Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

POP! Hotel Kemang Terpilih Sebagai Hotel Budget Terbaik dari TTG Travel Awards

POP! Hotel Kemang Jakarta, sebuah hotel yang berada dalam pengelolaan TAUZIA Hotel Management, baru saja memenangkan penghargaan 27th Annual TTG Travel Awards 2016 untuk kategoriBest Budget Hotel. Penilaian itu berbasis pilihan pembaca se-Asia Pasifik dari survei yang diakukan TTG Media.  “Ini kemenangan pertama bagi POP! Kemang Jakarta. Temuan survei ini menunjukkan bahwa pelayanan hotel Pop Kemang Jakarta memiliki standar yang tinggi dan semakin meningkat,” komentar Darren Ng,Managing Director TTG Asia Media. Tahun 2016 ini merupakan musim ke-27 bagi penyelenggaraan ajangawarding perhotelan ini.

Bagi jaringan POP! Hotels sendiri, kemenangan tahun ini merupakan kemenangan kedua, karena tahun sebelumnya penghargaan yang sama dimenangi oleh POP! Hotel Kuta Beach Bali. “Kami mendedikasikan penghargaan ini bagi seluruh jaringan POP! Hotel yang sudah memiliki 19 hotel, terutama atas kerja keras semua staf. Ini pembuktian bahwa kualitas pelayanan kami melampaui standar Asia Pasifik,” ungkap Richard Sembiring,Hotel Manager  POP! Hotel Kemang.

POP! Hotel Kemang memang berada di lokasi yang cukup strategis di Jakarta Selatan, dikelilingi berbagai restoran, mall serta bar malam. Hotel budget dengan 147 kamar ini juga dilengkapi koneksi WiFi gratis, TV LED dengan kanal kabel internasional, sofa bed, kotak safe deposit, rain shower & air mineral botol gratis. Selain itu hotel ini juga menawarkan vending machine & ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 30 orang.

Pop! Hotel merupakan salah satu brand hotel andalan TAUZIA Hotel Management, selain brand lain seperti Harris dan Yello. Didirikan sejak 2001, TAUZIA Hotel Management saat ini mengelola sekitar 111 hotel di Indonesia baik yang sudah beroperasi atau baru dalam tahap kontruksi pembangunan. Masing-masing hotel dikembangkan dengan positioning berbeda. Bila HARRIS Hotels dikembangkan sebagaimidscale hotels yang mengusung konsephealthy lifestyle, maka POP! Hotel lebih ditonjolkan sebagaieco-friendly budget hotel untuk parasmart travelers. Hingga tahun 2020, manajemen TAUZIA menargetkan akan menambah 19 hotel POP! Lagi dari 19 hotel POP! yang sekarang sudah dalam pengelolaan. (Sudarmadi)

#Tag :

POP! Hotel Kemang Terpilih sebagai Best Budget Hotel Pada TTG Travel Awards

POP! Hotel Kemang Jakarta, sebuah hotel yang berada dalam pengelolaan TAUZIA Hotel Management, baru saja memenangkan penghargaan 27th Annual TTG Travel Awards 2016 untuk kategori Best Budget Hotel. Penilaian itu berbasis pilihan pembaca se-Asia Pasifik dari survei yang diakukan TTG Media.  “Ini kemenangan pertama bagi POP! Kemang Jakarta. Temuan survei ini menunjukkan bahwa pelayanan hotel Pop Kemang Jakarta memiliki standar yang tinggi dan semakin meningkat,” komentar Darren Ng, Managing Director TTG Asia Media. Tahun 2016 ini merupakan musim ke-27 bagi penyelenggaraan ajang awarding perhotelan ini.

Bagi jaringan POP! Hotels sendiri, kemenangan tahun ini merupakan kemenangan kedua, karena tahun sebelumnya penghargaan yang sama dimenangi oleh POP! Hotel Kuta Beach Bali. “Kami mendedikasikan penghargaan ini bagi seluruh jaringan POP! Hotel yang sudah memiliki 19 hotel, terutama atas kerja keras semua staf. Ini pembuktian bahwa kualitas pelayanan kami melampaui standar Asia Pasifik,” ungkap Richard Sembiring, Hotel Manager  POP! Hotel Kemang.

POP! Hotel Kemang memang berada di lokasi yang cukup strategis di Jakarta Selatan, dikelilingi berbagai restoran, mall serta bar malam. Hotel budget dengan 147 kamar ini juga dilengkapi koneksi WiFi gratis, TV LED dengan kanal kabel internasional, sofa bed, kotak safe deposit, rain shower & air mineral botol gratis. Selain itu hotel ini juga menawarkan vending machine & ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 30 orang.

Pop! Hotel merupakan salah satu brand hotel andalan TAUZIA Hotel Management, selain brand lain seperti Harris dan Yello. Didirikan sejak 2001, TAUZIA Hotel Management saat ini mengelola sekitar 111 hotel di Indonesia baik yang sudah beroperasi atau baru dalam tahap kontruksi pembangunan. Masing-masing hotel dikembangkan dengan positioning berbeda. Bila HARRIS Hotels dikembangkan sebagai midscale hotels yang mengusung konsep healthy lifestyle, maka POP! Hotel lebih ditonjolkan sebagai eco-friendly budget hotel untuk para smart travelers. Hingga tahun 2020, manajemen TAUZIA menargetkan akan menambah 19 hotel POP! Lagi dari 19 hotel POP! yang sekarang sudah dalam pengelolaan. (Sudarmadi)

#Tag :

Luar Biasa, Satu Semester Indofood Bisa Raup Rp 11,6 Triliun dari Mie Instan

Tak galat bila PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) disebut menjadi raja usaha mie instan di Indonesia. Penjualan mie instan Indofood memang sangat lucratif & sebagai penopang kinerja usaha PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Berdasarkan data penjualan bersih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)  pada semester I-2016, perusahaan milik Group Salim itu mampu membukukan penjualan neto konsolidasi Rp 18,18 triliun atau naik 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Yang menarik, dari total penjualan itu, kontribusi terbesar dari penjualan divisi mie instan, yakni sebesar 64 persen, setara dengan Rp 11,6 triliun. Jelas, pencapaian yang luar biasa. Untuk satu kategori produk saja, bisa menyabet diatas Rp 11 triliun untuk 6 bulan.

Ruang lingkup kegiatan ICBP terdiri atas produksi mi dan bumbu penyedap, susu, produk kuliner masakan, biskuit, makanan ringan, nutrisi dan makanan spesifik. Kontribusi divisi dairy (susu) sebesar 19 %, kuliner ringan (snak) 7 persen, penyedap makanan tiga persen, nutrisi dan makanan dua % serta minuman lima persen. Indofood selama ini dikenal menjadi pemain besar di bisnis consumer good & usaha mie instan memang galat satu flagship usaha Indofood selain usaha minyak goreng menggunakan merek Bimoli.

Pada semester pertama 2016 ini, keuntungan periode berjalan yang bisa didistribusikan pada pemilik entitas induk tumbuh 13,9 persen sebagai Rp1,98 triliun menurut sebelumnya Rp1,74 triliun. "Pada semester pertama tahun ini, kami bisa mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba higienis yg sehat," kata Direktur Utama dan CEO ICBP Anthoni Salim, pada keterbukaan fakta Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/8/2016). Laba usaha tumbuh 24,9 % menjadi Rp2,74 triliun dari sebelumnya Rp2,19 triliun. Marjin laba usaha juga naik menjadi 15,1 persen dari sebelumnya 13,1 %.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (?ICBP?) adalah perusahaan yg membuat banyak produk konsumen bermerek yang indah dan telah terkemuka masih ada poly pilihan produk & akhirnya sebagai solusi sehari-hari bagi konsumen pada segala usia. Banyak pada antara merek produknya sebagai produk terkemuka yang telah disenangi oleh masyarakat Indonesia, serta memperoleh agama dan loyalitas jutaan konsumen pada Indonesia selama bertahun-tahun.

ICBP didirikan pada september 2009 melalui proses restrukturisasi internal dari Grup Produk Konsumen Bermerek (?CBP?) PT Indofood Sukses Makmur Tbk (?Indofood?). Dengan aktivitas restrukturisasi internal tadi, maka aktivitas bisnis Grup CBP dari Indofood, yg mencakup mi instan, dairy, kuliner ringan, penyedap makanan, nutrisi & kuliner spesifik, serta biskuit (sebelumnya tergabung dalam Grup Bogasari), dialihkan ke ICBP.

ICBP mulai mencatatkan sahamnya di BEI tepatnya pada  tanggal 7 Oktober 2010. Hingga saat ini Indofood tetap menjadi pemegang saham mayoritas ICBP dengan kepemilikan saham sekitar 80%. Oleh karenanya, ICBP tetap memiliki sinergi dengan perusahaan-perusahaan Indofood lainnya dalam meningkatkan keunggulan kompetitifnya.

Pada tahun 2012, ICBP memulai inisiatif untuk dapat meraih peluang usaha baru dengan mendirikan dua perusahaan patungan dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte. Ltd. (“Asahi”) demi memasuki pasar minuman non-alkohol di Indonesia. Kegiatan usaha minuman ini sendiri dimulai di akhir tahun 2013 menyusul akuisisi exclusive bottler untuk produk-produk PepsiCo dan yang selanjutnya disusul dengan akuisisi aset kegiatan usaha air minum dalam kemasan (“AMDK”) di awal tahun 2014. ( darmadi2000@yahoo.com )

#Tag :

Kinerja Jababeka Kinclong, Laba Tumbuh Fantastik dan Agresif Kembangkan Bisnis Baru

Laba PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) sepanjang semester I/2016 naik 30,41% dibandingkan dengan periode yang sama tahun kemudian. Sesuai laporan keuangan semester I/2016 yg sudah dipublikasikan (9/8/2016), perseroan mencatat laba yg diatribusikan pada pemilik entitas induk sebanyak Rp 325,78 miliar atau naik 30,41% dibandingkan menggunakan periode yang sama tahun lalu senilai Rp249,81 miliar.

Peningkatan laba Jababeka didorong oleh sejumlah beban perseroan yg mampu ditekan. Sepanjang semester I/2016, perseroan mencatat penjualan dan pendapatan jasa senilai Rp 1,36 triliun. Pencapaian tersebut turun 7,48% menurut periode yang sama 2015 senilai Rp1,47 triliun.

Tetapi demikian, perseroan relatif smart & berhasil bisa menekan sejumlah beban biaya . Mulai berdasarkan beban keuangan yg turun 56,98% menjadi Rp169,59 miliar menurut Rp394,22 miliar pada semester I/2015. Kemudian, beban pajak final pula turun menjadi Rp10,60 miliar berdasarkan Rp28,38 miliar.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) terus akan perluasan berbagi bisnis-usaha dan proyek barunya yg sudah ada pada pipeline buat pengembangan. Antara lain, Jababeka sudah menyiapkan dana sebanyak US$ 10-20 juta buat menciptakan infrastruktur daerah industri pada Kendal, Jawa Tengah. Direktur Utama Jababeka Budiyanto Liman berkata, perseroan bekerjasama dengan perusahaan asal Singapura, Sembawang Corporation, untuk menyebarkan tempat industri tersebut. Luas tanah yang akan digarap seluas dua.000-tiga.000 hektare (ha).

?Tahap awal, kami akan kembangkan sekitar 860 ha. Sekarang dalam termin pengembangan infrastruktur,? Ujar Budiyanto di Jakarta, Selasa (20/10). Dia melanjutkan, secara khusus, infrastruktur yg akan dibangun mencakup jalan, pemadatan tanah, dan menyiapkan pasokan air higienis maupun buat air limbahnya. ?Pokoknya kami bangun infrastruktur supaya para investor yang ingin menciptakan pabrik sudah mampu beroperasi termasuk listrik dan lainnya,? Ujar Budiyanto.

Untuk pasokan listrik, perseroan berencana menciptakan pembangkit listrik (power plant) untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri. Namun, beliau belum mampu menjelaskan berapa kapasitasnya. Dia mengakui, buat proyek pengembangan tempat industri Kendal, waktu ini sudah poly perusahaan yg akan menempati kawasan tadi. Hal ini didukung menurut harga tanah yg lebih murah dan dari segi upah pekerja masih nisbi lebih rendah dibandingkan kawasan industri Jababeka lainnya.

?Dari segi labour cost pada Jawa Tengah masih lebih rendah dibandingkan Bekasi. Hal ini sebagai daya tarik investor terutama bagi yg labour intensif, seperti tekstil,? Ujar Budiyanto. Sementara itu, buat pembebasan huma, perseroan menghabiskan belanja kapital (capital expenditure/capex) sebesar Rp 600 miliar tahun ini. Dana tersebut 100 % berasal dari kas perseroan. Sementara itu, buat kawasan Kendal, bakal menghabiskan dana sebesar Rp 400 miliar. Capex yg paling besar memang digunakan buat pembebasan huma di Kendal.

Jababeka pula terus melanjutkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Pulau Morotai seluas 1.200 hektar. Melalui anak usahanya, PT Morotai Jababeka berhasil menggandeng mitra berdasarkan Taiwan buat membentuk amenitas & atraksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata tadi.

Pada termin awal, dikabarkan, PT Morotai Jababeka, menciptakan 10 ribu rumah menggunakan pangsa pasar kelas menengah, serta hotel-hotel menggunakan kapasitas 100 ribu kamar. Tahap berikutnya, PT Morotai Jababeka membangun tempat pariwisata, sekolah yg akan menyuplai sumber daya insan (SDM), & lainnya. Raksasa properti ini juga akan membuatkan pertanian, perikanan, dan perdagangan.

PT Morotai Jababeka siap menggelontorkan investasi Rp 6,8 triliun. Dana sebanyak itu dari berdasarkan investasi sendiri, & sejumlah investor. Andrew Hsia, kepala Perwakilan Perdagangan & Ekonomi Taipei pada Indonesia (TETO), berjanji akan mengembangkan budi daya ikan, pertanian, pariwisata, dan perbankan pada Morotai. Ia memperkirakan akan ada konvoi poly orang ke Morotai buat bekerja di bidang perikanan, eko-turisme, dan infrastruktur.

#Tag : Konglomerasi

5 Hotel Terbaik Di Yogyakarta Untuk Menginap

5 Hotel Terbaik Di Yogyakarta Untuk Menginap

#Tag :

5 Hotel Terbaik di Bandung Untuk Menginap

Lima Hotel Terbaik pada Bandung Untuk Menginap

#Tag :

Inilah Hotel Bintang Empat Terbaik di Bandung, Hadir Dengan Memberi Kesan dan Pengalaman Berbeda

Inilah Hotel Bintang Empat Terbaik pada Bandung, Hadir Dengan Memberi Kesan dan Pengalaman Berbeda

#Tag :

4 Hotel Bintang Lima Terbaik di Bandung, Rasakan Pengalaman Sensasional Menginap Disana

4 Hotel Bintang Lima Terbaik pada Bandung, Rasakan Pengalaman Sensasional Menginap Disana

#Tag :

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Lima di Bandung

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Lima pada Bandung

#Tag :

Daftar Hotel Bintang Tiga Terbaik di Indonesia, Saatnya Anda Mencoba Pengalaman Berbeda

Daftar Hotel Bintang Tiga Terbaik pada Indonesia, Saatnya Anda Mencoba Pengalaman Berbeda

#Tag :

Hotel Bintang Lima Terbaik di Yogyakarta, Pengalaman Berkelas Yang Perlu Dicoba

Hotel Bintang Lima Terbaik di Yogyakarta, Pengalaman Berkelas Yang Perlu Dicoba

#Tag :

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Lima di Yogyakarta

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Lima di Yogyakarta

#Tag :

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Tiga di Yogyakarta

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Tiga di Yogyakarta

#Tag :

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Empat di Yogyakarta

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Empat pada Yogyakarta

#Tag :

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Empat di Bandung

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Empat di Bandung

#Tag :

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Tiga di Bandung

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Tiga di Bandung

#Tag :

Kesan & Pengalaman Menginap Hotel Bintang 4 Di Jakarta

Kesan Dan Pengalaman Menginap Hotel Bintang Empat di Jakarta

#Tag :

Pengalaman & Kesan Menginap Hotel Bintang 4 di Bogor

Pengalaman & Kesan Menginap Hotel Bintang 4 di Bogor

#Tag :