Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Tak salah, Martua Sitorus adalah salah satu ikon penting industri sawit di Indonesia. Bukan karena ia punya kebun sawit terluas di Indonesia. Dari sisi kepemilikan kebun bisa jadi masih kalah dari Sinarmas Group, Salim dan Astra. Ia pengusaha hebat karena menguasai industri perdagangan dan pengolahan hasil sawit, termasuk industry refinery-nya. Wilmar Group / KPN Group miliknya merupakan pembeli terbesar minyak CPO dari berbagai pemilik kebun dan pabrik sawit di Indonesia. Wilmar yang mengolah dan mengekspornya ke berbaga belahan dunia.  Perusahaan yang ia bangun  sudah go public diSingapore Stock Exchange dan disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan publik berkapitalisasi pasar terbesar di bursa negeri jiran itu.

Wilmar International sekarang pula sudah familier bagi pemain agrobisnis di Indonesia. Kiprahnya tak sekadar jagoan lokal. Wilmar sudah sebagai pemain global, mempunyai tak kurang dari 160 pabrik pemrosesan minyak sawit dan minyak botani di berbagai negara termasuk Indonesia, Malaysia, China dan India.

Siapa sebenarnya Martua Sitorus & bagaimana dia memulai usaha?

Martua Sitorus adalah sosok menarik karena pada ketika usianya baru 48 tahun sudah mampu mengendalikan bisnis beromset miliaran dolar. Menurut sumber yg sangat dekat mengenalnya, Martua yg bernama Tionghoa, Thio Seng Hap adalah putra pemilik toko UD Sadar pada Pematang Siantar ? Toko akbar yang menjual banyak sekali kebutuhan sehari-hari. Di Pematang Siantar orang lebih mengenal Martua menjadi Ahok, anak kedua berdasarkan 5 bersaudara. Keluarga Martua termasuk salah satu orang terkaya pada kota itu.

Ketika berusaha mulai menjalankan usaha sendiri, Ahok dimodali 9 unit truk oleh orang tuanya buat berbisnis transportasi pada Medan. Di akhir 1980-an, Martua mencoba membuka pabrik palm kernel (produk sampingan kelapa sawit) mini -kecilan menggunakan produksi kurang lebih 40 ton/hari di Belawan. Martua pula belajar dagang minyak goreng yg dibeli dari Grup Salim & Grup Sinarmas ? Menurut sinilah Martua punya jejaring menggunakan 2 grup akbar itu.

Ketika mulai membuka pabrik palm kernel itu pulalah Martua kenal dengan William Kuok, keponakan Robert Kuok, raja minyak sawit & raja gula di Malaysia (Kuok Brothers) yg sangat terkenal pada global. William merupakan Direktur Pengelola Kuok Group, sebagai akibatnya memang sangat berpengalaman dan dikenal secara internasional. Karena berselisih paham menggunakan Robert, beliau keluar & merintis usaha sendiri yang kemudian bertemu dengan Martua.

Martua dan William rupanya berjodoh. Mereka kemudian bergandengan tangan di tahun 1991, melahirkan Karya Praja Nelayan (Grup KPN) yang berbasis di Medan. Beberapa perusahaan yang mereka dirikan waktu itu pada antaranya PT Bukit Kapur Reksa di Dumai; PT Multi Nabati Asahan (Tanjung Balai Asahan); dan PT Sinar Alam Permai (Palembang) yang menciptakan palm kernel. Tahun 1992, mereka menciptakan pabrik penyulingan PT Bukit Kapur Reksa pada Dumai.

Kehebatan Martua, dari sumber yang tidak mau dianggap namanya, merupakan anak belia yang low profile, pekerja keras & punya lobi yg mengagumkan di sejumlah perusahaan perkebunan (PTP). Di KPN, meski sebagai dirut, Martua biasa terjun eksklusif pada segala hal. ?Semua beliau tangani, akan tetapi tetap ada tim manajemennya, menguasai secara detail seperti bisnis orang-orang Cina pada umumnya,? Pungkasnya. Faktor utama mengapa Wilmar cepat mengembang adalah karena Martua menguasai local sourcing; sedangkan William menguasai pemasaran & finansial termasuk dengan jaringan perbankan di luar negeri. Maklum, William sudah punya nama waktu pada Kuok Group. ?Itulah alasan mengapa Wilmar sanggup terbang sehebat kini , lantaran dikelola 2 orang hebat,? Istilah asal ini.

Maruli Gultom, mantan Presdir PT Astra Agro Lestari, mengakui, Wilmar merupakan salah satu perusahaan agrobisnis terbesar di Asia, dengan pemasaran mencakup Asia, Eropa dan Afrika. Dia menilai Martua adalah sosok yang hebat sehingga bisa membesarkan Wilmar. Maruli sempat bertemu  Martua ketika mendapat undangan makan dari Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditas Malaysia, Datuk Peter Chin Fah Kui. Saat itu yang ada hanya Maruli, Peter Chin dan Martua Sitorus. Dari obrolan yang berlangsung, Maruli menyimpulkan Martua adalah orang yang diperhitungkan di negeri jiran. “Dia masih muda dan energik,” kata Maruli.

Sementara itu, Akmaluddin Hasibuan, mantan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, pula mengamati usaha Wilmar memang berkembang sangat pesat. Menurutnya, Wilmar memulai usaha berdasarkan hilirnya dulu, bukan di perkebunannya (hulu). ?Sekarang sudah masuk biodiesel, pupuk NPK, refinasi, dan sebagainya,? Istilah Akmaluddin.

Akmaluddin mengaku telah kenal usang dengan Martua yg lulusan Fakultas Ekonomi HKBP Nommensen Medan, tempatnya mengajar. ?Beliau baru masuk menjadi mahasiswa, aku sudah mengajar,? Pungkasnya. Kemudian setamat kuliah, Martua memulai usaha mini -kecilan di PTPN VI, di bidang pengangkutan minyak sawit. ?Beliau memang betul-betul self-made man, membangun dirinya sendiri & memahami apa yang diperbuat. Waktu mahasiswa, dia belajar dengan baik, & saat berbisnis pula berbisnis dengan baik.?

Bungaran Saragih, mantan Menteri Pertanian RI, melihat galat satu kunci sukses Wilmar karena merekrut orang-orang yg kapabel sehingga sanggup menangani perusahaan yang sangat cepat beranjak, terintegrasi vertikal & horisontal dengan baik. Jaringan internasionalnya ? Khususnya sumber finansial ? Sangat kuat. ?Apabila tidak bertenaga sumber finansialnya, nir mungkin sanggup melakukan perdagangan & akuisisi perusahaan,? Ujar Bungaran. Di usaha perkebunan sawit, Wilmar tidak menciptakan sendiri, namun membeli. ?Dia mau cepat. Kalau menciptakan sendiri akan lama . Dia beli lalu diperbaiki. Lantaran sudah punya pasar, soal uang nir ada kesulitan,? Tutur Bungaran yang jua mengenal Martua.

Dalam pandangan Bungaran, Wilmar termasuk perusahaan ideal lantaran tidak hanya beranjak di Indonesia, melainkan pemain global dan disegani pada global. Mereka perusahaan trading yg kuat, dipercaya pelanggan dan mau menyebarkan infrastruktur. ?Martua orang pertama yg membuat pelabuhan kelapa sawit. Dia sudah berpikir ketika orang lain belum,? Tuturnya.

Wilmar sejatinya adalah sebuah kelompok perusahaan menggunakan dua wajah: Indonesia dan Malaysia. Maklum pendirinya memang 2 orang, yg satu dari Indonesia yakni Martua Sitorus (48 tahun) berasal Medan, & satunya lagi dari Malaysia, Kuok Khoon Hong alias William Kuok (58 tahun). Begitu pula menggunakan nama Wilmar, yg singkatan menurut Wil(liam) dan Mar(tua). Dua entrepreneur hebat inilah yang kini sedang sebagai pembicaraan hangat pada kalangan usaha minyak nabati olahan dunia. Apalagi Wilmar baru saja menjalin aliansi menggunakan Archer Daniels Midland Company, perusahaan minyak nabati olahan terbesar dunia yang masuk Fortune 100.

Perusahaan ini  tidak sekadar bergerak dari atas ke bawah (hulu ke hilir) tetapi ke kanan dan ke kiri. Artinya, bisnis-bisnis lain juga dikembangkan, seperti pupuk NPK Sentana sekitar tahun 2004, pabrik biodiesel sejak tahun 2005, dan saat ini sedang bergerak ke bisnis chemical oil. Wilmar juga didukung infrastruktur yang cukup kuat, baik untuk transportasi laut maupun darat. Pihaknya memiliki beberapa kapal tanker berkapasitas 10-20 ribu ton, dan segera membeli kapal berkapasitas di atas 30 ribu ton.

Soal taktik investasi, Wilmar agak sedikit tidak selaras dari perusahaan kelapa sawit lain, lantaran mempunyai strategi investasi jangka panjang. ?Kami tidak berpikir investasi kini harus kembali kapital tiga tahun lagi. Kami berpikir sahih-sahih bahwa investasi kami strategis,? Ujar sumber itu. Sebagai contoh, Wilmar menginvestasikan jutaan dolar buat pengembangan infrastruktur tempat industri Dumai. Tidak poly perusahaan yang mau melakukannya lantaran mahal dan return-nya lama . Namun, bagi Wilmar daerah industri Dumai bakal menjadi kawasan terintegrasi minyak kelapa sawit yang lengkap.

Wilmar listing pada Singapura lantaran bursa Singapura lebih likuid & stabil. Singapura selalu menjadi loka yg strategis. Kendati demikian, aktivitas operasional di Indonesia tetap dilakukan di Medan. ?Singapura hanya menjadi headquarter untuk konsolidasi, namun seluruh keputusan diambil pada masing-masing unit,? Ucapnya. Ke depan, Wilmar akan konsisten berbagi perkebunan selama arealnya tersedia & masih pada koridor hukum. ?Per tahun kami berencana membangun kebun kelapa sawit 30-40 ribu ha.?

Yang menarik, cepatnya pertumbuhan bisnis Wilmar diiringi jua kinerja keuangan yg terus kinclong. Tentu saja hal itu sebagai liputan gembira bagi investor publik yg memegang sahamnya. Per Desember 2007, angka return on average asset Wilmar 13,tiga% dan semester I/2008 meningkat menjadi 16,6%. Lalu, dicermati dari return on average capital employed, tahun 2007 sebanyak 11,5%, ad interim semester I/2008 sebagai 14,9%. Tak hanya itu, menurut parameter nomor NAV per saham, Desember 2007 sebanyak 122,9% dan semester I/2008 mencapai 132,1%.

Bisnis utamanya merupakan perdagangan, pemrosesan minyak sawit & minyak botani, selain bisnis perkebunan tentunya. Bisnis perdagangan & pemrosesannya punya pendapatan yg jauh lebih akbar ketimbang usaha perkebunannya yg hanya berkontribusi 5% menurut total pendapatan grup iniDi China, sebut contoh, kelompok ini dikabarkan tak kurang punya 20 pabrik penyulingan. Belum termasuk yg pada Indonesia & Malaysia. Perusahaan ini punya land bank perkebunan 500 ribu ha pada beberapa negara ? Sebagian besar di Indonesia & Malaysia. Luas kebunnya yg telah tertanami per kuartal II/2008 mencapai 215 ribu ha, & kebun yang telah panen 137,7 ribu ha. Mereka memasarkan produknya ke 50 negara di global dengan penekanan pada lima area: Indonesia, Malaysia, Cina, India & Eropa.

Tak keliru, Martua & Wilmar merupakan contoh sempurna pebisnis yang sukses melakukan lompatan kuantum. Maklum, baru mulai tahun 1991, kini skala bisnisnya sudah berkelas global.

Penulis : Sudarmadi

Baca link dibawah ini buat kisah bisnis menarik lainnya:

Cari Perusahaan Besar Untuk Diakuisisi

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo & Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses & Strategi Pemasaran Wim Cycle

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Cara kerja & seluk-beluk investor private equity

Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis pada Indonesia

Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: