Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I akan berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan pelabuhan, termasuk di pelabuhan Belawan yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Sumatera. Selama ini masa sandar kapal atau dwelling time di pelabuhan Belawan, Sumatera Utara masih sekitar empat hari. Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana dan jajarannya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menurunkan dwelling time di Pelabuhan Belawan tersebut. Antara lain dengan menyatukan tempat pemeriksaan dari Bea Cukai dengan karantina.
"Kita akan sebaiknya, Belawan adalah pelabuhan kedua yg memiliki fasilitas terpadu yang disebut Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT). Kita punya itu. Jadi pada situ kita jadikan satu antara Bea Cukai & karantina. Ada customer service, counter billing, loket karantina loket, Bea Cukai jua terdapat. Jadi satu ini seluruh fasilitasnya lengkap," terangnya.
Menurut Bambang, TPFT menjad keliru satu cara yang akan efektif untuk menurunkan dwelling time pada Pelabuhan Belawan. Dia menargetkan dwelling time pada Pelabuhan Belawan sanggup turun hingga 3 hari pada ketika dekat. Untuk itu butuh kerja keras, kerjasama & koordinasi yang baik antara seluruh petugas instansi terkait seperti PT Pelindo I, Bea & Cukai, Karantina, pengguna jasa, pihak Otoritas Pelabuhan juga Pemerintah Daerah.
Diharapkan melalui terobosan tersebut, persoalan dwelling time di Pelabuhan Belawan semakin baik sehingga Belawan International Container Terminal (BICT) yang merupakan pelabuhan peti kemas pertama di luar Pulau Jawa serta memiliki TPFT dapat memajukan perekonomian di Sumut seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo.
Ketua ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) Surianto SH, menyebutkan pengalamannya selama ini, dwelling time (saat tunggu barang berdasarkan kapal hingga keluar pelabuhan) di Pelabuhan Belawan (Pelindo I) paling usang hanya 5 hari atau bahkan mampu lebih cepat. "Selama ini saya mencicipi pada Pelindo I, dwelling time hanya memakan saat tiga sampai lima hari, nir hingga 10 hari. Saya memakai jasa pelabuhan pada Medan sudah relatif lama ," kata Surianto, Selasa (20/9).
Pengalaman yang sama pula dirasakan Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Bidang Logistik & Multimoda Khairul Mahalli. Menurutnya, selama ini dwelling time di Pelindo I efektif hanya selama tiga-lima hari. Ia percaya kedepan layanan ini akan ditingkatkan lebih baik lagi.
Dengan dukungan & bahu-membahu seluruh pihak tentu, upaya pemugaran dwelling time terus akan dijalankan sehingga pelayanan mampu lebih cepat misalnya yg diharapkan kalangan pengguna jasa.
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |