Tawaran Investasi Kondotel Yang Menguntungkan Dari Melia Bintan ( Kurnialand Group )

Bagi investor yg biasa menanamkan modalnya pada usaha properti, sekarang terdapat peluang investasi baru pada Pulau Bintan. Group Kurnialand waktu ini sedang membentuk Kondotel Melia Bintan & memberi kesempatan kepada para investor buat membeli unit-unit kondotel yang mulai dipasarkan. Tentu saja ini sangat menarik karena kondotel ini nantinya akan dikelola operator hotel terkemuka global, Soll Melia sehingga memudahkan mendatangkan tamu-tamu internasional buat menginap pada kondotel tersebut kelak. Apalagi lokasinya sangat premium, pada pantai pasir putih yang indah dan gampang diakses oleh tamu-tamu yg berangkat berdasarkan Singapore.
Ya, pemain properti nasional, KurniaLand Group, kini memang mulai aktif memasarkan proyek barunya di Pulau Bintan & ketika ini telah mulai memasuki tahap kontruksi pembangunan. Proyek kondotel pada Bintan ini oleh KurniaLand akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan Soll Melia sehingga nanti dinamai Melia Bintan. Di Bintan, Kurnia Land yg mempunyai tanah 6 hektar ini sedang membangun kondominium hotel menggunakan tinggi 7 lantai. Rencananya kondotel ini akan terdiri dari 319 unit di dalamnya yg terdiri dari tiga tower dan 1 ballroom.
Pengerjaan kontruksi bangunan kondotel ini diserahkan ke BUMN yang sudah berpengalaman, PT Brantas Abipraya (Persero), dan saat ini sudah memulai proses konstruksi. Menelan anggaran investasi sekitar Rp 500 miliar ini, rencananya proses konstruksi kondotel akan selesai pada tahun 2019 dengan standar fasilitas bintang lima. Bagi Group KurniaLand, proyek Melia Bintan ini diharapkan bisa mengulang suksesnya di proyek serupa di Puncak, Bogor, yakni Sahid Eminence Ciloto dimana proyek itu laris manis dan kondotelnya pun selalu penuh dikunjungi tamu.
Zaid Mahdani, Presiden Direktur Kurnia Land Group, sangat antusias berinvestasi di Bintan karena melihat prospek wisata pulau itu yg sangat menarik. Proyek kondotel Melia Bintan ia hadirkan buat merespon musim rakyat yg sangat tinggi pada berwisata ke tempat Bintan. Kondotel MELIA BINTAN terletak pada Pantai Sebong, Bintan yg sangat gampang diakses dari Singapura.
Lokasinya berada di kawasan pantai yang memiliki pasir putih halus dan langsung berhadapan dengan laut China Selatan sebagaibest view.Pemandangan alam, laut, pantai, hutan bakau sangat memanjakan mata. Dari kondotel ini nantinya juga sangat mudah untuk mengakses infrastruktur seperti airport, pelabuhan international, lapangan golf, mall dan sejenisnya.

Melia Bintan akan dikembangkan menjadi hotel resort dan pusat bisnis bintang empat dengan fasilitas luxury bintang 5. Di dalamnya akan ada grand lobby; lounge, Ballroom kapasitas 1.000 orang, Meeting Room, Karaoke Room, Mezanine, Ocean Wedding Chappel, Pray Room, Sky Lounge & Resto, dan Ocean Restaurant. Konsep lainnya, ada Riverside Spa, Infinity Pool, Swimming Pool, Children Pool, Private Jacussi, Outdoor Jacussi, Children Play Ground, Therm Park, Mini Zoo, Fitness Center, Sport Centre, Jogging Track, dan Outbond.
Didukung oleh operator kelas dunia yang sudah berpengalaman global, Melia Hotels, manajemen Kurnialand sangat yakin proyek di Bintang ini akan sukses. Kepada investor, Kurnialand menawarkan investasi strata title kepemilikan (Sertifikat Hak Milik), program bagi hasil yang saling menguntungkan, dan kemudahan akses KPA. Kondotel yang ditawarkan meliputi empat tipe kamar suite, antara lain Junior Suite, Executive Suite, Presidential Suite, dan Royal Suite. Sejauh ini KurniaLand sudah memiliki mitra investor loyal yang siap berinvestasi karena melihat prospek pengembangan wilayah Bintan dan prospek bisnis kondotel itu sendiri.
Bagi Zaid Mahdani, investasinya membangun Melia Bintan merupakan bagian dari komitmennya untuk memajukan dunia pariwisata Kabupaten Bintan. Dengan bekal pengalamannya, dan melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Bintan, ia sangat optimis Bintan akan menjadi destinasi baru layaknya Bali atau The New Bali. Dalam hal ini Bintan punya keunikan budaya melayu yang bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan, selain faktor alamnya yang sangat indah.
Zaid sendiri sengaja dalam lima tahun kedepan ingin mengembangkan KurniaLand dengan fokus pada pengembangan properti yang terkait sektor wisata atau industri hospitality. Selain di Bintan dan Ciloto (Bogor), Kurnialand juga sedang ancang-ancang meluncurkan proyek barunya di Lembang (Jawa Barat) berupa kondotel yang akan dipadukan dengan resort dan lapangan golf.
Sudarmadi
Banyak Investor Asing Cari Partner Lokal, Siap Tanam Uang Modal, Termasuk Kalangan Private Equity Ini
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor
Indonesia Top 30 Consumer Good Distributor: Competitive Landscape, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Consumer Cheese Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Sugar Market: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Top 50 IT System Integrator: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Top 50 Hospitals: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.com or +6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Seasoning Market Map : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Life Insurance Market Map: Competitive Landscape, Top 50 Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Top 50 Medical Equipment Distributor: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.com or +6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Top 50 Cocoa Companies For Global Sourcing: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.com or +6281 384 160 988
Jurus Aman Bagi Karyawan Yang Ingin Sukes Merintis Usaha Sendiri
Bahwa profesi pengusaha (entrepreneur) menjanjikan peluang peningkatan penghasilan yg berlipat? Yes, karena itulah banyak diantara kita ingin jadi entrepreneur sukses. Bahwa profesi pengusaha memungkinkan kita bebas finansial pada hari tua karena tabungan cukup sehingga kita sanggup purna tugas lebih hening & fokus buat misi hayati yg lain? Betul demikian dan sudah banyak yang mengambarkan. Hanya saja memang tak mudah menjadi entrepreneur sukses, terbukti poly juga yg gagal.
Selain itu, tidak sedikit orang yang masuk ke global wirausaha dengan terburu-buru & emosi. Tanpa pikir panjang dan pertimbangan matang ia eksklusif tinggalkan pekerjaan sebelumnya yg notabene merupakan andalan mata pencaharian famili. Angan-angannya pribadi melambung, membumbung, dan membayangkan hidup serba-lezat apabila menjadi pengusaha sukses menggunakan penghasilan berlipat. Ia lupa bahwa berwirausaha juga punya resiko, resiko gagal & bangkrut. Ia lupa merencanakan bagaimana seandainya ia gagal memulai. Harus diakui, poly sekali orang bertindak semacam ini, yg akhirnya bukannya makin bersemangat berwirausaha namun justru sebagai antipati alias benci dan menyesal kenapa melangkah jadi entrepreneur. Bahkan kadang jadi menyalahkan orang lain. Apalagi jika yg sampai cerai dengan istri atau dibenci sanak keluarga. Cara pandang dan cara memulai entrepreneur 'yang asal berani' seperti ini tentu saja kurang elegan.
Untuk itu terdapat beberapa alternatif cara kondusif masuk menjadi entrepreneur sesuai yang aku tahu menurut relasi-rekanan saya pengusaha yang telah terbukti sukses. Kalau kita ingin berdikari berwirausaha alias sebagai entrepreneur, kita tidak harus eksklusif cabut berdasarkan profesi lama kita. Tidak perlu grusa-grusu. Kita wajib dengan dingin membedakan antara berani & nekad. Apalagi jikalau yg sudah punya tanggungan keluarga, kita pula wajib menimbang terdapat sekian jiwa yg ikut dalam gerbong kita sehingga bila kita salah kemudi mereka juga mampu kejeblos.
Berikut ini beberapa warta cara yang lebih kondusif buat pindah ke kuadran entrepreneur.
Pertama; kita sanggup memulai berwirausaha dengan melakukan penyertaan saham (setor modal) pada usaha sahabat kita sembari kita tetap kerja dulu pada perusahaan lama kita. Jadi kita setor modal ke kawan yg punya bisnis indah, & nantinya kita menerima bagi output berdasarkan keuntungan. Dari sini kita pula sekalian mulai belajar bagaimana mengelola usaha. Pelan-pelan kita mulai aktif terjun pada dalamnya dan membantu & kerja bareng menggunakan si teman itu. Kalau skala usaha joinan dengan teman itu rupawan dan penghasilan dari bagi output sudah mampu menutup kebutuhan hidup kita dan keluarga, barulah kita putuskan keluar. Jadi ketika kita keluar berdasarkan perusahaan usang nir kaget lantaran tetap ada penghasilan.
Kedua, jurus menginjak 2 kapal. Artinya, kita masih sebagai karyawan pada sebuah perushaaan mapan, namun di ketika yang sama juga merintis bisnis alias menjalankan usaha milik sendiri. Cara ini dimungkinkan bagi mereka-mereka yang punya relatif waktu luang sehingga sanggup nyambi. Sebenarnya cara ini kini lebih dimungkinkan karena adanya HP & telpon yang memudahkan koordinasi. Jadi, ad interim kita di kantor, kita mampu sembari mengendalikan bisnis sendiri berdasarkan jeda jauh. Hingga skala eksklusif nyambi ini sangat dimungkinkan, tetapi jikalau bisnisnya mulai membesar kita pasti harus cabut. Strategi menginjak dua kapal ini adalah pilihan kondusif dan realistik. Jadi sementara satu kaki kita masih ada di kapal milik perusahaan lain, satu kaki kita melakukan test market buat membangun usaha (kapal) sendiri. Cara ini juga paling generik dijalankan sang para perintis usaha.
.
Ketiga, jika anda nir mau joinan menggunakan orang lain dan nir mampu berdiri di 2 kapal, kita mampu berdayakan pasangan kita (istri/suami). Jadi, ad interim kita masih kerja di perusahaan lama , pasangan kita (istri atau suami) yang mengurusi usaha sendiri buat masa-masa perintisan. Artinya sekoci pendapatan keluarga masih ada yang mampu diandalkan, baik untuk beli beras atau susu anak-anak. Kalau bisnis sendiri ini telah jalan, silahkan saja keluar menurut kerja pada perusahaan orang lain itu.
Soal tip ketiga ini saya jua punya contoh kasus riel. Ada pengusaha sukses kawan baik saya, Pak Budiyanto Darmasatono yg dia pengusaha kurir ekspress yg sudah kaeryawan dua.700 orang padahal saat awal-awal pada jakarta selulus D3 UGM pula gelantungan naik bis kota. Waktu beliau memulai bisnis, dia nir langsung keluar dari pekerjaan lamanya sebagai supervisor pada Dinners Club, namun istrinya dulu yg menjalan bisnis. Soal ide & konsep-konsep bisnisnya permanen Pak Budiyanto yg memotori & istrinya yang melakukan eksekusi. Kalau terdapat meeting2 yg krusial, dia pula perlop menurut kantornya dan ikut istri melakukan presentasi ke calon klien. Jadi beliau tidak gegabah eksklusif cabut berdasarkan kerjaan tempat kerja lamanya. Nah, ketika usahanya telah berjalan baik dan pendapatannya sudah mulai bisa diandalkan, barulah ia keluar secara baik-baik berdasarkan perusahaan lamanya, berpamitan menggunakan sopan buat bisnis sendiri. Kini bisnis sendiri yang beliau komandani telah punya 2.700 karyawan dengan tempat kerja operasional telah ada di semua propinsi di Indonesia. Yang niscaya, tip ketiga ini tentu saja berlaku buat yg waktu akan mulai mandiri berwirausaha telah berkeluarga, jika yang masih single, tentu saja pasangan Anda sanggup saudara tertua atau Adik anda. Ini jua cara sukses dan aman buat masuk ke kuadran entrepreneur namun tidak mengganggu keamanan asal penghasilan keluarga.
Keempat, kalau Anda telah ngebet sekali buat sebagai entrepreneur & yakin bakal sukses dan merasa tidak perlu pakai ban serep misalnya itu, setidaknya Anda permanen bisa melakukan pengamanan lain, yakni dana pendidikan anak. Bagaimanapun kita capek-capek kan utamanya buat anak. Cara ini jua dilakukan salah satu pengusaha kawan aku , Pak Harijanto, pengusaha sepatu penghasil Nike & Piero yang punya karyawan 9.000 orang. Ketika beliau akan sebagai entrepreneur menggunakan membeli saham perusahaan dimana beliau bekerja, dia pula mempertaruhkan masa depannya: mampu sangat sukses tetapi pula mampu menjadi miskin jika gagal. Nah, buat mengamankan proses buat sebagai entrepreneur ini, dia dan istri mufakat: diputuskan maju menjadi entrepreneur menggunakan membeli perusahaaan dimana beliau bekerja tetapi sebelumnya tabungan pendidikan untuk anak nir boleh diotak-atik. Tabungan anak wajib tetap ada & disendirikan. Jadi katakanlah proses menjadi entrepreneur itu gagal, dana pendidikan anak2 permanen aman.
Jadi itu beberapa kiat kondusif pindah ke kuadran entrepreneur. Semoga dengan cara itu proses transisi sebagai pengusaha sukses menjadi melegakan semua pihak, tidak ada penyesalan-penyesalan. Silahkan kawan2 yang ingin memulai bisnis menentukan jalan yang terbaik. Kawan-mitra seluruh sanggup meyimak lebih pada tentang kiat-kiat sebagai entrepreneur ini (termasuk kisah Pak Budianto Darmastono dan Pak Harijanto) di buku terbitan Gramedia, "10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI 0danquot; disusun Sudarmadi yg baru saja dicetak ulang. Di buku itu kawan2 bisa belajar berdasarkan 10 pengusaha sukses yg benar2 berangkat dari bawah.
Semoga berita ini bermanfaat dan saya ikut berdoa semoga sukses buat kawan2 seluruh
Indonesia Cold Chain / Refrigerated Logistic Business: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide usefull infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Top 100 Seafood Companies (Exporter) For Global Sourcing: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you
Indonesia Top 100 Coffee Companies For Global Sourcing: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity
Based on market research job, we can provide useful infomation in a research report related to market data which needed by client.
Please contact to: darmadi2000@yahoo.Com or 6281 384 160 988
Thanks you

Headlinekaltim.co, Jakarta - Lapangan hijau menjadi panggung tersendiri bagi para seni mengolah si kulit bundar melesat melalui setiap sisi hingga pojok lapangan. Peluit panjang berbunyi menjadi penanda pertarungan dua tim sepak bola dan juga tanda dari akhir pertandingan, di mana satu tim terdongak bangga dan sisi satunya harus tertunduk menelan kekalahan.
Bagi penggemar sepak bola, siapa yang tidak kenal David Beckham, anak muda kelahiran London, Inggris, yang mampu tampil sebagai atlet dan bahkan ketenarannya mampu mengalahkan artis Hollywood.
Demikian pula dengan Paul Pogba. Anak hilang yang sempat hijrah ke klub besar Italia tersebut kembali ke Manchaster United menempati posisi yang sama dari seniornya, David Beckham.
Kelincahannya mampu memberikan banyak prestasi bagi individu dan klub yang dibelanya. Namun, kesuksesan bintang-bintang bola liga dunia tersebut ada andil besar dari pemuda Indonesia.
Rudi Swasto,mungkin bisa dibilang pemegang peran kesuksesan sejumlah bintang dunia. Keakuratan tendangan, kemolekan dribble bola, kecepatan lari, hingga hentakan lesatan bola yang kuat, sangat bergantung dari jenis sepatu yang dipakai.
Rudi, merupakan arsitek desainer sepatu atlet internasional yang memberikan kekuatan-kekuatan di lapangan hijau menjadi lebih maksimal, mengingat sepatu adalah senjata utama bagi para bintang lapangan.
Layaknya jenis senjata yang dipilih oleh para gladiator, sepatu bola memberikan efek maksimal bagi kekuatan bakat dan kerja keras yang dimiliki seorang pemain.
Sekuat apapun kaki, apabila tidak ditunjang dengan jenis sepatu yang tepat, tidak akan menghasilkan "tendangan pisang" ala Beckham maupun lesatan bola secepat jet tempur seperti khas milik Dani Alves, pemain full back kanan yang besar di raksasa Barcelona.
“Saya kecemplung saja secara kebetulan dapat mendesain sepatu milik para mega bintang bola dunia, kebetulan saya dikontrak oleh salah satu perusahaan sepatu asal Jerman sebagai desainernya,” kata pemuda asal Klaten, Jawa Tengah tersebut seperti melansir Antara, Minggu (3/5/2020).
Raksasa sepatu tersebut adalah Adidas, yang merancang sepatu terbaik sesuai dengan karakter kaki pemain. Bukan hanya Beckham hingga Pogba, Rudi menyebutkan hasil olahan karya desain 3D-nya untuk sang pemain bahkan seperti bermain gim sepak bola saja.
Sebut saja David Beckam, Paul Pogba, David Silva, Mesut Ozil, Van Persie, Dani Alves, hingga Zinedine Zidane, adalah beberapa bintang dunia di mana kaki mereka di lapangan memiliki sentuhan karya Rudi yang dituangkan dalam sepatu untuk memaksimalkan kekuatan.
“Khusus Van Persie, dia pernah pesan langsung dengan kebutuhannya sendiri melalui tim teknisnya. Van Persie menginginkan pool sepatunya lebih panjang dari yang lain, agar cengkeraman di tanah lebih kuat dan tidak mudah jatuh,” kata Rudi sembari menunjukkan alas sol sepatu yang pernah digunakan Van Persie.
Untuk Beckam dan Zidane, Rudi menjelaskan, ia membuat sepatu mereka justru ketika mereka telah pensiun sebagai pemain, namun sang pemain masih menggunakan Adidas untuk sekedar berlatih di lapangan.
Rudi bekerja di salah satu pabrik komponen sepatu olah raga. Ia menjadi senior desainer untuk konsep-konsep sepatu bola.
Untuk mengerjakan satu pesanan pemain bintang, ia membutuhkan waktu hingga enam bulan hanya untuk memperhitungkan konsep, kekuatan, aerodinamis, berat beban, hingga bahan yang tepat untuk digunakan pemain.
Sehingga total dari sol alas bawah hingga selesai bentuk sepatu penuh memakan waktu hingga satu tahun untuk merancang bentuk desain 3D sesuai dengan karakter dan kebutuhan pemain.
Seperti insinyur sipil, Rudi harus memperhitungkan berat beban pemain, kekuatan cengkeraman dalam tanah, jenis pertandingan rumput dan tanah lapang, kemampuan menerima tekanan, ergonomis, aerodinamis, kenyamanan di kaki hingga estetika visual sepatu bagi pemain.
Selain itu, pemilihan bahan juga menjadi dasar yang penting untuk melihat kelenturan sepatu dan harga produksi yang terbaik bagi pasar bisnis sepatu dunia khususnya, Adidas.
“Sepatu yang paling sulit saya kerjakan, adalah desain untuk Paul Pogba, sebab karakter pemain ini unik dalam bermain bola,” kata Rudi. Kesulitan yang ia maksud adalah sepatu tersebut harus mampu menunjang kemampuan dari Pogba.
Secara desain dan teknis, kemampuan sepatu yang dimiliki Pogba adalah karakter yang lentur, untuk memaksimalkan kemampuan mengolah bola, passing, shot dan juga daya tahan atau stamina.
Sedikit kesalahan dalam perhitungan gambar awal, walaupun hitungan milimeter maka akan mengurangi kecepatan dan daya tahan pemain dalam bertanding.
“Ada juga sepatu yang saat itu dirancang untuk pemain yang full bermain 90 menit. Berarti sepatu tersebut harus berbahan ringan, namun memiliki kelenturan ujung kaki yang lebih serta cengkeraman pool yang tidak terlalu panjang, sepatu itu milik Dani Alves,” kata lulusan STM tersebut.
Produksi di Indonesia
Untuk memberikan hasil maksimal dalam desain sepatu, pihak Adidas selalu mengundang Rudi untuk hadir langsung ke Jerman dalam proses perencanaan dan finalisasi.Tidak jarang, pemain melalui tim teknisnya, terlibat langsung untuk melakukan test drive sepatu ataupun sekadar menambahkan corak signature.
Posisi Rudi di sini seperti konsultan yang memberikan masukan, atas penambahan atau pengurangan bentuk prototipe yang telah dibuat.
Adidas tak jarang meminta perubahan atas penyesuaian terhadap kebutuhan pemain dan pasar. “Kadang saya jelaskan bahwa bahan model teknis yang diinginkan pemain, ternyata memiliki ongkos produksi tinggi di bahan dasarnya, sehingga harus mencari model alternatif agar tidak mengurangi kualitas,” katanya.
Ia menegaskan sebenarnya semua sepatu sepak bola bintang dunia di produksi di Indonesia, mulai dari proses perencanaan desain hingga penjahitan, hanya saja sistem pasar membuat sepatu tersebut memiliki harga yang tinggi.
“Jika saja ada satu teknologi dalam proses pembuatan sepatu dimiliki Indonesia, maka kualitas dan kekuatan brand sepatu lokal Indonesia akan mengalahkan merk-merk dunia lainnya,” katanya.
Karena alasan profesionalisme, Rudi tidak dapat membicarakan mengenai teknologi tersebut, yang jelas faktor sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan dalam memaksimalkan kualitas sepatu. Artikel ini telah tayang di Liputan 6
Berita harian media online Kalimantan Timur, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Berau, PPU, Penajam, Kutai Barat, Mahakam Ulu
Banyak Jalan Menuju Sukses Bisnis
Jalan Menuju Sukses Bisnis Berbeda-Beda
Sebagai orang yang hampir tiap minggu bertemu entrepreneur sukses berdasarkan skala UKM sampai konglomerat yang punya ratusan perusahaan & punya pesawat eksklusif, saya tak jarang ditanya sobat2 & kawan yang baru merintis bisnis sendiri. "Dari rendezvous dan ta’aruf menggunakan mereka, apah sih sebenarnya rahasa sukses bisnis mereka? Kenapa sih kok mereka mampu sukses dan bisnis mereka bisa membesar hingga skala korporasi?".
Tidak gampang menjawab pertanyaan seperti ini. Tapi jikalau bila aku boleh memberikan beberapa catatan berdasarkan yang saya dapatkan informasinya, bahwa jalan menuju sukses itu sanggup bhineka, sesuai pengalaman dan konteks bisnisnya masing-masing. Ada yang berkata kunci sukses berbisnis merupakan 'menjaga agama karena berdasarkan dipercayalah kemudian ada trust menurut para mitra kita, termasuk pembelidanquot;. Biasanya mereka yang mengungkapkan seperti ini bisnisnya di bidang jasa & bisnis banyak berurusan dengan klien-klien besar secara B2B. Dua kenalan saya yang satu kontraktor usaha pertambangan & satunya pengusaha kurir sama-sama berkata 'kunci sukses ialah menyenangkan orang lain dan menjaga interaksi baik". Bisa jadi lantaran dia poly pelanggan korporat dan pekerjaan dia harus menservis setiap demand menurut klien -- pada artian positif, bukan menyogok.
Sementara mitra yg bisnisnya garmen, fashion, dan consumer good, cenderung berkata, "inti sukses berbisnis adalah membentuk merek, membentuk nama baik di hadapan semua konsumen. Lantaran itu tahapan tersulit artinya membentuk merek dari produk kita agar dikenal konsumen secara luas, diakui sebagai produk yg baik dan dibelidanquot;. Pendapat ini tentu saja jua betul, sesuai konteks industri yang digeluti.
Bahkan diantara sesama pengusaha yang bisnisnya sama-sama B2B, atau sama retil ke mass consumer pun pendapatnya masih sanggup bhineka. Lantaran momentum sukses berdasarkan masing-masing orang itu juga majemuk. Kalau ada diantara kawan2 yg sudah sudah membaca buku baru terbitan Gramedia "10 PENGUSAHA YG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI 0" tulisan saya (Sudarmadi), mungkin mampu lihat contoh Pak Roni Lukito, pengusaha tas berdasarkan Bandung. Pak Roni ini punya merek tas yg amat populer pada Indonesia misalnya Exsport, Eiger, Bodypac, dll. Beliau hanya lulusan STM akan tetapi sukses dan punya ribuan karyawan. Nah, aku lihat momentum yg menciptakan dia bisa berkembang itu sehabis dia diterima menjadi pemasok di Matahari. Untuk bisa diterima menjadi pemasok Matahari dia ditolak 13 kali, akan tetapi terus mencoba dan kemudian sesudah 13 kali baru berhasil diterima. Dari sinilah ia mulai menerima 'ruang' buat membuktikan bahwa produknya memang baik & digemari konsumen. (Catatan: Pak Roni ini pengusaha sukses yang sangat low profile yg nggak pernah diwawancara media, makanya profilnya nggak pernah kelihatan pada media massa. Saya beruntung sekali sanggup dianggap beliau sehingga mau saya profilkan).
Saya lihat, meskipun dia ini sekarang bisnisnya sudah beragam, termasuk sukses menciptakan komplek-komplek perumahan mewah pada Bandung dan bahkan punya klub pacuan kuda & segala fasilitas lapangannya, tetapi momentum yang menciptakan beliau sukses ialah saat beliau diterima menjadi pemasok pada Matahari ketika merintis bisnis tas itu. Lantaran berdasarkan situlah jalannya sebagai lebih lempang dan cepat. Saya kira tugas kawan2 yg ingin sukses membentuk usaha sendiri merupakan 'menemukan momentum seperti itu & kalau sudah ketemu kemudian menggenjotnya'. Kalau istilahnya Hermawan Kertajaya, menemukan G-Spot-nya. Maka kita nir boleh lelah mencari 'kendaraan' supaya bisa menemukan momentum seperti itu.
Tentu saja kita juga wajib selalu rendah hati untuk belajar berdasarkan poly orang. Entah kebetulan atau tidak, ternyata sebagain akbar pengusaha sukses yg aku temui, jua sangat menyukai bacaan dan buku2 yg mendorong, seperti biografi mereka2 yang sudah terbukti sukses. Mereka rajin menggali pandangan baru menurut berbagai asal. Contohnya pengusaha kurir, Pak Budiyanto yg juga diprofilkan pada buku '10 Pengusaha Sukses..." ternyata beliau telah sangat acapkali membaca profil pengusaha-pengusaha sukses semenjak masih mahasiswa D3 UGM. Entah menurut kitab , majalah, koran, dll. Saya kira pilihan 'suka membaca' misalnya itu mampu dimengerti karena bila kita sendiri mungkin belum tentu mampu ketemu pengusaha akbar si A, B, & C -- jikalau wajib mendengar dia ceramah pada sebuah sesi seminar mungkin biayanya diatas Rp dua juta -- tetapi kita bisa mengakses lebih murah cara2 berpikir dan kiat mereka menurut output wawancara dengan media tertentu atau buku.
Disini, message-nya, sebenarnya orang sukses itu artinya orang mau berendah hati buat selalu belajar, mampu menurut buku2 bacaan dan media massa, bisa juga menurut pembicaraan eksklusif menggunakan pengusaha yang telah lebih dulu sukses. Dan tentu saja juga orang yg selalu berusaha monoton tanpa putus asa. Ibarat batu, sekeras-kerasnya batu bila tiap hari kena tetesan air, usang-usang akan tergerus pula & lama -lama batu itu bisa habis. Kita seluruh ini merupakan air yang terus menetes itu. Selama kita nir pernah lelah untuk 'menetes' maka yakinlah bahwa batu-batu itu akan habis. Dan jangan lupa, dalam setiap mengeluarkan 'tetesan' itu seraya bersyukur & mengingat Sang Pencipta supaya semua tetesan kita diberkahi. Jangan hingga kita sukses berbisnis akan tetapi hati kita gersang kan?...
Semoga usaha kawan2 semua sukses sinkron rencana & diberkati. Amin.
Salam hormat
Beberapa Faktor Penyebab Kegagalan Berwirausaha
"Banyak yg tidak menyadari, hambatan kultural, mental atau psikologis seringkali menjadi kendala atau bahkan sebagai pemicu kegagalan dalam merintis bisnis. Contohnya perasaan gengsi. Sebagai entreprenuer, jikalau mau sukses harus bersedia terjun ke lapangan, bersedia menawarkan ini-itu. Bisnis tidak akan berjalan jika urusan gengsi menjadi pertimbangan utama.
Nasehat kewirausahaan itu disampaikan sang keliru satu relasi saya, pengusaha orisinil Indonesia yang memulai usaha berdasarkan nol yang sekarang omsetnya telah Rp dua,lima T per tahun.
Beliau menyebutkan, sindrom mentalitas itu terutama akan menjangkiti pengusaha pemula yg sebelumnya adalah seseorang profesional atau karyawan mapan. Biasanya terdapat perasaan gengsi buat turun ke bawah. Bayangkan, sebelumnya tiap hari pergi kemanapun selalu memakai mobil cantik, tiba-datang wajib naik taksi atau malah naik kendaraan generik tanpa menggunakan dasi. Lebih jauh hal ini sanggup menciptakan yang bersangkutan sebagai minder apabila bertemu sahabat atau relasinya sehingga merasa memulai usaha sebagai sesuatu yg amat berat dan menyiksa. Padahal orang lain belum tentu melihat penampilannya. Yang penting cara kerja dan kemampuannya.
Tingginya taraf pendidikan seringkali menjadi kendala mental buat terjun ke lapangan. Misalnya terdapat seorang sarjana lulusan perguruan tinggi negeri terkemuka datang-datang kok akan berjualan bakso. Biasanya akan ditanya oleh orang tua atau lingkungannya, ?Kamu telah sekolah tinggi-tinggi kok hanya jualan baso?'. Cara berpikir misalnya ini harus dihilangkan, wajib diputarbalikkan. Mestinya berpikiran tidak perkara jualan baso, yg penting bagaimana caranya supaya bisa sebagai penjual bakso terbesar pada sebuah kota dengan 40-50 armada. Tapi kenyataannya memang misalnya itu, masih poly kendala psikologis. Orang-orang kita kebanyakan nggak mau mulai berdasarkan yg kecil. Padahal jikalau mau sukses kita harus berani mulai dari yang kecildanquot;.
Kenapa lebih baik merintis wirausaha saat masih muda?
Merintis usaha atau memasuki dunia entrepreneur memang mampu dimulai disaat usia berapapun, termasuk ketika telah usia diatas 45 tahun. Ada juga yang sukses usaha justru waktu ia sudah diatas 45 tahun. Toh demikian, jikalau kita berpikir resiko & tenaga, bagaimanapun juga permanen lebih baik memulai usaha saat usia muda (dibawah 40 tahun). Jika berpikir resiko, memulai bisnis saat masih muda punya beberapa kelebihan. Ketika masih muda, biasanya tenaga & sumberdaya yang dimiliki yang masih sanggup lebih total dicurahkan buat perintisan usaha.
Contohnya soal kapital uang, permodalan kita bisa fokus buat bisnis. Namun jikalau mulai usaha waktu anak-anak mulai membutuhkan porto pendidikan dll, umumnya lebih ribet. Pokoknya waktu anak-anak mulai akbar poly kebutuhan deh. Usia muda umumnya jua lebih kendaraan beroda empat buat melakukan terobosan kesana-kemari. Katakanlah harus merintis pengembangan jaringan (network) bisnis sampai wajib keluar ke berbagai kota & wajib nginap kesana kemari, jua masih lebih fleksibel. Apalagi bila yang masih bujang. Bahkan nginep pada pom bensin atau pada fasilitas generik pantas-pantas saja. Maklum, umumnya dalam siklus entrepreneurship, tahap tersulit itu waktu perintisan & disitu umumnya butuh effort yang lebih.
Lebih dari itu, jikalau toh apes-apesnya upaya perintisan usaha itu akhirnya gagal, maka lantaran masih muda, orang itu masih mampu banting stir kembali ke dunia profesional (karyawan). Perusahaan-perusahaan dalam biasanya lebih senang mencari SDM yang masih belia & energik. Kita masih sanggup mengatakan teman2 atau rekanan kita untuk pulang mengajar jadi dosen ataupun staff karyawan dimana kawan2 bekerja, contohnya. Pokoknya masih fleksible & poly peluang yang bisa dilakukan. Kalau toh gagal pada suatu usaha, masih sanggup coba-coba bisnis yg lain bila usianya masih muda.
Kiat memulai usaha persis seperti ini banyak diterapkan oleh pengusaha relasi saya. Beliau-beliau banyak yang merintis usaha ketika muda usia dengan pertimbangan seperti itu. Pendeknya, kalau toh gagal, masih bisa melakukan alternatif lain. Disamping itu di usia tersebut putra-putri beliau belum butuh biaya macam-macam.
Semoga sukses untuk kita seluruh, di bisnis & pada famili. Salam