Tulisan ini diupdate tgl lima November 2018
Dalam dunia investasi dan permodalan bisnis, ada istilah investor finansial(financial investor) dan investor strategis (strategic investorataustrategic buyer). Dua tipe investor ini akan dijumpai ketika sebuah perusahaan sedang mencari mitra investor (non bank). Istilah ini juga akan muncul ketika seorang pemilik perusahaan sedang terpikir menjual perusahaannya, maka ia akan berhadapan dengan pilihan, apakah sebaiknya dijual ke financial investor atau ke strategic investor.
Artikel ini menyebutkan beberapa disparitas ciri berdasarkan dua tipe investor itu, semoga bermanfaat bagi pemilik perusahaan yang sedang mencari investor.
Financial Investor, apa itu?
Investor tipe financial investor biasanya mengacu pada beberapa contoh jenis investor seperti perusahaan-perusahaan private equity, perusahaan modal ventura (venture capital), perusahaan hedge fund, perusahaan investasi milik sebuah keluarga kaya(family offices), perusahaan sekuritas yang mengelola dana investasi, dan investor individual seperti para pribadi yang superkaya.
Biasanya, investor financial akan melakukan investasi untuk jangka sementara saja, antara waktu 2-7 tahun saja setelah itu mereka akan eksit (keluar) dengan menjual sahamnya di perusahaan yang ia tanami modal itu. Cara keluarnya bisa beragam, bisa dengan jual sahamnya di bursa (IPO) atau dijual ke investor lain.
Finansial investor ini umumnya penekanan melihat bagaimana taraf return menurut perusahaan yg beliau akan beli/investasi. Yang dicermati laba dan prospek keuntungan, sedangkan bidang bisnisnya sanggup fleksible. Tapi beliau akan cari kawan yg bisa mengelola bisnis karena dia sendiri nir pakar pada bidang teknis pengelolaan usaha yang digarap.
Mereka akan sangat tertarik untuk mendalami arus kas (cashflow) yang dihasilkan berdasarkan perusahaan yang ditarget dan akan melihat bagaimana peluang pertumbuhan arus kas itu dan jua peningkatan pendapatan, pengurangan porto, atau membangun skala ekonomi dengan mengakuisisi perusahaan homogen lainnya.
Investor finansial lebih hati-hati dalam meneliti laporan keuangan perusahaan. Ingat, dana yang dikelola perusahaan financial investor ini merupakan dana pihak lain. Ia yg memutar supaya mampu berkembang sehingga mereka harus sangat hati-hati.
Umumnya mereka lebih senang mencari perusahaan yg dikelola menggunakan baik dengan sejarah pendapatan yang konsisten, & lebih disukai, pendapatannya yang terus tumbuh. Mereka sangat concern melihat asumsi keuntungan perusahaan. Ketika melakukan investasi, atau membeli sebuah perusahaan basanya mereka permanen mempertahanan tim manajemen usang setidaknya buat dua atau tga tahun selama perusahaan itu belum dijual ke pihak lain. Financial investor selalu butuh tim manajemen yang bertenaga yg sanggup sebagai kawan pengelolaan bisnis.
Strategic Investor ??
Investor strategis (strategic investor) merupakan jenis investor yg umumnya adalah perusahaan yang bidang bisnisnya sama atau masih ada hubungan dengan bidang usaha yang butuh investasi. Jadi investor strategis itu mampu pula merupakan perusahaan homogen yang menjadi pesaing, atau perusahaan pemasok, atau bahkan perushaan yang selama ini pelanggan perusahaan Anda. Misalnya, jika bisninya consumer good, investor strategis itu mampu Indofood Group, Kalbe, Sinarmas, atau OrangTua Group.
Investor strategis biasanya melakukan investasi di sebuah perusahaan atau akusisi perusahaan karena sinkron rencana usaha jangka panjang mereka sendiri atau bisnis baru itu bisa saling melengkapi bisnis yang sudah dimiliki. Jadi tujuannya ia investasi bisa untuk ekspansi vertikal (terhadap pelanggan atau pemasok), perluasan horizontal (ke pasar geografis baru atau lini produk), menghilangkan persaingan, atau mempertinggi beberapa kelemahan utamanya (teknologi, pemasaran, distribusi, penelitian & Pengembangan, dll.).
Investor strategis sering bersedia & bisa membayar lebih mahal waktu beliau akan akuisisi, dibanding financial investor. Ada dua alasan utama buat ini. Pertama, pembeli strategis mungkin dapat menyadari manfaat sinergis apabila aset baru itu digabung menggunakan usaha lamanya. Kedua, investor strategis umumnya perusahaan besar menggunakan akses modal yang lebih baik. Mereka tak jarang mempunyai mata uang lain yg tersedia bagi mereka pada bentuk saham. Pembeli strategis sering memperlihatkan saham, uang tunai, atau kombinasi keduanya dalam pembayaran harga beli.
Investor strategis sangat fokus pada kemungkinan bisnis baru yang akan diakuisisi atau diinvestasi bisa sinergi dan bisa diintegrasikan dengan bisnis lamanya. Investor strategis ketika investasi ia akan mempertahankan bisnis yang baru dibeli tanpa batas waktu, yang seringkali sepenuhnya mengintegrasikan perusahaan ke dalam bisnis mereka yang ada.
Sementara investor financial, penekanan melihat kemampuan menghasilkan uang & pertumbuhan pendapatan. Mereka fokus terutama pada kemampuan perusahaan itu buat tumbuh cepat pada saat singkat. Selain itu, financial investor seringkali membeli sebagian bisnis menggunakan cara hutang, yg menyebabkan mereka wajib meneliti kapasitas usaha untuk membentuk arus kas buat melayani beban utang.
Investor finansial, bagaimanapun, umumnya memiliki horison waktu investasi hanya tiga - 7 tahun saja. Mereka sangat concern dengan EBITDA perusahaan & lebih sensitif terhadap risiko daur usaha daripada investor strategis. Maklum, mereka selalu memikirkan taktik exit atau keluar selesainya lima tahun yang harus laba signifikan.
Mana yang lebih baik?
Dua duanya baik. tergantung tujuan dari pihak yang cari investor. Investor strategis biasanya mau membayar lebih mahal, tapi biasanya dia selalu ingin kontrol, sahamnya mayoritas, dan artinya perusahaan anda harus mau menjadi bagian dari group dia. Bahkan mungkin anda sendiri nanti bisa diganti oleh eksekutif kepercayaan dia. Bagia pemilik perusahaan yang ingin jual 100% sahamnya mungkin investor strategis lebih cocok, karena harga bisa lebih baik dan ia tak mikir hal lain. Setelah itu pensiun. paling-paling dia dibutuhkan untuk transisi.
Tapi kalau anda butuh investor yang bisa kerjasama lama dan anda masih ingin mengontrol dan memimpin perusahaan, investor financial lebih tepat. Mereka memang tak ahli operasional, hanya butuh duitnya berkembang. Mereka justru senang bila sebagai pengelola lama anda bertahan, yang penting bisnis untung, kerjasama dan komunikasi harmonis. Financial investor ini cocok banget bila ada cari mitra yang hanya sekedar suntikan modal dan investor yg nggak banyak cawe cawe di bisnis. Atau mereka yang hanya butuh investor untuk sesaat, misalnya untuk 3-4 tahun setelah itu dia keluar, sahamnya dia anda beli. Ini cocok dgn investor financial. Walaupun biasanya valuasi financial investor lebih pelit, namun ia fleksible untuk hal-hal lain. Bisa jadi teman untuk tumbuh, nggak reseh. Investor strategis di lain sisi, cenderung akan dominan dan mengontrol perusahaan anda kalau anda masih punya saham disana.
Dua-duanya ada plus minus.
Yang niscaya, apapun usaha bapak/Ibu, berasal bukan usaha rokok dan minuman keras, dan skala bisnisnya telah diatas Rp 200 miliar, saya bisa bantu cari investor baik tipe financial investor atau strategic investor. Aku siap bantu & silahkan kontak saya. Sukses buat bapak/ibu
Beberapa jenis perusahaan yang dicari investor rekanan aku :
- Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut (fishery processing, shrimp, crab processing, cold storage/seafood manufacturing
- Perusahaan tambang nickel dan pengolahannya
- Semua perusahaan bidang manufacturing
- Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan perawan kesehatan dan kecantikan, apotik
- Perusahaan yang bisnisnya B2B
- Perusahaan bidang kimia, pengolah limbah, dan sejenisnya
- Pperusahaan distribusi, baik barang2 consumer maupun barang industrial
- Perusahaan agribisnis dan teknologi yang terkait pertanian
- Perusahaan Manufacturing ( memproduksi makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, kemasan, industrial good, B2B product, produsen cat, bahan bangunan, dll, yang ada proses makanan)
- Perusahaan jaringan ritel dan resto yang sudah memiliki banyak cabang
- Perusahaan logistik (integrated logistic, forwarding, warehousing, trucking, kurir express
- Perusahaan logistik berpendingin (cold chain): perusahaan logistik yang punya cold storage, perusahaan trucking yg berpendingin, warehouse cold storage, refrigrated trucking, dll)
- Perusahaan asuransi jiwa syariah
- Bank syariah
- Mall dan ritel di kota-kota utama dan kota kedua
- Perusahaan industri berat (baja, alumunium, pipa, dll)
- Perusahaan properti yang punya land bank untuk apartemen dan mall
- perusahaan IT services/IT system integration outsourcing company
- perusahaan farmasi OTC
- Perusahaan yang punya land bank untuk kawasan industri diatas 400 ha
- Perusahaan Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Perusahaan shipping yang asetnya sudah diatas Rp 400 miliar
- Perusahaan kemasan
- Perusahaan agribisnis yang omsetnya sudah diatas Rp 300 M
- Perusahaan pupuk organik yang sudah punya pasar ritel
- Perkebunan sawit, karet dan kopi,
Tetapi perlu dicatat bahwa investor hanya mau berkongsi dengan perusahaan yg skalanya sudah korporasi, bukan pemain UKM atau perusahaan baru. Mohon dimengerti.
Terima kasih
Sudarmadi
081384 160 988
email: wingdarmadi@gmail.com
Artikel terkait lainnya :
Mengenal seluk beluk investor private equity
Sejumlah Investor Luar Negeri Yang Tertarik Mencari Kongsi pada Indonesia
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |