1. Meremehkan biaya operasional
Survei menunjukan, sepertiga berdasarkan pemilik usaha baru mengatakan mereka meremehkan biaya bulanan, sinkron survei perusahaan asuransi Hiscox Amerika Serikat. Mereka acapkali lupa kebutuhan barang-barang yang terkait. Sebagai contoh, jika Anda menciptakan sebuah produk, Anda juga wajib mengemasnya. Jika Anda membutuhkan sebuah mobil atau truk buat bisnis, Anda pula perlu auto insurance. Sering, pengusaha yg memiliki karyawan juga lupa bahwa faktor upah terdapat jaminan sosial dan tunjangan kesehatan & pajak penghasilan, dll. Biaya ini dapat menaikkan porto karyawan hingga 25%.
Saran: Mari menggunakan lbr kerja, misalnya laporan arus kas
dua. Meremehkan porto pendirian
Pengusaha pemula terlalu optimis tentang penjualan sebagai akibatnya terlalu konfiden akan usaha mereka. Mereka tak jarang keliru bahwa segera selesainya closing penjualan mereka akan mempunyai uang. "Mereka lupa bahwa orang tidak akan membayar buat 30 hingga 60 hari & mungkin akhir," Mari mengatakan. Sehingga lalu tidak membuat kebutuhan porto secara lengkap dan jangka panjang.
Saran: Sebaiknya pengusaha pemula mengikuti "anggaran dua." Harusnya memprediksi setidaknya dua kali lebih lama pengembaliannya dan biaya 2 kali lebih poly menurut planning. Ketika mencoba mengukur berapa poly meminjam, memperkirakan tidak hanya biaya awal, akan tetapi berapa banyak uang yang Anda perlukan buat menutupi pengeluaran sehari-hari Anda sementara Anda membentuk bisnis.
Memperkirakan porto yg lebih tinggi, pendapatan yang lebih rendah dan ketika yg lebih lama buat kelangsungan hidup bisa menyebabkan jumlah yg mungkin tampak menyeramkan, tapi itu planning realistis.
Tiga. Mispricing produk atau jasa
Pengusaha baru acapkali datang dalam harga buat produk atau layanan mereka dengan menambahkan biaya mereka & menambahkan pada margin mereka berpikir mereka wajib menciptakan. Pendekatan yang umumnya terlalu sederhana dan mengabaikan faktor-faktor krusial seperti posisi pasar dan nilai riil produk Anda. Harus menciptakan asumsi berapa banyak volume penjualan dibutuhkan untuk menerima ke titik impas.
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |