Pertumbuhan jumlah penduduk menjadi salah satu pemicu yg meramaikan pasar pembangunan & bisnis rumah sakit pada Indonesia. Pada empat tahun ke depan, pada Indonesia, ada 17 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas. Data memperlihatkan, jumlah penduduk berusia 15 tahun sampai 64 tahun bisa mencapai 184 juta jiwa dalam 2020.Jumlah penduduk di rentang usia ini bertambah 17 juta semenjak 2013.
Penduduk berusia 65 tahun ke atas akan mencapai 17 juta pada 2020. Sementara itu, usia 0 tahun sampai 14 tahun diproyeksi bertambah dua juta orang sebagai 71 juta pada 2020. Tak heran bila pertumbuhan demand terhadap eksistensi rumah sakit pada Indonesia pula semakin nyata.
Tanpa berharap semakin banyak orang sakit, sektor jasa kesehatan, khususnya tempat tinggal sakit, punya ruang bertumbuh besar pada beberapa tahun mendatang. Tak ketinggalan tantangan yg menyertainya. Ya, pendorong pertama, pasar tempat tinggal sakit pada Indonesia utamanya didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk.
Umur produktif (25 tahun-54 tahun) yang mendominasi jumlah penduduk, yakni 42,31%, serta rentang remaja hingga dewasa (15 tahun-24 tahun) sebanyak 17,07% juga bakal berefek positif bagi perkembangan industri rumah sakit.
Pertambahan penduduk usia muda atau produktif bisa mendorong peningkatan angka disposable income dan belanja kesehatan. Pada 2020, nomor pendapatan tahunan yang dapat dibelanjakan (annual disposable income) diperkirakan US$750 miliar, naik 53% berdasarkan 2013.
Secara khusus, total pengeluaran buat layanan kesehatan terus semakin tinggi. Pertumbuhan permintaan layanan kesehatan akan terus naik dibarengi nomor harapan hidup.
Sejumlah katalis mampu mengungkit pertumbuhan sektor jasa kesehatan. Dari sisi infrastruktur, rerata pertumbuhan jumlah rumah sakit (RS) di Indonesia dalam 2011-2014 sebesar 10,94%. Pertumbuhan masif terjadi pada RS swasta, yakni 34,12%, sedangkan RS umum cuma 4,18%. Jumlah itu akan bertumbuh seiring menggunakan belanja kesehatan pemerintah yang naik & perluasan usaha pelaku bisnis tempat tinggal sakit.
Katalis penggerak lain yakni acara agunan kesehatan nasional (JKN). Industri RS akan diuntungkan sang pertumbuhan peserta iuran pertanggungan jiwa. Rerata pertumbuhan beragam tahunan iuran pertanggungan premi jiwa pada 2010-2014 sebesar 12,64% sebagai Rp 121,62 triliun per akhir 2014.
Wajar kalau pemain yang ada berani target pertumbuhan yang tinggi. PT Siloam International Hospital Tbk menargetkan punya 50 unit RS pada akhir 2017, tersebar di 25 kota, dengan target punya tempat tidur 10.000 unit dan melayani 15 juta pasien tiap tahun. Sedangkan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menargetkan membuka minimal satu RS saban tahun. Pada 2019, Mitra Keluarga menarget punya 18 RS.
Menurut penelusuran penulis, kini kalangan investor baik asing atau lokal sangat antusias buat masuk pada usaha RS. Mereka ada yg datang berdasarkan pemain investor strategis maupun investor finansial. Mereka umumnya diam-diam sedang mencari-cari peluang kerjasama menggunakan pemain lokal yang sudah punya pengalaman pada pengelolaan tempat tinggal sakit, sedangkan mereka datang menggunakan membawa jaringan dan modal.
Sudarmadi
wingdarmadi@gmail.Com
Cara kerja & seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis pada Indonesia
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |