Semua pendiri perusahaan normalnya niscaya ingin perusahaannya makin berkembang & makin tumbuh skala bisnisnya dan bisa dikelola sebagai perusahaan yg terbaru dan profesional. Wajar apabila pemilik perusahaan ingin perusahaannya bisa bertahan & tetap hayati mesti generasi pemilik sudah berganti ke anak atau cucu. Wajar pula jika perusahaan ingin punya reputasi yg makin dikenal & lebih mudah pada mencari dana buat pengembangan bisnis. Untuk itu, memang sudah sepantasnya pemilik perusahaan ingin perusahaannya Go Public atau melakukan IPO (Initial Public Offering).

Salah satu advantage perusahaan yg telah Go Public, mereka lebih mudah pada mencari dana untuk pengembangan usaha karena mereka sanggup menerbitkan aneka macam instrumen untuk menarik dana publik. Dalam kenyataannya, bukan perusahaan tidak mungkin hanya menganddalkan pinjaman bank atau dana sendiri buat menyebarkan usaha? Pada syarat eksklusif, contohnya apabila jumlah pinjaman perusahaan telah relatif tinggi, pendanaan menurut perbankan mungkin akan sulit diperoleh. Sudah tidak punya jaminan lagi, nir punya asset lagi buat jadi collateral. Dalam kata investasi, terkadang assetnya sudah over leveraged. Dalam hal ini penting buat melibatkan investor lain untuk membantu pendanaan. Kalau perusahaan Anda sudah go public, maka upaya itu akan lebih mudah.
Sebelum go public, usahakan terdapat sejumlah persiapan yg dilakukan. Pertama, berdasarkan sisi famili pemilik dulu harus kompak & setuju akan go public lantaran perusahaan yang sudah IPO punya sejumlah konsekuensi, perusahaan mesti dikelola lebih terbuka, tiap kuartal melaporkan kinerja keuangan, wajib siap menggunakan naik-turunnya harga saham di bursa, taat sejumlah regulasi buat perusahaan emiten, dsb.
Lalu, juga persiapan secara keorganisasasin. Misalnya wajib punya tim investor relation, corporate secretary, dan bagian legal yang selalu siap mengupdate syarat perusahaan ke pemegang saham publik.
Tapi apakah semua perusahaan yang sudah Go Public direspond bagus untuk investor/pasar? Memang tidak selalu. Tergantung seberapa 'seksi' perusahaan itu. Kalau profil bisnis perusahaan dan keuangannya itu tidak menarik, belum tentu direspon pasar dan belum tentu Go Public akan berbuah manis. Karena itu cara yang cukup masuk akal dan banyak dilakukan perusahaan yang mau go public, mereka biasanya memperkuat dulu internalnya sebelum Go Public. Mereka memperkuat keuangan dan skala bisnisnya agar lebih menarik bagi investor. Salah satu yang biasa dilakukan ialah, 2-4 tahun sebelum Go Public mereka mengundang investor Pre-IPO untuk masuk dan menyuntikkan modalnya. Dana yang disuntikkan itu yang kemudian dipakai ekspansi, misalnya untuk buka banyak cabang dan buka pabrik baru. Dengan demikian, ketika akan Go Public, skala bisnisnya sudah ideal, tidak terlalu kecil. Makin seksi dan direspons bagus oleh investor.
Cara itu sangat generik dilakukan. Menggandeng Pre-IPO investor. Biasanya investor itu jua membawa sejumlah kompetensi & mereka terkadang juga telah pengalaman poly sukses membantu IPO. Ini yg krusial yang jarang orang memahami. Go Public bukan duduk perkara memilih perusaahaan penjamin emisi lantaran jika sekedar mencari perusahaan penjamin emisi, maka itu gampang dan poly, mudah diketahui. Yang sulit justru mengemas dan mempersiaapkan internalnya agar skala dan kinerja bisnisnya rupawan dan seksi pada mata investor.
Saya punya sejumlah relasi investor yg seorang ahli menanamkan modalnya dalam situasi pre-IPO misalnya itu. Ada investor luar negeri tetapi terdapat juga yg pada negeri. Tetapi demikian, mereka tetap melakukan seleksi, tidak sembarang melakukan investasi. Mereka akan melihat peluang pertumbuhan perusahaan itu, bagaimana kondisi kinerja sekarang, bagaimana reputasi pengelolanya, dan sejenisnya.
Bila ada yang butuh investor pre-IPO, sanggup hubungi aku
wingdarmadi@gmail.Com
HP: 081 384 160 988
Cara kerja dan seluk-beluk investor private equity
Sejumlah investor asing cari kongsi usaha di Indonesia
Kenali Dua Tipe Investor Ini Sebelum Mencari Dan Menggandeng Investor
Checking your browser before accessingPlease enable Cookies and reload the page. This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly. Please allow up to 5 seconds… |