Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Tulisan ini diupdate tgl 5 Juli  2019

Ada semacam pandangan usang yang galat tentang berbisnis pada hubungannya dengan upaya mencari investor. Dulu dan bahkan sampai kini , sebagian pengusaha berpandangan bahwa jika perusahaan butuh & cari investor, maka itu indikasi perusahaan itu sedang bermasalah. Sedang punya masalah keuangan. Cari investor merupakan butuh bantuan orang lain buat menolong persoalan keuangannya.

Pandangan seperti itu bukan hanya KUNO, namun juga berarti sebuah ketidaktahuan terhadap perkembangan bisnis dan kekurangan informasi tentang bagaimana perusahaan-perusahaan besar bisa tumbuh berkembang. Kalau yg dilihat skala perusahaan UKM, mungkin agak benar, butuh investor  = sedang problem keuangan.

Tapi ketika kita bicara skala korporasi dan konglomerasi, mencari dan menggandeng investor itu adalah sebuah keniscayaan. Penulis sudah meneliti dan kebetulan berkawan dengan dekat dengan eksekutif ti TOP List 20 konglomerasi terbesar di Indonesia, mereka semua selalu terbuka dengan investor dan bahkan terus mencari partner investor untuk pengembangan usahanya. Mindset mereka  bagaimana  bisa berpartner dengan pihak lain untuk membesarkan bisnis secara bersama. Penulis sudah mempelajari bagaimana perusahaan besar sekelas Salim Group, Sinarmas, Medco, Astra, Saratoga, Sampoerna, Lippo, mereka semua bukan tipikal perusahaan yang alergi untuk bermitra dengan investor. Banyak orang yang tidak tahu, mereka bisa tumbuh cepat tidak selalu memakai duit sendiri. Tapi joint dengan investor private equity atau investor strategis lainnya.

Ada dua alasan akbar kenapa perusahaan-perusahaan class besar itu biasanya sangat welcome dengan investor. Pertama, alasan keuangan. Kedua, alasan non keuangan.

Alasan Keuangan :

---------------

Perusahaan umumnya butuh investor karena secara keuangan jelek semua kapital usaha ditanggung sendiri. Sebagai bagian menurut mengembangkan resiko, investor perlu terdapat buat menganggung resiko bisnis dan investasi secara beserta. Jadi beban keuangan permdalan tak hanya dipikul sendiri. Selain itu, ada kalangan kondisi keuangan kita sudah mentok plafon atas untuk sanggup berkembang. Sementara kita butuh kapital usaha lantaran ada peluang usaha dan pertumbuhan yang mampu digarap.

Terkadang pinjam bank/cari kredit ke bank juga telah tak mungkin lantaran agunan telah nggak ada. Semua aset sudah disekolahkan. Semua aset telah diagunkan. Nah, pada syarat ini, niscaya, lebih baik menggandeng investor sebagai equity partner buat menggarap peluang yang ada atau menciptakan perusahaan menjadi lebih besar lagi. Kalau terdapat investor masuk suntik modal, maka pertama, equity akan naik sehingga terdapat tambahan buat memodali pertumbuhan. Kedua, kalau equity nilainya naik, maka ruang lingkup pinjaman ke bank juga mampu lebih besar lagi nilainya. Bisa cari kredit menggunakan plafon yang lebih akbar. Kalau sebelumnya maksimal hanya bisa cari Rp 200 M, contohnya, dengan ekuity baru masuk, menjadi bisa pinjam Rp 600-700 M. Apalagi jika investor baru memang punya jaringan bank sendiri, maka akan menjadi lebih rupawan lagi dalam memudahkan pencarian kredit korporasi.

Alasan Non Keuangan

-----------------

Kehadiran investor baru juga krusial bukan hanya menurut sisi financial, tetapi juga secara strategi non financial. Investor baru terkadang sanggup membawa kompetensi baru, menambah jaringan usaha baru, memperluas jaringan pasar, & jua menyuntikkan SDM-SDM unggul baru. Banyak hal yang dulu tidak mampu dikerjakan sendiri tetapi kemudian sebagai mungkin berkat investor baru dan jaringannya. Banyak peluang ekspasi yng dulu dibiarkan saja, maka mampu sebagai andalan usaha baru menggunakan hadirnya investor yg joint. Simplenya saja, otak satu orang insan terbatas. Kalau yng merampungkan masalah lebih banyak orang tentu alternatif solusi sebagai nir hanya satu. Banyak keputusan bisnis dan investasi yg dulu takut buat diambil, maka sebagai lebih berani menggunakan adanya investor baru. Ini analog dengan mengangkat sebatang kayu besar , bila kayu akbar itu diangkat satu orang, mungkin memang bisar. Tapi kalau mampu diangkat dua atau tiga orang tentu sebagai lebih ringan bebannya dan lebih cepat mampu diangkat kayunya. Bahkan mampu juga mengangkat kayu-kayu yg lain.

Sebab itu, Bapak/Ibu yg masih menduga lebih baik mengerjakan usaha sendiri tanpa investor, bersiap-siap saja bahwa bisnisnya akan tumbuh segitu gitu saja. Pertumbuhan & perkembangan sanggup ditebak. Nggak akan terdapat sebuah terobosan karena nggak terdapat kompetensi baru yg masuk. Hanya saja, tentu jua krusial bahwa pada mencari investor wajib cari investor yang baik, yang memang sahih-sahih diperlukan sang perusahaan Bapak/Ibu. Mencari yang style dan chemistrynya sama, bisa sejalan, sehingga mampu membesarkan usaha bersama2. Bukan investor baru yang masuk & malah bikin ribut. Jadi penting buat memilih investor sehingga tujuan buat meningkatkan kecepatan pertumbuhan memang mampu direalisasikan.

Yang niscaya, jika perusahaan Bapak/Ibu punya usaha yang omsetnya sudah diatas Rp 300 dan butuh investor, maka saya mampu bantu carikan investor baik jenis investor keuangan (private equity) ataupun investor strategis (pemain sektor riel).

Silahkan hubungi aku jika memerlukannya.

Terima kasih / salam sukses

Sudarmadi

081 384 160 988

email: wingdarmadi@gmail.com

Info penting lainnya tentang investor silahkan klik link berikut :

Dua Jenis Investor Yang Bisa Digandeng Untuk Pengembangan Usaha

Investor luar negeri cari mitra lokal untuk kongsi bisnis

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: