Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Bisa Sukses Karena Pandai Membuat Membuat Proposal Bisnis? Mungkin sekali. Ini buktinya!

Diantara sekian banyak kenalan aku menurut jajaran pengusaha nasional ialah Pak Hardianto Husodo. Beliau pengusaha yg aslinya Semarang namun usang tinggal pada Jakarta. Beliau ini juga pengusaha sukses yang benar-benar merintis sendiri kesuksesannnya. Maklum, ayahnya PNS & sudah wafat waktu dia belum memasuki dunia kerja alias masih kuliah.

Diantara cerita sukses dia yg cukup menginspirasi, artinya soal kemampuan dan cara belajar beliau tentang proposal usaha. Saya baru memahami jika proposal usaha itu krusial, ternyata bisa jadi duit dan mampu mengubah jalan hayati seorang. Beliau pernah bekerja di sebuah perusahaan semi BUMN yg banyak menerima kiriman proposal bisnis dari daerah & cabang-cabang. Nah, disitu beliau belajar bagaimana sih sebenarnya cara membuat proposal usaha itu, apa yg terdapat di dalamnya & hal-hal yg penting. Jadi beliau tahu misalnya proposal usaha yg baik itu. Pendeknya, lantaran bekerja di lembaga itu, beliau lalu jadi 'pinter' menciptakan proposal bisnis. Tak heran, beberapa pengusaha lalu meminta beliau menyebarkan proposal bisnis buat beberapa proyek usaha baru. Sebagai imbalannya, dia mendapat uang jasa. Lumayan, sembari bekerja, pula ada pemasukan karena ada income menurut kompetensi membuat proposal usaha.

Pada tahapan selanjutnya, Pak Har bukan saja mendapatkan fee berdasarkan membuat proposal itu, tetapi menawarkan wangsit & peluang bisnisnya, mengembangkan proposal bisnisnya dan lalu menjadi bagian dari pemegang saham. Modalnya apa? Ya modalnya kompetensi itu saja, nir setor modal uang. Dalam hal ini kompetensi membaca peluang prospektif, kompetensi membuatkan proposal bisnisnya, kemampaun melihat dan mencarikan pasar, dan kemauan dan keberanian buat memulai dan menjalan idenya itu apabila dipercaya pemilik kapital. Ini bukan cerita kosong.

Pak Har misalnya pernah mendirikan perusahaan AMDK & pakan ternak dengan model misalnya itu. Jadi beliau sebagai pemegang saham tanpa setor kapital. Hanya kapital pikiran, tenaga & keberanian. Contoh lain, tahun 1987 beliau terpikir memiliki pabrik pakan ternak karena melihat usaha itu cukup prospektif dan pasarnya relatif akbar. Beliau memahami hitung-hitungan dan kelayakanan bisnisnya. Ide bisnis itu lalu ditawarkannya ke seseorang pengusaha besar & ternyata menyambut baik. Jadi saat itu modal Anto hanya konsep & pikiran. Anto jua yang punya ide dan mengetahui pemasarannya. Ia juga bertanggung jawab buat pengelolaan sepenuhnya. Ia menciptakan proposal yg kemudian ditawarkannya. ?Kalau Pak Anto sanggup jamin pasarnya, aku akan membiayai,? Begitu sambutan pengusaha mitranya. Ternyata gayung bersambut.

Dari situlah Pak Har diberi saham 15% pada perusahaan itu. Ini jelas nggak main-main. Punya 15% saham di perusahaan besar . Lantaran total investasinya pada tahun 1987 telah US$ 180 ribu atau kurang lebih Rp 1,8 miliar. Ingat, ini tahun 1987 lho. Untuk tahun-tahun itu, nomor ini terbilang sangat besar lho. Waktu itu dollar masih Rp 2000-an. Pabriknya pada Kerawang. Beliau sebagai salah satu direksi, tepatnya sebagai direktur operasional.

Luar biasa. Bermodal konsep, energi, kesungguhan & keberanian, beliau bisa punya saham di perusahaan akbar. Tentu saja beliau bangga, lantaran tanpa setor modal bisa mempunyai perusahaan. Padahal usianya baru 30-an tahun. ?Inilah awal kebangkitan saya menjadi entrepreneur,? Ujar dia yang juga Ketua Asosiasi Perusahaan Lelang Indonesia itu. Beliau berdasarkan situ jua merasa percaya diri bahwa bisa menjadi entrepreneur.

Kisah Pak Hardianto memberi pelajaran bagi kita-kita yang belia-muda. Setidaknya buat 2 hal penting. Pertama, bahwa sangat mungkin kita sebagai pemilik dan pemegang saham pada perusahaan akbar tanpa modal uang. Tapi syaratnya, kita harus punya konsep, kompetensi, dan kemampuan mengeksekusi. Kedua, bahwa kompetensi membuat proposal bisnis itu ternyata krusial & mampu menghasilkan uang, & bahkan sanggup merubah nasib hayati seorang. Dalam hal ini Pak Hardianto tersebut hanya salah satu contoh saja. Pasti poly pengusaha yang sukses melalui cara itu. Karena itu tidak terdapat salahnya kita belajar soal proposal bisnis pula. Apalagi jika pinjam ke bank atau investor juga ditanyai mana proposal bisnisnya.

Semoga kita seluruh sebagai orang sukses berikutnya! Sukses yg diberkati Sang Maha Pemberi. Amin.

(Catatan: Kisah & lika-liku bisnis Pak Hardiyanto Husodo sanggup dibaca di buku "10 Pengusaha Yg Sukses Membangun Bisnis menurut 0danquot; terbitan Gramedia)

Salam

Sudarmadi

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: