Tulisan ini diupdate November 2019

salam sejahtera dan salam hormat
Di era bisnis yg makin bertumbuh ini, baik kalangan pebisnis atau pemda semakin banyak yg butuh investor. Salah satu jenis investor yang sanggup digandeng merupakan investor asing lantaran umumnya investor asing memang lebih siap dari sisi pendanaan. Mereka mau masuk Indonesia, adalah sudah menyiapkan kapital uang dan strateginya.
Investor asing ini tipikalnya amat beragam, termasuk minat terhadap pilihan investasinya. Contohnya tidak banyak investor yg mau gandengan dengan pemda, kecuali investor bidang infrastruktur dan industri berat.
Kalau dengan kalangan partikelir, banyak investor asing yg minat.
Saya punya rekanan investor luar negeri yang sekarang sedang akan mengembangkan usaha di Indonesia. Ia akan menanamkan investasi secara pribadi pada beberapa bidang bisnis & mencari kawan (local partner) buat diajak berkongsi atau menciptakan perusahaan joint venture. Perusahaan luar negeri ini sudah punya basis kuat di negaranya. Mereka mengalihkan ke Indonesia lantaran pasar Indonesia yang tumbuh pesat. Sedangkan bisnis di negaranya tumbuh sangat pelan atau nyaris stagnan lantaran struktur industrinya memang telah mature.
Investor ini akan menanamkan modal dalam besaran yang disesuaikan kebutuhan mitra lokalnya. Tergantung size business mitra lokalnya. Kisarannya dari USD 10-150 juta . Dinegaranya, perusahaan ini merupakan konglomerasi yang masuk dalam Top Five.
Adapun sektor bisnis yg diminati diantaranya:
- Manufacturing (kemasan, industrial good, B2B product, baja, alumunium, pipa, cat, bahan bangunan, dll)
- Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Ritel
- Shipping / logistik
- Packaging
- Consumer good
- Chain resto
- Kawasan Industri
- shariah financial company
- export oriented company
- agribisnis
- Pupuk organik
- perusahaan services
- outsourcing company
- farmasi
- fishery processing/cold storage/seafood manufacturing
- properti
- Perkebunan sawit, karet dan kopi,
- - dll
Perlu dicatat, investor asing pada umumnya tidak mau melakukan joint venture dengan perusahaan kecil atau perusahaan yang baru mulai. Perusahaan baru boleh saja namun harus punya induk perusahaan besar. Mereka perusahaan besar sehingga mindset bisnisnya juga skala besar. Mereka sudah jauh-jauh ke Indonesia tentu ingin yang skala bisnisnya cukup. Jadi para pemodal ini belum minat kongsi dengan UKM.
Bila perusaahaan Bapak/Ibu sedang membutuhkan investor, saya siap bantu sinergikan dengan investor dalam jaringan saya. Semoga bisnis bapak/Ibu sukses, semakin maju dan berkembang. Selalu ada jalan bila kita terus mau berusaha.
Terima kasih
Sudarmadi
M: 081 384 160 988
email: wingdarmadi@gmail.com
Artikel terkait :
>Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha
>Mengenal Jenis Investor Private Equity
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |