Semua pendiri perusahaan normalnya niscaya ingin perusahaannya makin berkembang dan makin tumbuh skala bisnisnya serta sanggup dikelola menjadi perusahaan yg terkini dan profesional. Wajar bila pemilik perusahaan ingin perusahaannya sanggup bertahan & permanen hayati mesti generasi pemilik sudah berganti ke anak atau cucu. Wajar jua bila perusahaan ingin punya reputasi yg makin dikenal & lebih mudah pada mencari dana buat pengembangan bisnis. Untuk itu, memang telah sepantasnya pemilik perusahaan ingin perusahaannya Go Public atau melakukan IPO (Initial Public Offering).
Salah satu advantage perusahaan yg telah Go Public, mereka lebih mudah dalam mencari dana buat pengembangan usaha karena mereka mampu menerbitkan banyak sekali instrumen buat menarik dana publik. Dalam kenyataannya, bukan perusahaan tidak mungkin hanya menganddalkan pinjaman bank atau dana sendiri untuk berbagi bisnis? Pada kondisi eksklusif, contohnya bila jumlah pinjaman perusahaan sudah cukup tinggi, pendanaan dari perbankan mungkin akan sulit diperoleh. Sudah nir punya agunan lagi, tidak punya asset lagi buat jadi collateral. Dalam kata investasi, terkadang assetnya telah over leveraged. Dalam hal ini krusial untuk melibatkan investor lain buat membantu pendanaan. Kalau perusahaan Anda sudah go public, maka upaya itu akan lebih gampang.
Tapi apakah semua perusahaan yang sudah Go Public direspond bagus untuk investor/pasar? Memang tidak selalu. Tergantung seberapa 'seksi' perusahaan itu. Kalau profil bisnis perusahaan dan keuangannya itu tidak menarik, belum tentu direspon pasar dan belum tentu Go Public akan berbuah manis. Karena itu cara yang cukup masuk akal dan banyak dilakukan perusahaan yang mau go public, mereka biasanya memperkuat dulu internalnya sebelum Go Public. Mereka memperkuat keuangan dan skala bisnisnya agar lebih menarik bagi investor. Salah satu yang biasa dilakukan ialah, 2-4 tahun sebelum Go Public mereka mengundang investor Pre-IPO untuk masuk dan menyuntikkan modalnya. Dana yang disuntikkan itu yang kemudian dipakai ekspansi, misalnya untuk buka banyak cabang dan buka pabrik baru. Dengan demikian, ketika akan Go Public, skala bisnisnya sudah ideal, tidak terlalu kecil. Makin seksi dan direspons bagus oleh investor.
Cara itu sangat generik dilakukan. Menggandeng Pre-IPO investor. Biasanya investor itu pula membawa sejumlah kompetensi & mereka terkadang juga sudah pengalaman poly sukses membantu IPO. Ini yg penting yang sporadis orang tahu. Go Public bukan persoalan menunjuk perusaahaan penjamin emisi karena jikalau sekedar mencari perusahaan penjamin emisi, maka itu mudah & banyak, mudah diketahui. Yang sulit justru mengemas & mempersiaapkan internalnya agar skala & kinerja bisnisnya rupawan & seksi pada mata investor.
Saya punya sejumlah relasi investor yg seorang ahli menanamkan modalnya dalam situasi pre-IPO misalnya itu. Ada investor luar negeri tetapi terdapat juga yang pada negeri. Tetapi demikian, mereka tetap melakukan seleksi, nir sembarang melakukan investasi. Mereka akan melihat peluang pertumbuhan perusahaan itu, bagaimana kondisi kinerja sekarang, bagaimana reputasi pengelolanya, & sejenisnya.
Jika ada yang butuh investor pre-IPO, sanggup hubungi aku
wingdarmadi@gmail.Com
HP: 081 384 160 988
Butuh Investor ? Inilah Dua Tipe Investor Yang Bisa Anda Gandeng
Cara kerja & seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis di Indonesia
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |