dan PT CIMB Sekuritas Indonesia. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Penasehat hukum dalam penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah ini adalah Hadiputranto, Hadinoto & Partners; dengan notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., serta auditor independen oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC)
Group LAUTAN LUAS Lakukan Merger Tiga Anak Usaha
Korporasi di bidang produksi dan distribusi bahan kimia, Group Lautan Luas, baru saja merampung proses merger 3 anak usahanya. Perusahaan yang dikendalikan famili Indrawan Masrin ini menggabungkan PT Dunia Kimia Jaya ("DKJdanquot;), PT White Oil Nusantara (?WON?) & PT Metabisulphite Nusantara (?MN?) yang semuanya merupakan anak perusahaan PT LAUTAN LUAS Tb. WON & MN resmi menggabungkan diri sebagai satu perusahaan kedalam entitas DKJ melalui proses penggabungan bisnis (merger).
Penggabungan bisnis 3 anak perusahaan tersebut efektif terhitung per lepas 1 Januari 2017. Tujuan dilakukan penggabungan usaha (merger) merupakan menjadi upaya dalam melakukan efisiensi & efektivitas bagi perusahaan.
Penggabungan anak perusahaan tersebut akan memberikan kinerja yang lebih baik pada pengelolaan keuangan, SDM, logistik, dan administrasi. Selain itu pada perencanaan lini produksi pula sebagai lebih efisien dan lebih dekat menggunakan customer karena berada pada tiga wilayah industri besar pada Indonesia yaitu Cikarang (Bekasi), Medan dan Gresik (Surabaya).
Komposisi kepemilikan Perseroan dalam DKJ sebesar 99,9%, sedangkan sisanya 0,01% dimiliki oleh Indrawan Masrin & setelah penggabungan bisnis tadi nir terjadi perubahan yang berarti.
Prodia Berkolaborasi dengan FK UII Jogja
Sebagai upaya untuk menaikkan kualitas pendidikan terutama pada hal penelitian di bidang ilmu kedokteran, Laboratorium Klinik Prodia memperpanjang kerjasamanya dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII). PT Prodia Widyahusada atau yg dikenal menggunakan Laboratorium Klinik Prodia menandatangani perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) menggunakan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) guna memperkuat kerjasamanya pada bidang pendidikan & penelitian.
Penandatangan MoU yang berlangsung dalam hari Senin, 31 Juli 2017 di Auditorium FK UII ini dihadiri sang Nandang Sutrisno, S. H, LLM., M. Hum, Ph.D selaku Rektor Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M. Kes, Sp. PK selaku Dekan Fakultas Kedokteran, Ibu DR. Indriyanti RS, M.Si selaku Vice President Marketing Laboratorium Klinik Prodia, dan sekitar 80 peneliti menurut program studi kedokteran FK UII, Program studi Farmasi & peneliti dari Rumah Sakit & Puskesmas Mitra Fakultas Kedokteran Indonesi.
Indri menjelaskan bahwa kerjasama ini buat mensupport para peneliti bidang kesehatan & kedokteran buat lebih poly melakukan penelitian buat perkembangan ilmu kedokteran. Selain penandatanganan MoU, diadakan pula seminar "Pemilihan Biomarker yg Efektif buat Penelitian Klinikdanquot; yg disampaikan oleh DR. Miswar Fattah, M.Si. Dalam seminar tersebut, beliau memaparkan tentang pentingnya menentukan marker atau penanda hayati yg sempurna untuk diteliti sebagai akibatnya dihasilkan penelitan baru yang reliable dan berguna untuk perkembangan dunia kesehatan dan kedokteran.
Sejak awal didirikan oleh Drs. Andi Wijaya dkk, Prodia telah berkomitmen untuk selalu menjalankan visinya sebagai "Centre of Excellence" yang diwujudkan melalui kerjasama dengan berbagai lembaga di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Beberapa aktivitas yang Prodia lakukan hingga saat ini yaitu menunjang pengembangan ilmu kedokteran baik dalam ataupun luar negeri, menjadi laboratorium sentral untuk semua bidang kedokteran dan menjadi pusat rujukan nasional. Pada kesempatan kali ini, Prodia bekerja sama dengan FK UII dengan harapan dapat lebih meningkatkan kualitas penelitian dan pemanfaatan sumberdaya serta fasilitas bersama antar lembaga untuk menunjang efisiensi dan produktivitas penelitian yang tepat guna. Kerjasama ini dapat memberikan keuntungan bagi banyak pihak, antara lain rumah sakit, fakultas kedokteran, masyarakat dan bangsa Indonesia ke depannya.
Selain dengan FK UII, sebelumnya Laboratorium Klinik Prodia telah menandatangani MoU serupa menggunakan Universitas/Fakultas Kedokteran yang beredar pada berbagai daerah di Indonesia yakni FK UNS, FK UNDIP, FK USU Medan, FK UNHAS Makassar, FK UNSRAT Manado, UNMUL Samarinda, FK Universitas Kristen Maranatha Bandung, FK Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, FK Universitas Udayana Denpasar, FK UNSOED Purwokerto, FK Universitas Haluoleo Kendari, FK UGM Yogjakarta, FK UNS Surakarta, FK Universitas Al- Khairat Palu, FK UNIBA, FK UNJANI Cimahi, FK UNISRI Palembang, & FK UMI Makassar.