Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Perusahaan emiten di bidang perkebunan sawit, PT Provident Agro Tbk (PALM) dikabarkan sudah melakukan divestasi terhadap empat anak usahanya kepada PT Gelanggang Maju Bersama & PT Mandhala Cipta Purnomo. Total nilai pelepasan anak usaha itu mencapai Rp dua,7 triliun.

Dalam prospektus singkat misalnya ditulis Rabu (13/7/2016), perseroan menjual saham empat anak usahanya diantaranya PT Global Kalimantan Timur (GKM), PT Semai Lestari (SML), PT Nusaraya Permai (NP), & PT Saban Sawit Subur (SSS). Penandatanganan jual beli dilakukan dalam 24 Juni 2016. Provident Agro merupakan perusahaan perkebunan sawit output kongsi dua perusahaan private equity papan atas di Indonesia, yakni Provident Capital dan Saratoga Capital. Selain berkongsi pada bisnis perkebunan sawit, ke 2 class ini juga berkongsi pada usaha tower telekomunikasi melalui PT Tower Bersama Tbk.

Yang kentara, dalam divestasi ini, PT Provident Agro Tbk menjual saham PT Global Kalimantan Timur (GKM) & PT Semai Lestari kepada PT Gelanggang Maju Bersama. Sedangkan saham PT Nusaraya Permai dan PT Saban Sawit Subur dijual pada PT Mandhala Cipta Purnomo. Masing-masing nilai transaksi penjualan tersebut antara lain penjualan saham GKM senilai Rp 1,52 triliun. Kemudian PT Semai Lestari dijual Rp 600 miliar. Sedangkan SSS dijual senilai Rp 500 miliar. Lalu saham NRP dijual sebanyak Rp 75 miliar.

Manajemen PT Provident Agro Tbk menyatakan jika transaksi yg akan dilakukan oleh perseroan bukan adalah transaksi afiliasi & bukan adalah transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Namun perseroan belum menyebutkan dana output penjualan saham anak usaha tadi.

Berdasakan evaluasi laporan keuangan sang KAP Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan per 30 April 2016, imbas transaksi tersebut membuat total aset perseroan turun menjadi Rp 4,6 triliun sampai April 2016. Total liabilitas turun menjadi Rp 2,13 triliun. Dari output penjualan saham itu pula membuat perseroan cetak laba. Dari sebelumnya rugi Rp 21,45 miliar menjadi laba Rp 811 miliar sampai April 2016.

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: