Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Diantara dilema primer yg dihadapi para pengelola perkebunan kelapa sawit pada Indonesia adalah penyakit busuk pangkal btg yg disebabkan cendawan ganoderma boninense. Penyakit ini sahih-sahih sebagai musuh yang sadis lantaran dapat mengakibatkan kematian kelapa sawit dan akibatnya bisa sangat merugikan. Hal ini terkait dengan sifat penularannya melalui tanah, angin dan serangga vektor.

Ganoderma sendiri merupakan jenis cendawan patogenik tular tanah (soil borne) yang banyak ditemukan pada hutan-hutan utama & menyerang aneka macam jenis flora hutan. Cendawan ini bisa bertahan di pada tanah pada jangka waktu yang usang. Serangan dalam kelapa sawit sebagai dominan lantaran terjadi ketidakseimbangan agroekosistem di perkebunan kelapa sawit & tidak adanya cendawan kompetitor dalam tanah, dampak menurunnya unsur hara organik pada tanah & pelaksanaan herbisida yang tidak bijaksana.

Pada tanaman kelapa sawit muda (TBM), tanda-tanda penyakit busuk pangkal batang (BPB) dampak ganoderma bisa diamati berdasarkan luar adalah adanya daun yg menguning pada satu sisi, atau adanya bintik-bintik kuning dari daun yang lebih pendek, yang kemudian diikuti dengan nekrosis. Gejala serupa juga dapat dilihat pada flora membuat (TM), masih ada beberapa daun tombak tidak terbuka dan kanopi daun umumnya pucat. Daun yg terserang kemudian tewas dimana nekrosis dimulai pada daun yang paling tua dan merambat meluas ke atas ke arah mahkota daun. Tanaman lalu mangkat dimana daun kering terkulai pada ujung pelepah pada btg.

Perusahaan bioteknologi asal Medan, PT Propadu Konair Tarabuhun (PKT), termasuk perusahaan yg sangat concern dalam mencari solusi pengendalian ganoderma buat membantu para petani kebun pada Indonesia, khususnya bagi kalangan perusahaan perkebunan sawit.

Supeno Surija, pendiri & CEO PKT, memberitahuakn, problem ganoderma memang masih menghantui perkebunan sawit di Indonesia karena dalam umumnya mereka belum punya solusi yg efektif. Menurut hasil penelitian timnya, pemakaian pupuk pada masa sebelumnya yg banyak menggunakan pupuk kimia dan herbisida telah menyebabkan tanaman lebih rentan terserang ganoderma & penyakit lain. Di lain sisi, replanting terhadap flora yg terserang Ganoderma sebagai flora sawit baru dengan menggunakan bahan kimia tidak akan bermanfaat. Demikian jua penggunaan mikroorganisme yg tidak tepat, hanya akan memperburuk keadaan perkebunan sawit.

"Kami menganjurkan setiap perkebunan sawit buat mencurigai serangan epidemi Ganoderma serta virus TX pembunuh sawit yang akan berkembang pesat dalam kurun ketika 4 tahun ini," kata Supeno Surija yg memang punya latarbelakang peneliti ini.

PKT Group sendiri sudah berhasil menemukan produk yag berguna untuk mencegah serangan epidemik ganoderma tersebut. Yakni produk Dewik Ijo ™ yang sangat penting untuk diberikan pada tanaman baru. Dalam program pencegahan Ganoderma untuk melindungi sawit milik pelanggannya, PKT sudah memiliki kolaborasi beberapa jenis dan strai mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x10 7  s/d 2x10 8  CFU dengan jumlah dan jenis yang lebih efektif dari produk lainya.

"Strain mikroorganisme Kami telah dipersiapkan menggunakan teknologi Colony Complex, dimana mikroorganisme menciptakan koloni & dilengkapi dean logistic agar bisa bekerja sama pada mencegah & menyerang pathogen sebagai akibatnya mikroorganisme Kami tidak sinkron dengan produk lain, dimana dapat berfungsi efektif di lapangan, tidak hanya pada laboratorium," papar Supeno.

Selama ini, Supeno menganalisa, beberapa produk yg dimiliki pihak lain seringkali mengalami kegagalan pada

penggunaan mikroorganisme karena beberapa alasan: Pertama, mikroorganisme yang digunakan tidak dilengkapi dengan teknologi Colony Complex sebagaimana formulanya dikembangkan PKT. Kedua, penggunaan Pupuk Anorganik (kimia) dan lainnya hanya akan merusak  fungsi  dari  mikroorganisme, bahkan mengubahnya menjadi pathogen (penyebab penyakit).

Pupuk Dewik Ijo sendiri diformulasikan agar dapat bekerja lebih cepat dari pupuk kimia, namun tidak bersifat booster atau hanya efektif sementara. Selain itu juga tidak menimbulkan residu. Supeno sendiri sangat concern dengan aspek  kelestarian lingkungan sehingga dalam membuat produk  selalu menjaga agar selalu selaras dengan prinsip pro green tersebut.

"Kami bersyukur bahwa pupuk kami  merupakan satu-satunya produk pupuk yang sudah  mendapatkan standar sertifikasi DIOXIN-FREE," terang Supeno. Yang juga menarik, bila sudah menggunakan  produk Dewik Ijo sudah tak diperlukan lagi pupuk  tambahan baik bupuk kimia, kompos, pupuk kandang, dan  mikrorganisme lain. Selain itu, PKT juga mengembangkan produk Super MOAF ® untuk menjaga keadaan tanah dan lingkungan tanaman agar lebih kondusif bagi tumbuhnya tanaman secara fit dan produktif di kemudian hari.

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: