Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Indonesia Makin Diminati Kalangan Investor Asing

Indonesia makin sebagai primadodan bagi kalangan investor asing, seiring mulai pulihnya perdagahgan internasional dan industri manufaktur adalah salah satu sektor yg paling diminati. "Iklim perdagangan global terutama pada daerah Asia paling cepat pulihnya. Pulihnya perdagangan global ini akan mendatangkan manfaat bagi Indonesia karena pemugaran kondisi ekonomi," kata Ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto pada Jakarta, Rabu (8/8).

Tingginya pangsa pasar di Indonesia, dari Suryo, terkait jumlah penduduk yg besar , jumlah energi kerja yg tersedia, serta kemungkinan peningkatan produktivitas sektor energi kerja dan ketersediaan bahan standar merupakan nilai tambah bagi investasi asing yg masuk.

"Sisi positif lainnya, stabilitas politik dan keamanan dan ruang bagi penerapan mekanisme pasar yang terbuka lebar merupakan kondisi yang membuat banyaknya minat investasi asing di Indonesia," paparnya.

Pasar yg skala besar ini adalah keliru satu faktor primer penarik modal asing ke Indonesia. Sektor perbankan yang dievaluasi baik jua mendukung minat investasi asing. "Investor asing sangat tertarik berinvestasi pada Vietnam, tetapi masih ada hambatan sistem perbankan pada sana, sebagai akibatnya investasi mampu pindah ke Indonesia. Kemudahan sistem perbankan di Indonesia merupakan galat satu yang menarik investor datang ke Indonesia," tuturnya.

Suryo menjelaskan tantangan yg dihadapi Indonesia, yaitu reformasi pemugaran institusi & aturan, perlu digalakkan buat menaikkan investasi asing pada sektor infrastruktur. "Keterbukaan penting buat menarik investor asing. Reformasi birokrasi pula perlu dilakukan lantaran instansi pemerintah banyak yang memanfaatkan investor buat kepentingan pribadinya," ucapnya.

Sebelumnya, Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto pun masih optimistis, sasaran nilai investasi manufaktur Rp 145 triliun tahun ini masih sanggup dicapai walaupun pencapaian kuartal pertama itu baru mencapai 20%. "apabila setiap triwulan mencatat nilai yg sama saja, setidaknya investasi manufaktur akan menembus Rp 100 triliun akhir tahun. Tinggal bekerja lebih keras saja," istilah Panggah.

Karena itu, Kemenperin akan terus mendorong realisasi investasi pada sektor manufakur. Salah satu yang akan tempuh, kementerian ini akan meyakinkan investor yg masih ragu-ragu supaya segera merealisasikan rencana investasinya.

Sementara Kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri Kemenperin Arryanto Sagala menuturkan, nomor investasi manufaktur yang mencapai Rp 28,91 triliun dalam kuartal I tahun ini terdiri atas penanaman modal domestik (PMDN) mencapai Rp 8,12 triliun dengan 210 proyek.

"Sedangkan penanaman kapital asing (PMA) tercatat US$ dua,31 miliar (Rp 20,79 triliun), yg mencakup 570 proyek. Data tersebut dari berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)," kata beliau.

Perinciannya, investasi industri farmasi & kimia, industri kertas & percetakan, dan industri kuliner memimpin sebagai sektor menggunakan investasi terbesar oleh PMDN. Industri farmasi & kimia mencatat nilai investasi sebesar Rp dua,48 triliun dengan 34 proyek Angka itu hampir menyamai realisasi PMDN sepanjang tahun 2011 buat sektor yg sama senilai Rp dua,71 triliun menggunakan 106 proyek.

Kemudian, investasi dalam industri kertas dan percetakan senilai Rp 1,56 triliun buat 22 proyek. Pada urutan ketiga, realisasi investasi industri makanan sebanyak Rp 136 triliun terdiri atas 57 proyek. Realisasi investasi PMA pada kuartal I-2012 dipimpin sang industri logam, mesin, dan elektro menggunakan nilai US$ 500.1 juta buat 133 proyek.

Kemudian, investasi industri tunggangan bermotor & alat transportasi sebanyak US$ 448,9 juta, yang terdiri atas 62 proyek. Pada urutan ketiga, realisasi investasi industri makanan US$ 384,8 juta, yg terdiri atas 103 proyek.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis

#Tag :

Inkindo Sambut Baik Investor Global ke Indonesia

Asosiasi Konsultan Indonesia (Inkindo) mendukung sepenuhnya kehadiran investor internasional datang ke Indonesia sejalan menggunakan pembangunan berbagai infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah dewasa ini.

Hal tadi menyusul kiprah konsultan yg cukup strategis pada menentukan datangnya investor, mengingat konsultan adalah orang pertama yg dimintai pertimbangan sebelum investor melakukan investasi di suatu negara.

Demikian disampaikan sang Ketua Asosiasi Konsultan Indonesia (Inkindo), Nugroho Pudji Rahardjo pada sela-sela penutupan "FIDIC International Infrastructure Conference 2107" menggunakan tema "Infrastructure Resilient - Improving Lifedanquot; yg dilaksanakan Inkindo bersama FIDIC (the International Federation of Consulting Engineers).

Sementara itu, wakil ketua Inkindo bidang interaksi internasional, Jimmy Sardjono Michael mengungkapkan kiprah konsultan semakin penting sejalan dengan semakin besarnya investor menurut kalangan partikelir menjadi sumber pendanaan dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur.

Pemerintah menyediakan sekitar 40 persen pendanaan yang diperlukan buat pembangunan berbagai infrastruktur, sementara sisanya berasal berdasarkan badan usaha milik negara & partikelir. Investor partikelir akan memerlukan donasi konsultan - baik individu juga kelembagaan - buat menaruh pertimbangan & memfasilitasi mereka pada aktivitas dan proses investasi yang dilakukan.

Selain merupakan lembaga dimana para ahli Indonesia bisa mengambil pelajaran penanganan bencana berdasarkan perusahaan-perusahaan internasional, berbagai perusahaan dan institusi Indonesia jua berkesempatan menerangkan pencapaian pada pengembangan infrastruktur, penanganan risiko bala, termasuk perencanaan pembangunan MRT yg waktu ini sedang intensif dilaksanakan.

Konperensi yang diikuti lebih dari 600 peserta berdasarkan 70 negara tadi membahas aneka macam aspek & perkembangan mutakhir mengenai "resilient infrastructure" (ketahanan infrastruktur), termasuk perencanaan buat ketahanan infrasturuktur, strategi buat mengurangi impak dan risiko bencana, hingga desain infrastruktur untuk ketahanan dan menghindarkan dampak kehancuran yg berfokus.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis

#Tag :

Sejumlah investor Jiangsu minat investasi di ndonesia.

Sejumlah investor asal Provinsi Jiangsu, China tertarik berinvestasi di Indonesia. Tak hanya investor swasta, beberapa investor dari perusahaan pelat merah China di Jiangsu juga tertarik investasi di Indonesia.

Ketertarikan investasi di Indonesia disampaikan oleh pengusaha dari Provinsi Jiangsu tersebut saat berkunjung ke Indonesia. Setidaknya, ada 20 orang delegasi Provinsi di wilayah Timur China ini yang datang ke Indonesia.

Chairman RSM Indonesia Amir Abadi Jusuf, yang menemui  delegasi itu bilang, keingintahuan investor dari Jiangsu sangat tinggi. Bahkan, delegasi tersebut telah melakukan perjalanan ke beberapa pabrik yang ada di Indonesia. "Mereka ingin mengetahui doing business di Indonesia," kata Amir, Senin (13/6).

Asal tahu saja, Provinsi Jiangsu ada di pesisir timur China dan merupakan salah satu provinsi yang memiliki keunggulan di bidang manufaktur elektronika, telekomunikasi, dan komponennya. Ada juga industri petrokimia, tekstil, industri logam dan permesinan.

Selain pengusaha, pebisnis Jiangsu yang datang ke Indonesia itu juga berasal dari pemerintah daerah. Ada juga perwakilan perusahaan seperti Jiangsu Xinoin Steel Co Ltd, Liyang Jinkun Forging & Machining Co Ltd, Jiangsu Donghai Chunbao Crystal Trading Company, Taizhou New Times Real Estate Development Company, Jiangsu Kinson Conduit Industry Co Ltd, serta China Nuclear Industry HuaXing Construction Co Ltd.

Amir bilang, saat ini ketertarikan investor dari Jiangsu baru sebatas tertarik dan belum memutuskan sektor industri yang akan digeluti. "Mereka masih explore, ingin tahu lebih banyak dulu soal Indonesia," ujar Amir.

Angela Simatupang, International Contact Partner dari RSM Indonesia menambahkan, Provinsi Jiangsu dan Indonesia sudah memiliki kerjasama sejak 2011. Sejak itu, investasi investor Jiangsu di Indonesia naik lebih dari US$ 100 juta. Angela bilang, Jiangsu termasuk provinsi kuat dalam hal manufaktur.

Sampai kuartal I-2016, investasi China di Indonesia mencapai US$ 464,6 juta, naik 518,6% dari periode sama tahun lalu. Nilai investasi China itu merupakan yang keempat terbesar setelah Singapura, Jepang dan Hong Kong.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis

#Tag :

Investasi Sektor Manufaktur Perlu Diberikan Insentif

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana menuturkan, industri manufaktur di Indonesia tetap tumbuh, namun melambat. Padahal, industri manufaktur merupakan sektor yg paling memengaruhi pertumbuhan ekonomi, lantaran menarik investasi dan menyerap banyak energi kerja.

Pemerintah, kata beliau, perlu memberikan bonus agar industri manufaktur semakin tumbuh & berkembang. Jika syarat manufaktur dibiarkan melambat, hal itu mampu memicu deindustrialisasi. "Indonesia punya potensi menjadi negara industri, tinggal diberikan bonus yg sempurna," ujar dia.

Dalam pandangan beliau, beberapa insentif yg diperlukan buat mendorong pertumbuhan industri manufaktur adalah menurunkan harga tenaga, terutama gas, dan menaikkan elektrifikasi. Harga gas buat tenaga masih mahal, mencapai US$ 8 per mmbtu. Alhasil, poly sekali pelaku industri yang teriak supaya harga gas sanggup diturunkan ke level yg paling ideal, sekitar US$ 6 per mmbtu.

Harga gas yg tinggi, istilah beliau, sangat membebani karena menambah ongkos produksi. Oleh sebab itu, pada 2 tahun terakhir pemerintahan Presiden Jokowi, fokus primer adalah memangkas harga gas energi. Di samping itu, sasaran listrik 35 ribu MW perlu direalisasikan agar manufaktur bisa tumbuh. ?Harga energi wajib menjadi perhatian utama, karena banyak jenis industri yang tergantung pada energi,? Papar dia.

Di luar itu, dia membicarakan, pemerintah wajib memberikan fasilitas tax holiday dan tax allowance bagi industri yg menyerap energi kerja relatif akbar & nilai investasinya tinggi. Jika telah ada fasilitas tax holiday dan tax allowance, banyak investor asing yg tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi yang tinggi berdampak dalam penurunan nomor pengangguran.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari kawan lokal untuk kongsi usaha

#Tag :

Market Research For Foreign Investor Who Will Invest in Indonesia

Our firm consist of experienced team who have do market research project for some multinationals companies in Indonesia. We help foreign investor to secure their investment in Indonesia by conducting reliable market research. We help them with market research / business research that we can do both quantitative or qualitative research. Our service competence in the scope:

Market Mapping & Competitor Intelligence

We can do an in-depth analysis of potential competitors and market map. We will show who the market leader, top ten players in each idustry and their strength, This includes market overviews, company profiles and analysis of strengths, weaknesses, opportunities and threats in new target markets. We will do this qualitative research to look at your competitors. Our research experts employ SWOT analysis to assess competitor strategies. We can evaluates competitors from all pertinent quantitative angles. We include pricing strategies, product and service comparisons, competitor rankings, benchmarking studies and financial statement analysis. We will provides an effective way to keep a watchful eye on everything of importance with a comprehensive set of services regarding competitive intelligence research and analysis. Competitive intelligence research and analysis involves confidential and sensitive details. To address potential concerns, it is advisable that businesses work with experienced and trusted providers. It usually need non-disclosure agreement (NDA) with both parties.

Market Feasibility Studies

We can doMarket Feasibility Studies toprepares you for circumstances that will be faced in specific markets by looking into market entry barriers, competitor and business obstacles. This candid assessment often includes SWOT and PEST analyses.

Industry Reports

Our team have competence in colleting data of industry and also examines industry trends impacting the business. We address recent developments, industry regulations, changing industry landscapes and consumer preference shifts.

Product and Services Research

This is one among most wanted research services. We do analyzes consumer needs and preferences and how they impact both new and existing services and products. The qualitative research process is designed to identify the highest-priority service requirements and product features.

Brand Research

We can reviews all aspects of branding strategies. It can be quantitative or qualitatitave. Our research includes social media monitoring, paper and online questionnaires, choosing a brand and name for products and services, brand reputation, brand image research and brand recognition.

Customer Satisfaction Studies

It uses qualitative and quantitattive questionnaires to identify both real and perceived pain points for your current and prospective customers. We prepare concise reports that showcase consumer opinions.

Research On Government Policy

We can do customized qualitative research on government policy related to certain business sector. We will explore expert commentary and opinions to build comprehensive finding.

Network Creation & Research

We have competence to help investor in create  network by identifying partners such as distributors, suppliers, lenders, attorneys, joint venture candidates, accountants and franchise partners. This is one of the most important and delicate steps as you develop a market entry strategy.

Merger and Acquisition Services

We are expert in identifying potential partners for market entry and can help some M&A aspects. We can refer team who can perform due diligence, prepare pitch presentations, develop financial models, analyze financial data and assemble information memorandums. We have team that experienced in merger and acquisition in global standard. This services is not research job, but financial advisory job.

Workshops

We can facilitates clients to do workshops with designated participants such as consumers, product experts and employees. Topics can include working on a case study designed to elicit answers to specific qualitative research questions.

If you want to invest in Indonesia and need market research to secure your investment, please contact us.

thanks

wingdarmadi@gmail.com

Phone: +6281 384 160988 (Jakarta)

Other topic of market research that we can provide to client, as follow :

Top 100 FMCG Companies in Indonesia : Business Landscape, key players, brands, market size, trend, investment opportunity- a Market Research Report

Indonesia Top 30 Consumer Good Distributors

Indonesia Sugar Market: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity

Indonesia Top 50 Healthcare Companies: Competitive Landscape, Key Players, Trend and Opportunity

Indonesia Top 50 Hospitals: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity

Indonesia Cold Chain / Refrigerated Logistic Business: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size

Indonesia Top 50 Courier Express Companies

Indonesia Tower Telecom / BTS Market : Competitive Landscape, key players, trend and investment opportunity

Indonesia Top 50 Mini Hydro Companies

Indonesia Top 50 Infrastructure Companies : Business landscape, key players, trend, investment opportunity

Indonesia Top 50 Power Generation Companies : Business landscape, key players, trend, investment opportunity

Indonesia Top 50 Renewable Energy Companies

Indonesia Top 100 Coffee Companies For Global Sourcing

Indonesia Top 50 Cocoa Companies For Global Sourcing

Indonesia Top 100 Crumb Rubber Companies For Global Sourcing

Indonesia Top 100 Seafood Companies (Exporter) For Global Sourcing

Indonesia Top 50 Tea Companies / Exporter For Global Sourcing

Indonesia Paper Exporters For Global Sourcing : Competitive Landscape, Key Players, Trend

Competitive Landscape of Consumer Cheese Market in Indonesia

Indonesia Dairy and Consumer Milk Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity

Indonesia Ready To Drink Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity

Indonesia Top 50 Chain Restaurant/bar/lounge group of companies

Indonesia Top 50 Snack Foods Companies

Indonesia Beef Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Revenue and Opportunity

Indonesia Top 100 Food and Drink Companies

Indonesia Seasoning Market Map : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size

Indonesia Top 100 Fintech Companies and StartUp: Competitive Landscape, Trend, Market Size, and Opportunity

Indonesia Top 100 Furniture Companies / Exporter For Global Sourcing

Indonesia Data Center Market : Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size, Revenue and Opportunity

Indonesia Top 50 IT System Integrator: Competitive Landscape, Key Players, Trend, Market Size

#Tag :

Tanjung Tapa Mulai Dilirik Investor

KAYUAGUNG-Bupati OKI H Iskandar, SE menanggapi positif penemuan benda bersejarah di Teluk Cengal, Kabupaten OKI yang diduga merupakan Bandar Sriwijaya. Penemuan ini makin menegaskan bahwa wilayah Kabupaten OKI layak menjadi “Bandar Sriwijaya” dalam konteks kekinian, yaitu berdirinya Pelabuhan Samudera di kawasan Tanjung Tapa, Kecamatan Air Sugihan, OKI yang telah diusulkan sejak Oktober tahun lalu.

?OKI merupakan daerah potensial buat pelabuhan samudera . Sejarah berkata demikian, berdasar penelitian arkeolog, pelabuhan primer Kerajaan Sriwijaya terdapat pada wilayah OKI. Saya makin optimistis kalau usulan (Tanjung Tapa) Air Sugihan akan terwujud sebagai pelabuhan internasional,? Kata Bupati OKI H Iskandar, SE, pada Kayuagung, Minggu (10/9).

Menurut Bupati, Tanjung Tapa, Air Sugihan memang layak sebagai pelabuhan samudera internasional seperti bandar sriwijaya dalam masa itu.

Disinggung atas inovasi benda-benda peninggalan Sriwijaya pada Teluk Cengal, Iskandar optimistis jika itu mrmang ada.

?Temuan-temuan itu penting buat diteliti & dikembangkan sebagai warisan peradaban Kerajaan Sriwijaya dalam bidang pelayaran dan perdagangan internasional,? Tutur Bupati OKI.

Inisiatif Bupati OKI H Iskandar, SE mengusulkan Tanjung Tapa, Air Sugihan menjadi pelabuhan internasional eksklusif menerima respons positif berdasarkan beberapa investor di Timur Tengah.

Menurut Kasubbag Media Komunikasi Publik Setda OKI, Adiyanto, tawaran tadi disampaikan oleh pengusaha nasional berasal OKI pada Jakarta.

Dia melanjutkan potensi Tanjung Tapa sebagai pelabuhan internasional sangat memungkinkan buat mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA).

?Studi kelayakan (FS) sudah dibuatkan. Dalam waktu dekat ini, investor akan paparan menggunakan Gubernur dan Bupati,? Katanya.

Dia mengungkapkan, laut pada (deep sea) yang ada pada Tanjung Tapa sanggup dimasuki kapal-kapal tanker berskala besar meski dalam syarat pasang surut.

“Kedalaman laut dan besaran gelombang itu penting bagi sebuah pelabuhan samudera. Sarana pendukung seperti jalan itu harus disupport. Adapun jalan yang sudah siap, yaitu jalan  Air Sugihan-Riding Pangkalan Lampam-Palembang,” terangnya.

Terkait Tanjung Carat yang turut diusulkan sebagai pelabuhan samudera, pihaknya juga mendukung. Apalagi jaraknya tidak begitu jauh dari KEK Tanjung Api-Api.

Akan tetapi, butuh biaya besar buat reklamasi bahari di daerah tersebut.

?Potensial, tetapi biayanya besar karena wajib reklamasi. Kami berharap dua-duanya (Tanjung Tapa dan Tanjung Carat) mampu jadi pelabuhan internasional,? Pungkasnya.

Diketahui, survei yang dilakukan PT OKI Pulp and Paper sejak 2013 lalu menyebutkan kalau wilayah Tanjung Tapa yang berbatasan langsung dengan Selat Bangka memiliki kedalaman air (bathymetric) lebih dari 16,50 meter.

Selain itu, Tanjung Tapa mempunyai luas lebih berdasarkan dua.000 meter dihitung berdasarkan garis pantai Tanjung Tapa sampai ke Selat Bangka.

Berdasar laporan tim survei, Asosiasi Navigasi Internasional (PIANC) merekomendasikan bahwa setiap alur setidaknya harus 3 kali lebar dari kapal terluas yang menggunakan alur tadi. Untuk kemudian lintas kapal yang berpapasan satu sama lain serta mempunyai kedalaman minimal 16 meter dalam sudut terendah atau ketika pasang surut dan kapal menggunakan dalam keadaan bermuatan penuh.

Selain persyaratan pelabuhan laut tersebut, pencatatan gelombang & arus angin jua dilakukan selama periode survei tadi. Lokasi Tanjung Tapa dianggap terlindung menurut imbas perubahan gelombang laut yang meningkat meski memiliki paparan angin menurut timur selatan. Lokasi ini pula mempunyai catatan risiko yg rendah terhadap bencana alami seperti intensitas gema, badai tropikal & gelombang pasang.

Terpisah, Direktur PT OKI Pulp and Paper, H Gadang Hartawan menyampaikan penelitian itu dilakukan pihaknya bermula buat membentuk dermaga spesifik bongkar muat pabrik kertas.

Bahkan pihaknya akan mendukung apabila Bupati OKI H Iskandar, SE mempunyai gagasan membuahkan Tanjung Tapa menjadi pelabuhan lautan internasional.

?Siapa yang mau lewat sana. Belum terdapat akses transportasinya. Nanti kami komunikasikan lagi menggunakan Pemkab,? Kata Gadang melalui selulernya.

Diketahui, jeda Tanjung Tapa dari lokasi pabrik PT OKI Pulp kurang lebih 65,18 km dengan 12.80 km terakhir berada pada area HTI. Sebagian pada areal basah sebagai akibatnya memerlukan jembatan yg menghubungkan antara gudang & container area menuju dermaga sepanjang 2,260 meter mencapai kedalaman yang diharapkan pada landasan dermaga primer (16,30 m) saat surut terendah. Jembatan dibangun buat menghindari penumbangan pohon hidup di garis pantai.

Tanjung Tapa memiliki area sepanjang 2.30 km yang masuk hutan lindung sehingga memerlukan izin khusus transit di lahan basah. Akan tetapi, manfaat yang didapat jauh lebih banyak, yakni pembangunan pelabuhan laut di Tanjung Tapa akan memberi manfaat bagi Kabupaten OKI serta mendukung KEK Tanjung Api-Api  (TAA) yang kini diambil alih pusat dan dikelola Pelindo.  Kemudian, Pelabuhan Tanjung Tapa juga berpotensi ekonomi masyarakat baik produksi pertanian dan perkebunan, perikanan warga di Kabupaten OKI, Banyuasin dan Pulau Bangka.

Selanjutnya, Pelabuhan Tanjung Tapa interline dengan sejumlah wilayah, syarat jenuh di Selat Malaka juga diprediksi akan memberikan keuntungan bila di tanjung tapa dibangun pelabuhan lautan. Sebab ribuan kapal melintasi Selat Malaka setiap harinya, menggunakan kejenuhan dan penambahan ketika layar, tentu jalur pantai timur Sumatera akan semakin dilirik.(abu-sriwijayamedia))

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi bisnis

#Tag :

Sejumlah Investor Timur Tengah Tertarik Investasi di Jawa Barat

Para calon investor & investor dari Timur Tengah membidik sejumlah proyek strategis, khususnya proyek infrastruktur di Jawa Barat melalui kolaborasi yg dibangun oleh Pemprov Jabar dan Islamic Corporation for the Development of Private Sector (ICD) dan Islamic Development Bank (IDB).

Melalui forum keuangan negara-negara Timur Tengah dan negara Islam tadi, para calon investor & investor dari Timur Tengah siap berinvestasi di Jawa Barat. Terlebih, IDB selaku lembaga keuangan internasional mempunyai aturan hingga USD5 miliar untuk diinvestasikan, termasuk untuk investasi di Jabar.

Dalam rangka memuluskan kolaborasi investasi tersebut, Pemprov Jabar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar menggelar West Java Investor Forum. Melalui lembaga tersebut, sejumlah proyek strategis, khususnya infrastruktur di Jabar dipamerkan.

Utusan Khusus Presiden Indonesia buat negara-negara Timur Tengah & negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) Alwi Shihab berkata, para calon investor & investor berasal Timur Tengah cukup tertarik buat berinvestasi di Jabar. Sebab, Jabar memiliki keunggulan, mulai berdasarkan budaya sampai potensi asal daya alamnya.

"Jabar merupakan tempat yg mereka minati dari kultur, lebih dekat ke jiwa orang Timur Tengah, ketimbang investasi pada Bali. Ini keunggulan harus ditunjukkan," tutur Alwi dalam forum di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (6/10/2017).

CEO ICD Khaled Al Aboodi mengakui, pertumbuhan ekonomi di Jabar sangat menggairahkan. Karenanya, dia konfiden para pengusaha asal Timur Tengah tertarik menanamkan investasinya pada Jabar.

Khaled mengakui, pihaknya sempat mengalami hambatan saat menawarkan investasi di Jabar pada para pengusaha pada Timur Tengah. Selain minimnya liputan, investor selama ini kesulitan menemukan proyek pada Indonesia yg bankable.

Oleh karenanya, Khaled mengapresiasi lembaga yg diselenggarakan Kantor Perwakilan BI Jabar beserta Pemprov Jabar tersebut. Melalui forum tadi, dia berharap, perseteruan yang selama ini menjadi penghambat peluang berinvestasi mampu diselesaikan.

"Tentu kami ingin lebih poly berinvestasi pada Jabar, baik sektor swasta juga publik. Kami ingin memperlihatkan komitmen kami buat proyek-proyek pada Jabar. Kami pun ingin menggandeng perusahaan-perusahaan multinasional di Jabar buat mengembangkan bisnis di luar negeri," jelasnya.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, Pemprov Jabar ingin meyakinkan bahwa Jabar sangat terbuka bagi para investor asing, khususnya dari tempat Timur Tengah. Terlebih, kata Deddy, Jabar merupakan nirwana investasi di Indonesia. Karenanya, Pemprov Jabar pun mempunyai visi akbar untuk mewujudkan Jabar sebagai lokasi penanaman modal terbaik pada Asia Tenggara 2025 nanti.

Terkait investasi pada Jabar, Deddy menginformasikan bahwa hingga dengan semester I 2017, Jabar masih sebagai provinsi tujuan penanaman modal asing (PMA) terbesar pada Indonesia dengan nilai investasi Rp33,21 triliun atau sekitar USD2,49 miliar, sekaligus menjadi provinsi tujuan penanaman kapital dalam negeri (PMDN) terbesar ke 2 di Indonesia menggunakan nilai investasi sebanyak Rp20,89 triliun atau kurang lebih USD1,57 miliar.

"Sejauh ini, jumlah investasi menurut negara-negara Timur Tengah di Jabar masih terbilang rendah. Sepuluh negara menggunakan investasi terbesar di Jabar diduduki sang Jepang, Singapura, Belanda, Taiwan, Hong Kong, Prancis dan British Virgins Island. Menyusul lalu Malaysia, Korea Selatan & China," sebut Deddy.

Menurut Deddy, terdapat sejumlah peluang investasi pada Jabar, misalnya proyek pengembangan jalur kereta api LRT Bandung Metropolitan Area dan jalur kereta barah Tanjungsari-Kertajati- Arjawinangun, proyek pelabuhan internasional Patimban & Indonesia Halal Hub Logistik, serta proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Bandara Nusawiru di Pangandaran.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari kawan lokal untuk kongsi bisnis

#Tag :

Daftar Investor Korea Makin Bertambah, Ada Dua Lagi Yang Akan Tanam Modal di Kabupaten Batang

Investor Korea juga semakin meninati Jawa Tengah. Kali ini kabupaten Batang yang sebagai incaran. Dilaporkan, terdapat dua investor asal Korea siap membangun pabrik garmen dan kuliner pada Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Yakni PT Kukdong & PT Fit Food Industry.

Nilai investasi PT Kukdong ditaksir tidak kurang menurut Rp 125 miliar & diperkiraan bisa menyerap 3.000 tenaga kerja. Sedangkan PT Fit Food Industry akan menanamkan modal senilai Rp 25 miliar.

Sumber menurut pejabat setempat menyampaikan, alasan ketertarikan investor asing menanamkan investasinya di daerah Kabupaten Batang ini karena kondisi daerah aman. Ketertarikan dua invstor asing itu telah dituangkan dalam 'Letter of Interest (LoI)' yg ditandatangani sang Bupati Batang, Wihaji menggunakan investor dalam acara 'Central Java Investment Business Forum (CJIBF)' yg dipusatkan pada Hotel Solo Paragon, Surakarta.

Selain melakukan penandatanganan "LoIdanquot;, kata beliau, Bupati Batang bersama calon investor lain melakukan "one on one meetingdanquot;. "Melalui aktivitas itu, kami berharap semoga banyak investor lain yang menyusul untuk berinvestasi pada Kabupaten Batang.

Meski secara aturan nir mengikat pada ke 2 belah pihak namun penandatanganan "LoI" bisa menjadi pintu masuk yang efektif bagi inestor ke daerah Kabupaten Batang. "Kami berharap menggunakan nilai investasi sebesar itu maka peluang keterserapan tenaga kerja lokal akan semakin tinggi. Penarikan investasi ini antara lain ditujukan untuk menyerap lapangan kerja yang lebih luas," ucapnya.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi bisnis

#Tag :

Menyimak Daftar Investor Jepang di Indonesia: Negeri Sakura Tersebut Tetap Andalan Indonesia

Indonesia memang tak mampu dipisahkan dengan saudara tuanya, Jepang. Tak terkecuali pada bidang bisis dan investasi. Jepang meruapakan keliru satu negara krusial bagi investasi & kemajuan ekonomi Indonesia. Jika dilihat dari investasi asing dalam 2017, selama 2 kuartal saja, total investasi Jepang di Indonesia sudah senilai dua,8 miliar dolar Alaihi Salam. Artinya, jika dibuat pada satu tahun sudah akan lebih dari USD lima miliar.

Memang menarik. Sekarang ini makin banyak investor Jepang yg mengincar Indonesia. Jika dalam generasi pertama, investor Jepang yang masuk hanya industri berat seperti otomotif, elektronika & pembangkit listrik, maka sekarang ini peminatnya makin beragam. Dari yg skala investasi per proyek diatas Rp 10 triiliun sampai yang Rp 100-500 miliar. Pemain Jepang pada usaha food, farmasi, IT, premi, jasa korporat, logistik, migas, general manufacturing, steel foundry, properti, bank, dan supporting industries kini jua berbondong2 ke Indonesia. Hal ini jua mudah dibaca menurut makin banyaknya hotel khusus rakyat Jepang di jabotabek.

Jika dulu investor Jepang hanya berkutat dalam nama-nama konglomerasi Jepang misalnya Toyota, Mitsubishi, Nissan, Kao, Asahi, Panasonic, Komatsu, maka kini industrinya sangat majemuk. Setidaknya itu menurut data yg penulis terima mengenai perusahaan-perusahaan Jepang pendaftar Indonesia. Bahkan mereka juga mengincar bisnis entertainment & digital, selain sektor-sektor manufaktur dimana mereka terus melihat kesempatan.

Berdasarkan data BKPM, secara total investasi PMA di Indonesia mencapai angka Rp 206,9 triliun. Angka total investasi PMA dan PMDN selama 2017 optimis akan bisa dipenuhi dimana BKPM memasang target realisasi investasi sebesar Rp 678,8 triliun.  Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sendiri telah mencapai angka Rp 129,8 triliun selama satu semester. Jika realisasi PMA dan PMDN ditotal, maka realisasi investasi di Indonesia sepanjang semester pertama 2017 mencapai angka Rp 336,7 triliun. Angka tersebut naik 12,9 persen jika dibandingkan pencapaian pada semester pertama tahun lalu. Pada 2016, realisasi investasi di Indonesia selama satu semester pertama hanya mencapai Rp298,1

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari kawan lokal buat kongsi usaha

#Tag :

Dari Daftar Investor Jerman: Investor Yang Satu Ini Siap Gelontorkan Investasi Rp 1,4 triliun

Investor asal Jerman, Kohler, siap perkuat investasi di Indonesia. Perusahaan global di industri furniture spesialis kamar mandi dan produk dapur ini akan menginvestasikan dana  USD 100 juta untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia sebagai pasar yang dianggap potensial. Pada tahap awal pihaknya fokus ke produk keramik.

Dana tadi diperuntukkan menciptakan pabrik manufaktur perdananya pada Indonesia, berlokasi pada Cikarang, Jawa Barat, yg hari ini digrounbreaking sang Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto diwakili Direktur Jenderal Industri, Kimia, Tekstil & Aneka Achmad Sigit Dwiwahjono.

Pabrik tersebut rencananya memulai proses produksi akhir 2019 untuk menciptakan produk berbahan kaca keramik guna memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Kohler menilai bahwa Indonesia potensi pasar yg baik & merupakan sasaran pasar strategis yang sedang berkembang pesat.

"Tim aku sudah beri tahu bahwa butuh dua tahun proses pembangunan pabrik ini. Ini semacam harus men-challenge dan menantang tim bekerja lebih cepat agar lebih cepat terselesaikan lantaran banyak permintaan dari kostumer indonesia," istilah Presiden Grup Kohler Larry Yuen, dalam acara groundbreaking, Selasa (28/11/2017).

Pabrik Kohler akan dibangun pada huma 20 hektare (ha) & akan mempunyai berukuran bangunan 65 ribu meter per segi. Jika sudah beroperasi penuh, pabrik ini ditargetkan mampu mempekerjakan sekira 1.000 energi kerja.

"Saat ini, Kohler Kitchen & Bath Group memiliki lebih dari 42 pabrik di 29 lokasi dan 12 negara, serta memberdayakan lebih dari 25.000 karyawan di seluruh dunia. Kami sangat senang bisa membangun pabrik baru di Indonesia," tandasnya.

Dia mengatakan bahwa Indonesia sudah menjadi pasar bagi pihaknya selama 35 tahun. Namun mereka baru menggarap secara serius potensi pasar di Indonesia dengan membangun pabrik pertamanya di Cikarang.

"Lebih baik telat dari pada tidak sama sekali. Kami sudah menjadikan Indonesia sebagai pasar selama 35 tahun, hingga akhirnya kami memutuskan untuk membangun pabrik baru. Kami nomor satu di China, dan India. Kami melihat ini adalah waktu yang tepat dan kondisi perekonomian Indonesia mengarah pada tujuan yang tepat," tambahnya.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis

#Tag :

Dari Daftar Investor Asing di Indonesia: Investor Singapura Kontributor Terbesar

Berdasarkan data BKPM, secara total investasi PMA pada Indonesia mencapai angka Rp 206,9 triliun. Dari data tersebut, jumlah investasi dari Singapura yang paling akbar. Singapura sebagai negara asing penyumbang investasi terbesar pada Indonesia.

Pada triwulan kedua 2017, Singapura mengungguli Jepang yg berada di posisi kedua. Sebelumnya, pada triwulan pertama Singapura pula tercatat mengungguli negara-negara lain. Hal ini secara otomatis menempatkan mereka sebagai negara asing penyumbang nilai investasi terbesar pada Indonesia.

Total selama satu semester terdapat tiga,7 miliar dolar Alaihi Salam investasi masuk menurut Singapura. Apabila hanya dihitung pada triwulan ke 2 (April-Juni), Singapura permanen berada pada posisi teratas. Dengan jumlah total investasi 1,6 miliar dolar Alaihi Salam, negara tadi menyumbang 0,2 miliar dolar Alaihi Salam lebih poly ketimbang Jepang. Hal ini turut dibenarkan melalui pernyataan Deputi Bidang Pengendalian & Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis.

Di peringkat kedua adalah Jepang dengan nilai investasi 2,8 miliar dolar AS, disusul Tiongkok dengan nilai investasi 2 miliar dolar AS.  Hongkong dan Amerika Serikat berada pada peringkat keempat dan kelima. Kedua negara tersebut masing-masing menyumbang nilai investasi 1 miliar dolar AS.

“Lima besar Penanaman Modal Asing  pada triwulan kedua 2017 yakni Singapura [senilai 1,6 miliar dolar AS], Jepang [1,4 miliar dolar AS], Tiongkok [1,3 miliar dolar AS], Hong Kong [0,6 miliar dolar AS] dan Korea Selatan [0,5 miliar dolar AS]," ujarnya sebagaimana dikutip Antara, Rabu (26/7/2017).

Posisi Singapura yang sebagai investor terbesar di Indonesia sebenarnya bukan hal mengagetkan. Maklum, posisi Singapore memang negara kaya yg lokasinya terdekat dari Indonesia. Yang ke 2, Singapura pula menjadi hub bagi investor berdasarkan negara-negara lain, bahkan investor global. Banyak investor akbar yang asalnya bukan dari Singapura tetapi menempatkan dananya pada Singapura. Dana investasi mereka di-pool di Singapura. Sehingga waktu ada peluang investasi menarik di Indonesia mereka mampu cepat membidik & menginvestasikannya pada Indonesia. Padahal perusahaan pemilik berasal dana itu bukan orisinil Singapura. Investor Singapura sendiri tipikalnya merupakan investor keuangan yang dari sisi sektor usaha yg dibidik mereka lebih fleksibel. Mereka lebih concern dengan prospek profitabiltas bisnis & return.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi usaha

#Tag :

Astra, The Unforgettable Bridge Menuju Lanskap Bisnis Baru

Di usianya yang telah genap 60 tahun, Group Astra berhasil menorehkan sederet prestasi penting secara finansial maupun non finansial. Tapi apa sih sesungguhnya manfaat Astra bagi Indonesia?

Penulis: Sudarmadi  *

Suatu pagi, di awal Oktober 2017 lalu. Secara tak sadar air mata Jeny Minarti (23) berderai ketika mengenang perjalanan hidupnya yang bak sebuah roller coaster. Tangisan Jeny pagi itu bukan tentang  kesedihan, namun dia justru tengah berbahagia karena baru saja mendapatkan bonus prestasi yang lumayan besar setelah tiga tahun bekerja di salah satu anak usaha Group Astra (PT Astra Internasional Tbk). Sebuah kegembiraan yang sangat dia idam-idamkan sekaligus dia harapkan bisa mengakhiri kisah pilu diri dan keluarganya yang hidup serba dalam kesusahan semenjak ditinggal wafat ayahnya tahun 2012.

Ya, belitan kemiskinan memang menjadi kenyataan hidup yang mesti dihadapi Jeny dan dua adiknya sejak ayahnya wafat. Untuk menyambung hidup keluarga, ibunya bekerja serabutan sebagai buruh cuci pakaian dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan makan harian dan sandang ala kadarnya. Namun Jeny masih beruntung, pengelola Polman Astra (Politeknik Manufaktur Astra) mengetahui kondisi Jeny dan keluarga yang kemudian berbaik hati memberikan kesempatan kepadanya untuk kuliah di Polman Astra, dengan beasiswa dan keringanan biaya studi.

Gayung bersambut. Jeny kemudian menyelesaikan pendidikannya di Polman Astra dengan prestasi akademik yang baik sehingga ketika lulus langsung direkrut oleh salah satu anak usaha Astra. Sejak saat itu 'harapan untuk hidup yang lebih baik' Jeny dan keluarga menyeruak kembali. Selain bisa menopang kebutuhan makan keluarga, yang lebih mengharukan, Jeny bisa membiayai sekolah dua adiknya yang sedang studi di SMU dan SMP. Wajar bila pagi itu Jeny meneteskan air mata kegembiraan.

Jeny dengan kegembiraannya hanyalah satu dari jutaan orang yang mendapat cipratan berkah dari keberadaan Group Astra (PT Astra Internasional Tbk), sebuah konglomerasi multi bisnis yang sudah berusia 60 tahun. Dalam hal ini Jeny beruntung karena mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan Astra karena ia pernah mendapatkan beasiswa dari perguruan tinggi milik Group Astra, Polman Astra, dan kemudian juga diberi kesempatan bekerja di anak usaha Group Astra.

Sejatinya ada jutaan orang yang mendapatkan tetesan manfaat dari keberadaan Astra, tak hanya Jeny. Maklum, berdasarkan observasi penulis, Astra termasuk tipologi group perusahaan yang dikelola dengan menjaga keseimbangan antara tiga hal: yakni kepentingan mengejar profit, membangun dan mengembangkan SDM internal, dan mengembangkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab publik. Astra berada pada titik yang terlalu jauh untuk dikategorikan sebagai perusahaan yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.

Kepedulian Astra terhadap lingkungan sekitar itu juga dicerminkan dalam filosofi atau core value Astra yakni pada sila pertama dari Catur Dharma Astra : "Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara" . Aspek 'memberikan manfaat ke masyarakat sekitar' dinilai sebagai hal yang fondamental oleh pendiri Astra sehingga bahkan lebih didahulukan dari tiga sila lainnya. Yakni 'memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan', 'menghargai individu dan membina kerjasama' dan 'senantiasa berusaha mencapai yang terbaik'.

Filosofi Astra itu bukan sebuah janji kosong tanpa implementasi. Paling gampang hal itu bisa dilihat dari empat program Astra untuk kepentingan publik yang sudah terlaksana melalui program Astra Sehat, Astra Cerdas, Astra Hijau dan Astra Kreatif. Program-program tersebut telah dijalankan secara massif oleh Astra dengan menggelontorkan dana hingga ratusan miliar rupiah.

Melalui program Astra Cerdas misalnya, Astra membina lebih dari 127.228 sekolah di Indonesia,  memberikan paket beasiswa ke lebih dari 230.000 anak, serta membantu 40.671 guru binaan. Kemudian, melalui program Astra Sehat, Astra telah membina 1.683 posyandu di Indonesia, selain aktif mendukung program donor darah secara nasional serta pembagian ribuan kacamata bagi warga yang membutuhkan.

Lalu, melalui program Astra Hijau, selain proses bisnis Astra sendiri sudah menyelaraskan prinsip green business yang peduli lingkungan, Astra juga aktif melakukan berbagai kegiatan penghijauan. Setidaknya Astra sudah melakukan penanaman 4,5 juta pohon serta melakukan pelestarian pada 1,12 juta pohon mangrove di berbagai lokasi yang kritikal.

Yang juga tak kalah menarik,  program Astra Kreatif dimana Astra membantu kalangan UKM di Indonesia untuk berkembang melalui serangkaian program pemberdayaan usaha, baik yang dilakukan oleh entitas induk maupun anak-anak usaha. Melalui Yayasan Dana Bakti Astra (YDBA), tunjuk contoh, Astra sudah membina 11.014 UMKM, baik yang bisnisnya terkait langsung dengan proses supply chain Astra maupun yang tidak ada kaitan sama sekali. Sudah tentu, itu semua diluar manfaat yang sudah diterima langsung oleh karyawan Astra yang saat ini tak kurang dari 218.000 orang karyawan.

Tak bisa dipungkiri, bagi dunia usaha di Indonesia, Astra menjadi sebuah cermin yang pas tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara kepentingan mengejar profit, mengembangkan dan mengayomi SDM internal dan membangun lingkungan sekitar. Astra bukanlah tipikal konglomerasi hitam yang memburu profit sebesar-besarnnya dengan cara merusak lingkungan, ngemplang pajak, atau mengabaikan kepentingan pihak lain yang terkait dengan bisnisnya. Upaya menjadi good citizen benar-benar diusahakan oleh Astra baik pada level induk maupun pada anak-anak usaha.

Namun bukan hanya itu hal yang bisa menjadi lesson learnt dari keberadaan Astra.  Menurut kesimpulan penulis, Astra juga bisa menjadi benchmark dan pembelajaran manajemen bagi kalangan pebisnis di Indonesia tentang bagaimana sebuah usaha dikelola berbasis sistem. Sejak awal Astra sangat percaya pentingnya membangun sistem dan proses dalam mengembangkan bisnis. Sistem disini sangat komprehensif, bisa meliputi sistem produksi dan pelayanan, sistem manajemen keuangan, pengelolaan SDM dan rekruitmen karyawan, pengembangan pemimpin dari dalam, hingga sistem yang mengatur hubungan antar organisasi dan entitas bisnis baik secara internal maupun eksternal.

Tentang kesungguhannya membangun sistem ini bisa jadi Astra memang terinspirasi partner-partner bisnisnya dari Jepang seperti Toyota, Daihatsu, dan Isuzu, namun kehebatan Astra adalah pada konsistensi dan komitmennya dalam implementasi. Banyak pemilik dan pengelola bisnis di Indonesia yang juga mempelajari rahasia sukses perusahaan-perusahaan Jepang, toh faktanya mereka gagal dalam mengembangkan sebuah usaha berbasis sistem nan kokoh. Astra di lain sisi, sangat konsisten dalam membangun sistem dan proses bisnis. Mereka meyakini, kalau sistem dan proses sudah dijalankan dengan baik, maka 'hasil' secara otomatis akan mengkuti.

Karena Astra dijalankan dengan berbasis sistem yang kuat, maka manfaat langsungnya, Astra menjadi lebih solid terhadap berbagai gangguan krisis yang disebabkan faktor eksternal maupun internal. Contohnya ketika Presiden Direktur Group Astra sebelumnya, Michael D. Ruslim, tiba-tiba wafat dipanggil Sang Pencipta, Astra sama sekali tidak goyah. Tidak ada goncangan dari sisi operasional maupun kinerja. Kenapa? Karena Astra pada level puncak dikelola dengan sistem kepemimpinan kolektif yang kuat dan sistem kaderisasi kepemimpinan pun sudah disiapkan dengan rapi sehingga roda Astra tetap bergulir dengan baik.

Tak hanya itu yang menarik dari Astra. Diantara yang juga penting untuk diberikan catatan tebal, kesungguhan Astra dalam membangun SDM perusahaan dan mengembangkan leader-leader dari dalam. Astra merupakan tipologi perusahaan yang mau mengembangkan (grooming) karyawannya dan mendanainya, dan bukan tipe perusahaan yang asal gampang membajak karyawan milik 'tetangga sebelah'. Prinsip ini bisa berjalan baik karena sejak awal pengelola Astra meyakini paradigma bahwa setiap orang memiliki potensi yang hebat dan dapat dikembangkan untuk kemajuan perusahaan.

Jangan heran bila Astra memiliki 'kampus internal' yang aktif  mempersiapkan leader-leader masa depan yang disebut sebagai Astra Management Development Institute (AMDI). Organisasi ini dari waktu ke waktu memfasilitasi berbagai program pelatihan kepemimpinan di Astra Group dengan konten yang seimbang antara sharing pengetahuan, pengalaman, kompetensi dan pengembangan karakter. Dus, yang dikembangkan mencakup aspek hard skill maupun  soft skill. Programnya sendiri berlapis-lapis, mulai dari Astra Basic Management Program hingga Astra Advanced Executive Program yang dikhususkan untuk para eksekutif di Grup Astra.

Tampak sekali bahwa manajemen Astra sangat serius dalam mengembangkan berbagai program untuk peningkatan kualitas SDM tersebut, dan hal itu diyakini insan Astra sebagai jalan terbaik untuk melahirkan 'winning team'. Insan Astra memang meyakini bahwa untuk bisa sukses dibutuhkan 'winning team', selain 'winning concept' dan 'winning system'.

Masih dalam konteks manajemen korporasi, Astra juga bisa dijadikan kasus menarik dari sisi pengembangan corporate culture. Khususnya, langkah Astra pada pengembangan budaya ekselen sebagai manifestasi dari impelementasi salah satu sila dalam Catur Dharma Astra 'senantiasa berusaha mencapai yang terbaik'. Meski tanpa banyak gembar-gembor, dalam rangka berusaha mencapai yang terbaik, Astra terus mengembangkan budaya inovasi dan terus belajar dalam roda usahanya.

Contohnya untuk memupuk budaya inovasi dan sekaligus untuk merangsang karyawan dan unit bisnis agar mencari solusi terbaik dari tantangan-tantangan pekerjaannya masing-masing, Astra rutin menjalankan konvensi yang isinya melombakan semua inovasi di lingkungan internal Group Astra. Nama event itu dinamai InnovAstra, selalu diselengggarakan tiap tahun sejak tahun 1980. Karyawan dan divisi yang karya inovasinya menang, akan diberikan imbalan uang dan otomatis juga menjadi kredit point untuk percepatan kenaikan jabatan. Otomatis karyawan dan unit bisnis akan terus berlomba melahirkan inovasi untuk mencari cara-cara baru pemecahan masalah di bidang kerjanya masing-masing.

Bila dihitung sejak awal hingga 2017, secara group, tak kurang dari 8.200.000 ide inovasi yang sudah dihasilkan dan dilombakan melalui event tersebut. Dan sebegitu banyak ide inovasi yang telah berdampak langsung pada perbaikan efisiensi dan efektifitas bisnis Astra. Jangan salah, banyak cara pelayanan dan produk Astra yang saat ini sudah diimplementasi pada bisnis Astra Group  yang dulu asalnya juga berasal dari ide inovasi yang dilombakan pada event InnovAstra.

Kemudian, bila kita membahas dalam konteksi yang lebih makro, bagi bangsa Indonesia, salah satu sisi yang bisa dicontoh dari Astra ialah komitmennya dalam membangun industri. Astra memiliki portofolio bisnis yang cukup massif di bisnis manufaktur, mulai dari produksi otomotif, alat berat hingga agribisnis. Kalau sudah berbicara industri, artinya ada serangkaian ekosistem supply chain dari bahan baku awal, pemrosesan produk hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan. Dalam sebuah industri selalu ada kegiatan pemrosesan yang artinya ada kegiatan memberikan nilai tambah pada produk, dan kegiatan  penyerapan tenaga kerja.

Nah, tipe bisnis berbasis industri seperti itu sangat dibutuhkan Indonesia saat ini yang disebut-sebut sedang mengalami gejala de-industrialisasi dan cenderung hanya menjadi negara pasar (konsumtif). Sudah menjadi rahasia umum, tak sedikit pabrikan asal Indonesia yang kini sudah direlokasi ke China, Vietnam dan Thailand dengan alasan biaya produksi disana lebih kompetitif. Karena itu Astra yang berani konsisten dengan kegiatan industrinya yang massif itu layak menjadi catatan tersendiri. Selain diharapkan bisa memberikan efek multiplier berupa penciptaan ribuan lapangan kerja, antusiasme  Astra dalam membangun basis industri di Indonesia diharapkan bisa menulari kalangan pebisnis lain agar tidak berbisnis secara hit and run atau begitu mudah memindahkan investasinya ke luar negeri (capital flight).

Juga tak bisa dilupakan, dalam catatan saya, Astra termasuk tipologi perusahaan yang menjalankan model prudent management. Astra memang terus ekspansi ke berbagai sektor bisnis baru seperti bisnis jalan tol, pembangkit listrik, pelabuhan dan properti, namun ekspansi Astra masih dalam koridor 'sangat berhati-hati'. Ada berbagai pertimbangan matang sebelum mereka masuk bisnis baru atau akuisisi. Mereka akan sangat memperhatikan bagaimana aspek sinergitas dan komplementarinya dengan bisnis lama. Dus, tidak sembarang caplok sana-sini. Pesannya, manajemen resiko dijalankan dengan baik di Astra agar tidak ada stakeholdernya yang dirugikan akibat corporate action yang dilakukan. Tentu saja hal ini bisa menjadi lesson bagi pihak lain dalam mengembangkan strategi bisnis.

Selain prinsip kehati-hatian, Astra pun bisa menjadi tempat benchmarking pada sisi implementasi asas good corporate governance (GCG). Transparansi, keterbukaan dan taat aturan merupakan nilai-nilai dasar dalam GCG yang sudah dijalankan Astra sejak awal-awal tahun berdiri. Sebagai perusahaan publik, PT Astra International Tbk terus mengomunikasikan secara terbuka semua kebijakan perusahaan maupun hasil-hasil pencapaiannya, baik di saat kinerja perusahaan sedang bagus maupun kala terjadi stagnasi di sebuah unit bisnis.

Sebab itu sangat masuk akal bila sampai saat ini saham Astra masih terus menjadi saham blue chip yang diburu investor. Kalangan investor tentu bukan hanya percaya terhadap kinerjanya namun juga percaya bahwa perusahaan dikelola dengan baik, informasinya apa adanya. Transparan. Adalah sebuah fakta yang tidak dilebih-lebihkan bila sejauh ini, disadari atau tidak, di dunia pasar modal Astra sudah dijadikan sebagai salah satu barometer penting bagi kalangan investor pasar modal Indonesia dalam membuat keputusan investasi. Sedangkan dalam konteks makro sektor riel, disadari atau tidak, Astra sudah biasa dijadikan cermin untuk melihat bagaimana dinamika perekonomian nasional secara umum.

Ya, Astra telah menjadi sebuah ikon penting di jagad bisnis di Indonesia. Tapi Astra adalah juga sebuah jembatan. Jembatan yang pantas dilewati bagi kalangan pebisnis yang ingin mengelola perusahaan menuju area baru yang lebih terkelola secara well managed, berbasis sistem dan mampu menjaga keseimbangan segitiga kepentingan profit-people-planet. Sebuah jembatan yang pantas dilalui agar Indonesia menjadi negara industri yang kokoh. Dan tentu saja, Astra juga telah menjadi jembatan yang membantu ratusan ribu atau jutaan individu dalam mentransformasi dirinya menuju taraf hidup yang lebih baik, sebagaimana dialami Jeny Minarti yang sudah dikisahkan diawal tulisan tadi.

Selamat berkarya, mari terus bersinergi membangun bangsa bersama Astra !

* Sudarmadi, Penulis Bisnis dan Blogger

Email: darmadi2000@yahoo.com

HP: 081 384 160 988

#Tag : Konglomerasi

Daftar Investor Tiongkok di Indonesia Makin Banyak: Nilai Investasi Satu Kuartal USD 2 juta

Berdasarkan data BKPM, secara total investasi PMA di Indonesia mencapai angka Rp 206,9 triliun. Angka total investasi PMA dan PMDN selama 2017 optimis akan sanggup dipenuhi dimana BKPM memasang sasaran realisasi investasi sebesar Rp 678,8 triliun.

Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sendiri telah mencapai angka Rp 129,8 triliun selama satu semester. Jika realisasi PMA dan PMDN ditotal, maka realisasi investasi di Indonesia sepanjang semester pertama 2017 mencapai nomor Rp 336,7 triliun.

Angka tadi naik 12,9 % jika dibandingkan pencapaian dalam semester pertama tahun kemudian. Pada 2016, realisasi investasi pada Indonesia selama satu semester pertama hanya mencapai Rp298,1

Bila dilihat dari investasi asing, jumlah investasi Tiongkok cukup besar, yakni dengan nilai investasi 2 miliar dolar AS. Lima besar Penanaman Modal Asing  pada triwulan kedua 2017 yakni Singapura [senilai 1,6 miliar dolar AS], Jepang [1,4 miliar dolar AS], Tiongkok [1,3 miliar dolar AS], Hong Kong [0,6 miliar dolar AS] dan Korea Selatan [0,5 miliar dolar AS].

Meski tidak menempati peringkat pertama Tiongkok permanen berada di kumpulan atas negara asing penyumbang investasi terbanyak di Indonesia. Hal ini memperlihatkan bahwa sentimen negatif yg berkembang atas Tiongkok tidak menghipnotis minat para investor berasal negeri Tirai Bambu itu. Menurut Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, investasi menurut Tiongkok terus bertambah. Para investor Tiongkok bahkan sekarang mulai berani masuk ke sektor padat karya.

"Investasi Tiongkok terus semakin tinggi & kualitasnya jua terus semakin tinggi, berdasarkan kekuatannya di sektor padat modal seperti pada smelter & infrastruktur kini juga masuk sektor padat karya seperti pariwisata. Itu sangat strategis buat kita," kata Thomas.

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi usaha

#Tag :

SAP Express Terus Tumbuh Cepat Diatas Rata-Rata Industri

Perusahaan kurir ini tumbuh super cepat. Hanya dalam tiga tahun sudah mampu memperkerjakan 2.100 orang karyawan.

Pertumbuhan bisnis ecommerce di Indonesia dan geliat perekonomian daerah tampaknya melecut  pengelola PT Satria Antaran Prima (SAP Express) yang bergerak di bidang pengantaran paket dan dokumen untuk menggenjot pertumbuhan. Perusahaan nasional ini terus memperluas jaringan, memperkuat tim dan mengembangkan infrastruktur untuk melayani kebutuhan sektor ecommerce di Indonesia yang bertumbuh. Selama ini SAP Express memang menjadikan sektor ecommerce sebagai salah satu sektor utama yang ditarget selain industri perbankan, asuransi, farmasi, otomotif dan telekomunikasi.

"Kami percaya, walaupun jumlah pelanggan SAP Express dari kalangan perusahaan ecommerce sudah sangat banyak, namun pertumbuhan bisnis ecommerce dalam lima tahun masih akan pesat, diatas 30% per tahun. Konsumen Indonesia cenderung lebih suka simplisitas dan kemudahahan dalam berbelanja sehingga belanja online akan menjadi tren gaya hidup baru yang semakin berkembang," ungkap Budiyanto Darmastono, Presiden Direktur SAP Express.

Sinyalemen Budiyanto cukup beralasan. Gairah konsumen di Indonesia terhadap tren belanja online juga tercermin dari maraknya perusahaan-perusahaan ecommerce baik yang berbasis o nline shop maupun m arket place dalam berbagai skala usaha, termasuk kemunculan pemain-pemain besar seperti Blibli, Blanja, Shopee, Lazada, Zalora, Bukalapak, Alfacart, MatahariMall, Alibaba, Tokopedia, hingga JD.ID, yang pada umumnya disambut baik oleh konsumen. Data riset dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan, transaksi ecommerce di Indonesia tahun 2016 lalu sudah mencapai US4 651,7 juta (sekitar Rp 8,7 triliun) dan diperkirakan terus akan naik seiring perkembangan ekonomi nasional dan tren perubahan gaya hidup online. Dalam kalkulasi IDC, pasar ecommerce di Indonesia pada 2020 akan bisa mencapai US$ 1,8 miliar atau lebih dari Rp 20 triliun.

"Kami ingin bersinergi dengan para pengelola ecommerce dan mengembangkan pasar ecommerce di Indonesia bersama-sama. Karena itu kami serius berinvestasi mengembangkan cabang hingga ke seluruh pelosok kecamatan di Indonesia, investasi ratusan armada mobil dan teknologi, sehingga pelanggan kami dari kalangan perusahaan ecommerce bisa lebih fokus pada pekerjaan branding dan marketing produk yang mereka jual," lanjut Budiyanto seraya menjelaskan jangkauan layanan SAP Express sudah ke seluruh pelosok kecamatan di Indonesia.

Salah satu dukungan solusi yang diberikan SAP Express kepada kalangan dunia ecommerce ialah pada aspek pembayaran yang selama ini menjadi tantangan terbesar. Bukan rahasia lagi, masih banyak segmen masyarakat Indonesia yang belum percaya dengan cara beli online karena takut barang pesanan tak dikirim sementara mereka sudah mentransfer uang. SAP Express  menjembatani problem ini dengan memberikan service pengiriman yang bisa sekaligus melakukan pembayaran di tempat (cash on delivery atau COD) sehingga konsumen makin percaya dengan perusahaan ecommerce. "Dunia ecommerce butuh dukungan layanan COD dari perusahaan pengantaran seperti kami. Investasinya cukup mahal, hanya satu atau dua perusahaan pengiriman independen yang mampu memberikan layanan COD ini," kata Budiyanto.

Budiyanto melanjutkan, salah satu lini di internal SAP Express yang dikembangkan ialah moda dan teknologi. Untuk aspek teknologi, pihaknya memperkuat baik teknologi di pelayanan maupun back end. Termasuk teknologi untuk trace, tracking dan handling paket yang diantar. SAP Express merupakan perusahaan pengantaran paket memelopori pemakaian handset dan aplikasi android bagi lebih dari 2.100 armada kurir dan pelanggannya sehingga memudahkan mobilitas kerja dan tracking paket. Sejak awal, seluruh cabang dan titik layanan SAP Express juga sudah terkoneksi dan diintegrasikan dalam satu sistem online untuk memudahkan proses kerja. Dari sisi pengelolaan dokumen maupun paket, SAP Express menerapkan kontrol kualitas layanan yang ketat, sebab itu operasional seluruh cabang kini sengaja dikelola sendiri oleh SAP Express -- bukan oleh agen -- untuk memudahkan penerapan standar dan kontrol.

Budiyanto sangat bersemangat mengembangkan SAP Express ini,  terutama dalam melayani sektor ecommerce, karena perusahaannya cukup padat tenaga kerja. Terbukti, meski baru berusia tiga tahun, SAP Express sudah bisa menyerap 2.100 orang kurir yang tersebar di seluruh kantor operasionalnya di Indonesia. Budiyanto termotivasi oleh Jack Ma, pendiri Group Alibaba, yang usahanya bisa melibatkan lebih dari 500.000 orang kurir di negeri China. "Sebuah ungkapan terima kasih bahwa SAP Express bisa berkembang dengan sangat baik selama tiga tahun terakhir, pasti ini karena kepercayaan para pelanggan kami, baik dari pelanggan korporat atau ritel. Di lain sisi kita juga gembira perusahaan ini bisa menjadi ladang pekerjaan bagi ribuan kurir kami," Budiyanto sembari menunjukkan optimismenya bahwa bisnisnya bisa tumbuh lebih dari 30% tahun ini.

SAP Express didirikan Budiyanto pada tahun 2013. Sebelumnya pria lulusan Fakultas Ekonomi UGM ini sudah malang-melintang di dunia bisnis kurir dan logistik dan pernah membesarkan NCS Express.  Kombinasi strategi penetrasi yang cepat, perluasan coverage hingga ke level kecamatan, dan keseriusan dalam investasi teknologi membuat SAP Express tumbuh cepat jauh diatas rata-rata industri. Ia mengembangkan SAP Express dengan positioning sebagai perusahaan kurir independen sehingga bisa masuk di semua industri dan tak takut bersaing dengan perusahaan kurir inhouse yang kini banyak didiirikan oleh perusahaan-perusahaan ecommerce. “Keberadaan kami justru sinergi dan melengkapi kekurangan mereka,” pungkas Budianto.  (Sudarmadi)

#Tag : Berita Utama

Menikmati Indahnya Bandung Dari Marbella Suites Hotel

Kota Bandung tak salah disebut sebagai kota nan molek. Senyum bumi Parahyangan  nan indah sudah diwakili oleh Bandung yang udaranya segar, sejuk, tapi ramai  dan penuh sejarah. Wisata kulinernya pun berkembang teramat pesat. Apalagi wisata belanja seperti oleh-oleh pakaian dengan desain-desain kreatif yang kekinian, sangat banyak terdapat di kota ini. Maklum, disana memang banyaknya butik-butik underground produsen dan penjual pakaian. Mau cari FO, juga berderet. Ibukota bumi Parahyangan ini memang selalu bikin kangen. Tak ada salahnya bersama keluarga sering-sering berkunjung ke Bandung untuk melepas penat kerja dan berlibur bersama keluarga.

Bila ke Bandung, tempat menginap yang layak dicoba dan akan membuat Anda sekeluarga balik ke sana ialah Marbella Suites, Bandung. Marbella Suites Bandung ini merupakan hotel bintang 4 yang berdiri kokoh di kawasan Sentra Dago Pakar. Hotel ini dibangun dengan konsep layaknya sebuah apartment, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang akan membuat kita betah menghabiskan waktu berlama-lama disini. Menyediakan 180 kamar untuk tamu, Marbella Suite Bandung ini dibangun dengan dekorasi bergaya modern dengan gedung menjulang tinggi sehingga mudah ditemukan bagi yang ingin datang.

Salah satu keunggulan Marbella Suites Bandung ini, karena letaknya di Dago Pakar dan gedungnya tinggi, maka tamu bisa melihat kemolekan pemandangan cakrawala Bandung nan indah. Dibalut udara sejuk Bandung di pagi hari, mata kita  bisa menyapu bersihnya udara pagi Bandung, ditemani secangkir kopi/teh dan semilir angin. Sangat indah.

Saya akan sarankan bila Anda menginap di Marbella Suites Bandung, untuk meminta kamar dengan posisi di lantai yang lebih atas. Tujuannya, agar bisa menikmati pemandangan nan indah dari balkon kamar secara lebih maksimal. Apalagi bila keluarga Bapak/Ibu bisa menginap bersama keluarga di Deluxe Suite, akan merasakan betapa eloknya pemandangan di malam hari kota Bandung.

Fasilitas lain juga sangat lengkap karena hotel ini dikelola oleh pemilik dan pengelola yang sudah sangat berpengalaman di bisnis hotel dan kondotel. Pengelolanya juga merupakan pengelola dan pemilik Marbella Anyer yang sudah amat beken di Anyer. Di Marbella Suites Bandung ini kita juga mudah menemukan kolam renang, spa, pusat kebugaran, restoran, dan fasilitas lain yang sudah didesain dengan lengkap dan berkelas.

Untuk pilihan kamarnya sendiri, kita bisa pilih tipe Deluxe Suite, Executive Suite, Grand Executive Suite atau Master Suite. Menariknya, setiap tipe kamar yang tersedia dilengkapi dengan ruang tamu dan meja makan serta balkon yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan pepohonan hijau yang asri sambil menghirup segarnya udara bersih. Hal inilah yang  tidak kita dapatkan bila menginap di hotel pada umumnya. Disini kita seperti punya private apartment unit nan mewah di tengah kota Bandung. Artinya, kalau kita mau mengundang teman atau relasi bertamu di kamar kita juga akan sangat OK. Tidak malu-malu-in.

Karena itu, menurut saya, Marbella Suites ini juga sangat cocok banget untuk wisatawan yang datang bersama keluarga. Kenapa? Marbella Bandung menawarkan kolam renang yang luas dengan pool snack bar, gym, children playground, children bike dan mountain bike outdoor sport. Marbella Suites Bandung merupakan tempat untuk perjamuan dan pertemuan. Namun hotel ini juga punya Dago Grand Ballroom yang bisa dipakai untuk acara gathering bisnis, dan menampung hingga 400 orang untuk sit-down dinner. Tersedia juga ruang pertemuan yang berukuran lebih kecil untuk gathering atau break-outs.

Untuk kondisi dalam kamar, modelnya didekorasi dengan gaya  minimalis dan aksen Indonesia klasik. Dilengkapi fasilitas yang mewah termasuk king-size bed atau twin beds, glass writing desk dan akses internet berkecepatan tinggi. Setiap kamar memiliki en suite bathroom dengan bathtub, wak-in shower dan wardrobe. Fasilitas lainnya yang terdapat di kamar yaitu IDD telephone, TV cable, minibar dan fasilitas tea dan coffee making. AC yang disediakan disemua jenis tipe kamar sebagai fasilitas standar. Setiap kamar juga memiliki balkon atau teras pribadi.

Kamar-kamar di Marbella Suites memiliki ruang tamu dan ruang makan, juga dilengkapi dengan TV kabel dan film-film internal hotel. Semua menyediakan kamar mandi pribadi dengan bathtub, jubah mandi, dan sandal kamar.

Untuk makan sulit nggak? Sangat mudah. Restoran utama terletak di Lobby, buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga tengah malam. Menyajikan menu grill sebagai andalannya, hidangan Asia dan internasional. Resto bisa menampung sekitar 90 orang dalam ruangan dan 140 orang di teras restoran. Hotel ini juga memiliki lobby lounge & bar dengan desain yang indah, berada di area lobby yang buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 11 malam dengan kapasitas tamu 25 orang. Kita bisa bersantap di Ren De Vu Restaurant yang menyajikan hidangan lokal dan internasional. Setelah itu bisa juga menikmati minuman di Diva Lounge, yang terletak di lobi.

Kalau toh ingin nongkrong di luar hotel, disekitar hotel banyak kafe-kafe terkenal seperti Sierra, Valley, dan sederet kafe lain. Ada juga wisata kuliner yang lagi happening banget di Bandung dan terletak tidak jauh dari Marbella Suites Bandung, yaitu Lawangwangi Creative Space. Restoran ini sangat unik, karena didalamnya juga terdapat galeri seni yang bisa Anda nikmati sambil menunggu giliran untuk duduk menikmati masakan lezat di restoran yang letaknya tepat dipinggir tebing. Jangan ditanya soal pemandangan yang bisa dinikmati dari restoran ini

Bila ingin olahraga pun para tamu Marbella Suites bisa menikmati kolam renang outdoor dan gym yang disediakan hotel. Spa dan pijat juga tersedia di resort ini. kita bisa bersantai di kolam renang outdoor atau bathtub spa.

Resort Marbella Suites ini berlokasi di perbukitan Dago Pakar yang menghadap ke skyline kota Bandung. Hanya sekitar 2 jam berkendara dari kota Jakarta dan sekitar 10 km ke pusat kota. Dari resort ini, jarak ke Jalan Juanda (Dago) sekitar 5 km. Bandara Internasional (Husein Sastranegara) dapat dicapai dalam waktu 45 menit berkendara. Tentu bagi wisatawan sangat diperlukan karena lokasinya nyaman, tidak berisik. Yang pasti, untuk parkir mobil juga luas dan aman, hal yang kita perlukan bagi kita yang datang dari luar kota Bandung.

Sudarmadi

#Tag :

Demi Pertumbuhan Software Lokal, Harusnya Pemerintah Beri Dukungan Nyata, Bukan Sekedar Janji !

Pertumbuhan software lokal pada Indonesia masih malu-malu kucing. Belum terlalu menggembirakan. Penyebabnya bukan dalam kemampuan programmer lokal buat membuat perangkat lunak kelas global yang mampu diandalkan, tetapi lebih pada kesempatan pasar. Masih sangat disayangkan, ketika ini dunia bisnis & pemerintah masih didominasi mindset aplikasi asing. Ada perasaan inferior complex apabila nir memakai perangkat lunak asing. Padahal menurut sisi kehandalan produk, produk lokal telah sejajar dengan asing. Dan menurut sisi harga, jauh lebih efisien.

Lebih dari itu penggunaan software lokal berarti memberdayakan dan membangun industri software nasional dan mengembangkan SDM TI Indonesia. Namun sayang seribu sayang, baik dunia bisnis maupun pemerintah masih setengah hati mendukung. Paling gampang bisa dilihat dari tender-tender pengadaan pemerintah dan BUMN, bukan hanya  mindet mereka masih didominasi dengan software asing, bahkan untuk implementornya pun mereka masih memenangkan konsultan asing. Sebuah ironi, tragedi dan amat sangat memprihatinkan.

Oleh sebab itu sangat masuk akal apabila banyak kalangan mendesak pemerintah didesak supaya memberikan dukungan riel terhadap perkembangan industri aplikasi lokal supaya tidak kalah di negeri sendiri. Desakan tadi disampaikan sejumlah elemen warga yang selama ini peduli terhadap perkembangan industri teknologi informasi di tanah air.

Indonesia memiliki sumber daya dan kemampuan untuk unggul dalam pengembangan software atau piranti lunak bidang kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan e-government yang mendunia. Namun, sampai saat ini kebijakan di dalam negeri belum mendukung sepenuhnya potensi yang mulai dikembangkan anak-anak bangsa tersebut untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Praktek yang selama ini terjadi dimana pemakaian piranti lunak oleh institusi pemerintah yang sampai saat ini ditengarai masih mengarah kepada produk-produk asing mestinya segera diakhiri. Kalau produk yang Indonesia bisa membikin sendiri saja tidak mau pakai, bagaimana dengan produk lain yang lebih sopisticated?  Ini memang butuh keberanian pemerintah, bukan sekedar janji.

Pemerintah mesti membuktikan komitmenna untuk memakai piranti lunak karya anak bangsa. Tanpa itu, perkembangan industri kreatif dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk  mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri hanya akan menjadi pepesan kosong.

Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia berkali-kali juga mengatakan pemakaian perangkat lunak asing tidak mungkin dilarang pada Indonesia karena sekarang telah masuk dalam era pasar bebas. Namun pemerintah dapat melakukan dukungan secara sistem untuk mendukung tumbuhnya pemakaian software pada negeri. Hal ini pula dilakukan negara lain yg ingin memajukan industri lokal Seperti di Filipina, perusahaan aplikasi asing mampu masuk, tetapi dikenai pajak lebih mahal sebanyak 30 persen. Sebaliknya, jika menggandeng patner perusahaan lokal hanya dikenai pajak sekitar tiga persen. Pemerintahnya ingin ada transfer keahlian dan ilmu dari masuknya sofware asing di negara itu. Kebijakan seperti itu kan sebagai wujud dukungan yg nyata. Di Indonesia, masih baru sebatas perihal, belum dalam dukungan konkret.

Keberpihakan untuk memakai software Indonesia itu jangan diartikan sebagai belas kasihan. Ini bagian dari membangun industri dalam negeri yang menjadi tugas pemerintah.  Untuk mendukung keunggulan sumber daya pengembangan software Indonesia yang sudah ada, utamanya harus dijadikan tuan rumah dulu di negeri sendiri.

Banyak sekali software buatan Indonesia yg bahkan sudah diakui di negara lain, namun sayang pada Indonesia malah masih disepelekan. Keprihatinan soal dukungan pemerintah yang setengah hati pada priranti lunak dalam negeri itu mengemuka terkait menggunakan adanya dugaan tender aplikasi pada sejumlah instansi dan BUMN yg sekarang kebanyakan masih dimenangkan ke perangkat lunak asing.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan pemerintah yang mestinya membuat dukungan riel, kemudian siapa lagi yg mesti yg mesti berbuat konkret. Dukungan pemerintah akan terasa lebih impactfull karena akan dibantu kekuatan regulasi. Dalam ini memang diperlukan komitmen konkret berdasarkan pemerintah, bukan sekedar janji yg tak kunjung tiba setelah bertahun-tahun dinanti.

Sudarmadi ( darmadi2000@yahoo.Com)

#Tag :

Mulailah Berbisnis Sendiri Saat Masih Muda. Ini Alasannya !!

Merintis bisnis atau memasuki dunia entrepreneur memang sanggup dimulai disaat usia berapapun, termasuk waktu telah usia diatas 45 tahun. Ada pula yg sukses bisnis justru ketika ia sudah diatas 45 tahun. Toh demikian, bila kita berpikir resiko dan tenaga, bagaimanapun jua permanen lebih baik memulai usaha waktu usia muda (dibawah 40 tahun). Jika berpikir resiko, memulai bisnis saat masih belia punya beberapa kelebihan. Ketika masih belia, umumnya energi & sumberdaya yang dimiliki yg masih sanggup lebih total dicurahkan buat perintisan usaha.

Contohnya soal kapital uang, permodalan kita sanggup fokus buat usaha. Namun jikalau mulai bisnis saat anak-anak mulai membutuhkan biaya pendidikan dll, biasanya lebih ribet. Pokoknya saat anak-anak mulai besar poly kebutuhan deh. Usia belia umumnya pula lebih mobil buat melakukan terobosan kesana-kemari. Katakanlah harus merintis pengembangan jaringan (network) usaha hingga harus keluar ke aneka macam kota dan wajib nginap kesana kemari, juga masih lebih fleksibel. Apalagi jika yg masih bujang. Bahkan nginep pada pom bensin atau pada fasilitas generik pantas-pantas saja. Maklum, umumnya dalam daur entrepreneurship, termin tersulit itu saat perintisan dan disitu umumnya butuh effort yg lebih.

Lebih menurut itu, jikalau toh apes-apesnya upaya perintisan bisnis itu akhirnya gagal, maka lantaran masih muda, orang itu masih sanggup banting stir balik ke global profesional (karyawan). Perusahaan-perusahaan dalam umumnya lebih suka mencari SDM yg masih muda & energik. Kita masih bisa berkata teman2 atau relasi kita untuk balik mengajar jadi dosen ataupun staff karyawan dimana kawan2 bekerja, misalnya. Pokoknya masih fleksible dan poly peluang yg sanggup dilakukan. Kalau toh gagal di suatu bisnis, masih mampu coba-coba usaha yg lain bila usianya masih belia.

Kiat memulai usaha persis seperti ini banyak diterapkan  oleh pengusaha relasi saya. Beliau-beliau banyak yang merintis usaha ketika muda usia dengan pertimbangan seperti itu. Pendeknya, kalau toh gagal, masih bisa melakukan alternatif lain. Disamping itu di usia tersebut putra-putri beliau belum butuh biaya macam-macam.

Semoga sukses untuk kita semua, di usaha dan pada keluarga. Salam

Klik link dibawah ini untuk kisah usaha menarik lainnya :

Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama pada Medan

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle

Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

#Tag :

Musa Rajecksjah, Bekerja Keras Meneruskan Bisnis Keluarga, Berbagi Dengan Masyarakat

Bagi kalangan pengusaha muda Sumatera Utara, nama Musa  Rajecksjah sudah sangat dikenal. Ia seorang pebisniis muda yang berbakat dan juga aktifis di berbagai kegiatan sosial. Musa adalah penerus dari bisnis keluarga, Group ALAM, yang dirintis oleh ayahnya, Haji Anif Shah.

Ayah Musa, Haji Anif, dikenal luas karena kedermawanan dan kesuksesannya sebagai pengusaha di Medan.  Apalagi Anif dan keluarganya cukup aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan Sumut. Anif adalah pengusaha dengan multi bisnis yang juga  membangun usahanya dari bawah. Kini Group Anugerah Langkat Makmur (ALAM) miliknya mencakup bisnis perkebunan dan pabrik kelapa sawit, properti,  kompos, SPBU, sarang burung walet, dll.

Masyarakat Sumatera Utara, apalagi orang Medan, juga mengenal Group Alam karena kesuksesannya membangun mega perumahan mewah di Medan, Komplek Cemara Asri dan Cemara Abadi. Maklum, komplek perumahan ini terbilang terbilang paling mewah di Medan selain Komplek Setiabudi. Di Perumahan Cemara Asri tidak sulit  mencari rumah yang harga per unit diatas Rp 2,5 miliar. "Kami punya sekitar 300 hektar tanah di komplek ini, tapi yang dibuka baru 130 ha," kata Musa  Rajecksjah, putra Anif yang ditugasi sebagai direktur utama PT Anugerah  Langkat Makmur.

Group ini mulai menggeluti bisnis perkebunan sawit tahu 1982. "Waktu itu perkebunan sawit di Sumut belum populer. Tanah masih murah dan pemainnya sedikit," ujar Musa yang juga pembalap dan Ketua IMI Sumut itu. Anif mulai membuka usaha perkebunan dengan skala kecil. Awalnya hanya sektar 1.500 ha di Langkat. Namun dari situ terus dikembangkan. Kalau awalnya hanya punya lahan di Langkat, kini sudah punya di Deli Serdang, Mandailing Natal  dan Riau. "Total lahan kita sekitar 30 ribu ha," jelas Musa yang mulai  dilibatkan mengelola bisnis sawit keluarga sejak 2004. Yang jelas, meski  Alam sudah punya pabrik PKS di Langkat, berencana membangun 4 pabrik PKS  lagi dari.

Salah satu yang menonjol dari prestasi perkebunan ALAM Group dibanding perkebunan swasta lainnya ialah soal manajemen plasma dan kemitraan dengan petani. ALAM Group memang ingin maju bersama petani di lingkungan kebunnya.  Tak heran, seperti di Mandailing Natal misalnya, ALAM punya 3.000 petani plasma. Sementara di Langkat 233 KK. Bila perusahaan perkebunan lain,  sesuai aturan pemerintah, memberi lahan ke petani plasma per KK seluas 2 hektar, maka ALAM memberi per KK seluas 3 ha. "Karena itu di kebun kami  hubungan dengan petani sangat baik dan beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah," papar Musa yang juga menjelaskan kebun dan pabriknya  pernah menjadi studi banding Kementrian Pertanian Belanda.

Musa yang biasa dipanggil Ijeck sendiri bertekad mengembangkan bisnis  perkebunan keluarganya dan kedepan bisnis perkebunan akan menjadi core selain pengembangan perumahan. Tak heran, meski perusahaan daerah, pihaknya serius belajar manajemen modern dengan mengundang konsultan ISO dunia, TÜV Rheinland Group. "Awalnya hanya ingin belajar dari mereka, tidak tahunya  mereka menyarankan sekalian sertiifikasi dan audit," tutur penggemar Harley  Davidson ini menjelaskan perusahaannya sudah mendapatkan ISO 9001: 2000.

Karena implementasi konsep manajemen modern pula, maka ketika harga CPO  pernah jatuh tahun 2008 pihaknya bisa selamat. "Waktu itu kita sempat rugi  juga, tiga bulan. Cuma karena kita bisa mengelola cadangan dana dan yakin  suatu saat harga akan bagkit, maka bisa selamat". Ini berbeda dengan para  petani yang banyak gulung tikar karena mereka tidak mengelola dana cadangan  dengan baik.

Selain perkebunan, properti, SPBU, ALAM Group juga sudah mulai masuk di  bisnis pengolahan kompos, mengolah limbah CPO. Adapun bisnis walet gua di pinggiran Sumut lebih banyak dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di tiga desa di sekitar gua, baik untuk mendirikan sekolah, menaikkan haji petani, maupun  memberi beasiwa. "Bisnis walet sudah tidak kita konsolidasikan keuangannya  ke group karena Bapak saya maunya untuk kegiatan sosial saja," tutur Ijeck.

Menurut Ijeck, ia banyak berlajar dari ayahandanya yang memang banyak berderma sebagai bagian dari syukur  karena diberi kemurahan rejeki oleh Yang Diatas. "Orang tua saya dulu orang susah Pak. Pernah karena nggak punya beras, beras yang ada dijadikan bubur supaya bisa dibagi banyak orang, 9 anak. Dulu kita nggak punya TV dan bapak saya merasa tersayat untuk bangkit ketika mendengar cerita ada anaknya yang  tidak boleh nonton TV tetangga," kenang Ijeck.

Sudarmadi

Klik link dibawah ini untuk kisah bisnis menarik lainnya :

Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji

Kisah Sukses Dramatik Masri Nur, Pengusaha Ulet Pendiri Hotel Syariah Pertama di Medan

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle

Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

#Tag :