Semua pendiri perusahaan normalnya pasti ingin perusahaannya makin berkembang dan makin tumbuh skala bisnisnya serta bisa dikelola sebagai perusahaan yang terkini dan profesional. Wajar bila pemilik perusahaan ingin perusahaannya mampu bertahan & permanen hidup mesti generasi pemilik telah berganti ke anak atau cucu. Wajar jua apabila perusahaan ingin punya reputasi yang makin dikenal dan lebih gampang dalam mencari dana untuk pengembangan bisnis. Untuk itu, memang telah sepantasnya pemilik perusahaan ingin perusahaannya Go Public atau melakukan IPO (Initial Public Offering).
Yang perlu dicatat bahwa go public bukan sekedar mencari perusahaan penjamin emisi yg bisa membantu proses go public. Kalau itu saya gampang sekali. Dalam seminggu anda bisa menemui 5 perusahaan homogen buat anda pilih. Pilihannya poly. Yang butuh persiapan justru kesiapan internal baik secara kultur maupun struktur. Budaya internal perusahaan juga mesti dikondisikan agar lebih kondusif sebagai perusahaan go public.
Dalam mencari perusahaan penjamin emisi dan perusahaan sekuritas pun harus pilih mana yg paling tepat menggunakan tipologi perusahaan kita. Lantaran masing-masing perusahaan sekuritas itu punya kapasitas, jaringan investor dan pengalaman yg tidak selaras. Ada yang kuat jika menggo-public-kan BUMN, namun terdapat yang indah bila menggopublic-kan perusahaan swasta. Bahkan sama-sama pengalaman membawa listing perusahaan swasta pun sanggup tidak sinkron kompetensi & output jika perusahaan yang digo-public-kan punya size tidak selaras. Ini penting memilih yang sempurna & sebaiknya tanya ke pihak ketiga yg pengalaman dan obyketif. Semua sekuritas jika ditanya niscaya mampu melakukan semua tipe perusahaan, namanya jua orang marketing, apa saya mau ditangkap peluangnya. Padahal kapasitas itu penting sekali. Contohnya terdapat rekanan sy pemilik perusahaan yg value perusahhaan baru Rp 500 miliar, setelah go public dalam setahun valuenya mampu naik 3 kali lipat. Perusahaan sekuriitasnya memang ekspert buat menangani perusahaan sekelas itu.
Sebelum go public, sebaiknya terdapat sejumlah persiapan yg dilakukan. Pertama, dari sisi keluarga pemilik dulu harus kompak dan putusan bulat akan go public karena perusahaan yg sudah IPO punya sejumlah konsekuensi, perusahaan mesti dikelola lebih terbuka, tiap kuartal melaporkan kinerja keuangan, harus siap dengan naik-turunnya harga saham di bursa, taat sejumlah regulasi buat perusahaan emiten, dsb.
Lalu, juga persiapan secara keorganisasasin. Misalnya wajib punya tim investor relation, corporate secretary, & bagian sah yg selalu siap mengupdate kondisi perusahaan ke pemegang saham publik.
Salah satu advantage perusahaan yang sudah Go Public, mereka lebih mudah pada mencari dana untuk pengembangan bisnis lantaran mereka sanggup menerbitkan banyak sekali instrumen buat menarik dana publik. Dalam kenyataannya, bukan perusahaan nir mungkin hanya menganddalkan pinjaman bank atau dana sendiri buat membuatkan bisnis? Pada kondisi tertentu, contohnya apabila jumlah pinjaman perusahaan telah cukup tinggi, pendanaan menurut perbankan mungkin akan sulit diperoleh. Sudah nir punya agunan lagi, tidak punya asset lagi buat jadi collateral. Dalam istilah investasi, terkadang assetnya sudah over leveraged. Dalam hal ini penting buat melibatkan investor lain buat membantu pendanaan. Kalau perusahaan Anda sudah go public, maka upaya itu akan lebih mudah.
Tapi apakah semua perusahaan yang sudah Go Public direspond bagus untuk investor/pasar? Memang tidak selalu. Tergantung seberapa 'seksi' perusahaan itu. Kalau profil bisnis perusahaan dan keuangannya itu tidak menarik, belum tentu direspon pasar dan belum tentu Go Public akan berbuah manis. Karena itu cara yang cukup masuk akal dan banyak dilakukan perusahaan yang mau go public, mereka biasanya memperkuat dulu internalnya sebelum Go Public. Mereka memperkuat keuangan dan skala bisnisnya agar lebih menarik bagi investor. Salah satu yang biasa dilakukan ialah, 2-4 tahun sebelum Go Public mereka mengundang investor Pre-IPO untuk masuk dan menyuntikkan modalnya. Dana yang disuntikkan itu yang kemudian dipakai ekspansi, misalnya untuk buka banyak cabang dan buka pabrik baru. Dengan demikian, ketika akan Go Public, skala bisnisnya sudah ideal, tidak terlalu kecil. Makin seksi dan direspons bagus oleh investor.
Cara itu sangat umum dilakukan. Menggandeng Pre-IPO investor. Biasanya investor itu pula membawa sejumlah kompetensi dan mereka terkadang pula sudah pengalaman poly sukses membantu IPO. Ini yg penting yang sporadis orang tahu. Go Public bukan masalah memilih perusaahaan penjamin emisi karena jika sekedar mencari perusahaan penjamin emisi, maka itu gampang dan poly, gampang diketahui. Yang sulit justru mengemas & mempersiaapkan internalnya agar skala dan kinerja bisnisnya indah dan seksi di mata investor.
Saya punya sejumlah relasi investor yg seorang ahli menanamkan modalnya pada situasi pre-IPO misalnya itu. Ada investor luar negeri namun terdapat jua yg pada negeri. Namun demikian, mereka permanen melakukan seleksi, tidak sembarang melakukan investasi. Mereka akan melihat peluang pertumbuhan perusahaan itu, bagaimana kondisi kinerja kini , bagaimana reputasi pengelolanya, dan sejenisnya.
Bila terdapat yg butuh investor pre-IPO, mampu hubungi aku
wingdarmadi@gmail.Com
HP: 081 384 160 988
Cara kerja & seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi bisnis pada Indonesia
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |