Tulisan ini diupdate November 2019

Perusahaan Bapak/Ibu sedang mencari investor tipe private equity investor? Perlu membaca goresan pena singkat di bawah ini.
Perusahaaan private equity memang nir terkenal misalnya bank atau bursa. Padahal private equity juga galat satu asal kapital dan sebagai solusi permodalan bagi para pemilik perusahaan yang bisnisnya ingin tumbuh.
Private equity merupakan galat asal kapital buat investasi yang asal dari para investor misalnya dana purna tugas, orang-orang kaya, atau dana abadi perguruan tinggi. Ini semacam forum yg ditugaskan & dipercaya buat memutar duit berdasarkan investor itu. Kalau bank umumnya memberi duit pinjaman dan minta jaminan (kolateral), kalau private equity nir. Dia invest di perusahaan semisalnya Rp 300 miliar atau Rp 100 miliar, tapi dia minta ditukar menggunakan saham. Nah, ada perusahaan private equity yang maunya invest sebagai pemegang saham minoritas & nggak mau lebih dari 50%, tetapi jua terdapat yg maunya justru harus pegang kendali. Masing-masing perusahaan private equity punya gaya dan kebijakan masing-masing.
Asal dana atau sumber dana perusahaan private equity itu biasanya terkumpul karena keaktifan para pendiri dalam mencari dana untuk dikelola. Jangan heran kalau di Indonesia, para pemilik private equity pasti orang yang punya network kuat dengan pemilik dana di luar negeri. Misalnya Patrick Waluyo (Northstar), Gita Wiryawan (Ancora) dan Edwin Soeryajaya (Saratoga). Mereka semua lulusan Amerika yang channel dengan lembaga keuangan Barat sudah sangat kuat.
Kenapa mereka mau menaruh dananya untuk dikelola? Ya karena ingin dananya berputar & bertambah. Ingat bahwa di negeri Barat & Jepang, kalau menaruh deposito di Bank bunganya pertahun hanya 2% atau bahkan kurang. Kalau diputar pada negara perkembang mereka mampu menerima laba minimal belasan % per tahun. Logikanya simple, idiologi uang merupakan keuntungan. Dia tidak punya loyalitas ke negara atau lokasi. Tapi dia akan datang ke tempat yg sanggup berkembang biak. Ini rumus uang yang jangan dibantah.
Cara investasi perusahaan private equity (PE) ke perusahaan-perusahaan target umumnya menggunakan pola mampu dua macam. Pertama, membeli sebagian saham yg dimiliki pemegang lama (adalah ia membeli existing saham). Dus terdapat pergantian kepemilikan saham. Kedua, perusahaan yg akan diinject modal itu menerbitkan saham baru yg kemudian dibeli sang perusahaan PE itu. Umumnya cara ke 2 ini lebih banyak dipilih lantaran berarti dana yg masuk tidak masuk ke kantong pribadi pemegang saham usang, tetapi menambah modal perusahaan sebagai akibatnya perusahaan sanggup berputar lebih baik. Tapi pola ini sangat case by case, mampu perpaduan. Bisa jadi ketika investor masuk ke sebuah perusahaan, terdapat sebagian yg masuk ke kantong pemegang saham lama buat pembelian saham, namun ada jua sebagian yang ditaruh menjadi kapital usaha.
Selain cara investasi melalui saham, perusahaan PE juga bisa dengan cara membeli convertible bond yang diterbitkan perusahaan yang butuh duit. Convertible bond itu adalah surat utang yang suatu saat bisa diubah (diconvert) menjadi saham ketika pas jatuh tempo perusahaan yang berhutang itu tidak bisa melunasi secara sempurna atas hutang-hutangnya.
Yang perlu diketahui, perusahaan PE umumnya hanya mau invest di perusahaan yang tumbuh cepat & margin untungnya baik. Kenapa? Karena dia wajib memberi keuntungan pula ke pemodal yg menitipkan uangnya. Makanya umumnya IRR private equity selalu minta diatas 18%. Kalau bank Anda kasih bunga 12-13%, maka PE minimal diangka 18%. Bedanya kalau bank wajib mencicil bulanan, bila PE nggak. PE hanya mengharap untung ketika sahamnya dijual ke pihak lain.
Makanya, kebanyakan orang berhubungan dengan PE bila sudah tidak bisa pinjam ke bank lagi. Ekuitas yang dimiliki perusahaan sudah mentok. Sudah tidak punya kolateral untuk pinjam ke bank. Kalau bahasa orang keuangan, debt to equity ratio sudah nggak memungkinkan untuk pinjam ke bank. Ingat, tidak ada bank yang mau kasih pinjaman bila tidak ada kolateral. Ini normalnya. Ada beberapa bank yang bisa kasih pinjaman tanpa kolateral, namun sudah pasti hanya ke nasabah korporat yang sudah lama dikenal, dan biasanya bunganya juga jauh lebih tinggi.
Siapakah yg paling cocok buat menggandeng PE:
- Perusahaan yang akan ekspansi dan yakin punya bisnis bagus kedepan tapi nggak punya modal dan sudah sulit pinjam ke bank karena debt to equity ratio sudah tinggi. Aset yang ada sudah dileverage terlalu tinggi sehingga butuh investor (capital partner) yang bisa menambahkan modal untuk pertumbuhan usaha karena memang ada peluang menarik yang akan digarap. Dalam situasi ini cocok dan penting untuk mengajak PE agar mau investasi dan kongsi di bisnis Bapak/ibu.
- Perusahaan yang akan go public 2-4 tahun kedepan. agar nilai buku menjadi lebih baik dan kondisi permodalan tampak lebih kuat, anda gandeng PE untuk invest di perusahaan anda. nanti ia akan exit keluar dari perusahaan anda saat IPO dengan menjual saham dia ke investor publik di bursa
- Perusahaan yang tahu bahwa ada perusahaan lain yang sahamnya akan dijual, perusahaan itu bagus, tapi dia nggak punya uang untuk membeli atau mengakuisisi. Dalam kondisi itu, ajaklah PE untuk invest bersama dan Anda yang menjadi operatornya karena Anda yang tahu cara kerja dan operasional bisnisnya sehari-hari. PE bisa menjadi pemegang saham sementara, setelah itu saham dia bisa bapak akuisisi
- CEO atau eksekutif senior perusahaan yang tahu bahwa perusahaan dimana ia bekerja mau dijual,. Ia merasa sayang dan tahu bahwa bisnisnya bagus dan ia bisa menyelamatkannya, makanya ajak PE untuk invest dan anda akan menjadi salah satu pmegang saham penting. Saya punya beberapa kawan yang menjalankan pola ini dan sukses besar. Dulu CEO di perusahaan itu tapi tiba2 owner mau jual;al perusahaannya, akhirnya si CEO tadi cari pemodal untuk beli perusahaan itu.
Nah perusahaan PE itu biasanya invest untuk waktu yang tidak lama. Durasi hanya 3-7 tahun. Setelah itu ia keluar atau exit. Cara exit bermacam-macam. Bisa menjual sahamnya melalui bursa atau go public, bisa menjual saham ke pemegang saham lain yang mayoritas. Tapi bisa juga melalui trade sale, yakni ia menjual ke berbagai investor besar yaitu group besar yang minat di bisnis itu. Misalnya PE invest di bisnis TI lalu exit, maka ia akan tawarkan ke ACER, IBM, Microsoft, dll, untuk membeli sahamnya. Istilahnya, menjual ke investor strategis, bukan ke investor keuangan. Tapi menjual ke sesama investor keuangan juga mungkin.
Nah bagaimana di Indonesia? Di Indonesia semakin banyak perusahaan private equity yang aktif walaupun mereka tidak punya kantor khusus di Indonesia namun mereka menunjuk orang tertentu menjadi wakilnya di Indonesia. Mereka ada yang dari Jepang, Hongkong, Singapore, Timur Tengah, Eropa dan Malaysia. Tak kurang dari 30-an investor PE di Indonesia. Hanya saja mereka memang bekerja dengan silent dan bekerja berdasarkan trust. 30 perusahaan PE itu punua fokus investasi dan sstrategi investasi yang berbeda-beda dari sisi besaran per investasi hingga sektor yang ia pilih.
Ingat cara kerja private equity itu sangat silent, diam-diam, nggak mau banyak ngomong. Namanya juga private. Mereka memang selektif dalam memilih perusahaan yang akan diinvestasi, namun mereka juga harus investasi karena kalau nggak menyalurkan duitnya untuk diinvestasikan, mereka juga akan ditanya dan ditabok oleh lembaga yang memercayakan uang untuk diputar. Kalau Anda sudah dipercaya untuk memutar uang tapi kok anda nggak dapat tempat yang ditaruh uang berarti anda bodoh. Anda nggak punya teman atau anda nggak bisa cari teman. Padahal sebegitu banyaknya perusahaan di Indonesia yang butuh funding, dengan manajemen yang terpercaya dan prospeknya bagus.
Perusahaan private equity itu ingin berkongsi menggunakan pengusaha yg terbukti bisa mengelola usaha, bukan baru rencana2 doang. Mereka umumnya hanya mau invest pada perusahaan yang telah eksis dengan omset mencukupi tetapi butuh tambahan kapital supaya mampu tumbuh cepat. Atau mau jua invest pada perusahaan cantik namun sedang sakit akan tetapi ada peluang buat diperbaiki. Banyak banget investor yg meminati Indonesia. Tapi memang butuh cara spesifik mendekati mereka karena mereka memang sangat private & hanya mau herbi orang yang mampu mereka percaya.
Dana yang ditempat pada satu perusahaan oleh private equity sangat bhineka. Ada yg maunya diatas USD 100 juta dollar, terdapat yang hanya mau range USD 50-100 juta dollar, terdapat yang mau berdasarkan size USD 5 juta. Bahkan terdapat yg mainnya pada nomor USD 1-lima juta per investment. Masing-masing punya mandat dan strategi sendiri.
By the way, bila Bapak/Ibu adalah pemilik korporasi yg butuh modal dari investor private equity yang mau invest dari Rp 200 miliar sampai Rp 1,5 triliun, saya bisa ajak salah satu investor private equity dari luar negeri yang cocok atau paling cocok untuk perusahaan bapak/ibu dan memang sedang cari-cari peluang investasi di indonesia. Sewaktu-waktu saya bisa ajak meeting direkturnya untuk meeting dengan bapak/ibu bila memang ada peluang kongsi yang menarik dari skala bisnis dan prospeknya.
Beberapa jenis perusahaan yg dicari investor rekanan saya:
- Perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut (fishery processing, shrimp, crab processing, cold storage/seafood manufacturing
- Perusahaan tambang nickel dan pengolahannya
- - Semua perusahaan bidang manufacturing
- - Perusahaan farmasi, jaringan klinik, jaringan perawan kesehatan dan kecantikan, apotik
- - perusahaan yang bisnisnya B2B
- - perusahaan bidang kimia, pengolah limbah, dan sejenisnya
- - perusahaan distribusi, baik barang2 consumer maupun barang industrial
- - perusahaan agribisnis dan teknologi yang terkait pertanian
- Perusahaan Manufacturing ( memproduksi makanan, minuman, obat, produk rumah tangga, bahan bangunan, kemasan, industrial good, B2B product, produsen cat, bahan bangunan, dll, yang ada proses makanann)
- Perusahaan jaringan ritel dan resto yang sudah memiliki banyak cabang
- Perusahaan logistik (integrated logistic, forwarding, warehousing, trucking, kurir express
- Perusahaan logistik berpendingin (cold chain): perusahaan logistik yang punya cold storage, perusahaan trucking yg berpendingin, warehouse cold storage, refrigrated trucking, dll)
- Perusahaan asuransi jiwa syariah
- Bank syariah
- Mall dan ritel di kota-kota utama dan kota kedua
- Perusahaan industri berat (baja, alumunium, pipa, dll)
- Perusahaan properti yang punya land bank untuk apartemen dan mall
- perusahaan IT services/IT system integration outsourcing company
- perusahaan farmasi OTC
- Perusahaan yang punya land bank untuk kawasan industri diatas 400 ha
- Perusahaan Infrastruktur (listrik, pelabuhan, penyediaan air bersih, bioenergi, biomass)
- Perusahaan shipping yang asetnya sudah diatas Rp 400 miliar
- Perusahaan kemasan
- Perusahaan agribisnis yang omsetnya sudah diatas Rp 300 M
- Perusahaan pupuk organik yang sudah punya pasar ritel
- Perkebunan sawit, karet dan kopi,
Semoga bisnis bapak/Ibu sukses, semakin maju & berkembang. Selalu ada jalan apabila kita terus mau berusaha.
Terima kasih
darmadi
wingdarmadi@gmail.Com
HP : 081 384 160 988
Info krusial lainnya :
Investor luar negeri cari mitra lokal buat kongsi bisnis
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |