Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Formulir Kontak

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Seni Menjadi Pedagang Online

Landing Page Domination

Popular Posts

21 Hari Mencari Jodoh

Kursus Advance SEO_Saung Seo

Mahir Website

The Power Of Wanita Idaman

Easy import From China

Nasib orang memang tak terdapat yang mampu menduga. Jangan bersedih jika Anda sedang susah atau dibawah. Dengan kerja keras, doa, dan taktik yang tepat, nasib sanggup berbalik. Itulah yg dialami H. Masri Nur, pengusaha sukes asal Padang yg kini bermukim di Medan.

Kisah hayati Masri Nur terbilang dramatik. Masri Nur dulunya merantau seorang diri ke Medan, bekerja sebagai kuli penjual tiket bus dan kemudian menjadi tukang jahit. Pria berdarah Padang ini berhasil bertransformasi menjadi entrepreneur sukses. Kini bisnisnya berkembang pesat melitpui bisnis properti (plaza dan hotel), ritel, konveksi dan pendidikan kini menjadi garapannya. Sekitar 1.500 karyawan bersandar padanya. Salah satu simbol sukses bisnisnya adalah Hotel Madani, hotel syariah berbintang pertama yang ada di Medan.

Masri sekarang jua pemilik sekaligus pengelola Plaza Gelora, kompleks bisnis pada Medan yang terdiri atas pasar swalayan, dept. Store, hall, sentra konveksi & industri garmen, dan restoran. Adapun Hotel Madani yang dibangunnya, terletak pada Jl. Sisingamangaraja, tidak jauh dari Masjid Raya Medan dan Istana Maimun, hotel bintang 4 yang tengah naik daun ini dikelola menggunakan sistem syariah. "Persis pada jalan samping hotel inilah aku dulu pertama tiba ke Medan dari Padang naik bus. Saya datang sebagai kuli," ujar laki-laki yang rendah hati meski sudah sukses ini. Masri pula pemilik Darul Ilmi Murni, lembaga pendidikan terpadu di atas lahan 15 hektare, mulai berdasarkan Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Perjalanan sukses kelahiran 1953 ini sangat menarik. Keberhasilannya adalah kombinasi kegigihan, kerja keras dan keyakinan. Datang dari keluarga terpandang pada Padang, Masri tidak mengikuti jejak saudaranya yg kebanyakan menjadi pegawai negeri sipil. Dia justru merantau ke Medan seseorang diri tahun 1969. Di Ibukota Sumatera Utara itu, dia memulai bekerja sebagai buruh, yaitu membantu menjual tiket bus. Setelah itu, membuka bisnis jahitan pakaian menggunakan papan nama Toko Gelora. ?Saya ini aslinya tukang jahit. Sampai sekarang pun masih tukang jahit,? Ungkapnya ketika ditemui penulis di lounge Hotel Madani miliknya.

Boleh dibilang, bisnis jahitlah yang mengantarnya ke jenjang sukses. Bisnis ini berkembang pesat sampai sebagai industri konveksi (garmen). Bahkan di Medan, bukan misteri lagi, pusat seragam sekolah, seragam olah raga, pakaian tata cara & busana muslim terbesar berada pada Plaza Gelora. Di kompleks itu, terdapat gerai-gerai layaknya supermarket & industri konveksi dengan tukang jahit tak kurang dari 200 orang. Singkatnya, lantaran bisnis jahitan itu mengembang, awal 1990-an Masri mampu membangun kompleks plaza di lokasi itu. ?Saya bersyukur, sebagai satu-satunya pengusaha pribumi yang punya plaza pada Medan ini,? Ujar ayah tujuh anak yg masih berbadan tegap ini.

Yang paling menarik dari sekian kisah bisnis Masri merupakan Hotel Madani. Ketika akan mendirikan hotel dengan 173 kamar yang berkonsep syariah 2 tahun kemudian, poly yang skeptis hotel itu akan laris. Termasuk, beberapa ulama Jakarta loka Masri berkonsultasi. Maklum, berbeda menurut kebanyakan hotel syariah yg awalnya hotel konvensional, Hotel Madani semenjak awal menerapkan sistem syariah secara ketat. Tamu bukan suami-istri tidak boleh menginap sekamar. Screening dan pengawasan dilakukan berfokus baik melalui pegawai hotel juga alat keamanan. Aturan bagi tamu hotel bahkan ditulis akbar di lobi. Tidak terdapat alkohol. Penyanyi perempuan pada lounge hotel pun harus pakai jilbab. ?Enam bulan pertama ujian kami berat. Kami banyak mengeluarkan tamu menurut hotel,? Kata Masri seraya mengungkapkan, hotelnya diresmikan wapres RI Jusuf Kalla.

Rupanya, di 6 bulan pertama banyak tamu yg coba-coba melanggar atau nir tahu sama sekali anggaran tadi sehingga walau awalnya datang sendirian, tetapi tengah malam mengajak teman lawan jenis bukan suami-istri buat menginap sekamar. Untuk itu, Masri bahkan sempat memberi ganti rugi & pernah jua ada tamunya yang murka . Tetapi, beliau memang punya prinsip ingin membangun hotel yang tidak sinkron. "Saya yakin Tuhan akan memberi jalan. Kalaupun Tuhan murka kepada saya, masak iya Tuhan juga marah kepada karyawan saya dengan nir memberi mereka makan," pungkasnya konfiden.

Rupanya keyakinan itu tak bertepuk sebelah tangan karena occupancy rate Madani terbilang paling tinggi pada Medan. Dari 173 kamar, setiap hari setidaknya 150 kamar terisi. Awalnya, manajemen Madani memprediksikan cash flow & laba baru akan positif sesudah 2 tahun. Ternyata, pada 2 bulan pertama langsung positif & Masri sama sekali tidak pernah menyubsidi hotel ini. Yang pula menarik, tamunya bukan hanya muslim, tetapi juga nonmuslim, baik kalangan Tionghoa juga ekspat. ?Rupanya para istri dan keluarga merasa lebih aman jika keluarganya menginap pada hotel ini waktu di Medan,? Ungkapnya seraya menyampaikan, buat membentuk hotel ini dibutuhkan kapital Rp 200 miliar pada luar tanah.

Yang jua melegakan, lanjut Masri, selain seringkali full booked, kini merk hotel-nya menjadi hotel berkonsep syariah telah dikenal seluruh pelaku bisnis wisata Medan dan beberapa kota lain sebagai akibatnya pihaknya tidak perlu mengeluarkan tamu lagi karena tak ada lagi tamu yg melanggar aturan hotel. Bagi Masri, keberadaan Hotel Madani adalah catatan sejarah yang menarik. Di depan Hotel Madani itulah (dulu belum dibangun hotel) dirinya pertama menginjakkan kaki di Medan menjadi perantau ? Saat itu, di sebelahnya memang lokasi stasiun bus antarkota? Dan sekarang properti itu menjadi miliknya.

Ya, perjalanan hidup memang tak jarang tak terduga.

Kisah bisnis menarik lainnya:

Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa

Kisah Sukses Pendiri Red Bean Resto

Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI

Robin Wibowo & Bisnis Furniture Mewah Veranda

Mengelola Bisnis Kampus Ala UGM

Rahasia Sukses dan Strategi Pemasaran Wim Cycle

Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex

Strategi Sukses DataOn Memasarkan Aplikasi HR

Masri Nur: Sukses Berbekal Keyakinan

Cara kerja & seluk-beluk investor private equity

Sejumlah investor asing cari kongsi usaha pada Indonesia

Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: