Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Setelah sukses menetaskan & memasarkan Avanza-Xenia, kini Toyota-Daihatsu balik berkolaborasi meluncurkan Rush & Terios. Duit sebanyak US$ 70 juta diguyurkan buat peningkatan kapasitas pabrik. Sanggupkah mereka melebarkan pasar SUV di Tanah Air?

Beberapa minggu terakhir dunia otomotif negeri ini kembali dihangatkan ulah bareng 2 pemain krusial, PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Setelah sebelumnya ? Tepatnya dalam 2003 ? Mereka berkolaborasi berakibat Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, sekarang mereka kembali meluncurkan kendaraan beroda empat kembar, yg diberi nama Toyota Rush & Daihatsu Terios.

Boleh jadi, mereka berdua ingin mengulang sukses manis yang dicapai Avanza-Xenia. Lihat saja, di tengah kondisi usaha otomotif nasional yang terpukul kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, Avanza-Xenia masih sanggup berkibar dengan penjualan per bulan pada atas dua ribu unit. Baik Avanza maupun Xenia adalah kendaraan beroda empat penumpang dengan penjualan mengesankan ? Selain Kijang Innova tentunya ? Yang hingga sekarang sudah terjual tidak kurang menurut 200 ribu unit. Keruan saja peluncuran Rush dan Terios kali ini pun disambut respons para kompetitor. Beberapa kompetitor bahkan pribadi gencar beriklan supaya mindshare mereka tidak tergilas oleh kehadiran 2 kendaraan beroda empat kembar anyar ini.

Di Indonesia, Rush dan Terios diproduksi di pabrik yang sama, yakni di pabrik milik ADM. Kerja sama ini bisa terjadi karena secara global Toyota memang telah mempunyai 51% saham Daihatsu, sehingga kebijakan produksi di antara kedua merek internasional berasal Jepang itu sangat mudah dikoordinasi buat mencapai taraf skala ekonomi. Daihatsu Terios sendiri sebenarnya sudah diperkenalkan sebelumnya dalam ajang Tokyo Motor Show 2005.

Berbeda berdasarkan Avanza-Xenia yang dikategorikan sebagai kendaraan beroda empat low multipurpose vehicle (MPV), Terios dan Rush diposisikan menjadi tunggangan medium sport utility vehicle (SUV). ?Kami melihat di segmen SUV medium pasarnya relatif terbuka lantaran belum ada pemain lain yang bertenaga di sana,? Kata Johanes Loman, Direktur Pemasaran ADM, sewaktu bersama rombongan wartawan menurut Indonesia melakukan kunjungan ke pabrik Daihatsu di Oita, Jepang, beberapa minggu kemudian. ?Di Indonesia kebanyakan bermain di SUV premium seperti Honda CRV, Nissan Terrano, Opel Blazer,? Lanjutnya.

Bila dilihat berdasarkan kualifikasi produknya, Rush dan Terios memakai teknologi yang ?Telah jadi?, bukan dalam tahap uji coba lagi. Maklum, sebenarnya produk ini telah dipasarkan pada Jepang sejak awal 2006, dan sejauh ini sama sekali tidak terdapat komplain soal teknologi. ?Di Jepang, untuk produk sejenis dinamai Daihatsu Be-Go, sedangkan Toyota tetap memakai nama yang sama, Rush,? Istilah Sachio Yamazaki, Eksekutif Daihatsu Motor Co. Ltd. Ia menyampaikan, di tingkat global sebenarnya Toyota-Daihatsu juga pernah berkolaborasi beberapa kali, misalnya pada proyek bareng peluncuran Toyota Passo-Daihatsu Boon (2004); serta Toyota bB dan Daihatsu Coo (2005/2006).

Yang menarik, ketika Daihatsu Be-Go dibawa ke Indonesia menggunakan dilakukan beberapa penyesuaian, khususnya soal kapasitas penumpang yang sanggup diangkut. Di Jepang, Be-Go hanya memuat empat penumpang, ad interim di Indonesia Terios diposisikan memuat 7 penumpang. Tak heran, buat produk yg dipasarkan pada Indonesia ukurannya 14 cm lebih panjang dari yg beredar di Jepang.

Strategi menambah kapasitas loka duduk nampaknya belajar dari kebiasaan konsumen Indonesia yang biasanya menyukai menggunakan mobil beramai-ramai. Tak heran, mobil-mobil yg sukses pada Indonesia memang yg merogoh positioning sebagai tunggangan keluarga seperti Toyota Kijang, Suzuki Carry, Daihatsu Zebra, Avanza, & Xenia. Nampaknya pasar gemuk ini tak hendak dilewatkan begitu saja.

Tak heran, meski Rush & Terios bermain pada segmen SUV yg umumnya pasarnya nisbi mini dibanding MPV, baik ADM juga TAM relatif percaya diri memasang target. ?Kami harapkan per bulan setidaknya sanggup terjual 1.000 unit,? Ujar Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM. Target yang sama juga dicanangkan pihak Daihatsu. Bukan kebetulan harga Rush dan Terios dipatok lebih murah ketimbang kendaraan beroda empat-kendaraan beroda empat SUV yang telah tersebar di Indonesia.

Jelasnya, Terios ditawarkan (harga on the road) dengan beberapa kelas, yakni: Rp 122,lima juta (versi standar atau berkode TS); Rp 151 juta (versi TX transmisi manual); dan Rp 161 juta (versi TX yang bertransmisi otomatis). Adapun harga Rush (on the road), buat yg berjenis transmisi otomatis (1.5S A/T) dipatok Rp 179 juta (Jakarta); tipe 1.5 S M/T (transmisi manual) Rp 165 juta; & 1.5 G M/T seharga Rp155 juta. Mobil berpenggerak 2 roda (4x2) ini tersedia pada aneka macam pilihan rona plus aksesori menarik.

Rush & Terios bisa ditawarkan dengan harga lebih murah, antara lain disebabkan kandungan lokalnya telah mencapai 72%. Kendati begitu, spesifikasinya tak kalah ciamik dibandingkan menggunakan mobil-mobil SUV yg lebih premium. Untuk Rush, mesin yg digunakan 3SZ-VE berkapasitas 1,lima liter (1.495 cc), empat silinder segaris, 16 katup (empat katup per silinder), double overhead camshaft (DOHC), variable valve timing with intelligent (VVT-i), yang membentuk tenaga maksimum 107 PK pada 6.000 rpm (putaran mesin per mnt), & torsi maksimum 142 Nm dalam 4.400 rpm. Mobil ini pula dilengkapi fitur-fitur keselamatan berkendara. Struktur rangka Rush, sebut saja, dibuat menggunakan teknologi GOA body yg meminimalkan risiko cedera penumpang dan pengguna jalan. Fitur keselamatan standar seperti ABS, EBD, Dual SRS Airbags dan side door impact beams pula telah digunakan.

Sementara itu, Terios memakai mesin 3SZ-VE 1.5 DOHC VVT-i, yg dilengkapi catalitic converter. Jelas, keberadaan fitur ini menegaskan bahwa Terios memenuhi baku emisi gas buang Euro dua. Mobil ini pula punya bumper depan yang kokoh, fender-nya pun tampak gembung sehingga mengesankan jantan. Ruang interiornya dilengkapi AC double blower, double DIN CD radiotape baik dalam tipe TX manual juga matik. Untuk tipe TX, dilengkapi dengan lampu depan tipe proyektor. Ruang interiornya ini mempunyai dua tone colour, kombinasi rona gading dan cokelat, sebagai akibatnya kesannya glamor. Pada tempat duduk baris kedua dilengkapi fitur separate sliding seat dan split double folding guna kemudahan keluar-masuk tempat duduk pada baris ketiga.

Dari sisi kualifikasi produk, Rush dan Terios sudah melewati proses riset dan quality control yang panjang. Toyota ataupun Daihatsu sendiri telah menerapkan teknologi robotik dalam proses manufakturnya untuk meminimalisasi terjadinya kesalahan jika dikerjakan tangan-tangan manusia. Wartawan SWA sendiri bersempatan melihat bagaimana proses manufakturing mobil-kendaraan beroda empat Toyota dan Daihatsu pada Jepang yg telah sedemikian canggih.

Baik pabrik Toyota pada Toyota City (Nagoya City) juga pabrik Daihatsu pada Oita City, keduanya dilengkapi ratusan robot ? Selain energi insan tentunya. President Daihatsu Motor Kyushu, Akihiro Higashisako, membanggakan pabriknya sebagai pabrik yg sangat terkini menurut segi teknologi. ?Selain itu sangat ramah lingkungan. Pabrik ini telah sesuai menggunakan konsep Gelombang CCC: Clean, Compact, Compartable,? Ujar Akihiro, yang sayangnya tidak memperkenankan pabriknya difoto para pengunjung.

Bagaimana produksinya di Indonesia? Proses manufakturing Rush dan Terios pada Indonesia dilakukan ADM pada dua pabrik, yakni pada Sunter & Cikarang. Pabrik Sunter buat termin finishing. Tak main-main memang, guna meluncurkan Terios dan Rush ini ADM menginvestasikan tambahan dana yg cukup akbar. ?Kami tingkatkan kapasitas produksi menjadi 150 ribu unit per tahun berdasarkan sebelumnya 114 ribu unit per tahun. Dan kami melakukan investasi baru sebanyak US$ 70 juta,? Papar Sudirman M.R., Wapresdir ADM. Sebagai implikasi mulai dipasarkannya Terios, produksi Daihatsu Taruna yg daur hidupnya mulai menurun dilarang lantaran perannya digantikan Terios.

Terkait menggunakan masa depan Terios-Rush, pertanyaan utama yg sering mengemuka merupakan bisakah hasil kerja sama kedua ini sesukses Avanza-Xenia? Johanes mencoba bersikap realistis bahwa kemungkinan penjualannya tidak akan semassal Xenia-Avanza. Alasannya, Terios & Rush bermain pada kategori SUV & harganya sedikit lebih tinggi.

Boleh jadi, jawabannya memang tergantung bagaimana Toyota dan Daihatsu membentuk demand pada kalangan yg dituju. Sukses pemasaran Honda Jazz mungkin sanggup jadi pelajaran. Ketika Honda Jazz akan dimuntahkan hampir tak ada pemain otomotif yg memprediksi penjualannya bakal semasif kini , karena pasar sedan mini hatchback ini diperkirakan hanya terbatas anak muda. Tetapi wajib diakui, pemasarnya relatif cerdik pada mengemas komunikasi pemasarannya. Konsisten dengan positioning mobil anak muda atau orang yg ingin bergaya belia, ditambah endorser yg pas (duo Ratu), sekarang Honda Jazz tampil melesat pada luar perkiraan.

Bisa saja Rush dan Terios lebih sukses mengingat mereka menyasar pasar ceruk (niche market) yang lebih gemuk (apalagi dengan 7 penumpang). Yang kemudian menentukan adalah kreativitas komunikasi Daihatsu-Toyota, serta kejeliannya menembak segmen gaya hidup. Sejauh ini Rush dipasarkan dengan slogan citra (tag line): Unleash Yourself (bebaskan dirimu); sedangkan Terios mengambil tema Stylish & Adventure. Kalau pemilihan tema ini bisa dipadukan dengan program-program komunikasi yang intensif dan tepat, tentu berpotensi mengantarkan perkawinan kedua Toyota-Daihatsu di Indonesia kali ini pun happy ending.

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: